Ditemukan 36452 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Latar Belakang: Tingkat revisit intention pasien merupakan indikator penting yang mencerminkan kepuasan, kepercayaan, dan persepsi pasien terhadap mutu layanan rumah sakit. Dalam era digital, membangun loyalitas pasien tidak hanya bergantung pada pelayanan medis, tetapi juga pada persepsi terhadap rumah sakit secara keseluruhan. Faktor seperti electronic word of mouth (e-WOM), digital marketing, dan service quality menjadi elemen penting dalam membentuk hospital image, yang pada akhirnya memengaruhi keputusan pasien untuk kembali menggunakan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ketiga variabel tersebut terhadap revisit intention, dengan hospital image sebagai variabel mediasi di Rumah Sakit X. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Data primer diperoleh melalui kuesioner kepada 120 pasien yang telah mendapatkan layanan minimal satu kali dalam satu tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-WOM, digital marketing, dan service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap hospital image. Hospital image juga berpengaruh signifikan terhadap revisit intention pasien dan memediasi hubungan antara ketiga variabel tersebut dengan niat pasien untuk kembali berkunjung. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup institusi tunggal dan keragaman karakteristik responden yang belum sepenuhnya mewakili populasi umum. Generalisasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati. Kesimpulan: Hospital image terbukti sebagai faktor penting dalam meningkatkan loyalitas pasien. Peningkatan kualitas komunikasi digital dan konsistensi pelayanan sangat disarankan untuk memperkuat citra positif rumah sakit secara berkelanjutan.
Background: Patient revisit intention is a key indicator reflecting satisfaction, trust, and perception of service quality. In today’s digital era, building patient loyalty depends not only on clinical care, but also on overall hospital perception. Factors such as electronic word of mouth (e-WOM), digital marketing, and service quality play crucial roles in shaping hospital image, which in turn influences revisit intention. This study aims to analyze the relationship between e-WOM, digital marketing, and service quality on revisit intention, with hospital image as a mediating variable at Hospital X. Methods: A quantitative approach with a cross-sectional design was used. Primary data were collected through questionnaires from 120 patients who had received services at least once in the past year. Data were analyzed using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. Results: The findings indicate that e-WOM, digital marketing, and service quality have a positive and significant effect on hospital image. Furthermore, hospital image significantly influences revisit intention and mediates the relationship between the three variables and patient revisit behavior. Conclusion: Hospital image plays a key mediating role in enhancing revisit intention. Strengthening digital communication and maintaining consistent service quality are essential strategies to foster a positive and sustainable hospital image. The study is limited to a single institution with a relatively homogeneous respondent profile, and therefore, findings should be generalized with caution
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bauran pemasaran (product, price, place, dan promotion) dan pemasaran spiritual (rabbâniyyah, al-insâniyyah, al- wâqi’iyyah, dan akhlâqiyyah) terhadap loyalitas pasien di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug Tahun 2023 serta mengetahui pengaruh secara langsung dan secara tidak langsung dari variabel-variabel yang digunakan. Adapun dua variabel yang dicurigai berpengaruh terhadap loyalitas pasien rumah sakit bersertifikasi syariah adalah bauran pemasaran dan pemasaran spiritual dan dimediasi oleh kepuasan. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug yang telah tersertifikasi syariah sejak tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data mengunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 145 pasien rawat inap dan diolah menggunakan SmartPLS 3. Semua variabel lolos dalam uji outer model, kemudian hasil dari inner model adalah adanya hubungan yang signifikan antara bauran pemasaran dengan loyalitas p-value 0,049 (p-value <0,05) dan kepuasan pasien p-value 0,003 (p- value <0,05) secara langsung serta loyalitas pasien dimediasi oleh kepuasan pasien p- value 0,026 (p-value <0,05). Sedangkan, pada pemasaran spiritual tidak terdapat hubungan yang bermakna terhadap loyalitas pasien secara langsung p-value 0,931 (p- value >0,05) dan bernilai negatif. Namun, hubungan pemasaran spiritual dengan kepuasan dan hubungan pemasaran spiritual yang dimediasi oleh kepuasan pasien menunjukkan hasil yang signifikan terhadap loyalitas dengan nilai p-value 0,000 (p-value <0,05). Terdapat hubungan antara kepuasan dengan loyalitas pasien di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug p-value 0,000 (p-value <0,05). Semakin baik kepuasan pasien, maka akan meningkatkan loyalitas. Implikasi dalam penelitian ini dapat menjadi acuan dalam membangun loyalitas pasien dan memaksimalkan pemasaran di rumah sakit bersertifikasi syariah. Kata kunci: Bauran Pemasaran, Pemasaran Spiritual, Rumah Sakit Syariah, Kepuasan dan Loyalitas
The purpose of this study is to determine the relationship between marketing mix (product, price, place, and promotion) and spiritual marketing (rabbâniyyah, al- insâniyyah, al-wâqi’iyyah, and akhlâqiyyah) on patient loyalty at Sari Asih Ciledug Hospital in 2023, as well as to determine the direct and indirect effects of the variables used. The two variables suspected to influence patient loyalty in a sharia-certified hospital are marketing mix and spiritual marketing, mediated by satisfaction. The research was conducted at Sari Asih Ciledug Hospital, which has been sharia-certified since 2018. This study is a quantitative research with a cross-sectional approach. Data collection was done using a questionnaire with 145 inpatient respondents and analyzed using SmartPLS 3. All variables passed the outer model test, and the results of the inner model showed a significant relationship between marketing mix and loyalty with a p-value of 0.049 (p- value <0.05), as well as patient satisfaction with a p-value of 0.003 (p-value <0.05) directly, and patient loyalty mediated by patient satisfaction with a p-value of 0.026 (p- value <0.05). On the other hand, there was no significant direct relationship between spiritual marketing and patient loyalty with a p-value of 0.931 (p-value >0.05), and it had a negative value. However, the relationship between spiritual marketing and satisfaction, as well as the relationship between spiritual marketing mediated by patient satisfaction, showed significant results on loyalty with a p-value of 0.000 (p-value <0.05). There is a relationship between satisfaction and patient loyalty at Sari Asih Ciledug Hospital with a p-value of 0.000 (p-value <0.05). The better the patient satisfaction, the higher the loyalty. The implications of this study can serve as a reference for building patient loyalty and maximizing marketing in sharia-certified hospitals. Key words: Marketing Mix, Spiritual Marketing, Shariah Hospital, Satisfaction and Loyalty
Kata kunci : Bauran Pemasaran, Segmentasi Target dan Posisi
This thesis is a study in marketing management hospital that aims to identify the market segmentation, targeting, and its positioning in the marketing mix at the Poliklinik Terpadu Anak Sehat (POTAS) RSAB Harapan Kita on 2016 in order to increase the number of patient visits and the revitalization of the service program featured integrated development of the child. This study is a survey using qualitative and quantitative approaches. Primary data were collected by distributing questionnaires as an instrument against 96 respondents who use the service in POTAS and qualitative data obtained indepth interviews with the hospital management, while secondary data obtained from the search results to documents and data monthly report hospital and from the Health Profile of West Jakarta. Hopefully this research can enrich the knowledge of the market segmentation of outpatient integrated so as to facilitate determining the target market for the establishment and forth in a position statement that will be used as the basis of marketing strategy for the POTAS services later.
Keywords: Marketing Mix, Segmentation Targeting and Positioning
