Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32086 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aisyah Jasmine; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Masyitoh, Agus Rahmanto
Abstrak: Hand hygiene merupakan salah satu bentuk pencegahan dan pengendalian infeksi yangdianggap efektif untuk melindungi pasien dan tenaga kesehatan dari penularan infeksiterkait pelayanan kesehatan (HAIs). Tenaga perawat sebagai tenaga kesehatan yangsering kontak langsung dengan pasien tentu memiliki peluang hand hygiene lebih banyakdibandingkan tenaga kesehatan lainnya. Namun, tingkat kepatuhan hand hygiene tenagaperawat di rumah sakit masih cenderung rendah. Banyak studi telah membahas strategiintervensi untuk meningkatkan kepatuhan hand hygiene pada perawat, tetapi studi danbukti yang dilakukan di Asia Tenggara masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untukmerangkum bukti dan informasi efektivitas strategi intervensi terhadap kepatuhan handhygiene perawat di rumah sakit berdasarkan studi dari negara-negara di Asia Tenggara.Penelitian dilakukan dengan metode tinjauan literatur yang menggunakan data sekunderdari basis data PubMed, Cochrane, CINAHL, dan Google Scholar. Studi yang didapatkanuntuk penelitian ini sejumlah 4 studi dari tiga negara berbeda, yakni Indonesia (n=2),Thailand (n=1), dan Vietnam (n=1). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhanhand hygiene perawat di rumah sakit pada fase awal atau pra-intervensi masih rendah (<50%), dengan faktor utama yang dilaporkan mempengaruhi ketidakpatuhan hand hygienepada perawat yaitu kekeringan dan iritasi tangan setelah melakukan hand hygiene.Program edukasi menjadi bagian dari seluruh strategi intevensi pada setiap studi,menandakan program dapat diterapkan pada negara-negara di Asia Tenggara. Namun,strategi intervensi multifaceted improvement program menunjukkan dampak yang palingsignifikan pada peningkatan kepatuhan hand hygiene perawat di rumah sakit (27% pra-intervensi dan 77% pasca-intervensi). Strategi intervensi multimodal tercatat palingefektif meningkatkan kepatuhan hand hygiene dan mampu memberikan dampak yangberkelanjutan, jika ditunjang dengan pemantauan dan intervensi berkala.Kata kunci:Kepatuhan hand hygiene, intervensi, perawat, rumah sakit, tinjauan literatur.
Read More
S-10381
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardita Sofyani; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Rumiyatun
Abstrak: Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang didapat pasien di rumah sakit. Infeksi ini dapat terjadi akibat kuman dari pasien lain ataupun dari lingkungan berpindah melalui tangan perawat pada saat perawat melaksanakan berbagai asuhan keperawatan pada pasien. Infeksi nosokomial akan memperparah kondisi pasien, memperpanjang hari rawat pasien, bahkan sampai menjadi penyebab kematian. Pasien di ruang ICU turut terkena risiko infeksi nosokomial. Ruang ICU sebagai salah satu tempat untuk menangani pasien yang memerlukan pelayanan intensif ditempati oleh pasien yang butuh perawatan total. Daya tahan tubuh pasien ICU tidak sebaik daya tahan tubuh pasien yang tidak memerlukan perawatan total. Oleh karena itu pasien ICU lebih rentan terhadap infeksi.
 
Hand hygiene merupakan salah satu tindakan yang mudah dan efektif untuk penurunan infeksi nosokomial. Infeksi nosokomial memiliki keterkaitan langsung dengan pemenuhan pelaksanaan hand hygiene. Pelaksanaan hand hygiene yang sesuai dengan teknik dan waktu yang telah ditentukan akan menurunkan insiden infeksi nosokomial. Namun sayangnya, pemenuhan pelaksanaan hand hygiene oleh petugas kesehatan masih tergolong rendah.
 
Masih ditemukannya kejadian infeksi nosokomial di Rumah Sakit MH. Thamrin Salemba mengindikasikan hand hygiene petugas kesehatannya belum berjalan sesuai prosedur. Dari hasil observasi di ruang ICU ditemukan bahwa rata – rata pemenuhan hand hygiene oleh perawat yang bertugas di ICU Rumah Sakit MH. Thamrin Salemba baru mencapai 48%. Peneliti ingin mengetahui persepsi perawat mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi pemenuhan pelaksanaan hand hygiene di ICU Rumah Sakit MH. Thamrin Salemba.
 
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menggali lebih jauh persepsi perawat mengenai faktor – faktor pemenuhan pelaksanaan hand hygiene. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari hasil wawancara mendalam dan hasil observasi penelitian pendahuluan dan data sekunder diperoleh dari data SDM perawat Rumah Sakit MH. Thamrin Salemba.
 
Dari hasil penelitian diketahui persepsi perawat mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi pemenuhan hand hygiene di ICU Rumah Sakit MH. Thamrin Salemba adalah faktor kurangnya pengetahuan perawat mengenai teknik dan lima waktu pelaksanaan hand hygiene, beban kerja perawat yang lebih tinggi dan kekurangan tenaga, masih kurangnya jumlah wastafel dan letaknya yang jauh. Alasan lainnya yaitu saat manangani kondisi darurat, perawat merasa prosedur hand hygiene merepotkan, faktor malas, air yang mati atau keran yang rusak. Beberapa dari faktor di atas sesuai juga dengan hasil yang ditemukan penelitianterdahulu terkait topik ini. Untuk itu, sebaiknya pihak rumah sakit kembali melaksanakan program penyegaran untuk perawat agar pengetahuan perawat dan kesadaran akan pentingnya hand hygiene dapat meningkat. Selain itu, perlu adanya penambahan jumlah wastafel seperti yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan mengenai Standar Pelayanan ICU. Menambah jumlah perawat atau tetap mempertahankan sistem subtitusi perawat dengan kemampuan sama dalam menangani pasien intensif, namun lebih mematangkan sistemnya. Kepala ICU mengingatkan perawat agar tetap tenang saat kondisi darurat dan selalu menyediakan alkohol hand rubbing di dalam kantong.
 

Nosocomial infections are infections acquired in hospital patients. These infections can occur due to germs from other patients or from the environment can be transferred through the hands of nurses at the variety of nursing care to patients. Nosocomial infections will exacerbate the patient's condition, extending the day care of patients, even to the cause of death. Patients in the ICU also exposed to the risk of nosocomial infection. ICU is a place for patients who need intensive care and total care. ICU patient's immune system is certainly not as good as the patient's immune system does not require total care. ICU patients therefore more susceptible to infection.
 
Hand hygiene is the one of easy and effective measures to decrease nosocomial infections. Nosocomial infections have a direct connection with the implementation of hand hygiene compliance. Implementation of appropriate hand hygiene techniques and the time allowed will reduce the incidence of nosocomial infections. But unfortunately, the implementation of hand hygiene compliance by healthcare workers is still low.
 
The incidence of nosocomial infections is still found at MH Hospital. Thamrin Salemba. It indicates hand hygiene of health workers has not been appropriate to the procedure. From the observation in the ICU was found that the average of hand hygiene compliance by nurses who worked in the ICU MH. Salemba Thamrin Hospital only reached 48%. Researchers want to know nurses’perception about the factors that affect the implementation of hand hygiene compliance in ICU MH. Thamrin Salemba hospital.
 
Researchers using qualitative research methods to explore further nurses’ perception about the factors in implementation of hand hygiene compliance. In this study, researchers used the primary data and secondary data. Primary data obtained from in-depth interviews and the results of preliminary research observations. The secondary data obtained from Human Resources data.
 
From the results of research known nurses’ perception about the factors that influence hand hygiene in ICU MH. Thamrin Salemba Hospital. Nurses’ perception about factors in hand hygiene practice compliance are lack of knowledge of nurses regarding the implementation of the technique and five moments for hand hygiene, nursing workload and lack of higher power, insufficient numbers of the sink and the remoteness. Another reason are when emergencies situation, nurses feeling of involute hand hygiene procedure, lazy factor, die or tap water damaged. Therefore, we recommend the hospital to re-implement hand hygiene program for nurses so that the nurse's knowledge and awareness of the hand hygiene importance can be improved. In addition, the need for addition of sinks based on rules in the Decree of the Minister of Health on Service Standards of ICU. Increase the number of nurses or hospital still uses nurse subtitution system, but hospital should make the system better. ICU head remind the nurses to keep calm during emergency conditions and always provides a handrubbing alcohol inside the pocket
Read More
S-7427
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yudhi Kurnia Mandala Putra; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Masyitoh, Lestaria Aryanti
S-9022
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bunga Nurfitria; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Kurnia Sari, Duma Sarah
Abstrak:
HAI (Hospital-Acquired Infections) merupakan permasalahan yang serius bagi aspek keselamatan pasien dalam praktik pelayanan kesehatan. Salah satu cara yang paling efektif dalam mengurangi HAI adalah dengan menerapkan kebersihan tangan (hand hygiene). Sayangnya, praktik kebersihan tangan oleh tenaga kesehatan masih kurang optimal, termasuk praktik yang dilakukan oleh bidan. RSIA Gizar Kabupaten Bekasi merupakan rumah sakit dengan pelayanan unggulan berupa pelayanan kebidanan dan kandungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran terkait kepatuhan kebersihan tangan bidan di Poli Kandungan RSIA Gizar Kabupaten Bekasi berdasarkan ketiga faktor yang menumbuhkan perilaku yaitu faktor kemampuan (capability), peluang (opportunity), dan motivasi (motivation) dari Teori Perubahan Perilaku COM-B. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam serta observasi dan telaah dokumen sebagai bentuk triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan kebersihan tangan bidan masih kurang baik. Kepatuhan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, praktik, sarana dan prasarana, kebijakan, budaya, dorongan internal, serta evaluasi.

HAI (Hospital-Acquired Infections) pose a serious issue for patient safety in healthcare practices. One of the most effective ways to reduce HAIs is by implementing hand hygiene. Unfortunately, hand hygiene practices among healthcare workers remain suboptimal, including those performed by midwives. RSIA Gizar in Bekasi Regency is a hospital with a specialty in obstetric and gynecological services. This study aims to provide an overview of midwives' hand hygiene adherence at the Obstetrics Unit of RSIA Gizar Bekasi Regency based on the three factors that foster behavior: capability, opportunity, and motivation from the COM-B Model for Behavior Change Theory. This research employs a qualitative method with in-depth interviews, observations, and document reviews as a form of triangulation. The study results indicate that midwives' hand hygiene adherence is still inadequate. This adherence is influenced by various factors such as knowledge, practice, facilities and infrastructure, policies, culture, internal motivation, and evaluation.
Read More
S-11603
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rima Futihasari; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Agus Rahmanto
Abstrak: Skripsi ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention perawat rumah sakit di berbagai negara Asia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor turnover intention perawat rumah sakit di berbagai negara Asia menggunakan metode literature review berpedoman matriks PRISMA. Tinjauan literatur dilakukan dengan mencari artikel terpublikasi tahun 2015-2020. Kriteria inklusi berupa artikel berbahasa Inggris dan Indonesia, teks lengkap, open access, studi rumah sakit, perawat yang bekerja minimal 1 tahun dan terbatas di Asia. Diperoleh total 3789 artikel. Setelah melalui skrining dan ekstraksi didapatkan 15 artikel relevan untuk dievaluasi lebih lanjut. Faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention perawat rumah sakit di berbagai negara Asia yaitu faktor individu (tingkat pendidikan, usia, status pernikahan, jenis kelamin, persepsi dukungan organisasi), faktor komitmen organisasi, faktor organisasi (stress kerja, burnout, kepuasan kerja, lingkungan kerja), dan faktor lain (kekerasan di tempat kerja, kualifikasi profesional, daerah asal rekrut). Sedangkan faktor yang sering muncul dalam mempengaruhi turnover intention adalah komitmen organisasi, ketidakpuasan terhadap kompensasi, dan kekerasan di tempat kerja.
Read More
S-10890
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Diana Saraswati; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Agus Rahmanto
Abstrak: Penulisan review ini membahas mengenai salah satu permasalahan penting sumber daya manusia rumah sakit yaitu retensi perawat. Tujuan dari penulisan adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi gambaran retensi, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan strategi retensi yang dilakukan oleh rumah sakit. Jenis literatur yang digunakan adalah literatur elektronik yang didapat melalui database online dan website yakni PubMed, Science Direct, DOAJ, Willey Online Library, Garuda Ristekdikti, Dovepress, OPAC-Universitas Indonesia Library, neliti.com, dan researchgate.net. Jumlah literatur yang dibahas dalam review ini adalah 14 literatur. Hasil identifikasi inti pembahasan pada setiap literatur disajikan dalam tabel matriks yang secara garis besar memuat aspek gambaran retensi yang terdiri dari retensi positif dan negatif; faktor-faktor retensi diantaranya faktor organisasi dan pekerjaan, faktor karakteristik individu, dan faktor lain; serta strategi retensi yang dikelompokkan menjadi strategi umum dan spesifik. Kata kunci: Review kepustakaan, perawat, retensi, faktor-faktor retensi, strategi retensi This literature review is discussed about one of the important hospitals human resource problems, nurse retention. The purpose of this paper is to identify retention picture, influencing factors, and retention strategies carried out by the hospital. The type of literature used is electronic literature that collected through online databases and websites include PubMed, Science Direct, DOAJ, Willey Online Library, Garuda Ristekdikti, Dovepress, OPAC-Universitas Indonesia Library, neliti.com, and researchgate.net. Total of literature in this paper is 14 literatures. Identification results of the key findings from each literature is written in a matrix table which contains of retention picture that consist of positive and negative retention; retention factors include organization and occupation factors, invidual characteristic factors, and other factors; and retention strategies that grouped into general and specific strategies. Key words: Literature review, nurse, retention, retention factors, retention strategy
Read More
S-10395
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Yasin Alfaridh; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Prastuti Soewondo, Agus Rahmanto
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui secara spesifik hubungan antara komitmen organisasi pada kinerja perawat terhadap kejadian tidak diharapkan di rumah sakit. Pertanyaan penelitian dijawab dengan studi literature review dan sintesis data dilakukan secara naratif. Pencarian studi pustaka menggunakan basis data daring Scopus, Pubmed, ProQuest, dan Google Scholar antara 2010 hingga 2020 kemudian dilakukan review. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara komitmen organisasi dengan kejadian tidak diharapkan di rumah sakit.
Read More
S-10580
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faradisa Mulya; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Persentase turnover perawat di beberapa rumah sakit swasta di Indonesia melewati standar turnover yaitu 10%, seiring dengan tingginya persentase turnover intention sebagai prediktor dari turnover. Turnover intention menimbulkan banyak dampak negatif, terlebih apabila berkembang menjadi turnover. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap turnover intention perawat rumah sakit swasta di Indonesia serta mengetahui gambaran turnover dan turnover intention dengan menggunakan metode literature review. Basis data pencarian literatur yang digunakan adalah Google Scholar, Garuda, Neliti, dan grey literature dari Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (Pusinfokesmas FKM UI), dan Universitas Indonesia Library. Setelah melalui proses pencarian, skrining, dan ekstraksi, didapatkan 13 penelitian relevan yang dianalisis. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa rentang persentase turnover perawat berkisar dari 8.16% hingga 41.37%. Sementara rentang persentase turnover intention perawat berkisar dari 26.6% hingga 100%. Faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention terbagi menjadi tiga kategori, yaitu faktor karakteristik individu, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Faktor karakteristik individu yang mempengaruhi turnover intention adalah usia muda, jenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan rendah, belum menikah, dan lama kerja yang rendah. Terdapat tiga faktor kepuasan kerja yang dominan ditemukan berpengaruh terhadap turnover intention, yaitu kompensasi, peluang promosi, dan pekerjaan, diikuti dengan supervisi dan rekan kerja.

The percentage of nurse turnover in several private hospitals in Indonesia exceeds the turnover standard of 10%, along with the high percentage of turnover intention as a predictor of turnover. Turnover intention has many negative impacts, particularly if it develops into turnover. This study aims to determine the factors that influence the turnover intention of nurses in private hospitals in Indonesia and to know the description of turnover and turnover intention by using the literature review method. Literature search databases used were Google Scholar, Garuda, Neliti, and grey literature from the Public Health Information Center (Pusinfokesmas FKM UI), and the University of Indonesia Library. After going through the search, screening, and extraction processes, 13 relevant studies were analyzed. The search results show that the nurse turnover percentage ranges from 8.16% to 41.37%. While the nurse turnover intention percentage ranges from 26.6% to 100%. Factors that influence turnover intention are divided into three categories, namely individual characteristics, job satisfaction, and organizational commitment. Individual characteristic factors that affect turnover intention are young age, female sex, low education level, single, and low working time. There are three dominant job satisfaction factors found to influence turnover intention, namely compensation, promotion opportunities, and work, followed by supervision and co-workers.
Read More
S-11324
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fijra Tamriz Syamlan; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Deksa Presiana
Abstrak: Tingginya beban ekonomi yang harus ditanggung negara akibat membiayai pengobatan penyakit tidak menular menyebabkan suatu negara harus bertindak tegas. Salah satu pemicu penyakit tidak menular yang popular di berbagai belahan dunia adalah konsumsi gula berlebih yang berujung pada kelebihan berat badan dan obesitas. Meskipun sudah ada beberapa upaya yang mengatur pembatasan konsumsi gula, namun, konsumsi gula masih tinggi. Maka, diperlukan instrumen yang lebih kuat untuk mengatur konsumsi masyarakat, yakni melalui cukai. Di Asia Tenggara, beberapa negara sudah menerapkan kebijakan ini, namun, sejauh ini Indonesia masih dalam tahap pembahasan. Penelitian ini bertujuan unruk mendapatkan gambaran dampak penerapan kebijakan cukai pada produk SSB di negara-negara di Asia Tenggara yang sudah menerapkan kebijakan ini sehingga dapat diketahui bagaimana justifikasi dan mekanisme kebijakan ini dapat diterapkan di Indonesia apabila ingin diterapkan. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan menggunakan metode scoping review dengan basis data PubMed, PMC, dan Google Scholar. Pendekatan Input Process Output (IPO) juga dilakukan agar penelitian yang dilakukan terarah. Hasil pencarian hanya menunjukkan data dari Filipina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kenaikan harga sebesar 6 PHP atau 13,3% per liter pada minuman kola reguler, didapatkan penurunan konsumsi sampai dengan 18,75% pada masyarakat Filipina. Penurunan konsumsi terbesar terjadi pada tiga kuintil terbawah, yakni mereka yang berpendapatan rendah. Dari hasil yang didapat, dibuat sebuah model simulasi pengenaan cukai terhadap produk Sugar Sweetened Beverages (SSB) di Indonesia dan melihat dampak positif kesehatan yang terjadi seperti penghematan pengeluaran masyarakat untuk biaya out-of-pocket atas penyakit yang diderita dan pengeluaran belanja kesehatan dari pemerintah dalam menanggung beban penyakit, adapun dampak negatif yang terjadi adalah pada bidang industri dimana terjadi kerugian ekonomi pada para pelaku usaha secara jangka pendek sampai menengah. Peneliti menyimpulkan bahwa kebijakan ini dapat diterapkan di Indonesia dan bahwa dampak positif yang terjadi lebih besar dibandingkan dampak negatif yang dihasilkan. Beberapa hal yang diusulkan dari penelitian ini antara lain ialah mengadopsi kebijakan yang diusulkan dengan memperhatikan beberapa poin tertentu agar tidak merugikan pelaku usaha menengah kebawah serta mengoptimalisasi regulasi yang telah ada.
Read More
S-10117
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Syamsi Ramadini; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Helen Andriani, Dara Ayu Wardhani
Abstrak:
Kebersihan tangan merupakan faktor utama pencegahan infeksi dalam perawatan kesehatan (Healthcare Associated Infections/HAIs). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perilaku kebersihan tangan perawat rawat inap Rumah Sakit X di Kota Depok pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan studi cross-sectional dengan menggunakan instrumen yang diisi oleh 92 orang perawat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan hanya 35,9%, yang diukur dengan konsistensi perawat selalu mengikuti prosedur kebersihan tangan yang tepat sesuai rekomendasi WHO. Pengetahuan dan sikap yang baik, fasilitas kebersihan tangan yang memadai, pengawasan rutin dari PPI RS dan kepala ruang, serta dukungan kepala ruang dan rekan kerja, berkontribusi terhadap kepatuhan perilaku kebersihan tangan perawat. Rumah sakit perlu memberikan perhatian untuk perbaikan kepatuhan perilaku kebersihan tangan perawat dari aspek-aspek tersebut. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkombinasikan metode kuesioner pelaporan diri kepatuhan dengan metode observasi langsung kepatuhan untuk menguatkan informasi data kepatuhan dan menggunakan tambahan pendekatan kualitatif untuk menggali secara lebih mendalam mengenai kebiasaan perilaku kebersihan tangan pada perawat.

Hand hygiene is a primary factor in preventing infections in healthcare settings (Healthcare Associated Infections/HAIs). This study aims to analyze factors influencing compliance with hand hygiene practices among inpatient nurses at Hospital X in Depok City in 2024. The research utilized a cross-sectional study design with data collected from 92 nurses through a structured instrument. Findings revealed a compliance rate of only 35.9%, measured by the consistency of nurses in complying with proper hand hygiene procedures according to WHO recommendations. Good knowledge and attitudes, adequate hand hygiene facilities, regular supervision by the hospital's Infection Prevention and Control (IPC) team and unit heads, as well as support from unit heads and colleagues, contributed to nurses' compliance with hand hygiene practices. Hospitals need to focus on improving nurses' compliance to hand hygiene practices across these aspects. Future research should consider combining self-report questionnaire methods with direct observation of compliance to enhance data reliability and employ additional qualitative approaches to delve deeper into nurses' hand hygiene behavioral habits.
Read More
S-11696
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive