Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32736 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Eka Sri Haryanti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Erma Susiawati
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Peralatan bermain anak-anak dapat menimbulkan risiko kecelakaan jika tidak
 
dirancang atau dipelihara dengan hati-hati. Perilaku merupakan suatu respon
 
individu yang dilakukan akibat adanya pengaruh sebelumnya. Perilaku individu
 
dapat terbentuk akibat adanya penyebab yang melatar belakanginya. Tujuan
 
penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor ? Faktor yang Mempengaruhi
 
Perilaku Penggunaan Sarana Bermain di RPTRA DKI Jakarta Tahun 2016.
 
Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dan
 
sampel penelitian ini adalah pengunjung RPTRA usia minimal > 17 tahun yang
 
dipilih dengan metode accidental sampling di RPTRA Cililitan, Meruya, Sunter,
 
Saharjo, dan Amir Hamzah. Hasil penelitian menunjukan responden yang
 
mendominasi pada variabel perilaku adalah kemampuan pengunjung untuk dapat
 
berperilaku baik dalam menggunakan sarana bermain sebanyak 88 orang (58.7%).
 
Sementara itu responden yang berperilaku buruk dalam menggunakan sarana
 
bermain sebanyak 62 orang (41,3%). Hasil analisis hubungan menunjukan bahwa
 
persepsi (pVal 0.312) penggunaan sarana bermain di RPTRA Jakarta dan faktor
 
pendorong (pVal 0.541) yang mempengaruhi perilaku tidak memiliki hubungan
 
yang signifikan dengan perilaku penggunaan sarana bermain di RPTRA Jakarta.
 
Hasil analisis hubungan menunjukan bahwa faktor predisposisi dan faktor
 
pendukung akan mempengaruhi (ada hubungan) terhadap perilaku pengunjung
 
dalam penggunaan sarana bermain di RPTRA Jakarta (pVal 0.000).
 

 
ABSTRACT
 
 
Children's play equipment can pose a risk of accidents if not designed or
 
maintained with care. Behavior is an individual response to do due to the
 
influence earlier. The behavior of individuals can be formed by the causes behind
 
it. The purpose of this study was to determine Factors Influencing the Utilization
 
Behavior RPTRA Playing in Jakarta Year 2016. This study used cross sectional
 
design. Population and sample of this research was the visitors RPTRA minimum
 
age > 17 years were selected by accidental sampling method in RPTRA Cililitan,
 
Meruya, Sunter, Saharjo, and Amir Hamzah. The results showed respondents
 
dominate the behavioral variables is the ability of visitors to be able to behave
 
well in using the means of playing as many as 88 people (58.7%). Meanwhile
 
respondents who behave badly in using the means of playing as many as 62
 
people (41.3%). Results of the analysis showed that the perception of the
 
relationship (pVal 0.312) use RPTRA play facilities in Jakarta and factors (pVal
 
0.541) that influence the behavior does not have a significant association with
 
usage behavior RPTRA play facilities in Jakarta. Results of the analysis showed
 
that factors predisposing relationship and supporting factors will affect for visitor
 
behavior in the use of means playing in RPTRA Jakarta (pVal 0.000).
Read More
S-9206
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Moch. Nurdin; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Robiana Modjo, Ira Siti Sarah
S-6340
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendro Kusumo; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Yuni Kusminanti
S-5566
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deddy Tri Prasetyo Wibowo; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaedi, Oka Aditya
S-6115
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Linggasari; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: Hendra, Indri Hapsari
S-5402
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deden Suharya; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Baiduri, Budi Khumaedi
S-4932
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rani Gustari; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
Abstrak: Juru masak dan asisten juru masak merupakan pekerjaan yang berisiko tinggi mengalami kecelakaan saat bekerja. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat bagaimana gambaran faktor-faktor keselamatan para juru masak dan asisten juru masak pada proses pengelolaan makanan jasaboga penerbangan Aerofood Angkasa Citra Sarana Jakarta pada tahun 2012. Setelah mendapatkan data hasil pengamatan faktor-faktor tersebut selanjutnya dibandingkan dengan Kepmenaker no. 217 tahun 2009, Kepmenkes No. 715 tahun 2003, Permenkes RI no. 1096 thn 2011 pasal 5, UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan OSHA 2010 (Youth Worker Safety in Restaurant). Dari hasil penelitian diketahui bahwa beberapa poin faktor keselamatan juru masak dan asisten juru masak Aerofood ACS sudah terpenuhi, seperti kondisi ventilasi, pencahayaan, pengetahuan juru masak dan asisten juru masak, kondisi peralatan dan mesin, serta prosedur P3K. Kondisi kebersihan lingkungan seperti lantai, dinding, dan langit-langit masih belum memenuhi standar. Prosedur pencatatan dan pelaporan kecelakaan juga masih belum terlaksana dengan baik. Juru masak dan asisten juru masak belum memiliki sertifikat KKNI II dan III. Belum seluruh juru masak dan asisten juru masak mengikuti pelatihan K3. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor keselamatan juru masak dan asisten juru masak masih harus dibenahi, seperti pelatihan K3, sertifikasi, kondisi lingkungan, dan prosedur pelaporan dan pencatatan kecelakaan.
 

Cook and assistant cook are at high risk of work accidents. This research was conducted with the aim of seeing how the safety factors of the cooks and assistant cooks in the Aerofood Angkasa Citra Sarana Flight Catering Jakarta food management in 2012. After getting the data observed factors are then compared with the Kepmenaker no. 217 yr 2009, Kepmenkes No. 715 yr 2003, Permenkes RI no. 1096 yr 2011 pasal 5, UU No.13 tahun 2003, and OSHA 2010 (Youth Worker Safety in Restaurant). The survey results revealed that some points of safety factors of cooks and assistant cooks Aerofood ACS are met, such as the conditions of ventilation, lighting, cooks and assistant cooks’s knowledge, condition of equipment and machinery, as well as first aid procedures. Environmental hygiene conditions such as floors, walls, and ceilings still not meet the standards. Procedures for recording and reporting the accident is still not performing well. Cook and assistant cook KKNI not have a certificate II and III. Not all cooks and assistant cooks got basic safety training. From the results of this study concluded that the safety factors cooks and assistant cooks still need to be addressed, such as safety training, certification, environmental conditions, and procedures for reporting and recording accidents.
Read More
S-7703
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hotma; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Zulkifli Djunaedi, Oka Aditya K.
S-6184
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yukitri Nofriandita; Pembiming: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari, Ismojo Djati
Abstrak: Perilaku manusia yang berhubungan dengan keselamatan merupakan sebuahpendekatan untuk menganalisis apa yang dibutuhkan untuk membuat perilakuaman lebih dimungkinkan dan mengurangi perilaku yang berisiko (Geller, 2001).Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku bekerja aman sangat pentinguntuk diketahui sehingga faktor-faktor tersebut dapat diperbaiki dan terusditingkatkan agar terhindar dari kecelakaan kerja, baik injury maupun near miss.Aspek keselamatan pada bengkel servis mobil yang bergerak dalam industrisektor informal, merupakan aspek penting karena terdapat banyak kondisi ataukeadaan yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja karena kondisi industriinformal saat ini masih sangat kurang memadai dan juga kurang mendapatperhatian dari instansi terkait, tidak sesuainya rancangan tempat kerja, kurangbaiknya prosedur atau pengorganisasian kerja, rendahnya kesadaran para pekerjauntuk berperilaku aman dalam bekerja serta minimnya peralatan pelindung bagipekerja.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional dimana informasi dan data dikumpulkan pada satu waktu yang samamelalui penyebaran kuesioner, observasi dan wawancara pada 22 bengkel servismobil di Depok. Sampel pada penelitian ini berjumlah 106 responden. Analisisbivariat dilakukan dengan uji Chi Square.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui 51,9% pekerja berperilaku amandan 48,1% pekerja yang berperilaku tidak aman. Faktor-faktor yang tidak mempengaruhi perilaku aman adalah pengetahuan. Sedangkan, faktor-faktor yangterbukti mempengaruhi perilaku aman adalah sikap, pengalaman bekerja,ketersediaan SOP, ketersediaan APD, peran pengawas dan peran rekan kerja.Kata kunci : perilaku aman, sektor informal, bengkel servis mobil
Human behavior related to safety is an approach to analyzing what isneeded to make the behavior more likely to be safe and reduce risk of behavior(Geller, 2001). Factors affecting work safety behavior are very important to beknown so that these factors can be repaired and improved continuously in order toavoid accidents, whether injury or near miss.Safety aspects of the car service station engaged in the informal sectorindustries, is an essential aspect because there are a lot of conditions orcircumstances that can lead to accidents due to the conditions of informal industryis still highly inadequate and also received less attention from the authorities, theincompatibility plans of employment, poor procedures or organizing work, lack ofawareness of the workers to behave safely at work and also lack of protectiveequipment for workers.This research is a quantitative study with cross-sectional design whereinformation and data collected at the same time through the distribution ofquestionnaires, observations and interviews in 22 car service stations in Depok.The sample in this research are 106 respondents. Bivariate analysis performed byChi Square test.Results of the study, 51,9% of workers behave safely and 48,1% others donot behave safely. Factors that do not affect safety behavior is knowledge.Meanwhile, factors that shown to affect safety behavior are the attitude, workingexperience, availability of SOP (Standar Operating Procedure), availability ofPPE (Personal Protective Equipment), role of supervisor and role of co-worker.Keywords : safety behavior, informal sector, car service station
Read More
S-7569
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Yanu P.; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Ade Makhrudin
S-5959
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive