Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36110 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anindya Alifa; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Jahruddin Matondang
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko gangguan otot rangka serta gambaran keluhan gejala gangguan otot rangka yang dirasakan oleh mekanik bengkel PT X yang terbagi menjadi 2 unit pelayanan yaitu general repair dan body repair. Penelitian dengan studi cross sectional ini dilakukan pada 23 proses kerja dan juga meneliti keluhan gejala gangguan otot rangka pada 31 mekanik pada bulan April-Mei 2019. Analisis menggunakan metode REBA, kuesioner data individu serta NMQ yang diisi secara mandiri oleh mekanik. Hasil menunjukkan 52% proses kerja memiliki tingkat risiko sedang terhadap gangguan otot rangka. 84% mekanik mengeluhkan gejala gangguan otot rangka, dan proporsi terbesar berada pada bahu (18%), punggung bawah (18%), pergelangan tangan (18%), dan leher (17%). Gambaran keluhan gejala gangguan otot rangka berdasarkan umur paling banyak pada kategori > 30 tahun dengan keluhan terbanyak pada bahu, punggung bawah, dan pergelangan tangan; pada masa kerja > 4 tahun dengan keluhan terbanyak pada punggung bawah dan pergelangan tangan, pada IMT Normal dengan keluhan terbanyak pada punggung bawah, leher, dan bahu; dan pada mekanik yang merokok dengan keluhan terbanyak pada bahu, pergelangan tangan, dan leher.
Read More
S-10154
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tubagus Dwika Yuantoko; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Pide Jayadi
S-10130
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Ramadani; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Pide Jayadi
Abstrak: Konstruksi merupakan salah satu sektor yang berisiko untuk terjadinya gangguan otot rangka. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis faktor risiko dari gejala gangguan otot rangka pada pekerja konstruksi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2019 dengan melibatkan 177 pekerja di proyek X. Desain yang digunakan dalam penelitian ini ialah cross sectional dengan menggunakan lembar observasi QEC, kombinasi kuisioner psikososial, NMQ, dan lux meter. Variabel independen dalam penelitian ini, antara lain faktor risiko individu, lingkungan, fisik dan psikososial.

Hasil penelitian pada faktor risiko individu menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis pekerjaan dan status merokok dengan gejala gangguan otot rangka pada punggung bawah, serta adanya hubungan yang signifikan antara jenis pekerjaan, indeks massa tubuh dan status merokok dengan gejala gangguan otot rangka pada lutut.

Hasil penelitian pada faktor risiko fisik ditemukannya hubungan yang signifikan pada faktor risiko sangat tinggi pada punggung dan bahu dengan gejala gangguan otot rangka pada punggung, serta faktor risiko tinggi dan sangat tinggi pada bahu dengan gejala gangguan otot rangka pada lutut. Sedangkan untuk faktor psikososial tidak ditemukannya hubungan yang signifikan dengan gangguan otot rangka. Oleh karena itu diperlukannya pengendalian dan intervensi lebih lanjut khususnya untuk faktor risiko fisik.
Read More
S-10113
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andhita Jasmine Setiawan; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Putri Sayekti
Abstrak: Pekerja mekanik unit Wheel & Brake Maintenance di PT. X, salah satu perusahaanMRO (Maintenance, Repair, Overhaul) pesawat terbang di Indonesia, berisikoterhadap MSDs atau gangguan otot rangka karena dibutuhkan pengangkatan bebanyang berat, postur janggal, dan gerakan repetitif dalam aktivitas kerjanya, tetapi daripenelitian ergonomi yang sudah ada di unit tersebut, belum ada penelitian yangmeneliti aspek psikososial sebagai salah satu faktor risiko gangguan otot rangka.Oleh karena itu, penelitian dengan studi cross sectional ini melakukan analisisfaktor fisik dan psikososial terhadap gejala gangguan otot rangka pada 44 pekerjamekanik yang melakukan aktivitas manual handling di unit Wheel & BrakeMaintenance PT. X pada bulan Januari - Juni 2017 dengan menggunakan metodeREBA, kuesioner yang diisi secara mandiri oleh pekerja, luxmeter, meteran, danNMQ. Hasil menunjukkan bahwa 52,2% aktivitas kerja di unit tersebut berisikosangat tinggi terhadap gangguan otot rangka. Gejala gangguan otot rangkaterbanyak terdapat pada punggung bawah (84,1%), bahu (72,7%), leher (63,5%),dan punggung atas (59,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara gejala padaleher dengan pekerja yang merokok (OR=3,960; 95% CI=1,069-14,671), gejalapada punggung atas dengan pekerja yang mengangkat 6-15 kg ³ 2 hari per minggu(OR=4,879; 95% CI=1,055-22,565) dan pekerja yang menggunakan perkakastangan yang bergetar ³ 1 jam per hari (OR=4,167; 95%CI=1,133-15,328), dangejala pada bahu dengan pekerja yang bekerja dalam posisi berlutut atau jongkok ³1 jam per hari (OR=5,111; 95% CI=1,128-21,279), sedangkan tidak ada hubunganyang signifikan antara faktor psikososial dengan gejala gangguan otot rangka. Jadi,simpulan dari hasil penelitian ini adalah perlu dilakukan perubahan dan intervensiuntuk mengurangi risiko terhadap gangguan otot rangka terutama pada faktor fisik,dengan memperhatikan juga pekerja yang merokok.
Kata Kunci: gejala gangguan otot rangka, mekanik MRO, manual handling,psikososial, REBA.
Read More
S-9324
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aldi Dwi Putra; Pembimbing: Bambang Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Yunita Rahayuningsih
Abstrak: Manufaktur merupakan salah satu sector industri yang memiliki risiko gangguan otot rangka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko dari gejala gangguan otot rangka. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2018 dengan melibatkan 51 orang operator pada area mixing rubber dan 40 orang pekerja kantor di PT X yang merupakan perusahaan manufaktur komponen kendaraan bermotor. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan instrument pengambilan data berupa kuesioner QEC dan kombinasi kuesioner psikososial. Variabel independent pada penelitian ini yaitu karakteristik individu pekerja (usia, jenis kelamin, IMT, status merokok dan lama kerja), faktor fisik di tempat kerja (force, postur janggal, gerakan berulang, dan coupling) dan faktor psikososial (tuntutan kerja, kendali terhadap pekerjaan, dukungan social, skill discretion, kepuasan kerja, dan stress kerja). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan gejala pada punggung atas, lama kerja dengan gejala pada pergelangan tangan, faktor risiko fifik yang tinggi dengan gejala pada leher, skill discretion dengan gejala pada pergelangan tangan, stress kerja dengan gejala pada bahu dan punggung bawah. Oleh karena itu perlu diadakan pengendalian lebih lanjut mengenai masalah ergonomic pada PT X.
Kata kunci: gejala gangguan otot rangka, manufaktur, ergonomi,faktor fisik, faktor psikososial

Manufacture is one of the industry that has the risk of musculoskeletal disorders. The aim of this research is to analysize the risk factors from the symptoms of disorders of musculoskeletal. This research conducted on March until April 2018 by involving 51 workers on Mixing area and 40 workers on Office Area of X Corporation which is a manufacturing company who made the component of the motor vehicle. This research used Cross Sectional method by using QEC questionnaire and combination of psychosocial questionnaire as the instrument for data collection. The independent variable of this research are the characteristic of workers (age, gender, body mass index, smokimg status, and working time), physical factors on the work place (force, awkward postures, repetitive motion, and coupling) and psychosocial factors (job demands, control of the job, social support, skill discretion, job satisfaction, and work stress). The result of this research shows there is a significant correlation of body mass index with a symptoms on the top of the back, working time and skill direstion with a symptoms of the wrist, high risk of physical factor with a symptom of the neck, and work stress with a symptom of shoulders and the low part of the back. Therefore it needs to be a further control about ergonomic factor at X Corporation.
Keyword: symptoms of musculoskeletal disorder, manufacturing, ergonomic, physical factor, psychosocial factor.
Read More
S-9681
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khansa Fahrinka Ufaira; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Irma Setiawaty
Abstrak: Pekerja kasir berisiko untuk mengalami gangguan otot rangka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko dari gejala gangguan otot rangka pada kasir. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan QEC, kombinasi kuesioner psikososial, NMQ, meteran, dan lux meter. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi gejala gangguan otot rangka tertinggi pada bahu dan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan gejala pada bahu (OR: 3.575) dan pergelangan kaki (OR: 2.784), kepuasan kerja dengan gejala pada punggung bawah (OR: 3.059), tuntutan kerja dengan gejala pada punggung bawah (OR: 7.650). Salah satu saran berdasarkan penelitian ini adalah melakukan pengaturan kembali workstation kasir.
Kata kunci: ergonomi, gangguan otot rangka, kasir, postur janggal, gerakan repetitif, psikososial

Cashiers are at risk to develop musculoskeletal disorders. The purpose of this research is to identify risk factors of musculoskeletal symptoms. The design of this research is cross-sectional. Data was collected with QEC, combination of psychosocial questionnaire, NMQ, meter tools, and lux meter. Results showed that the highest musculoskeletal symptoms prevalence was found in shoulder and there are significant association between: gender and shoulder (OR: 3.575) & ankle (OR: 2.784) symptoms, job satisfaction and low back symptoms (OR: 3.059), effort and low back symptoms (OR: 7.650). Based on results, it is recommended to adjust workstation based on anthropometry data.
Keywords: ergonomic, musculoskeletal symptoms, cashier, awkward position, repetitive movement, psychosocial factor
Read More
S-9342
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lailan Nadhira; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Trisnajaya
Abstrak: Pekerja kasir dilaporkan sering mengalami permasalahan punggung, pinggang, leher, bahu, dan tangan. Penelitian ini bertujan untuk melihat gambaran risiko yang ada di tempat kerja terkait keluhan GOTRAK pegawai kasir Supermarket X Rawamangun dan Depok. Metode yang digunakan adalah RULA, QEC, NBM, dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan tempat kerja perlu dilakukan investigasi dan perubahan, dan keluhan tertinggi berada pada bagian pinggang dan bahu kanan untuk di Depok, dan leher bagian bawah, bahu kiri dan kanan, dan pinggan di Rawamangun.
Read More
S-10156
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Timothy Sebastian Lekatompessy; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Abdul Kadir, Endi Djuardi
Abstrak:
Proses produksi di industri farmasi melibatkan aktivitas fisik yang bersifat repetitif, statis, dan terkadang membutuhkan manual handling yang berisiko tinggi menimbulkan gangguan otot rangka akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran keluhan gangguan otot rangka akibat kerja serta menganalisis faktor risiko yang berhubungan pada pekerja area produksi di PT X. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 92 pekerja industri farmasi di area produksi yang dipilih menggunakan teknik stratified sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan penilaian ergonomi langsung di lapangan, lalu dianalisis secara deskriptif (univariat) dan inferensial (bivariat) dengan menggunakan uji chi-square serta perhitungan crude Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukan sebanyak 68,5% responden mengalami keluhan gotrak dalam 7 hari terakhir dan 73,9% responden dalam 12 bulan terakhir. Prevalensi tertinggi pada gotrak 7 hari yaitu punggung bawah (66,67%), leher (36,51%) dan punggung atas (34,92%), sedangkan pada gotrak 12 bulan terakhir, prevalensi tertinggi didapatkan pada punggung bawah (73,53%), leher (50,0%) dan bahu (48,53%). Faktor risiko yang memiliki hubungan signifikan dengan gotrak 7 hari meliputi postur kerja (p<0,001; OR=6,66), gerakan berulang (p<0,001; OR=11,25), pelatihan ergonomi (p<0,001, OR=8,4) dan sama untuk gotrak 12 bulan yang meliputi postur kerja (p<0,001; OR=8,07), gerakan berulang (p<0,001; OR=11,6), pelatihan ergonomi (p<0,001, OR=6,26). Disarankan intervensi berupa program pelatihan dan sosialisasi ergonomi, serta perbaikan atau pembaharuan workstation sesuai tingkat risiko ergonomi.

The production process in the pharmaceutical industry involves physical activities that are repetitive, static, and sometimes require manual handling, which carries a high risk of causing work-related musculoskeletal disorders (WMSDs). This study aims to describe the overview of work-related musculoskeletal disorder complaints and analyze the associated risk factors among production area workers at PT X. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. The study sample consisted of 92 pharmaceutical industry workers in the production area, selected using a stratified sampling technique. Data collection was conducted using questionnaires and direct ergonomic assessments in the field, followed by univariate and bivariate analyses using the chi-square test and crude Odds Ratio (OR) calculations. The results showed that 68.5% of respondents experienced WMSD complaints in the last 7 days, and 73.9% of respondents in the last 12 months. The highest prevalence of WMSDs in the last 7 days was in the lower back (66.67%), neck (36.51%), and upper back (34.92%). Meanwhile, for WMSDs in the last 12 months, the highest prevalence was found in the lower back (73.53%), neck (50.0%), and shoulders (48.53%). Risk factors significantly associated with WMSDs in the last 7 days included working posture (p<0.001; OR=6.66), repetitive motion (p<0.001; OR=11.25), and ergonomic training (p<0.001; OR=8.4). Similar results were found for WMSDs in the last 12 months, which included working posture (p<0.001; OR=8.07), repetitive motion (p<0.001; OR=11.6), and ergonomic training (p<0.001; OR=6.26). It is recommended that interventions take form in ergonomic training and socialization programs, as well as the improvement or renewal of workstations according to the level of ergonomic risk.
Read More
S-12458
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Muhammad Zaky Tifano
S-10473
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nesya Dinda Rahmaningtyas; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Ahdian Haris
Abstrak: Industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang memiliki risiko tinggi terhadap gangguan otot rangka. Pekerja manufaktur dikaitkan dengan beban kerja fisik tinggi dan menghabiskan sebagian besar waktu kerja berdiri atau duduk. Sehingga tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu menganalisis karakteristik individu, faktor fisik, dan faktor psikososial terhadap gejala gangguan otot rangka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juli 2020 dengan melibatkan 94 pekerja dengan rincian 68 pekerja lapangan dan 26 pekerja kantor. Desain yang digunakan dalam penelitian ini ialah cross sectional dengan menggunakan NMQ, QEC, serta kombinasi kuisioner psikososial dari JCQ, COPSOOQ, dan ERI. Variabel independen dalam penelitian ini antara lain karakteristik individu, faktor fisik, dan faktor psikososial. Sedangkan variabel dependen penelitian ini adalah gejala gangguan otot rangka. Hasil penelitian pada karakteristik individu menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis pekerjaan dengan gejala gangguan otot rangka pada tangan atau pergelangan tangan. Hasil penelitian pada faktor risiko fisik ditemukan hubungan yang signifikan antara faktor risiko sedang, tinggi, dan sangat tinggi dengan gejala gangguan otot rangka pada tangan atau pergelangan tangan, dan punggung bawah. Sedangkan untuk faktor psikososial ditemukan hubungan yang signifikan antara tuntutan kerja tinggi serta stress kerja sedang dan tinggi dengan gejala gangguan otot rangka pada bahu, leher, dan punggung atas. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian dan intervensi untuk mengurangi risiko terhadap gangguan otot rangka. Kata kunci: Gejala Gangguan Otot Rangka, Manufaktur, Ergonomi, Karakteristik Individu, Faktor Fisik, Faktor Psikososial

Manufacturing is one of the sectors that has a high risk of musculoskeletal disorder. Manufacturing workers are associated with high physical workloads and spend most of their work time with standing or sitting. The aim of this research is to analyze individual characteristics, physical factors, and psychosocial factors of musculoskeletal disorder. This research was conducted in March-July 2020 involving 94 workers with 68 field workers and 26 office workers. The design used in this study was cross sectional with NMQ, QEC, and a combination of psychosocial questionnaires from JCQ, COPSOOQ, and ERI. The independent variables in this research are individual characteristics, physical factors, and psychosocial factors. The dependent variable of this research is musculoskeletal disorder symptoms. The results of individual characteristics found a significant relationship between the type of work with musculoskeletal disorder symptoms on the hands or wrists. The results of physical risk factors found a significant relationship between moderate, high, and very high risk with musculoskeletal disorder symptoms on the hands or wrists and upper back. Whereas for psychosocial factors found a significant relationship between high work demands and moderate high work stress with musculoskeletal disorder symptoms on shoulders, neck, and upper back. Therefore, we need control and intervention to reduce the risk of musculoskeletal disorder symptoms. Keywords: Symptoms of Musculoskeletal Disorder, Manufacturing, Ergonomics, Individual Characteristics, Physical Factors, Psychosocial Factors
Read More
S-10468
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive