Ditemukan 33086 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ikhsan Kusumah Rachmaniawan; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Pujiyanto, Sri Sukanti
Abstrak:
Indikator persentase keterlambatan pengiriman berkas rekam medis pasien rawat jalan tahun 2018 di RS Hermina Ciputat masih belum mencapai target. Hal ini ditunjukkan dengan output yang dihasilkan selama 4 triwulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil analisis keterlambatan pengiriman berkas rekam medis pasien rawat jalan di Instalasi Rekam Medis RS Hermina Ciputat tahun 2018 dengan pendekatan sistem. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor penyebab terjadinya keterlambatan pengiriman berkas rekam medis rawat jalan yaitu pengembalian berkas rekam medis tidak tepat waktu, berkas rekam medis terletak tidak sesuai dengan nomor rekam medis, dan perangkat elektronik serta sistem yang mengalami eror. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka saran yang diberikan berupa meningkatkan pengawasan pada kinerja pekerja pelaksana, meningkatkan komunikasi efektif dalam bekerja, dan melakukan perencanaan penggunaan EMR.
Read More
S-10125
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Analisis Budaya Keselamatan Pasien Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Hermina Tanggerang Tahun 2019
Elsa Manora; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adik Wibowo, Dede Setyadi
Abstrak:
Institusi kesehatan seperti rumah sakit didesak untuk mengevaluasi budaya keselamatan pasien mereka untuk meningkatkan keselamatan, kualitas perawatan dan kesembuhan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran budaya keselamatan pasien perspektif perawat inap Rumah Sakit Hermina Tangerang. Penelitian ini dilakukan dengan studi cross sectional dengan metode penelitian kuantitatif dan menggunakan analisis univariat menggunakan instrumen kuesioner rumah sakit tentang budaya keselamatan pasien milik AHRQ. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 budaya kategori kuat (handsoff dan transisi, persepsi keseluruhan terhadap keselamatan pasien, organizational learning-perbaikan berkelanjutan, umpan balik dan komunikasi tentang kesalahan), 4 budaya kategori sedang (frekuensi pelaporan insiden, dukungan manajemen terhadap keselamatan pasien, keterbukaan komunikasi, kerjasama dalam unit,) dan 1 budaya kategori lemah (staffing). Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran budaya keselamatan pasien RS Hermina Tangerang masuk ke dalam kategori budaya keselamatan pasien sedang. Saran perbaikan diperlukan pada setiap dimensi budaya keselamatan pasien terutama pada budaya lemah staffing.
Read More
S-10060
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Safira Putri Utama; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Masyitoh, Ulfa Ayu Ramdhani
Abstrak:
Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi yang bertujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien yang dilaksanakan oleh Instalasi Farmasi. Salah satu standar mutu di Instalasi Farmasi berdasarkan SPM adalah waktu tunggu pelayanan obat. Standar waktu tunggu pelayanan obat yang ditetapkan oleh RS Hermina Bogor adalah obat jadi ≤10 menit dan obat racik ≤20 menit. Dalam pelaksanaannya, standar tersebut masih belum tercapai. Lean Six Sigma merupakan salah satu metode untuk memperbaiki suatu proses dalam berbagai industri salah satunya rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa waktu tunggu pelayanan obat dengan menggunakan metode Lean Six Sigma di Instalasi Farmasi rawat jalan RS Hermina Bogor. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja DMAIC. Analisis dilakukan dengan sampel 30 resep obat jadi dan 30 resep obat racik. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan observasi waktu tunggu pelayanan resep obat dan secara kualitatif dengan wawancara dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat jadi 21 menit dengan 37,4% kegiatan value added dan 62,6% kegiatan non value added, serta waktu tunggu pelayanan resep obat racik 48 menit dengan 36,2% kegiatan value added dan 63,8% kegiatan non value added. Dilakukan analisis akar penyebab masalah dan usulan perbaikan. Usulan perbaikan yang diberikn antara lain, perhitungan kebutuhan tenaga di tiap shift, menghitung beban kerja, merevisi kembali minimal stok apotek, dan menerapkan 5S pada area kerja.
Read More
S-9970
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indah Pratiwi Suwandi; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Mieke Savitri, Dias Minovanti
Abstrak:
Penelitian skripsi ini membahas mengenai analisis pengendalian persediaan obat antibiotik yang ada di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Hermina Daan Mogot dengan menggunakan data pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain studi kualitatif dengan metode telaah dokumen dan wawancara mendalam. Rumah Sakit Hermina Daan Mogot menggunakan perhitungan dengan metode Stok Minimal dan Maksimal untuk melakukan pengendalian persediaan obat, akan tetapi metode tersebut belum mempertimbangkan penggunaan biaya pemesanan, biaya pemeliharaan, serta safety stock dalam rumus perhitungannya. Hasil penelitian menyarankan bahwa dalam pengendalian persediaan yang telah diterapkan, rumah sakit memerlukan perbaikan dengan melakukan pengelompokan prioritas obat antibiotik dengan Analisis ABC, perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) untuk mengetahui jumlah pemesanan, dan perhitungan Reorder Points (ROP) untuk mengetahui waktu pemesanan yang sudah mencakup komponen safety stock sebagai persediaan cadangan untuk menghindari kekosongan obat.
Read More
S-10083
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amalia Azhari Jannah; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Atik Nurwahyuni, Anis Sakinah Utami
Abstrak:
Waktu transfer merupakan salah satu indikator kepuasaan pasien dan mutu pelayanan rumah sakit. Waktu transfer pasien adalah waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan pasien dari satu ruangan ke ruang perawatan/ruang tindakan lain di dalam rumah sakit atau antar rumah sakit. Dalam kasus IGD, waktu transfer pasien adalah waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan pasien dari IGD ke Ruang Rawat Inap. Diketahui waktu transfer pasien IGD ke Ruang Rawat Inap di RS Hermina Ciputat masih melebihi Standar Pelayanan Mutu RS Hermina Ciputat Tahun 2018 dimana seharusnya waktu transfer pasien adalah ≤30 menit sejak keputusan Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) sampai pasien tiba di Ruang Rawat Inap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab lama waktu transfer pasien IGD ke Ruang Rawat Inap di RS Hermina Ciputat sehingga dapat dirumuskan saran untuk meningkatkan mutu pelayanan IGD RS Hermina Ciputat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan motion study. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab lama waktu transfer pasien IGD ke Ruang Rawat Inap di RS Hermina Ciputat antara lain keterbatasan jumlah staf IGD, shifting staf IGD, keterbatasan jumlah bed Ruang Rawat Inap, access block, usia pasien, dan kegawatdaruratan pasien.
Read More
S-10071
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sekar Ayu Muthi Mahanan; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Dias Minovianti
Abstrak:
Proses pelayanan pasien rawat jalan di poliklinik spesialis RS Hermina Daan Mogot masih belum optimal, ditunjukan dengan beberapa penyelenggaraan yang belum sesuai dengan peraturan, serta waktu tunggu pasien poli spesialis belum sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil analisis proses pelayanan pasien rawat jalan di poliklinik spesialis dengan metode lean six sigma. Jenis penelitian ini adalah operational research, dengan desain penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian digambarkan dengan value stream mapping yang memperlihatkan lead time proses pelayanan pasien rawat jalan sebesar 149,66 menit dengan value added 17,87 menit (11,94%) dan non value added 141,54 menit (88,06%). Proses paling lama (bottleneck) yaitu kegiatan menunggu dipanggil masuk ke ruang poli. Waste paling besar yaitu waste waiting sebesar 91,84 menit atau 69,69% dari total waste yang ditemukan. Berdasarkan analisis fishbone diagram diketahui bahwa akar penyebab masalah yang paling banyak berasal dari kategori man. Berdasarkan analisis tersebut diberikan usulan berupa pembuatan standarisasi kerja, memaksimalkan ketepatan datang dokter, dan pemberian reward.
Read More
S-10172
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Meilania Regina Pasaribu; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Gina Febrianti
Abstrak:
Skripsi ini membahas mengenai kegiatan penyusutan berkas rekam medis di RS Awal Bros Bekasi Tahun 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan penyusutan rekam medis dan kendala yang dihadapi staf rekam medis di RS Awal Bros Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa RS Awal Bros Bekasi telah dua kali melaksanakan penyusutan rekam medis dengan data pasien yang digunakan adalah dimulai dari tahun 2015 hingga Desember 2018. Penyusutan berkas rekam medis yang dimulai dari penilaian, pemilahan, pemindahan, pengalih media (scanning), penyimpanan dan pemusnahan berkas rekam medis. Kendala yang dialami staf rekam medis terdapat pada pelaksanaan proses pemilahan, proses pemindahan, pengalih media (scan), proses penyimpanan berkas tidak bernilai guna dan tidak ada kendala pada proses penilaian dan pemusnahan. Hasil peneltian menyarankan bagi rumah sakit untuk membuat Standar Prosedur Operasional (SPO) secara tertulis tentang sistematika penyusutan berkas rekam medis, melengkapi daftar pertelaan, jadwal retensi arsip, dan berita acara serta melaksanakannya sesuai peraturan yang telah ditetapkan.
Read More
S-10215
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Matilda Sophia Chirstina; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Ede Surya Darmawan, Dias Minovanti
Abstrak:
Waktu tunggu yang dibutuhkan dalam roses pemulangan pasien (discharge planning) pasien rawat inap dengan jaminan asuransi pribadi atau perusahaan di RS Hermina Daan Mogot belum memenuhi standar yang ditetapkan Kepmenkes No. 129 Tahun 2008 yang menyatakan bahwa proses pemulangan pasien mulai dari pasien diperbolehkan pulang oleh DPJP hingga pasien mendapatkan tagihan dari pihak administrasi rumah sakit adalah tidak lebih dari 2 jam. Data pencatatan waktu tunggu pasien pulang di unit rawat inap hingga menyelesaikan administrasi adalah 4 jam 45 menit. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil analisis dari aktivitas atau proses non value added dari perspektif pasien. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dan kuantitatif dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, telaah dokumen, serta perhitungan waktu tunggu 13 pasien asuransi dan jaminan perusahaan dalam menyelesaikan proses pemulangan pasien. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu rata-rata lamanya proses pemualangan pasien asuransi dan jaminan perusahaan adalah 287,3 menit dengan aktivitas yang termasuk VA yaitu 31,3 menit (10,9%) dan aktivitas yang termasuk NVA yaitu menit 256,2 menit (89,3%). Proses paling lama yang dilalui pasien dengan aktivitas waste jenis waiting yaitu keluarga pasien menuggu diberi arahan untuk mengurus administrasi pulang di kamar rawat inap. Usulan perbaikan yang diberikan untuk mengatasi permasalah tersebut yaitu melakukan standardize work, petugas administrasi melakukan keliling ke unit perawatan, menerapkan sistem UDD, mengajukan permohonan kepada pihak penunjang umum rumah sakit untuk menambahkan fasilitas, adanya list dari setiap asuransi dan perusahaan mengenai terapi apa yang dijamin, meningkatkan penggunaan SIMRS, menerapkan sistem Electronic Health Record (EHR), dan melakukan analisis kebutuhan SDM farmasi klinis.
Read More
S-10176
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nabilah Andyta Ramadhana; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Erty Masiha
Abstrak:
Student Centered E-Learning (SCeLE) merupakan media pembelajaran online yang mulai digunakan pada tahun 2008. Penggunaan SCeLE pada Rumpun Sosial dan Humaniora paling rendah dibandingkan dengan Rumpun Sains dan Teknologi serta Rumpun Ilmu Kesehatan di Universitas Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penerimaan teknologi yang memengaruhi tingkat kepuasan mahasiswa sosial humaniora dalam menggunakan SCeLE. Penelitian ini menggunakan penggabungan antara teori information success model DeLone & McLean dan Technology Acceptance Model (TAM) dengan analisis menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian dari 9 hipotesis terdapat 7 hipotesis diterima dan 2 hipotesis yang ditolak. Hipotesis yang ditolak yaitu service quality berpengaruh terhadap perceived usefulness, dan system quality berpengaruh terhadap perceived usefulness. Hipotesis yang diterima adalah Service quality berpengaruh terhadap perceived ease of us, Information quality berpengaruh terhadap perceived ease of use, Information quality berpengaruh terhadap perceived usefulness, System quality berpengaruh terhadap perceived ease of use, perceived ease of use berpengaruh terhadap behavioural intention, perceived usefulness berpengaruh terhadap behavioural intention, behavioural intention berpengaruh terhadap user satisfaction.
Kata Kunci : SCeLE, SEM-PLS, Universitas Indonesia, information success model, dan Technology Acceptance Model (TAM)
Student Centered E-Learning (SCeLE) is an online learning media that was used in 2008. The use of SCeLE in the Social and Humanities Cluster was the lowest compared to the Science and Technology Cluster and the Health Sciences Cluster at the University of Indonesia. This study aims to determine the technology acceptance factors that affect the level of satisfaction of social humanities students in using SCeLE.This study uses a merger between DeLone & McLean's information success model and Technology Acceptance Model (TAM) with analysis using SEM-PLS. The results of the study of 9 hypotheses there are 7 hypotheses accepted and 2 hypotheses rejected. The rejected hypothesis is that service quality has an effect on perceived usefulness, and system quality has an effect on perceived usefulness. The most accepted hypothesis is Service quality affect the perceived ease of us, Information quality affect the perceived ease of use, Information quality affect the perceived usefulness, System quality affect the perceived ease of use, perceived ease of use influence on behavioral intention, perceived usefulness influential to behavioral intention, behavioral intention effect on user satisfaction.
Keywords : SCeLE, SEM-PLS, University of Indonesia, information success model, dan Technology Acceptance Model (TAM)
Read More
Kata Kunci : SCeLE, SEM-PLS, Universitas Indonesia, information success model, dan Technology Acceptance Model (TAM)
Student Centered E-Learning (SCeLE) is an online learning media that was used in 2008. The use of SCeLE in the Social and Humanities Cluster was the lowest compared to the Science and Technology Cluster and the Health Sciences Cluster at the University of Indonesia. This study aims to determine the technology acceptance factors that affect the level of satisfaction of social humanities students in using SCeLE.This study uses a merger between DeLone & McLean's information success model and Technology Acceptance Model (TAM) with analysis using SEM-PLS. The results of the study of 9 hypotheses there are 7 hypotheses accepted and 2 hypotheses rejected. The rejected hypothesis is that service quality has an effect on perceived usefulness, and system quality has an effect on perceived usefulness. The most accepted hypothesis is Service quality affect the perceived ease of us, Information quality affect the perceived ease of use, Information quality affect the perceived usefulness, System quality affect the perceived ease of use, perceived ease of use influence on behavioral intention, perceived usefulness influential to behavioral intention, behavioral intention effect on user satisfaction.
Keywords : SCeLE, SEM-PLS, University of Indonesia, information success model, dan Technology Acceptance Model (TAM)
S-9837
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Etik Retno Wiyati; Promotor: Dumilah Ayuningtyas; Kopromotor: Amal Chalik Sjaaf, Wachyu Sulistiadi; Penguji: Prastuti Soewondo, Asnawi Abdulah, Ali Ghufron Mukti, Harimat Hendarwan, Destanul Aulia
Abstrak:
Read More
Fenomena meningkatnya jumlah Warga Negara Indonesia yang mencari layanan kesehatan ke luar negeri menandakan lemahnya resiliensi rumah sakit wisata medis di dalam negeri, serta menimbulkan kerugian devisa yang signifikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model penilaian tingkat resiliensi rumah sakit wisata medis dan strategi peningkatan resiliensi yang aplikatif bagi konteks Rumah Sakit Wisata Medis di Indonesia. Desain penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen dengan teknik triangulasi untuk menjaga validitas. Informan terdiri dari pemangku kebijakan, asosiasi profesi, akademisi, manajemen rumah sakit, masyarakat pengguna layanan medis di luar negeri serta dokter diaspora. Hasil penelitian menghasilkan model penilaian resiliensi yang terdiri dari 7 dimensi dan 45 indikator. Tujuh dimensi, yaitu Strategic Planning; Governance; Leadership & Culture; Health Quality Service; Health Resources; Networking & Marketing; Continuous Improvement & Learning. Hasil pengukuran menggunakan model tersebut menunjukkan tingkat resiliensi Rumah Sakit Wisata Medis di Indonesia dalam kategori sedang yang menegaskan perlunya strategi khusus yang integratif lintas sektor. Strategi peningkatan resiliensi dirumuskan melalui analisa SWOT, solusi stekeholder serta benchmark strategi dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Korea Selatan yang dipetakan dalam empat perspektif Balanced Scorecard yaitu Finance, Customer, Internal Process, dan Learning & Growth. Perspektif Finance terdapat 7 strategi. perspektif Customer terdapat 8 strategi, Perspektif Internal Proses terdapat 13 strategi dan perspektif Learning & Growth terdapat 8 strategi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model penilaian yang dikembangkan dapat menjadi instrumen evaluatif bagi rumah sakit wisata medis di Indonesia, sementara strategi yang dihasilkan memberikan peta jalan praktis untuk meningkatkan resiliensi dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan medis luar negeri. Keterbatasan penelitian terletak pada jumlah serta keragaman informan, sehingga penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan partisipan dan menguji nilai keunggulan rumah sakit dalam wisata medis.
The phenomenon of increasing numbers of Indonesian citizens seeking healthcare services abroad indicates the weak resilience of domestic medical tourism hospitals and causes significant foreign exchange losses. This study aims to develop a model for assessing the level of resilience of medical tourism hospitals and strategies for improving resilience that are applicable to the contexs of medical tourism hospitals in Indonesia. The research design uses a qualitative method with a phenomenological study approach. Data collection was conducted through interviews, observations, and document reviews using triangulation techniques to maintain validity. Informants consisted of policy makers, professional associations, academics, hospital management, users of overseas medical services and diaspora doctors. The results of the study show that the resilience assessment model consisting of 7 dimensions and 45 indicators. The seven dimensions are Strategic Planning; Governance; Leadership & Culture; Quality of Health Services; Health Resources; Networking & Marketing; Continuous Improvement & Learning. The measurement results using this model show that the resilience level of Medical Tourism Hospitals in Indonesia is in the moderate category, which confirms the need for a cross-sectoral integrative strategy. The resilience improvement strategy was formulated through SWOT analysis, stakeholder solutions, and benchmark strategies from Malaysia, Singapore, Thailand, and South Korea, which were mapped into four Balanced Scorecard perspectives, namely Finance, Customer, Internal Process, and Learning & Growth. There are 7 strategies in the Finance perspective, 8 strategies in the Customer perspective, 13 strategies in the Internal Process perspective, and 8 strategies in the Learning & Growth perspective. This study concludes that the assessment model developed can be an evaluative instrument for medical tourism hospitals in Indonesia, while the strategies produced provide a practical roadmap for increasing resilience and reducing the community's dependence on foreign medical services. The limitations of this study are in the number and diversity of informants, so future research are recommended to expand the scope of participants and could be directed toward examining the value of hospitals' resilience in medical tourism.
D-616
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
