Ditemukan 21494 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Khairunnisa Mubarokah; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Rachmat
Abstrak:
Transformasi digital membawa perubahan pada perkembangan pemasaran maka Strategy, taktic, dan value juga ikut berubah dan tidak relevan. Sehingga Rumah sakit harus memiliki strategi yang tepat, untuk meningkatkan brand.Penelitian ini menggunakan metode Literature review dengan pendekatan kualitatif yaitu melakukan review pada 18 jurnal terdahulu dengan database google scholar dan e-perpusnas. Hasil penelitian ini menunjukan komponen strategi pemasaran yang paling berdampak adalah Value. Citizen memiliki peran besar dalam mempengaruhi pelayanan kesehatan. Citizen 4.0 akan semakin relevan untuk merancang strategi pemasaran yang meningkatkan hubungan antara brand (citra) dan hubungan pelanggan. Kata Kunci : Pemasaran Rumah sakit, citizen era digital ,era industri 4.0, Strategi pemasaran rumah sakit, Healthcare Marketing Digital transformation brings changes to marketing development.so, strategies, tactics, and values also change and are irrelevant. The hospital must have the right strategy, to improve the brand. This study uses a Literature review method with a qualitative approach that is reviewing 18 previous journals with the Google Scholar database and e-National Library. The results of this study indicate that the most impactful component of a marketing strategy is value. Citizens have a large role in influencing health services. Citizen 4.0 will be increasingly relevant for designing marketing strategies that enhance the relationship between brands (images) and customer relationships. Keywords: Citizen digital era, Industrial era 4.0, Hospital Marketing, , Hospital marketing strategy, Healthcare marketing
Read More
S-10334
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Uswatun Hasanah; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Dikdik Permana Wigandi
S-6981
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andi Erlina; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Sunuhardo
B-1193
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Imelda Octaviani Dwi Jasmin; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Helen, Agus Rahmanto
Abstrak:
Tujuan penelitian adalah mengetahui penerapan sasaran keselamatan pasien berdasarkan pendekatan sistem. Penelitian ini menggunakan literature review menggunakan data sekunder dari pencarian online yaitu Google Scholar dan GARUDA. Hasil pencarian literatur mendapatkan 5 artikel tahun 20172019 yang menganalis penerapan sasaran keselamatan pasien berdasarkan input, proses, dan output. Hasil penelitian menunjukkan, komponen input masih kurang optimal yaitu kebijakan/SOP; SDM; diklat & sosialisasi; metode; sarana prasarana; dana; dan organisasi. Pada proses ditemukan masih adanya tenaga kesehatan yang belum menerapkan prosedur pada sasaran keselamatan pasien yang telah ditentukan. Output yang dihasilkan adalah belum adanya rumah sakit yang dapat mencapai target sasaran keselamatan pasien yang telah ditetapkan. Kesimpulannya adalah masih belum tercapainya penerapan sasaran keselamatan pasien di rumah sakit karena masih kurang optimalnya komponen input dan proses. Rumah sakit dapat meningkatkan sumber daya untuk membantu tenaga kesehatan dalam penerapan sasaran keselamatan pasien.
Read More
S-10772
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putu Diana Saraswati; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Agus Rahmanto
Abstrak:
Penulisan review ini membahas mengenai salah satu permasalahan penting sumber daya manusia rumah sakit yaitu retensi perawat. Tujuan dari penulisan adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi gambaran retensi, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan strategi retensi yang dilakukan oleh rumah sakit. Jenis literatur yang digunakan adalah literatur elektronik yang didapat melalui database online dan website yakni PubMed, Science Direct, DOAJ, Willey Online Library, Garuda Ristekdikti, Dovepress, OPAC-Universitas Indonesia Library, neliti.com, dan researchgate.net. Jumlah literatur yang dibahas dalam review ini adalah 14 literatur. Hasil identifikasi inti pembahasan pada setiap literatur disajikan dalam tabel matriks yang secara garis besar memuat aspek gambaran retensi yang terdiri dari retensi positif dan negatif; faktor-faktor retensi diantaranya faktor organisasi dan pekerjaan, faktor karakteristik individu, dan faktor lain; serta strategi retensi yang dikelompokkan menjadi strategi umum dan spesifik. Kata kunci: Review kepustakaan, perawat, retensi, faktor-faktor retensi, strategi retensi This literature review is discussed about one of the important hospitals human resource problems, nurse retention. The purpose of this paper is to identify retention picture, influencing factors, and retention strategies carried out by the hospital. The type of literature used is electronic literature that collected through online databases and websites include PubMed, Science Direct, DOAJ, Willey Online Library, Garuda Ristekdikti, Dovepress, OPAC-Universitas Indonesia Library, neliti.com, and researchgate.net. Total of literature in this paper is 14 literatures. Identification results of the key findings from each literature is written in a matrix table which contains of retention picture that consist of positive and negative retention; retention factors include organization and occupation factors, invidual characteristic factors, and other factors; and retention strategies that grouped into general and specific strategies. Key words: Literature review, nurse, retention, retention factors, retention strategy
Read More
S-10395
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Retno Diyah Widowati; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Puput Oktamianti, Syaifuddin Zuhri
Abstrak:
ABSTRACT Pengembangan penilaian prestasi kerja karyawan dan analisis penghitungan pembagian insentif karyawan berdasarkan pada 5 kriteria yaitu kriteria uraian tugas jabatan, kriteria dimensi kerangka kerja Austin-Hayne, kriteria tanggung jawab.fungsi, kriteria tingkat pendidikan dan kriteria pangkat jabatan. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil 23 responden yang terdiri dari Kepala bagian, kepala sub bagian, kepala bidang, dan kepala sub bidang di rumah sakit Tugu Ibu. Metode penelitian yang dipakai adalah metode riset operasional, dengan metode penilaian graphic rating scale. Penentuan bobot untuk kriteria dan standar penilaian menggunakan AHP (analitical hierarchy process) Untuk pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, telaah dokumen, dan kuesioner penilaian kinerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan kriteria uraian tugas jabatan dan kerangka kerja Austin-Hayne, prestasi kinerja karyawan teridentifikasi lebih baik dan dengan penambahan kriteria tanggung jawab/fungsi, tingkat pendidikan dan pangkat jabatan pengitungan insentif yang diberikan diharapkan lebih memotivasi karyawan untuk berprestasi lebih tinggi. Insentif dengan pembagian laba yang digabungkan dengan penilaian kinerja karyawan akan mencerminkan insentif yang sesuai dengan prestasi kinerja karyawan.
ABSTRACT Development of employee achievements appraisal and analysis of the calculation dividing the incentives employees based on 5 criteria: criteria description criterion task title, dimensions framework Austin-Hayne, the criteria of responsibility. functions, the criteria of education level and the criteria in rank position. This research was conducted by taking 23 respondents consisting of a head of section, head of Sub-Division, the head of the field, and the head of the subfields in the Tugu Ibu Hospital. The research method used is operational research methods, assessment methods with graphic rating scale. Determination of the criteria and weights for standard assessment using AHP (analitical hierarchy process) for the collection of data is done with the interview, observation, document review, and performance assessment questionnaire. The results of this research suggest that title task description criteria and frameworks Austin-Hayne, the unidentified employee performance achievements better and with the addition of the criteria of responsibility/functions, level of education and the rank of position counting incentives given expected more motivating employees to higher achievers. Incentives with sharing of profit combined with employee performance assessment will reflect the appropriate incentives with performance accomplishments.
Read More
S-8320
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nafisa Khairunnisa Rahmat; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Aswan Usman
Abstrak:
Read More
Ketimpangan distribusi dokter spesialis di Indonesia masih menjadi tantangan dalam pemenuhan keadilan akses layanan kesehatan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) diwajibkan memenuhi standar minimal melalui penyediaan 7 dokter spesialis (anak, bedah, obstetri dan ginekologi, penyakit dalam, anestesi radiologi, dan patologi klinik). Namun, kenyataannya masih banyak RSUD beroperasi tanpa tim spesialis yang lengkap, sehingga berimplikasi pada kualitas pelayanan dan jaminan keselamatan pasien di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik struktural rumah sakit (klasifikasi kelas, status kepemilikan, dan letak wilayah regional) terhadap tingkat kelengkapan 7 dokter spesialis sesuai standar di RSUD Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional menggunakan data sekunder dari portal Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) dan RS Online per Mei 2026. Pemilihan sampel menggunakan metode total sampling, dengan total 830 RSUD. Analisis data menggunakan Chi-Square untuk menilai hubungan antarvariabel. Mayoritas RSUD di Indonesia (64,7%) tercatat belum memenuhi standar kelengkapan 7 dokter spesialis dasar dan penunjang. Hasil uji Chi-Square membuktikan adanya hubungan yang sangat signifikan secara statistik antara klasifikasi kelas, status kepemilikan, dan wilayah regional (p-value < 0,05) dengan kelengkapan dokter spesialis. Tingkat kelengkapan lebih banyak ditemukan pada RSUD Kelas A, RSUD yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi, dan yang berada di wilayah Jawa-Bali. Temuan ini menjelaskan bahwa karakteristik struktural RSUD merupakan determinan kuat yang memengaruhi kelengkapan 7 dokter spesialis. Oleh karena itu, memerlukan penguatan harmonisasi kebijakan tata kelola SDM, alokasi insentif yang lebih afirmatif, serta perbaikan infrastruktur dasar, dengan memanfaatkan integrasi data SISDMK untuk prasyarat izin peningkatan kelas RS, penyesuaian kapasitas fiskal daerah, dan pemerataan akses pelayanan kesehatan spesialis di seluruh wilayah Indonesia.
The uneven distribution of medical specialists in Indonesia remains a challenge in ensuring equitable access to healthcare services. Regional General Hospitals are required to meet minimum standards by providing seven medical specialists (pediatrics, surgery, obstetrics and gynecology, internal medicine, anesthesiology, radiology, and clinical pathology). However, in reality, many hospitals still operate without a complete team of specialists, which impacts the quality of care and patient safety in the region. This study aims to analyze the relationship between hospital structural characteristics (classification, ownership status, and regional location) and the level of compliance with the standard of having 7 specialist doctors at Regional General Hospitals in Indonesia. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design using secondary data from the Health Human Resources Information System (SISDMK) portal and RS Online as of May 2026. The sample was selected using total sampling, comprising a total of 830 public hospitals. Data analysis utilized the Chi-Square test to assess relationships between variables. The majority of public hospitals in Indonesia (64.7%) were found to not yet meet the standard for having 7 essential and supporting specialist physicians. The results of the Chi-Square test demonstrated a statistically highly significant relationship between hospital class, ownership status, and regional area (p-value < 0.05) and the adequacy of specialist physicians. Higher levels of specialist coverage were found in Class A public hospitals, public hospitals managed by provincial governments, and those located in the Java-Bali region. These findings indicate that the structural characteristics of public hospitals are strong determinants influencing the availability of seven specialist doctors. Therefore, there is a need to strengthen the harmonization of human resource management policies, allocate more affirmative incentives, and improve basic infrastructure, by utilizing SISDMK data integration as a prerequisite for hospital class upgrades, adjusting regional fiscal capacity, and ensuring equitable access to specialist healthcare services across all regions of Indonesia.
S-12288
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Devina Nafis Alodia; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Read More
Pelayanan kesehatan berkualitas merupakan komponen esensial dalam mewujudkan masyarakat sehat dan sejahtera, dengan rumah sakit sebagai fasilitas utama dalam menyediakan layanan medis yang efektif dan efisien. Berdasarkan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023, rumah sakit diharuskan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan baik secara internal maupun eksternal melalui berbagai indikator. Salah satu alat evaluasi penting dalam peningkatan mutu ini adalah Indikator Nasional Mutu (INM), yang digunakan untuk menilai capaian mutu pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan. Meskipun INM berperan besar dalam memperbaiki kualitas layanan dan efisiensi biaya, capaian INM di rumah sakit Indonesia masih mengalami kendala, terutama terkait kepatuhan dan infrastruktur yang belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capaian INM rumah sakit di Indonesia pada Juni 2024 berdasarkan status kepemilikan, kelas rumah sakit, jenis pelayanan, dan wilayah regional. Metode yang digunakan adalah penelitian potong lintang dengan analisis data sekunder dari basis data Kementerian Kesehatan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan rumah sakit pemerintah dan swasta memiliki perbedaan signifikan dalam beberapa indikator, dengan rumah sakit pemerintah cenderung lebih unggul. Rumah sakit kelas A dan B memiliki capaian lebih baik dibandingkan kelas C dan D, namun tantangan terkait terhadap waktu tanggap operasi sesarea emergensi dan waktu tunggu rawat jalan masih ada, terutama di kelas rendah. Capaian mutu rumah sakit di wilayah Jawa dan Bali lebih baik dibandingkan Indonesia Timur, hal ini dipengaruhi oleh kesenjangan sumber daya dan infrastruktur.
Quality healthcare services are essential for achieving a healthy and prosperous society, with hospitals playing a central role in delivering effective and efficient medical care. According to Law No. 17 of 2023, hospitals are required to continually improve the quality of their services both internally and externally through various indicators. One of the key tools for evaluating quality improvement is the National Health Service Quality Indicators (INM), which assess the performance of healthcare facilities. While INM plays a critical role in enhancing service quality and cost-efficiency, the achievments of INM in Indonesian hospitals faces challenges, particularly related to compliance and uneven infrastructure. This study aims to analyze the achievements of the National Hospital Quality Indicators (INM) in Indonesian hospitals as of June 2024, based on ownership status, hospital class, service type, and regional location. The study uses a cross-sectional design with secondary data analysis sourced from the Ministry of Health of Indonesia’s database. The findings reveal significant differences between government and private hospitals in several indicators, with government hospitals generally performing better. Hospitals in class A and B achieved better quality outcomes compared to those in class C and D, although challenges remain in emergency cesarean section response times and outpatient wait times, particularly in lower-class hospitals. Furthermore, hospitals in the Java and Bali regions demonstrated better quality outcomes compared to those in Eastern Indonesia, with disparities in resources and infrastructure being key influencing factors.
S-11812
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sabrina Aprilia Putri; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Kurnia Sari, Astrid Saraswaty Dewi
Abstrak:
Read More
Loyalitas pasien merupakan aset strategis bagi institusi kesehatan dalam mempertahankan keberlanjutan layanan. Di RSUI, meskipun kualitas medis dinilai baik, fluktuasi kepuasan terkait waktu tunggu dan informasi masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel yang paling dominan memengaruhi loyalitas pasien dengan menggunakan indikator Net Promoter Score (NPS). Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain studi cross sectional. Data dikumpulkan pada periode April hingga Mei 2026 melalui kuesioner terhadap pasien di RSUI. Analisis data dilakukan secara bertahap meliputi uji univariat, bivariat dengan Chi-Square, dan multivariat menggunakan Regresi Logistik Multinomial untuk menentukan prediktor loyalitas yang paling dominan. Hasil analisis multivariat pada model final menunjukkan bahwa secara simultan, dimensi kualitas pelayanan dan karakteristik responden mampu menjelaskan loyalitas pasien sebesar 52,4% (Nagelkerke Pseudo R-Square). Dimensi Responsiveness (Ketanggapan) ditemukan sebagai prediktor paling dominan terhadap status Promoter dengan nilai (p-value = 0,001) dan Odds Ratio (OR) sebesar 38,9. Hal ini berarti pasien yang merasakan ketanggapan layanan yang baik memiliki peluang 38,9 kali lebih besar untuk menjadi Promoter dibandingkan mereka yang merasa kurang puas. Selain itu, dimensi Empathy (OR = 11) juga berpengaruh signifikan. Dari sisi karakteristik responden, Jenis Jaminan (OR = 3,84) dan Usia (OR = 5,1) teridentifikasi sebagai variabel perancu di mana pasien BPJS dan kelompok usia >35 tahun memiliki kecenderungan loyalitas yang lebih tinggi. Loyalitas pasien di RSUI sangat ditentukan oleh efisiensi waktu pelayanan (Responsiveness) dan kualitas interaksi petugas (Empathy). RSUI disarankan memprioritaskan transformasi alur operasional di unit farmasi dan administrasi serta mempertahankan standar kompetensi petugas guna meningkatkan proporsi pasien yang bersedia merekomendasikan layanan rumah sakit.
Patient loyalty is a strategic asset for healthcare institutions in maintaining service sustainability. At RSUI, although the medical quality is considered good, fluctuations in satisfaction related to waiting time and information delivery remain a challenge. This study aimed to analyze the most dominant variables influencing patient loyalty using the Net Promoter Score (NPS) indicator. This quantitative study employed a cross-sectional design. Data were collected from April to May 2026 through questionnaires distributed to patients at RSUI. Data analysis was conducted in stages, including univariate analysis, bivariate analysis using the Chi Square test, and multivariate analysis using Multinomial Logistic Regression to determine the most dominant predictors of patient loyalty. The results of the multivariate analysis in the final model showed that, simultaneously, service quality dimensions and respondent characteristics were able to explain 52.4% of patient loyalty (Nagelkerke Pseudo R-Square). The Responsiveness dimension was identified as the most dominant predictor of Promoter status with a p-value of 0.001 and an Odds Ratio (OR) of 38.5. This indicates that patients who perceived good service responsiveness were 38.5 times more likely to become Promoters compared to those who were less satisfied. In addition, the Empathy dimension (OR = 11) also had significant effects. Regarding respondent characteristics, Type of Health Insurance (OR = 3.84) and Age (OR = 5.1) were identified as confounding variables, where BPJS patients and patients aged over 35 years showed a higher tendency toward loyalty. Patient loyalty at RSUI is strongly influenced by service efficiency (Responsiveness) and the quality of staff interactions (Empathy). RSUI is therefore recommended to prioritize operational workflow transformation in the pharmacy and administrative units, while maintaining staff competency standards in order to increase the proportion of patients willing to recommend the hospital’s services.
S-12404
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ira Melati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Emilia Amir
Abstrak:
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara variabel kepemimpinan dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 19,32%, ada hubungan antara variabel perencanaan strategis dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 10,35%, ada hubungan variabel fokus pada pelanggan/pasien dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 18,75%, ada hubungan antara manajemen pengukuran analisis dan pengetahuan dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 4,75%, ada hubungan antara fokus pada tim/staf dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati 36%, ada hubungan antara manajemen proses dengan hasil-hasil kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati sebesar 13,33% Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati untuk selalu memperhatikan kebutuhan staf/tim terutama dalam peningkatan kompetensi staf/tim, serta kepada pihak Kementerian Kesehatan agar membuat kebijakan berupa penyusunan instrument monitoring dan evaluasi pasca akreditasi sebagai suatu alat untuk menilai rumah sakit yang telah terakreditasi sehingga diharapkan mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati yang terakreditasi dapat tetap dipertahankan bahkan semakin meningkat. Kata Kunci : Mutu Pelayanan, Akreditasi Versi 2012, Kriteria Malcolm Baldrige.
Read More
T-4262
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
