Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41249 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Heykal Aldaffa Azizie; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Hendra, Nurmawan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko ergonomi selama kegiatan pembelajaran jarak jauh pada murid dan guru SMA di Kota Bogor. Metode yang digunakan adalah desain studi potong-lintang menggunakan Nordic Musculoskeletal Questionaire serta kuesioner tambahan yang disebar secara daring dan penelitian ini dilakukan kepada 496 guru dan murid dari sekolah negeri dan swasta. Variabel yang diteliti adalah faktor individu, faktor pekerjaan, faktor peralatan kerja, dan keluhan MSDs. Hasil menunjukkan bahwa terdapat lebih dari sama dengan 60% guru dan murid di kedua sekolah yang mengalami keluhan MSDs. Keluhan paling banyak dirasakan di leher, bahu, punggung atas, punggung bawah, tangan dan kaki.
Read More
S-10620
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Yolanda Florensia; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Robiana Modjo, Syahrul Efendi Panjaitan
Abstrak: Tujuan dilakukannya penelitian ialah untuk menganalisis hubungan antara karakteristik individu, faktor risiko fisik, dan faktor risiko psikososial terhadap keluhan gotrak pada guru SMK Negeri. Desain studi cross-sectional digunakan pada penelitian ini dan melibatkan 100 guru dari tiga SMK Negeri di Kota Pekanbaru.
Read More
S-10822
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Effyanti Rahayu; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Delvi Yolanda
S-6364
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yustika Itsnati Rahmah; Pembimbing: Hendra; Penguji: Mila Tejamaya, Heru Nugroho
Abstrak: Penelitian ini dilakukan pada pekerja aktivitas manual handling di proyek pembangunan gedung bertingkat PT X yang berlokasi di Cikini, Jakarta Pusat, dengan tujuan untuk melihat hubungan antara tingkat risiko ergonomi dan faktor individu terhadap keluhan gejala gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan melibatkan 85 pekerja aktivitas manual handling. Metode yang digunakan dalam penlitian ini adalah Quick Exposure Check (QEC) dan Nordic Body Map (NBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi keluhan terbanyak yang dialami oleh pekerja yaitu pada punggung (51,8%), bahu kiri (40%), dan bahu kanan (36,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara tingkat risiko dan usia terhadap keluhan gejala gangguan muskuloskeletal
Read More
S-10796
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Ramadhanti Puteri; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Robiana Modjo, Syahrul Efendi Panjaitan
Abstrak: Penelitian ini menganalisis hubungan antara faktor risiko fisik dan psikososial dengan terjadinya keluhan gangguan otot tulang rangka akibat kerja (gotrak) pada pekerja UMKM laundry di Kecamatan Pamulang. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan inferensial menggunakan regresi logistik. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan observasi dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa punggung atas (60,3%), punggung bawah (54,0%), dan pergelangan kaki (50,8%) adalah bagian tubuh dengan prevalensi keluhan gotrak tiga tertinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh kategori kurus dengan keluhan gotrak pada punggung atas (OR = 0,22), tingkat risiko pada postur punggung dengan keluhan gotrak pada punggung bawah (OR = 11,29), tingkat risiko pada postur bahu/lengan dengan keluhan gotrak pada punggung atas (OR = 8,47), punggung bawah (OR = 6,09), dan pergelangan kaki (OR = 6,09), tingkat risiko pada postur leher dengan keluhan gotrak pada punggung bawah (OR = 8,42), kendali terhadap pekerjaan dengan keluhan gotrak pada punggung atas (OR = 4,72) dan punggung bawah (OR = 3,41), dan dukungan sosial dengan keluhan gotrak pada punggung atas (OR = 0,20) dan pergelangan kaki (OR = 0,30). Kerjasama antara pemilik UMKM laundry dengan pekerjanya perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan keluhan gotrak dan faktor risikonya di tempat kerja.
Read More
S-10782
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dita Mayasari; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Hendra, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko individu, faktor risiko pekerjaan, faktor risiko lingkungan kerja, dan faktor risiko peralatan kerja terhadap keluhan gangguan muskuloskeletal pada pekerja UMKM pengrajin alas kaki di Kecamatan Ciomas. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Keluhan gangguan musculoskeletal dinilai dengan lembar penilaian Nordic Muskuloskeletal Questionnaire (NMQ).
Read More
S-10731
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Denti Vadalika Puteri; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri Widanarko, Ujang Suherman
Abstrak:

Stres kerja merupakan keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dengan kemampuan seseorang untuk mengelola tuntutan tersebut sehingga menimbulkan berbagai dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor – faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada guru SMA Negeri di Jakarta Pusat saat masa pandemi COVID-19. Adapun faktor – faktor yang diteliti meliputi faktor karakteristik individu (jenis kelamin, usia, status pernikahan, masa kerja, tingkat pendidikan, tipe kepribadian, jumlah anak) dan faktor psikososial (beban kerja, jadwal kerja, dukungan sosial, kontrol pekerjaan, ambiguitas peran, konflik peran, home-work interface). Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online. Dari 113 orang guru yang berpartisipasi dalam penelitian ini, didapatkan 47,8% guru mengalami stres kerja. Selain itu, terdapat hubungan antara status pernikahan (P value = 0,037), jumlah anak (P value = 0,016), ambiguitas peran (P value = 0,015), dan home-work interface (P value = 0,048) dengan stres kerja.


Occupational stress is a situation where there is an imbalance between job demands and workers ability to manage those demands, then it can causing various negative impacts. The aim of this study is to explain factors related to work stress among public high school teachers in Jakarta Pusat during COVID-19 pandemic. Observed factors are individual characteristics (sex, age, marriage status, work period, education level, personality type, number of children) and psychosocial factors (workload, work schedule, social support, control over work, role ambiguity, role conflict, home-work interface). This study design is cross sectional and data collection was carried out by distributing online questionnaires. From 113 teachers participated in this study, it was found that 47,8% of teachers experience occupational stress. Moreover, the result also found a relationship between marriage status (P value = 0,037) and work stress, number of children (P value = 0,016) and work stress, role ambiguity (P value = 0,015) and work stres, home-work interface ( P value = 0,048) and work stress.

Read More
S-10802
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lingga Zahran Celestio; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Andhini Indah Noviari
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor individu dan risiko ergonomi dengan keluhan subjektif MSDs pada pekerja yang menggunakan komputer di Kampus X. Metode yang dipakai adalah desain studi cross sectional dengan menggunakan Nordic Musculoskeletal Questionaire dan Rapid Office Strain Assessment. Penelitian ini dilakukan pada 60 pekerja di Kampus X. Variabel yang digunakan adalah umur, jenis kelamin, IMT, masa kerja, durasi kerja, status merokok, postur kerja, dan keluhan subjektif dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil univariat didapati 48 responden memiliki keluhan dan keluhan terbanyak dibagian atas leher, bawah leher, punggung, bahu kanan, dan pergelangan tangan kanan. Hasil bivariat didapatkan yaitu variabel yang berhubungan dengan keluhan subjektif MSDs ialah umur dan postur kerja (tingkat risiko ergonomi).
Read More
S-10696
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vira Pasisha; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasir; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti, I Made Sudarta
Abstrak:

. Latar belakang: Penggunaan suara yang berlebihan selama hari mengajar merupakan salah satu bahaya kesehatan kerja. Gangguan bersuara merupakan bahaya utama bagi pekerjaan yang mengandalkan suara. Guru Sekolah Dasar lebih berisiko mengalami gangguan bersuara. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan bersuara pada guru yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri di Kota Depok. Metode: Desain penelitian ini adalah studi cross sectional dengan subjek penelitian 106 guru yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri di kota Depok. Uji statistik yang digunakan uji chi square dan uji regresi logistik ganda dengan model prediksi. Hasil: Didapatkan hubungan yang bermakna antara intensitas suara guru (p=0,048), kebisingan kelas (p=0,023), jenis kelamin (p=0,000), dengan gangguan bersuara. Dampak gangguan psikososial tergolong ringan dengan skor Voice Handicap Index sebesar 20-40 (p=0,037). Kesimpulan: Guru yang berjenis kelamin wanita mempunyai peluang 6,8 kali untuk mengalami gangguan bersuara dibanding dengan responden yang berjenis kelamin laki-laki. Guru dengan intensitas suara ≥ 70 dB mempunyai peluang 2,8 kali untuk mengalami gangguan bersuara dibanding dengan responden dengan intensitas suara < 70 dB. Guru dengan kebisingan kelas ≥ 63 dB mempunyai peluang 3,2 kali untuk mengalami gangguan bersuara dibanding dengan responden dengan kebisingan kelas


 Background: The over use of voice during the day teaching is one of the occupational health hazards. Voice Disorders is a major danger for the work that rely on sound. Primary school teachers more likely to experience voice disorders. Objectives: To analyze risk factors associated with voice disorders in teachers who teach in primary school in Depok. Methods: The study design was cross sectional study with 106 subjects teachers who teach in primary school in Depok. Statistical tests used chi square test and multiple logistic regression test with the model predictions. Results: It was found a significant association between the intensity of the teacher's voice (p = 0.048), noise class (p = 0.023), gender (p = 0.000), with a voice disorder. Relatively mild impact of psychosocial disorders with the Voice Handicap Index score of 20-40 (p = 0.037). Conclusion: Female teachers has 6.8 times opportunity to experience voice disorders compared with male teachers. Teachers with a sound intensity of ≥ 70 dB has 2.8 times chance to experience voice disorders compared with respondents with a sound intensity of

Read More
T-3615
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggiri Herliani; Pembimbing: Hendra ; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Ira Siti Sarah
S-6319
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive