Ditemukan 35238 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Riski Septianing Astuti; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Agus Triwinarto
Abstrak:
Penelitian ini membahas mengenai gambaran tekanan darah, faktor risiko, dan faktor dominan hipertensi pada Pegawai Kantor Pusat PT.Pos Indonesia di Jakarta. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional terhadap 132 responden. Pengambilan data dilakukan selama 4 minggu sejak bulan April-Mei 2016. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat yang digunakan sebagian besar menggunakan chi square, hanya 1 analisis bivariate yang menggunakan independent t-test, dan hanya 1 analisis yang menggunakan Mann Whitney-U. Analisis multivariat yang digunakan adalah regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi adalah 22,70%. Riwayat hipertensi keluarga, persen lemak tubuh, durasi tidur, kebugaran, dan asupan natrium merupakan variabel yang memiliki perbedaan proporsi yang signifikan terhadap hipertensi. Asupan sayur dan buah merupakan faktor dominan terhadap hipertensi dengan nilai p value 0,017 dan nilai OR 7,204. Saran yang diberikan untuk mencegah hipertensi dan mengontrol nilai tekanan darah bagi penderita hipertensi adalah perbaikan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Kata kunci: aktivitas fisik, asupan makanan, asupan sayur dan buah, hipertensi, pegawai The focus on this study is to discuss about prevalence blood pressure, risk factors, and dominant factor of hypertension in Main Office PT.Pos Indonesia Employee, Jakarta. Study design that used is cross sectional with 132 respondents. Data collection was done in four weeks in April-Mei 2016. This study used univariate, bivariate, and multivariate analysis. Chi square is mostly used in bivariate analysis, one with independent t-test, and one with Mann Whitney-U. Logistic regression is used in multivariate analysis. The result is prevalence hypertension is 22,70%. Gen, body fat percentage, sleep duration, fitness, and sodium intake is related to blood pressure. Vegetables and Fruits intake is a dominant factor for hypertension with p value 0,017 and OR 7,204. It is suggested that employee have to decrease high natrium and fat food, increase vegetables and fruits intake, and enhance physical activity. Key words: employee, food intake, hypertension, physical activity, vegetables and fruits intake
Read More
S-9190
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Novia Dwi Prabandari; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Agus Triwinarto
Abstrak:
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di dunia maupun Indonesia. Pada tahun 2002, PPOK menduduki peringkat ke5 sebagai penyebab kematian di dunia, dan diperkirakan pada tahun 2030 PPOK akan menempati peringkat ke-3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian serta faktor risiko kejadian PPOK pada penduduk usia ≥ 30 tahun di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2013. Penelitian ini adalah penelitian sekunder menggunakan data Riskesdas 2013 dengan desain cross sectional. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil analisis univariat diperoleh proporsi PPOK berdasarkan gejala pada penduduk usia ≥ 30 tahun di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 50,5 %. Berdasarkan analisis bivariat faktor individu dan lingkungan, yang menjadi faktor risiko seseorang mendapat PPOK adalah kelompok umur produktif (PR= 1,427; 95% CI= 1,243-1,638), berjenis kelamin perempuan (PR=1,093; 95% CI= 0,845-0,990), memiliki riwayat infeksi pernafasan (PR=1,213; 95% CI= 1,058-1,390), menggunakan obat nyamuk bakar (PR= 1,384; 95% CI= 1,258-1,522) dan melakukan penanganan sampah dengan cara dibakar (PR= 1,312; 95% CI= 1,212-1,420). Kata kunci : PPOK, COPD, lingkungan, penyakit paru, faktor risiko
Read More
S-9239
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zuraidah Hanifah; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Sandra Fikawati, Rahmawati
Abstrak:
KONSUMSI SAYUR DAN BUAH MASYARAKAT INDONESIA MASIH JAUH DARI KATEGORI CUKUP. REMAJA DITEMUKAN SEBAGAI KELOMPOK UMUR DENGAN PERSENTASE TERTINGI UNTUK KONSUMSI SAYUR DAN BUAH YANG KURANG. KONSUMSI SAYUR DAN BUAH YANG KURANG PADA SAAT REMAJA AKAN MEMPENGARUHI STATUS KESEHATAN DI MASA MENDATANG. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI FAKTOR DOMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA KELOMPOK REMAJA DI JAKARTA. PENELITIAN INI MENGGUNAKAN DISAIN CROSS SECTIONAL PADA BULAN APRIL HINGGA MEI 2018 DI SMAN 39 JAKARTA. RESPONDEN TERDIRI DARI SISWA KELAS X DAN KELAS XI. PENGAMBILAN DATA MENGGUNAKAN KUESIONER DAN FFQ DENGAN METODE ANGKET. HASIL PENELITIAN INI MENUNJUKKAN BAHWA TERDAPAT 68,4% RESPONDEN TERMASUK KE DALAM KATEGORI KURANG KONSUMSI SAYUR DAN BUAH. UJI CHI SQUARE YANG DILAKUKAN MENGHASILKAN BAHWA TERDAPAT HUBUNGAN ANTARA PENGARUH ORANGTUA (OR=2,436; CI=1,293-4,587) DAN KETERLIBATAN DALAM BERBELANJA (OR=2,045; CI=1,091-3,834) DENGAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA RESPONDEN. ANALISIS LEBIH LANJUT BERUPA ANALISIS MULTIVARIAT DENGAN UJI REGRESI LOGISTIK GANDA MENUNJUKKAN HASIL BAHWA PENGARUH ORANGTUA MENJADI FAKTOR DOMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA SISWA. KATA KUNCI: KONSUMSI SAYUR, KONSUMSI BUAH, REMAJA CONSUMPTION OF VEGETABLES AND FRUITS OF INDONESIAN SOCIETY IS STILL FAR FROM SUFFICIENT CATEGORY. ADOLESCENTS ARE FOUND AS THE AGE GROUP WITH THE HIGHEST PERCENTAGE FOR LESS VEGETABLE AND FRUIT CONSUMPTION. CONSUMPTION OF LESS VEGETABLES AND FRUITS DURING ADOLESCENCE WILL AFFECT HEALTH STATUS IN THE FUTURE. THIS STUDY AIMS TO DETERMINE THE DOMINANT FACTORS ASSOCIATED WITH CONSUMPTION OF VEGETABLES AND FRUITS IN GROUPS OF ADOLESCENTS IN JAKARTA. THIS STUDY USED CROSS SECTIONAL DESIGN IN APRIL TO MAY 2018 AT SMAN 39 JAKARTA. RESPONDENTS CONSISTED OF STUDENTS OF CLASS X AND CLASS XI. DATA COLLECTION USING SELF-ADMINISTERED QUESTIONNAIRE AND. THE RESULTS OF THIS STUDY INDICATE THAT THERE ARE 68.4% OF RESPONDENTS INCLUDED INTO THE CATEGORY OF LESS CONSUMPTION OF VEGETABLES AND FRUITS. THE CHI SQUARE TEST PERFORMED RESULTED IN A RELATIONSHIP BETWEEN PARENTAL INFLUENCE (OR = 2,436; CI = 1,293-4,587) AND SHOPPING INVOLVEMENT (OR = 2,045; CI = 1,091-3,834) WITH CONSUMPTION OF VEGETABLES AND FRUITS IN THE RESPONDENTS. FURTHER ANALYSIS IN THE FORM OF MULTIVARIATE ANALYSIS WITH MULTIPLE LOGISTIC REGRESSION TEST SHOWED THAT THE INFLUENCE OF PARENTS BECAME THE DOMINANT FACTOR RELATED TO THE CONSUMPTION OF VEGETABLES AND FRUIT IN THE STUDENTS. KEY WORDS: VEGETABLE CONSUMPTION, FRUIT CONSUMPTION, ADOLESCENCE
Read More
S-9860
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Naomi Wiramah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Ariah Pujonarti, Yuni Zahraini
Abstrak:
Read More
Buah dan sayur kaya akan serat, vitamin, dan mineral sehingga bermanfaatuntuk melancarkan pencernaan, mencegah kegemukan dan penyakit kronis, sertameningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, persentase perilaku kurangkonsumsi buah dan sayur pada masyarakat Indonesia tergolong tinggi, terutama diJakarta Selatan. Remaja diketahui merupakan kelompok usia yang paling jarangmengonsumsi buah dan sayur. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa SMANegeri 97 Jakarta ini menggunakan metode cross-sectional. Pengambilan datadilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2016, dengan besar sampel 148 siswa.Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang diisi sendiri oleh responden.Berdasarkan nilai mean skor konsumsi buah (1,51 porsi/hari) dan sayur(1,29 porsi/hari), diketahui bahwa 56,8% responden kurang mengonsumsi buahdan/atau sayur. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa konsumsi buah dansayur berhubungan positif dengan kesukaan (p-value= 0,0020; OR (95% CI=4,070 (1,712−9,677))), pengetahuan gizi (p-value= 0,0001; OR (95% CI= 3,903(1,908−7,983))), efikasi diri (p-value= 0,0010; OR (95% CI= 4,151(1,802−9,565))), pengaruh orangtua (p-value= 0,0001; OR (95% CI= 4,250(2,043−8,842))), dan ketersediaan (p-value= 0,0001; OR (95% CI= 3,593(1,750−7,379))), namun tidak berhubungan dengan pengaruh teman (p-value=1,0000; OR (95% CI= 1,323 (0,181−9,651)).Kata kunci :Konsumsi, buah, sayur, remaja, kesukaan, pengetahuan, efikasi diri, orangtua,teman, dan ketersediaan.
Fruits and vegetables are so rich in fibers, vitamins, and minerals that theycan be very useful to smooth the digestive system, prevent any obesity, chronicdisease and enhance the immune system as well. On the other hand, thepercentage of inadequate of consuming fruits and vegetables are still increasing bymost Indonesian people, especially many of whom are living in South of Jakarta.Adolescents are considerably known the average age of groups who rarely inconsuming both fruits and vegetables. The objective of this research is intended tofind out what factors are related to the students habitual activity regarding thementioned issue above on lack of consuming them by using a cross-sectionalapproach. Data collected from February through June of 2016, along with thesample size of 148 students. Data collected carried out by means of questionnairesfilled out by each respondent. Based on the mean score of the consumption offruits (1.51 servings/day) dan vegetables (1.29 servings/day) revealed that 56.8%of respondents have lack of fruits and vegetables consumption. The results of thebivariate analysis showed that fruits, vegetables consumption are positivelyrelated to preferences (p-value= 0.0020; OR (95% CI= 4.070 (1.712−9.677))),nutritional knowledge (p-value= 0.0001; OR (95 % CI= 3.903 (1.908−7.983))),self-efficacy (p-value= 0.0010; OR (95% CI= 4.151 (1.802−9.565))), parentsinfluence (p-value= 0.0001; OR (95% CI= 4.250 (2.043−8.842))), and availability(p-value= 0.0001; OR (95% CI= 3.593 (1.750−7.379)), but not related to friendsinfluence (p-value= 1,0000; OR (95% CI= 1,323 (0,181−9,651)).Keywords :Consumption, fruits, vegetables, adolescents, preferences, knowledge, self-efficacy, parents, friends, and availability.
S-9260
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Layra Azkadzkiya Arradhin; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Sandra Fikawati, Khoirul Anwar
Abstrak:
Read More
Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah yang terus menerus tinggi di atas batas normal. Data saat ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan prevalensi hipertensi pada dewasa muda usia 25-34 tahun di Indonesia, tetapi banyak dewasa muda yang kurang menyadari jika mereka mengalami hipertensi sehingga hipertensi menjadi tidak terkontrol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran prevalensi hipertensi, hubungan antara hipertensi dengan faktor risiko hipertensi, serta mengetahui faktor dominan kejadian hipertensi pada dewasa muda usia 25-34 tahun di Provinsi Jawa Barat tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional menggunakan data sekunder SKI 2023 dengan sampel aktual sebanyak 6.105 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,9% dewasa muda usia 25-34 tahun mengalami hipertensi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin, status pekerjaan, konsumsi buah dan sayur, Indeks Massa Tubuh, lingkar perut, status konsumsi rokok, dan stres memiliki hubungan yang signifikan dengan hipertensi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi buah dan sayur merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan hipertensi pada dewasa muda usia 25-34 tahun di Provinsi Jawa Barat tahun 2023 dengan nilai OR = 2,741 (95%CI: 1,449 – 5,182). Berdasarkan temuan tersebut, pemenuhan konsumsi buah dan sayur harian penting dalam pencegahan hipertensi pada dewasa muda, serta diperlukan lingkungan yang mendukung penerapan perilaku konsumsi buah dan sayur melalui implementasi program CERDIK, optimalisasi program Cek Kesehatan Gratis dan Posyandu ILP, serta kolaborasi lintas sektor untuk melaksanakan program pencegahan hipertensi di lingkungan kerja.
Hypertension is a condition of continuously elevated blood pressure above the normal threshold. Current data shows an increasing prevalence of hypertension among young adults aged 25–34 years in Indonesia. However, many young adults are unaware if they have hypertension, resulting in uncontrolled blood pressure. The purpose of this study was to determine the prevalence of hypertension, the association between hypertension and its various risk factors, and to determine the dominant factor contributing to hypertension among young adults aged 25–34 years in West Java Province in 2023. The research design used was cross-sectional using secondary data from SKI 2023 with an actual sample of 6.105 samples. The results showed that 18,9% of young adults aged 25-34 years had hypertension. The results of bivariate analysis showed that gender, employment status, fruit and vegetable consumption, Body Mass Index, abdominal circumference, cigarette consumption, and stress had a significant association with hypertension. Multivariate analysis showed that fruit and vegetable consumption was the dominant factor associated with hypertension in young adults aged 25-34 years in West Java Province in 2023, with an odds ratio (OR) of 2,741 (95% CI: 1,449–5,182). Based on these findings, adequate daily consumption of fruits and vegetables is essential for hypertension prevention among young adults. It is also necessary to create supportive environments to implement fruit and vegetable consumption behavior through the implementation of the CERDIK program, optimization of Integrated Primary Health Services (ILP) through Posyandu, and collaboration to implement workplace-based hypertension prevention programs.
S-11957
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadya Ashilla Zahrantiara; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Salimar
Abstrak:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proporsi konsumsi buah dan sayur serta berbagai faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada siswa/i SMA Negeri 3 Depok. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 124 orang yang dipilih dengan metode quota sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan formulir food record secara mandiri oleh responden.
Read More
S-10740
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vidya Arini; Pembimbing :Triyanti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Dya Santi Puspitasari
Abstrak:
Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama untuk kematian global dan dapatmenimbulkan komplikasi seperti gagal ginjal, penyakit jantung koroner, danstroke, dan penyakit pembuluh darah lainnya. Penelitian ini membahas mengenaigambaran dan faktor risiko hipertensi pada pegawai IPSK LIPI Jakarta. Desainstudi yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah responden sebanyak122 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat, bivariat,dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisismultivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkanbahwa prevalensi hipertensi adalah 40,2 %. Analisis bivariat menunjukkanhubungan hipertensi yang bermakna dengan umur, riwayat hipertensi keluarga,aktivitas fisik, indeks massa tubuh, dan kebiasaan makan tinggi lemak dannatrium. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan makan tingginatirum merupakan faktor dominan hipertensi dengan nilai p-value 0,001 dannilai OR 8,409. Saran yang dapat diberikan adalah pemantauan berat badan,membatasi makanan tinggi lemak dan natrium, dan meningkatkan aktivitas fisik.Kata kunci: hipertensi, IMT, kebiasaan makan, aktivitas fisik, pegawai
Hypertension is one of the major risk factor for global death and can lead tocomplications such as kidney failure, coronary heart disease, stroke, and othervascular diseases. This study discusses about prevalence and risk factors ofhypertension in IPSK LIPI employees, Jakarta. The study design used was crosssectional with 122 respondents. This study used univariate, bivariate, andmultivariate analysis. Bivariate analysis using chi-square test and multivariateanalysis using multiple logistic regression. Overall prevalence of hypertensionwas 40.2%. Bivariate analysis showed significant relationship of hypertensionwith age, family history of hypertension, physical activity, body mass index, andeating habit of high fat and sodium. The result of multivariate analysis showedthat eating habit of hight sodium were dominant factor of hypertension with p-value 0,001 and OR was 8,409. Suggest that can be given to weight monitoring,restrict foods high in fat and sodium, and increase physical activity.Keywords: hypertension, BMI, eating habits, physical activity, employee.
Read More
Hypertension is one of the major risk factor for global death and can lead tocomplications such as kidney failure, coronary heart disease, stroke, and othervascular diseases. This study discusses about prevalence and risk factors ofhypertension in IPSK LIPI employees, Jakarta. The study design used was crosssectional with 122 respondents. This study used univariate, bivariate, andmultivariate analysis. Bivariate analysis using chi-square test and multivariateanalysis using multiple logistic regression. Overall prevalence of hypertensionwas 40.2%. Bivariate analysis showed significant relationship of hypertensionwith age, family history of hypertension, physical activity, body mass index, andeating habit of high fat and sodium. The result of multivariate analysis showedthat eating habit of hight sodium were dominant factor of hypertension with p-value 0,001 and OR was 8,409. Suggest that can be given to weight monitoring,restrict foods high in fat and sodium, and increase physical activity.Keywords: hypertension, BMI, eating habits, physical activity, employee.
S-9536
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ivonne Kusumaningtias; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Kusharisupeni, Kusdinar Achmad, Suroto, Misti
Abstrak:
Tekanan darah tinggi atau biasa disebut hipertensi, merupakan salah satu masalahkesehatan masyarakat yang banyak diderita di seluruh dunia termasuk Indonesia.Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatantekanan darah secara kronis dalam jangka waktu lama. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui faktor paling dominan (umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, IMT, lingkarpinggang, asupan natrium, asupan lemak, aktifitas fisik dan stres) kejadian hipertensipada pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat denganmenggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah pegawai DirektoratJenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan. Sampel penelitian adalahpegawai dengan usia 26-57 tahun dengan jumlah 84 orang. Hasil penelitian dengananalisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara umur (p= 0.023) dan obesitas(p=0,043) dengan kejadian hipertensi. Analisis multivariabel menunjukkan faktor yangpaling dominan berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pegawai adalah IMT (pvalue 0.02). Pegawai dengan obesitas berisiko 4 kali untuk menderita hipertensidibandingkan dengan pegawai yang tidak obesitas. Umur juga merupakan salah satufaktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pegawai umur 26-57 tahun (pvalue = 0.02).Kata kunci : faktor dominan, hipertensi, obesitas, umur.
Read More
T-4787
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jane Cornelia; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Ida Ruslita
S-8873
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aufa Hanifa; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Triyanti, Salimar
S-10504
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
