Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32363 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Pratiwi Koesoemawardani; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Lusi Nurbaiti Badri
Abstrak: Pemantauan pemilahan sampah di Kelurahan Abadijaya merupakan kegiatan peninjauan ulang kembali kondisi sampah di tingkat rumah tangga untuk memudahkan pemerosesan sampah selanjutnya sehingga dapat meminimalisir timbulan sampah di TPA. Sebelumnya warga Kelurahan Abadijaya telah diberikan penyuluhan terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis dan mengetahui faktor-faktor yakni karakteristik rumah tangga (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan dan tingkat pendapatan) serta tingkat pengetahuan responden dalam berperilaku konsistensi memilah sampah. Penelitian ini dilakukan dari bulan Agustus hingga November 2018 dengan metode wawancara dan pemantauan. Data yang diperoleh dianalisis secara analitik dengan desain studi cross sectional dan uji statistik chi square sehingga diperoleh data terdapat hubungan antara karakteristik rumah tangga (usia dan status pekerjaan) dengan perilaku konsistensi memilah sampah rumah tangga. Dengan demikian, sasaran utama penyuluhan dan program pemilahan sampah ialah rumah tangga khususnya individu yang tidak bekerja agar tujuan konsistensi memilah sampah dapat tercapai dan sampah yang didistribusikan ke TPA terminimalisir
Read More
S-9947
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhiya Farah Athaya Wijaya; Pembimbing: Zakianis; Penguji: I Made Djaja, Anita Rentauli Gultom
Abstrak: Perilaku memilah sampah oleh rumah tangga masih cenderung rendah. Hal ini disebabkan oleh 2 faktor yaitu kurangnya motivasi dalam diri dan kondisi dari luar yang tidak mendukung untuk melakukan pemilahan sampah. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui hubungan antara program pemilahan sampah di wilayah kerja TPS3R dengan perilaku memilah sampah di rumah tangga di Kota Depok, Bogor dan Tangerang Selatan. Faktor lainnya yang diduga terkait dengan pemilahan sampah di rumah tangga antara lain karakteristik rumah tangga yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jenis pekerjaan, luas bangunana, dan luas lahan. Uji statistik yang digunakan adalah Uji chi-square dan regresi logistik.. Hasil menunjukkan bahwa program pemilahan sampah di wilayah kerja TPS3R adalah faktor yang paling dominan terkait dengan perilaku memilah sampah oleh rumah tangga. Sehingga perlu adanya perencanaan dan pelaksanaan program pemilahan sampah untuk mengurangi timbulan sampah.
Kata kunci: Pemilahan Sampah, TPS3R/UPS, Perilaku Memilah Sampah di Rumah Tangga, Sampah Rumah Tangga, Program Pemilahan Sampah

Waste sorting behaviour by household is still tending to low. This is caused by 2 factors namely lack of motivation from themselves and condition from outside that does not support to do waste sorting. This study aims to find out that waste sorting program in works area of temporary waste dump based on reduce, reuse, recycle (TPS3R) can encourage household to sort their waste in Depok, Bogor, and South Tangerang City. Another factors that predicted to have relation with waste sorting behaviour by household among others household characteristic that consist of age, sex, education level, household monthly income, employment, house size, and land size. This study will use chi-square and regression logistics test as statistic tests. Results showed that waste sorting program in works area of TPS3R is a dominant factor to encourage waste sorting behaviour by household. So there should have been planning and implementation of the waste sorting program to reduce pileup waste.
Key words: Sorting Waste, TPS3R/UPS, Waste Sorting Behaviour, Household Waste, Waste Sorting Program
Read More
S-9760
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Restu Yenni Inaya; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Perilaku manusia dapat memicu peningkatan produksi sampah yang melebihi kemampuan untuk mengelola dan membuang sampah yang dihasilkan. Tanggung jawab pengelolaan sampah rumah tangga sebagai hasil dari kegiatan sehari-hari di dalam keluarga mayoritas menjadi tanggung jawab ibu rumah tangga. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku ibu rumah tangga dalam pemilahan sampah di Kelurahan Pondok Kelapa. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pengambilan sampel secara simpel random sampling dengan rumus uji dua proporsi sejumlah 90 sampel dipilih sesuai kriteria inklusi yaitu ibu rumah tangga di kelurahan Pondok Kelapa RW 04, 09 dan 014 yang bekerja maupun tidak bekerja. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Faktor yang mungkin berhubungan adalah umur responden, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, sarana, pengawasan dan peraturan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,2% ibu rumah tangga melakukan pemilahan di rumahnya. Secara statistik, ditemukan adanya hubungan signifikan pada ketersediaan sarana, pengawasan dan peraturan terhadap perilaku pemilahan sampah (p = 0,000), sementara untuk umur, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap dan kebiasaan tidak memiliki hubungan signifikan terhadap perilaku pemilahan sampah.

Human behavior can trigger an increase in waste production that exceeds the ability to manage and dispose of the generated waste. The responsibility for managing household waste as a result of daily activities in the majority of families is most responsibility of housewives. The main objective of this research is to describe the behavior of housewives in waste sorting in Pondok Kelapa Subdistrict. This study used a cross-sectional study design with simple random sampling with a two-proportion test formula with a total of 90 samples selected according to inclusion criteria, namely housewives in Pondok Kelapa RW 04, 09 and 014 who worked or did not work. Data collection was carried out using a questionnaire. Factors that may be related are the age of the respondent, level of education, knowledge, attitudes, habits, facilities, supervision and regulations. The results showed that 52.2% of housewives did waste sorting at their home. Statistically, it was found that there was a significant relationship between the availability of facilities, supervision and regulations on waste sorting behavior (p = 0.000), while age, education level, knowledge, attitudes and habits had no significant relationship to waste sorting behavior.
Read More
S-11422
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erin Firliana; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Agustin Kusumayati, Ika Widianingrum
Abstrak: Permasalahan timbulan sampah yang terus meningkat disebabkan karena kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R. Penyuluhan merupakan kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan menyebarluaskan informasi dan menanamkan kayakinan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyuluhan yang lebih efektif antara penyuluhan individual dan kelompok terhadap peningkatan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R di Kelurahan Abadijaya, Depok. Jenis penelitian ini adalah Quasi experiment. Subjek penelitian terdiri dari 50 rumah tangga pada masing-masing kelompok. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi-square, pair t-test, Wilcoxon,dan mann whitney.

Hasil menunjukkan bahwa penyuluhan individual dan kelompok secara signifikan dapat meningkatkan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga bekonsep 3R saat sebelum dan setelah penyuluhan. Akan tetapi, tidak ada perbedaan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R pada penyuluhan individual dan kelompok

Kata kunci : Pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R, Pengetahuan, Penyuluhan individual, Penyuluhan Kelompok, Perilaku, Sikap

The problem of increasing amount of waste is due to the lack of understanding and public awareness about household waste management using the 3R concept. Counseling is a health education activity carried out by disseminating information and instilling confidence to improve the knowledge, attitude, and behavior concerning household waste management using the 3R concept.

The goal of this study is to find out which of the following counseling methods between individual counseling or group counseling is more effective at improving the value of average knowledge, attitude, and behavior towards household waste management using the 3R concept in Kelurahan Abadijaya, Depok. This research is quasi-experimental. The subjects consisted of 50 households in each group. The statistical tests used in this study are the chi-square, pair t-test, Wilcoxon, and Mann-Whitney test.

Results showed that individual and group counseling significantly improves the value of average knowledge, attitude, and behavior towards household waste management using the 3R concept before and after counseling. However, there was no correlation between the values of average knowledge, attitude, and behaviors towards household waste management using the 3R concept between individual and group counseling.

Key words: Household waste management using the 3R concept, Knowledge, Attitude, Behavior, Individual Counseling, Group Counseling
Read More
S-10119
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christania Citralia Julia Paruntu; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Laila Fitria, Ririn Arminsih, Lusi Nurbaiti Badri, Miftahur Rohim
Abstrak: Perilaku membuang sampah sisa makanan pada rumah tangga terjadi di berbagai tahapan mulai dari belanja bahan pangan, penyimpanan bahan pangan dan penyediaan makanan sampai di konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam perilaku membuang sampah sisa makanan pada skala rumah tangga studi kasus di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan metode kelompok diskusi terarah yang terdiri dari 8 kelompok dengan kategori sebagai berikut kelompok diskusi terarah berdasarkan usia, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga dan tingkat pendidikan. Perilaku membuang sampah sisa makanan di tingkat rumah tangga seringkali terjadi pada tahapan belanja yakni belum sempat dikonsumsi tetapi sudah busuk akibat dari pola belanja bahan pangan rumah tangga yang tidak terencana. Berdasarkan hasil diskusi kelompok terarah rumah tangga masih kurang memahami cara membedakan tanggal kedaluwarsa dan tanggal sebelum makanan layak dikonsumsi. Berdasarkan hasil diskusi kelompok terarah rumah tangga masih kurang termotivasi untuk menjaga makanan supaya tidak mudah busuk dan akhirnya menjadi sampah. Dari segi norma, semua rumah tangga memiliki kebiasaan menyediakan makanan berlebih sehingga makanan tersebut mudah menjadi busuk dan akhirnya menjadi sampah. Kesimpulan, rumah tangga masih banyak berperilaku membuang sampah sisa makanan karena belanja berlebih dan menyediakan makanan dalam jumlah berlebih sehingga makanan tersebut busuk dan menjadi sampah. Saran, pentingnya pendidikan terhadap rumah tangga dalam mengelola makanan supaya tidak mudah busuk.
The behavior of wasting food in households occurs at various stages, from shopping food, storing food and preparing food to consumption. This study aims to dig deeper into the behavior of wasting food in households at a case study household scale in Semarang. This type of research is qualitative. The research data collection method used focus group discussions consisting of 8 groups with the following categories focus group discussions based on age, gender, number of family members and level of education. The behavior of wasting food in households often occurs at the shopping stage, it has not yet been consumed but has spoiled as a result of unplanned household food shopping patterns. Based on the results of focus group discussions, households still do not understand how to distinguish the ?expired date? and the ?date before food is fit for consumption?. Based on the results of focus group discussions, households are still not motivated enough to keep food from spoiling easily and eventually turning into trash. In terms of norms, all households have a habit of providing excess food so that the food spoils easily and eventually becomes trash. In conclusion, many households still have the behavior of disposing of leftover food waste due to excessive spending and providing excess amounts of food so that the food spoils and becomes trash. Suggestion, the importance of education for households in managing food so it does not spoil easily
Read More
T-6538
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gelant Sanjaya; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Zakianis, Yulita Suprihatin
Abstrak: Studi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku mencegah timbulan sampah pada ibu rumah tangga yang berlokasi di Pulau Panggang, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Jumlah responden yang dilibatkan dalam studi ini sebanyak 89 responden yang semuanya ibu rumah tangga. Studi ini juga menggambarkan faktor-faktor predisposisi diantaranya pendidikan terakhir ibu rumah tangga, pendapatan perbulan keluarga, sikap mencegah timbulan sampah, dan pengetahuan tentang mencegah timbulan sampah. Selain itu, studi ini juga menggambarkan faktor pendukung perilaku yakni dukungan dari kepala keluarga, tetangga sekitar, dan perangkat RT atau RW. Kedua faktor tersebut juga dilakukan analisis bivariat untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku mencegah timbulan sampah. Studi ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan juga sudah melewati tahap validitas dan reliabilitas dengan 13 pertanyaan perilaku dalam mencegah timbulan sampah, 9 pertanyaan pengetahuan tentang mencegah timbulan sampah, 8 pertanyaan sikap terhadap mencegah timbulan sampah, dan 5 pertanyaan untuk masing-masing dukungan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencegah timbulan sampah masih perlu diperbaiki dengan skor rata-rata 65,17%. Perilaku-perilaku yang masih perlu diperbaiki diantaranya adalah penggunaan kantong plastik pembelian minuman dan makanan instan, serta membuang makanan yang masih layak. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku yakni pendidikan terakhir (t = 2,375, p = 0,020), sikap terhadap mencegah timbulan sampah(r = 0,288, p = 0,003), dan dukungan kepala keluarga (r = 0,236, p = 0,026). Sehingga peningkatan perilaku mencegah timbulan sampah dapat dilakukan dengan fokus pada bagian yang masih perlu diperbaiki serta meningkatkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mencegah timbulan sampah.
Read More
S-10224
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roukhul Zuhana Adillata; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
Abstrak: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang menjadi penyebab utama mortalitas dan morbiditas penyakit menular di dunia. Setiap tahun terdapat 156 juta kasus baru ISPA dimana 97% diantaranya terjadi di negara berkembang. Indonesia sendiri merupakan negara yang menempati urutan ke empat ISPA terbanyak di negara berkembang. Salah wilayah dengan kasus ISPA yang cukup tinggi di Indonesia adalah Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan. ISPA sendiri merupakan penyakit menular utama di Kec. Wonopringgo. Desa Kwagean merupakan desa yang menempati urutan ketiga sebagai desa dengan kasus ISPA terbanyak di Kec. Wonopringgo. Selain itu, pengelolaan limbah dan sampah rumah tangga di desa ini juga masih menjadi kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengelolaan limbah dan sampah rumah tangga dengan kejadian ISPA di Desa Kwagean, Kec. Wonopringgo, Kab. Pekalongan tahun 2017. Adapun variabel independen yang diteliti adalah sarana pembuangan kotoran manusia (jamban), saluran pembuangan air limbah (SPAL), sarana tempat pembuangan sampah, dan pembakaran sampah. Sedangkan variabel dependennya adalah kejadian ISPA. Penelitian ini menggunakan data primer dengan desain studi cross sectional dan analisis bivariat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner serta observasi sarana sanitasi. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 95 rumah tangga. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubun:an dengan ISPA adalah jamban (p=0.001; OR=5.47 (95% CI: 2.2-13.6)), SPAL (p=0.001; OR=7.07 (95% CI: 2.9-17.5)), dan sarana tempat pembuangan sampah (p=0.00; OR=13.81 (95% CI: 4.85-39.27)). Sedangkan variabel pembakaran sampah tidak berhubungan dengan ISPA (p=1.00). Perlu adanya kerjasama antar aparat Desa Kwagean dengan Puskesmas Wonopringgo untuk menurunkan angka kejadian ISPA di Desa Kwagean.
Kata kunci: ISPA, jamban, SPAL, sarana tempat pembuangan sampah, pembakaran sampah

Acute respiratory infection (ARI) is a major cause of mortality and morbidity infection diseases in the world. Every year, there are 156 million new cases of ARI that 97% of them occur in developing countries. Indonesia is the fourth developing country with the highest number of ARI. Wrong area with cases of high ARI cases in Indonesia is Wonopringgo Subdistrict, Pekalongan Regency. ARI is a major contagious disease in Wonopringgo Subdistrict. Kwagean Village is the third rural village with the highest number of ARI cases in Wonopringgo Subdistrict. In addition, the management of household water and solid waste in this village is still a constraint. This study aims to determine the relationship between household water and solid waste management with the incidence of ARI in Kwagean Village, Wonopringgo Subdistrict, Pekalongan Regency in 2017. The independent variables in this study are human waste disposal facilities (latrine), sewerage, dustbin, and waste incineration. While the dependent variable is the incidence of ARI. This study used primary data with cross sectional study design and bivariate analysis. The data were collected by interview using questionnaire as well observation of sanitation facilities. The total sample in this research is 95 households. Sampling was done by purposive random sampling technique. Research result shows that the variables associated with ARI are latrine (p=0.001; OR=5.47 (95% CI: 2.2-13.6)), sewerage (p=0.001; OR=7.07 (95% CI: 2.9-17.5)), and dustbin (p=0.00; OR=13.81 (95% CI: 4.85-39.27)). While waste inceneration is not associated with ARI (p=1.00). There is a need a coordination between Kwagean Village apparatus with Wonopringgo Health Center to decrease the incidence of ARI in Kwagean Village.
Key words: ARI, latrine, sewerage, dustbin, waste inceneration
Read More
S-9599
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raditha Cahyani Isty Ningdiyah; Pembimbing: Haryoto Kusno Putranto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Sampah merupakan sisa dari suatu kegiatan sehari-hari manusia dan proses alam yang berwujud padat, keberhasilan pengelolaan sampah berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat merupakan segala bentuk keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah mulai dari proses prencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor sosiodemografi, pengetahuan, dan faktor eksternal terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Batu Ampar, Jakarta Timur pada tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan metode penelitian cross sectional dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Setelah dilakukan perhitungan besar sampel minimum menggunakan rumus uji hipotesis beda proporsi (Lemeshow, 1990) didapatkan besar sampel minimum sebanyak 114 sampel. Hasil penelitian menyatakan bahwa mayoritas rumah tangga di Kelurahan Batu Ampar telah memiliki tingkat partisipasi tinggi dalam pengelolaan sampah rumah tangga yaitu sebanyak 60 responden (52,6%), dimana 54 responden lainnya (47,4%) memiliki tingkat partisipasi rendah dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Pada penelitian juga dinyatakan bahwa terdapat faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan partisipasi pengelolaan sampah rumah tangga yaitu faktor sosiodemografi dan faktor eksternal. Faktor sosiodemografi yang memiliki hubungan signifikan dengan partisipasi masyarakat adalah usia (nilai p 0,009; OR 10,26), sedangkan faktor eksternal yang memiliki hubungan signifikan dengan partisipasi masyarakat adalah dukungan tokoh masyarakat (nilai p 0,002; OR 3,39). Untuk faktor sosiodemografi seperti jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan; pengetahuan; dan faktor eksternal berupa sarana prasarana tidak memiliki hubungan dengan partisipasi masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah variabel usia dan dukungan tokoh masyarakat memiliki hubungan yang signifikan dengan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Waste is the residue of daily human activities and natural processes in solid form, the success of waste management is related to the level of community participation. Community participation is all forms of community involvement in waste management starting from the process of planning, implementation, to evaluation. The aim pf this research is to analyze the relationship between sociodemographic factors, knowledge, and external factors on community participation in household waste management in Batu Ampar Subdistrict, East Jakarta, in the year 2023. This study employs an analytic survey method using a cross-sectional research design with stratified random sampling as the sampling technique. After calculating the minimum sample size using the hypothesis test formula for the difference in proportions (Lemeshow, 1990), the minimum sample size was determined to be 114 samples. The research result indicated that majority of households in Batu Ampar Subdistrict have a high level of participation in household waste management, with 60 respondents (52,6%), while the remaining 54 respondents (47,4%) have a low level of participation. The study also states that there are factors significantly associated with household waste management participation, namely sociodemographic and external factors. Sociodemographic factors significantly associated with community participation are age (p-value 0,009; OR 10,26), while the external factors significantly associated with community participation is community leader support (p-value 0,002; OR 3,39). Sociodemographic factors such as gender, education, occupation, and income; knowledge; and external factors such as facilities do not have significant relationship with community participation. In conclusion, age and community leader support variable are significantly associated with community participation in household waste management.
Read More
S-11537
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Insyira Ranti Diamantha; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah dapat dilakukan pada berbagai tingkatan, seperti pada tingkat rumah tangga. Partisipasi rumah tangga dalam pengelolaan sampah dapat dihitung dari keikutsertaannya dalam memilah dan mengumpulkan sampah pada program daur ulang sampah anorganik yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat partisipasi rumah tangga pada jenis program daur ulang sampah anorganik di Kawasan Bintaro Jaya Wilayah Kelurahan Pondok Pucung dan mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan partisipasi rumah tangga tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 147 rumah tangga. Variabel dependen adalah partisipasi rumah tangga dalam pengelolaan sampah melalui program daur ulang sampah anorganik sementara variabel independen yaitu tingkat pendidikan, pengetahuan mengenai sampah, sikap terhadap pengelolaan sampah, dukungan tokoh masyarakat, adanya informasi melalui sosialisasi, jenis program daur ulang sampah anorganik, tempat sampah terpilah, ketersediaan dan akses sarana prasarana program. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi rumah tangga di Kawasan Bintaro Jaya Wilayah Kelurahan Pondok Pucung adalah 54.5% dengan tingkat partisipasi terbesar pada program donasi pada recycling center atau tempat penerima sampah untuk daur ulang. Adapun terdapat hubungan antara faktor-faktor yang tergolong ke dalam faktor enabling dan reinforcing, yaitu tempat sampah terpilah (pvalue <0.001), ketersediaan dan akses sarana prasarana program (pvalue <0.001), jenis program (pvalue = 0.009), dukungan tokoh masyarakat (pvalue <0.001), dan informasi melalui sosialisasi (pvalue <0.001).

Community participation in the implementation of waste management can be done at various levels, such as on household level. Household participation in waste management can be obtained by their sorting and collecting waste activities to the inorganic waste recycling program around their household. The purpose of this study is to analyze the household participation level on inorganic waste recycling programs in Bintaro Jaya area Pondok Pucung urban village region and to find out the factors related. This study used a quantitative method with a cross sectional study design with a total sample of 147 households. The dependent variabel is household participation in waste management through the inorganic waste recycling program, while the independent variables are education level, knowledge about waste, attitude towards waste management, support of community figures, information through socialization, types of inorganic waste recycling program, availability of segregated waste bins, and availability and access to program facilities. The results of this study indicate that the participation rate of households is 54.5% with the largest participation rate in the waste donation program to the recycling centers or garbage collectors for recycling. There is a relationship between the reinforcing and enabling factors to the household participation, which is the availability of segregated waste bins (pvalue <0.001), availability and access to program facilities (pvalue <0.001), types of inorganic waste recycling program (pvalue = 0.009), support of community figures (pvalue < 0.001), and information through socialization (pvalue <0.001).
Read More
S-11295
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febriyana Mustika Dewi; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, Laila Fitria, Inswiasri, Mitta Ratna
Abstrak: Sampah menjadi masalah beberapa negara yang sedang berkembang salah satunya Indonesia. Pada bulan Desember 2019, terjadi wabah penyakit yang disebabkan oleh koronavirus atau biasa disebut COVID-19, kota Cimahi adalah salah satu kota yang padat di Provinsi Jawa Barat dengan kasus isolasi mandiri sebanyak 10.323 Tujuan untuk mengetahui seberapa jauh penularan COVID- 19 klaster keluarga berdasarkan penanganan sampah spesifik rumah tangga yang dihasilkan pasien penyintas COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di Kota Cimahi 2022. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. sampel penelitian ini adalah 237 Orang penyintas COVID-19 yang melakukan Isolasi mandiri di rumah. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan kouisoner yang telah dilakukan iji validitas dan realibilitas. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan kejadian penularan klaster keluarga (p=0,025), terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan penularan klaster keluarga (p= 0,014), terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan dengan penularan setelah dikontrol oleh variabel confounding yaitu pendidikan dan terdapat hubungan yang signifikan sikap dengan penularan setelah dikontrol oleh variabel confounding yaitu usia pada penyintas COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah dengan kejadian COVID-19 klaster keluarga di Kota Cimahi 2022 Kesimpulan tidak terdapat penyebaran COVID-19 yang masif di klaster keluarga, Pengetahuan baik dan sikap buruk pada pasien survivor COVID-19, Ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan kejadian penularan klaster keluarga, Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dan kejadian penularan klaster. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian penularan klaster keluarga yang dikendalikan oleh variabel pengganggu pendidikan. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan kejadian penularan klaster keluarga yang dikendalikan oleh variabel pengganggu yaitu usia. Saran bagi Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan PEMKOT Kota Cimahi perlunya memberikan penyuluhan mengenai penanganan sampah yang perlu dilakukan selama melakukan isolasi mandiri dalam upaya menekan kasus penyebaran kasus COVID-19 di klaster keluarga.
Factors on the Household Specific Waste Handling Characteristics of COVID-19 Survivors Patients Self-Isolating (Isoman) at Home With Family Cluster COVID-19 Incidences in Cimahi City 2022 Counsellor : Prof. dr. Haryoto Kusnoputranto, S.KM., Dr.PH. Waste is a problem in several developing countries, one of which is Indonesia.In December 2019, there was an outbreak of a disease caused by the corona virus or commonly called COVID-19, the city of Cimahi is one of the densest cities in West Java Province with 10,323 cases of self-isolation.Household-specific waste generated by COVID-19 survivor patients who are self-isolating (isoman) in Cimahi City 2022. This research method is a quantitative research with a cross sectional design. The sample of this study 237 respondent COVID-19 survivors who were self-isolating at home. The data collected in this study is primary data using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The results showed that there was a significant relationship between attitudes and the incidence of family cluster transmission (p = 0.025), there was a significant relationship between education and family cluster transmission (p = 0.014), there was a significant relationship between knowledge and transmission after being controlled by the confounding variable, namely education. and there is a significant relationship between attitudes and transmission after being controlled by the confounding variable, namely the age of COVID-19 survivors who are self-isolating at home with the incidence of family cluster COVID-19 in Cimahi City 2022. The conclusion is that there is no massive spread of COVID-19 in family clusters, Good knowledge and bad attitudes in patients who survive COVID-19, There is a significant relationship between attitudes and the incidence of family cluster transmission, There is a significant relationship between education and the incidence of cluster transmission. There is a significant relationship between knowledge and the incidence of family cluster transmission which is controlled by the educational confounding variable. There is a significant relationship between attitudes and the incidence of family cluster transmission controlled by the confounding variable, namely age.Suggestions for Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi of PEMKOT Cimahi City need to provide counseling regarding waste management that needs to be done during self-isolation in order to suppress the spread of COVID-19 cases in family clusters
Read More
T-6477
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive