Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40300 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rini Kurniawati; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Artha Prabawa, Asri C. Adisasmita, Wara Pertiwi
Abstrak: Kanker serviks merupakan salah satu kanker paling umum terjadi pada wanita. WHOmemperkirakan akan terjadi peningkatan 25% selama 10 tahun kedepan dari jumlah kematian akibat kankerserviks di seluruh dunia hampir 280.000 pada tahun 2015. Pengetahuan remaja tentang infeksi virus HPVsebagai penyebab kanker serviks dan penyakit menular lainnya masih sangat rendah dibawah 1% menurutSDKI-KRR tahun 2012. Tujuan penelitian menilai pengetahuan tentang kanker serviks dan faktor-faktoryang mempengaruhi pada siswi kelas X dan XI di SMA 3 Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten TeboProvinsi Jambi tahun 2018. Peneliti menggunakan desain studi crossectional dengan melibatkan 172sampel, data dikumpulkan melalui quesioner yang diisi sendiri oleh responden. Hasil penelitianmenunjukkan proporsi pengetahuan remaja tentang kanker serviks adalah 39,5%. Hasil uji bivariatmenunjukkan ada hubungan antara keterpaparan media komunikasi (p=0,002), pendidikan ibu (p=0,049)dan sumber informasi dari guru (p=0,023) dengan pengetahuan tentang kanker serviks. Hasil multivariatmenunjukkan bahwa adanya hubungan keterpaparan media komunikasi dengan pengetahuan tentangkanker serviks (p=0,005) dengan nilai OR 2,750 dan sumber informasi dari guru (p=0,039) dengan nilaiOR 2,200 setelah dikontrol variabel pendidikan ayah, pendidikan ibu, umur dan sumber informasi daritenaga kesehatan. Berdasarkan hal tersebut perlu ditingkatkan komunikasi guru dan murid serta upayapromosi melalui media lebih menarik dan informatif.Kata kunci: Pengetahuan, Kanker serviks, Remaja.
Cervical cancer is one of the most common cancers in women. WHO estimates there will be a 25% increaseover the next 10 years from the number of deaths from cervical cancer worldwide nearly 280,000 by 2015.Adolescent knowledge of HPV viral infection as a cause of cervical cancer and other infectious diseases isstill very low below 1% according to SDKI-KRR 2012. The objective of the study is to assess theknowledge of cervical cancer and the factors that influence the students of class X and XI in SMA 3Kecamatan Tebo Tengah Tebo District Jambi Province in 2018. The researcher uses cross-sectional studydesign involving 172 samples, data collected through questioner filled by respondents. The results showedthe proportion of adolescent knowledge about cervical cancer was 39.5%. The result of bivariate test showsthere is correlation between exposure of communication media (p = 0,002), mother education (p = 0,049)and source of information from teacher (p = 0,023) with knowledge about cervical cancer. The multivariateresult showed that there was a correlation between communication media and knowledge about cervicalcancer (p = 0,005) with OR 2,750 value and teacher information source (p = 0,039) with value of OR 2,200after controlled by education variable of father, mother education, age and source of information of healthworkers. Based on this need to be improved communication of teachers and students as well as promotionalefforts through the media more interesting and informative.Keyword : Knowledge, cervical cancer, Adolescent.
Read More
T-5329
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noralisa; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Evi Martha, Toha Muhaimin, Mularsih Restianingrum, Intan Endang S. Damanik
Abstrak: Angka kematian ibu dikalangan Suku Anak Dalam (SAD) sangat tinggi. Setiap tahun sejakTahun 2012 sampai Tahun 2017 terjadi satu kematian ibu. Penyebab utama adalah perdarahan daninfeksi, penyebab tidak langsung adalah faktor budaya dimana persalinan ditolong oleh dukun beranakdan tempat persalinan di pondok. Tujuan penelitian adalah untuk memotret keselarasan peran bidan dandukun dalam pandangan SAD pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Metode penelitian kualitatifdengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat tiga aktifitas SAD pada masakehamilan, persalinan, dan nifas yaitu cara perawatan diri dan cara mencegah terjadi bahaya kehamilan,persalinan, dan nifas, pemilihan tenaga penolong, serta upacara ritual, hal dominan yang mempengaruhiaktifitas selama kehamilan ,persalinan, dan nifas adalah pengalaman yang lalu, perasaan Saat Ini, anjurandan Pantangan , pusat kekuatan pengambilan Keputusan. SAD menyatakan bahwa bidan hanya memilikiperhatian yang positif dalam memberikan pelayanan kesehatan, sedangkan dukun mampu memberikantiga unsur inti pertolongan. Bidan menyatakan Sulit berkomunikasi dan jarang melakukan interaksidengan SAD, sedangkan dukun mampu berkomunikasi dan berinteraksi baik dengan SAD. Dukunmenyatakan SAD memiliki kepatuhan terhadap tradisi dalam pemilihan penolong, sedangkan bidanmenjaga jarak dengan SAD. Menurut temenggung SAD akan memilih bidan sebagai penolong, apabiladukun tidak mampu lagi memberikan pertolongan.Kata kunci: peran bidan;peran dukun;Suku Anak Dalam (SAD);kehamilan;persalinan;nifas
view Suku Anak Dalam (SAD) in Pregnancy, Delivery, and Postpartumat Tebo, Jambi 2018Maternal mortality rate among Suku Anak Dalam (SAD) is very high. Every year from 2012to 2017 there is one maternal death. The main cause is bleeding and infection, indirect cause is a culturalfactor where labor is helped by traditional birth attendants (TBA) and place of birth in the lodge. Theobjective of the study was to photograph the harmony of the role of midwives and TBA in the view ofSAD during pregnancy, maternity, and childbirth. Qualitative research method with ethnographyapproach. The results showed that there were three SAD activities during pregnancy, maternity, andchildbirth, namely self-care and how to prevent the occurrence of danger of pregnancy, maternity, andchildbirth, the selection of rescue workers, as well as ritual ceremonies, dominant things that affectactivities during pregnancy, maternity, and childbirth are past experiences, current feelings, suggestionsand abstinences, centers of decision-making power. SAD states that midwives have only positiveattention in providing health services, whereas TBA are able to provide three core elements of relief.Midwives say Difficult to communicate and rarely interact with SAD, while TBA are able tocommunicate and interact well with SAD. TBA claim SAD has adherence to tradition in helper election,while midwife keeps distance with SAD. According to the Chief of SAD the midwife will choose as ahelper, if the TBA is unable to provide help.Keywords: midwife's role;TBA's role; Suku Anak Dalam (SAD); pregnancy; maternity; childbirth.
Read More
T-5435
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Citra Br Aritonang; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Zakianis, Rita Ramayulis, Ramadanura
Abstrak: Asupan gula, garam dan lemak melebihi batas yang direkomendasikan beresikomenyebabkan obesitas dan terjadinya penyakit tidak menular seperti diabetes melitus,penyakit jantung, hipertensi, stroke dan kanker. Penyakit tidak menular merupakanpenyebab kematian utama di dunia dan juga di indonesia yang disebabkan salah satunyaoleh perilaku makan yang tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuifaktor dominan asupan gula, garam dan lemak pada siswa-siswi SMA Negeri 3 KotaDepok tahun 2018. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juni 2018 dengan desaincross sectional dan jumlah sample sebanyak 205 responden. Maka diperoleh hasilanalisis asupan tinggi gula, garam dan lemak sebesar 62,4% dimana asupan gula, garamdan lemak saling berkorelasi. Responden yang obesitas sebesar 4,9% dan kegemukansebesar 14,6%. Sedangkan analisis bivariat ada hubungan yang signifikant antara citratubuh (p value = 0,002, OR = 2,611), emotional eating (p value = 0,001, OR = 3,763),alasan pemilihan makanan (p value = 0,001, OR = 4,646), sikap terhadap perilaku (pvalue = 0,03, OR = 2,011) dan pengaruh keluarga (p value = 0,004, OR = 2,505) denganasupan tinggi gula, garam dan lemak. Pada analisis multivariat maka variabel yangpaling dominan adalah emotioanl eating dengan nilai OR 3,35 yang artinya emotionaleating berpeluang 3,35 kali mengonsumsi asupan tinggi gula, garam dan lemak setelahdi kontrol oleh variabel citra tubuh, alasan pemilihan makanan, sikap terhadap perilakudan pengaruh keluarga. Oleh karena itu perlu mengendalikan emotional eatingresponden dengan promosi kesehatan tentang asupan gula, garam dan lemak padakeluarga dan ketersediaan makanan yang sehat baik dirumah dan kantin sekolahsehingga asupan gula, garam lemak dapat dibatasi dan pentingnya memperhatikankomposisi dan zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi.Kata kunci:Asupan gula, garam dan lemak, remaja, perilaku makan, emotional eating.
Intake of sugar, salt and fat exceeds the recommended limits at risk of causingobesity and the occurrence of non-communicable diseases such as diabetes mellitus,heart disease, hypertension, stroke and cancer. Non-communicable diseases are themain cause of death in the world and also in Indonesia caused by one of them byunhealthy eating behavior. The purpose of this study was to determine the dominantfactors of sugar, salt and fat intake in students of senior high school in Depok City. Thisresearch was conducted on April-June 2018 with cross sectional design and 205respondents. Analysis results showed high intake of sugar, salt and fat by 62.4% wherethe intake of sugar, salt and fat are correlated. Obese respondents were 4.9% and obesitywas 14.6%. While bivariate analysis there is significant relation between body image (pvalue = 0,002), emotional eating (p value = 0,001), food selection (p value = 0,001),attitude toward behavior (p value = 0,03) and family influence (p value = 0.004) withhigh intake of sugar, salt and fat. In multivariate analysis, the most dominant variable isemotional eating with OR 3.35, which means emotional eating 3.35 times consuminghigh intake of sugar, salt and fat after control by body image variable, food selectionreason, attitude toward behavior and influence of family. Therefore it is necessary tocontrol the emotional eating of respondents with the promotion of health about theintake of sugar, salt and fat in the family and the availability of healthy foods both athome and school canteen so that sugar intake, fat salt can be limited. The importance ofpaying attention to the composition and the nutrients contained in the food consumed.Keywords: Intake of sugar, salt and fat, adolescents, emotional eating.
Read More
T-5317
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vevie Herawati; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Agustin Kusumayati, Ernawati, Nina Sih W
Abstrak: Abstrak

Tesis ini membahas tentang gangguan menstruasi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan yang dilakukan untuk mengatasi gangguan menstruasi pada siswi kelas X dan XI SMA Negeri 5 Kota Bekasi Tahun 2013. Penelitian kuantitatif dengan disain cross sectional, pengumpulan data secara angket dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan, faktor yang berhubungan dengan tindakan untuk mengatasi gangguan menstruasi pada siswi kelas X dan XI SMA Negeri 5 Kota Bekasi Tahun 2013 adalah anjuran/dorongan. Responden yang mendapatkan anjuran/dorongan mempunyai peluang hampir 5 kali untuk melakukan tindakan mengatasi gangguan menstruasi dibandingkan yang tidak mendapatkan anjuran atau dorongan.


This thesis discusses menstrual disorders and factors associated to the actions taken to overcome menstrual disorders in X and XI grade schoolgirl at SMAN 5 Bekasi in 2013. Quantitative research with cross sectional design, data collection questionnaire using questionnaires. The results showed that factors associated with actions taken to overcome menstrual disorders in X and XI grade schoolgirl at SMAN 5 Bekasi in 2013 was cues to action (the advice / encouragement). Respondents who received the advice / encouragement have opportunities almost 5 times to take action to overcome menstrual disorders than those who did not receive advice or encouragement.

Read More
T-3904
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marti Rahayu Diah Kusumawati; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Triyanti, Evi Martha, Andi Sari Bunga Untung, Fiena Fithriah
Abstrak: Konsumsi buah dan sayur pada siswa masih belum memenuhi rekomendasi yangdianjurkan. Kurangnya konsumsi buah dan sayur mengakibatkan peningkatan risikopenyakit tidak menular dan menyebabkan kematian. Kelompok usia sekolah menengahatas merupakan kelompok usia remaja yang berada dalam masa yang tepat untukpertumbuhan dan perkembangannya dalam menanamkan kebiasaaan makan yang sehat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan konsumsi buah dan sayur padasiswa SMA Negeri di Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sebanyak 326 siswa dari 4SMA Negeri berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwasikap, preferensi, dan ketersediaan buah dan sayur di rumah merupakan determinan darikonsumsi buah dan sayur dengan faktor dominan yang ditemukan adalah preferensi(OR=7,87; CI=1,8-34,1). Peningkatan pemahaman akan manfaat dan pentingnyakecukupan konsumsi buah dan sayur bagi kesehatan serta upaya pemberdayaanmasyarakat sekolah dapat membentuk persepsi yang baik bahwa buah dan sayur adalahmakanan sehat dengan rasa yang enak dan dapat dikonsumsi dalam berbagai jenispengolahan yang menarik.Kata kunci: Konsumsi buah dan sayur, remaja, siswa.
Consumption of fruits and vegetables in students still not meet the recommendedrecommendations. Lack of fruit and vegetable consumption leads to an increased risk ofnon-communicable diseases and causing death. The high school age group is a group ofteenagers who are in the right age for their growth and development in instilling healthyeating habits. This study aims to determine the determinants of fruit and vegetableconsumption in high school students in East Jakarta Jatinegara Subdistrict. This researchis a quantitative research with cross-sectional study design. A total of 326 students from4 public senior high school participated in this study. The results showed that theattitudes, preferences, and availability of fruits and vegetables at home were thedeterminants of fruit and vegetable consumption with the dominant factor found inpreference (OR = 7,87, CI = 1,8-34,1). Increased understanding of the benefits andimportance of the adequacy of fruit and vegetable consumption for health and efforts toempower the school community can form a good perception that fruits and vegetablesare healthy foods with good taste and can be consumed in various types of attractiveprocessing.Keywords: Consumption of fruit and vegetables, adolescents, students.
Read More
T-5313
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwi Islamiaty; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Kartika Anggun D., Riesminingsih
Abstrak: Pemilihan makanan dapat dikategorikan menjadi sehat dan tidak sehat. Pemilihan makanan juga dapat dipengaruhi beberapa alasan yaitu alasan kesehatan dan non kesehatan, yang sering terjadi pada remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan determinan dalam pemilihan makanan pada remaja yang terdiri dari faktor karakteristik individu (jenis kelamin, uang saku, pengathuan gizi, dan sikap terhadap kesehatan) dan faktor karakteristik lingkungan (besar keluarga) di SMA Yadika 3 Tangerang. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan membagikan kuesioner pada siswa kelas XI SMA Yadika 3 Tangerang yang menggunakan desain studi cross sectional, analisis univariat, dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan 24,7% remaja yang pemilihan makanannya tidak sehat. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin (p-value=0,006, PR=2,51 CI 95%=1,18- 5,34),pengetahuan gizi (p-value=0,005, PR=3,181 CI 95%=1,46-6,92), dan sikap terhadap kesehatan (p-value=0,003, PR=3,38 CI 95%=1,56-7,31) memiliki hubungan dengan pemilihan makanan. Sehingga disarankan untuk melakukan penyuluhan mengenai kesehatan dan pemenuhan gizi pada remaja, serta mengadakan pelayanan PKPR dan peer conselor/peer educator di sekolah-sekolah. Kata kunci: Pemilihan Makanan, Remaja, Jenis Kelamin, Pengetahuan Gizi, Sikap terhadap Kesehatan The choice of food can be categorized as healthy and unhealthy. The choice of food can also be influenced by several reasons, namely health and non-health reasons, which often occur in adolescents. This study aims to determine the relationship between determinants in food selection in adolescents consisting of individual characteristics (sex, pocket money, nutritional knowledge, and attitudes towards health) and environmental characteristics (large family) at Yadika 3 Tangerang High School. This study uses primary data collected by distributing questionnaires to class XI students of SMA Yadika 3 Tangerang who used a cross sectional study design, univariate analysis, and bivariate. The results of this study showed 24.7% of adolescents whose food choices were not healthy. The results showed gender (p value 0.006, PR = 2.51 CI 95% = 1.18-5.34), knowledge of nutrition (p value 0.005, PR = 3.181 95% CI = 1.46-6.92) , and attitudes toward health (p value 0.003, PR = 3.38 95% CI = 1.56-7.31) have a relationship with food selection. So it is advisable to conduct counseling on health and nutrition fulfillment in adolescents, as well as to hold PKPR services and peer counselors / peer educators in schools. Keywords : Food Choice, Adolescent, Sex, Nutrition Knowledge, Attitudes towards Health
Read More
S-9933
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Kurniawati; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Martya Rahmaniati, Flourisa J. Sudradjat
S-6713
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niesha Alifia Zahra; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Yoslien Sopamena, Yudianto
Abstrak:
Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang banyak dialami oleh remaja putri di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah melalui program konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Namun, kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD sesuai anjuran masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah pada siswi SMA Negeri 3 Kota Bandung tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 90 siswi yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dan Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pengetahuan dengan perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah (p<0,001). Sementara itu, sikap terhadap TTD tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku konsumsi TTD (p=0,301). Faktor pemungkin berupa aksesibilitas dalam mendapatkan TTD juga tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku konsumsi TTD (p=0,242). Pada faktor penguat, dukungan keluarga (p=0,035) dan dukungan teman sebaya (p=0,021) memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku konsumsi TTD, sedangkan dukungan guru tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p=0,212). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah pada siswi SMA Negeri 3 Kota Bandung dipengaruhi oleh faktor pengetahuan serta dukungan keluarga dan teman sebaya. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan siswi, serta penguatan peran keluarga dan teman sebaya dalam mendukung kepatuhan konsumsi TTD.

Anemia remains a public health problem that commonly affects adolescent girls in Indonesia. One of the strategies to prevent anemia is the iron tablet supplementation program. However, adherence to iron tablet consumption according to recommendations remains low among adolescent girls. This study aimed to determine the factors associated with iron tablet consumption behavior among female students at SMA Negeri 3 Bandung in 2025. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The sample consisted of 90 female students selected using quota sampling. Data were collected through an online questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the chi-square test and Fisher’s Exact test. The results showed a statistically significant association between knowledge and iron tablet consumption behavior (p<0.001). In contrast, attitude toward iron tablets was not significantly associated with consumption behavior (p=0.301). Enabling factors in the form of accessibility to iron tablets were also not significantly associated with consumption behavior (p=0.242). Regarding reinforcing factors, family support (p=0.035) and peer support (p=0.021) were significantly associated with iron tablet consumption behavior, while teacher support was not statistically significant (p=0.212). Based on these findings, it can be concluded that iron tablet consumption behavior among female students at SMA Negeri 3 Bandung is influenced by knowledge, family support, and peer support. Therefore, continuous health education is needed to improve students’ knowledge, as well as to strengthen the role of families and peers in supporting adherence to iron tablet consumption.
Read More
S-12199
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vina Rahmalia; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Ahmad Syafiq, Syahrizal, Hendri Rusdian, Sesri
Abstrak:
Kanker serviks adalah masalah kesehatan utama pada perempuan, menyebabkan ratusan ribu kematian setiap tahunnya di seluruh dunia. Deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA merupakan prioritas pemerintah Indonesia dalam mengendalikan penyakit ini. Namun, cakupan pemeriksaannya masih rendah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA pada WUS usia 30- 50 tahun di Puskesmas IV Koto Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner kepada 145 WUS. Sampel diambil dari 24 Jorong yang berada di Kecamatan IV Koto, dan menggunakan teknik cluster random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 29% WUS melakukan deteksi dini metode IVA. Penelitian ini membuktikan pengetahuan, sikap, motivasi, keterpaparan informasi, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA. Keterpaparan informasi merupakan variabel yang paling dominan, WUS yang yang terpapar informasi mengenai kanker serviks berpeluang 5,73 kali lebih besar untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA, dibandingan WUS yang tidak terpapar informasi, setelah di kontrol variabel pengetahuan, sikap, dan dukungan suami (OR ; 5,736, 95% CI, 2,156-15,256). Oleh karena itu, penting dilakukan upaya untuk meningkatkan akses dan penyampaian informasi kesehatan yang relevan dan akurat kepada masyarakat, terutama kepada WUS dalam program pencegahan dan deteksi dini kanker serviks.

Cervical cancer is a major health issue for women, causing hundreds of thousands of deaths annually worldwide. Early detection of cervical cancer using the IVA method is a priority for the Indonesian government in controlling this disease. However, the coverage of this examination remains low. This study aims to identify the determinants of early detection behavior of cervical cancer using the IVA method among WUS aged 30-50 years at Puskesmas IV Koto, Agam Regency. This research uses a cross-sectional design, with data collected through interviews using questionnaires from 145 WUS. The sample was taken from 24 Jorong in IV Koto District using cluster random sampling. Data were analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. The results showed that 29% of WUS performed early detection using the IVA method. The study found that knowledge, attitudes, motivation, information exposure, husband support, and health worker support were related to early detection behavior of cervical cancer using the IVA method. Information exposure was the most dominant variable; WUS exposed to information about cervical cancer were 5.73 times more likely to perform early detection using the IVA method compared to those who were not exposed, after controlling for knowledge, attitudes, and husband support variables (OR: 5.736, 95% CI, 2.156-15.256). Therefore, efforts to improve access to and dissemination of relevant and accurate health information to the community, especially to WUS, in cervical cancer prevention and early detection programs are essential.
Read More
T-6955
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Shinta Rengganis; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tri Krianto, Evi Martha, Irwan Panca Wariaseno, Heni Rudiyanti
Abstrak: Temuan penyakit demam tifoid tertinggi di Jawa Tengah berasal dari tiga kabupaten,salah satunya adalah Kabupaten Cilacap. Peningkatan kasus demam tifoid terjadi selamatiga tahun berturut-turut di Puskesmas Kroya I. Salah satu perilaku penyebab penularanpenyakit demam tifoid adalah perilaku cuci tangan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku cuci tangan di Kecamatan Kroya.Penelitian dilakukan di Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap, menggunakan desain crosssectional dengan jumlah sampel sebanyak 136 anak usia 9-14 tahun. Data dikumpulkanmelalui wawancara dengan pedoman kuesioner yang telah diuji validitas danreliabilitasnya serta dianalisis menggunakan regresi logistik ganda melalui aplikasistastitik. Hasil penelitian menunjukkan 73,5% responden berperilaku cuci tangan kurangbenar. Hasil analisis menunjukkan pengetahuan, sikap, dan dukungan teman berhubungansecara signifikan dengan perilaku cuci tangan. Pengetahuan merupakan variabel dominandalam perilaku cuci tangan pada anak usia 9-14 tahun, responden dengan pengetahuantinggi berpeluang untuk berperilaku cuci tangan baik 11,86 kali dibandingkan respondendengan pengetahuan rendah. Puskesmas diharapkan memperkaya materi penyuluhankepada anak dan orangtua serta lebih memaksimalkan program dokter kecil sebagai peereducator anak.Kata Kunci: Perilaku Cuci Tangan, Anak, Pengetahuan.
Read More
T-5338
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive