Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33242 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hilma Umar; Pembimbing: Jaslis Ilyas
B-435
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antonius Simalango; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Mardiati Nadjib, Indriati, Harjito
Abstrak:
ualitas layanan rumah sakit perlu dijaga, salah satunya dengan manajemen Sumber Daya Manusia(SDM) yang baik. Kepuasan kerja dapat menjadi indikator dalam evaluasi manajemen SDM, terutama terkait kinerja dan juga dalam perencanaan kebutuhan SDM. SDM terbesar yang penting dan jumlahnya besar di rumah sakit adalah perawat. RSU X adalah rumah sakit rujukan di Jawa Barat yang memiliki tugas dalam hal pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pertumbuhan jumlah layanan semakin bertambah, mengharuskan rumah sakit untuk selalu melakukan evaluasi layanannya, dan tak ketinggalan melakukan evaluasi manajemen SDM. Penelitian ini hendak melihat dan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja di Instalasi Gawat Darurat, Bedah Sentral, Rawat Intensif dan Hemodialisis RSU X tersebut. Jenis penelitian non ekperimental dengan pendekatan studi kuantitatif dan desain cross sectional. Populasi dan sampel adalah perawat perawat IGD, IBS, ICU dan HD tahun 2020, yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa variabel yang menunjukkan ada 3 variabel yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dan secara bersama-sama dengan faktor kepuasan kerja, yaitu kesempatan pengembangan karir kesempatan peningkatan kompetensi dan keamanan kerja yang merupakan bagian dari pekerjaan/organisasi. Disarankan untuk membuat perbaikan pengelolaan/perencanaan manajemen pengembangan SDM, peningkatan kompetensi dan juga keamanan kerja pada critical unit

Quality of hospital services needs to be maintained, one of them is with good human resources management. Job satisfaction can be used as an indicator in the evaluation of human resources management, especially related to performance and also in the planning of human resources needs. The largest human resources that are important and have large numbers in hospitals are nurses. RSU X is a referral hospital in West Java that has a duty in terms of public health services. The increasing of heatlh services requiring hospitals to always evaluate their services, and the human resources management. This study was about to analyze factors related to job satisfaction in the Emergency, Central Surgery, Intensive Care and Hemodialysis unit at RSU X Public Hospital. This is a non-ekperimental research with quantitative study approach and cross sectional design. The population and sample are emergency unit, central surgery, intensive care and hemodialysis nurses in 2020, who meet inclusion and exclusion criteria. The results showed that the variables showed that there are three variables that show a relationship, partial and together with the job satisfaction factors. They are career development, opportunities for increased competency and job . It is recommended to make improvements to the human resources anagement, competency improvement and also job security in special/critical unit.
Read More
B-2161
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aldrin Neilwan Pancaputra; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Suprijanto Rijadi, Wachyu Sulistiadi, Sumiatun, Ganda P. Sibabiat
Abstrak:
Seiring dengan perkembangan zaman, terjadi pergeseran konsep rumah sakit dari konsep lama yaitu rumah sakit sebagai institusi social semata bergeser menjadi institusi sosio ekonomi yang berarti pengelolaan rumah sakit harus menggunakan prinsip ekonomi tanpa meninggalkan fungsi sosialnya. Seiring dengan itu pula persaingan dalam pemberian pelayanan kesehatan juga semakin mcningkat serta tuntutan kebutuhan masyarakat akan pclayanan kcsehatan juga Semakin Linggi yang akan bcrdampak pada pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari rumah sakit. Pelayanan kesehatan di rumah sakit menduduki porsi paling besar karena dilaksanakan terus menerus selama 24 Faktor-faktor..., Aldrin Neilwan Pancaputra, PascasrjanaU|, 2001 jam, sehingga baik bumknya rumah sakit sering dinilai dari penampilarn kerja tenaga keperawatannya Hal ini sangat berkaitan dcngan kcpuasan kelja pcrawat itu sendiri Secara umum penelitian ini bertujuan unluk memperoleh gambaran kepuasan kerja tenaga perawat di instaiasi rawat inap RSU FK-UKI dan melihat hubungan antara karakteristik individu, faklor penunjang, faktor motivasi serta untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi kepuasan kerja Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian mencakup seluruh tenaga perawat di instalasi rawat inap yang berjumlah 13| orang. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioncr Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan kemja tenaga perawat di instalasi rawat inap RSU FK-UKI rendah. Adanya hubungan kepuasan kerja perawat di instalasi rawat inap RSU FK UKI dengan walctu lamanya bekerja derta dengan adanya pemberian penghargaan atasan alas prestasi kerja Saran dari penelitian ini adalah perlu dilakukannya penilaian secara berkesinambungan terhadap kepuasan kelja, menetapkan kebijakkan mmah sakit tentang pemberian insentif dan mempertahankan kebijakan pcmbcrian tunjangan tcrhadap anak serta memelihara dan meningkatkan kegiatan pembelian penghargaan atas prestasi Bahan bacaan : 26 (1977-2000)

Together with the developing petiode, hospital concept shifting has taken place Hom old concept which was as societal institution becomes economic societal institution. Means that, nowadays, hospital management should apply economic principle without living its societal function. Along as well, in creasing competition in giving heath services and public need demand give an impact to the nursing service which also as an integral part of the hospital. Nursing service at the hospital has taken the biggest portion because it is a continuous 24 hour service,therefore the hospital reputation depends on the nursing service perf`ormance.This matter is related to their job satisfactory. Faktor-faktor..., Aldrin Neilwan Pancaputra, PascasrjanaU|, 2001
Read More
B-518
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Louisa Rumeteray; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Djoni Darmadjaya, Purnawan Junadi, Puput Octamianti
Abstrak: ABSTRAK Nama : Maria louisa Rumateray Program Studi : Kajian Administrasi Rumah sakit Judul : Faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan gizi di instasi gizi RSUD Wamena sesuai Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit Pembimbing : Dr.Dra.Dumilah Ayuningtyas,MARS. Kegiatan pelayanan gizi yang baik di Rumah Sakit harus terorganisasi dengan baik dan didukung oleh sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, penganggaran, kebijakan dan prosedur pelayanan yang benar. Kegiatan pelayanan gizi di Rumah Sakit meliputi pelayanan gizi rawat jalan, pelayanan gizi rawat inap, penyelengaraan makanan, penelitian dan pengembangan. Dari empat kegiatan pelayanan gizi di rumah sakit ternyata yang di lakukan hanyalah dua pelayanan yaitu pelayanan gizi rawat jalan dan penyelengaaraan makanan, karena keterbatasan waktu maka fokus penelitian saat ini hanya melihat tentang proses penyelenggaraan makanan yang kegiatannya meliputi perencanaan menu, pengadaan bahan, penerimaan dan penyimpanan, persiapan dan pengolahan makanan, distribusi makanan, penyajian makanan. Permasalahan yang terdapat di instalasi gizi adalah proses penyelenggaraan makanan belum berjalan sesuai dengan Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Informan dari penelitian ini yaitu Direktur, kepala bidang penunjang, kepala bidang instalasi gizi, kepala bidang perencanaan dan umum, kepala sub bagian keuangan ( bendahara pengeluaran) juru masak dan pramusaji. Pengumpulan data dilakukan di RSUD Wamena pada bulan April sampai dengan Juni 2019 dengan cara observasi, wawancara mendalam dan penelusuran dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif kulitatif dan untuk menjamin validitas data dilakukan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelengaraan makanan di instalasi Gizi RSUD Wamena telah mengunakan Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) 2013, tetapi dalam pelaksanaanya panduan tersebut belum sepenuhnya di implementasikan. Kata kunci: Penyelengaraan makanan, Pelayanan gizi, Rumah sakit ABSTRACT Name : Maria louisa Rumateray Study Program : Hospital Administration Study Title : Factors that influence nutritional services at the hospital Wamena according to the Hospital Nutrition Service Guidelines Counsellor : Dr. Dra. Dumilah Ayuningtyas, MARS. Good nutrition service activities in hospitals must be well organized and supported by human resources, facilities and infrastructure, budgeting, policies and correct service procedures. Nutritional service activities at the Hospital include nutrition outpatient services, inpatient nutrition services, food administration, research and development. limited time, the focus of the current research is only to look at the process of food administration whose activities include menu planning, material procurement, receipt and storage, preparation and processing of food, distribution of food, presentation of food. The problems found in nutrition installations are that the process of organizing food has not been carried out in accordance with the Hospital Nutrition Service Guidelines. This research is a type of qualitative research. The informants from this study were the Director, the head of the supporting field, the head of the field of nutrition installation, the head of planning and general affairs, the head of the sub-section of finance (treasurer of expenditure) the cook and waiter. Data collection was conducted at Wamena General Hospital in April to June 2019 by means of observation, in-depth interviews and document tracking. Data analysis was carried out in a descriptive manner and to ensure data validity triangulation techniques were carried out. The results showed that the organization of food in the Nutrition installation of Wamena General Hospital had used the 2013 Hospital Nutrition Service Guidelines (PGRS), but in its implementation the guidance had not been fully implemented. Keywords: Food delivery, nutrition services, hospitals
Read More
B-2113
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evita Mutia Anggriani; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Amila Megraini, Nur' Aini
Abstrak:

Rumah sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto merupakan rumah sakit rujukan tertinggi bagi Rumah Sakit TNI diseluruh penjuru nusantara, Salah satu pelayanan di Rumah Sakit Gatot Soebroto adalah Instalasi Gawat Darurat yang merupakan pintu  gerbang terdepan pelayanan di Gatot Soebroto. Salah satu standart dan prosedur adalah pelaksanaan Triase di Instalasi Gawat Darurat yaitu menyeleksi dan menilai kegawat daruratan dari setiap pasien untuk segera dapat diberikan pertolongan sesuai dengan tingkat kegawatan dan kedaruratan kemudian dicatat hasil pemeriksaan pada lembaran gawat darurat. Dari pengamatan awal membeikan hasil yang tidak sesuai dengan standar dan prosedur Triase yaitu  tidak adanya keberadaan  petugas Triase yaitu dokter dan perawat di ruangan Triase, ketidaktepatan  kehadiran  jam pelayanan petugas Triase, ketidak lengkapan pengisian daftar registrasi pasien baru datang ke Instalasi gawat darurat. Dalam  penelitian ini dilakukan pengamatan mengenai faktor individu, psikologis dan organisasi terhadap kepatuhan petugas Triase terhadap standar  dan prosedur Triase di IGD. Setelah dilakukan uji regresi linier sederhana dan  uji t independent maka dapat disimpulkan bahwa umur perawat, pengetahuan dokter dan perawat, pelatihan dokter dan perawat, komitmen pimpinan dokter dan kecukupan sarana dari segi perawat ada hubungan /perbedaan dengan kepatuhan petugas dalam melaksanakan standar dan prosedur Triase. Untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan yang ada di Triase perlu diupayakan petugas Triase selalu berada di area Triase karena Triase merupakan pintu utama untuk penanganan pasien di IGD.Studi ini juga menganjurkan agar komitmen pimpinan terhadap petugas Triase lebih ditingkatkan sehinggan dapat meningkatkan motivasi petugad Traise untuk patuh terhadap standard an prosedur Triase dengan harapan pelayanan yang diberian sesuai dengan standar yang ada dan dapat dipertanggung jawabkan.


 Central Army Hospital Gatot Subroto is the highest referral hospital, one service at Gatot Subroto Hospital Emergency Room is the gateway leading service in the Gatot Subroto. One is the implementation of standards and procedures in the unit Emergency Department Triage of selecting and assessing kegawat daruratan from each patient for immediate relief may be granted in accordance with the level of severity and emergency then recorded the results of the examination in the emergency sheet. From initial observations results inconsistent with the standards and procedures is not the existence of Triage Triage officers are doctors and nurses in the room Triage, inaccuracies Triage officer attendance at services, lack of charging lengkapan registration list of new patients coming to the emergency installation. In this study observations on individual factors, psychological and organizations for compliance officers to standards and procedures Triage Triage in the emergency room. After a simple linear regression test and independent t tests it can be concluded that the age of nurses, doctors and nurses the knowledge, training doctors and nurses, physician leadership commitment and the adequacy of existing nursing facilities in terms of the relationship / differences with the compliance officer in implementing standards and procedures Triage. To maintain and improve the quality of existing services need to be pursued in the Triage  officer is always in the area because of  Triage is the main entrance to the handling of patients in this IGD.Studi also recommends that the leadership's commitment to enhanced sehinggan Triage officers may increase the motivation  to officerTraige standards and procedures to Triage the hope diberian services in accordance with existing standards, and reliable.

Read More
B-1387
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herry Bhaktiar Koe; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Yuli Prapanca Satar, Siti Mardiyati Yuliningsih
Abstrak:

Pernbentukan kawasan perdagangan bebas oleh banyak negara, termasuk Indonesia, membuat pexsaingan makin ketat, termasuk induslri rumah sakit. Agar dapat bcrtahan, rumah sakit diharapkan dapat mcningkatkan pendapatan dan menekan biaya. Pendapatan lnstaiasi Farmasi RSAB HK hanya mempunyai ratio pcndapatun sebesar 28 - 29 % giari total pendapatan rumah sakit, sedangkan litcmtur menyatakan sekitar 40-50 %. Dineksi rumah sakit mengharapkan pcndapatan ditingkatkan menjadi 40 %. Dilakukan penelitian kualitatif selama 2 bulan pada bulan April dan Mei 2007 di Rumah Sakit Anak dan Bunda I-Iarapan Kita untuk mengctahui mengapa banyak resep keluar. Jumlah informan sebanyak 21 orang. Kesesuaian infonnasi didapatkan dari informan petugas Instalasi Farmasi dan petugas lain yang mcngetahui/berhubungan dengan aktivitas instalasi. Kecukupan informasi/inf`o|'man clilakukan dengan snow balling efécr. Metode pengumpulan informasi dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pemeriksaan data/dokumen. Validitas data dijaga dcngan lriangulasi sumber, metode, dan data/analisis. Hasil penelitian menunjukkan harga obat mahal, obat tidak lengkap, dan waktu tunggu lama berhubungan dengan rendahnyn pcmanfaatan lnstalasi Farmasi RSAB HK. Peneiusuran lebih lanjut, empat faktor diatas disebabkan: Forrnularium yang out of date dan tidak ditaati; Pembayaran vendor dan petty cash yang terlambat, Kurangnya insentif untuk memotivasi pasien rnembeli opal di RS; Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai yang kurang tepat; Pengelolaan dan monitoring stok kurang optimum; SIRS yang tidak dapat digunakan memonitor stok; Skedul kerja petugas tanpa pcnjadwalan scsuai beban kcrjajam sibuk. Beberapa hal disarankan untuk mengatasi hal ini berdasarkan kemudahan melakukan, lama waktu pelaksanaan, penggunaan sumbcr daya, dan efektivitas: Koreksi hai-ga jual obat rajal scsuai aturan PPN; Mempcrccpal pembayaran vendor dan penggantian petty cash gudang farmasi; Menerapkan metode stok minimum dan maksimum pada pengelolaan persediaan; Sosialisasi peian lnstalasi Farmasi dalam memmjang aktivitas RS; Perbaikan SIRS schingga mampu mcmonitor stok dan melatih petugas menggunakan dengan benar; Mengatur jadwal masuk petugas sesuai jam sibuk; Membatalkan rencana penambahan depo ranap; Penentuan strategi harga dengan super value strategy (kualitas tinggi dan harga murah) untuk jangka pendek (misalnya 1 tahun) dan dilanjutkan dcngan high value strategy (kuaiilus tinggi dengan harga sedang) atau good value strategy (kualitas sedang harga dengan rendah) ditambah pengenaan margin lebih besar untuk obat pasien ranap kelas yang lebih linggi dan obat slow moving, serta perlakuan pembelian obat pasien rawat inap kelas 3 dan intensif sebagai pasien rawat map.


Free trade zone among countries, including Indonesia, create tight competitions in hospital industry. To survive, hospital has to increase revenues and decrease costs. As a government hospital, the ratio of pharmacy installation revenues compared to total revenues is 28 - 29 %. Some literatures indicate higher number reaching 40-50 % for industry average. The management of the hospital is targeting and demanding increased ratio to 40 %. A qualitative research was conducted in April and May 2007 at the Children and Women Hospital Harapan Kita to detemtine why many prescriptions failed to be used inside and were outside. 21 persons were used as informants. Informations appropriateness was got by using employees of Instalation and other persons who knew lnstalation activity. Snow balling effect in deciding the adequacy of the informants and information was used. Information and data collection was conducted using interviews, observation, and documents/data study. Triangulation of sources, methods and data/analysis were used to maintain the validity of data. The results of the study show that high price ofthe drugs/medicines, unavailability of some arrays of the medicines, and long queues are the prominent causes of internal prescription leakage. Further investigation reveal above problems were caused by: Outdated formularium; Dcllaycd payment lo vendor and reimbursement of the petty cash; Not enough incentives to motivate patient to buy inside; In-appropriate application of value added tax; Not optimized inventory management; Hospital Information system is unable to monitored drugs stocks; Evenly distributed staffs allocation, without considering the needs to assign more people at busy hours. Seven issues are suggested to solve the problems based on feasibility, effcetivity, duration of the afford, and usages of the resources: Price correction due to in-appropriate of value added tax; Expedite faster payment to vendors, and expedite reimbursement petty cash; Apply minimum and maximum stock system to inventory management; Sosialize the iinance role of thc instalation to Hospital activity; Upgrade computer program systems and train staffs in better using it; Reschedule work force so that more staffs are on duty at peak hours; Abort the plan to establish second In-patient depo; Rocalculating thc selling price in terms super value strategy (high quality low price) for I year, then to high value strategy (high quality normal price) for good value strategy (normal quality low price), higher margin for higher class of in-patient and slow moving drug, and sell medicine without VA tax to class 3 and intensive in-patient.

Read More
B-1041
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anita Sapardjiman; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas
Abstrak: Rumah sakit merupakan industri jasa yang selain menjalankan fungsinya sebagai sarana upaya kesehatan dengan fungsi sosial, kini juga harus mempergunakan kaidah ekonomi dalam menjalankan bisnisnya RS Pluit merupakan rumah sakit swasta murni, yang untuk memenuhi dan memberikan pelayanannya sesuai standar harus membiayai sendiri seluruh biaya operasionalnya. Oleh karena itu sudah sewajarnya RS Pluit harus mengoptimalkan pengelolaan pelayanannya untuk menjadikan instalasi rawat jalan dan instalasi farmasi sebagai revenue center. Di tahun 2002, RS Pluit mendirikan Kounter Farmasi (KF) yang diletakkan di area Instalasi Rnwat Jalan untuk mendampingi Instalasi Farmasi yang sudah ada sebelumnya. Tujuannya selain untuk mempermudah pasien dalam pengambilan resep, juga untuk meningkatkan jumlah total pengambilan resep di RS. Namun setelah dua tahun berdiri, KF belum menunjukkan kontribusi yang berarti dalam meningkatkan jumlah total pengambilan resep di RS Pluit, bahkan ada kecenderungan menurun dari 15% di tahun 2002 menjadi 14% di tahun 2003 dengan total jumlah resep menurun sebesar 13%. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan keputusan pasien dalam pengambilan resep di KF. Penelitian menggunakan survei dengan pendekatan cross secfional dari data primer yang diperoleh melalui kuesioner.Teknnik analisis statistik yang digunakan adalah analisis univariat yang dilanjutkan dengan analisis bivariat (Chi-square). Hasil analisis menunjukkan bahwa keputusan pengambilan resep di KF dipengaruhi oleh jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, total pengeluaran, tempat tinggal dan Cara pembayaran. Sedangkan pengetahuan responden mengenai kecepatan, ketepatan dan keramahan pelayanan petugas RS, serta keberadaan KF juga mempengaruhi keputusan responden dalam pengambilan resep. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian adalah karakteristik pasien RS Pluit merupakan pasien potensial namun rentan untuk pindah ke rumah sakit Iain. Rendahnya kontribusi pengambilan resep di KF dikarenakan adanya masalah dalam hal kecepatan, ketepatan dan keramahan petugas RS serta ketidaktahuan responden terhadap keberadaan KF. Saran yang dikemukakan adalah, RS harus meningkatkan kualitas SDMnya serta merubah penampilan KF dengan merelokasi tempat sehingga strategis dan terlihat sebagai tempat untuk membeli obat.
Read More
B-826
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Thoyib; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Slamet Priyatno
Abstrak:

Dewasa ini keberhasilan rumah saldt diukur dalam memberikan pelayanan yang bermutu. Mum pelayanan pada alchimya dihubungkan dengan kepuasan kepada pasien_ Kepuasan pasien dilihat dari harapan dan kebutuhan terhadap pelayanan yang mereka terima. Penulisan tesis ini bertujuan untuk mendapakan informasi tentang mutu pelayanan, dengan indikator kepuasan pasien dalam hubungannya dengan aspek pelayanan dokter, pelayanan perawat, administrasi keuangan dan kenyamanan. selain itu ditinjau pengaruh karakteristik pasien yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekeijaan, pengetahuan, ternpat tinggal (iarak tempuh), penghasilan, pengalaman di RS lain dan penanggung biaya. Adanya berbagai keluhan maupun kritikan terhadap pelayanan yang mendasari penelitian ini, Penclitian ini bcrsifat deskriptifanalitik kuantitatif cross sectional. Data primer didapat dari melalui kuosioner kepada 206 responden melalui wawancara, selama 25 hari kerja pada minggu ke 2 bulan mei sampai minggu kc 2 bulan juni 2008. Dari hasil penelitian didapat responden yang menyatakan puas terhadap selumh aspek pelayanan yang diteliti sebanyak 59.7% Dari aspck pelayanan dan karakteristik pasien temyata aspek kebersihan - kenyamanan, jarak tempuh, penghasilan dan pengalaman di RS lain mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pasien.


 Nowadays the hospital success is measured in present ate quality service. The quality service is related to the patient satisfaction. The Patient satisfaction is seen on expectation and the need to service that they accept. The put-posed of this thesis to find out the information about the quality service, with patients satisfactory indicator in its relationship with nursing aspect as doctor, nurse service, financial administration and convenience. besides to measure influence on patient characteristic which is age, gender, education, occupation, knowledge, address (distance), welfare, experience at any other hospital and the insurer cost. The research performed basely by various complaint and also criticism to musing service. This research was analytic descriptive and cross sectional quantitative. Primary data collected through by questioner to 206 respondents through interviews, up to 25 working days on the second week on May until the second week on June 2008. The research result found the respondent declares for feeling pleasant to all service aspect which is analyzed as 59.7%. From service aspect and patient characteristic apparently hygiene - convenience aspect, distance, welfare and experience at any other hospital have influence to patient satisfaction. Experience aspect at any other hospital most dominant regard influence patient satisfaction (OR = 4,0l3).

Read More
B-1131
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Umiaty Yuanita; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Hafizurrachman, P.Lanjar Sugiyanto
B-814
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sunu Bintan Gifari; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Kurnia Sari, Emmy Ridhawaty Mangunsong, Hendro
Abstrak:
Latar Belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit dengan karakteristik pelayanan yang kompleks, tingkat ketidakpastian yang tinggi, serta variasi penggunaan sumber daya yang besar. Kondisi tersebut menyebabkan variasi tagihan pelayanan antar pasien, bahkan pada kelompok pembiayaan yang sama. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi besaran tagihan pelayanan menjadi penting untuk mendukung efisiensi pengelolaan biaya dan keberlanjutan finansial rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tagihan pelayanan Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder pasien IGD periode tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 8.483 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, diagnosis berdasarkan kelompok ICD-10, tingkat triase Australasian Triage Scale (ATS), status keluar pasien, dan cara bayar. Variabel dependen adalah total tagihan pelayanan IGD. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan Mann-Whitney U dan Kruskal-Wallis, serta multivariat menggunakan Generalized Linear Model (GLM) distribusi Gamma dengan fungsi log. Hasil: Mayoritas pasien merupakan kelompok usia dewasa (65,2%), berjenis kelamin perempuan (50,8%), memiliki tingkat triase ATS 4 (57,6%), dan menggunakan pembayaran umum (56,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa usia, diagnosis, triase, dan cara bayar berhubungan signifikan dengan total tagihan pelayanan IGD (p<0,05), sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, diagnosis, triase, dan cara bayar berpengaruh signifikan terhadap total tagihan pelayanan IGD (p<0,05). Cara bayar merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi besaran tagihan, dengan pasien asuransi memiliki tagihan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pasien BPJS sebagai kelompok referensi. Analisis variabel komposit menunjukkan bahwa kombinasi diagnosis dan triase memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variasi total tagihan pelayanan IGD. Kesimpulan: Total tagihan pelayanan IGD dipengaruhi oleh karakteristik pasien, kondisi klinis, dan mekanisme pembiayaan. Cara bayar merupakan faktor paling dominan dalam pembentukan tagihan pelayanan IGD. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pembiayaan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk variasi biaya pelayanan, sehingga perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan biaya rumah sakit dan pengembangan kebijakan pembiayaan kesehatan.

Background: Emergency Departments (EDs) are among the most complex hospital service units, characterized by high clinical uncertainty and substantial variations in resource utilization. These characteristics contribute to considerable variability in service charges among patients, even within the same financing scheme. Understanding the factors of ED service charges is essential for improving cost efficiency and ensuring hospital financial sustainability. Objective: This study aimed to analyze the factors Associated of Emergency Department service charges at Santa Elisabeth Hospital Batam. Methods: This study employed a quantitative cross-sectional design using secondary data from ED patients treated during 2025. A total of 8,483 patients meeting the inclusion criteria were analyzed. Independent variables included age, sex, diagnosis category based on ICD-10 chapters, Australasian Triage Scale (ATS) level, discharge status, and payment method. The dependent variable was total ED service charges. Data were analyzed using univariate statistics, Mann–Whitney U and Kruskal–Wallis tests for bivariate analysis, and Generalized Linear Modeling (GLM) with Gamma distribution and log-link function for multivariate analysis. Results: Most patients were adults (65.2%), female (50.8%), classified as ATS 4 (57.6%), and self-paying patients (56.0%). Bivariate analysis demonstrated significant associations between age, diagnosis, triage category, payment method, and total ED charges (p<0.05), while sex was not significantly associated. Multivariate analysis revealed that age, sex, diagnosis, triage category, and payment method significantly influenced total ED service charges (p<0.05). Payment method was identified as the most dominant factors, with insured patients incurring significantly higher charges than BPJS-insured patients as the reference group. Composite variable analysis further demonstrated that the interaction between diagnosis and triage level significantly contributed to variations in total ED service charges. Conclusion: Total ED service charges are influenced by patient characteristics, clinical conditions, and financing mechanisms. Payment method emerged as the strongest factors of service charges. These findings highlight the critical role of healthcare financing systems in shaping cost variations and provide important implications for hospital cost management and healthcare financing policy development. Keywords: Emergency Department, Service Charges, Cost of Treatment, Generalized Linear Model, Triage, ICD-10 Diagnosis, Payment Method, Hospital Administration.
Read More
B-2633
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive