Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 48244 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Christina Ratnasari; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Guruh Rusdiyanto
Abstrak: Proses kerja pada area Hydro Cracking Complex HCC memiliki risiko bahaya kesehatan kimia dan fisika bagi pekerja. Penelitian ini menilai gambaran bahaya risiko kesehatan dan Health Risk Assessment HRA dengan menggunakan metode semi kuantitatif untuk menentukan skor durasi, eksposure, konsekuensi, dan likelihood yang selanjutnya akan dihitung dalam Risk Assessment Matriks RAM . Pedoman yang digunakan untuk menghitung yaitu International Petroleum Industry Environmental Conservation Association IPIECA dan International Association of Oil Gas Producers OGP tahun 2006.
 
 
Berdasarkan hasil perhitungan proritas pengendalian risiko di area HCC bahaya kesehatan fisika dan kimia berada pada 4 tingkat yaitu: tidak perlu dilakukan tindakan segera, prioritas pertama, kedua, dan ketiga untuk dilakukan tindakan.Penilaian HRA menunjukkan terdapat bahaya fisika berupa bahaya pencahayaan, heat stress, dan bising. Sedangkan bahaya kimia yang ditemukan yaitu uap Hidrocarbon, Fuel Gas CO, Fuel Gas H2S, Fuel Gas CO2, Ammonia NH3 , Benzene Toluene Xylene BTX , Soda Api NaOH , Katalis, Steam H2, Ceceran fuel oil, N2, SO2, LPG, Indoor Air Quality CO, CO, O2,Nox, SOx , dan Lube oil. Tingkat risiko bahaya kesehatan dapat dikurangi dengan melakukan hirarki kontrol, yaitu dengan mengeliminasi bahaya, menambah intensitas cahaya, pembatasan area kerja, rotasi pekerja, penggunaan APD yang sesuai, dan perhitungan kadar paparan bahan kimia.
 

Working processess at Hydro Cracking Complex HCC have chemical dan physical hazards for the workers. This study asssessed about health risk hazard and Health Risk Assessment HRA by using semiquantitative method to determine score, exposure, consequence, and likelihood, then we rsquo ll calculate them into Risk Assessment Matriks RAM . The guideline that we use is from International Petroleum Industry Environmental Conservation Association IPIECA and the International Association of Oil Gas Producers OGP.
 
 
Based on the calculation we found 4 level of risk hazard control for chemical dan physical hazards, there are, no need immediate action, first, second, and third priority of action.HRA result shows there are some physical hazards, lighting, heat stress and noise. There were also found chemical hazards, they are Hidrocarbon, Fuel Gas CO, Fuel Gas H2S, Fuel Gas CO2, Ammonia NH3 , Benzene Toluene Xylene BTX , NaOH, Katalis, Steam H2, fuel oil, N2, SO2, LPG, Indoor Air Quality CO, CO, O2,Nox, SOx , and Lube oil. The level of risk can be reduced by applying control of hierarchy, such as eliminating hazard, increasing light intensity, limiting working area, worker rotation, using appropriate PPE, and measure chemical hazard exposure.
Read More
S-9614
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Rini Agustin; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Wenny Ipmawan
Abstrak: Penelitianini tentang health risk assessment pada kegiatan produksi yang dilakukan di area Stasiun Pengumpul A (SP A) dan Stasiun Pengumpul Utama B (SPUB) PT X tahun 2014. Penilaian risiko kesehatan dilakukan dengan dengan menganalisis nilai potensi dari bahaya yang ada (P), Frekuensi pajanan (F), Durasi (D), Risiko Awal (RA), Upaya Perlindungan (UP) dan Risiko Risidual (RR) untuk mengetahui level risiko kesehatan yang ada pada setiap kegiatan kerja. metode penelitian ini adalah semikuantitatif dengan melakukan observasi dan pengumpulan data. Hasil dari penilaian risiko menunjukkan bahwa pada kegiatan di area SP A yaitu pengukuran volume tangki di tangki produksi 7 (benzene, toluene, xylene, hexane, pasta gasoline), di tangki 4 dan 6 (pasta gasoline), pengoprasian pompa transfer, compressor (bising) memiliki risiko kesehatan tinggi. Sedangakn di area SPU B pajanan kebisingan pada pompa transfer memiliki risiko medium. Kata Kunci: Health Risk Assessment(HRA), Stasiun Pengumpul (SP), Potensi bahaya (P), Frekuensi pajanan (F), Durasi (D), Risiko Awal (RA), Upaya Perlindungan (UP) dan Risiko Risidual (RR) This Health Risk Assessment research that was held at Oil Station A (SP A) and Primary Oil Station B (SPU B) PT X Years 2014. Health risk assessment was conducted by analyzing the value potential of hazard (P), Frequency rate of exposure (F), Duration (D), level of risk (RA), Prevention means (UP) and Residual Risk (RR) from every job activity. This study is a semi quantitative method by observation and data collection. The result of this risk assessment indicated that in SP A activity, measuring the volume of tank in tank production 7 (benzene, toluene, xylene, hexane, gasoline pasta), in tank 4 and 6 (gasoline past), in transfer pump and compressor (noisy) has a high risk. While in the area SPU B noise exposure in transfer pump that have a medium risk. Keywords: Health Risk Assessment (HRA), oil station (SP), Potential hazard (P), exposure frequency (F), duration (D), Level of Risk (RA), Safeguard (UP) and Residual Risk (RR)
Read More
S-8665
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Belinda Widiastuti; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Rizky Harnantya
Abstrak: Penelitian ini adalah tentang gejala stres kerja dan bahaya psikososial pada pekerja kontraktor proyek repairing tanki 31T5 yang berlokasi di PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap. Gejala stres kerja diukur menggunakan kuesioner dan ceklist mengenai keluhan-keluhan baik gejala fisik, emosi, dan perilaku yang merupakan gejala-gejala stres kerja. Sedangkan bahaya psikososial diukur dengan menggunakan kuesioner dan wawancara mengenai persepsi responden terhadap Context to Work dan Content of Work di tempat kerja. Metode penelitian ini adalah cross sectional dengan melalukan observasi/wawancara, checklist dan kuesioner untuk pengukuran gejala stres kerja dan bahaya psikososial. Hasil dari pengukuran menunjukkan bahwa adanya keluhan gejala fisik pada responden sebesar 40%, yaitu keluhan sakit kepala, gangguan tidur, dan kaku otot. Sedangkan responden tidak menunjukkan persepsi yang diduga buruk terhadap aspek Context to Work dan Content of Work. Kata kunci: Stres Kerja, Gejala Stres Kerja, Bahaya Psikososial, Context to Work, Content of Work, Gejala Stres Kerja, Gejala Fisik, Gejala Emosi, dan Gejala Perilaku.
Read More
S-8728
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kiara Ayu Listiani; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Mila Tejamaya, Iqro Glentar, Muthia Ashifa
Abstrak:

Paparan terhadap bahan kimia dan faktor fisika di lingkungan kerja manufaktur herbisida berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius jika tidak dilakukan pengendalian secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Health Risk Assessment (HRA) terhadap bahaya kimia dan fisika yang dihadapi oleh pekerja di area produksi, packaging, dan gudang pada industri manufaktur herbisida, dengan pendekatan berbasis Similar Exposure Group (SEG). Metode yang digunakan mengacu pada kerangka kerja ISO 31000:2018 dan praktik rekomendasi HRA dari otoritas internasional. Data diperoleh melalui dokumen pemantauan lingkungan kerja, SDS, OHSERA, dan wawancara dengan pemangku kepentingan. Risiko dinilai menggunakan matriks semi-kuantitatif berdasarkan skor likelihood dan severity, dengan validasi keparahan kesehatan merujuk pada referensi seperti ACGIH dan literatur ilmiah terkini. Hasil menunjukkan bahwa SEG Proses menghadapi risiko tinggi dari paparan Monoisopropylamine (MIPA) dan Kalium Hidroksida (KOH), sedangkan SEG Packaging dan Warehouse memiliki risiko signifikan akibat kebisingan, getaran, panas, serta uap bahan kimia volatil. Evaluasi existing control menunjukkan pengendalian belum optimal dalam menurunkan risiko ke tingkat rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pengendalian teknis dan administratif, seperti ventilasi lokal, rotasi kerja, penggunaan alat pelindung diri yang sesuai, serta pengaturan waktu kerja-istirahat, diperlukan untuk menurunkan risiko residual. Penilaian risiko berbasis SEG terbukti efektif dalam memetakan prioritas pengendalian dan memberikan dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan K3 di industri sejenis.


 

Exposure to chemical agents and physical hazards in herbicide manufacturing environments poses serious health risks if not managed systematically. This study aims to conduct a Health Risk Assessment (HRA) of chemical and physical hazards encountered by workers in the production, packaging, and warehouse areas of a herbicide manufacturing industry, using a Similar Exposure Group (SEG) approach. The methodology follows the ISO 31000:2018 risk management framework and international best practices for occupational health risk assessment. Data were obtained through environmental monitoring reports, safety data sheets (SDS), OHSERA records, and interviews with relevant stakeholders. Risks were assessed using a semi-quantitative matrix based on likelihood and severity scores, with health severity validation referring to ACGIH and recent peer-reviewed scientific literature. The findings indicate that the Process SEG faces high risks from exposure to Monoisopropylamine (MIPA) and Potassium Hydroxide (KOH), while the Packaging and Warehouse SEGs are significantly affected by noise, vibration, heat, and volatile chemical vapors. Evaluation of existing controls reveals that current measures are not sufficiently effective in reducing risks to acceptable levels. The study concludes that stronger technical and administrative controls—such as local exhaust ventilation, work rotation, appropriate use of personal protective equipment (PPE), and regulated work-rest schedules—are essential to achieve low residual risks. Risk assessment based on SEGs has proven effective in mapping control priorities and provides a solid foundation for occupational health and safety decision-making in similar industrial settings.

Read More
T-7356
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rengga Fitriana; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Yuni Kusminanti
S-6889
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andri Fayrina Ramadhani; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, Setyo Nugroho
S-7083
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agil Helien Puspita; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, Setyo Nugroho
S-7082
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fitriyani; Pembimbing: Meizar Sjahrul; Penguji: Hendra, Doni Hikmat Ramdhan, Iqbal Mochtar, Annes Waren
Abstrak: Penelitian ini membahas pelaksanaan Health Risk Assessment di PT X Area Operasi Bagian Utara. Penelitian bertujuan mengkaji data hasil ukur dosis personal selama 1 periode pengukuran tahun 2015 - 2017 dan melakukan penilaian risiko kesehatan dengan metode analisis semi-kuantitatif dengan mengacu Risk Assessment Matrix IPIECA & OGP 2006. Hasil penelitian ini teridentifikasi 9 SEG, namun setelah dikaji secara kuantitatif terdapat SEG yang perlu diklasifikasikan menjadi beberapa sub-group dan health hazard hanya mengacu pada dokumen sekunder sebanyak 10 health hazard. Terdapat keragaman hasil ukur dosis personal dalam 1 SEG menunjukkan salah satu kelemahan pengklasifikasian SEG yang hanya mengacu jabatan pekerjaan saja. Residual Risk Level pada setiap SEG untuk seluruh bahaya gas (Benzene, Toluene, Ethyl Benzene, Xylene) berada pada tingkatan low risk, kecuali untuk H2S yang masuk kategori medium risk. Sementara noise diklasifikasikan low risk pada SEG GS Operator, MWT Operator, Gas Operator, Welder, Company Representative dan noise masuk medium risk pada sebagian SEG Technician shop terutama pada saat pekerjaan metalizing. Risk level bahaya H2S tidak dapat diturunkan menjadi Low mengingat tingkat severity berada pada tingkatan high (4). Penurunan risk level bahaya noise dapat dilakukan dengan konsistensi implementasi HCP dan perlu dilakukan pengukuran efektifitas fungsi earmuff / earplugs untuk mengetahui dosis efektif yang diterima pekerja. Risiko kesehatan pada tingkatan Low Risk, tetap harus dikelola agar level risk tidak meningkat sehingga PT X tetap melanjutkan penerapan existing control dan memastikan pelaksanaan kajian HRA lebih mendalam dengan melakukan observasi / wawancara untuk mengetahui efektifitas implementasi existing control terhadap Potential Risk Level dan Residual Risk Level
This Health Risk Assessment research that was implemented at PT X North Operations Area. The aims of this study was to review the data on personal dose exposure measurement results for 1 measurement period 2015 - 2017 nd conduct a health risk assessment using a semi-quantitative analysis method with reference to the IPIECA & OGP Risk Assessment Matrix Year 2006. The results of this study identified 9 SEGs, but after being studied quantitatively there were SEGs that needed to be classified into several sub-groups and health hazards only referred to secondary documents as many as 10 health hazards. There is a variety of personal dose measurement results in 1 SEG showing one of the weaknesses in the classification of SEG which only refers to job title. The Residual Risk Level in each SEG for all gas hazards (Benzene, Toluene, Ethyl Benzene, Xylene) is at a low risk level, except for H2S which is in the medium risk category. Meanwhile, noise is classified as low risk in SEG GS Operators, MWT Operators, Gas Operators, Welder, Company Representatives and noise is a medium risk in several SEG Technician shops, especially during metalizing work. The H2S risk level cannot be lowered to low considering that the severity level is at a high level (4). Reducing the risk level of noise hazards can be implemented by consistent implementation of HCP and it is necessary to measure the effectiveness of the earmuff / earplugs function to determine the effective dose received by workers. Health risks at the Low Risk level must still be managed so that the risk level does not increase so that PT X continues to implement existing controls and ensure the implementation a comprehensive HRA study by conducting observations / interviews to determine the effectiveness of implementing existing controls on the Potential Risk Level and Residual Risk Level
Read More
T-6108
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Sun Farma; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Hendra, Soehatman Ramli
S-4076
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriyani; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Adenan
S-8033
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive