Ditemukan 22914 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ade Faturohman; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Hariyadi Wibowo, Jusuf Kristianto
Abstrak:
Read More
Tesis ini membahas kelayakan Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan dengan standar pelayanan, SDM, peralatan dan sarana dan prasarana yang dimiliki RSU Kota Tangerang Selatan saat ini telah melebihi standar RS kelas C. Pesatnya pembangunan di Kota Tangerang Selatan dengan indeks pembangunan manusia tertinggi di Provinsi Banten, dengan pertumbuhan penduduk 3.04 % pertahun, pertumbuhan ekonomi 3.75%, pendapatan perkapita yang tinggi dan dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, berdasarkan RPJMD Kota Tangerang Selatan 2016-2021 akan ada pembangunan dua RS kelas C di Kota Tangerang Selatan dan RSU Kota Tangerang Selatan akan menjadi RS Rujukan dan rencana peningkatan menjadi Kelas B dibutuhkan studi kelayakan. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode analisis data sekunder yang dilakukan di RSU Kota Tangsel dengan menggunakan data sekunder selama 3 tahun (2017-2019). Kelayakan Peningkatan Kelas RSU Kota Tangerang Selatan menjadi rumah sakit Kelas B menggunakan self Assesment berdasarkan Permenkes No. 3 Tahun 2020 dan menggunakan analisis SWOT pada faktor internal dan eksternal. Dari hasil analisis pemenuhan standar pelayanan, SDM, Bangunan dan Prasarana, dan Peralatan sudah sangat memenuhi standar rumah sakit umum kelas B, hanya pemenuhan standar minimal tempat tidur rumah sakit kelas B yang belum terpenuhi, berdasarkan situasi faktor internal dan eksternal menggunakan analisis SWOT mendapatkan nilai EFE 3.54 dan IFE 3.21, berada pada sel I yang mendukung pertumbuhan dan peningkatan kelas RSU Kota Tangerang Selatan menjadi rumah sakit Kelas B. Kelayakan Peningkatan Kelas RSU Kota Tangerang Selatan menjadi Rumah Sakit Umum Kelas B berdasarkan Self Assessment pemenuhan standar permenkes 3/2020 dan analisis SWOT (faktor eksternal dan internal) layak untuk diimplementasikan
This thesis discusses the feasibility of the South Tangerang City General Hospital with the service standards, human resources, equipment and infrastructure currently owned by South Tangerang General Hospital that have exceeded the standards of Class C hospitals. Rapid development in South Tangerang City with the highest human development index in Banten Province, with a population growth of 3 , 04% per year, 3.75% economic growth, high per capita income and with a growing population, based on the 2016-2021 South Tangerang City RPJMD there will be the construction of two class C hospitals in South Tangerang City and South Tangerang General Hospital will become Referral hospital and quality improvement to Class B required a feasibility study. This research is a case study research with a quantitative quantitative approach with secondary data analysis methods conducted at South Tangerang General Hospital using secondary data for 3 years (2017-2019). Increasing Class Upgrading of South Tangerang General Hospital to become a Class B hospital using self-assessment based on Permenkes No. 3/2020 and using a SWOT analysis on internal and external factors. From the results of the analysis of the fulfillment of service standards, human resources, buildings and infrastructure, and equipment, it has met the standards of a class B public hospital, only the fulfillment of the minimum standard for class B hospital beds has not been fulfilled, based on the situation of internal and external factors using SWOT analysis to get a value EFE 3.54 and IFE 3.21, are in cell I which supports the growth and upgrading of the South Tangerang City Hospital class into a Class B hospital. Feasibility of Class Upgrading South Tangerang General Hospital to be Class B General Hospital based on the Self-Assessment of the fulfillment of Permenkes 3/2020 standards and SWOT analysis (external and internal factors) is feasible to implement
B-2178
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mutiara Arcan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Ferdy Dani Tiwow, Mohamad Ihsan Ramdani
Abstrak:
Tesis ini membahas kelayakan dan kesiapan Rumah Sakit (RS) Awal Bros Panam di Pekanbaru menjadi RS Kelas B di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Standar pelayanan, SDM, peralatan dan sarana prasarana yang dimiliki RS saat ini telah melebihi standar RS kelas C. Perubahan sistem pembayaran fasilitas kesehatan menjadi prospective payment dengan Indonesian Case based group (INACBG), menetapkan tarif INACBG RS kelas B lebih tinggi daripada RS kelas C. Desain penelitian adalah operasional (operational research) dengan mengumpulkan data primer dan sekunder dari RS Awal Bros Panam, RS Awal Bros Pekanbaru dan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Cabang Pekanbaru. Tahap pertama penelitian adalah penilaian kelayakan perubahan kelas RS dengan menggunakan standar Permenkes no 56 tahun 2014. Kemudian tahap kedua menilai kesiapan rumah sakit melalui analisis situasi era JKN dengan membandingkan jumlah kasus dan klaim INACBG antara RS Kelas C dan Kelas B. Hasil penelitian menunjukkan RS Awal Bros Panam telah layak dan siap untuk berubah menjadi RS kelas B berdasarkan standar pelayanan, SDM, peralatan dan bangunan serta sarana prasarana. Namun masih tetap harus melengkapi beberapa kekurangan pada standar-standar tersebut. Ruang lingkup analisis situasi masih berfokus pada aspek internal sehingga perlu dipertimbangkan lebih lanjut analisis kondisi eksternal RS seperti kebijakan Pemerintah dan Kebijakan BPJS Cabang Pekanbaru untuk benar-benar memastikan kelayakan dan kesiapan RS. Kata kunci : Rumah sakit, kelayakan dan kesiapan, Rumah sakit kelas C, Rumah sakit kelas B, Jaminan Kesehatan Nasional. This thesis discusses the feasibility and ability of Awal Bros Panam Hospital to become class B hospital by considering National Health Insurance era. The current standard of services, human resources, equipment and infrastructure owned by hospital has exceeded the standard of class C hospital. Changes in payment system with prospective payment known as INACBG, determine INACBG rate for class B Hospital is higher than the class C hospital. This study is an operational research, by collecting primary and secondary data from Awal Bros Panam Hospital, Awal Bros Pekanbaru Hospital and Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Pekanbaru branch. The first stage of the study is by assessing the feasibility of the changes using the regulation from Ministry of Health number 56, 2014. The second stage is by assessing the ability of hospitals through the situational analysis which comparing the number of cases and claims INACBG between Class C hospital and Class B hospital. The results showed Awal Bros Panam hospital has been feasible and able to become class B hospital based on the standard of services, human resources, equipment, buildings, and infrastructure. However there are some standards that still must be completed. The further analysis of external conditions such as the Government and BPJS policies must be considered to ascertain feasibility and ability of Awal Bros Panam Hospital to become class B hospital. Keywords: Hospitals, feasibility and ability, class C Hospital, class B Hospital, the National Health Insurance.
Read More
B-1851
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bunga Listia Paramita; Pembimbing: Ayuningtyas Dumilah; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Adik Wibowo, Ari Setyaningrum, Erni Yustisiani
Abstrak:
Read More
Pijakan kebijakan tentang layanan kedokteran olahraga di rumah sakit di Indonesia masih bersifat umum sehingga butuh adanya pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan pedoman penyelenggaraan pelayanan kedokteran olahraga di rumah sakit umum kelas B di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif di 4 lokasi rumah sakit, yang berlangsung pada bulan September sampai Desember 2020 dengan teknik triangulasi dan metode Delphi 2 tahap, kemudian dianalisis. Saat ini pada lokasi penelitian masih terlihat adanya variasi pelayanan, mulai dari alur, ketenagaan, prasarana, peralatan, dan proses penyelenggaraan layanan. Begitupula pada metode Delphi dimana terdapat 59 topik yang tidak berhasil mencapai konsensus sehingga perlu dianalisis dan dicari penguatan dari sumber lainnya. Adapun rekomendasi rancangan pedomannya pada kondisi yang ideal (gold standard) yaitu layanan dilakukan secara tim yang dipimpin dokter spesialis kedokteran olahraga dan anggota yang terdiri dari manajer, tenaga klinisi dan tenaga sains olahraga dengan konsep multidisiplin dan interdisiplin; prasarana dan peralatan gold standard seperti CT-Scan, DXA Scan, Echocardiography, dan CPET perlu disediakan lengkap di dalam satu area; optimalisasi alur layanan; upaya promotif diberikan kepada seluruh pasien, pelatih, dan tenaga kesehatan; MCU yang melibatkan unit kedokteran olahraga dari awal hingga akhir; dilakukannya program exercise is medicine sesuai FITT; pengawasan terhadap doping; coding diagnostik spesifik; serta pasien atlet yang perlu ditangani secara kolaboratif sejak awal sampai return to sports, sedangkan pasien non atlet, alih rawat pasien dari dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi kepada dokter spesialis kedokteran olahraga dilakukan setelah pasien bebas cedera. Rekomendasi ini diharapkan menjadi awal dari disusunnya naskah akademik dan kemudian ditetapkan sebagai kebijakan guna mewujudkan pelayanan terintegrasi, one stops services, athlete /patient centered-care, dan paripurna.
The policy foundation for sports medicine services in hospitals in Indonesia is still general in nature, so guidelines are needed. This study aims to develop guidelines of sports medicine services in class B general hospitals in Indonesia. This research is a qualitative study in 4 hospital locations, which took place from September to December 2020 with triangulation techniques and the 2-stage Delphi method, then analyzed. Currently, at the research location there are still variations in services, starting from the flow, workforce, infrastructure, equipment, and service delivery processes. Likewise in the Delphi method where there were 59 topics that failed to reach a consensus so that it needed to be analyzed and sought reinforcement from other sources. The recommendations for draft guidelines in ideal conditions (gold standard), namely services are carried out in a team led by sports medicine specialists and members consisting of managers, clinicians and sports science personnel with multidisciplinary and interdisciplinary concepts; gold standard infrastructure and equipment such as CT-Scan, DXA Scan, Echocardiography, and CPET need to be fully provided in one area; optimization of service flow; promotive efforts are given to all patients, trainers, and health workers; MCU involving the sports medicine unit from start to finish; doing exercise is medicine program according to FITT; supervision against doping; specific diagnostic coding; as well as athletic patients who need to be handled collaboratively from the start to return to sports, while non-athletic patients, transfer of patient care from a physical medicine specialist and rehabilitation to a sports medicine specialist is carried out after the patient is free of injury. This recommendation is expected to be the beginning of the preparation of an academic paper and then set as a policy to realize integrated services, one stop services, athlete /patient centered-care, and plenary.
B-2200
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Risa De Apna; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Adang Bachtiar, Pujiyanto, Arum Gunarsih, Rakhmad Hidayat
Abstrak:
Read More
Pengelolan klaim pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus dilakukan dengan optimal agar keberlangsungan bisnis rumah sakit berjalan lancar. Besarnya klaim yang tertahan karena alasan satu dan lain hal akan berpengaruh pada arus kas bisnis rumah sakit. RSU Kota Tangerang Selatan mengalami klaim pending rata-rata 27,96% per bulan selama tahun 2022. Tujuan penelitian adalah identifikasi penyebab terjadinya klaim pending di RSU Kota Tangerang Selatan sehingga dapat memberikan rekomendasi perbaikan dalam pengelolaan klaim JKN. Penelitian ini adalah studi kasus yang menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam pada 10 informan terpilih. Telaah dokumen dan observasi juga dilakukan untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan penyebab klaim pending disebabkan oleh ketidaksesuaian pengisian resume medis (33,97%), konfirmasi koding diagnosa dan prosedur (30,01%), ketidaksesuaian administrasi klaim sebanyak 24,90%, konfirmasi karena ketidaklengkapan berkas penunjang klaim (9,83%) dan konfirmasi grouping (1,02%). Komponen sumber daya, komunikasi antar unit, karakteristik organisasi dalam fungsi pengawasan, sikap pelaksana dan faktor eksternal (sosial, ekonomi dan politik) mempengaruhi kejadian klaim pending RS. Rekomendasi dari penelitian ini adalah merevisi dan melakukan sosialisasi atas SOP dalam proses pengajuan klaim dan SOP penyelesaian klaim pending. Catatan penting lain adalah memberikan umpan balik kepada DPJP dan dokter di unit rawat inap tentang penyebab klaim pending. Pertemuan rutin antara tim casemix rumah sakit dengan BPJS Kesehatan juga menjadi pertimbangan dalam rekomendasi sebagai upaya mengaktifkan Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB) dan Tim Fraud.
Effective management of Jaminan Kesehatan National (JKN) patient claims is crucial to ensure efficient operations of the hospital's business operations, a backlog of pending claims can significantly impact hospital’s cash flow. RSU Kota Tangerang Selatan experienced an average pending claims rate of 27.96% per month throughout 2022. The studi aims to identify the causes of these pending claims at RSU Kota Tangerang Selatan and subsequently offer recommendations to enhance JKN claim management. Employing a qualitative method, utilizing a case study approach through in-depth interviews with ten informants, document review and observational data. The finding highlighted several root causes of pending claims, including inconsistencies in completing medical records (33.97%), inaccurate coding of diagnoses and procedures (30.01%), incompatibility of claim administration (24.90%), incomplete supporting claim documents (9.83%) and confirmation issues tied to grouping (1.02%). A combination of factors including resource allocation, inter-departmental communication, organizational dynamics in oversight functions, staff attitudes, and external influences (social, economic, and political) collectively contribute to the occurrence of pending claims. One of the crucial recommendations that emerge from this study is the need to review and disseminate Standard Operating Procedures (SOPs) related to claims submission and the resolution of pending claims. Establishing a feedback loop with attending physicians and inpatient doctors to address the causes of pending claims is also of paramount importance. Furthermore, routine meetings between the hospital's casemix team and BPJS Health is necessary as a strategic measure to activate both the Quality Control Cost Control Team (TKMKB) and the Fraud Team, aiming to mitigate future claim discrepancies.
B-2394
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Herni Lestyaningsih; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Gafar Hartatiyanto, Wikandono
B-1692
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nursofianty; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti; Rizka Hasanah
B-1975
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anis Arifah; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Masyitoh, Asnah Tarigan, Abu Bakar
Abstrak:
Penelitian ini tentang Analisis Pengembangan Klinik Pratama Kedaton Medical Center untuk menjadi Rumah Sakit Kelas D di Era JKN. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober sampai bulan Juni 2017, dengan mengambil lokasi di Jl. Z.A. Pagar Alam No.77/79 Gedong Meneng Rajabasa Bandar Lampung. Ruang lingkup penelitian meliputi analisis lingkungan eksternal dan internal meliputi kelemahan dan kekuatan serta peluang dan ancaman. Jenis penelitian dengan pendekatan kualitatif. Data primer melalui wawancara mendalam dan didukung dengan data sekunder yang diperoleh melalui laporan klinik Pratama Kedaton Medical Center, Laporan Dinas Kesehatan Kota dan data BPS Bandar Lampung. Pada proses positioning, penelitian menggunakan alat TOWS dan Matriks IE, pada penentuan alternatif strategik menggunakan Quantitative Strategic Planning Method (QSPM). Hasil Penelitin yang direkomendasikan adalah market development, dan didapatkan 6 (enam) strategi yang dihasilkan adalah Joint Venture, membuka 2 (dua) poli besar, melengkapi fasilitas bangunan, efisiensi biaya, penerapan teknologi baru, menciptakan layanan baru Medical Check Up (MCU). Sehingga pada penelitian ini dapat disimpulkan untuk saat ini klinik keadaannya lebih baik tetap menjadi Klinik Pratama daripada menjadi Rumah Sakit Kelas D, tetapi peluangnya ada untuk pengembangan menjadi RS kelas D. Kata Kunci : Klinik Pratama, RS kelas D, Faktor lingkungan eksternal dan internal meliputi kelemahan dan kekuatan serta peluang dan ancaman Health Care to become Class D Hospital in National Health Insurance (JKN) Era This research is about analysis of development Kedaton Medical Center as a primary health care to become class D hospital. The study was conducted from October to June 2017, taking place on Jl. Z.A. Pagar Alam No.77 / 79 Gedong Meneng Rajabasa Bandar Lampung. The scope of the research includes analysis of the external and internal environments including weaknesses and strengths as well as opportunities and threats. The type of the research done with qualitative approach. Primary data is taking through in-depth interview and supported by secondary data obtained from report of Kedaton Medical Center, City Public Health Office, and Central Bureau of Statistic. In the positioning process, this research using TOWS tool and IE Matrix. On the determination of strategic alternatives using Quantitative Strategic Planning Method (QSPM). The recommended research result is market development, and there are 6 (six) resulted strategy which are Joint Venture, opening 2 (two) major outpatient services, complete building facilities, cost efficiency, application of new technology, and created a new Medical Check Up (MCU) service. So in this study can be concluded for the current health care service, that is better for Kedaton medical Center to remain as a primary health care rather than a class D hospital, but there are chances for development to become a class D hospital. Key words: Primary Health Care, Class D Hospital, External and internal environmental factors including the strengths and weaknesses also the opportunities and threat.
Read More
B-1909
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Regina Destrina Damanik; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Surya Ede Darmawan, Helen Andriani, Titi Anggraeni, Jaka Supriyadi
Abstrak:
Keselamatan pasien merupakan inti dari mutu pelayanan. Untuk mencapainya diperlukan komitmen yang kuat dari individu dan tim. Pentingnya budaya keselamatan ditekankan dalam sebuah laporan oleh Institute of Medicine (IOM) yang mengatakan budaya keselamatan pasien perlu dikembangkan agar selanjutnya akan difokuskan dalam upaya peningkatan reliabilitas dan keamanan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil capaian pemenuhan standar Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) dalam akreditasi Rumah Sakit berdasarkan SNARS Edisi 1. Penelitian ini menggunakan metode crossectional dari data sekunder hasil akreditasi RS yang berpedoman pada SNARS edisi 1 dalam kurun waktu tahun 2018-2019 dan khusus pada penilaian bab Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) yang bersumber dari basis data KARS. Kemudian dilanjutkan dengan metode kualitatif untuk mendapatkan faktor pendukung dan dan penghambat akan dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan sesuai dengan syarat informan. Penelitian dilakukan menggunakan data sekunder dari basis data SIKARS pada tahun 2018-2019 yang diperoleh dengan persetujuan Ketua Eksekutif KARS setelah melalui kaji etik. Kemudian setelah mendapatkan data sekunder dilanjutkan dengan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini adalah dari 1271 rumah sakit yang telah diakreditasi oleh KARS tahun 2018-2019 hampir seluruh RS Kelas A, B, C dan D memenuhi secara lengkap standar fokus area 1 PMKP. untuk capaian fokus area 2, 3, 4 dan 5 PMKP, lebih banyak RS kelas A yang terpenuhii secara lengkap dibandingkan RS kelas B, C dan D. Dari uji komparatif ditemukan seluruh fokus area 1,2,3,4 dan 5 PMKP berhubungan dengan RS Kelas A,B,C dan D dengan nilai p <0,005. Faktor yang mendukung terhadap pemenuhan standar PMKP adalah adanya dukungan top manajemen, fasilitas yang mendukung budaya pelaporan mutu dan keselamatan pasien. Factor yang menghambat adalah kurangnya pelatihan yang mengenai Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
Read More
B-2211
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Monica Tri Ariantik; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Tatiek, Prima Kartika Esti
Abstrak:
Penelitian ini dilakukan di RS. X Tangerang bertujuan untuk menganalisa situasiinternal dan eksternal, mengetahui strategi yang diperoleh berdasar pendekatanBSC dan mengetahui program kerja yang dapat dikembangkan sesuai denganstartegi terpilih tersebut. Jenis penelitian ini merupakan Action Research dengananalisa data kualitatif, melalui telaah dokumen, wawancara mendalam danConcensus Decision Making Group (CDMG) terhadap manajemen RS. XTangerang. Hasil positioning RS. X Tangerang berada di Kuadran II yaituInternal Fix-It Quadran dan Sel V Hold and Maintain. Strategi alternatif yangmenjadi prioritas yaitu pengembangan Product Development dengan contohprogram Pengembangan Instalasi Rawat Khusus (UGD, VK, ICU, HCU,PERISTI-Perinatal Resiko Tinggi dan Kamar Operasi) dengan melakukankerjasama dengan Rumah Sakit lain sebagai mitra rujukan.Kata Kunci : Rencana Strategis, Balanced Scorecard, Organisasi KesehatanRumah Sakit
This study was conducted at Hospital X Tangerang aims to analyze the internaland external situation, knowing the strategy obtained based on the BSC approachand know the work program that can be developed in accordance with the chosenstrategy. This type of research is Action Research with qualitative data analysis,through document analysis, in-depth interviews and Consensus Decision MakingGroup (CDMG) to the management of the Hospital X Tangerang. Resultspositioning X Tangerang Hospital is in Quadrant II, namely the Internal Fix-ItQuadran and Cells V Hold and Maintain. The alternative strategy is a priority isthe development of Product Development with examples of programsDevelopment Special Care Installation (ER, VK, ICU, HCU, PERISTI-High RiskPerinatal and Operating Rooms) through cooperation with other hospitals asreferral partners.Keywords: Strategic Plan, Balanced Scorecard, Hospital Health Organisation.
Read More
This study was conducted at Hospital X Tangerang aims to analyze the internaland external situation, knowing the strategy obtained based on the BSC approachand know the work program that can be developed in accordance with the chosenstrategy. This type of research is Action Research with qualitative data analysis,through document analysis, in-depth interviews and Consensus Decision MakingGroup (CDMG) to the management of the Hospital X Tangerang. Resultspositioning X Tangerang Hospital is in Quadrant II, namely the Internal Fix-ItQuadran and Cells V Hold and Maintain. The alternative strategy is a priority isthe development of Product Development with examples of programsDevelopment Special Care Installation (ER, VK, ICU, HCU, PERISTI-High RiskPerinatal and Operating Rooms) through cooperation with other hospitals asreferral partners.Keywords: Strategic Plan, Balanced Scorecard, Hospital Health Organisation.
B-1753
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Duror En Nasik; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Pujiyanto, Tien Astari, Achmadi
Abstrak:
Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) memberikan perubahan sangat besar dalam pelaksanaan proses bisnis dan operasional rumah sakit di Indonesia agar dapat meningkatkan taraf kesehatan dan taraf hidup penduduk Indonesia. Penelitian dilakukan melalui analisis kelayakan dan persiapan perubahan Kelas D RS Pelabuhan Palembang menjadi Kelas C di tahun 2017. Jenis penelitian kualitatif dengan metode telaah dokumen, wawancara mendalam dan Consensus Decision Making Group. Hasil Penelitian didapatkan penilaian rata-rata standar pelayanan, sumber daya manusia (SDM), peralatan, sarana dan prasarana, administrasi dan manajemen di RS Pelabuhan Palembang yaitu 73,2% . Elemen-elemen penilaian RS Pelabuhan Palembang sebagian besar memenuhi standar layak untuk menjadi kelas C. Perbaikan dan peningkatan standar yang belum terpenuhi akan dilengkapi. Kata Kunci: Kelayakan dan kesiapan, kelas rumah sakit, Jaminan Kesehatan Nasional. The JKN (National Health Insurance) program provides a biggest change in the implementation of business processes and hospital operations in Indonesia in order to improve the health and standard of living of Indonesians. The research was conducted through feasibility analysis and preparation of change of Class D RS Pelabuhan Palembang to Class C in 2017. Type of qualitative research with method of document review, in-depth interview and Consensus Decision Making Group. The result of the research is the average of service standard, human resources (HR), equipment, facillities and infrastructure, administration and management at Pelabuhan Palembang Hospital is 73,2%. Assessment Elements of Pelabuhan Hospital Palembang mostly have the proper standard to be class C. Improvements and upgrades to unmet standards will be completed. Key Word: Feasibility and Readiness, Hospital Class, National Health Insurance
Read More
B-1908
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
