Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31348 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Poedji Hastoety Djaiman; Promotor: Anhari Achadi; Ko Promotor: Endang L. Achadi, Kusharisupeni; Penguji: Purnawan Junadi, Tjuk Eko Hari Basuki, Soewarta Kosen, Arum Atmawikarta
D-305
Depok : FKM-UI, 2015
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noti Sudahono; pembimbing: Yvonne M. Indrawani; Penguji: Trini Sudiarti, Deksa Presiana
S-8272
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salma Sundari; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Intan Jauhariyyah
Abstrak: Literasi pangan dan gizi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis kelamin, tingkat pendidikan ayah dan ibu, pendapatan keluarga, kebiasaan makan keluarga, pengaruh teman sebaya, penggunaan media, dan peran guru. Untuk melihat faktor dominan tingkat literasi pangan dan gizi berdasarkan faktor tersebut, dilakukan penelitian studi cross- sectional pada bulan Maret hingga Mei 2021. Penelitian melibatkan 135 siswa/i SMA Negeri 3 Depok, dipilih menggunakan metode quota sampling serta pengisian kuesioner secara daring. Hasil penelitian menemukan sebagian besar responden memiliki tingkat literasi pangan dan gizi yang baik yaitu sebesar 71,1%.
Read More
S-10719
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nancy Kosasih; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Trini Sudiarti, Susi Desminarti
Abstrak: Penelitian ini merupakan pembuatan produk makanan inovasi, berupa penambahan sayuran sawi hijau dan wortel pada produk siomay, untuk menghasilkan produk jajanan yang rendah lemak, tetapi tinggi serat pangan. Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sayuran terhadap kadar serat pangan dan kandungan gizi, serta hasil uji hedonik pada produk siomay. Terdapat 4 jenis siomay yang diteliti, yaitu siomay tanpa penambahan sayuran, sebagai variabel kontrol, dan tiga jenis siomay dengan perlakukan penambahan 20%, 30%, dan 40% sayuran. Perbandingan penambahan sayuran sawi hijau dan wortel adalah 50%:50%. Analisis kadar serat pangan dan kandungan gizi lainnya dilakukan di Laboratorium analisis pangan PT. Saraswati Indo Genetech, Bogor. Sedangkan, uji hedonik ketiga jenis siomay sayuran dilakukan pada 65 murid SMPN 200 Jakarta Utara pada bulan April 2013. Data dianalisis dengan menggunakan uji Anova dan dilanjutkan dengan uji Bonferroni. Jenis siomay sayuran yang mempunyai kadar serat pangan tertinggi dan tingkat kesukaan tertinggi adalah siomay 40% sayuran. Kandungan dalam 100 gram siomay 40% sayuran adalah 5,24 g serat pangan; 62,94 g air; 1,72 g abu; 5,46 g protein; 1,02 g lemak; 28,86 g karbohidrat; dan 125,5 kkal energi.
 

 
This study was conducted by creating innovative food products, with the addition of chinese flowering cabbage and carrots on Siomay products, to produce snacks which are low fat, but having high content of dietary fiber. This experimental study was aimed to determine the effect of vegetables addition to dietary fiber content and nutritional values along with hedonic test result on siomay products. There were 4 types of siomay which were observed, the first one was siomay without the addition of vegetable, as control variable, and the other types were siomay with additional treatments containing 20%, 30%, 40% vegetables. The comparison of the addition of chinese flowering cabbage and carrots are 50%: 50%. The analysis of dietary fiber content and other nutritional values was carried in food analysis laboratories PT. Saraswati Indo Genetech, Bogor. Meanwhile, the hedonic test from three types of vegetable siomay conducted on 65 students of SMPN 200 Jakarta Utara in April 2013. These data had been analyzed by Anova test and continued by Bonferroni test. The vegetable siomay that had the higest dietary fiber content and highest preference level was siomay containing 40% vegetables. The content in 100 grams siomay containing 40% vegetables were 5,24 g dietary fiber; 62,94 g water; 1,72 g ash; 5,46 g protein; 1,02 g fat; 28,86 g carbohydrate; and 125,5 kkal energy.
Read More
S-7939
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
media indonesia; 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
media indonesia; 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chairunisa Saraswati Hakim; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Triyanti, Rina Mardiana, Sidayu Ariteja
Abstrak:

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aspek aktor, konteks dan proses kebijakan pada koherensi kebijakan Food Estate dengan Kebijakan Ketahanan Pangan dan Gizi. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diambil melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen kebijakan, data sekunder dilakukan dengan studi pustaka. Analisis Konten dan Analisis Fenomenologi Transendental digunakan pada penelitian ini. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis dalam penelitian ini adalah 1) teori Koherensi Kebijakan yang dikembangkan oleh Nilsson, 2) teori Segitiga Kebijakan yang dikembangkan oleh Walt and Gilson, serta 3) teori Kerangka Koalisi Advokasi oleh Sabatier & Jenkins sebagai triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koherensi Kebijakan Food Estate dengan Kebijakan Ketahanan Pangan cukup baik namun belum optimal, sebab tidak ditemukan objektif tertulis mengenai penganekaragaman persediaan pangan yang sesuai dengan skor Pola Pangan Harapan ataupun Gizi Seimbang di dalam kebijakan Food Estate. Interaksi antara aktor, konteks, serta proses pembuatan kebijakan Food Estate berhubungan erat dan saling mempengaruhi koherensi kebijakan. Menggunakan Kerangka Koalisi Advokasi sebagai triangulasi metode, diketahui Organisasi Masyarakat Sipil maupun Pemerintah memiliki tujuan yang sama yaitu mencapai ketahanan pangan dan gizi, tetapi Organisasi Masyarakat Sipil memiliki kepercayaan pendekatan yang berbeda dengan Pemerintah mengenai cara yang tepat untuk mencapai ketahanan pangan dan gizi. Kata kunci: Ketahanan Pangan dan Gizi, Kebijakan Pangan, Food Estate, Koherensi Kebijakan


 

The objective of this study is to determine how the actor, context, and policy process in coherence of Food Estate policy with the Food Security and Nutrition Policy. This study adopted a qualitative single case study design drawing on in-depth interviews, policy document review and literature study. Content Analysis and Transcendental Phenomenological Analysis were used in this study. The theories used as analytical tools in this research are 1) Policy Coherence theory developed by Nilsson, 2) Policy Triangle theory developed by Walt and Gilson, and 3) Advocacy Coalition Framework theory by Sabatier & Jenkins as a triangulation method. The results show that the coherence of the Food Estate Policy with the Food Security Policy is acceptable but not being at its optimum, because there is no objective written that represent Skor Pola Pangan Harapan or Pedoman Gizi Seimbang. The interactions between actors, context, and policy-making process are closely related and influence policy coherence. Using the Advocacy Coalition Framework as a triangulation method, it is known that both civil society organizations and the government want to achieve food and nutrition security, but civil society organizations have different approaches regarding how to achieve food and nutrition security. Kata kunci: Food and Nutrition Security, Food Policy, Food Estate, Policy Coherence

Read More
T-6915
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maydiva Al`caesar Basty Putri Qadr; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Trini Sudiarti, Amilia Sari Ghani
Abstrak: Literasi pangan dan gizi adalah kemampuan individu dalam memperoleh, memproses,dan memahami informasi pangan dan gizi yang dibutuhkan, sehingga mampu mengambilkeputusan yang tepat. Pada remaja, tanpa tingkat literasi pangan dan gizi yang cukup,dapat terbentuk perilaku makan yang tidak sehat dan berlanjut hingga masa dewasa.Penelitian secara lokal maupun internasional, menunjukan masih rendahnya tingkatliterasi pangan dan gizi pada remaja. Literasi pangan dan gizi dapat dipengaruhi olehbanyak faktor, seperti jenis kelamin, uang saku, tingkat pendidikan ayah dan ibu, peranguru, penggunaan media, dan lainnya. Untuk mengetahui perbedaan proporsi literasipangan dan gizi berdasarkan faktor-faktor tersebut, dilakukan penelitian denganpendekatan kuantitatif pada 218 siswa/i SMK-SMAK Bogor yang menggunakan desainstudi cross-sectional dan metode quota sampling. Hasil penelitian menunjukan mayoritassiswa/i memiliki tingkat literasi pangan dan gizi yang baik (52,8%). Setelah melakukananalisis statistik menggunakan uji chi-square, ditemukan bahwa terdapat perbedaanproporsi yang bermakna pada literasi pangan dan gizi siswa/i berdasarkan jenis kelamin(p-value = 0,046), peran guru (p-value = < 0,001), dan penggunaan media (p-value = <0,001).Kata kunci:Bogor, Faktor-faktor, Literasi gizi, Literasi pangan, Remaja.
Read More
S-10517
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Hantoro Adhi; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Ratu Ayu Dewi, Ishiko Herianto
S-7204
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive