Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 43350 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nur Annisa Fauziyah; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko, Yovsyah, Yoan Hotnida Naomi, Siti Kulsum
Abstrak: Hipertensi adalah tekanan darah tinggi dimana sistolik ≥ 140 mmHg dan atau diastolik ≥ 90 mmHg, definisi ini berdasarkan JNC 7. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan depresi dan status pekerjaan dengan kejadian hipertensi pada wanita dewasa di Indonesia dengan menganalisis data IFLS-5 tahun 2014. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel penelitian sebesar 14.349, sample diambil berdasarkan total samping data yang masuk dalam kriteria inklusi dan eklusi penelitian. Depresi diukur menggunakan CES-D (Center for Epidemiological Studies Depression) yang memiliki 10 pertanyaan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa proporsi hipertensi pada wanita dewasa di Indonesia pada tahun 2014 dengan menggunakan data IFLS-5 sebesar 23,8%. Hasil multivariate hubungan depresi dengan hipertensi memiliki P-value > 0,005 ini berarti tidak ada hubungan antara depresi dengan kejadian hipertensi pada wanita dewasa di Indoneisa, hubungan status pekerjaan dengan hipertensi memiliki P-value 0,023 ini berarti P- value < 0,05 dan nilai PR adjusted 0,920 (CI 95% 0,856-0,989) ini berarti bahwa yang memiliki risiko lebih tinggi terjadinya hipertensi adalah ibu yang tidak bekerja dengan risiko lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang bekerja.
Read More
T-5526
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Rahman Tanjung; Pembimbing: Tri Yunis Miko, Yovsyah; Penguji: Toha Muhaimin, Yekti Widodo, Rahmadewi
Abstrak: Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga menyebar diantara organ-organ didekat payudara. Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia termasuk di Indonesia. Etiologi dari kanker payudara belum dapat dijelaskan akan tetapi ada beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa yang berhubungan dengan kanker payudara pada wanita usia 15-70 tahun di Indonesia dengan menganalisis data IFLS-5 tahun 2014. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel penelitian sebesar 14.474 (total sampling). Hasil penelitian ini menunjukan prevalensi kanker payudara pada wanita usia 15-70 tahun di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 0,4. Hasil model akhir analisis multivariat didapatkan pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kanker payudara yang artinya responden yang berpendidikan rendah berpeluang 0,547 kali terjadi kanker payudara, sedangkan pada kontrasepsi hormonal tidak ada perbedaan antara yang menggunakan kontrasepsi hormonal dengan yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal
Read More
T-5735
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deby Triana Cyntia Wulandari; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Putri Bungsu, Punto Dewo, Maya Raiyan
Abstrak: Hipertensi saat ini tidak hanya diderita oleh orang dewasa, akan tetapi juga diderita oleh remaja. Hipertensi pada remaja berkaitan dengan pola hidup tidak sehat yang dilakukan oleh remaja, salah satunya adalah merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara merokok dengan hipertensi pada remaja usia 15-19 tahun di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, menggunakan data Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS 5), dan analisis statistik dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mengalami hipertensi sebesar 14,57% dan remaja yang merokok sebesar 17,99%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa perokok ringan memiliki risiko 0,63 kali lebih rendah untuk menderita hipertensi dibandingkan dengan bukan perokok setelah dikontrol dengan variabel jenis kelamin, sedangkan pada perokok berat tidak ditemukan hubungan yang bermakna. Screening hipertensi diperlukan untuk mengetahui status hipertensi pada remaja, sehingga penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan tepat
Kata kunci : Hipertensi, Merokok, Remaja, Indonesian Family Life Survey 5

Hypertension is currently not only suffered by adults, but also suffered by adolescents. Hypertension in adolescents related to unhealthy lifestyle by teenagers, one of them is smoking. This study aims to determine the relationship between smoking with hypertension in adolescents aged 15-19 years in Indonesia. This research is a quantitative research with cross sectional design, using Indonesian Family Life Survey 5 (IFLS 5) data, and analysed statically with multiple logistic regression. The results showed that adolescents who experienced hypertension are 14.57% and adolescents smoked are 17.99%. Multivariate analysis showed that light smokers had a risk of 0.63 times lower for hypertension than not smokers after controlled for sex variables, whereas in heavy smokers there was no significant association. Screening of hypertension is needed to determine the hypertension status in adolescents, so that the management of hypertension can be done appropriately
Keywords: Hypertension, Smoking, Adolescents, Indonesian Family Life Survey 5
Read More
T-5511
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iin Musriani Maftukhah; Pembimbing: Krisnawati Bantas, Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Putri Bungsu, Uken Sukmaningsih
Abstrak: Pada tahun 2012 jumlah perceraian di Indonesia mencapai 15% dari total pernikahan yaitu 346.480 jiwa dengan 2.289.648 juta pernikahan yang diantaranya merupakan pernikahan dini (BPS,2015). Persentase pernikahan dini dari perempuan muda berusia 15-19 yang menikah memiliki sebelas kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan laki- laki muda berusia 15-19 tahun (11,7 % P : 1,6 % L). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan perceraian berdasarkan umur, agama, kuintil kekayaan, tingkat pendidikan wanita, tingkat pendidikan suami, tempat tinggal, status pekerjaan wanita, status pekerjaan mantan suami, pengetahuan, Jumlah anak dan pengalaman pacaran Desain penelitian adalah crosssectional. Sampel merupakan sampel pada Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, yaitu wanita yang pernah menikah usia 15-49 tahun sebelum survei yaitu sejumlah 29.712 responden. Data dianalisis dengan regresi logistik. Hasil Penelitian ada hubungan antara pernikahan dini dengan perceraian pada wanita usia 15-49 di Indonesia pada tahun 2012(OR:1.2 95% CI0.89-1.59). Saran dari penelitian ini adalah peningkatan wawasan dan informasi tentang pernikahan usia dini,dan pengaruh yang dapat dirasakan untuk kehidupan ke depannya. Semakin dini wanita menikah semakin berpotensi untuk mengalami perceraian dan mendukung program pemerintah yang disebut program menengah universal atau pendidikan 12 tahun yang diharapkan dapat menunda usia perkawinan remaja terutama perempuan yang berasal dari desa yang memiliki pendidikan rendah.
Read More
T-5397
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miske Ratnasari; Pembimbing: Sudarto Ronoatmojo; Penguji: Syahrizal Syarif, Flourisa Juliaan
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi suami istri , status dan otonomi wanita dengan penggunaan kontrasepsi modern pada pasangan usia subur di daerah perkotaan di Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross sectional dan pengambilan sampel dengan teknik sampel jenuh. Hasil penelitian dengan chi square test didapatkan ada hubungan antara komunikasi suami istri diskusi 6 bulan terakhir p=0.017, OR=1.283 , diskusi 1 tahun terakhir p=0.043,OR=1.187 , persetujuan KB p=0.000, OR=2.117 , mengetahui jumlah anak yang diinginkan p=0.003,OR=0.664 , status wanita pendidikan p=0.000,OR=0.437 , pekerjaan p=0.000,OR=0.688 , perbedaan usia dengan pasangan p=0.038,OR=0.736 , keterpaparan media p=0.001,OR=0.774 , otonomi wanita sikap pada pemukulan istri p=0.008,OR=0.806 , mendapat izin mencari pengobatan p=0.048, OR=0.842 dengan penggunaan kontrasepsi modern pada pasangan usia subur di daerah perkotaan di Indonesia.
Read More
S-9476
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nova Dwi Astuti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono, Yovsyah; Penguji: Toha Muhaimin, Weni Muniarti, Fidiansjah
Abstrak:
Remaja perempuan memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap depresi selama masa pubertas. Menarche yang semakin dini mengalami angka peningkatan menjadi 9% berdasarkan data SDKI tentang Kesehatan Reproduksi Remaja tahun 2017. Penelitian ini adalah analisis lanjutan terhadap data IFLS-5 Tahun 2014 dengan desain cross sectional bertujuan untuk mengetahui hubungan antara menarche dini dan depresi pada remaja di Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja berusia 15-21 tahun yang berjumlah 714 orang. Hasil penelitian membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara menarche dini dengan depresi pada remaja setelah dikontrol faktor trait kepribadian neuroticism. Remaja perempuan yang mengalami menarche dini memiliki kemungkinan sebesar 0,48 kali (OR 0,479; 95% CI; 0,319-0,719) untuk mengalami depresi dibandingkan remaja perempuan dengan menarche normal. Hasil penelitian memberikan saran kepada pihak sekolah (guru) dan pelayanan kesehatan remaja untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian remaja agar bisa mengelola diri dan emosi sebagai efek pubertas.

Adolescents have a higher susceptibility to depression during puberty. Early menarche prevalention increased to 9% based on 2017 IDHS data on Adolescent Reproductive Health. The data was obtained from IFLS-5 years 2014. This study was a cross sectional study which aimed to examine the associations between early menarche and depression among adolescents in Indonesia. The sample for this study were 714 adolescents aged 15-21 years. The results of this study proved that there was a significant relationship between early menarche and depression in adolescents after controlled by neuroticism personality traits. Adolescent girls who experienced early menarche were 0,48 times (OR 0,479; 95% CI; 0,319-0,719) to experience depression than girls with normal menarche. This study recommend to teacher and adolescent health services to increase awareness of adolescents so they can manage themselves and emotions as the effects of puberty.

Read More
T-5947
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudikno; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Engkus Kusdinar Achmad, Sandjaja, Muhamad Nasir
T-3241
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Meiandayati; Pembimbing: Endang Laksminingsih; Penguji: Besral, Yuni Zahraini, Eti Rohati
Abstrak: Pendahuluan:Wasting merupakan salah satu permasalahan status gizi serius yang dapatmeningkatkan kematian bayi dan balita. Indonesia merupakan negara kontributor wastingke 4 tertinggi di dunia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trend wasting1993-2014 dan hubungan berat lahir dengan wasting pada anak usia 0-24 bulan tahun 2014.Metode: Desain penelitian adalah cross-sectional. Sampel penelitian ini pada IndonesiaFamily Life Survey (1FLS) yaitu anak yang berusia 0-24 bulan tahun 2014 sebesar 1476orang. Data dianalisis dengan regresi logistik. Hasil: Trend wasting 1993-2014memperlihatkan sedikit penurunan (dari 11,3% 1993 menjadi 11,0% 2014) dan tidakbermakna secara statistik (P value : 0,480). Hubungan berat lahir dengan wasting pada anakusia 0-24 bulan berbeda menurut kepemilikan buku KIA. Setelah dikontrol oleh pemberianASI eksklusif, waktu pemberian MP ASI pertama kali, usia anak, pekerjaan ibu dan statuskemiskinan, anak yang memiliki berat lahir <2500 gram yang tidak memiliki buku KIAmemiliki peluang 6,7 kali lebih tinggi untuk mengalami wasting dibandingkan anak yangmemiliki berat lahir ≥2500 gram, Jika memiliki buku KIA anak dengan berat lahir <2500gram memiliki peluang 2,6 kali lebih tinggi untuk mengalami wasting. Kesimpulan : Beratlahir menjadi salah satu faktor penting dalam wasting. Diharapkan pemangku kebijakanmelakukan evaluasi dan perencanaan program yang terkait dengan pencegahan BBLRkepada remaja, calon ibu dan ibu hamil agar mengerti pentingnya pemenuhan gizi pada saatremaja (tidak kurus dan tidak pendek), pentingnya meminum tablet penambah darah agartidak anemia karena remaja merupakan calon ibu yang jika tidak terpenuhi gizinya berisikomelahirkan bayi BBLR.Kata Kunci : Wasting, Berat Lahir, Buku KIA, Trend.
Read More
T-5408
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Noyan Nur Annisa; Pembimbing: Besral, Evi Martha; Penguji: R. Sutiawan, Leny Nurhayati Rosalin, Andri Mursita
Abstrak: Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, terjadi penurunan prevalensi perkawinan anak sebanyak 3,5%, yaitu 14,67% pada tahun 2008 menjadi 11,21% pada tahun 2018. Namun, penurunan yang terjadi belum mencapai target yang diharapkan dan tergolong lambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pernikahan usia dini terhadap kejadian stunting pada anak 0-24 bulan di Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan data sekunder Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2007 dan 2014 dengan jumlah sampel 1.307 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi perkawinan anak pada tahun 2007 sebesar 29,0% menurun pada tahun 2014 menjadi 24,1%. Begitupun dengan prevalensi stunting pada anak usia 0-24 bulan menurun, yaitu 32,6% pada tahun 2007 menjadi 31,3% pada tahun 2014. Analisis Regresi Logistik Ganda menunjukkan perkawinan anak berpengaruh terhadap kejadian stunting anak usia 0-24 bulan, dengan nilai OR=1,57. Pengaruh pernikahan usia dini terhadap stunting berbeda menurut riwayat usia pertama melahirkan dan riwayat menyusui. Untuk mencegah praktik perkawinan anak, diharapakn pemerintah melakukan sosialisasi UU Perkawinan No. 16 tahun 2019 mengenai batas minimum usia menikah bagi perempuan dan laki-laki adalah 19 tahun kepada seluruh masyarakat. Selain itu, meningkatkan upaya pelayanan antenatal terpadu, serta konseling menyusui dan pemberian makan pada anak, terutama bagi ibu remaja.
In the past ten years, there has been a decline in the prevalence of early marriage by 3,5%, namely 14,67% in 2008 to 11,21% in 2018. However, the decline has not yet reached the expected target and is relatively slow. This study aims to determine the effect of early marriage on the incidence of stunting in children 0-24 months in Indonesia. The research design used was cross sectional using secondary data from the Indonesia Family Life Survey (IFLS) in 2007 and 2014 with a sample of 1.307 respondents. The result showed that the prevalence of early marriage in 2007 was 29,0% decreased in 2014 to 24,1%. Likewise, the prevalence of stunting in children 024 months decreased, namely 32,6% in 2007 to 31,3% in 2014. Analysis of Multiple Logistic Regression shows early marriage affects the incidence of stunting of children aged 0-24 months, with value of OR = 1,57. The effect of early marriage on stunting differs according to age at first delivery and breastfeeding history. To prevent the practice of early marriage, the government is expected to disseminate the Marriage Law No. 16 of 2019 concerning the minimum aged for marriage for women and men is 19 years for the whole community. In addition, increasing efforts to integrated antenatal services, as well as breastfeeding and feeding counseling to children, especially for adolescent mothers.
Read More
T-5976
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Lidra Maribeth; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Kemal Nazarudin Siregar, Toha Muhaimin, Yekti Widodo, Anindita Dyah Sekarpuri
Abstrak: Indonesia menjadi salah satu negara dengan penyumbang angka stunting terbesar kelima di dunia.Kehamilan tidak diinginkan dapat menjadi salah satu faktor yang mungkin berperan besar dalam menyebabkan kejadian stunting pada anak usia 0-5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kehamilan tidak diinginkan dengan kejadian stunting pada anak usia 0-5 tahun. Terdapat konfonding dalam penelitian ini yaitu pada variabel pendidikan dan status ekonomi. Pendidikan dan status ekonomi memiliki hubungan signifikan pada analisis multivariat (nilai p<0,001) dengan kejadian stunting
Read More
T-5788
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive