Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21249 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fernando Purba; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Salimar
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif dengan desain cross sectional dan bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada wanita menopause. Penelitian ini memanfaatkan data penelitian Utari (2011) mengenai Efek Intervensi Tempe Terhadap Profil Lipid, Superoksida Dismutase, LDL Teroksidasi dan Malondialdehyde pada Wanita Menopause di Kota Bogor, Jawa Barat. Hasil penelitian mendapatkan proporsi wanita menopause yang mengalami hipertensi sebesar 46,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara status gizi (IMT), konsumsi lemak, konsumsi kolesterol, kadar kolesterol total, aktivitas fisik, dan tingkat pendidikan dengan hipertensi. Namun, ada kecenderungan responden yang mengkonsumsi lemak lebih, tidak berolahraga, dan berpendidikan rendah dasar untuk terkena hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Wanita, Menopause
This is a quantitative study using cross sectional design and aims to determine the factors related with hypertension in postmenopausal women. The study relied on study data conducted by Utari (2011) on The Effect of Tempeh Intervention on Lipid Profile, Superoxide Dismutase, Oxidized LDL and Malondialdehyde in Postmenopausal Women in Bogor, West Java. The results showed the proportion of postmenopausal women with hypertension is 46.7%. The results of the bivariate analysis showed that there was no significant relationship between nutritional status (BMI), fat intake, cholesterol intake, total cholesterol, physical activity, and educational level with hypertension. However, there was a tendency of respondents who consumed more fat, did not exercise, and low level of education to develop hypertension. Keywords: Hypertension, Women, Postmenopausal.
Read More
S-9238
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Nur Sarah Sudrajat; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Endang L. Achadi, Agus Triwinarto
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian hipertensi dengan berbagai faktor risiko yang mencakup karakteristik demografi, status gizi, gaya hidup, pola diet, dan stres di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2018. Desain penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan menggunakan data sekunder Riskesdas 2018. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juli 2021. Populasi pada penelitian ini adalah dewasa muda usia 19-24 tahun di Provinsi Kalimantan Selatan. Total sampel yang termasuk dalam kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 1.459 sampel.Kejadian hipertensi dianalisis untuk diketahui prevalensi hipertensi sistolik, diastolik, dan gabungan (sistolik dan diastolik) dan ditemukan hipertensi diastolik memiliki prevalensi paling tinggi (14,1%).
Read More
S-10711
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niken Salindri; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Endang L. Achadi, Dwiretno Yuliarti
Abstrak: Penelitian ini membahas perbedaan proporsi dari berbagai faktor risiko hipertensipada masyarakat usia dewasa (18-60 tahun) yang tinggal di daerah pesisir pantai,Karawang, Tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganantara status gizi, aspuan makan, dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi padamasyarakat dewasa di pesisir pantai Karawang pada tahun 2016. Cross sectionaladalah metode yang digunakan dalam penelitian ini yang dilakukan denganpendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah masyarakat dewasa usia18-60 tahun. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 34,8%.Variabel yang menunjukkan perbedan signifikan adalah usia (OR 6.362 dengan pvalue 0,000). Saran bagi masyarakat desa di pesisir pantai adalah dengan melakukancek tekanan darah secara rutin di setiap pertambahan usia.
Kata kunci : hipertensi, usia, pesisir pantai
The study discusses differences between the proportions from the various risk factorsof hypertension in adults (18-60 years) living in the coastal areas, Karawang in 2016.The purpose of this study was to investigate the relationship between nutritionalstatus, food intake and lifestyle with hypertension a coastal communities inKarawang. Cross sectional is the method that used in this study performed withquantitative approach. Samples are adults aged between 18-60 years. Results showedthe prevalence of hypertension of 34.8%. Variables that showed significantdifferences are age (OR 6,362 with p value of 0.000). Suggestions for people thatlived in the coast is to perform regular blood pressure checks by the ageing moment.
Keywords: hypertension, age, coast.
Read More
S-9188
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sharon Ferrani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Trini Sudiarti, Kencana Sari
Abstrak:

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan konsekuensi serius seperti stroke dan penyakit jantung koroner jika tidak segera ditangani. Dalam beberapa tahun terakhir, hipertensi semakin banyak terjadi pada dewasa muda, khususnya mereka yang berusia 25-34 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada dewasa muda di Provinsi Jawa Barat tahun 2018 serta tindakan pencegahan melalui pengendalian faktor risiko. Desain penelitian yang digunakan adalah cross- sectional dengan sampel sebanyak 1.059 responden usia 25-34 tahun di Jawa Barat. Analisis data dilakukan menggunakan seperangkat komputer. Berdasarkan hasil analisis data, sebesar 22,7% responden mengalami hipertensi, dengan hipertensi sistolik sebesar 9,8% dan hipertensi diastolik sebesar 20,6%. Responden perempuan memiliki prevalensi hipertensi yang lebih tinggi (27,2%) dibandingkan dengan laki-laki (21,8%). Faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan hipertensi meliputi jenis kelamin (p=0,001), indeks massa tubuh (IMT) (p=0,000), dan kebiasaan merokok (p=0,000). Untuk hipertensi sistolik, faktor signifikan adalah IMT (p=0,000), konsumsi makanan tinggi lemak (p=0,002), kebiasaan merokok (p=0,004), dan stres (p=0,024), sedangkan untuk hipertensi diastolik, faktor yang berpengaruh signifikan meliputi jenis kelamin (p=0,000), IMT (p=0,000), asupan natrium (p=0,015), dan kebiasaan merokok (p=0,00). IMT diidentifikasi sebagai faktor dominan. IMT tinggi meningkatkan risiko hipertensi tiga kali lipat (OR=3,003). Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi hipertensi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan langkah-langkah pencegahan, seperti pengendalian asupan garam, menjaga IMT, mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak, terutama yang ditargetkan pada kelompok dewasa muda.


Hypertension is a major health problem in Indonesia, with serious consequences such as stroke and coronary heart disease if not treated immediately. In recent years, hypertension has been increasingly common in young adults, especially those aged 25-34 years. The purpose of this study was to identify factors associated with the incidence of hypertension in young adults in West Java Province in 2018 and preventive measures through risk factor control. The study design used was cross-sectional with a sample of 1,059 respondents aged 25-34 years in West Java. Data analysis was carried out using a computer set. Based on the results of data analysis, 22.7% of respondents had hypertension, with systolic hypertension of 9.8% and diastolic hypertension of 20.6%. Female respondents had a higher prevalence of hypertension (27.2%) compared to male respondents (21.8%). Factors significantly associated with hypertension included gender (p=0.001), body mass index (BMI) (p=0.000), and smoking habits (p =0.001). For systolic hypertension, significant factors were BMI (p=0.001), high-fat food consumption (p=0.002), smoking habit (p=0.004), and stress (p=0.024), while for diastolic hypertension, significant factors included gender (p=0.000), BMI (p=0.000), sodium intake (p=0.015), and smoking habit (p=0.000). BMI was identified as the dominant factor. High BMI increased the risk of hypertension threefold (OR=3.003). Further studies are recommended to explore other factors associated with hypertension and increase public awareness of preventive measures, such as controlling salt intake, maintaining BMI, reducing high-fat food consumption, especially targeting young adults.

Read More
S-11815
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indira Paramesti; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Kusharisupeni Djokosujono
Abstrak:
Hipertensi ditemukan sebagai masalah kesehatan utama yang menyebabkan pada kematian dini serta berbagai penyakit tidak menular lainnya, dan saat ini tidak hanya terjadi pada kelompok usia tua, tetapi juga pada kelompok dewasa muda. Hipertensi yang terjadi pada usia muda dapat berdampak pada terjadinya kerusakan organ tubuh yang lebih dini sehingga penurunan kualitas hidup dan produktivitas akan terjadi lebih cepat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko yang berhubungan pada kejadian hipertensi pada dewasa muda (20-24 tahun) di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2023. Penelitian menggunakan desain cross sectional yang menggunakan data sekunder SKI 2023 dengan sampel sebanyak 596 orang. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi pada dewasa muda (20-24 tahun) di Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 18,9%. Analisis bivariat mendapatkan bahwa status perkawinan, indeks massa tubuh, dan lingkar perut berhubungan dengan kejadian hipertensi. Analisis multivariat menemukan bahwa indeks massa tubuh merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada dewasa muda (20-24 tahun) di Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2023 dengan nilai OR sebesar 2,105 (95% CI 1,304-4,285).

Hypertension has been identified as a major health problem leading to premature death and various other non-communicable diseases, and it currently occurs not only in older age groups but also in young adults. Hypertension occurring at a young age can lead to earlier organ damage, leading to a more rapid decline in quality of life and productivity. The purpose of this study was to determine the risk factors associated with the incidence of hypertension in young adults (20-24 years) in Central Kalimantan Province in 2023. The study used a cross-sectional design using secondary data from the 2023 SKI with a sample of 596 individuals. The study results showed that the prevalence of hypertension among young adults (20-24 years) in Central Kalimantan Province was 18.9%. Bivariate analysis found that marital status, body mass index, and waist circumference were associated with the incidence of hypertension. Multivariate analysis found that body mass index was the dominant factor associated with the incidence of hypertension among young adults (20-24 years) in Central Kalimantan Province in 2023, with an OR of 2.105 (95% CI 1.304-4.285).
Read More
S-12401
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Karnita; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Kusharisupeni, Dwiretno Yuliarti
S-5929
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vanny Aprilianny; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni Djokosudjono, Widjaja Lukito
Abstrak: Hipertensi merupakan penyebab tingginya prevalensi penyakit kardiovaskuer dandiperkirakan menjadi penyebab kematian didunia sebesar 9,4 juta atau 95%.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengankejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa di wilayah urban dan ruralterpilih. Kedua daerah tersebut memiliki prevalensi hipertensi cukup tinggi yaitusebesar 34,9% di wilayah urban dan 43,1% di wilayah rural. Desain penelitian iniadalah kuantitatif observasional cross-sectional menggunakan data penelitianStrategi Nasional pada tahun 2011 dengan jumlah sampel 361 orang. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa 39,3% responden hipertensi dan 60,7% respondentidak hipertensi. Terdapat hubungan signifikan antara umur, jenis kelamin, tingkatpendidikan, hiperglikemia, konsumsi fast food, dan konsumsi kopi. Instansi yangterkait diharapkan mampu memotivasi penderita hipertensi untuk melakukanpengecekan gula darah, serta memberikan edukasi gizi dan kesehatan yang efektifdan efisien.Kata Kunci: hipertensi, urban, rural, dan dewasa.
Hypertension is a causes the high prevalence of cardiovascular disease andestimated 9.4 million or 95% to become the world's leading cause of deaths. Thisstudy was to identify factors associated with hypertension in adults age groups inselected urban and rural areas. Both of these areas have a high prevalence ofhypertension, which amounted to 34,9% in urban areas and 43,1% in rural areas.Study design was an observational cross-sectional quantitative used the NationalStrategy in 2011 with 361 samples of person. The results showed that 39,9%respondents with hypertensive and 60.7% of respondents are not hypertensive.There were significant association beetwen age, sex, education level,hyperglycemia, fast food consumption and coffee. Institutions are hoped tomotivate hypertension patient to check blood sugar, and provide nutritioneducation and health which are effective and efficient.Keywords: hypertension, urban, rural, and adults
Read More
S-9095
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jaruan Taman; Pembimbing: Asih Setiarini
S-3561
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rabiatul Adawiyah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Adhi Dharmawan
Abstrak: Hipertensi merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskuler. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi.Penelitian ini juga melibatkan 83 responden yang merupakan karyawankependidikan FKM UI dan dilakukan pada bulan April sampai Juni 2017.Variabel dependen pada penelitian ini adalah hipertensi, sedangkan variabelindependennya adalah umur, jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga, indeksmasa tubuh (IMT), konsumsi makanan tinggi natrium, konsumsi makanan tinggilemak, aktifitas fisik, kebiasaan merokok, dan stres.Hipertensi diukur dengan melihat nilai tekanan darah menggunakantensimeter, indeks masa tubuh (IMT) diukur dengan pengukuran berat badan dantinggi badan yang kemudian dihitung menggunakan rumus, konsumsi makanantinggi natrium dan lemak menggunakan wawancara 24-hours food recall, aktifitasfisik menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), dan stresdiukur menggunakan Self Reporting Questionnaire (SRQ), sedangkan variabellain seperti umur, jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga dan kebiasaanmerokok diukur menggunakan kuesioner yang diisi sendiri oleh responden.Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Sebanyak 26,5%karyawan mengalami hipertensi (≥140/90 mmHg).Dari beberapa variabel yang diuji, terdapat hubungan yang bermaknaantara umur, jenis kelamin, konsumsi tinggi natrium, dan konsumsi tinggi lemak,dengan kejadian hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian, karyawan disarankanuntuk menjaga asupan dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi natrium danlemak.
Kata Kunci:Hipertensi, umur, jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga, IMT, konsumsitinggi natrium dan lemak, aktifitas fisik, merokok, dan stres.
Hypertension is an independent risk factor for cardiovascular disease. Thepurpose of this study is to identify factors related with hypertension. A total of83 employees education of FKM UI were included in this study, and alsoconducted in April to June 2017. Dependen variable in this study is hypertension,and the independent variables is age, gender, family history of hypertension,body mass index (BMI), high sodium intake, high fat intake, physical activity,smoking habits, and stress.Hypertension measured by looking at blood pressure value using atensimeter, body mass indeks (BMI) was measured by measurement of bodyweight and height than calculated using the formula, high sodium and high fatintake was measured using 24-hours food recall, physical activity measured usingGlobal Physical Activity Questionnaire (GPAQ), and stress measured using SelfReporting Questionnaire (SRQ). The other variables such as age, sex, familyhistory of hypertension, and smoking habits were measured using questionnaireself-written by responden. The design of this study used a cross-sectional study.The prevalence of hypertension was 26,5% (≥140/90 mmHg).From the tested variables, there were significant related of age, gender,high sodium intake, and high fat intake with hypertension. The results suggest thatemployees education servants to reduce high sodium and fat foods consumption.
Keywords:Hypertension, age, gender, family history of hypertension, BMI, high sodiumintake, high fat intake, physical activity, smoking, and stress.
Read More
S-9540
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwiretno Yuliarti; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Anis Irawati, Trini Sudiarti, Fatmah, Nanik Widayani
T-2594
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive