Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26129 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Vidya Arini; Pembimbing :Triyanti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Dya Santi Puspitasari
Abstrak: Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama untuk kematian global dan dapatmenimbulkan komplikasi seperti gagal ginjal, penyakit jantung koroner, danstroke, dan penyakit pembuluh darah lainnya. Penelitian ini membahas mengenaigambaran dan faktor risiko hipertensi pada pegawai IPSK LIPI Jakarta. Desainstudi yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah responden sebanyak122 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat, bivariat,dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisismultivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkanbahwa prevalensi hipertensi adalah 40,2 %. Analisis bivariat menunjukkanhubungan hipertensi yang bermakna dengan umur, riwayat hipertensi keluarga,aktivitas fisik, indeks massa tubuh, dan kebiasaan makan tinggi lemak dannatrium. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan makan tingginatirum merupakan faktor dominan hipertensi dengan nilai p-value 0,001 dannilai OR 8,409. Saran yang dapat diberikan adalah pemantauan berat badan,membatasi makanan tinggi lemak dan natrium, dan meningkatkan aktivitas fisik.Kata kunci: hipertensi, IMT, kebiasaan makan, aktivitas fisik, pegawai
Hypertension is one of the major risk factor for global death and can lead tocomplications such as kidney failure, coronary heart disease, stroke, and othervascular diseases. This study discusses about prevalence and risk factors ofhypertension in IPSK LIPI employees, Jakarta. The study design used was crosssectional with 122 respondents. This study used univariate, bivariate, andmultivariate analysis. Bivariate analysis using chi-square test and multivariateanalysis using multiple logistic regression. Overall prevalence of hypertensionwas 40.2%. Bivariate analysis showed significant relationship of hypertensionwith age, family history of hypertension, physical activity, body mass index, andeating habit of high fat and sodium. The result of multivariate analysis showedthat eating habit of hight sodium were dominant factor of hypertension with p-value 0,001 and OR was 8,409. Suggest that can be given to weight monitoring,restrict foods high in fat and sodium, and increase physical activity.Keywords: hypertension, BMI, eating habits, physical activity, employee.
Read More
S-9536
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atika Fajria; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Dyah Santi Puspitasari
Abstrak: pengukuran tekanan darah menggunakan mercury sphygmomanometer memiliki keterbatasan antara lain hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih serta harga alat yang cenderung mahal sehingga dibutuhkan pengukuran alternatif lainnya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas pengukuran antropometri berupa imt, lingkar pinggang, dan rlpt terhadap tekanan darah. penelitian ini berlangsung pada bulan februari hingga juli 2017. desain yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah sampel 89 laki-laki dan 77 perempuan yang diambil menggunakan teknik systematic random sampling pada pegawai ipsk lipi jakarta. uji korelasi dan roc dilakukan untuk mengetahui pengukuran terbaik sebagai alternatif pengukuran tekanan darah. hasil penelitian menunjukkan bahwa rlpt merupakan pengukuran dengan koefisien korelasi paling tinggi pada laki-laki dan lingkar pinggang pada perempuan. pada laki-laki nilai koefisien korelasi rlpt terhadap tekanan darah yang didapatkan adalah (r=0.378) untuk tekanan sistolik dan (r=0.452) untuk tekanan diastolik dengan cut-off point 0.57, sedangkan pada perempuan koefisien korelasi lingkar pinggang terhadap tekanan darah yang didapatkan adalah (r=0.467) untuk tekanan sistolik dan (r=0.335) untuk tekanan diastolik dengan cut-off point 86.6 cm. berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa rlpt pada laki-laki dan lingkar pinggang pada perempuan merupakan pengukuran alternatif terbaik untuk mendeteksi hipertensi pada dewasa. namun demikian, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memperkuat hasil validasi pengukuran antropometri terhadap tekanan darah dengan menggunakan ukuran antropometri lainnya, dan pada kategori usia yang berbeda.
kata kunci: hipertensi, tekanan darah, imt, lingkar pinggang, rlpt, roc, sensitivitas, spesifisitas, cut-off point.
Read More
S-9484
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Nursita Angesti; Pembimbuing: Triyanti; Penguji: Kusdinar Achmad, Ratu Ayu Dewi Sartika, Hera Nurlita, Hera Ganefi
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Annisa Nursita Angesti Program studi   : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Riwayat Hipertensi Keluarga sebagai Faktor Dominan Hipertensi pada Remaja Kelas XI SMA Sejahtera 1 Depok Tahun 2017 Perubahan status gizi, pola makan dan gaya hidup pada remaja turut mempengaruhi hipertensi remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan hipertensi pada remaja di SMA Sejahtera 1 Depok tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Data yang dikumpulkan adalah data primer dari 144 responden (tekanan darah, IMT/U, asupan natrium, kalium, kalsium, lemak, konsumsi buah dan sayur, durasi tidur, stres, aktivitas fisik, jenis kelamin dan riwayat hipertensi keluarga dengan menggunakan sfigmomanometer air raksa, antropometri, Semi Quantitative FFQ, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebanyak 42,4% remaja SMA Sejahtera 1 Depok mengalami hipertensi (≥95 persentil). Terdapat perbedaan IMT/U dan riwayat hipertensi keluarga pada hipertensi. Faktor dominan yang paling berhubungan dengan hipertensi pada remaja di SMA Sejahtera 1 Depok tahun 2017 adalah riwayat hipertensi keluarga. Diperlukan edukasi tentang pentingnya riwayat hipertensi keluarga seperti kegiatan konseling genetik sebagai pencegahan hipertensi remaja. Kata kunci : hipertensi, remaja, riwayat hipertensi keluarga


 

ABSTRACT Name : Annisa Nursita Angesti Study Program  : Public Health Science Title : Family History of Hypertension is The Dominant Factors of Hypertension among Student 11 st Grade in SMA Sejahtera 1 Depok 2017 Nutrional status changing, diet, and lifestyle are influence adolescent’s hypertension.  The purpose of this research is to determine the most dominant factor of hypertension among adolescent at SMA Sejahtera 1 Depok 2017. This research used a cross sectional design Data was collected trough primary data collection from 144 respondens (blood pressure, BMI for age, sodium, potassium, calcium, fat intake, fruit and vegetable consumption, sleep duration, stress, physical activity, sex and family history of hypertension by mercury sphygmomanometer, anthropometry and Semi Quantitative FFQ) and questionnaire. The study showed that 42.4% of adolescent of SMA Sejahtera 1 Depok had hypertension (≥95 percentile). Factors associated with hypertension was BMI for age and family history of hypertension. The most dominant factor associated with hypertension among adolescents at SMA Sejahtera 1 Depok 2017 was family history of hypertension. Education’s family history of hypertension such as genetic counseling was needed for prevent adolescent’s hypertension.. Keywords: adolescent, family history of hypertension, hypertension

 

Read More
T-4965
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ivonne Kusumaningtias; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Kusharisupeni, Kusdinar Achmad, Suroto, Misti
Abstrak: Tekanan darah tinggi atau biasa disebut hipertensi, merupakan salah satu masalahkesehatan masyarakat yang banyak diderita di seluruh dunia termasuk Indonesia.Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatantekanan darah secara kronis dalam jangka waktu lama. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui faktor paling dominan (umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, IMT, lingkarpinggang, asupan natrium, asupan lemak, aktifitas fisik dan stres) kejadian hipertensipada pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat denganmenggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah pegawai DirektoratJenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan. Sampel penelitian adalahpegawai dengan usia 26-57 tahun dengan jumlah 84 orang. Hasil penelitian dengananalisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara umur (p= 0.023) dan obesitas(p=0,043) dengan kejadian hipertensi. Analisis multivariabel menunjukkan faktor yangpaling dominan berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pegawai adalah IMT (pvalue 0.02). Pegawai dengan obesitas berisiko 4 kali untuk menderita hipertensidibandingkan dengan pegawai yang tidak obesitas. Umur juga merupakan salah satufaktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pegawai umur 26-57 tahun (pvalue = 0.02).Kata kunci : faktor dominan, hipertensi, obesitas, umur.
Read More
T-4787
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Hidayah; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Tiara Luthfie
Abstrak: Kejadian overweight dan obesitas pada anak usia sekolah di Jakarta Timur tahun 2013 tinggi jika dibandingkan dengan prevalensi overweight dan obesitas di Kota Bogor dan Kota Bekasi. Anak usia sekolah yang mengalami overweight sebelum menarche, 60% lebih berakibat pada kejadian obesitas dan memiliki risiko tinggi untuk mengalami penyakit diabetes mellitus serta dapat berlanjut menjadi penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan kejadian overweight dan obesitas pada siswa kelas 1 SD di Jakarta Timur tahun 2016. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 157 siswa berusia 6-9 tahun dari 6 sekolah dasar di Jakarta Timur selama bulan MaretJuni 2016. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur tinggi badan dengan microtoise dan berat badan siswa menggunakan timbangan digital merk camry serta pengisian kuesioner mandiri oleh orangtua siswa. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat serta analisis multivariat Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan jajan merupakan faktor dominan kejadian overweight dan obesitas pada siswa. Siswa yang memiliki kebiasaan jajan sering berisiko 4,9 kali untuk mengalami overweight dan obesitas dibandingkan siswa yang memiliki kebiasaan jajan jarang. Untuk itu perlu adanya program penyuluhan pemilihan makanan dan jajanan, membiasakan sarapan pagi dan membawa bekal bagi siswa dan orangtua. Kata kunci : Kebiasaan jajan, overweight dan obesitas, anak usia sekolah The prevalence of overwight and obesity among school-aged children in East Jakarta at 2013 was higer than Bogor and Bekasi. School-aged children who had overweight before menarche, more than 60% of them will be obese and increasing the risk to have diabetes mellitus type 2 and cardiovarcular disease. The aim of this study is to investigate snacking frequences as dominant factor related to over nutrition among school-aged children at first years elementry school in East Jakarta 2016. A cross sectional study was perform on 157 participant aged 6-8 in 6 elementry school in East Jakarta during March to June 2016. Data collected by measurement of height using microtoise, weight using camry digital scale and self administered quesionnaire by the mothers of children. The analysis that used in this study are univariate, bivariate and multivariate analysis. The result showed that snacking frequences is a dominant factor of over nutrition among school-aged children. The students who had snacking frequances > 3 times/day increase 4,9 times of risk become over nutrition compared with children who had ≤ 3 times/day snacking frequances. Reseacher suggest the parents to reduce snacking frequences, routine breakfast and bring food box to school for children. Key words: snacking frequences, overweight, obesity, children.
Read More
S-9176
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riski Septianing Astuti; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Agus Triwinarto
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai gambaran tekanan darah, faktor risiko, dan faktor dominan hipertensi pada Pegawai Kantor Pusat PT.Pos Indonesia di Jakarta. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional terhadap 132 responden. Pengambilan data dilakukan selama 4 minggu sejak bulan April-Mei 2016. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat yang digunakan sebagian besar menggunakan chi square, hanya 1 analisis bivariate yang menggunakan independent t-test, dan hanya 1 analisis yang menggunakan Mann Whitney-U. Analisis multivariat yang digunakan adalah regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi adalah 22,70%. Riwayat hipertensi keluarga, persen lemak tubuh, durasi tidur, kebugaran, dan asupan natrium merupakan variabel yang memiliki perbedaan proporsi yang signifikan terhadap hipertensi. Asupan sayur dan buah merupakan faktor dominan terhadap hipertensi dengan nilai p value 0,017 dan nilai OR 7,204. Saran yang diberikan untuk mencegah hipertensi dan mengontrol nilai tekanan darah bagi penderita hipertensi adalah perbaikan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik. Kata kunci: aktivitas fisik, asupan makanan, asupan sayur dan buah, hipertensi, pegawai The focus on this study is to discuss about prevalence blood pressure, risk factors, and dominant factor of hypertension in Main Office PT.Pos Indonesia Employee, Jakarta. Study design that used is cross sectional with 132 respondents. Data collection was done in four weeks in April-Mei 2016. This study used univariate, bivariate, and multivariate analysis. Chi square is mostly used in bivariate analysis, one with independent t-test, and one with Mann Whitney-U. Logistic regression is used in multivariate analysis. The result is prevalence hypertension is 22,70%. Gen, body fat percentage, sleep duration, fitness, and sodium intake is related to blood pressure. Vegetables and Fruits intake is a dominant factor for hypertension with p value 0,017 and OR 7,204. It is suggested that employee have to decrease high natrium and fat food, increase vegetables and fruits intake, and enhance physical activity. Key words: employee, food intake, hypertension, physical activity, vegetables and fruits intake
Read More
S-9190
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusti Indah Lestari; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra
S-9720
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariyani Novita Savitri; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Elmy Rindang Turhayati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada penari balet di Namarina Ballet-JazzFitness Jakarta tahun 2015. Penelitian yang melibatkan 84 penari balet ini menggunakan desain cross sectional dengan metode pengambilan sampel berupa accidental sampling. Data yang dikumpulkan berupa riwayat menstruasi, durasi latihan, IMT, persen lemak tubuh, usia menarche, perilaku makan menyimpang, dan stres. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara mandiri, pengukuran antropometri untuk berat dan tinggi badan, serta pengukuran persen lemak tubuh menggunakan BIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,5% responden mengalami gangguan siklus menstruasi. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan rata-rata durasi latihan, IMT, dan persen lemak tubuh yang signifikan antara penari balet yang mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi dengan penari balet yang mengalami keteraturan siklus menstruasi. Uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia menarche, perilaku makan menyimpang, dan stres dengan siklus menstruasi. Analisis regresi logistik ganda menunjukan bahwa perilaku makan menyimpang (OR= 4,8) merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan siklus menstruasi pada penari balet di Namarina Ballet-Jazz-Fitness Jakarta tahun 2015.
Kata Kunci: Siklus menstruasi, penari balet, perilaku makan menyimpang

The aim of this study is to identify the dominant factor associated with the menstrual cycle on ballet dancer in Namarina Ballet-Jazz-Fitness Jakarta 2015. This study which conducted on 84 ballet dancers used cross sectional design and was performed by accidental sampling. The collected data were menstrual history, duration of exercise, BMI, body fat percentage, menarche age, eating disorder, and stress. These data were collected by using self administered questionnaire, measurement for weight and height, and body fat measurement using BIA. The result of this study showed that 65,5% respondents experience menstrual cycle disorder. Mann-Whitney test showed no significant differences in the average duration of exercise, BMI and body fat percentage between ballet dancers who experience menstrual cycle irregularity with ballet dancers who experience menstrual cycle regularity. Chi square test showed significant relation between the age of menarche, eating disorder, and stress to the menstrual cycle. Regression binary logistic analysis showed that eating disorder (OR= 4,8) as the dominant factor associated with the menstrual cycle on ballet dancer in Namarina BalletJazz-Fitness Jakarta 2015.
Keywords: Menstrual cycle, ballet dancer, eating disorder
Read More
S-8639
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melia Trirachma Ningtyas; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Sandra Fikawati, Iip Syaiful
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor dominan terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang pada siswi SMA Labschool Kebayoran Jakarta Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatifdengan desain cross sectional. Dari keseluruhan responden (n=145) didapatkan sebanyak 51% memiliki kecenderungan perilaku makan menyimpang dengan1,3% mengalami kecenderungan yang serius. Pada penelitian ini ditemukan hubungan yang bermakna antara riwayat diet (P=0,000), percaya diri (P=0,043),pengaruh keluarga (P=0,001), ejekan seputar berat badan dan bentuk tubuh(P=0,023), dan IMT (P=0,037) terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang. Analisis multivariat juga dilakukan pada penelitian ini, didapatkan riwayat diet merupakan faktor dominan terhadap kecenderungan perilaku makan menyimpang setelah dikontrol dengan variabel percaya diri, pengaruh keluargadan ejekan (OR=3,589). Hasil dari penelitian ini menyarankan agar sekolah dan dinas kesehatan dapat bekerja sama dalam melakukan kegiatan promosi gizi mengenai perilaku makan menyimpang, perhitungan berat badan ideal,perhitungan IMT/U serta mengatur pola makan yang baik agar para siswa dapat menjaga kesehatan. Kata Kunci : kecenderungan perilaku makan menyimpang, riwayat diet, pengaruh keluarga, ejekan seputar berat badan dan bentuk tubuh.
The purpose of this study was to determine dominant factor to tendency of eatingdisorder in female high school students at SMA Labschool Kebayoran Jakarta2014. This study used cross-sectional design. The result showed that 51% offemale high school students had the tendency of eating disorder and 1,3% had aserious tendency. Variabels that showed significance were diet behavior(P=0,000), self-esteem (P=0,043), family influence (P=0,001), teasing historyrelated shape and weight (P=0,023), and BMI (P=0,037). Multivariate analysis isalso used in this study, result show that diet behavior as dominant factor totendency of eating disorder (OR=3,589) aftel controlling with self-esteem, familyinfluence and teasing history. This study suggest schools and health services canwork together to held a nutritional program about the dangers of eating disorder,the calculation of ideal body weight, the calculation BMI for age, and how to set agood diet so that students can maintain their health.Keywords : diet behaviour; family influence; teasing history related shape andweight; tendency of eating disorder.
Read More
S-8247
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Kurnia Novianthy; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad
S-8842
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive