Ditemukan 34612 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Lailan Nadhira; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Trisnajaya
Abstrak:
Pekerja kasir dilaporkan sering mengalami permasalahan punggung, pinggang, leher, bahu, dan tangan. Penelitian ini bertujan untuk melihat gambaran risiko yang ada di tempat kerja terkait keluhan GOTRAK pegawai kasir Supermarket X Rawamangun dan Depok. Metode yang digunakan adalah RULA, QEC, NBM, dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan tempat kerja perlu dilakukan investigasi dan perubahan, dan keluhan tertinggi berada pada bagian pinggang dan bahu kanan untuk di Depok, dan leher bagian bawah, bahu kiri dan kanan, dan pinggan di Rawamangun.
Read More
S-10156
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Luthfi; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Supriadi
Abstrak:
Pekerja Administasi berisiko terkena GOTRAK (gangguan otot rangka). Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran risiko ergonomi terkait keluhan GOTRAK pekerja administrasi pada aktivitas mengetik. Metode penilaian yang digunakan adalah RULA, QEC, ROSA dan NBQ. Penilaian mendapati hasil yang selaras, bahwa aktivitas mengetik berisiko tinggi, perlu diteliti lebih lanjut secara berkala dan perubahan diperlukan secepatnya. Postur yang berhubungan dengan alat kerja komputer berada pada kategori area yang membutuhkan intervensi ergonomi. Leher, bahu kiri, bahu kanan, punggung atas, dan punggung bawah merupakan bagian yang paling banyak dikeluhkan, baik selama 1 tahun maupun 1 minggu terakhir. Mengetik merupakan aktivitas paling berisiko pada pekerjaan administrasi.
Kata kunci: ergonomi, kantor, otot rangka.
Administrative workers are at risk for MSDs (Musculoskeletal Disorders). This research was conducted in order to give a description of ergonomic risk related to MSDs on typing activity among administration workers. Methodology that were used are RULA, QEC, ROSA, and NBQ. Results show that typing is a high risk activity, further evaluation are frequently required and changes need to be made. Posture while using computer are in category which needs ergonomic intervention. Neck, right and left shoulder, upper and lower back, are areas that are most complained, both in the last 1 year or 1 week. Typing is a high risk activity among administrative workers.
Keywords: ergonomic, office, musculoskeletal.
Read More
Kata kunci: ergonomi, kantor, otot rangka.
Administrative workers are at risk for MSDs (Musculoskeletal Disorders). This research was conducted in order to give a description of ergonomic risk related to MSDs on typing activity among administration workers. Methodology that were used are RULA, QEC, ROSA, and NBQ. Results show that typing is a high risk activity, further evaluation are frequently required and changes need to be made. Posture while using computer are in category which needs ergonomic intervention. Neck, right and left shoulder, upper and lower back, are areas that are most complained, both in the last 1 year or 1 week. Typing is a high risk activity among administrative workers.
Keywords: ergonomic, office, musculoskeletal.
S-9202
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tubagus Dwika Yuantoko; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Pide Jayadi
S-10130
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Khansa Fahrinka Ufaira; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Irma Setiawaty
Abstrak:
Pekerja kasir berisiko untuk mengalami gangguan otot rangka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko dari gejala gangguan otot rangka pada kasir. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan QEC, kombinasi kuesioner psikososial, NMQ, meteran, dan lux meter. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi gejala gangguan otot rangka tertinggi pada bahu dan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan gejala pada bahu (OR: 3.575) dan pergelangan kaki (OR: 2.784), kepuasan kerja dengan gejala pada punggung bawah (OR: 3.059), tuntutan kerja dengan gejala pada punggung bawah (OR: 7.650). Salah satu saran berdasarkan penelitian ini adalah melakukan pengaturan kembali workstation kasir.
Kata kunci: ergonomi, gangguan otot rangka, kasir, postur janggal, gerakan repetitif, psikososial
Cashiers are at risk to develop musculoskeletal disorders. The purpose of this research is to identify risk factors of musculoskeletal symptoms. The design of this research is cross-sectional. Data was collected with QEC, combination of psychosocial questionnaire, NMQ, meter tools, and lux meter. Results showed that the highest musculoskeletal symptoms prevalence was found in shoulder and there are significant association between: gender and shoulder (OR: 3.575) & ankle (OR: 2.784) symptoms, job satisfaction and low back symptoms (OR: 3.059), effort and low back symptoms (OR: 7.650). Based on results, it is recommended to adjust workstation based on anthropometry data.
Keywords: ergonomic, musculoskeletal symptoms, cashier, awkward position, repetitive movement, psychosocial factor
Read More
Kata kunci: ergonomi, gangguan otot rangka, kasir, postur janggal, gerakan repetitif, psikososial
Cashiers are at risk to develop musculoskeletal disorders. The purpose of this research is to identify risk factors of musculoskeletal symptoms. The design of this research is cross-sectional. Data was collected with QEC, combination of psychosocial questionnaire, NMQ, meter tools, and lux meter. Results showed that the highest musculoskeletal symptoms prevalence was found in shoulder and there are significant association between: gender and shoulder (OR: 3.575) & ankle (OR: 2.784) symptoms, job satisfaction and low back symptoms (OR: 3.059), effort and low back symptoms (OR: 7.650). Based on results, it is recommended to adjust workstation based on anthropometry data.
Keywords: ergonomic, musculoskeletal symptoms, cashier, awkward position, repetitive movement, psychosocial factor
S-9342
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ida Ayu Gede Jyotodiwy; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Siti Fatonah
Abstrak:
Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran postur yang berisiko penggunaan mobile phone pada lansia di PSTW Ria Pembangunan Tahun 2019 dengan melihat gambaran faktor individu dan faktor pemakaian terhadap keluhan subjektif gejala gangguan otot rangka dan mata pada lansia pengguna mobile phone. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penilaian postur berisiko dilakukan melalui observasi dan pengukuran pada lansia pengguna mobile phone (n = 20) yang diukur dengan metode REBA. Gambaran faktor individu, faktor pemakaian, keluhan subjektif gejala gangguan otot rangka, dan gejala gangguan mata didapatkan dari pengisian kuesioner dengan responden lansia pengguna mobile phone (n = 20). Hasil penelitian menunjukkan postur paling berisiko saat menggunakan mobile phone adalah duduk dengan penopang (skor REBA 9) dan berbaring (skor REBA 9). Sebesar 55% responden menghabiskan waktu < 30 menit/hari untuk menggunakan mobile phone, 75% menggunakan mobile phone < 5 kali/hari, dan 60% responden telah menggunakan mobile phone > 6 tahun. Keluhan subjektif gangguan otot rangka dialami 80% lansia pada pinggang (30%), jari tangan kanan dan kiri (20%), dan pergelangan tangan kanan dan kiri, serta bahu kanan (15%). Keluhan subjektif gejala gangguan mata dialami 90 % lansia dengan keluhan mata lelah (40%), mata sensitif terhadap cahaya (35%), dan mata berair setelah melihat layar (35%) Kata kunci: lansia, mobile phone, risiko ergonomi
Read More
S-10018
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Miski Irfani Harahap; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri Widanarko, Sigit Widiyanto
Abstrak:
Penanganan beban manual (PBM) merupakan aktivitas yang dapat menimbulkankeluhan gangguan otot rangka pada pekerja. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui gambaran tingkat risiko ergonomi pada aktivitas PBM dan gambarandistribusi keluhan gangguan otot rangka pada pekerja di back end area Toko XDepok tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasionaldengan desain crossectional. Penilaian tingkat risiko ergonomi dilakukanmenggunakan metode BRIEF dengan menilai postur, berat beban, durasi, danfrekuensi. Penelitian ini juga menggambarkan karakteristik pekerja yangmelakukan aktivitas PBM di back end area, seperti jenis pekerjaan, umur, lamakerja, kebiasaan merokok, pendidikan, dan jenis kelamin. Data keluhan gangguanotot rangka diambil menggunakan kuesioner NMQ dengan jumlah 11 orangresponden. Hasil penelitian menunjukkan beberapa aktivitas PBM di back end areatoko mempunyai risiko tinggi terhadap bagian tubuh siku kiri, siku kanan, bahu kiri,bahu kanan, dan punggung. Keluhan gangguan otot rangka banyak dirasakanpekerja pada bagian tubuh bahu kanan dan punggung bawah dengan persentasesebesar 45,5%. Upaya perbaikan untuk mengurangi aktivitas PBM dapat dilakukandengan menggunakan alat memindahkan barang (pallet stacker) yang dapat diaturketinggiannya dan edukasi pekerja terkait bahaya ergonomi.
Kata Kunci:BRIEF, ergonomi, keluhan gangguan otot rangka, NMQ, penanganan bebanmanual
Manual handling is an activity that can cause musculoskeletal disorders. Thisresearch illustrates ergonomics risk level in manual handling activities and alsoillustrates the distribution of musculoskeletal complaints at the back end area ofstore X Depok in 2016. It is a descriptive observational study with cross-sectionaldesign. The ergonomics risk level was assessed by BRIEF method which evaluateposture, force, duration, and frequency. This research also gathered information onindividual characteristics (such as occupation, age, job tenure, smoking behavior,education, and gender) of the workers who perform manual handling activityregularly in back end area. The data of musculoskeletal symptoms complaints werecollected using NMQ questionnaires with 11 responden. The result of this studyindicates several activites in back end area are high risk to left elbow, right elbow,left shoulder, right shoulder, and back. Most complaints come from right shoulderand lower back with 45,5%. Manual handling activity can be reduced by usingpallet stacker with adjustable height and educate the workers about ergonomics.
Key words:BRIEF, ergonomics, manual handling, musculoskeletal complaint, NMQ.
Read More
Kata Kunci:BRIEF, ergonomi, keluhan gangguan otot rangka, NMQ, penanganan bebanmanual
Manual handling is an activity that can cause musculoskeletal disorders. Thisresearch illustrates ergonomics risk level in manual handling activities and alsoillustrates the distribution of musculoskeletal complaints at the back end area ofstore X Depok in 2016. It is a descriptive observational study with cross-sectionaldesign. The ergonomics risk level was assessed by BRIEF method which evaluateposture, force, duration, and frequency. This research also gathered information onindividual characteristics (such as occupation, age, job tenure, smoking behavior,education, and gender) of the workers who perform manual handling activityregularly in back end area. The data of musculoskeletal symptoms complaints werecollected using NMQ questionnaires with 11 responden. The result of this studyindicates several activites in back end area are high risk to left elbow, right elbow,left shoulder, right shoulder, and back. Most complaints come from right shoulderand lower back with 45,5%. Manual handling activity can be reduced by usingpallet stacker with adjustable height and educate the workers about ergonomics.
Key words:BRIEF, ergonomics, manual handling, musculoskeletal complaint, NMQ.
S-9135
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anindya Alifa; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Jahruddin Matondang
Abstrak:
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko gangguan otot rangka serta gambaran keluhan gejala gangguan otot rangka yang dirasakan oleh mekanik bengkel PT X yang terbagi menjadi 2 unit pelayanan yaitu general repair dan body repair. Penelitian dengan studi cross sectional ini dilakukan pada 23 proses kerja dan juga meneliti keluhan gejala gangguan otot rangka pada 31 mekanik pada bulan April-Mei 2019. Analisis menggunakan metode REBA, kuesioner data individu serta NMQ yang diisi secara mandiri oleh mekanik. Hasil menunjukkan 52% proses kerja memiliki tingkat risiko sedang terhadap gangguan otot rangka. 84% mekanik mengeluhkan gejala gangguan otot rangka, dan proporsi terbesar berada pada bahu (18%), punggung bawah (18%), pergelangan tangan (18%), dan leher (17%). Gambaran keluhan gejala gangguan otot rangka berdasarkan umur paling banyak pada kategori > 30 tahun dengan keluhan terbanyak pada bahu, punggung bawah, dan pergelangan tangan; pada masa kerja > 4 tahun dengan keluhan terbanyak pada punggung bawah dan pergelangan tangan, pada IMT Normal dengan keluhan terbanyak pada punggung bawah, leher, dan bahu; dan pada mekanik yang merokok dengan keluhan terbanyak pada bahu, pergelangan tangan, dan leher.
Read More
S-10154
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hayu Weka Prasetya; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Laksita Ri Hastiti, Masjuli Dan Deddy SYAM
Abstrak:
Read More
Sebagai salah satu perusahaan inspeksi yang melakukan maintenance dalam area industri industri minyak dan gas bumi, PT. X memiliki fasilitasdigunakan untuk menunjang pengujian katup pengaman. penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Data didapatkan dari wawancara, observasi, serta hasil kuisioner dan pengukuran. Adapun instrument yang digunakan mengacu kuisioner SNI 9011 : 2021, subjek penelitian total pekerja pada area workshop di PT X sebanyak 30 orang. Identifikasi keluhan gangguan otot rangka, sebanyak 21 responden ( 70%) merasakan keluhan dan tidak nyaman pada bagian bahu kanan, bagian lengan kanan, pinggul kanan, bagian punggung atas dan 9 responden ( 30% ) tidak mengalami keluhan. Pada kategori umur >35 Tahun, berjumlah 84,6 % dengan hasil statistiknya Pvalue 0,22 > 0,05. Keluhan gangguan otot rangka dengan lama kerja 5-10Tahun berisiko itu sebanyak 10 orang (35,7%), hasil Pvalue 0,33 > 0,05, Inspektor yang mempunyai kebiasaan merokok berisiko keluhan gangguan otot rangka yaitu sebanyak 20 orang (76,9%) dengan hasil Pvalue 0,28> 0,05. Risiko pekerjaan dilakukan penilaian tingkat risiko dan analisis risiko ergonomi untuk ukuran katup pengaman 1x2 inch mendapatkan tingkat risiko dengan level rendah dengan skor 2 dan analisis resiko ergonomi di skor 3, Dan tingkat risiko dan analisis risiko ergonomi untuk ukuran katup pengaman 6x6 inch mendapatkan tingkat risiko dengan level sedang skor 6 dengan analisis resiko ergonomi di skor 6. Analisis risiko ergonomi untuk pengujian katup pengaman perlu diperlukan tindakan perbaikan untuk rekayasa teknik dan kontrol administrasi.
As one of the inspection companies that carries out maintenance in the oil and gas industrial area, PT. X has facilities used to support safety valve testing. The research used was descriptive qualitative research with a cross sectional approach. Data was obtained from interviews, observations, as well as the results of questionnaires and measurements. The instrument used refers to the SNI 9011: 2021 questionnaire. The total research subjects were 30 workers in the workshop area at PT X. Identification of complaints of musculoskeletal disorders, as many as 21 respondents (70%) felt complaints and discomfort in the right shoulder, right arm, right hip, upper back and 9 respondents (30%) did not experience complaints. In the age category > 35 years, the number was 84.6% with the statistical result being Pvalue 0.22 > 0.05. Complaints of musculoskeletal disorders with a length of work of 5-10 years are at risk of 10 people (35.7%), the Pvalue result is 0.33 > 0.05. Inspectors who have a smoking habit are at risk of complaints of musculoskeletal disorders, namely 20 people (76.9 %) with a Pvalue of 0.28> 0.05. Job risks were carried out by assessing the risk level and ergonomic risk analysis for the safety valve size 1x2 inch, getting a risk level with a low level with a score of 2 and ergonomic risk analysis with a score of 3, and the risk level and ergonomic risk analysis for the safety valve size 6x6 inch getting a risk level with Medium level score 6 with ergonomic risk analysis at score 6. Ergonomic risk analysis for safety valve testing requires corrective action for engineering engineering and administrative control.
T-7088
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Febriani Imelda Binti Ali; Pembimbing: Laksita Ri Hastiti; Penguji: Hendra, Lorencius Kukuh Prabowo
Abstrak:
Read More
Gangguan otot rangka merupakan suatu cedera atau gangguan pada otot, saraf, tendon, sendi, tulang rawan, dan cakram tulang belakang yang dapat mempengaruhi gerakan tubuh manusia atau sistem muskuloskeletal. Pekerja pada industri konstruksi memiliki risiko tinggi untuk mengalami keluhan gangguan otot rangka karena aktivitas pekerjaanya banyak melibatkan postur yang tidak alamiah, manual handling, dan pekerjaan berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko fisik, individu, dan psikososial yang berkaitan dengan keluhan gejala gangguan otot rangka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari ? Juli 2022 yang melibatkan 55 pekerja struktur dan finishing Proyek Pembangunan Gedung Perkantoran X di Bekasi Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data diantaranya adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA), kombinasi kuesioner psikososial, dan Nordic Musculockeletal Questionnaire (NMQ). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara; faktor risiko fisik dengan keluhan pada bahu, leher dan punggung bawah dalam 12 bulan dan 7 hari terakhir, tuntutan kerja dengan keluhan pada punggung bawah dalam 7 hari terakhir, dan kendali terhadap kerja dengan keluhan pada leher dalam 12 bulan terakhir. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian dan intervensi lebih lanjut untuk mengurangi risiko keluhan gejala gangguan otot rangka pada pekerja struktur dan finishing.
Musculosceletal Disorders (MSDs) are injuries of the muscles, nerves, tendons, joints, cartilage, and spinal discs that can affect the movement of the human body or the musculoskeletal system. Workers in the construction industry have a high risk of MSDs because their work activities involve many unnatural postures, manual handling, and repetitive work. The purpose of this study was to analyze the physical, individual, and psychosocial risk factors associated with complaints of musculoskeletal symptoms. This research was conducted in February ? July 2022 involving 55 structural and finishing workers in the X Office Building Construction Project in Bekasi in 2022. This study used a cross sectional study design. The instruments for collected data are Rapid Entire Body Assessment (REBA), a combination of psychosocial questionnaires, and the Nordic Musculockeletal Questionnaire (NMQ). The results of this study indicate a significant relationship between; physical risk factors with complaints on the shoulders, neck and lower back in the last 12 months and 7 days, work demands with complaints on the lower back in the last 7 days, and control of work with complaints on the neck in the last 12 months. Therefore, it is necessary to carry out further control and intervention to reduce the risk of complaints of s musculoskeletal symptoms in structural and finishing workers.
S-11023
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadya Ramadani; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Pide Jayadi
Abstrak:
Konstruksi merupakan salah satu sektor yang berisiko untuk terjadinya gangguan otot rangka. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis faktor risiko dari gejala gangguan otot rangka pada pekerja konstruksi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2019 dengan melibatkan 177 pekerja di proyek X. Desain yang digunakan dalam penelitian ini ialah cross sectional dengan menggunakan lembar observasi QEC, kombinasi kuisioner psikososial, NMQ, dan lux meter. Variabel independen dalam penelitian ini, antara lain faktor risiko individu, lingkungan, fisik dan psikososial.
Hasil penelitian pada faktor risiko individu menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis pekerjaan dan status merokok dengan gejala gangguan otot rangka pada punggung bawah, serta adanya hubungan yang signifikan antara jenis pekerjaan, indeks massa tubuh dan status merokok dengan gejala gangguan otot rangka pada lutut.
Hasil penelitian pada faktor risiko fisik ditemukannya hubungan yang signifikan pada faktor risiko sangat tinggi pada punggung dan bahu dengan gejala gangguan otot rangka pada punggung, serta faktor risiko tinggi dan sangat tinggi pada bahu dengan gejala gangguan otot rangka pada lutut. Sedangkan untuk faktor psikososial tidak ditemukannya hubungan yang signifikan dengan gangguan otot rangka. Oleh karena itu diperlukannya pengendalian dan intervensi lebih lanjut khususnya untuk faktor risiko fisik.
Read More
Hasil penelitian pada faktor risiko individu menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis pekerjaan dan status merokok dengan gejala gangguan otot rangka pada punggung bawah, serta adanya hubungan yang signifikan antara jenis pekerjaan, indeks massa tubuh dan status merokok dengan gejala gangguan otot rangka pada lutut.
Hasil penelitian pada faktor risiko fisik ditemukannya hubungan yang signifikan pada faktor risiko sangat tinggi pada punggung dan bahu dengan gejala gangguan otot rangka pada punggung, serta faktor risiko tinggi dan sangat tinggi pada bahu dengan gejala gangguan otot rangka pada lutut. Sedangkan untuk faktor psikososial tidak ditemukannya hubungan yang signifikan dengan gangguan otot rangka. Oleh karena itu diperlukannya pengendalian dan intervensi lebih lanjut khususnya untuk faktor risiko fisik.
S-10113
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
