Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35603 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gerald Bagus Aprilianto; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Rita Damayanti, Ika Lastyaningrum
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang dampak perilaku merokok terhadap COVID-19, sikap keluarga dan teman atau rekan kerja terkait perilaku merokok, persepsi terhadap keterpaparan iklan rokok dan tingkat keterpaparan edukasi bahaya rokok dengan perubahan perilaku merokok penduduk dengan usia di atas 10 tahun dalam masa pandemic COVID-19 di Kota Bogor. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini ialah cross-sectional dengan analisis bivariat dan stratifikasi. Populasi penelitian ini adalah perokok aktif seminimalnya tiga bulan sebelum pandemi COVID-19 atau tiga bulan sebelum mengisi kuesioner daring dengan usia di atas 10 tahun di Kota Bogor.
Read More
S-10632
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selvi Ramadhenisa; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Mohammad Baharuddin
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran serta faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan telekonsultasi dokter di masa pandemik COVID-19 pada penduduk DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pengumpulan data melalui survei. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2021 dengan unit analisis penelitian adalah individu berusia 20-29 tahun yang berkedudukan di wilayah DKI Jakarta. Diperoleh bahwa 74,9% penduduk DKI Jakarta tergolong memanfaatkan layanan telekonsultasi dokter di masa pandemic COVID-19, dengan 63,4% pengguna memanfaatkan lebih dari satu kali. Sebagian besar pengguna menggunakan layanan telekonsultasi dokter yang disediakan oleh platform teknologi kesehatan (Halodoc merupakan platform yang telekonsultasi dokternya paling sering digunakan) dan sisanya klinik, rumah sakit, dan dokter langganan.
Read More
S-10699
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sania Fitria; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Rita Damayanti, Siti Khalimah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan gangguan mental emosional pada mahasiswa domisili kota Depok di masa pandemi COVID-19. Desain studi dari penelitian ini adalah cross-sectional dengan analisis univariat, bivariat dan stratifikasi. Penelitian ini menggunakan data primer dalam bentuk google form yang disebar secara daring kepada mahasiswa.
Read More
S-10675
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vetty Yulianty Permanasari; Promotor: Amal Chalik Sjaaf; Kopromotor: Besral, Mardiati Nadjib; Penguji: Adang Bachtiar, Prastuti Soewondo, Tri Yunis Miko Wahyono, Anna Rozaliyani, Hasbullah Thabrany, Harimat Hendarwan
Abstrak:

Disertasi ini membahas estimasi biaya kesakitan dan respons pemerintah daerah dalam pembiayaan terkait pandemi COVID-19 di Kota Depok dan Kota Sukabumi pada tahun 2020-2022. Biaya pelayanan kesehatan untuk kasus konfirmasi COVID-19 yang mencakup biaya langsung medis serta biaya tidak langsung dihitung secara komprehensif, berdasarkan kelompok usia, level keparahan penyakit, ada tidaknya morbiditas, serta penyedia layanan kesehatan (RS pemerintah dan RS swasta). Juga diukur biaya respons yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah terhadap pandemi COVID-19. Selain itu, studi ini juga mengukur kinerja dari respons pembiayaan pemerintah daerah pada enam bidang umum (Pelayanan kesehatan daerah; komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat; perlindungan sosial; peraturan perundang-undangan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi; keberlanjutan penyediaan layanan esensial; dan kegiatan ekonomi lokal) dengan menggunakan pendekatan Public Financial Management (PFM). Metode studi cost of illness dilakukan, dengan pendekatan bottom-up untuk keseluruhan biaya pelayanan kesehatan, dan pendekatan human capital untuk biaya tidak langsung. Sementara untuk biaya selain biaya pelayanan kesehatan, maka penghitungan dilakukan dengan pendekatan top-down. Lokus studi adalah di provinsi Jawa Barat yaitu di Kota Depok dan Kota Sukabumi. Responden untuk penelitian ini adalah 181 kasus konfirmasi sembuh dan 153 kasus konfirmasi meninggal. Juga dilakukan analisis pada dokumen peraturan perundang-undangan dan dokumen resmi lainnya yang dikeluarkan pemerintah daerah terkait respons pembiayaan terkait Pandemi Covid-19. Metode pengumpulan data dengan pendekatan retrospektif (telaah dokumen rekam medis dan billing, wawancara informan dari pemerintah Kota Depok dan Kota Sukabumi serta telaah dokumen pemerintah pusat dan daerah dilakukan dalam studi ini. Hasil studi ini mendapatkan bahwa biaya medis langsung untuk per pasien sembuh mencapai Rp32 juta, dan untuk per pasien meninggal Rp56 juta, dengan pemicu biaya utama adalah perawatan di ICU dan usia dewasa, sementara faktor risiko utama kematian adalah level keparahan. Pasien dengan kondisi berat-kritis memiliki tingkat kematian 13,5 kali dibandingkan pasien kondisi ringan-sedang. Total biaya tidak langsung selama 3 tahun di Kota Depok adalah Rp 1,33 Triliun dan di Kota Sukabumi Rp 102 Miliar. Total biaya respons pemerintah daerah adalah Rp 179 miliar (Kota Depok) dan Rp 148 miliar (Kota Sukabumi). Estimasi total biaya kesakitan dan biaya respons pemerintah daerah selama 3 tahun adalah Rp 2,7 triliun (Kota Depok) dan Rp 333 miliar (Kota Sukabumi). Kinerja respons pembiayaan yang diukur dengan menilai kinerja manajemen keuangan publik di Kota Depok dan Kota Sukabumi selama tahun 2020-2022 menunjukkan kinerja yang sangat baik, namun hal ini tidak menentukan capaian level situasi pandemi, karena ada faktor-faktor lain yang berkontribusi. Studi ini merekomendasikan Model Sistem Respons Pemerintah Daerah.


 

This dissertation discusses cost of illness estimation and local government response in financing the pandemic COVID-19 in Depok and Sukabumi City in 2020-2022. Healthcare costs of confirmed cases which recovered and death including direct medical costs and indirect costs incurred during the COVID-19 pandemic are measured comprehensively, based on age groups, disease severity, morbidity existence, and health service providers ownership status (government or private). Cost of response to pandemic COVID-19 spent by the local government is also measured. In addition, this study also measures the performance of the local government response in financing in six general areas (regional health service capacity; community awareness and empowerment; social protection; legislation to prevent and control infections; sustainability of the provision of essential services, and local economic activities) by using Public Financial Management (PFM) approach. The cost of illness study method is conducted, with a bottom-up approach for all healthcare costs, and human capital approach for estimating the indirect costs. As for the calcualtion of the costs of response to pandemic COVID-19 spent by the local government, it is done with a top-down approach. The locus of study is in West Java Province: Depok dan Sukabumi City. Respondents for this study were 181 recovered confirmed cases and 153 death confirmed cases. An analysis was also carried out on the statutory documents and other official documents issued by the local government related to the financing response related to Covid-19 pandemic. Data collection methods using a retrospective approach (review of medical records and billing documents, local government staffs interview), and review of central and local government documents were carried out in this study. The results showed that direct medical costs per patient recovered reached IDR 32 million, and per patient died IDR 56 million, with the main cost drivers ‘being treatment in the ICU’ and ‘older age’, while the main risk factor for death was ‘severity level’. Patients with severe-critical conditions have a death rate of 13.5 times compared to patients with mild-moderate conditions. The total indirect costs for 3 years in Depok City are IDR 1.33 trillion and in Sukabumi City IDR 102 billion. The total cost of the local government's response was IDR 179 billion (Depok City) and IDR 148 billion (Sukabumi City). The estimated total Cost of Illness of Covid-19 over 3 years is IDR 2.7 trillion (Depok City) and IDR 333 billion (Sukabumi City). The performance of the financing response as measured by assessing the performance of public financial management in Depok City and Sukabumi City during 2020-2022 shows very good performance, however this does not determine the level achieved in the pandemic situation, because there are other factors that contribute. This study recommends a Model of Local Government Response System.

 

 

Read More
D-528
Depok : FKM-UI, 2024
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liana Indraini; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Puput Oktaminanti, Ni Luh Putu Agustin Ayuningsih
Abstrak: Hingga kini kanker serviks mejadi salah satu masalah kesehatan yang tertinggi pada wanita di Indonesia, termasuk di Kota Depok. Meskipun deteksi dini dengan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) adalah metode pencegahan yang efektif, namun penggunaannya masih rendah di antara wanita. Penelitian ini mengidentifikasi faktor faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sukmajaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan disain crosssectional. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuisioner kepada 110 wanita usia subur yang telah menikah di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 26,4% wanita usia subur pernah melakukan pemeriksaan IVA dan terdapat hubungan pengetahuan, sikap, hambatan, kepemilikan JKN, dukungan petugas kesehatan dan dukungan sosial dengan perilaku wanita usia subur dalam pemeriksaan IVA (p-value < 0,05). Diperlukan informasi yang lebih spesifik dalam memberi edukasi tentang kanker serviks dan deteksi dini kanker serviks, serta mengembangkan metode edukasi dengan memanfaatkan tekonologi komunikasi dan informasi untuk penyebaran informasi dan merencanakan pemeriksaan IVA.
Read More
S-10171
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Sisca Kumala Putri; Promotor: Endang Laksminingsih Achadi; Kopromotor: Hartono Gunardi, Yekti Widodo; Penguji: Ahmad Syafiq, Besral, Kusharisupeni Djokosujono, Abas Basuni Jahari
Abstrak:
ABSTRAK Pertumbuhan pada masa janin, dengan berat dan panjang badan lahir sebagai titik tertinggi pencapaiannya, dapat mempengaruhi pertumbuhan pada masa baduta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola gagal tumbuh linier, terutama waktu kejadian pertama kali melambatnya pertumbuhan dan besarnya perubahan pencapaian PB (Δ z-score PB/U) pada rentang umur 0-6, 6-12, dan 12-23 bulan berdasarkan status berat dan panjang badan lahir. Selain itu juga bertujuan mengetahui pengaruh status berat dan panjang lahir serta faktor risiko lainnya terhadap kejadian pertama kali melambatnya pertumbuhan dan juga terhadap perubahan pencapaian PB. Penelitian ini merupakan penelitian kohort prospektif dengan sampel sebanyak 408 anak responden Studi Kohor Tumbuh Kembang Anak di Kota Bogor Tahun 2012 – 2019. Variabel dependen pada penelitian ini ialah waktu kejadian pertama kali melambatnya pertumbuhan dan perubahan pencapaian PB (Δ z-score PB/U). Variabel independen utama pada penelitian ini ialah status berat dan panjang badan lahir. Pertumbuhan linier didefinisikan melambat jika linear growth velocity interval 3 bulan selama dua interval berturut-turut berada di bawah persentil ke-25 standar growth velocity WHO. Penelitian ini menunjukkan bahwa separuh anak SGA melambat pertumbuhannya sebelum umur 10 bulan dan separuh anak normal melambat pertumbuhannya sebelum umur 9 bulan. Penurunan z-score (Δ z-score PB/U) terbesar ialah pada rentang umur 0 – 6 bulan, sebesar -0,94 pada anak normal dan -0,4 pada anak SGA. Sedangkan pada rentang 6 – 12 bulan sebesar -0,33 pada anak normal dan -0,23 pada anak SGA. Dan pada umur 12 – 23 bulan sebesar -0,18 pada anak normal dan -0,03 pada anak SGA. Anak SGA memiliki risiko 10 persen lebih rendah untuk mengalami kejadian pertama kali melambatnya pertumbuhan pada masa baduta setelah dikontrol lama pemberian ASI, namun secara statistik tidak bermakna. Anak yang diberi ASI < 12 bulan memiliki risiko 50 persen lebih rendah untuk mengalami perlambatan pertumbuhan pertama kali pada masa baduta. Status SGA berpengaruh positif terhadap Δ z-score PB/U Pada periode umur 0 – 6 bulan dan 6 – 12 bulan, namun berpengaruh negatif pada periode umur 12 – 23 bulan. Lama pemberian ASI < 12 bulan juga berpengaruh positif terhadap Δ z-score PB/U. Sedangkan frekuensi ISPA > 50% bulan pengamatan dan asupan seng < EAR berpengaruh negatif terhadap Δ z-score PB/U. Melambatnya kecepatan pertumbuhan linier pertama kali dan penurunan z-score PB/U terbesar, baik pada anak SGA maupun normal, terjadi pada masa bayi. Oleh karena itu pemantauan pertumbuhan linier harus dilakukan lebih ketat pada masa bayi, terutama sebelum umur 9 atau10 bulan. Anak SGA tidak dapat mengejar pencapaian panjang badan anak normal, meskipun memiliki kecepatan pertumbuhan yang secara signifikan lebih cepat di awal masa bayi. Hal tersebut menunjukkan bahwa program pencegahan anak pendek harus dimulai lebih dini, yaitu sejak masa prenatal untuk mencegah bayi lahir SGA. Kata Kunci: gagal tumbuh linier, berat badan lahir, panjang badan lahir.

ABSTRACT Fetal growth, with birth weight and birth length as its culmination, influences the linear growth during the first two years of life. This study aimed to identify the pattern of linear growth failure, mainly the onset of growth deceleration and the changes in the Length-for-Age Z-score (LAZ). Furthermore, this study investigated the risk of birthweight and length status and other factors to the onset of growth deceleration and the changes in the LAZ. This study is a prospective cohort study. This study analyzed 408 children, the participants of the Cohort Study on Child Growth and Development in Kota Bogor between 2012 – 2019. The dependent variables were the time to onset of the growth deceleration and the changes of LAZ (Δ LAZ) at the age interval of 0-6, 6-12, and 12-23 months. The main independent variable was birthweight and length status. The linear growth was defined decelerate when the two consecutive 3-month length increments fall below the 25th percentile of The WHO Child Growth Standard. This study showed that half of the SGA children experience the growth deceleration onset before 10 months, while half of normal children experience it before 9 month of age. The substantial losses occurred between 0-6 months and the LAZ declined by -0,94 z-score in normal children and -0,4 z-score in SGA children. While between 6-12 months, the decline was -0,33 z-score in normal children and 0,23 z-score in SGA children. And between 12-23 months, the decline was -0,18 z-score in normal children and -0,03 z-score in SGA children. The SGA children had a 10 percent lower risk than normal children to experience the onset of growth deceleration, adjusted by the duration of breastfeeding, but statistically insignificant. The children breastfed less than 12 months had a 50 percent lower risk to experience the onset of growth deceleration than children breastfed more than ≥ 23 months. The SGA status had a positive effect on the Δ LAZ in the age period of 0 – 6 months and 6 – 12 months but had a negative effect in the age period of 12 – 23 months. The duration of breastfeeding < 12 months also had a positive effect on Δ LAZ. While upper respiratory tract infection frequency of more than 50% of the observation month and seng intake less than Estimated Average Requirement, had a negative effect on Δ LAZ. The onset of the deceleration in linear growth and the substantial loss of LAZ, in SGA and normal children, occurred in the early period of infancy. Therefore, the linear growth should be monitored strictly and regularly in the period of infancy, especially before 9 or 10 months. The SGA children could not catch up with the normal children’s attained growth. Therefore, the stunting prevention program should start early, from the prenatal period to reduce the risk of SGA. Keywords: growth failure, birthweight, birth length
Read More
D-492
Depok : FKM-UI, 2023
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Semuel Piter Irab; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Besral, Kusharisupeni, Rita Damayanti, Sutanto Priyo Hastono, Abas Basuni Juhari, Trihono
Abstrak: Disertasi ini adalah menggambarkan perubahan prevalensi balita stunting pada Kabupaten/Kota kategori membaik dan Kabupaten/Kota kategori memburuk di Indonesia dari tahun 2007 ke tahun 2013. Metode cross sectional studi, sampel yaitu 163 Kabupaten/Kota, sumber data sekunder Balitbangkes dan Kementerian Keuangan. Uji statistik t-test dan diskriminan. Hasil: perubahan prevalensi balita stunting pada 49 Kabupaten/Kota kategori membaik 30,1%, dan 114 Kabupaten/kota kategori memburuk 69,9%. Sembilan cakupan program kesehatan dan sosial pada Kabupaten/Kota kategori membaik yang memiliki perubahan lebih besar dari Kabupaten/Kota kategori memburuk yaitu prevalensi BBLR, cakupan penimbangan balita ≥ 4 kali, cakupan vitamin A, cakupan imunisasi lengkap, persentase ketersediaan air bersih, persentase pengelolaan sampah diangkut petugas kebersihan, persentase ketersediaan jamban keluarga, persentase cuci tangan pakai sabun, dan persentase KK pegawai negeri sipil. Lima cakupan program kesehatan dan sosial pada Kabupaten/Kota ketegori memburuk yang perubahannya tidak jauh berbeda dari Kabupaten/Kota kategori membaik yaitu cakupan ANC-K4, prevalensi KEK ibu hamil, prevalensi TB-Paru balita, indeks kapasitas fiskal, dan persentase KK pendidikan tinggi. Delapan cakupan program kesehatan dan sosial dengan akurasi perubahan prevalensi balita stunting pada Kabupaten/Kota kategori membaik 83,7% dan Kabupaten kategori memburuk 92,1% yaitu cakupan timbangan balita ≥ 4 kali, cakupan imunisasi lengkap, cakupan ANC-K4, persentase sampah diangkut petugas kebersihan, persentase ketersediaan jamban keluarga, persentase cuci tangan pakai sabun, indeks kapasitas fiskal, dan persentase KK PNS
This dissertation is describing changes in the prevalence of stunting toddlers the Regencies/ Cities category improves and deteriorates in Indonesia, from 2007 to 2013. Cross sectional study method, samples are 163 Regencies/Cities, secondary data source Balitbangkes and Ministry of Finance. T-test and discriminant statistical test. Results: changes in the prevalence of stunting toddlers 49 Regencies/Cities category improved 30.1%, and 114 Regencies/Cities category deteriorated 69,9%. Nine coverage of health and social programs the Regencies/Cities category improved which has a change greater than Regencies/Cities category deteriorated namely the prevalence of LBW, toddler weighing coverage ≥ 4 times, vitamin A coverage, complete immunization coverage, percentage of availability of clean water, percentage of waste management carried by janitors, percentage of availability of family latrines, percentage of hand washing with soap, and the percentage of family heads of civil servants. Five coverage of health and social programs in the Regencies/Cities category deteriorated, whose changes are not much different from the Regencies/Cities category improved namely ANC-K4 coverage, prevalence of less chronic energy in pregnant women, prevalence of toddler pulmonary TB, fiscal capacity index, and the percentage of family heads of higher education. Eight coverage of health and social programs with accuracy changes in the prevalence of stunting toddlers at the Regencies/ Cities category improved 83,7% and Regencies/Cities category deteriorated 92.1% namely toddler weighing coverage ≥ 4 times, complete immunization coverage, ANC-K4 coverage, percentage of waste management carried by janitors, percentage of availability of family latrines, percentage of hand washing with soap, fiscal capacity index, and the percentage of family heads of civil servants
Read More
D-408
Depok : FKM-UI, 2019
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Anna Keliat; Pembimbing: Azrul Azwar, Adang Bachtiar, Achir Yani S. Hamid
D-85
Depok : FKM UI, 2003
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puspita Awalina Rochmatun; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Kemal N. Siregar, Laily Hanifah
S-10219
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nathanaet Putranto; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Laila Fitria, Iyin Listiyowati
Abstrak: Bakteri Escherichia coli banyak ditemukan mengkontaminasi makanan jajanan anaksekolah dasar yang dapat meningkatkan risiko untuk terkena penyakit diare. Makananjajanan berisiko tinggi terkontaminasi bakteri E.coli karena diolah dan disajikan dalamkeadaan tidak higiene. Kelurahan Sempur di Kota Bogor adalah daerah tertinggi angkakejadian diarenya pada tahun 2016 dan berdasarkan penelitian yang dilakukan Aqmarina(2014), sebanyak 64,3% sampel makanan jajanan di salah satu Kelurahan Kota Bogorterkontaminasi bakteri E.coli. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antarahubungan E.coli pada makanan jajanan dengan diare akut pada anak SD di KelurahanSempur Kota Bogor Tahun 2019.Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectionaldengan metode kuesioner, observasi, serta pengambilan sampel makanan jajanankemudian dilakukan dengan analisis bivariat. Proses pengumpulan data dilakukan padabulan Mei 2019 dengan 132 responden dan 30 sampel makanan jajanan. Berdasarkananalisis statistik, hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikanantara keberadaan bakteri E.coli dalam makanan jajanan dengan kejadian diare akut padaanak SD (p= 0,016 ; OR=2,522). Jenis makanan jajanan juga berhubungan signifikandengan kejadian diare akut (p=0,048 ; OR=2,124). Kebiasaan cuci tangan jugaberhubungan signifikan dengan kejadian diare akut (p=0,031 ; OR=2,304). Sedangkanfrekuensi jajan dan sarana tempat sampah tidak terdapat hubungan yang signifikandengan kejadian diare akut.
Kata kunci : Anak Sekolah Dasar, Diare, Escherichia coli, Makanan jajanan.
Read More
S-10197
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive