Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34652 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yudhi Kurnia Mandala Putra; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Masyitoh, Lestaria Aryanti
S-9022
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Jasmine; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Masyitoh, Agus Rahmanto
Abstrak: Hand hygiene merupakan salah satu bentuk pencegahan dan pengendalian infeksi yangdianggap efektif untuk melindungi pasien dan tenaga kesehatan dari penularan infeksiterkait pelayanan kesehatan (HAIs). Tenaga perawat sebagai tenaga kesehatan yangsering kontak langsung dengan pasien tentu memiliki peluang hand hygiene lebih banyakdibandingkan tenaga kesehatan lainnya. Namun, tingkat kepatuhan hand hygiene tenagaperawat di rumah sakit masih cenderung rendah. Banyak studi telah membahas strategiintervensi untuk meningkatkan kepatuhan hand hygiene pada perawat, tetapi studi danbukti yang dilakukan di Asia Tenggara masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untukmerangkum bukti dan informasi efektivitas strategi intervensi terhadap kepatuhan handhygiene perawat di rumah sakit berdasarkan studi dari negara-negara di Asia Tenggara.Penelitian dilakukan dengan metode tinjauan literatur yang menggunakan data sekunderdari basis data PubMed, Cochrane, CINAHL, dan Google Scholar. Studi yang didapatkanuntuk penelitian ini sejumlah 4 studi dari tiga negara berbeda, yakni Indonesia (n=2),Thailand (n=1), dan Vietnam (n=1). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhanhand hygiene perawat di rumah sakit pada fase awal atau pra-intervensi masih rendah (<50%), dengan faktor utama yang dilaporkan mempengaruhi ketidakpatuhan hand hygienepada perawat yaitu kekeringan dan iritasi tangan setelah melakukan hand hygiene.Program edukasi menjadi bagian dari seluruh strategi intevensi pada setiap studi,menandakan program dapat diterapkan pada negara-negara di Asia Tenggara. Namun,strategi intervensi multifaceted improvement program menunjukkan dampak yang palingsignifikan pada peningkatan kepatuhan hand hygiene perawat di rumah sakit (27% pra-intervensi dan 77% pasca-intervensi). Strategi intervensi multimodal tercatat palingefektif meningkatkan kepatuhan hand hygiene dan mampu memberikan dampak yangberkelanjutan, jika ditunjang dengan pemantauan dan intervensi berkala.Kata kunci:Kepatuhan hand hygiene, intervensi, perawat, rumah sakit, tinjauan literatur.
Read More
S-10381
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andini Novianti; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Masyitoh; Sarwanti
S-9659
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardita Sofyani; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Rumiyatun
Abstrak: Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang didapat pasien di rumah sakit. Infeksi ini dapat terjadi akibat kuman dari pasien lain ataupun dari lingkungan berpindah melalui tangan perawat pada saat perawat melaksanakan berbagai asuhan keperawatan pada pasien. Infeksi nosokomial akan memperparah kondisi pasien, memperpanjang hari rawat pasien, bahkan sampai menjadi penyebab kematian. Pasien di ruang ICU turut terkena risiko infeksi nosokomial. Ruang ICU sebagai salah satu tempat untuk menangani pasien yang memerlukan pelayanan intensif ditempati oleh pasien yang butuh perawatan total. Daya tahan tubuh pasien ICU tidak sebaik daya tahan tubuh pasien yang tidak memerlukan perawatan total. Oleh karena itu pasien ICU lebih rentan terhadap infeksi.
 
Hand hygiene merupakan salah satu tindakan yang mudah dan efektif untuk penurunan infeksi nosokomial. Infeksi nosokomial memiliki keterkaitan langsung dengan pemenuhan pelaksanaan hand hygiene. Pelaksanaan hand hygiene yang sesuai dengan teknik dan waktu yang telah ditentukan akan menurunkan insiden infeksi nosokomial. Namun sayangnya, pemenuhan pelaksanaan hand hygiene oleh petugas kesehatan masih tergolong rendah.
 
Masih ditemukannya kejadian infeksi nosokomial di Rumah Sakit MH. Thamrin Salemba mengindikasikan hand hygiene petugas kesehatannya belum berjalan sesuai prosedur. Dari hasil observasi di ruang ICU ditemukan bahwa rata – rata pemenuhan hand hygiene oleh perawat yang bertugas di ICU Rumah Sakit MH. Thamrin Salemba baru mencapai 48%. Peneliti ingin mengetahui persepsi perawat mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi pemenuhan pelaksanaan hand hygiene di ICU Rumah Sakit MH. Thamrin Salemba.
 
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menggali lebih jauh persepsi perawat mengenai faktor – faktor pemenuhan pelaksanaan hand hygiene. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari hasil wawancara mendalam dan hasil observasi penelitian pendahuluan dan data sekunder diperoleh dari data SDM perawat Rumah Sakit MH. Thamrin Salemba.
 
Dari hasil penelitian diketahui persepsi perawat mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi pemenuhan hand hygiene di ICU Rumah Sakit MH. Thamrin Salemba adalah faktor kurangnya pengetahuan perawat mengenai teknik dan lima waktu pelaksanaan hand hygiene, beban kerja perawat yang lebih tinggi dan kekurangan tenaga, masih kurangnya jumlah wastafel dan letaknya yang jauh. Alasan lainnya yaitu saat manangani kondisi darurat, perawat merasa prosedur hand hygiene merepotkan, faktor malas, air yang mati atau keran yang rusak. Beberapa dari faktor di atas sesuai juga dengan hasil yang ditemukan penelitianterdahulu terkait topik ini. Untuk itu, sebaiknya pihak rumah sakit kembali melaksanakan program penyegaran untuk perawat agar pengetahuan perawat dan kesadaran akan pentingnya hand hygiene dapat meningkat. Selain itu, perlu adanya penambahan jumlah wastafel seperti yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan mengenai Standar Pelayanan ICU. Menambah jumlah perawat atau tetap mempertahankan sistem subtitusi perawat dengan kemampuan sama dalam menangani pasien intensif, namun lebih mematangkan sistemnya. Kepala ICU mengingatkan perawat agar tetap tenang saat kondisi darurat dan selalu menyediakan alkohol hand rubbing di dalam kantong.
 

Nosocomial infections are infections acquired in hospital patients. These infections can occur due to germs from other patients or from the environment can be transferred through the hands of nurses at the variety of nursing care to patients. Nosocomial infections will exacerbate the patient's condition, extending the day care of patients, even to the cause of death. Patients in the ICU also exposed to the risk of nosocomial infection. ICU is a place for patients who need intensive care and total care. ICU patient's immune system is certainly not as good as the patient's immune system does not require total care. ICU patients therefore more susceptible to infection.
 
Hand hygiene is the one of easy and effective measures to decrease nosocomial infections. Nosocomial infections have a direct connection with the implementation of hand hygiene compliance. Implementation of appropriate hand hygiene techniques and the time allowed will reduce the incidence of nosocomial infections. But unfortunately, the implementation of hand hygiene compliance by healthcare workers is still low.
 
The incidence of nosocomial infections is still found at MH Hospital. Thamrin Salemba. It indicates hand hygiene of health workers has not been appropriate to the procedure. From the observation in the ICU was found that the average of hand hygiene compliance by nurses who worked in the ICU MH. Salemba Thamrin Hospital only reached 48%. Researchers want to know nurses’perception about the factors that affect the implementation of hand hygiene compliance in ICU MH. Thamrin Salemba hospital.
 
Researchers using qualitative research methods to explore further nurses’ perception about the factors in implementation of hand hygiene compliance. In this study, researchers used the primary data and secondary data. Primary data obtained from in-depth interviews and the results of preliminary research observations. The secondary data obtained from Human Resources data.
 
From the results of research known nurses’ perception about the factors that influence hand hygiene in ICU MH. Thamrin Salemba Hospital. Nurses’ perception about factors in hand hygiene practice compliance are lack of knowledge of nurses regarding the implementation of the technique and five moments for hand hygiene, nursing workload and lack of higher power, insufficient numbers of the sink and the remoteness. Another reason are when emergencies situation, nurses feeling of involute hand hygiene procedure, lazy factor, die or tap water damaged. Therefore, we recommend the hospital to re-implement hand hygiene program for nurses so that the nurse's knowledge and awareness of the hand hygiene importance can be improved. In addition, the need for addition of sinks based on rules in the Decree of the Minister of Health on Service Standards of ICU. Increase the number of nurses or hospital still uses nurse subtitution system, but hospital should make the system better. ICU head remind the nurses to keep calm during emergency conditions and always provides a handrubbing alcohol inside the pocket
Read More
S-7427
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fany Cahya Dewi; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Achmad Suban
Abstrak: Penelitian ini membahas kepatuhan dokter dalam penggunaan obat yang sesuai dengan formularium nasional di RSUP Fatmawati Tahun 2017. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang menggunakan data primer dan data sekunder. Pada penelitian ini kepatuhan tinggi, informasi dan sosialisasi yang rendah, kepemimpinan yang kondusif, pengetahuan yang rendah, sikap yang baik, adanya peran KFT, pengaruh industri farmasi, serta lingkungan tempat kerja yang baik. Terdapat hubungan hubungan yang bermakna antara informasi dan sosialisasi serta pengetahuan dengan kepatuhan dokter dalam menggunakan obat sesuai formularium nasional.
Kata kunci : Perilaku, Kepatuhan, Formularium Nasional

This study discusses the compliance of doctors in the use of drugs in accordance with the national formulary in RSUP Fatmawati Year 2017. This research is a quantitative research with cross sectional approach using primary data and secondary data. In this study, high compliance, low information and socialization, conducive leadership, low knowledge, good attitude, the role of KFT, the influence of the pharmaceutical industry, and a good workplace environment. There is a significant relationship between information and socialization and knowledge with doctors' compliance in using drugs according to national formulary
Keywords : Behavior, Compliance, National Formulary
Read More
S-9508
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bunga Nurfitria; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Kurnia Sari, Duma Sarah
Abstrak:
HAI (Hospital-Acquired Infections) merupakan permasalahan yang serius bagi aspek keselamatan pasien dalam praktik pelayanan kesehatan. Salah satu cara yang paling efektif dalam mengurangi HAI adalah dengan menerapkan kebersihan tangan (hand hygiene). Sayangnya, praktik kebersihan tangan oleh tenaga kesehatan masih kurang optimal, termasuk praktik yang dilakukan oleh bidan. RSIA Gizar Kabupaten Bekasi merupakan rumah sakit dengan pelayanan unggulan berupa pelayanan kebidanan dan kandungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran terkait kepatuhan kebersihan tangan bidan di Poli Kandungan RSIA Gizar Kabupaten Bekasi berdasarkan ketiga faktor yang menumbuhkan perilaku yaitu faktor kemampuan (capability), peluang (opportunity), dan motivasi (motivation) dari Teori Perubahan Perilaku COM-B. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam serta observasi dan telaah dokumen sebagai bentuk triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan kebersihan tangan bidan masih kurang baik. Kepatuhan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, praktik, sarana dan prasarana, kebijakan, budaya, dorongan internal, serta evaluasi.

HAI (Hospital-Acquired Infections) pose a serious issue for patient safety in healthcare practices. One of the most effective ways to reduce HAIs is by implementing hand hygiene. Unfortunately, hand hygiene practices among healthcare workers remain suboptimal, including those performed by midwives. RSIA Gizar in Bekasi Regency is a hospital with a specialty in obstetric and gynecological services. This study aims to provide an overview of midwives' hand hygiene adherence at the Obstetrics Unit of RSIA Gizar Bekasi Regency based on the three factors that foster behavior: capability, opportunity, and motivation from the COM-B Model for Behavior Change Theory. This research employs a qualitative method with in-depth interviews, observations, and document reviews as a form of triangulation. The study results indicate that midwives' hand hygiene adherence is still inadequate. This adherence is influenced by various factors such as knowledge, practice, facilities and infrastructure, policies, culture, internal motivation, and evaluation.
Read More
S-11603
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fandru Gemi Nastiti Ziliwu; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Umi Aisyiyah
Abstrak: Penelitian ini membahas kepatuhan dokter dalam pengisian formulir instruksi medis farmakologis di Rawat Inap RSUP Fatmawati tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengarui tingkat kepatuhan dokter dalam pengisian formulir instruksi medis farmakologis, menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh menggunakan bantuan kuesioner dan melakukan telaah dokumen terhadap formulir instruksi medis pada rekam medis pasien pulang rawat inap dengan menggunakan daftar tilik. Hasil dalam penelitan ini menunjukan bahwa sebagian dokter memiliki kepatuhan rendah (67.7%), memiliki masa kerja >9 tahun (61.3%), berpengetahuan tinggi (51.6), bersikap positif (58.1%), memiliki jumlah visit yang sedikit (51.6%), menyatakan persepsi mendukung terhadap sistem penghargaan (58.1%), memiliki persepsi mendukung terhadap alat & kebijakan (61.3%), dan memiliki persepsi tidak penting terhadap umpan balik (67.7%). Berdasarkan hasi uji statistik (chi square) didapat nilai alpha (p 0.05) artinya tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan dokter dalam mengisi formulir instruksi medis farmakologis.

This research discusses about doctoral compliance on filling Medical Instructions Pharmacological Inpatient Form RSUP Fatmawati 2017. This research aimed to determine the factors that affect the level of doctoral compliance on filling medical instructions pharmacological form used quantitative research method with cross sectional approach. Data obtained using questionnaire support and conducted documents review of Medical Instructions Pharmacological Form on medical record of patient who go home after inpatient by using checklist. The result of this study showed that some of the doctors have low compliance (67.7%), have a working period > 9 years (61.3%), have a high knowledge (51.6), have a positive attitude (58.1%), have a low visit (51.6%), stated perception of supporting appreciation system (58.1%), stated perception of supporting tool and policy (61.3%) and expressed perception insignificant against feedback (67.7%) Based on the result of statics test (chi square) obtained alpha value (p p 0.05), it means no significant relationship with doctoral compliance on filling medical instructions form. 
Read More
S-9465
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tyas Dita Astari; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Atik Nurwahyuni, Rahmi Handayani
Abstrak:
Penelitian ini membahas mengenai gambaran utilisasi cathlab di RSUP Fatmawati tahun 2017 berdasarkan variabel penjadwalan tindakan, Indeks Kinerja Individu IKI dokter, pasien darurat, keterlambatan tindakan pertama, pembatalan tindakan dan overtime tindakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasi dan ditunjang dengan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata utilisasi cathlab RSUP Fatmawati sebesar 37,9 dan dikategorikan sebagai underutilisasi. Faktor yang paling mempengaruhi utilisasi tersebut adalah Indeks Kinerja Individu IKI dokter yang berkaitan dengan penjadwalan tindakan. Peneliti menyarankan untuk mengoptimalisasikan utilisasi cathlab dengan mempertimbangkan faktor-faktor utilisasi cathlab sebagai dasar penyusunan Indeks Kinerja Individu IKI dokter.
 

 
ABSTRAK
 
 
This research is discussing about cathlab utilization at RSUP Fatmawati during 2017 period based on several variables treatment scheduling, Doctor rsquo s Individual Performance Index IKI , emergency patient, delay on first treatment schedule, treatment cancellation and treatment overtime. This is a quantitative research with observation and supported by qualitative method with indepth interview. Result on this study shows that the average of cathlab utilization at RSUP Fatmawati is 37.9 and categorized as underutilized. Factor that influence most is Doctor rsquo s Individual Performance Index IKI related to treatment scheduling. Researcher suggest to increase the cathlab utilization optimalization with considering cathlab utilization factors as a fundamental of conducting Doctor rsquo s Individual Performance Index IKI.
Read More
S-9507
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indri Oktafiyani; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Welas Riyanto, Purnawan Junadi
Abstrak: Latar Belakang: Needle Stick Injury merupakan luka yang dialami oleh tenaga kesehatan dan diakibatkan karena tusukan atau robekan dari jarum atau benda tajam lainnya. Tenaga kesehatan yang sangat rentan terhadap kejadian tertusuk jarum adalah perawat. Saat ini, angka kejadian tertusuk jarum dikalangan perawat yang bekerja di rumah sakit menunjukkan angka yang masih tinggi. Di RSUP Fatmawati, tahun 2015 dan 2016 dari bulan Januari-Desember tercatat sebanyak 40 kasus tertusuk jarum pada perawat dan pada bulan Januari-Agustus 2017 tercatat sebanyak 4 kasus tertusuk jarum pada perawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan upaya pencegahan kejadian tertusuk jarum pada perawat di Instalasi Rawat Inap Teratai RSUP Fatmawati tahun 2018. Desain dan Metode: Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional dengan pengumpulan data primer melalui penyebaran kuisioner kepada 170 responden yaitu perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap Teratai RSUP Fatmawati yang telah bekerja minimal 1 tahun. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (97,1%), sikap yang cukup baik (88,8%), dan upaya pencegahan kejadian tertusuk jarum yang cukup baik (66,5%). Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square (α=0,05) ditemukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan perawat dengan sikap perawat (pvalue=0,451 dan OR=0,490); tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan perawat dengan upaya pencegahan kejadian tertusuk jarum (pvalue=0,665 dan OR=2,055); dan ada hubungan yang bermakna antara sikap perawat dengan upaya pencegahan kejadian tertusuk jarum (pvalue=0,033 dan OR=3,139). Kesimpulan dan Saran: Hubungan yang tidak bermakna adalah pengetahuan dengan sikap, serta pengetahuan dengan upaya pencegahan kejadian tertusuk jarum. Sedangkan, hubungan yang bermakna adalah sikap dengan upaya pencegahan kejadian tertusuk jarum. Diharapkan pihak rumah sakit memberikan pelatihan rutin dan berkala terkait needle stick injury khususnya dalam hal teknik recapping minimal setiap 6 bulan sekali; menyediakan poster K3 terkait prosedur melakukan tindakan penyuntikan yang benar di setiap ruangan kerja perawat; dan pemberian penghargaan setiap bulan bagi perawat yang telah melakukan praktik kerja yang aman. Kata kunci: Needle Stick Injury, Pengetahuan, RSUP Fatmawati, Sikap, Upaya Pencegahan Kejadian Tertusuk Jarum
Read More
S-9641
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Innes Candra Devita; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Purnawan Junadi, Abdul Aziz
Abstrak: Data turnover di RSUP Fatmawati menunjukkan trend yang meningkat dalam tiga tahun belakangan yaitu pada tahun 2014, 2015, dan 2016. Pada tahun 2016, angka turnover nya yaitu 9,65% hampir mencapai batas normal turnover yaitu 10%. Selain itu, angka keterlambatan yang merupakan indikator adanya turnover intention, juga menunjukkan trend yang meningkat dari tahun 2015, 2016 dan 2017. Pada tahun 2017, angkanya mencapai 86%. Faktor quality of work life menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kecenderungan dan keputusan perawat untuk keluar dari tempat kerjanya. Komponen quality of work life antara lain pengembangan karir, keterlibatan karyawan, rasa bangga terhadap institusi, kompensasi yang seimbang, rasa aman terhadap pekerjaan, fasilitas yang didapat, keselamatan lingkungan kerja, penyelesaian masalah dan komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komponen quality of work life terhadap turnover intention perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap Teratai RSUP Fatmawati Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional dengan pegumpulan data primer melalui penyebaran kuisioner kepada 80 orang responden yaitu perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap Teratai yang telah bekerja minimal 1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat masing-masing komponen quality of work life masih kurang. Adapun faktor yang mempengaruhi turnover intention perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap Teratai RSUP Fatmawati adalah komponen quality of work life yaitu rasa bangga terhadap institusi (OR = 5,8 dan P value = 0,012) serta rasa aman terhadap pekerjaan (OR = 3,4 dan P value = 0,019). Maka, disarankan untuk meningkatkan quality of work life khususnya di Instalasi Rawat Inap Teratai RSUP Fatmawati

Turnover data at RSUP Fatmawati showed an increasing trend in the last three years, that is in 2014, 2015, and 2016. In 2016, its turnover rate is 9.65% almost reached its normal turnover limit of 10%. In addition, the tardiness rate which is an indicator of turnover intention, also shows an increasing trend from 2015, 2016 and 2017. In 2017, the tardiness persentation reached 86%. The quality of work life factor is one of the factors that influence the tendency and decision of the nurse to have an intention to leave from the workplace. The quality of work life components includes career development, employee involvement, pride of institution, fair compensation, job security, wellness, save environment, conflict resolution and communication. The purpose of this research is to know the influence of quality of work life component to turnover intention of executor nurses at Teratai Inpateint Installation RSUP Fatmawati in 2017. This research was conducted with cross sectional study design with primary data collection through questioner distribution to 80 respondents whom is executor nurses at Teratai Inpateint Installation which has been working for at least 1 year. The results showed that the level of each component quality of work life is still lacking. The factors that influence the turnover intention of the executor nurses in the Teratai Inpatient Installation RSUP Fatmawati is the component of quality of work life that is the pride of institution (OR = 5,8 and P value = 0,012) and the job security (OR = 3,4 and P value = 0,019). Thus, it is advisable to improve the quality of work life especially in the Teratai Inpatient Installation RSUP Fatmawati 
Read More
S-9620
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive