Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31385 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ayu Septri Husnul Muthmainnah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Helen Andriani, Purnawan Junadi
Abstrak: Tujuan: Untuk memberikan gambaran tentang faktor-faktor yang berhubungan dengankeefektifan pelayanan menggunakan telemedicine secara langsung dari tenagakesehatan kepada pasien jarak jauh yang tidak dilakukan di fasilitas pelayanankesehatan.
Metode: Tinjauan literature dari studi kuantitatif, kualitatif, campuran danreview dengan menggunakan lima database ilmiah utama (Science Direct, PubMed,DOAJ, SAGE Journals, dan Google Scholar). Kriteria inklusi adalah sebagai berikut:(1) pelayanan telemedicine yang diberikan langsung kepada pasien; 2) semua bentukpelayanan termasuk aplikasi kesehatan; 3) pada studi kuantitatif, terdapat faktor yangmelekat pada intervensi telemedicine yang menunjukkan hasil signifikan atau relevandengan outcome kesehatan; 4) pada studi kualitatif, dibahas secara kritis faktor-faktoryang berhubungan dengan keefektifan implementasi telemedicine. Peneliti kemudianmenelaah studi dan mengekstraksi faktor.
Hasil: Dua puluh delapan dari 15.504 studidimasukkan. Sebagian besar jurnal dipublikasi pada tahun 2014, lebih banyak di negaramaju seperti Amerika Serikat dan Inggris, dan paling banyak menggunakan desainkualitatif. Faktor yang diidentifikasi yaitu faktor teknologi, faktor penerimaan, faktorpembayaran, faktor organisasi, dan faktor kebijakan, kemudian ditambah dengan faktordukungan klinis dan identifikasi kebutuhan. Setelah faktor diidentifikasi, dimasukkangrey literature sebanyak dua puluh empat guna dianalisis faktornya dengan keadaan diIndonesia.
Kesimpulan: Penelitian ini mendukung dan memperkaya penelitian yangsudah ada. Kekuatan penelitian ini adalah memakai semua metodologi penelitian yangada. Selain itu penelitian ini juga menelaah secara dalam untuk mencari faktor-faktor didalam literature. Namun penelitian ini hanya memberikan gambaran faktor, Dalamkaitannya penemuan ini dengan keadaan di Indonesia terdapat beberapa temuan yangpatut dipertimbangkan, terutama faktor kebijakan.
Kata kunci : Berbasis Rumah, Faktor, Kebijakan, Organisasi, Pembiayaan, Penerimaan,Teknologi, Telemedicine, Telehealth

Objective: To provide an overview of the factors related to the effectiveness of servicesusing telemedicine directly from health professional to long-distance patients who arenot carried out in health care facilities.
Methods: Literature review of quantitative,qualitative, mixed and review studies using five major scientific databases (ScienceDirect, PubMed, DOAJ, SAGE Journals, and Google Scholar). The inclusion criteriawere as follows: (1) telemedicine services provided directly to patients; 2) all forms ofservices including health applications; 3) in quantitative studies, there are factorsinherent in telemedicine interventions that show significant results or are relevant tohealth outcomes; 4) in a qualitative study, the factors related to the effectiveness oftelemedicine implementation were discussed critically. The researcher then examinesthe study and extracts factors.
Results: Twenty-eight out of 15,504 studies wereincluded. Most of the journals were published in 2014, mostly in developed countriessuch as the United States and United Kingdom, and mostly used qualitative designs.The identified factors are technology factors, acceptance factors, payment factors,organizational factors, and policy factors, then added with clinical support factors andneeds identification. After the factors were identified, twenty-four gray literature wasentered in order to analyze the factors with the conditions in Indonesia.
Conclusion:This research supports and enriches existing research. The strength of this research isthat it uses all available research methodologies. In addition, this research alsoexamines in depth to find factors in the literature. However, this study only provides anoverview of the factors. In relation to this finding with the situation in Indonesia, thereare several findings that should be considered, especially policy factors.
Keywords: Home Based, Factors, Policy, Organization, Financing, Acceptance, Technology, Telemedicine, Telehealth.
Read More
S-10387
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arifah Alfiyyah; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Agus Rahmanto
Abstrak: Menteri Kesehatan RI pada tahun 2019 mengeluarkan peraturan mengenai penyelenggaraan pelayanan telemedicine antar fasilitas pelayanan kesehatan. Telemedicine ditujukan terutama pada daerah pedesaan atau rural area. Pasien tetap mendapatkan diagnosis dan arahan perawatan dari dokter spesialis dan sub-spesialis. Menjaga mutu pelayanan penting dilakukan, maka seluruh pelayanan berbasis telemedicine didokumentasikan dalam rekam medis elektronik (RME) dengan informasi lengkap dalam proses pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode narrative literature review dengan memanfaatkan kanal jurnal Garuda, Google Scholar, IEEE Explore, ProQuest, PubMed, Science Direct, dan Scopus. Dengan pendekatan input, proses dan output total ada 8 artikel ilmiah yang didapatkan menunjukan negara-negara yang telah memiliki kebijakan telemedicine/telehealth di rural area. Hasil yang didapatkan sepakat kelebihan dalam menggunakan telemedicine dapat meningkatkan pelayanan kesehatan, mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk menuju fasilitas kesehatan dan efisiensi waktu, mendapatkan pelayanan secara real-time dengan dokter spesialis. Kekurangan setelah menyelenggarakannya seperti belum adanya standar dan pedoman pelayanan terutama dalam pengambilan gambar agar konsisten, sangat bergantung dengan kualitas jaringan dan kecanggihan infrastruktur, dan membutuhkan sumber keuangan yang besar untuk memelihara dan mengembangkannya. Peraturan telemedicine saat ini di Indonesia masih terbatas antar tenaga kesehatan. Dengan melihat dari negara-negara yang telah memiliki kebijakan nasional khusus telemedicine dapat berguna lebih penggunaannya secara langsung untuk pasien di rural area. Mutu pelayanan kesehatan juga meningkat dalam hal promotif, preventif kuratif, dan rehabilitatif. Dalam penelitian ini tidak ditemukan hasil khusus mutu dari RME dengan telemedicine. Namun, RME yang lengkap dan mudah diakses dapat meningkatkan pelayanan kesehatan. Beberapa hal yang dapat diusulkan dari penelitian ini antara lain menetapkan visi dan misi dari penggunaan telemedicine, membuat standar dan pedoman dengan jelas dan rinci saat menggunakannya, RME harus dapat memuat hal-hal yang dibutuhkan agar bermutu dan kerjasama dari berbagai pihak untuk dapat memelihara serta mengembangkan telemedicine terutama dalam hal akses RME untuk memudahkan dalam melakukan penyimpanan dan mengaksesnya. Kata kunci: Telemedicine, rekam medis elektronik, mutu, rural area, literature review.
Read More
S-10385
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roza Elmarita; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Zaterti
S-6609
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ana Elsiana Missa; Pembimbing : Kurnia Sari; Penguji: Atik Nurwahyuni, Astrid Saraswaty Dewi
S-10383
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adhe Fadilla; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Ascobat Gani, Desmiarti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi gangguan kesehatan mental tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19 di Asia menggunakan metode literature review melalui database online ProQuest, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil pencarian didapatkan sebanyak 9 artikel, yang berasal dari Indonesia, Vietnam, China, dan Yordania. Hasil dari telaah Pustaka menunjukan faktor yang mempengaruhi gangguan kesehatan mental tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19 adalah Faktor biologis antara lain memiliki penyakit organik, jenis kelamin, dan usia. Faktor psikologis, antara lain merasa cemas dan sedih terhadap pekerjaan saat ini, berulang kali melihat berita terkait COVID-19, dan memiliki ketakutan akan terinfeksi atau menulari orang lain. Faktor sosial-budaya, antara lain adanya penolakan sosial, banyak dipengaruhi oleh masyarakat, dicurigai positif COVID-19, mengalami kesulitan keuangan, pekerjaan, dan pendidikan. Faktor lingkungan, antara lain bekerja di bangsal COVID-19, berisiko tinggi untuk terpapar, memiliki riwayat kontak dengan pasien COVID-19, lingkungan tempat tinggal, serta adanya hubungan yang buruk dengan pasangan maupun keluarga.
Read More
S-10769
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Della Octavia Kurniasari; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Pujiyanto, Heru Susmono
S-8385
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shabrina Mumtazah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Adang Bachtiar, Anwar Fachry
Abstrak:
Penyandang disabilitas di dunia mengalami kesulitan hingga enam kali lipat lebih tinggi dalam mengakses layanan kesehatan dibandingkan dengan orang tanpa disabilitas. Salah satu hambatannya adalah sikap petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap petugas kesehatan terhadap penyandang disabilitas dan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap tersebut. Penelitian menggunakan metode scoping review dengan memanfaatkan basis data PubMed, Scopus, EBSCOHost, dan SAGE dengan total artikel sebanyak 12 studi berupa 6 pendekatan kuantitatif dan 6 kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan sikap tenaga kesehatan terhadap penyandang disabilitas beragam dari berbagai dimensi sikap (kognitif, afektif, dan konatif). Sikap-sikap yang negatif antara lain 1) Kognitif, berupa bias implisit dan stereotip yang kerap terjadi terutama dalam pelayanan kesehatan maternal. 2) Afektif, berupa ketidaknyamanan, overprotective, dan kurangnya percaya dalam memberikan pelayanan yang adil. 3) Konatif, berupa pembuatan keputusan tanpa pertimbangan pasien, penolakan pengobatan, dan penggunaan bahasa ableist. Faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap negatif tenaga kesehatan yaitu pengetahuan dan frekuensi kontak yang rendah, kualitas hubungan yang buruk, tidak adanya relasi dengan penyandang disabilitas, praktik mandiri, lama bekerja lebih dari 20 tahun, usia tua, laki-laki, ras asia, tingkat pendidikan dan pendapatan yang rendah; orientasi politik konservatif, infrastruktur dan organisasi yang tidak sistematis, dan tidak adanya pengalaman.

People with disabilities (PWDs) around the world face a six times higher difficulty in accessing healthcare services compared to those without disabilities. One of the obstacles is the attitude of healthcare workers. This research was aimed to identify the attitudes and factors related to attitudes of healthcare workers towards PWDs. The research used a scoping review method using PubMed, Scopus, EBSCOHost, and SAGE databases with a total of 12 studies, comprising 6 quantitative and 6 qualitative approaches. The findings of the research showed diverse attitudes of healthcare workers towards PWDs across various attitude dimensions inlcluding cognitive, affective, and conative. Negative attitudes include: 1) Cognitive: biases and stereotypes, which are particularly evident in maternal healthcare services; 2) Affective: discomfort, overprotectiveness, and a lack of trust in providing equitable care; and 3) Conative: decision-making which decides without patients' consideration, treatment refusal, and the use of ableist language. The factors related to the negative healthcare workers attitudes include insufficient knowledge and infrequent contact, bad relationship quality, lack of interaction, independent practice, working for more than 20 years, older age, male, Asian race, lower education and income levels, conservative political orientation, lack of systematic infrastructure and organization, and no personal experience.
Read More
S-11385
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winona Maritza Arianty; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Adhika Putra Marsaban
Abstrak:
Latar belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) berperan penting sebagai garda terdepan dari rumah sakit sehingga harus terus mempertahankan mutu pelayanannya. Tingginya angka kunjungan IGD seringkali didominasi oleh pasien triase hijau. Hal ini menunjukkan bahwa pasien telah menjadi konsumen aktif yang terbentuk dari serangkaian faktor preferensi. Aspek preferensi perlu dianalisis untuk menentukan strategi yang tepat dalam memasarkan serta meningkatkan mutu pelayanan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini menganalisis hubungan antara preferensi pasien dengan faktor-faktornya. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data yang terkumpul merupakan data primer dengan menyebarkan kuesioner. Hasil Penelitian: Pasien memiliki preferensi tinggi terhadap IGD RSPP. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor lingkungan fisik, lokasi, kualitas pelayanan, SDM, reputasi RS berhubungan signifikan dengan preferensi. Sementara itu, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor lokasi, kualitas pelayanan, dan asuransi kesehatan berhubungan signifikan dengan preferensi. Faktor yang berpengaruh paling kuat adalah kualitas pelayanan. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan mutu dengan memerhatikan preferensi pasien agar sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka.

Background: The Emergency Department (ED) plays an important role as the front line of a hospital and must therefore maintain the quality of its services. The high number of ER visits is often dominated by green triage patients. This shows that patients have become active consumers shaped by a series of preference factors. Preference aspects need to be analyzed to determine the right strategy in marketing and improving service quality. Research Objective: This study analyzes the relationship between patient preferences and their factors. Research Methodology: This study uses a quantitative method with a cross-sectional design. The data collected is primary data obtained by distributing questionnaires. Research Results: Patients have a high preference for the RSPP ED. Bivariate analysis shows that physical environment, location, service quality, human resources, and hospital reputation are significantly related to preferences. Meanwhile, multivariate analysis shows that location, service quality, and health insurance are significantly related to preferences. The most influential factor is service quality. These findings emphasize the importance of improving quality by paying attention to patient preferences to meet their needs and expectations.
Read More
S-12175
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septa Ryan Ellandi; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Septiara Putri, Puji Triastuti
Abstrak: Keselamatan pasien di rumah sakit masih menjadi isu krusial yang mendunia, karena rumah sakit merupakan institusi jasa pelayanan yang mengupayakan kesembuhan pasien. Maka keselamatan pasien menjadi suatu keniscayaan, diharapkan tidak terjadi insiden keselamatan pasien (zero insiden). Salah satu cara untuk mengendalikan peningkatan angka insiden di rumah sakit adalah dengan memanfaatkan sistem pelaporan. Penelitian ini membahas mengenai gambaran pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit di Indonesia beserta faktor-faktor yang memengaruhinya, ditinjau dari faktor individu, organisasi, dan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah didapatkannya informasi mengenai faktor-faktor yang brpengaruh terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan basis data Garuda Kemendikbud, Rama Kemendikbud, Directory of Open Acces Journals (DOAJ), Library UI, Science Direct, PubMed, ProQuest, dan Scopus. Hasil penelitian didapatkan bahwa rumah sakit di Indonesia sudah memiliki regulasi yang mengatur mengenai pelaporan insiden kselamatan pasien. Sistem pelaporan yang digunakan masih berbasis manual, dan praktik pelaporan belum bisa dikatakan sukses karena masih adanya budaya menghukum, jaminan kerahasiaan pelapor masih diragukan, pelaporan belum tepat waktu, dan umpan balik masi minim. Dari hasil penelitian juga diperoleh faktor yang dapat memengaruhi pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit adalah faktor individu (pengetahuan, ketakutan, beban kerja, dan motivasi), faktor organisasi (umpan balik, sistem pelaporan, kerahasiaan, sosialisasi dan pelatihan, serta budaya keselamatan), dan faktor pemerintah dalam hal kebijakan.
Patient safety in hospitals is still a crucial issue worldwide, because hospitals are service institutions that seek to cure patients. So patient safety becomes a necessity, it is hoped that there will be no patient safety incidents (zero incidents). One way to control the increasing number of incidents in hospitals is to utilize a reporting system. This study discusses the description of patient safety incident reporting in hospitals in Indonesia and the factors that influence it, in terms of individual, organizational, and government factors. The purpose of this study was to obtain information about the factors that influence the reporting of patient safety incidents in hospitals in Indonesia. This study uses a literature review method with the Garuda Ministry of Education and Culture database, Rama Kemendikbud, Directory of Open Acces Journals (DOAJ), UI Library, Science Direct, PubMed, ProQuest, and Scopus. The results showed that hospitals in Indonesia already have regulations governing patient safety incident reporting. The reporting system used is still manual-based, and reporting practices cannot be said to be successful because there is still a punitive culture, guarantees for the confidentiality of whistleblowers are still in doubt, reporting is not timely, and feedback is still minimal. From the results of the study, it was also found that the factors that can affect the reporting of patient safety incidents in hospitals are individual factors (knowledge, fear, workload, and motivation), organizational factors (feedback, reporting systems, confidentiality, socialization and training, and safety culture), and government factors in terms of policy
Read More
S-10892
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isna Mutiara Salsabila; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Purnawan Junadi
Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran serta faktor-faktor yang berhubungan dengan intention-to-use layanan telekonsultasi di masa pandemi COVID-19 pada penduduk Jabodetabek usia 19-49 tahun. Kriteria tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan jumlah kasus COVID-19, tingkat mobilitas, keluhan kesehatan dan kebutuhan akan pelayanan kesehatan, serta tingkat penggunaan internet. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dan metode analisis data PLS-SEM. Pengambilan data dilakukan pada Januari 2022 dengan sampel sejumlah 222 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengaruh sosial, perceived usefulness, trust in provider, dan trust in internet terhadap intention-to-use layanan telekonsultasi.
Read More
S-10887
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive