Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40460 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dodi Badarianto; Pembimbing: Besral; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Tri Yunis Miko Wahyono, Febrina D. Pardede, Zakaria
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara karakteristik personal dan kepuasan kerja dengan komitmen keorganisasian pada tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim di DTPK. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah 467 orang tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim dalam rangka mendukung Program Nusantara Sehat. Pengukuran terhadap kepuasan kerja dilakukan dengan menggunakan Minnesotta Satisfaction Quesionnaire (MSQ), sedangkan pengukuran terhadap komitmen keorganisasian menggunakan Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) yang dikembangkan oleh Allen Meyer. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) berbasis kovarian untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara karakteristik personal yang terdiri dari umur, lama kerja dan status pernikahan dengan komitmen keorganisasian sedangkan tingkat pendidikan menunjukkan hubungan yang negatif dengan komitmen keorganisasian. Selain itu, juga ditemukan bahwa Kepuasan Kerja berhubungan positif dengan komitmen keorganisasian. Kata Kunci: Karakteristik Personal, Kepuasan Kerja, Komitmen Keorganisasian. This research examines the Relationship of Personal Characteristics and Job Satisfaction with Organizational Commitment of Team Based Health Workers in Underdeveloped, Border and Islands Area (DTPK). The research used quantitative method. Subject of the research is 467 Team Based Health Workers in order to support Nusantara Sehat Program. Measurement of job satisfaction by using Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), while the measurement of organizational commitment using the Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) developed by Allen Mayer. In this research, Covariance Based Structural Equation Modelling (SEM) was used to answer the research questions. The results showed Personal Characteristics consisting of age, tenure and marital status have a positive relationship with organizational commitment, while education level have a negative relationship with organizational commitment. It was also discovered that job satisfaction had a positive relationship with organizational commitment. Keywords: personal characteristics, job satisfaction, organizational commitment
Read More
T-5048
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eni Yuwarni; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Milla Herdayanti, Yenni Risniati
S-6892
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febrina Dumaria; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono, Sudijanto Kamso; Penguji: Besral, Farida Djufri, Hery Hermawanto
Abstrak: Latar Belakang : Era globalisasi menimbulkan persaingan yang menuntut tersedianya SDM yang bermutu dan profesional, termasuk dalam pelayanan kesehatan. Salah satu penentu mutu pelayanan kesehatan adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang cukup dan profesional, yang tentu saja tidak bisa terlepas dari sistem pendidikan tenaga kesehatan. Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan telah melaksanakan akreditasi institusi pendidikan tenaga kesehatan dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan yang berdampak menghasilkan lulusan yang bermutu pula. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai akreditasi sub-sub komponen Borang Akreditasi 2000 dengan Mutu Lulusan institusi Diknakes. Metode : Data yang digunakan adalah data Hasil Akreditasi sampai Maret 2005 dan Laporan Sistim Informasi Pendidikan Tenaga Kesehatan dari Bidang Diknakes Khusus dan Akreditasi Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan. Desain penelitian ini adalah potong lintang dan analisis data dengan regresi logistik berganda dan analisis faktor. Hasil : Proporsi institusi yang Mutu Lulusan Baik adalah 44.1%. Institusi yang nilai Perencanaannya Sangat Baik pada kondisi nilai Dosen Tetap Cukup, mempunyai risiko 0.16 kali dengan 95% CI (0.03 – 0.87), untuk menghasilkan Mutu Lulusan Baik dibandingkan institusi yang nilai Perencanaannya Cukup setelah dikontrol oleh variabel Pelaksanaan Program Pengajaran, Laporan Periodik, Evaluasi Proses Pengajaran, Alat Bantu Pandang Dengar dan Prasarana. Dari hasil analisis faktor, diperoleh 5 faktor dengan total varians 60,28% yaitu faktor Kurikulum, Sarana, Pendidik, Laboratorium dan Penunjang Pendidikan. Kesimpulan : Faktor yang signifikan berhubungan dengan Mutu Lulusan Baik adalah nilai akreditasi sub komponen Dosen Tetap yang berinteraksi dengan nilai akreditasi sub komponen Perencanaan Program Pengajaran, dimana Dosen Tetap merupakan faktor yang paling dominan. Dari analisis faktor, sub komponen Tenaga Tata Usaha dan Perpustakaan membentuk faktor baru, begitu juga sub komponen Laboratorium ternyata tidak berkorelasi dengan faktor lain dan membentuk faktor sendiri. Kata Kunci : Akreditasi, Pusat Diknakes, Mutu Lulusan, Institusi Diknakes.
Background : Competitiveness in the globalization era has raised the needs for qualified and professional human resources, including in the health services. One of the key indicators of a high quality health service is the availability of professional medics, which obviously cannot be separated from the health education system. Centre of Health Manpower Education has performed the accreditation program for health education institutions to improve the quality of health education providers, which in the end will improve the quality of the graduates. Objective : This research aims to investigate the correlation between the accreditation rates of Borang Akreditasi 2000’s sub-components and the quality of the health institution graduates. Design : The data used is from the accreditation results to March 2005 and the report of Information System of Health Manpower Education from Specialist of Health Education and Accreditation Division, Centre of Health Manpower Education, Department of Public Health. The approach of this research is cross sectional design. The data is analysed by using multiple logistic regression and factor analysis. Result : Proportion of the institution with Good Quality Graduates is 44.1%. Institutions with Very Good marks on Education Planning with an Adequate on the Full Time Lecturer’s state, possess 0.16 times risk with a 95% CI (0.03 – 0.87), to produce a Good Graduates compared to the institution with Adequate marks on Education Planning after being controlled by the variables; Application of teaching assistance program, Periodic report, Teaching evaluation, audio visual aids, and infrastructures. Based on the factor analysis, the author acquired 5 factors with a variance of 60.28%, they were curriculum, infrastructure, lecturer, Laboratorium and educational support. Conclusion : The research has shown that the most significant factors for highly qualified health education graduates are the accreditation rates for the full-time lecturer involvement sub-component and the planning of the teaching program sub-component. Between these two, the full-time lecturer involvement is a more dominant factor. From the factor analysis, the administration staff and librarians sub-component has raised a new factor. Also, the laboratory sub-component does not correlate with other factors. In fact, it has emerged as an independent factor. Key words : Accreditation, Centre of Health Manpower Education, Quality of graduates, The Health Institutions.
Read More
T-2126
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Darmayanti Siregar; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Besral, Flourisa Juliaan, Heni Rudiyanti
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan penerimaan informasiKB dari petugas kesehatan, petugas lapangan keluarga berencana dan mediaterhadap keikutsertaan KB di perkotaan dan di pedesaan diantara kelompok wanitausia subur (WUS) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data surveyperformance monitoring accountability2020 (PMA2020) dengan melibatkan 33propinsi di seluruh Indonesia tahun 2015. Desain penelitian ini adalah crosssectional dengan menggunakan analisis regresi logistik. Peneriman informasi KBtersebut berasal dari petugas kesehatan, petugas lapangan keluarga berencana, danmedia. Informasi KB yang diterima dari petugas kesehatan secara statistik memilikihubungan yang signifikan dengan keikutsertaan KB baik di kota maupun di desa.WUS di perkotaan yang pernah mendapatkan informasi KB dari petugas kesehatanmemiliki peluang untuk menggunakan kontrasepsi 2,4 kali (OR 2.4, 95%CI 1.18-3.92; p-value 0.013) dibandingkan dengan yang tidak pernah mendapatkaninformasi sedangkan di pedesaan memiliki peluang 2,3 kali (OR 2.3, 95%CI: 1.40-3.67; p-value 0.0001) untuk menggunakan kontrasepsi. Informasi KB yang diterimadari PLKB dan media tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik baikdi kota maupun di desa. Diharapkan BKKBN dapat membuat pelatihan kepadaPLKB untuk meningkatkan perannya dalam mengubah sikap WUS terhadappemakaian kontrasepsi serta meningkatkan kualitas dan kuantitas PLKB demimenghindari beban kerja yang seharusnya demi mensukseskan program KB.Kerjasama dengan Bagian Promosi Kesehatan untuk menciptakan iklan yang lebihmenarik dan persuasifKata kunci:petugas kesehatan, PLKB, media, kontrasepsi
The purpose of this study was to analyze the relationship between the acceptanceof healthworkers, community heathworker, and media against the participation offamily planning in urban and rural from group of childbearing age women inIndonesia. With these objectives, this study used survey data performancemonitoring accountability2020 (PMA2020) involving 33 provinces in Indonesia2015. It was cross sectional using logistic regression analysis to determine therelationship of the information acceptance of family planning (FP) in urban andrural. FP information came from healthworkers, community healthworker, and themedia. FP information received from healthworkers had a statistically significantassociation with the participation of family planning in both urban and rural. InUrban, women of childbearing age who received planning information fromhealthworkers have the opportunityto use contraception 2.4 times (OR 2.4, 95%CI1.18 to 3.92; p-value 0.013) compared with who are not, whereas in the rural havea oppurtunity 2.3 times (OR 2.3, 95%CI: 1.40 to 3.67; p-value 0.0001) to usecontraception compared with who are not. But both FP information were receivedfrom community healthworker and media had no significant association statisticallyin both urban and rural. Hopefully, by this result, BKKBN could improveknowledge and skill of community healtworkers by more training and supervisionto enhance their role in changing women attitudes towards contraception use.Improve the quality and quantity of community healthworkers in order to avoid theover workload to achieve sucessfull of the family planning program. BKKBN withHealth Promotion section make ads more attractive and persuasive.Keyword:healthworker, community healthworker, media, contraception
Read More
T-4724
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurfatia Negari; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Besral, Donny Hermanto
Abstrak: Tujuan: untuk mengetahui tingkat kepuasan petugas penginput data SIKDA di tingkat Puskesmas, serta melihat pengaruh karakteristik individu terhadap kepuasan pengguna. Metode: menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional (potong lintang) dengan objek Sistem Informasi Kesehatan Daerah. Hasil: rata-rata kepuasan responden terhadap aplikasi SIKDA versi 2.69 di Kota Bandung sebesar 84,17%. Hasil uji chi square, diperoleh nilai pvalue < 0,005 pada variabel usia, dan latar belakang pendidikan.
Read More
S-10730
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kadar Ramadhan; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Mohammad Noor Farid, Wachyu Sulistiadi, Dyah Erti Mustikawati, Kartono Mohamad
Abstrak: Latar belakang. Hasil Survei Penggunaan Tembakau Indonesia (GATS) 2011 mengindikasikan bahwa ada 40,8% orang yang pernah berusaha untuk berhenti merokok, namun hanya 37,7% diantaranya yang berhasil berhenti. Meskipun banyak perokok yang berkeinginan untuk berhenti merokok, namun hanya sedikit yang berhasil berhenti untuk tidak merokok. Penelitian ini bertujuan mempelajari hubungan larangan merokok di rumah dan tempat kerja dengan intensi dan keberhasilan berhenti merokok Metode. Data GATS Indonesia 2011 dianalisis dengan menggunakan metode analisis regresi logistik untuk mengetahui besar efek larangan merokok di rumah dan tempat kerja terhadap intensi dan keberhasilan berhenti merokok dengan mengontrol beberapa variabel confounder. Hasil. Hasil analisis menunjukan bahwa adanya larangan merokok di rumah meningkatkan odds 2,3 kali (95%CI 1,5-3,4) untuk mencoba berhenti merokok dibandingkan yang tidak ada larangan merokok di rumah, sedangkan menurut keberhasilan berhenti merokok, menunjukan bahwa ada larangan merokok di rumah meningkatkan odds 2 kali (95%CI 1,1-3,4) untuk berhasil berhenti merokok dibandingkan yang tidak ada larangan merokok di rumah Simpulan dan saran. Larangan merokok di rumah dapat meningkatkan intensi dan keberhasilan dalam berhenti merokok sedangkan larangan merokok di tempat kerja kurang berpengaruh. Penting untuk mendorong adanya larangan merokok di rumah dan pengetatan kebijakan KTR Kata Kunci: Larangan merokok; rumah; berhenti merokok
Read More
T-4341
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Umi Lutfiah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Lukni Sabri, Rodiyawati
S-8066
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fakta Sia Anita; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Wahyu Septiono, Lina Widyastuti
Abstrak:
Prediksi pertambahan jumlah penduduk dunia menunjukkan Indonesia akan masuk ke dalam negara yang diprediksi akan mengalami pertambahan dalam jumlah besar. Penekanan nilai TFR menjadi salah satu cara dan mempresentasikan hasil kinerja dalam mengendalikan jumlah penduduk. Nilai TFR salah satunya dapat dipengaruhi oleh unmet need kontrasepsi karena berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi yang memengaruhi angka kelahiran. Nilai unmet need kontrasepsi di Indonesia masih jauh dari target yang ditetapkan. Terdapat perbedaan angka penurunan unmet need kontrasepsi yang cukup signifikan antara Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau dari tahun 2021 hingga 2023. Provinsi Riau dapat menurunkan nilai unmet need kontrasepsi sebesar 7,81% sedangkan Provinsi Kepulauan Riau hanya dapat menurunkan sebesar 3,12%. Padahal, kedua provinsi tersebut memiliki karakterisitk yang hampir sama, seperti kebudayaan dan kebiasaan masyarakat karena Provinsi Kepulauan Riau merupakan pemekaran dari Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang paling berhubungan dengan kejadian unmet need kontrasepsi di Provinsi Riau adalah keterpaparan informasi tentang KB dari petugas (AOR 0,030 CI 95% 0,010-0,084) dan diskusi dengan suami (AOR 2,833 CI 95% 1,352-5,934). Sedangkan di Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan status pekerjaan (AOR 1,639 CI 95% 1,011-2,660) dan tempat tinggal (AOR 2,554 CI 95% 1,034-6,306) sebagai faktor-faktor yang memiliki hubungan paling kuat dengan kejadian unmet need kontrasepsi.

Population growth projections indicate that Indonesia will be among the countries expected to experience significant increases. Lowering the Total Fertility Rate (TFR) is one of the strategies to manage population growth effectively, and TFR serves as a key performance indicator in controlling population numbers. One of the factors influencing TFR is the unmet need for contraception, which is directly related to contraceptive use and birth rates. The level of unmet need for contraception in Indonesia is still far from the targeted goal. Between 2021 and 2023, there was a notable difference in the reduction of unmet need for contraception between Riau Province and the Riau Islands Province. Riau Province successfully reduced the unmet need for contraception by 7.81%, whereas the Riau Islands Province only managed a reduction of 3.12%. This is noteworthy because both provinces share similar characteristics, such as culture and societal habits, given that the Riau Islands Province was carved out from Riau Province. Research findings highlight that in Riau Province, the factors most associated with the occurrence of unmet need for contraception are exposure to family planning information from health workers (AOR 0.030, CI 95% 0.010-0.084) and discussions with husbands (AOR 2.833, CI 95% 1.352-5.934). In contrast, in the Riau Islands Province, employment status (AOR 1.639, CI 95% 1.011-2.660) and place of residence (AOR 2.554, CI 95% 1.034-6.306) are the strongest factors associated with the unmet need for contraception.
Read More
S-11780
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Midiawati; PembimbingL: Iwan Ariawan; Penguji: Besralm Tri Yunis Miko Wahyono, Florisa Juliaan, Wisnu Triaanggono
Abstrak: Permasalahan kependudukan yang saat ini dihadapi di Provinsi Jawa Timur adalah masih tingginya angka Unmet need KB. Angka Unmet Need KB di Jawa Timur trend nya setiap tahun mengalami peningkatan, berdasarkan hasil SDKI tahun 2003 mencapai 5,6 meningkat terus menjadi 10,48 pada tahun 2014. Hal ini melampaui target provinsi yaitu 7.Salah satu penyebab terjadinya unmet need adalah kurangnya pengetahuan Ibu mengenai KB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian unmet need. Metode penelitian cross sectional ini menggunakan sampel penelitian 11.137 wanita usia subur (15-49 tahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pengetahuan ibu tentang KB dengan kejadian unmet need terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu yang kurang tentang alat KB (p value 0,015) dan lama pakai KB (p value 0,013) dibanding pengetahuan yang baik pada daerah kontrol, sedangkan pada daerah intervensi hasil uji statistik tidak signifikan baik pengetahuan tentang alat KB (p value 0,927) maupun pengetahuan tentang lama pakai KB (p value 0,059). Hasil akhir uji multivariable menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang alat KB, lama pakai KB dan efek samping KB tidak berpengaruh terhadap kejadian unmet need di provinsi Jawa Timur. Karenanya perlu adanya penelitian lebih lanjut dan menyeluruh menggunakan berbagai variabel yang berhubungan dengan kejadian unmet need, seperti menganalisis variabel ketersediaan layanan, keterjangkauan layanan, keterpaparan informasi tentang KB dan faktor sosio budaya di wilayah provinsi Jawa Timur. Kata Kunci : unmet need, Pengetahuan Ibu, Keluarga Berencana, Jawa Timur.
Read More
T-5061
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
erry Yuliana R.P.; Pembimbing: Milla Herdayati, Besral; Penguji: Tris Eryando, Rahmadewi, Enny Ekasari
Abstrak:

ABSTRAK Penyalahgunaan operasi sesar dan dilakukan tanpa keperluan medis berisiko munculnya masalah kesehatan jangka panjang maupun pendek. Tren persalinan sesar di Indonesia tahun 2007-2012 mengalami peningkatan dua kali lipat. Sikap tenaga pemeriksa kehamilan menjadi isu dalam menurunkan angka persalinan sesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tenaga pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar. Metode penelitian cross sectional ini menggunakan sampel penelitian 5.143 wanita usia subur (15-49 tahun) yang melahirkan anak terakhir di wilayah perkotaan Indonesia yang terpilih dalam sampel SDKI 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan 6,6 kali lebih tinggi (95% CI 3,2-13,7), sedangkan pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan dan bidan 0,5 kali lebih rendah untuk melakukan persalinan sesar dibandingkan dengan pemeriksaan kehamilan 2,1 kali lebih tinggi (95% CI 1,0–4,3) untuk melakukan persalinan sesar dibandingkan dengan ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilannya di bidan setelah dikontrol oleh usia ibu, tempat periksa hamil, paritas, dan tempat melahirkan. Adanya interaksi spesialis kandungan dengan sosial ekonomi untuk persalinan sesar. Penetapan peraturan dilakukannya persalinan sesar oleh institusi kesehatan, serta melakukan upaya protektif dan preventif persalinan pada kelompok masyarakat ekonomi tinggi bertujuan untuk mengurangi terjadinya persalinan sesar yang tidak perlu. Kata kunci: persalinan sesar, tenaga pemeriksa kehamilan, perkotaan


ABSTRACT Abuse of caesarean section and performed without medical purposes risky health long and short problems. Trends cesarean deliveries in Indonesia in 2007 and 2012 has increased two-fold. The attitude of antenatal care provider become an issue in reducing the number of cesarean delivery. The purpose of this study is to know the relationship antenatal care provider with cesarean section. The methods of this this study is cross-sectional, using sample of 5.143 women of childbearing age (15-49 years) who gave birth to the last child through cesarean delivery and cesarean deliveries in urban areas selected in the sample Indonesia Demographic and Health Survey 2012. The results showed that antenatal care in obstetrician 6.6 times higher (95 % CI 3.2 to 13.7), while antenatal care in obstetrician and midwife 0.5 times less likely to perform cesarean delivery compared with antenatal 2.1 times higher (95% CI 1.0 to 4.3 ) to perform cesarean delivery compared with women who undergo pregnancy examinations in midwifery after controlled by maternal age, a pregnancy check, parity, and place of birth. Their interaction with the content of socio-economic specialist for a cesarean delivery. Formation of rules does a cesarean delivery by health institutions, as well as make efforts to protective and preventive labor in high economic communities aim to reduce the occurrence of unnecessary cesarean deliveries. Keywords: cesarean section, antenatal care provider, urban

Read More
T-4831
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive