Ditemukan 32995 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Feral Khairinisa Hanif; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Helen Andriani, Yeni Yuliani
Abstrak:
Pendahuluan: Komunikasi efektif melalui telepon/media lain adalah komunikasi yangdilaksanakan melalui telepon atau media komunikasi lain dengan tepat, akurat, lengkap,jelas, dan dimengerti kepada penerima pesan. Komunikasi yang buruk dapatmenyebabkan risiko terhadap keselamatan pasien. Kegagalan komunikasi merupakanpenyebab utama >60% kejadian sentinel. Salah satu komunikasi efektif melalui telepon,yaitu verbal order. Verbal order (VO) adalah instruksi yang diberikan secara lisan atautelepon oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) kepada petugas kesehatan. Verbalorder merupakan jenis komunikasi yang rentan terjadinya kesalahan. Salah satu caramencegah terjadinya kesalahan, yaitu menggunakan metode TBaK (Tulis, Baca, danKonfirmasi). Kepatuhan pengisian tanda tangan konfirmasi verbal order belum pernahmencapai target 100%.
Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi capaiantarget VO di Instalasi Rawat Inap RSIA SamMarie Basra. Metode penelitian:Wawancara mendalam dan telaah dokumen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitiankualitatif dengan pendekatan 24Model.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwafaktor yang memengaruhi capaian target VO, yaitu DPJP tidak visit dalam 1x24 jam danlupa menandatangani VO diikuti dengan perawat lupa mengingatkan DPJP untukverifikasi VO.
Kesimpulan: RSIA SamMarie Basra harus menetapkan kebijakan tentangketepatan jam visit dokter spesialis, SPO tentang pendelegasian VO oleh dokter, dankebijakan khusus sistem reward dan punishment bagi perawat dan DPJP untuk mencapaitarget VO.
Kata kunci:Komunikasi efektif melalui telepon/media lain, verbal order, 24Model, instalasi rawatinap
Read More
Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi capaiantarget VO di Instalasi Rawat Inap RSIA SamMarie Basra. Metode penelitian:Wawancara mendalam dan telaah dokumen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitiankualitatif dengan pendekatan 24Model.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwafaktor yang memengaruhi capaian target VO, yaitu DPJP tidak visit dalam 1x24 jam danlupa menandatangani VO diikuti dengan perawat lupa mengingatkan DPJP untukverifikasi VO.
Kesimpulan: RSIA SamMarie Basra harus menetapkan kebijakan tentangketepatan jam visit dokter spesialis, SPO tentang pendelegasian VO oleh dokter, dankebijakan khusus sistem reward dan punishment bagi perawat dan DPJP untuk mencapaitarget VO.
Kata kunci:Komunikasi efektif melalui telepon/media lain, verbal order, 24Model, instalasi rawatinap
S-10328
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Radhiyah Diyana Puspitasari; Pembimbing: Puput Oktamianti, Mieke Savitri, Mega Purba Sari
Abstrak:
Verbal order merupakan segala instruksi lisan yang diberikan, bisa melalui telepon, tatap muka atau sarana komunikasi lain, oleh dokter atau petugas kesehatan lain yang memiliki wewenang dan diterima oleh perawat atau petugas kesehatan lain yang memiliki wewenang. Verbal order yang diterima harus segera didokumentasikan untuk menghindari kesalahan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan dokumentasi verbal order pasien rawat inap di RSIA SamMarie Basra Tahun 2017.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif untuk melihat gambaran output yaitu besar kelengkapan dokumentasi verbal order pasien rawat inap bulan Mei 2017 dan kualitatif untuk melihat gambaran dari input (sumber daya manusia, sarana, dan biaya) serta proses (perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengendalian) yang mungkin berpengaruh dalam kelengkapan dokumentasi verbal order.
Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa dari 174 verbal order yang terdokumentasi yang terisi lengkap hanya 1.7%, menunjukkan bahwa masih banyak verbal order yang belum terdokumentasi lengkap. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa fungsi perencanaan dan penggerakan telah terlaksana dengan baik, namun pada fungsi pengorganisasian belum optimal. Hal ini dikarenakan pada pelaksanaan kegiatan dokumentasi verbal order banyak dokter yang tidak visit lagi ke Instalasai Rawat Inap dalam 1X24 jam dan perawat yang lupa melengkapi dokumentasi verbal order. Fungsi pengawasan juga diakui belum efektif karena supervisi hanya dilakukan pada perawat shift pagi dan umpan balik yang belum diterima oleh dokter. Hambatan lain ditemukan dalam input yaitu terdapat dokter yang belum mendapat pelatihan dan tinta stempel verbal order yang kurang jelas terlihat.
Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah mengoptimalkan kegiatan pengawasan melalui penunjukkan manager on duty dan internalisasi nilai saat rapat mingguan, pemberian umpan balik yang menyeluruh pada perawat dan dokter, serta menjadikan dokumentasi verbal order sebagai kinerja individu dokter dan perawat.
Kata Kunci : verbal order, dokumentasi, dokter
Read More
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif untuk melihat gambaran output yaitu besar kelengkapan dokumentasi verbal order pasien rawat inap bulan Mei 2017 dan kualitatif untuk melihat gambaran dari input (sumber daya manusia, sarana, dan biaya) serta proses (perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengendalian) yang mungkin berpengaruh dalam kelengkapan dokumentasi verbal order.
Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa dari 174 verbal order yang terdokumentasi yang terisi lengkap hanya 1.7%, menunjukkan bahwa masih banyak verbal order yang belum terdokumentasi lengkap. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa fungsi perencanaan dan penggerakan telah terlaksana dengan baik, namun pada fungsi pengorganisasian belum optimal. Hal ini dikarenakan pada pelaksanaan kegiatan dokumentasi verbal order banyak dokter yang tidak visit lagi ke Instalasai Rawat Inap dalam 1X24 jam dan perawat yang lupa melengkapi dokumentasi verbal order. Fungsi pengawasan juga diakui belum efektif karena supervisi hanya dilakukan pada perawat shift pagi dan umpan balik yang belum diterima oleh dokter. Hambatan lain ditemukan dalam input yaitu terdapat dokter yang belum mendapat pelatihan dan tinta stempel verbal order yang kurang jelas terlihat.
Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah mengoptimalkan kegiatan pengawasan melalui penunjukkan manager on duty dan internalisasi nilai saat rapat mingguan, pemberian umpan balik yang menyeluruh pada perawat dan dokter, serta menjadikan dokumentasi verbal order sebagai kinerja individu dokter dan perawat.
Kata Kunci : verbal order, dokumentasi, dokter
S-9616
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rani Umina; Pembimbing: Vetty Yullianty Permanasari; Penguji: Adik Wibowo, Jacoeb, Teuku Nebrisa Zagladin
Abstrak:
Insiden pasien jatuh menduduki peringkat kedua setelah insiden kesalahan pengobatan. Pengurangan risiko jatuh merupakan salah satu ukuran kualitas pelayanan yang menjadi fokus utama bagi Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pasien jatuh di Instalasi Rawat Inap RSIA SamMarie Basra tahun 2020 dengan tools FMEA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen, dan FGD. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang menjadi mode kegagalan potensial prioritas tinggi terdapat pada variabel structure dan variabel process. Faktor pada variabel structure meliputi protokol RS yang tidak mengatur mobilisasi pasien pulang dan sarana prasarana yang belum disediakan. Faktor pada variabel process meliputi dokumentasi dan pengawasan pasien yang tidak konsisten. Penyebab mode kegagalan meliputi follow-up yang belum optimal, jam kerja perawat yang padat, ketidaktahuan perawat terhadap prosedur, dan kebijakan mobilisasi pasien yang tidak memadai. Hal tersebut berdampak pada manajemen risiko pasien jatuh yang sulit terukur dan peningkatan risiko pasien jatuh. Rekomendasi penelitian berupa penguatan sistem monitoring melalui penerapan bedside checklist status, shift report kebutuhan pasien terkait pencegahan jatuh, optimalisasi briefing dan debriefing keselamatan pasien serta perbaikan SPO Pemulangan Pasien.
Kata kunci: FMEA; Instalasi Rawat Inap; Manajemen Risiko; Pasien Jatuh; Pencegahan Pasien Jatuh
The incidence of patients fall is a second big issue after the incidence of medication errors. Reducing the risk of falls is one measure of service quality that is the main focus of the Hospital. This study aims to analyze the risk management of inpatient falls at Woman and Children Hospital SMB in 2020 by using FMEA tool. This research is a qualitative study by using in-depth interviews, observation, document review, and FGD as data collection methods. The results of this study indicate that factors of patient fall which become high priority potential failure modes are found in the structure and process variables. Factors in the structure variables include hospital protocols that do not regulate the mobilization of discharged patients and infrastructures that have not been provided. Factors in the process variable include inconsistent documentation and patient supervision. The potential impacts are difficulty to measure risk management of patient fall and increased risk of patient fall. Research recommendations are strengthening the monitoring system through the implementation of bedside checklist status, shift reports on patient needs related to falling prevention, optimization briefings and de-briefings of patient Safety, and improving the SOP of discharge planning.
Keywords: FMEA; Inpatient Care; Risk Management; Patient Falls; Patient Falls Prevention
Read More
Kata kunci: FMEA; Instalasi Rawat Inap; Manajemen Risiko; Pasien Jatuh; Pencegahan Pasien Jatuh
The incidence of patients fall is a second big issue after the incidence of medication errors. Reducing the risk of falls is one measure of service quality that is the main focus of the Hospital. This study aims to analyze the risk management of inpatient falls at Woman and Children Hospital SMB in 2020 by using FMEA tool. This research is a qualitative study by using in-depth interviews, observation, document review, and FGD as data collection methods. The results of this study indicate that factors of patient fall which become high priority potential failure modes are found in the structure and process variables. Factors in the structure variables include hospital protocols that do not regulate the mobilization of discharged patients and infrastructures that have not been provided. Factors in the process variable include inconsistent documentation and patient supervision. The potential impacts are difficulty to measure risk management of patient fall and increased risk of patient fall. Research recommendations are strengthening the monitoring system through the implementation of bedside checklist status, shift reports on patient needs related to falling prevention, optimization briefings and de-briefings of patient Safety, and improving the SOP of discharge planning.
Keywords: FMEA; Inpatient Care; Risk Management; Patient Falls; Patient Falls Prevention
S-10315
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sulis Tiya Ningrum; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Masyitoh, Nebrisa Zagladin
Abstrak:
Skripsi ini bertujuan untuki mengetahui analisis kebutuhan tenaga di Instalasi Rawat Inap RSIA SamMarie Basra Tahun 2014. Latar belakang penelitian adalah bertambahnya jumlah 3 tempat tidur, persentase upah lembur, pusat pendapatan rumah sakit. Adapun formula perhitungan yang digunakan adalah formula (Gillies, PPNI, Ilyas). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, observasi (time and motion study), kualitatif dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi selama 8 hari kerja, serta melakukan wawancara mendalam kepada informan yang berkaitan dengan penelitian di RSIA SamMarie Basra.
Dari pengamatan terhadap pola kegiatan perawat diperoleh hasil penggunaan waktu produktif perawat di Instalasi Rawat Inap 64,45%, dan waktu tidak produktif 35,54%. Berdasarkan data primer yang berhasil dikumpulkan, setelah diolah oleh Formula (Gillies, PPNI, Ilyas) dan data sekunder terkait seputar pengetahuan seputar pekerjaan, keterampilan dan sikap, diperoleh kesimpulan bahwa jumlah tenaga perawat di Instalasi Rawat Inap sejumlah 10 orang. Jumlah ini sesuai dengan jumlah perawat saat ini.
Kata kunci: Analisis kebutuhan tenaga, perawat, Instalasi Rawat Inap
This thesis aims untuki know the analysis of energy needs in Inpatient RSIA SamMarie Basra 2014. The research background is the increasing number 3 beds, the percentage of overtime, center hospital revenue. The calculation formula used is the formula (Gillies, PPNI, Ilyas). This research is quantitative with observation (time and motion study), qualitative in-depth interviews and document review. Primary data were collected through observation during the 8 days of work, and conduct in-depth interviews to informants related to research in RSIA SamMarie Basra.
From the observation of the pattern of activity nurses obtained results using productive time nurse in Inpatient 64.45%, and 35.54% unproductive time. Based on primary data collected, after being processed by Formula (Gillies, PPNI, Ilyas) and related secondary data regarding knowledge about jobs, skills and attitudes, it is concluded that the number of nurses in Inpatient some 10 people. This number corresponds to the number of nurses today.
Keywords: Analysis of energy needs, nurses, Inpatient
Read More
Dari pengamatan terhadap pola kegiatan perawat diperoleh hasil penggunaan waktu produktif perawat di Instalasi Rawat Inap 64,45%, dan waktu tidak produktif 35,54%. Berdasarkan data primer yang berhasil dikumpulkan, setelah diolah oleh Formula (Gillies, PPNI, Ilyas) dan data sekunder terkait seputar pengetahuan seputar pekerjaan, keterampilan dan sikap, diperoleh kesimpulan bahwa jumlah tenaga perawat di Instalasi Rawat Inap sejumlah 10 orang. Jumlah ini sesuai dengan jumlah perawat saat ini.
Kata kunci: Analisis kebutuhan tenaga, perawat, Instalasi Rawat Inap
This thesis aims untuki know the analysis of energy needs in Inpatient RSIA SamMarie Basra 2014. The research background is the increasing number 3 beds, the percentage of overtime, center hospital revenue. The calculation formula used is the formula (Gillies, PPNI, Ilyas). This research is quantitative with observation (time and motion study), qualitative in-depth interviews and document review. Primary data were collected through observation during the 8 days of work, and conduct in-depth interviews to informants related to research in RSIA SamMarie Basra.
From the observation of the pattern of activity nurses obtained results using productive time nurse in Inpatient 64.45%, and 35.54% unproductive time. Based on primary data collected, after being processed by Formula (Gillies, PPNI, Ilyas) and related secondary data regarding knowledge about jobs, skills and attitudes, it is concluded that the number of nurses in Inpatient some 10 people. This number corresponds to the number of nurses today.
Keywords: Analysis of energy needs, nurses, Inpatient
S-8582
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shintia Nurpiyana Saputri; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Kurnia Sari, Mega Purba Sari
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang gambaran pelaksanaan identifikasi pasien pada laboratorium imuno andrologi RSIA Sammarie Basra pada tahun 2016 dengan pendekatan teori swiss cheese dan blunt and sharp end. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran terkait pelaksanaan identifikasi pasien dikaitkan dengan melihat kebijakan rumah sakit mengenai keselamatan pasien khususnya SPO identifikasi pasien, komunikasi, kerjasama tim, kondisi lingkungan yang aman dan nyaman, beban kerja, dan pengawasan, serta perilaku keselamatan pasien. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode penelitian seperti wawancara, observasi dan telaah dokumen.
Hasil penelitian didapatkan bahwa kebijakan rumah sakit tentang keselamatan pasien sudah ada dan dijalankan, namun belum ada pengawasan dan penilaian. Kondisi lingkungan yang baik dan kerjasama tim yang efektif sangat menunjang keselamatan pasien.
Kata kunci : Keselamatan pasien, laboratrium imuno andrologi, swiss cheese, blunt and sharp end
This study discusses the overview of the implementation of the identification of patients on immuno andrology laboratory RSIA SamMarie Basra in 2016 with the theoretical approach of swiss cheese and blunt and sharp end. The purpose of this study is to get an overview on the implementation of the identification of patients is associated with seeing hospital policy regarding patient safety particularly SPO patient identification, communication, teamwork, environmental conditions are safe and comfortable, the workload, and supervision, as well as patient safety behavior. This type of research is qualitative research methods such as interviews, observation and study of the document.
The result showed that the hospital policy on patient safety already exist and have been executed, but there is no supervision and assessment. Environmental conditions are good and effective teamwork strongly support patient safety.
Keywords : Patient Safety, Lab. Andrology Imunno, Swiss Cheese, Blunt adn Sharp End
Read More
Hasil penelitian didapatkan bahwa kebijakan rumah sakit tentang keselamatan pasien sudah ada dan dijalankan, namun belum ada pengawasan dan penilaian. Kondisi lingkungan yang baik dan kerjasama tim yang efektif sangat menunjang keselamatan pasien.
Kata kunci : Keselamatan pasien, laboratrium imuno andrologi, swiss cheese, blunt and sharp end
This study discusses the overview of the implementation of the identification of patients on immuno andrology laboratory RSIA SamMarie Basra in 2016 with the theoretical approach of swiss cheese and blunt and sharp end. The purpose of this study is to get an overview on the implementation of the identification of patients is associated with seeing hospital policy regarding patient safety particularly SPO patient identification, communication, teamwork, environmental conditions are safe and comfortable, the workload, and supervision, as well as patient safety behavior. This type of research is qualitative research methods such as interviews, observation and study of the document.
The result showed that the hospital policy on patient safety already exist and have been executed, but there is no supervision and assessment. Environmental conditions are good and effective teamwork strongly support patient safety.
Keywords : Patient Safety, Lab. Andrology Imunno, Swiss Cheese, Blunt adn Sharp End
S-9312
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gio Sandi; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Fajar Ariyanti
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi rawat inap tingkat lanjut (RITL) di FKRTL oleh peserta JKN di wilayah Provinsi Sulawesi Utara pada tahun baik sebelum pandemi COVID-19 (2019) dan saat pada pandemi COVID-19 (2020). Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain studi cross-sectional menggunakan data sekunder berupa Data Sampel BPJS Kesehatan 2019-2020. Sampel yang diperoleh berasal dari metode total sampling, sehingga sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi akan diikutsertakan. Total sampel yang diperoleh pada tahun 2019 sebesar 24.748, sedangkan total sampel yang diperoleh pada tahun 2020 sebesar 25.902 peserta. Uji hubungan dianalisis melalui uji Single Logistic Regression. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan terjadi penurunan utilisasi rawat inap setelah pandemi COVID-19 dibandingkan sebelum pandemi COVID-19. Layanan RITL baik pada saat sebelum pandemi COVID-19 (2019) maupun saat pandemi COVID-19 (2020) banyak diakses oleh peserta kelompok lansia (7,39% dan 4,13%), kelompok perempuan (6,49% dan 4,46%), kelompok peserta dengan status cerai (12,16% dan 6,58%), kelompok istri (7,44% dan 6,06%), kelompok peserta dengan riwayat PM dan PTM (11,36% dan 7,78%), kelompok hak kelas rawat I (7,67% dan 6,54%), kelompok segmentasi PBPU (9,66% dan 8,53%), kelompok yang pernah mengakses rawat jalan di FKTP (9,09% dan 5,89%) dan FKRTL (17,51% dan10,85%), peserta yang terdaftar di FKTP jenis klinik (8,04% dan 6,64%), peserta yang terdaftar di FKTP milik swasta (7,19% dan 5,84%), dan kelompok peserta yang tinggal di kota (6,03% dan 4,20%). Seluruh variabel memiliki hubungan yang bermakna dengan utilisasi RITL baik sebelum pandemi COVID-19 ataupun saat pandemi COVID-19.
This study aims to determine the factors related to the utilization of advanced inpatient care (RITL) in FKRTL by JKN participants in the North Sulawesi Province in the year both before the COVID-19 pandemic (2019) and during the COVID-19 pandemic (2020). This research is quantitative with a cross-sectional study design using secondary data in the form of BPJS Health Sample Data 2019-2020. The sample obtained came from the total sampling method, so that samples that meet the inclusion and exclusion criteria will be included. The total sample obtained in 2019 was 24,748, while the total sample obtained in 2020 was 25,902 participants. The relationship test was analyzed through the Single Logistic Regression test. The results of the study show that overall there is a decrease in inpatient utilization after the COVID-19 pandemic compared to before the COVID-19 pandemic. RITL services both before the COVID-19 pandemic (2019) and during the COVID-19 pandemic (2020) were widely accessed by participants in the elderly group (7.39% and 4.13%), women (6.49% and 4. 46%), the group of participants with divorced status (12.16% and 6.58%), the group of wives (7.44% and 6.06%), the group of participants with a history of PM and PTM (11.36% and 7, 78%), the right to care class I (7.67% and 6.54%), the PBPU segmentation group (9.66% and 8.53%), the group who had accessed outpatient care in FKTP (9.09% and 5.89%) and FKRTL (17.51% and 10.85%), participants registered in clinic type FKTP (8.04% and 6.64%), participants registered in privately owned FKTP (7.19% and 5.84%, and the group of participants who live in cities (6.03% and 4.20%). All variables have a significant relationship with RITL utilization both before the COVID-19 pandemic or during the COVID-19 pandemic.
Read More
This study aims to determine the factors related to the utilization of advanced inpatient care (RITL) in FKRTL by JKN participants in the North Sulawesi Province in the year both before the COVID-19 pandemic (2019) and during the COVID-19 pandemic (2020). This research is quantitative with a cross-sectional study design using secondary data in the form of BPJS Health Sample Data 2019-2020. The sample obtained came from the total sampling method, so that samples that meet the inclusion and exclusion criteria will be included. The total sample obtained in 2019 was 24,748, while the total sample obtained in 2020 was 25,902 participants. The relationship test was analyzed through the Single Logistic Regression test. The results of the study show that overall there is a decrease in inpatient utilization after the COVID-19 pandemic compared to before the COVID-19 pandemic. RITL services both before the COVID-19 pandemic (2019) and during the COVID-19 pandemic (2020) were widely accessed by participants in the elderly group (7.39% and 4.13%), women (6.49% and 4. 46%), the group of participants with divorced status (12.16% and 6.58%), the group of wives (7.44% and 6.06%), the group of participants with a history of PM and PTM (11.36% and 7, 78%), the right to care class I (7.67% and 6.54%), the PBPU segmentation group (9.66% and 8.53%), the group who had accessed outpatient care in FKTP (9.09% and 5.89%) and FKRTL (17.51% and 10.85%), participants registered in clinic type FKTP (8.04% and 6.64%), participants registered in privately owned FKTP (7.19% and 5.84%, and the group of participants who live in cities (6.03% and 4.20%). All variables have a significant relationship with RITL utilization both before the COVID-19 pandemic or during the COVID-19 pandemic.
S-11068
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Kusmiyati; Pemb. Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Togi Asman Sinaga, Feurah Dihan Bahar
T-2706
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Syamsi Ramadini; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Helen Andriani, Dara Ayu Wardhani
Abstrak:
Read More
Kebersihan tangan merupakan faktor utama pencegahan infeksi dalam perawatan kesehatan (Healthcare Associated Infections/HAIs). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perilaku kebersihan tangan perawat rawat inap Rumah Sakit X di Kota Depok pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan studi cross-sectional dengan menggunakan instrumen yang diisi oleh 92 orang perawat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan hanya 35,9%, yang diukur dengan konsistensi perawat selalu mengikuti prosedur kebersihan tangan yang tepat sesuai rekomendasi WHO. Pengetahuan dan sikap yang baik, fasilitas kebersihan tangan yang memadai, pengawasan rutin dari PPI RS dan kepala ruang, serta dukungan kepala ruang dan rekan kerja, berkontribusi terhadap kepatuhan perilaku kebersihan tangan perawat. Rumah sakit perlu memberikan perhatian untuk perbaikan kepatuhan perilaku kebersihan tangan perawat dari aspek-aspek tersebut. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkombinasikan metode kuesioner pelaporan diri kepatuhan dengan metode observasi langsung kepatuhan untuk menguatkan informasi data kepatuhan dan menggunakan tambahan pendekatan kualitatif untuk menggali secara lebih mendalam mengenai kebiasaan perilaku kebersihan tangan pada perawat.
Hand hygiene is a primary factor in preventing infections in healthcare settings (Healthcare Associated Infections/HAIs). This study aims to analyze factors influencing compliance with hand hygiene practices among inpatient nurses at Hospital X in Depok City in 2024. The research utilized a cross-sectional study design with data collected from 92 nurses through a structured instrument. Findings revealed a compliance rate of only 35.9%, measured by the consistency of nurses in complying with proper hand hygiene procedures according to WHO recommendations. Good knowledge and attitudes, adequate hand hygiene facilities, regular supervision by the hospital's Infection Prevention and Control (IPC) team and unit heads, as well as support from unit heads and colleagues, contributed to nurses' compliance with hand hygiene practices. Hospitals need to focus on improving nurses' compliance to hand hygiene practices across these aspects. Future research should consider combining self-report questionnaire methods with direct observation of compliance to enhance data reliability and employ additional qualitative approaches to delve deeper into nurses' hand hygiene behavioral habits.
S-11696
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vonny Umboh; Pembimbing: Adang Bachtiar
Abstrak:
Keperawatan adalah salah satu profesi di rumah sakit yang berperan penting dalam menyelenggarakan upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit Salah satu ukuran mutu proses dalam keperawatan adalah baiknya catatan keperawatan. Catatan keperawatan merupakan dokumen yang penting bagi asuhan keperawatan pasien di rumah sakit. Dalam hal ini perawat mempunyai peranan panting dalam meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang pada akhirnya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. Untuk itu perlu terus menerus meningkatkan kemampuan perawat dalam asuhan keperawatan sebagai ukuran kinerja perawat. Kinerja sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kinerja perawat rawat imp dalam melaksanakan kegiatan pendokumentasian asuhan keperawatan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Palembang dari tanggal 1 April sampai dengan 31 Mei 2001. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional pada 60 perawat di ruang rawat inap.
Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat; dengan menggunakan uji statistik deskriptif, regresi linier, t-test dan analisa varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat rata-rata adalah 294,71 dan nilai median 303,30. Setelah dikelompokkan dengan pengkategorian baik dan kurang didapatkan hasil 50 % kinerja baik dan 50 % kinerja kurang. Dari analisis bivariat didapatkan bahwa faktor tingkat pendidikan, motivasi, persepsi peran, disain pekerjaan, imbalan. dan sumberdaya mempunyai hubungan yang bermakna dengan kinerja. Dan hasil analisis multivariat didapat bahwa faktor-faktor tingkat pendidikan, persepsi peran, imbalan dan merupakan faktor-faktor yang dominan secara bersama-sama berhubungan dengan kinerja perawat.
Perlu bagi pihak mamajemen RS Jiwa Palembang untuk memperhatikan peningkatan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dengan meningkatkan pendidikan, balk pendidikan formal maupun non formal yang terprogram. Variabel imbalan perlu diperhatikan dalam meningkatkan kinerja perawat, dengan mengadakan program pelatihan yang dapat meningkatkan motivasi kerja dan kebanggaan peran sebagai perawat.
Factors Related to Performance of Inpatient Nurses in Palembang Mental Hospital, Year 2001Nursing is one the profession that plays important role in organizing efforts of assuring quality of care in hospital. Nursing documentation is an important document for patients nursing activities in the hospital.
Human resource, especially nurses play an important role in increasing the nursing activities service quality that in turn will increase the service quality. Therefore, productivity increase is needed to improve performance. The performance is highly affected by various factors, both internally and externally.
This research is intended to obtain description regarding the performance of inpatients nurses and to implement nursing activities documentation and to identify factors related the performance of the nurses. The research was done in Palembang Mental Hospital from April 1 to May 31, 2001. The research design used is cross sectional on 60 nurses in the inpatients room.
The analysis used was univariate, bivariate and multivariate analysis; by using descriptive statistics test; linear regression , independent sample t-test and analysis of variance. The result of the research indicates that average performance of the nurses is 294,71 and median value is 303,30. After it is group according to good and poor category, it is found out that 50 % is good and 50 % is poor. From bivariate analysis it is obtained that education, motivation, role perception , job design and resources factors have significant relationship with performance ( p < 0,05 ). From the multivariate analysis, it is obtained that education, role perception and incentive factors are dominant factors collectively with relationship to the performance of the nurses.
It is necessary that management of Palembang Mental Hospital to consider the nurses performance in documentation of the nursing activities by increasing the education, both formal and informal programmed education. The role perception and .incentive variable needs to be considered in increasing the performance of the nurses, by organizing training program that will increased the work motivation and self-respect as nurses.
Read More
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kinerja perawat rawat imp dalam melaksanakan kegiatan pendokumentasian asuhan keperawatan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Palembang dari tanggal 1 April sampai dengan 31 Mei 2001. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional pada 60 perawat di ruang rawat inap.
Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat; dengan menggunakan uji statistik deskriptif, regresi linier, t-test dan analisa varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat rata-rata adalah 294,71 dan nilai median 303,30. Setelah dikelompokkan dengan pengkategorian baik dan kurang didapatkan hasil 50 % kinerja baik dan 50 % kinerja kurang. Dari analisis bivariat didapatkan bahwa faktor tingkat pendidikan, motivasi, persepsi peran, disain pekerjaan, imbalan. dan sumberdaya mempunyai hubungan yang bermakna dengan kinerja. Dan hasil analisis multivariat didapat bahwa faktor-faktor tingkat pendidikan, persepsi peran, imbalan dan merupakan faktor-faktor yang dominan secara bersama-sama berhubungan dengan kinerja perawat.
Perlu bagi pihak mamajemen RS Jiwa Palembang untuk memperhatikan peningkatan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dengan meningkatkan pendidikan, balk pendidikan formal maupun non formal yang terprogram. Variabel imbalan perlu diperhatikan dalam meningkatkan kinerja perawat, dengan mengadakan program pelatihan yang dapat meningkatkan motivasi kerja dan kebanggaan peran sebagai perawat.
Factors Related to Performance of Inpatient Nurses in Palembang Mental Hospital, Year 2001Nursing is one the profession that plays important role in organizing efforts of assuring quality of care in hospital. Nursing documentation is an important document for patients nursing activities in the hospital.
Human resource, especially nurses play an important role in increasing the nursing activities service quality that in turn will increase the service quality. Therefore, productivity increase is needed to improve performance. The performance is highly affected by various factors, both internally and externally.
This research is intended to obtain description regarding the performance of inpatients nurses and to implement nursing activities documentation and to identify factors related the performance of the nurses. The research was done in Palembang Mental Hospital from April 1 to May 31, 2001. The research design used is cross sectional on 60 nurses in the inpatients room.
The analysis used was univariate, bivariate and multivariate analysis; by using descriptive statistics test; linear regression , independent sample t-test and analysis of variance. The result of the research indicates that average performance of the nurses is 294,71 and median value is 303,30. After it is group according to good and poor category, it is found out that 50 % is good and 50 % is poor. From bivariate analysis it is obtained that education, motivation, role perception , job design and resources factors have significant relationship with performance ( p < 0,05 ). From the multivariate analysis, it is obtained that education, role perception and incentive factors are dominant factors collectively with relationship to the performance of the nurses.
It is necessary that management of Palembang Mental Hospital to consider the nurses performance in documentation of the nursing activities by increasing the education, both formal and informal programmed education. The role perception and .incentive variable needs to be considered in increasing the performance of the nurses, by organizing training program that will increased the work motivation and self-respect as nurses.
T-1144
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Abdul Gani; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Anwar Hasan, Yusuf Kristianto, Budi Anna Keliat
Abstrak:
Read More
Kepuasan pasien adalah salah satu indikator untuk mengukur kualitas pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien yang rendah menggambarkan kualitas pelayanan yang berada di bawah standar. Kepuasan pasien yang rendah akan berdampak terhadap citra rumah sakit. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya karakteristik Pasien. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kepuasan pasien dan faktor-faktor yang berhubungan dengan karakteristik pasien. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Sigli dari tanggal 15 November- 30 Desember 2002, Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional terhadap 100 pasien rawat inap. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat untuk : distribusi frekuensi, chi-square, dan regresi logistik. Hasil yang didapatkan menunjukkan tingkat ketidakpuasan pasien sebesar 51%. Dari uji bivariat didapat faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien adalah variabel umur dan kelas perawatan, dan yang tidak berhubungan adalah variabel pendidikan, pekerjaan dan penjamin biaya. Regresi logistik mendapatkan faktor dominan yang berhubungan dengan kepuasan pasien adalah veriabel umur dan kelas perawatan pasien. Dari hasil ini disarankan bagi pihak pengelola rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama terhadap pelayanan perativat dan pelayanan makanan. Pelayanan ini lebih khusus terhadap pasien yang usia lebih tua dan kelas perawatan pasien. Perlu penelitian lebih lanjut tentang kepuasan ini dengan menggabungkan metoda kualitatif dengan kuantiaatif untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Factors Related to In-patients Satisfaction at Sigli General Hospital in 2002 Patients' satisfaction is one of the indications in measuring the quality of health services. Low patients' satisfaction indicates that the quality of health services is below the standard. Low patients' satisfaction may effect to the image of the hospital. Patients' satisfaction is influenced by many factors, one of them is the characteristic of patients. This study aimed to get the information about the patients' satisfaction and the related factors to the characteristic of the patients. The research was conducted at Sigli General Hospital from November 15 to December 30, 2002. The research is a cross-sectional study to 100 in-patents. The analyses used were univariate, bivariate, and multivariate for: frequency distribution, chi-square, and logistic regression. The result of the study showed that the degree of the patients' unsatisfaction was 51 %. From the bivariate test, it was found that the factors that associate with the patients' satisfaction were age and class of nursing care variables, and the unassociated were education. job and payment guarantor. Logistic regression get the dominant factors, which were related to the patients' satisfaction, that were the variables of age and class of patient nursing. From this result, it was suggested that the hospital management should improve the public services, especially nursing care and food menu. This services should be to the old-patients and class of nursing. There is a need of further studies about the study of satisfaction which combine the qualitative and quantitative methods in order to get the better result in satisfaction.
T-1553
Depok : PS-FKMUI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
