Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34032 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Evi Heryanti; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Asih Setiarini, Diah Mulyawati Utari, Dewi Damayanti, Rika Rachmalina
Abstrak: Hipertensi memiliki dampak kesehatan yang serius karena merupakan faktor risiko penyakit stroke, jantung, gagal ginjal, hipertrofi ventrikel kiri dan demensia. Prevalensi hipertensi di Indonesia semakin meningkat, menurut data RISKESDAS tahun 2018 jumlahnya mencapai 34,1% dan merupakan penyebab kematian nomor dua tertinggi dari penyakit tidak menular. Polisi merupakan profesi dengan tingkat stres yang tinggi dan waktu kerja yang dapat mengganggu pola tidur yang merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi. Penelitian pada tesis ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan kejadian hipertensi pada polisi operasional lapangan di lima satuan terpilih di Polres Kabupaten Lampung Timur Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data primer dengan desain cross-sectional (potong lintang). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi (p=0,024) dan tidak ada hubungan antara usia, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, durasi tidur, stres, asupan natrium, asupan kalium serta konsumsi sayur dan buah dengan kejadian hipertensi. Proporsi kejadian hipertensi yaitu 32,4%, dengan faktor dominannya yaitu obesitas setelah dikontrol oleh usia, aktivitas fisik, asupan natrium serta konsumsi sayur dan buah. Perlunya menerapkan gaya hidup sehat sesuai dengan program Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dari Kementerian Kesehatan dan pemeriksaan berat badan, tekanan darah, kolesterol total dan trigliserida secara rutin agar selalu dalam keadaan normal.
Read More
T-5690
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devieka Rhama Dhanny; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Niken Manohara, Yosnelli
Abstrak: Obesitas sentral adalah kondisi tubuh mengalami penumpukan lemak yang berlebih di bagian abdominal yang berdampak pada PJK dan sindrom metabolik. Obesitas sentral dan angka kesakitan pada polisi di Indonesia cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan obesitas sentral pada polisi operasional lapangan di Polres Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini adalah menggunakan desain studi cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 48,6% polisi tergolong obesitas sentral. Sebagian besar polisi memiliki IMT normal, sudah menikah, berpendidikan terakhir SMA, berpangkat bintara, pengetahuan obesitas sentral masih rendah, durasi tidurnya kurang, memiliki kebiasaan merokok, stres, asupan energi cukup, asupan lemak dan protein berlebih, asupan karbohidrat dan serat kurang. Berdasarkan analisis chi square, terdapat hubungan signifikan antara usia, riwayat obesitas sentral, aktivitas fisik, durasi tidur, asupan energi, asupan protein, asupan lemak, asupan karbohidrat dengan obesitas sentral. Tetapi, tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok, stres, dan asupan serat dengan obesitas sentral. Asupan energi adalah faktor dominan obesitas sentral
Read More
T-5574
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Rahmani Fitri; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Anies Irawati
S-10062
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Walliyana Kusumaningati; Pembimbing: Diah M. Utari; Penguji: Wahyu Kurnia, Trini Sudiarti, Casilia Meti Dwiriani, Yunimar Usman
Abstrak: Tesis ini membahas faktor yang dominan kadar asam urat pada pegawai satuan polisi pamong praja di wilayah kerja kota administrasi Jakarta Timur dan uji diagnostik pada IMT (Indeks Massa Tubuh) dan LP (Lingkar Pinggang) untuk mendeteksi kadar asam urat tidak normal secara dini. Jumlah sampel penelitian ini adalah 150 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier ganda. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Indeks Massa Tubuh merupakan faktor yang paling mendominasi kadar asam urat dan pengukuran IMT dapat dijadikan alat uji skrining kadar asam urat tidak normal dengan cut off point 26,36 kg/m2 dan memiliki sensitifitas sebesar 63,6%.
Kata kunci: Kadar asam urat, Indeks Massa Tubuh, uji diagnostik

This thesis discusses about the dominant factor uric acid level among Satuan Polisi Pamong Praja in Working Area of East Jakarta and diagnostic test of BMI (Body Mass Index) and WC (Waist Circumference) to detecting the abnormal uric acid levels earlier. The total sample of this study is 150 people. This is a quantitative study with cross sectional design. Data analysis using multiple linier regression. The result of this study revealed that Body Mass Index is the dominant factor of uric acid level and the measurement of BMI can be used as a screening test instrument for abnormal uric acid level with cut off point 26,36% kg/m2 and sensitivity 63,6%.
Keyword: Uric acid Level, Body Mass Index, Diagnostic test
Read More
T-4425
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maeza Windyarty; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Wahyu Kurnia, Mury Kuswari
Abstrak: Kebugaran adalah suatu kondisi dimana seseorang memiliki energi dan vitalitas yang cukup untuk mengerjakan pekerjaan sehari-hari dan berekreasi secara aktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai proporsi tingkat kebugaran serta mengetahui perbedaan antara status gizi, asupan gizi yang berkaitan dengan tingkat kebugaran pada pegawai satuan polisi pamong praja di wilayah kerja kota administrasi Jakarta Timur tahun 2015. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi kuantitatif dengan desain cross sectional dengan metode simple random sampling dan tes kebugaran dengan 3 menit YMCA Step Test dan pengukuran denyut nadi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 124 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 69% responden memiliki status tidak bugar dan faktor-faktor yang berhubungan antara lain IMT (p value 0,019) , asupan karbohidrat (p value 0,221), asupan protein (p value 0,609), asupan lemak (p value 0,020), asupan vitamin C (p value 0,565), dan asupan zat besi (Fe) (p value 0,326) dan kebiasaan merokok (p value 0,029). Namun diperlukan penelitian lanjutan yang dapat mengkur hubungan kausalitas pada faktor-faktor tersebut.
Kata Kunci: kebugaran, IMT, asupan gizi, tes bangku 3 menit YMCA
Read More
T-4349
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asep Jalaludin Saleh; Pembimbing: Kusnidar Achmad; Penguji: Nurfi Afriansyah, Ivonne M.
S-6793
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurcahya Aswindo; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Siti Arifah Pudjonarti, Isnindyarti, Reviana Christijani
Abstrak: Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik dari berbagai penyebabhiperglikemia kronik dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak danprotein akibat adanya kecatatan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya.Penyakit DM tipe 2 merupakan salah satu penyebab utama kematian atau sekitar2,1% dari seluruh kematian di dunia. Tujuan umum dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui hubungan, usia, riwayat keluarga DM, asupan zat gizi, gayahidup dan indeks antropometri terhadap risiko diabetes melitus serta mengetahuifaktor risiko dominan terhadap kejadian DM pada Satpol PP di wilayah kerja KotaAdministratif Jakarta Timur Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitiancross sectional study. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah diabetesmellitus dan variabel independen adalah usia, riwayat keluarga DM, asupankarbohidrat, lemak, protein, serat, konsumsi gula, konsumsi alkohol, kebiasaanmerokok, IMT, lingkar pinggang, RLPP, RLPTB. Pengambilan sampel dilakukandengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian inisejumlah 150 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubunganantara asupan karbohidrat (pvalue=0,004), asupan lemak (pvalue=0,003), RLPP(pvalue=0,006), dan konsumsi gula (pvalue=0,009) dengan kejadian DM. Faktorrisiko dominan kejadian DM pada pegawai Satpol PP di wilayah kerja KotaAdministratif Jakarta Timur tahun 2015 adalah asupan lemak (OR 20,538; 95%CI 2,573-163,939), asupan karbohidrat (OR 2,7; 95% CI : 1,359-6,233), danRLPP (OR 0,39; 95% CI : 0,176-0,878).
Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Usia, Riwayat Keluarga DM, Asupan Gizi, GayaHidup, Indeks Antropmetri
Read More
T-4563
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Primona Simarmata; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Sandra Fikawati, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Iskari Ngadiarti, Yuni Zahraini
Abstrak:

 

Hipertensi yang umumnya terjadi pada usia lanjut kini menunjukkan tren peningkatan
pada usia remaja. Peningkatan prevalensi ini diduga berkaitan dengan meningkatnya
paparan faktor risiko seperti obesitas, konsumsi garam tinggi, kurang aktivitas fisik, serta
rendahnya konsumsi buah dan sayur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
dan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada mahasiswa
Poltekkes Kemenkes Jakarta II tahun 2025. Penelitian ini merupakan peneltian kuantitatif
dengan menggunakan desain cross sectional dan data primer dengan sampel adalah
mahasiswa. Sebanyak 124 responden dipilih menggunakan teknik stratified random
sampling secara proporsional berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan
data dilakukan menggunakan tensimeter digital, timbangan, microtoise, BIA, pita ukur,
kuesioner, dan food recall 2x24 jam. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square
dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan proporsi kejadian
hipertensi berdasarkan riwayat hipertensi keluarga (p=0,008; OR=2,374), durasi tidur
(p=0,013; OR=0,392), IMT/U (p=0,030; OR=2,411), persen lemak tubuh (p<0,001;
OR=3,942), lingkar perut (p<0,001; OR=3,942), dan asupan energi (p=0,033;
OR=2,243). Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor dominan yang berhubungan
dengan kejadian hipertensi adalah persen lemak tubuh (p=0,012; OR=4,639; 95%
CI=1,397–15,409). Persen lemak tubuh yang tinggi merupakan faktor dominan yang
berhubungan dengan kejadian hipertensi pada mahasiswa.


Hypertension, which commonly occurs in older adults, is now showing an increasing  trend among adolescents. This rising prevalence is suspected to be related to increased  exposure to risk factors such as obesity, high salt intake, physical inactivity, and low  consumption of fruits and vegetables. This study aimed to identify the distribution and  dominant factors associated with the incidence of hypertension among students at  Poltekkes Kemenkes Jakarta II in 2025. This is a quantitative study using a cross-sectional  design and primary data, with students as the research subjects. A total of 124 respondents  were selected using stratified random sampling proportionally based on inclusion and  exclusion criteria. Data were collected using a digital sphygmomanometer, weighing  scale, microtoise, BIA, measuring tape, questionnaire, and 2x24-hour food recall. Data  analysis was performed using chi-square and logistic regression tests. The results showed  significant differences in hypertension incidence based on family history of hypertension  (p=0.008; OR=2.374), sleep duration (p=0.013; OR=0.392), BMI-for-age (p=0.030;  OR=2.411), body fat percentage (p<0.001; OR=3.942), waist circumference (p<0.001;  OR=3.942), and energy intake (p=0.033; OR=3.430). Multivariate analysis indicated that  the dominant factor associated with hypertension was body fat percentage (p=0.012;  OR=4.639; 95% CI=1.397–15.409). High body fat percentage was found to be the  dominant factor associated with hypertension among students.  

 

Read More
T-7435
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Denisa Indriana; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Anies Irawati
Abstrak: Prevalensi balita wasting di Jakarta Timur tahun 2017 merupakan prevalensi tertinggi kedua di DKI Jakarta yakni sebesar 11%. Prevalensi wasting di Jakarta Timur termasuk masalah kesehatan masyarakat yang serius. Wasting merupakan masalah kesehatan yang serius karna dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas balita. Usia 24-30 bulan merupakan usia yang rentan mengalami wasting karena sudah tidak mendapatkan ASI sehingga diperlukannya asupan gizi yang adekuat. Wasting memiliki beberapa faktor langsung dan tidak langsung sehingga tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor dominan kejadian wasting pada anak usia 24-30 bulan di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan sampel penelitian 221 anak usia 24-30 bulan. Hasil penelitian menunjukkan 14,9% anak usia 24-30 bulan di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur tahun 2019 mengalami wasting. Terdapat hubungan positif antara asupan energi, asupan karbohidrat, asupan protein, asupan protein hewani, asupan lemak, frekuensi asupan susu, dan jumlah asupan susu dengan kejadian wasting. Risiko wasting lebih tinggi pada anak dengan asupan energi, karbohidrat, protein, protein hewani, dan lemak yang tidak adekuat serta frekuensi dan jumlah asupan susu yang kurang. Faktor dominan dari penelitian ini yakni asupan protein yang berarti asupan protein tidak adekuat mempunyai peluang 2,8 kali untuk menjadi wasting dibandingkan dengan anak dengan asupan protein adekuat setelah dikontrol oleh asupan energi, asupan asupan karbohidrat, asupan protein hewani, asupan lemak, riwayat ISPA, riwayat diare, usia minum susu, frekuensi asupan susu, jumlah asupan susu, IMD, dan pendidikan ibu. Maka dari itu diperlukannya asupan protein khususnya susu untuk mencegah kejadian wasting.
Read More
S-10093
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadia Indawarie Zachra; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Salimar
Abstrak:
Hipertensi pada dewasa muda cenderung tidak disadari oleh penderitanya sehingga tidak terkontrol dengan baik. Hal ini membahayakan sebab hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik dan berkelanjutan hingga tua dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Selain itu, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 25-34 tahun di Provinsi Kalimantan Timur terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prevalensi hipertensi, hubungan antara faktor risiko hipertensi dengan kejadian hipertensi dan mengetahui faktor dominan kejadian hipertensi pada kelompok usia 25-34 tahun di Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – April 2021. Populasi pada penelitian ini adalah kelompok usia 25-34 tahun di Provinsi Kalimantan Timur. Total sampel yang termasuk ke dalam kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 1.947 sampel. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 60,3% kelompok usia 25-34 tahun di Provinsi Kalimantan Timur sering mengonsumsi makanan tinggi natrium, 58,9% sering mengonsumsi minuman manis, 57% sering mengonsumsi makanan tinggi lemak, dan 97,8% kurang mengonsumsi buah dan sayur. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa daerah tempat tinggal dan status gizi lebih memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi. Berdasarkan hasil analisis univariat menunjukkan bahwa status gizi lebih merupakan faktor dominan kejadian hipertensi pada kelompok usia 25-34 tahun di Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018 dengan nilai OR = 2,655 (95% CI: 2,156 – 3,270). Peneliti menyarankan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur untuk memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi gizi baik melalui sosialisasi, media cetak, ataupun media sosial agar dapat melakukan penurunan berat badan dengan menerapkan gaya hidup sehat, menggalakkan layanan Posbindu PTM keliling yang diadakan di daerah dengan tingkat masyarakat yang berisiko tinggi mengalami hipertensi yakni daerah pedesaan dan daerah yang kurang akses pelayanan kesehatan, dan bekerjasama dengan pihak perusahaan untuk menyediakan alat ukur tekanan darah otomatis untuk memantau tekanan darah dan timbangan berat badan untuk memantau berat badan pekerja.

Hypertension in young adults tends to go unnoticed by the sufferer so that it is not well controlled. This is dangerous because hypertension that is not well controlled and sustained until old age can have a negative impact on health. In addition, the prevalence of hypertension in young adults aged 25-34 years in East Kalimantan continues to increase every year. This study aims to determine the prevalence of hypertension, the relationship between risk factors for hypertension and the incidence of hypertension and determine the dominant factors for the incidence of hypertension in the age group 25-34 years in East Kalimantan Province in 2018. The research design used was cross-sectional. This research was conducted in January - April 2021. The population in this study were young adults aged 25-34 years in East Kalimantan Province. The total sample included in the inclusion and exclusion criteria was 1,947 samples. This study used secondary data from Riskesdas 2018. The results showed that 60.3% of young adults aged 25-34 years in East Kalimantan often consume foods high in sodium, 58.9% often consume sugary drinks, 57% often consume foods high in fat, and 97.8% consume less fruits and vegetables. The results of chi-square analysis showed that the area of residence and nutritional status had more association with the incidence of hypertension. Based on the results of univariate analysis, it shows that overnutrition status is a dominant factor in the incidence of hypertension in young adults aged 25-34 years in East Kalimantan in 2018 with an OR value = 2.655 (95% CI: 2.156 - 3.270). Researchers suggest the East Kalimantan Provincial Health Office to provide Communication, Information and Education on nutrition either through socialization, print media, or social media in order to lose weight by implementing a healthy lifestyle, promoting mobile Posbindu PTM services held in areas with a high level of community risk of hypertension, namely rural areas and areas with less access to health services, and working with companies to provide automatic blood pressure measuring devices to monitor blood pressure and weight scales to monitor workers' weight.
Read More
S-11232
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive