Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32346 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yulia Rahmadona Putri; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari, Rien Pramindari, Ahmad Basyumi
Abstrak: [Fertilitas di Indonesia cenderung stagnan diangka 2,6 dan tidak memenuhi target nasional RPJMN 2015sebesar 2,1. Tingginya TFR menyebabkan meningkatnya CBR yang berdampak terhadap IPM Indonesiasehingga diperlukan upaya pengendalian kelahiran untuk menghindari timbulnya permasalahan lainnya.Kontrasepsi dipercaya sebagai salah satu cara untuk menekan angka kelahiran. Namun CPR Indonesisaditahun 2015 cenderung menurun diangka 59,68. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan variabelyang mempengaruhi penggunaan dan pemilihan kontrasepsi di Indonesia dengan menentukan modelestimasi yang sesuai untuk menilai karakteristik pengguna kontraseps. Penelitian ini merupakan penelitiancross sectional menggunakan data IFLS 5 tahun 2014/2015. Penelitian ini menggunakan pendekatanekonometrika dengan model analisis Multinomial Logistick Regression. Dari hasil penelitian diketahuibahwa faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi MKJP adalah pendidikan (1,89%), pekerjaan(1,96%), pendapatan (80,32%), paritas (2,06%), wilayah tempat tinggal (1,78%), jumlah anak (2,21%) danpangambil keputusan penggunaan kontrasepsi dirumah tangga (2,33%). Faktor yang mempengaruhipenggunaan non MKJP adalah umur (17,1%), jumlah anak (5,69%), pangambil keputusan penggunaankontrasepsi dirumah tangga (9,98%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor sosial ekonomi, demorafi,norma dan lingkungan/peayanan kesehatan berpengaruh dalam penggunaan kontrasespi di IndonesiaKata kunci:Fertilitas, CBR, Kontrasepsi
Fertility in Indonesia provides stagnant at 2.6 and does not meet the national target of RPJMN 2015 of 2.1.The high TFR causes CBR to create an impact on the Indonesian HDI so that birth control efforts areneeded to realize other incidents. Contraception is believed to be one way of rotating birth rates. However,CPR Indonesisa in 2015 can decrease diangka 59.68. The purpose of this study is to prove the variablesthat influence the use and choice of contraceptives in Indonesia by determining the appropriate model forassessing user characteristic. This research is a cross sectional study using IFLS 5 data 2014/2015. Thisresearch uses econometric approach with Multinomial Logistick Regression analysis model. From theresult of the research, the risk factors that influence the use of MKJP contraception are education (1.89%),occupation (1.96%), income (80.32%), parity (2.06%), residence area (1, 78%), number of children(2.21%) and decision making of household contraceptive use (2.33%). The probability of factors affectingthe non-MKJP usage is age (17.1%), number of children (5.69%), decision making of householdcontraceptive use (9.98%). So it can be concluded that socio-economic factors, demography, norms andenvironment / health services have an effect on the use of contrasespi in IndonesiaKey words: Fertility, CBR, contraception.;;;, ]
Read More
T-5428
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fredrik Lumbantobing; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Budi Hidayat, Kurnia Sari, Doni Hendrawan, Ismiwanto
T-4311
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azzahrazade; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Atik Nurwahyuni, Ismiwanto Cahyono, Su`udi
Abstrak: Demand terhadap pelayanan kesehatan tenaga profesional di Indonesia masihterhitung rendah, walaupun peningkatan pembiayan kesehatan dan implementasiasuransi kesehatan yang menjamin lebih dari separuh populasi Indonesia melaluiJaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah dilakukan. Berbagai penelitiansebelumnya menunjukkan bahwa fenomena Supplier Induced Demand merupakansalah satu alasan mengapa ekspenditur kesehatan terus meningkat, sehinggamenyebabkan beban finansial tanpa memberikan keuntungan bagi kesehatanmasyarakat.Menggunakan data Susenas tahun 2012 dan Podes tahun 2011, peneliti melakukanpendekatan mikroekonometri menggunakan metode estimasi two part model danmenganalisis densitas dokter pada level kabupaten dan frekuensi kunjungan kepelayanan rawat jalan pada level individual untuk menemukan indikasi adanyafenomena Supplier Induced Demand pada kunjungan rawat jalan ke dokter praktikperorangan/poliklinik di Indonesia.Penelitian ini merupakan penelitian inisial yang pernah dilakukan di Indonesia.Kesimpulan yang didapatkan adalah densitas dokter merupakan variabel eksogen,dan memberikan korelasi positif pada frekuensi kunjungan responden sakit,sehingga memberikan bukti yang mengindikasikan adanya fenomena SupplierInduced Demand di Indonesia pada tahun 2012. Namun demikian, status sakittetap menjadi faktor utama yang membuat pasien mengakses pelayanankesehatan.Keywords: supplier induced demand, permintaan pelayan kesehatan, asuransikesehatan, rawat jalan
Demand for healthcare remain low, even though Indonesian government continueto increase healthcare funding, and implemented the social health insurance thatcovers more than a half of whole population through Jaminan KesehatanNasional (JKN). Numerous studies mentioned that the Supplier induced Demand(SID) is one of many reason why healthcare expenditure is increasing, causingmore financial pressures, increasing the share of national resources spent onhealthcare, which all of these can occur with few benefits for the health of thepopulation.Using data from Indonesian Household Survey (Susenas 2012) and Potensi Desa(Podes 2011), this study provides an empirical evidence of the phenomenon usingmicroeconometrics approach under the two-part modeling, analyzing district levelphysician density on the individual numbers of doctor visit to find evidenceindicating the existence of SID phenomenon in Indonesia.This is the initial study of the phenomenon in Indonesia, and it concludes thatphysician density is proven exogenous and has positive effect on the frequency ofdoctor visit, thus giving evidence indicating Supplier Induced Demandphenomenon occurred in Indonesia. Nevertheles, poor health status of patients isstill the main reason of the healthcare utilization.Keywords: supplier induced demand, demand for healthcare, health insurance,outpatient care
Read More
T-4687
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lutfi Nurzaman; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Besral, Farida Mutiarawati Tri Agustina, Juhandi
T-2611
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suryaningsih; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Kurnia Sari, Minerva Theodora polanida Simatupang,Zakiah
Abstrak:

Analisis penerapan Penganggaran berbasis Kinerja untuk Standar Pelayanan Minimal (SPM) Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Berat di Dinas Kesehatan Kota Depok Tahun 2025, Penelitian ini menganalisis pelaksanaan penganggaran berbasis kinerja (PBK) terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM) ODGJ Berat di Dinas Kesehatan Kota Depok telah mencerminkan kebutuhan riil di lapangan. Meskipun capaian SPM tercatat mencapai 100% pada tahun 2023 dan 2024, alokasi anggaran justru mengalami penurunan signifikan: dari (0,06%) pada 2023 menjadi hanya (0,02%) pada 2024 dari total anggaran Dinas Kesehatan. Kontradiksi ini mencolok, terutama ketika prevalensi gangguan jiwa di Kota Depok masih sangat tinggi 9,1% di kalangan pegawai pemerintah dan 15,3% di masyarakat umum, angka provinsi (4,4%) dan nasional (2%). Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam penerapan PBK yang seharusnya mengedepankan prinsip efektivitas, efisiensi, dan evidence-based. Penelitian ini menggunakan pendekatan komprehensif terhadap komponen struktur, proses, dan komitmen daerah, untuk menilai apakah kebijakan penganggaran yang diterapkan sudah mendukung keberlanjutan layanan kesehatan jiwa secara substantif, bukan sekadar administratif.


Analysis of the Implementation of Performance-Based Budgeting for Minimum Service Standards (SPM) for People with Severe Mental Disorders (ODGJ) at the Depok City Health Office in 2025,This study analyzes whether the implementation of performance-based budgeting (PBB) for the Minimum Service Standards (SPM) for People with Severe Mental Disorders (ODGJ) at the Depok City Health Office reflects the actual needs in the field. Although SPM achievements reached 100% in 2023 and 2024, the allocated budget experienced a significant decline—from 0.06% in 2023 to only 0.02% in 2024 of the total Health Office budget. This contradiction is striking, especially considering the high prevalence of mental disorders in Depok: 9.1% among government employees and 15.3% in the general population, far exceeding the provincial average (4.4%) and the national rate (2%). This situation highlights serious challenges in the application of PBB, which should prioritize effectiveness, efficiency, and evidence-based principles. This study adopts a comprehensive approach by examining structural components, processes, and regional commitment to assess whether the current budgeting policy supports the sustainability of mental health services in a substantive, rather than merely administrative, manner.

 

Read More
T-7390
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afaf Jauhar; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Amila Megaraini, Mazda Novi Mukhlisa
Abstrak:
Seiring dengan pertumbuhan populasi lansia di Khyber Pakhtunkhwa dan meningkatnya beban biaya pelayanan kesehatan, pemerintah provinsi memperkenalkan program asuransi kesehatan Sehat Insaf Card (SIC) yang bertujuan untuk memperluas akses terhadap perawatan rumah sakit. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan rumah sakit oleh lansia di Khyber Pakhtunkhwa sebelum dan sesudah implementasi SIC, dengan fokus pada perubahan pola pemanfaatan serta ketimpangan berdasarkan jenis kelamin, tingkat pendapatan, dan wilayah tempat tinggal, disertai dengan perspektif para pemangku kepentingan. Temuan kuantitatif menunjukkan bahwa secara keseluruhan pemanfaatan rumah sakit meningkat setelah pelaksanaan SIC, dan kesenjangan gender yang sebelumnya ada mengecil, dengan tidak ditemukannya perbedaan yang signifikan antara laki-laki dan perempuan pada tahun 2020. Namun demikian, ketimpangan tetap ada: lansia yang tinggal di wilayah pedesaan masih lebih kecil kemungkinannya untuk mengakses layanan rumah sakit dibandingkan dengan mereka yang tinggal di wilayah perkotaan. Meskipun terjadi peningkatan penggunaan layanan di kalangan lansia berpendapatan rendah akibat pengurangan hambatan finansial, ketimpangan berdasarkan tingkat pendapatan tetap bertahan. Wawancara dengan pemangku kepentingan mengungkapkan berbagai tantangan yang masih berlangsung, termasuk rendahnya tingkat kesadaran lansia terhadap manfaat SIC, serta kesulitan di wilayah terpencil akibat keterbatasan transportasi, fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan infrastruktur. Sebagai kesimpulan, meskipun SIC telah berhasil memperluas cakupan dan meningkatkan pemanfaatan rumah sakit di kalangan lansia, hambatan akses yang mengakar tetap ada, sehingga diperlukan upaya pelengkap dalam sosialisasi dan penguatan sistem kesehatan agar seluruh lansia dapat memperoleh manfaat secara adil dari program ini.
As the elderly population in Khyber Pakhtunkhwa continues to grow and faces significant healthcare cost burdens, the provincial government introduced the Sehat Insaf Card (SIC), a health insurance program aimed at expanding access to hospital care. This study examines the factors influencing hospital utilization among the elderly in Khyber Pakhtunkhwa before and after the implementation of the SIC, with a particular focus on changes in utilization patterns and disparities by gender, income, and region, as well as stakeholder perspectives. Quantitative findings indicate that overall hospital use increased following SIC implementation, and the previous gender gap narrowed, with no statistically significant male–female differences observed by 2020. However, disparities persisted: elderly individuals in rural areas remained less likely than their urban counterparts to access hospital services, and although hospital use among low-income seniors improved due to reduced financial barriers, income-based inequalities remained. Stakeholder interviews revealed persistent challenges, including limited awareness of SIC benefits among the elderly and continued difficulties in remote areas due to transportation constraints and shortages in healthcare facilities, staff, and infrastructure etc. In conclusion, while the SIC has successfully expanded coverage and improved hospital utilization among the elderly, entrenched access barriers remain, highlighting the need for complementary efforts in outreach and health system strengthening to ensure that all elderly individuals can benefit equitably from the program.

Read More
T-7380
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adinda Risnanda Putri; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Kurnia Sari, Tati Suryati, Amir Su`udi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan utilisasi pengobatan keluhan gangguan mental emosional di Indonesia dengan menganalisis data Riskesdas 2013. Data menunjukkan bahwa 6% populasi berusia >= 15tahun menderita gangguan mental emosional. Hanya 12% responden dengan gangguan mental emosional yang melakukan pengobatan, hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa. Kepemilikan jaminan kesehatan dan pengetahuan mengenai keberadaan faskes berhubungan utilisasi. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui promosi Aplikasi Sehat Jiwa, termasuk pengetahuan tentang gejala gangguan mental emosional serta informasi ketersediaan fasilitas kesehatan yang bisa diakses. Layanan kesehatan jiwa di Puskesmas perlu diperkuat dengan meningkatkan kemampuan dokter untuk mendiagnosis dan menangani gejala gangguan mental emosional sehingga menurunkan resiko mengalami ganguan jiwa. Kata kunci: utilisasi, pengobatan, ganguan mental emosional
Read More
T-4786
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lamhot Tambunan; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Armasytra Bahar, Rocky Gunung Hasudungan
Abstrak: Rendahnya utilisasi pelayanan kesehatan gigi di Indonesia menjadipermasalahan yang selama ini menjadi suatu kendala dalam meningkatkan derajadkesehatan di Indonesia karena menurut Undang-Undang nomor 36 tahun 2009bahwa pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara danmeningkatakan derajad kesehatan masyarakat. Dari data penelitian menunjukkanrendahnya utilisasi pelayanan kesehatan gigi padahal prevalensi karies gigi diIndonesia cukup tinggi. Peneliti ingin melihat determinan utilisasi pelayanankesehatan gigi di Indonesia.Penelitian ini merupakan analisis data sekunder Susenas 2012 yangmerupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian inimelihat determinan utilisasi pelayanan kesehatan gigi diindonesia.Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor usia, jenis kelamin, statuspernikahan, status pendidikan, status pekerjaan dan status tempat tinggal tidakmenunjukan hubungan yang sangat kuat dalam memanfaatkan pelayanankesehatan gigi di Indonesia, Sementara faktor kepemilikan asuransi, statusekonomi,wilayah domisili, dan adanya gangguan aktivitas menunjukan hubunganyang sangat kuat terhadap utilisasi pelayanan kesehatan gigi di Indonesia.Saran dari studi ini adalah karena adanya hubungan yang sangat kuatantara kepemilikan asuransi dengan utilisasi pelayanan kesehatan gigi hendaknyacakupan asuransi diperluas terutama untuk masyarakat miskin agar supayautilisasi pelayanan kesehatan gigi juga bisa meningkat, dan distribusi dokter gigijuga harus lebih terdistribusi dengan baik.Kata Kunci:Determinan, unmet need, utilisasi, Susenas 2012.
Lack of dental health services utilization in Indonesia became a problem aslong as it becomes a constraint in increasing degree movies health in Indonesiabecause according to Undang-undang no 36 tahun 2009 that oral health servicesdone to nurture and increases public health degree movies. Data from the sudyshowed poor dental health service utilization whereas the prevalence of dentalcaries in Indonesia is quite high. Researchers would like to see the dental healthservice utilization determinants in Indonesia.This research is analysis of data secondary susenas 2012 that is researchquantitative to a draft cross sectional. This research see determina the utilizationof health services of health services teeth in Indonesia.The result analysis shows that a factor of age, gender, the status ofmarriage, the status of education, the status of the job and the satatus of thedwelling place of not show a very strong in the harness of health services inIndonesia, the teeth insurance, while a factor of possession economic status, theregion of domicile, and any disturbance activity showed a very strong against theutilization of health services teeth in Indonesia.Advice from this study is due to the powerful relationship betweeninsurance with the utilization of health service should tooth-reinsurance coveragesexpanded especially for the poor health services so that the utilization rise, canalso distribution dentist must be distributed properly.Key words :Determinant, Unmet Need, Utilization, Susenas 2012.
Read More
T-4044
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edi Junaidi; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Nadjib, Kurnia Sari, Risky Kusuma, Abdul Halik Malik
Abstrak: Indonesia merupakan pasar rokok tertinggi ketiga di dunia, sedangkan peringkat kedua ditempati oleh India dan tempat pertama adalah China. Tingginya minat perokok baru menjadi salah satu ukuran prevalensi perokok pemula terutama perokok laki-laki dewasa. Karakteristik konsumen rokok elektrik menunjukkan angka yang lebih tinggi pada jenis kelamin laki-laki, usia produktif, diperkotaan, dan mereka tidak bekerja serta mempunyai kebiasaan merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan terhadap perilaku konsumsi rokok elektrik di Indonesia Tahun 2017. Metode yang digunakan menggunakan analisis logit menggunakan data sekunder Susenas Tahun 2017. Hasil penelitian diketahui bahwa sebesar 1, 56% dari 773.180 orang sampel individu yang mengkonsumsi rokok elektrik. Analisis bivariat diketahui bahwa semua variabel berhubungan (jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, usia, lokasi tempat tinggal, akses internet, status pernikahan, dan kepemilikan jaminan kesehatan dengan konsumsi rokok elektrik di Indonesia. Dan analisis multivariat diketahui bahwa variabel paling berhubungan dengan perilaku konsumsi rokok elektrik adalah variabel pendapatan serta memiliki nilai variabel pendapatan sangat tinggi memiliki peluang sebesar 1,79 dibandingkan pendapatan sangat rendah. Oleh karena itu perlu adanya kebijakan pengendalian pertumbuhan jumlah konsumen rokok elektrik, dan edukasi mengenai bahaya rokok elektrik serta tujuan penggunaan rokok elektrik
Read More
T-6349
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andre Yunianto; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Felly Philipus Senewe, Mazda Novi Mukhlisa
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan mengetahui peran jaminan kesehatan dan determinan yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh penyandang disabilitas di Indonesia pada tahun 2021 menggunakan data Susenas Maret 2021. Variabel terikat penelitian ini adalah pemanfaatan pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap di FKTP dan FKRTL. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat dengan metode Binary Regression menggunakan model logit. Diketahui variabel kepemilikan jaminan kesehatan, pemanfaatan JKN, jenis disabilitas, tingkat keparahan disabilitas, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaan, status kawin, jumlah anggota rumah tangga, dan karakteristik tempat tinggal serta status ekonomi berpengaruh signifikan pada pemanfaatan layanan rawat jalan dan rawat inap (p-value 0,000 <0,005). Kepemilikan jaminan kesehatan non JKN atau kepemilikan jaminan kesehatan ganda (JKN dan non JKN) meningkatkan peluang pemanfaatan layanan baik rawat inap maupun rawat jalan. Terjadi penurunan kepemilikan jaminan kesehatan terhadap peningkatan status ekonomi penyandang disabilitas (propoor). Sebaliknya terjadi tren peningkatan pemanfaatan jaminan kesehatan terhadap peningkatan status ekonomi keluarga penyandang disabilitas (prorich).


 

This research aims to determine the role of health insurance and the determinants that influence the use of health services by people with disabilities in Indonesia in 2021 using Susenas data for March 2021. The dependent variable of this research is the use of outpatient and inpatient health services at FKTP and FKRTL. Data were analyzed bivariately and multivariately using the Binary Regression method using the logit model. It is known that the variables of ownership of health insurance, utilization of JKN, type of disability, severity of disability, gender, education, employment status, marital status, number of household members, and characteristics of residence and economic status have a significant effect on the utilization of outpatient and inpatient services ( p-value 0.000 <0.005). Ownership of non-JKN health insurance or ownership of dual health insurance (JKN and non-JKN) increases the chances of utilizing both inpatient and outpatient services. There has been a decrease in ownership of health insurance due to an increase in the economic status of people with disabilities (propoor). On the contrary, there is a trend of increasing use of health insurance towards increasing the economic status of families of people with disabilities (prorich).

Read More
T-7080
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive