Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38052 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Emylina Manurung; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Fatma Lestari, Doni Hikmat Ramadhan, Yuni Kusminanti, Nevi Setyasih
Abstrak: Penelitian ini dilakukan di perusahaan tambang batu bara yang memiliki konsep penambangan terbuka. Fluktuasi angka kecelakaan dari tahun 2011-2017 menyebabkan PT XYZ memiliki potensi resiko kecelakaan yang tinggi. Hasil investigasi kecelakaan menyebutkan bahwa faktor utama yang menyebabkan kejadian kecelakaan yaitu faktor pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara safety leadership dengan safety performance di PT XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini adalah analisis komperatif dan analisis korelasi. Gaya kepemimpinan yang akan diidentifikasi melalui pendekatan persepsi dari manajemen (top dan middle management) serta dari karyawan (staff atau front line) dengan menggunakan kuesioner yang akan diberikan kepada 240 karyawan sehingga dapat diketahui gambaran gaya kepemimpianan yang saat ini menjadi budaya di PT XYZ. Gaya kepemimpinan akan dihubungkan dengan safety performance (safety inspection, safety motivation dan incident investigation). Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa kepemimpinan transformasional yang saat ini menjadi budaya di PT XYZ memiliki pengaruh positif yang siginifikan terhadap safety performance (safety inspection, safety motivation dan incident investigation).
Read More
T-5547
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ranti Fitri Agustina; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Bahrain Munir
Abstrak:
Keselamatan kerja merupakan aspek krusial dalam operasional perusahaan, khususnya pada sektor kelistrikan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara safety leadership dan safety perception terhadap safety behavior pada pekerja di site PT X tahun 2025. Pendekatan yang digunakan adalah semikuantitatif dengan metode survei menggunakan kuesioner yang diisi oleh 87 responden. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara safety leadership dan safety behavior (r = 0,227; p = 0,035), serta antara safety leadership dan safety perception (r = 0,579; p = 0,000). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara safety perception dan safety behavior (r = 0,149; p = 0,169). Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan keselamatan memiliki peran penting dalam membentuk perilaku keselamatan pekerja, baik secara langsung maupun melalui persepsi terhadap keselamatan. Hasil wawancara dengan key person juga menguatkan bahwa keteladanan dan keterlibatan langsung pimpinan menjadi faktor yang mendorong budaya keselamatan yang positif. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan meningkatkan efektivitas kepemimpinan keselamatan melalui pelatihan, keterlibatan aktif pemimpin, serta evaluasi berkelanjutan terhadap program keselamatan. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor lain yang dapat memediasi atau memoderasi hubungan antarvariabel.


Occupational safety is a crucial aspect of company operations, especially in the electricity sector which carries a high level of risk. This study aims to examine the relationship between safety leadership and safety perception on safety behavior among workers at the PT X site in 2025. A semi-quantitative approach was employed using a survey method with questionnaires completed by 87 respondents. Data were analyzed using Spearman and Pearson correlation tests. The results indicate a positive and significant relationship between safety leadership and safety behavior (r = 0.227; p = 0.035), as well as between safety leadership and safety perception (r = 0.579; p = 0.000). However, no significant relationship was found between safety perception and safety behavior (r = 0.149; p = 0.169). These findings suggest that safety leadership plays an important role in shaping workers’ safety behavior, both directly and indirectly through safety perception. Interviews with key persons also support the conclusion that leadership engagement and role modeling are key drivers of a positive safety culture. The study recommends that the company improve the effectiveness of safety leadership through targeted training, active leadership involvement, and continuous evaluation of safety programs. Future research is encouraged to explore other variables that may mediate or moderate the relationships among these constructs.
Read More
S-12082
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rasyid Putra A. Suwarno; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Franky H. Sitinjak
Abstrak: Safety leadership adalah salah satu komponen yang berperan penting dalam menurunkan angka kecelakaan dan peningkatan performa keselamatan kerja di perusahaan. Penelitian ini mengkaji profil safety leadership pada manajemen lini (Manajer dan Supervisor) di workshop PT. XYZ yang bergerak dalam bidang manufaktur wireline sebagai penunjang sektor migas yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan konsep dan teori dari Krause (2005). Elemen yang diteliti berdasarkan safety leadership best practices yang terdiri dari vision, credibility, action oriented, collaboration, communication, feedback and recognition dan accountability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa safety leadership pada manajemen lini di PT. XYZ masih kurang baik. Kata kunci: Safety Leadership, Personality, Transformational Leadership, Safety Best Practices, Organizational Culture Safety Leadership is the one of the important components in reducing accident rates and improving safety performance in the company. This study examines the profile of safety leadership on line management (Manager and Supervisor) in workshop of PT. XYZ engaged in wireline manufacturing as a supporter of oil and gas sector located in Cikarang, West Java. The method used is qualitative by using concept and theory from Krause (2005). The elements studied are based on the best practices of safety leadership consisting of vision, credibility, action oriented, collaboration, communication, feedback and recognition and accountability. The result showed that safety leadership on Line Management in PT. XYZ is still not good. Key words: Safety Leadership, Personality, Transformational Leadership, Safety Best Practices, Organizational Culture
Read More
S-9636
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ekin Hagana Imanuel Sembiring; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Yuni Kusminanti
Abstrak: Penelitian cross sectional ini berisi tentang asesmen safety leadership,safety climate dan safety behavior di PT. X tahun 2016. Dibutuhkan gambaranaspek kepemimpinan, iklim serta perilaku pekerja di PT.X yang dapat digunakansebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan K3. Terdapat 183item pada kuesioner yang telah diisi oleh 87 responden yang merupakan pekerjaPT.X dengan jabatan pelaksana dan lama kerja minimal 6 bulan. Data yang telahdiperoleh selanjutnya diolah untuk mengetahui nilai rata-rata persepsi respondenterhadap ketiga variabel, yaitu safety leadership, safety climate dan safetybehavior.Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan diperoleh hasil bahwa safetyleadership atasan responden yang terdiri atas 5 indikator, yaitu: safety caring,safety cocahing, safety controlling, participative decision making dan leading byexample masuk pada kategori baik dengan nilai mean sebesar 76,34%. Hasilasesmen safety climate yang terdiri dari 6 indikator yaitu: management safetypriority, commitment and competence, safety communication, learning and trustin co-worker safety competence, workers safety commitment, workers safetypriority and risk non acceptance, organizational environment dan work pressuremasuk kedalam kategori baik dengan nilai mean sebesar 75,62%. Selain itu,variabel safety behavior juga masuk kedalam kategori baik dengan nilai meansebesar 75,26% yang terdiri atas 2 indikator yaitu safety compliance dan safetyparticipation.Kata kunci: asesmen;safety behavior;safety climate;safety leaderhip.
Read More
S-9277
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titus Halomoan Mg; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Abdul Kadir, Mufti Wirawan, Widura Imam Mustopo, Agra Mohamad Khaliwa
Abstrak:
Kecelakaan kerja merupakan masalah serius yang berdampak luas pada individu dan organisasi, baik dari segi fisik, psikologis, maupun ekonomi, di mana jutaan pekerja setiap tahun mengalami cedera atau penyakit  akibat kerja yang dapat menurunkan produktivitas serta meningkatkan beban finansial perusahaan. Oleh karena itu, menciptakan iklim keselamatan yang kuat menjadi hal krusial dalam mencegah risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini menganalisis pengaruh safety knowledge dan safety leadership terhadap safety climate di Perusahaan X dengan desain cross-sectional dan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 104 karyawan dipilih melalui proportionate stratified random sampling, sementara data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tingkat safety knowledge karyawan tergolong baik, variabel ini tidak berpengaruh signifikan terhadap safety climate, yang mengindikasikan bahwa pengetahuan saja tidak cukup dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Sebaliknya, safety leadership memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap safety climate, menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat dalam aspek keselamatan mampu meningkatkan kepatuhan dan kesadaran karyawan terhadap prosedur keselamatan. Oleh karena itu, penguatan kepemimpinan dan pelatihan keselamatan yang berkelanjutan menjadi langkah penting dalam membangun budaya keselamatan yang lebih baik.

 Workplace accidents are a serious problem with far-reaching physical, psychological and economic impacts on individuals and organizations, with millions of workers each year experiencing occupational injuries or illnesses that can reduce productivity and increase the financial burden on companies. Therefore, creating a strong safety climate is crucial in preventing the risk of workplace accidents. This study analyzes the effect of safety knowledge and safety leadership on safety climate in Company X with a cross-sectional design and quantitative approach. A sample of 104 employees was selected through proportionate stratified random sampling, while data was collected by questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results showed that although the level of safety knowledge of employees was good, this variable did not have a significant effect on safety climate, which indicates that knowledge alone is not enough to create a safe work environment. In contrast, safety leadership has a positive and significant effect on safety climate, indicating that strong leadership in safety aspects can increase employee compliance and awareness of safety procedures. Therefore, strengthening leadership and continuous safety training are important steps in building a better safety culture.
Read More
T-7229
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Santoso; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Widura Imam Mustopo
Abstrak:
Pengeboran panas bumi, sumur minyak dan gas sangat dikenal sebagai proyek dengan risiko kerja yang tinggi dan membutuhkan biaya yang sangat besar. Beberapa penelitian menunjukkan secara kuat bahwa manajemen kepemimpinan keselamatan kerja mempengaruhi sukses dari behavioral safety processes. Peran kepemimpinan di departemen Drilling dalam mengerjakan projek pengeboran akan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan terkait dengan hasil positif keselamatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif untuk melakukan analisis tiga faktor yang berpengaruh terhadap safety leadership yaitu personality, transformational leadership style, dan best practices pada posisi Head dan Assistant Head. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Juli 2020 di departemen Drilling PT. X melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan pengamatan.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sikap (personality) yang dimiliki oleh pimpinan kurang optimal pada karakteristik ketahanan emosi, bersikap terbuka, berorientasi pada pembelajaran dan sikap berhati-hati. Karakteristik gaya kepemimpinan transformasional pada pimpinan kurang optimal pada karakteristik ikut terlibat. Karakteristik praktik terbaik yang dimiliki oleh para pimpinan masih kurang optimal pada karakteristik tanggung jawab. Untuk meningkatkan karakteristik safety leadership, maka perlu adanya pelatihan ulang mengenai safety leadership bagi para pimpinan untuk menyegarkan kembali pemahaman yang kurang optimal tentang safety leadership, mengkaji ulang job description yang ada dan mengembangkan Job description safety leadership yang lebih terukur dan penilaian atau audit safety leadership di departemen drilling PT. X.

Geothermal, oil and gas drilling are known as projects with high work risks and require high costs. Several studies strongly indicate that safety leadership management influences the success of behavioral safety processes. The leadership role in the Drilling department in working on drilling projects will be one of the benchmarks of success related to positive safety outcomes. This study is a qualitative method approach to analyze three factors that influence safety leadership, namely personality, transformational leadership style, and best practices in the position of Head and Assistant Head. Data was collected in April-July 2020 in the Drilling department of PT. X through in-depth interviews, document review and observation.
The results showed the characteristics of personality possessed by the leader is less than optimal on the characteristics of emotional resilience, extroversion, learning orientation and conscientiousness. The characteristics of transformational leadership styles are less than optimal on the characteristics of Engaging. Characteristics of best practices are still not optimal in terms of accountability characteristics. To improve the characteristics of safety leadership, it is necessary to have retraining on safety leadership for leaders to refresh the suboptimal understanding of safety leadership, review existing job descriptions and develop a more measured Job description of safety leadership and an assessment or audit of safety leadership in drilling department of PT. X.
Read More
T-5936
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhyi Nur Fitrahanefi; Pembimbibng: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Junaidi, Ridwan Zahdi Syaaf, Amelia Martha, Muthia Ashifa
Abstrak: Safety Leadership merupakan salah satu komponen penting dalam menurunkan angka kecelakaan dan peningkatan perilaku keselamatan kerja. Penelitian ini mengkaji profil Safety Leadership Manajemen Lini (Koordinator dan Supervisor) pada PT X yang bergerak di bidang pertambangan emas. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan mengadopsi konsep Krause (2005). Terdapat 2 elemen Safety Leadership yaitu Leadership Style (Transformational Leadership) dan Safety Best Practice. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Safety Leadership pada Manajemen Lini menurut sudut pandangnya sendiri dan sudut pandang tim masih belum baik. Safety belum menjadi prioritas dari manajemen lini di PT X. Kata kunci: Safety Leadership, Personality, Transformational Leadership, Safety Best Practices Safety Leadership is one of the important components in reducing accident rate and increasing safety behavior. This study examines the profile of Safety Leadership Line Management (Coordinator and Supervisor) at PT X which is engaged in gold mining. The method used is quantitative, by adopting the concept of Krause (2005). There are 2 elements of Safety Leadership that are Leadership Style (Transformational Leadership) and Safety Best Practice. From the results of the research it was found that Safety Leadership on Line Management in its own perspective and team perspective is still not good. Safety has not been a priority of line management in PT X. Kata kunci: Safety Leadership, Personality, Transformational Leadership, Safety Best Practices
Read More
T-5071
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfina Hapsari; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Indri Hapsari Susilowati, M. Mushanif Mukti, Mohammad Rifki Rosady
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Alfina Hapsari Program Studi : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Analisis Safety Leadership Pada Posisi Unit Pelaksana, Unit Pengelolaan Konstruksi, Pimpinan Proyek, Pimpinan Divisi, dan Pimpinan Departemen Operasi Proyek Infrastruktur di PT.X (Kontraktor Konstruksi) Tahun 2018 Pembimbing : Dadan Erwandi, S.Psi., M.Psi Industri jasa konstruksi memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi. Sepanjang Agustus 2017 hingga Februari 2018, telah terjadi tiga belas kecelakaan konstruksi dengan tiga kasus fatality accident pada proyek pekerjaan jalan tol dan jalan rel di Indonesia. Safety leadership merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan kinerja Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan (K3L). Penelitian ini mengkaji safety leadership model pada posisi pimpinan di proyek dan departemen operasi proyek infrastruktur PT X yang bergerak di bidang kontraktor konstruksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif berdasarkan dua variabel utama dari safety leadership, yaitu leadership style (transformational leadership) dan best practices. Data penelitian didapatkan dari kuesioner dan wawancara pada subyek penelitian serta observasi mengenai penerapan K3L di lokasi proyek PT X pada bulan April – Mei 2018. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa safety leadership masih kurang menonjol kecuali pada posisi General Manager. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai kebijakan K3L, kurangnya komunikasi, lemahnya konsistensi dan komitmen penerapan K3L, serta kurangnya tindakan proaktif dan inisiatif saat menghadapi masalah K3L. Hal yang dapat diterapkan untuk meningkatkan safety leadership tersebut antara lain dengan menyusun dan melaksanakan program pelatihan safety leadership bagi semua level pimpinan serta menjaga monitoring pelaksanaan program K3L di tempat kerja. Kata kunci: Safety Leadership, Transformational Leadership, Best Practices, K3L


ABSTRACT Name : Alfina Hapsari Study Program : Occupational Health and Safety Title : Safety Leadership Analysis in The Position of Implementation Unit, Construction Management Unit, Project Manager, Division Manager, and Operation Department Manager of Infrastructure Project at PT.X (Construction Contractor) in 2018 Consellor : Dadan Erwandi, S.Psi., M.Psi. The construction industry has a high risk of occupational injury. Throughout August 2017 to February 2018, there had been thirteen construction accidents with three cases of fatality accidents in toll road and rail road projects in Indonesia. Safety Leadership is one of the important components in improving Safety, Health and Environment (SHE) performance. This study examines Safety Leadership Model at the lead position in the project and the operations department of the infrastructure project at PT X as a Construction Contractor Company. This study was a descriptive research with quantitative method based on two main variables of Safety Leadership, those are Leadership Style and Best Practice. Research data obtained from questionnaires, interviews, and observations on the application of SHE at PT X’s project location in April - May 2018. This research obtained that Safety Leadership is still weak except The General Manager. This is due to lacks of understanding of SHE policies, communication, consistency and commitment to the implementation of SHE, proactive and initiative action when facing SHE issues. This suggests that company should improve by preparing and implementing Safety Leadership training program for all manager levels as well as maintaining the monitoring of SHE program implementation in the workplace. Keywords: Safety Leadership, Transformational Leadership, Best Practices, SHE

Read More
T-5230
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulfa Laela Farhati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Mufti Wirawan, Muthia Ashifa, Avinia Ismiyati
Abstrak:


Industri agrokimia menghadapi risiko keselamatan tinggi akibat penggunaan bahan kimia berbahaya dan proses produksi yang kompleks. Safety leadership menjadi krusial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan meminimalkan risiko kecelakaan serta dampak negatif terhadap kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil safety leadership di PT X dan menganalisis implementasinya berdasarkan LEAD Model. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method, dengan data kuantitatif melalui kuesioner yang diadaptasi dari LEAD Scale dan data kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan tinjauan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa safety leadership di PT X memiliki karakteristik yang positif dengan dimensi Leverage, Energise, Adapt, dan Defend. Dimensi Leverage menunjukkan skor tertinggi (4,56), menandakan efektivitas pemimpin dalam memanfaatkan sumber daya. Namun, dimensi Defend memiliki skor terendah (4,12), menunjukkan perlunya peningkatan dalam strategi perlindungan dan mitigasi risiko. Subdimensi dengan skor tertinggi adalah Clarity (4,63), sedangkan yang terendah adalah Accountability (4,12). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa PT X telah berhasil menerapkan safety leadership dengan baik, namun masih ada ruang untuk peningkatan, terutama dalam aspek akuntabilitas. Saran yang diberikan meliputi pengembangan sistem pemantauan yang lebih efektif, mendorong keterlibatan aktif karyawan dalam program keselamatan, dan membangun budaya keselamatan yang proaktif.


The agrochemical industry faces high safety risks due to the use of hazardous chemicals and complex production processes. Safety leadership is crucial in creating a safe work environment and minimizing the risk of accidents and negative impacts on workers' health. This study aims to analyze the safety leadership profile at PT X and evaluate its implementation based on the LEAD Model. The research method employs a mixed- method approach, utilizing quantitative data collected through questionnaires adapted from the LEAD Scale and qualitative data through in-depth interviews, field observations, and document reviews. The study results indicate that safety leadership at PT X exhibits positive characteristics across the dimensions of Leverage, Energise, Adapt, and Defend. The Leverage dimension scored the highest (4.56), indicating the effectiveness of leaders in utilizing resources. However, the Defend dimension scored the lowest (4.12), highlighting the need for improvements in protection strategies and risk mitigation. The subdimension with the highest score is Clarity (4.63), while Accountability scored the lowest (4.12). The conclusion of this study is that PT X has successfully implemented safety leadership, but there is still room for improvement, particularly in accountability aspects. Recommendations include developing a more effective monitoring system, encouraging active employee participation in safety programs, and fostering a proactive safety culture.

Read More
T-7406
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sakti Puruboyo; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Daris Hendarko, Adhie Vieky Novrianto
Abstrak:
Perusahaan konstruksi memegang peranan penting dalam memberikan kontribusi terhadap jumlah pekerja yang mengalami kecelakaan kerja. Perusahaan konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Beberapa jenis pekerjaan dengan kategori risiko tinggi adalah pekerjaan di ketinggian, penggalian, ruang tertutup, dan operasi pengangkatan (lifting operations). Kecelakaan kerja di konstruksi negara berkembang, pertambangan, dan industri minyak dan gas telah meningkat setiap tahunnya. Kecelakaan kerja ini terjadi karena perilaku pekerja terkait keselamatan masih rendah. Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional maka melalui proyek migas dengan tujuan meningkatkan kapasitas kilang migas di Indonesia. Tesis ini menganalisis hubungan antara safety climate dan safety behaviour dengan mediasi dari gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional pada proyek migas di Indonesia. Uji hipotesis diajukan dengan total 7 uji hipotesis langsung dan tidak langsung dengan 675 pekerja sebagai responden. Untuk menguji hipotesis, penelitian ini menggunakan metode structural equation modelling. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa beberapa uji hipotesis diterima atau terdapat hubungan yang positif antar variabel. Beberapa hasil uji hipotesis ditolak atau tidak terbukti secara empiris berpengaruh positif dan signifikan antar variabel.

Construction companies play an important role in contributing to the number of workers who experience work accidents. Construction companies have a high risk of work accidents. Some jobs with a high-risk category are working at heights, digging, confined spaces, and lifting operations. Occupational accidents in developing countries' construction, mining, and oil and gas industries have increased yearly. These work accidents occur because the behaviour of workers related to safety is still low. To meet the national demand for fuel oil through the oil and gas project by increasing the capacity of oil and gas refineries in Indonesia. Occupational accidents at one of the projects in Indonesia have increased quite a bit. This study analyses the relationship between safety climate on worker safety behaviour with mediation of transformational and transactional leadership styles. The hypothesis test was proposed with a total of 7 direct and indirect hypotheses tests with 675 workers as respondents. To test the hypothesis, this study uses the structural equation modelling method. From the research conducted, it was found that several hypothesis tests were accepted or that there was a positive relationship between variables. Several hypothesis test results were rejected or not empirically proven to have a positive and significant effect between variables.
Read More
T-6741
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive