Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29062 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Endah Lestari; Pembimbing: Wahyu Sulistyadi; Penguji: Adang Bachtiar, Syifa Silviana, Hasri Dinirianti
Abstrak: Kemampuan rumah sakit untuk bertahan dan menjalankan fungsinya sebagai penyedia pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam menghadapi tantangan dan situasi pandemi Covid-19, kemampuan bertahan dalam kondisi ketidakpastian membuat rumah sakit harus membuat perencanaan kontingensi. Penelitian ini bertujuan merancang perencanaan kontingensi Rumah Sakit Grha Permata Ibu Depok dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan design kasus melalui wawancara mendalam, telaah dokumen observasi dan decision making group. Hasil gambaran umum kesiapsiagaan RS GPI dalam menghadapi era pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa secara umum rumah sakit memiliki tingkat kesiapsiagaan yang adekuat untuk berespon terhadap Covid-19. Komponen yang memiliki performa kurang baik adalah komponen komunikasi yang cepat dan keterlibatan masyarakat, Komponen Kesehatan kerja, kesehatan mental, dan dukungan psikososial; komponen kesinambungan layanan dukungan penting dan identifikasi dan diagnosis cepat. Rumah sakit belum memiliki program kesehatan mental karyawan yang komprehensif terutama bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19. Kesiapsiagaan dan respon rumah sakit terhadap pandemi tentunya harus dapat dipertahankan, ditingkatkan, dan dievaluasi sehingga disusunlah rencana kontingensi dalam menghadapi pandemi Covid-19 untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis operasionalnya. Rencana kontingensi ini terdiri dari pra pandemi Covid-19, pandemi Covid-19 terkendali dan pandemi Covid-19 tidak terkendali. Diperlukan penelitian lebih lanjut tentang perencanaan kontingensi secara lebih komprehensif.berdasarkan komponen kesiapsiagaan
The ability of hospitals to survive and carry out their functions as providers of health services to the community in facing the challenges and situations of the Covid-19 pandemic, the ability to survive in conditions of uncertainty makes hospitals have to make contingency plans. This study aims to design a contingency plan for the Grha Permata Ibu Depok Hospital in dealing with the Covid-19 Pandemic. This study uses a qualitative approach with case design through in-depth interviews, review of observation documents and DMG. The results of the general description of the preparedness of the GPI Hospital in the face of the Covid-19 pandemic era show that in general hospitals have an adequate level of preparedness to respond to Covid-19. Components that have poor performance are components of rapid communication and community involvement, components of occupational health, mental health, and psychosocial support; critical support service continuity components and rapid identification and diagnosis. The hospital does not yet have a comprehensive employee mental health program, especially for health workers dealing with Covid-19. Hospital preparedness and response to the pandemic must of course be maintained, improved, and evaluated so that a contingency plan is drawn up in the face of the Covid-19 pandemic to maintain the continuity of its operational business. This contingency plan consists of pre-covid-19 pandemic, controlled Covid-19 pandemic and uncontrolled Covid-19 pandemic. Further research is needed on more comprehensive contingency planning based on the components of preparedness
Read More
B-2240
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rita Kumalasari; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ascobat Gani, Arief Wardoyo, Mohammad Baharudin
Abstrak: Pandemi COVID-19 berdampak pada keberlangsungan suatu rumah sakit, salah satunya penurunan jumlah kunjungan pasien, terutama pasien rawat jalan. Hal ini terjadi karena adanya penerapan protokol kesehatan, pembatasan mobilitas, ketakutan masyarakat untuk berkunjung ke rumah sakit, dan kekhawatiran para petugas dan tenaga kesehatan di rumah sakit tertular COVID-19. Perubahan ini juga berdampak dalam pelaksanaan pemberian pelayanan rumah sakit kepada pasien. Seperti pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit Simpangan Depok (RSSD) pada masa pandemi ini, mengalami perubahan pada pemberlakuan alur pelayanan, penerapan protokol kesehatan, juga adanya pembatasan jumlah dan jenis pelayanan yang berpotensi menyebabkan penularan COVID-19. Tujuan penelitian ini melakukan analisis optimalisasi kinerja pelayanan Rehabilitasi Medik di RSSD pada masa pandemi COVID-19, pada kasus Osteoarthritis (OA) lutut yang banyak ditemukan di poliklinik rawat jalan dan merupakan layanan unggulan di RSSD. Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods (kualitatif dan kuantitatif) dengan disain penelitian kualitatif adalah studi kasus dengan sampelnya staf (tenaga kesehatan dan non kesehatan) yang berkaitan dengan pelayanan Poliklinik Rehabilitasi Medik dan pasien OA lutut, kemudian disain penelitian kuantitatif adalah potong lintang dengan sampelnya pasien OA lutut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur pelayanan di RSSD, seperti kecukupan jumlah sumber daya manusia (SDM) saat awal dan puncak pandemi tidak mengalami permasalahan karena jumlah kunjungan pasien yang menurun, namun sejak awal tahun 2022 kunjungan pasien sudah mulai meningkat, sehingga kecukupan SDM perlu mendapatkan solusi. Kinerja pelayanan Poliklinik Rehabilitasi Medik selama pandemi COVID-19 tetap optimal, dilihat dari penilaian penentu kualitas pelayanan melalui efikasi, efisiensi, efektivitas, optimalitas, akseptabilitas, legitimasi dan ekuitas yang menurut persepsi pasien secara umum sudah baik. Namun, terakait sarana penunjang pada penilaian akseptabilitas menunjukkan penilaian yang masih kurang, yaitu pada kenyamanan ruang tunggu, kelengkapan fasilitas kamar mandi, dan fasilitas pendukung ketersediaan kantin bagi pasien dan keluarganya. Disarankan kepada pihak manajemen RSSD untuk mendukung perbaikan pelaksanaan pelayanan terutama pada beberapa permasalahan yang ada. Kemudian, meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan dari seluruh staf di RSSD dan pemberian informasi secara rutin kepada pasien dan keluarganya juga sangat diperlukan dalam terlaksananya pelayanan yang optimal.
Read More
B-2280
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heka Widya Putri; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Ede Surya Darmawan, Nurhayati Pratiwi Irmasika, Antonius Tri Setyo Prabowo
Abstrak: Pandemi covid-19 di Indonesia memberikan banyak dampak terutama di layanan kesehatan, dengan semakin banyaknya kejadian kasus, hal ini membuat minat masyarakat untuk mendatangi tempat-tempat pelayanan kesehatan juga terlihat menurun dikarenakan adanya kekhawatiran terinfeksi oleh virus ini. Berkurangnya kunjungan pasien, tentunya secara linier akan memengaruhi aktivitas operasional rumah sakit. Dalam hal ini Rumah Sakit Ibu dan Anak Buah Hati Pamulang juga mengalami penurunan drastis jumlah kunjungan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan strategi pemasaran RSIA Buah Hati Pamulang. Desain penelitian non eksperimental, kuesioner terhadap 100 pasien RSIA Buah Hati Pamulang yang pernah berkunjung selama 3 tahun terakhir, wawancara mendalam dan FGD dengan stakeholder RS yaitu Direktur, Manager Layanan, Manager Umum SDM, Manager Keuangan, Asisten Manager dan Tim Marketing. Hasil penelitian ketakutan tertular virus corona adalah faktor utama penyebab berkurangnya kunjungan pasien selama pandemi, ada perubahan marketing mix terutama di produk, proses dan promosi. Untuk produk kedepan RSIA Buah Hati Pamulang sebagai safety hospital dengan menerapkan biosafety, proses pendaftaran dan pemeriksaan pasien yang diefektifkan, promosi dengan meningkatkan pemanfaatan social media. Untuk strategi pemasaran kedepan agresive yaitu ekpansi luas , frekuensi dan komunikasi yang intens dengan jejaring. Saran untuk implementasi, evaluasi dan control strategi pemasaran diprioritaskan
Read More
B-2213
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jimmy Sakti Nanda Berguna; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Purnawan Junadi, Bambang Dwipoyono, Margaretha Irene Baptistarini
Abstrak:
Peningkatan angka operasi sectio caesarea, kebutuhan untuk meningkatkan pelayanan perioperatif yang memprioritaskan keselamatan pasien (patient safety) menjadi semakin mendesak. Enhanced Recovery After Caesarean Surgery telah diadopsi secara luas selama 10 tahun terakhir dipercaya dapat meningkatkan luaran klinis pascaoperasi. penelitian ini dirancang mengevaluasi implementasi serta memberikan rekomendasi penerapan ERACS di RS Permata Depok protokol ERACS yang diterapkan di RS Permata Depok belum pernah dievaluasi dari sudut pandang input, proses, dan output. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (mix methods). Desain kuantitatif yang dipilih adalah desain potong lintang. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Permata Depok, pada bulan September-Desember 2023. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari segi input terdapat perbedaan daftar tilik pada edukasi preoperatif dan manajemen post-operatif SDM yang terlibat dalam ERACS sudah mencukupi, kecuali perawat anestesi. Fasilitas penunjang rumah sakit seperti gedung IGD, kamar bersalin, kamar operasi, dan ruang rawat sudah memadai untuk mengakomodasi kebutuhan ERACS. Obat-obatan yang tersedia di rumah sakit dari segi jumlah dan varian sudah memadai. Dari segi proses didapatkan bahwa kepatuhan terhadap protokol ERACS yang dinilai dari kelengkapan pengisian daftar tilik masih rendah yaitu 78%. Dari segi output didapatkan bahwa lama rawat inap SC ERACS lebih cepat, waktu hingga mobilisasi pasien SC ERACS lebih cepat yaitu 6 jam, kejadian infeksi luka operasi 0%, pasien 100% merasa puas. Perlu adanya pengkajian ulang terhadap daftar tilik, peningkatan teknologi digital, dan analisis ulang agar dapat diterapkan pada pasien JKN.

By the increasing of the caesare sectio operation, the needs to increase periopratif service prioritizing patient’s safety become urgent. Enhanced Recovery After Caesarean Surgery being addopted broadly in the past 10 years is believed can enhance clinical output post operation. This study was designed to evaluate the implementation and also to sugggest recommendations regarding the ERACS’s implementation at RS Permata Depok. The applied ERACS’s protocol at RS Permata Depok had been not evaluated from the view of input, process, and output. This study is mix method qualitative and quantitative by sequential exploratic’s design. The used qualitative’s approach is fenomenology’s approach. The choosen quantitative design is cross-sectional design. This study was conducted at Permata Depok Hospital from September to December 2023. The obtained result is from input there were differences at preorative education’s checklist and post operation management SDM involved in ERACS was sufficient except anestacy nurse. ICU Building, birthting room, operation room, inpatient room, also were sufficient to accommodate ERACS’s need. Drugs availability at hospital were also suficient both of variety and quantity. From a process perspective, the compliance to the ERACS’s protocol based on the checklist filled form’s completeness was low scoring, 78%. From output’s perspective gained that length of stay was short. Duration time to patient’s mobility was faster, 6 hours. Incident of wound inspection such as the wound post operation 0%. 100% people feel satisfied. It recommends restudying to digital technology improvement and re-analyzing to be applied to JKN patient.
Read More
B-2443
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shafira Ninditya; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Adang Bachtiar, Masyitoh Bashabih, Heldi Nazir, Adhi Yuniarto Laurentius Yohanes
Abstrak:
Peraturan Menteri Kesehatan RI No.24 tahun 2022 tentang Rekam Medis mewajibkan setiap fasilitas kesehatan untuk menyelenggarakan rekam medis elektronik. Rumah Sakit Permata Depok telah memiliki aplikasi rekam medis elektronik sejak Juli 2019, namun hingga tahun 2022 kemajuan implementasi RME secara keseluruhan baru mencapai 57%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi implementasi RME di Rumah Sakit Permata Depok pada tahun 2022 sebagai bahan rancangan strategi untuk optimalisasi implementasi RME. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif melalui kuisioner modifikasi DOQ-IT, check list observasi, observasi langsung, Diskusi Kelompok Terarah (DKT), dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menghasilkan usulan kebijakan untuk implementasi RME di Rumah Sakit Permata Depok. Hasil interpretasi kuisioner menunjukkan Rumah Sakit Permata Depok sudah cukup siap dalam implemetasi RME, namun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki yaitu alur proses pengadaan fitur RME dari pihak vendor SIMRS, komunikasi antar manajemen dan PPA untuk pengisian RME, pembuatan petunjuk teknis RME untuk seluruh PPA dari pihak TI, penambahan SDM, dan masih ada sarana yang bisa dipenuhi oleh pimpinan. Tindak lanjut jangka pendek yang dapat dilakukan yaitu membuat SPO dan petunjuk teknis manual di setiap unit, mengadakan fitur privasi, dan meningkatkan koordinasi antar unit untuk pelatihan PPA. Tindak lanjut jangka panjangnya berkaitan dengan anggaran yaitu melakukan pengambilalihan sistem RME setelah dilakukan penambahan programmer dalam tim TI sehingga modifikasi RME dapat dilakukan oleh internal rumah sakit.

Indonesian Ministry of Health Regulation No. 24 in 2022 obligates every health facility in Indonesia to implement Electronic Medical Records (EMR). Permata Depok Hospital has had EMR since July 2019, but until 2022 the overall progress of implementing EMR has only reached 57%. The purpose of this study is to evaluate the implementation of EMR at Permata Depok Hospital in 2022 as material for designing strategies for optimizing RME implementation. This research was conducted in a descriptive analytic manner with a qualitative approach through modified DOQ-IT questionnaires, observation checklists, direct observations, focus group discussions (FGDs), and in-depth interviews. The results of this study resulted in policy proposals for the implementation of EMR at Permata Depok Hospital. The results of the questionnaire interpretation show that Permata Depok Hospital is quite ready for EMR implementation, but there are still a number of things that needs to be improved, namely the EMR feature procurement process flow from the HIS vendor, communication between management and user for filling in EMR, making EMR technical instructions for all user from the IT side, additional human resources, and there are still facilities that can be fulfilled by the leadership. Short-term activation that can be done is to make manual book instructions for each unit, provide privacy EMR features, and improve coordination between units for user training. The long-term activation is related to the company budget, namely taking over the EMR system after adding programmers to the IT team so that RME modifications can be carried out internally in the hospital.
Read More
B-2311
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohamad Ihsan Ramdani; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Jaslis Ilyas, Sumijatun, Paramita Puspasari
Abstrak:

Sumber daya manusia merupakan komponen  paling penting dalam pelayanan rumah sakit. Manajemen profesional sangat dibutuhkan untuk menentukan kualitas sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan rumah sakit yang berkualitas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jumlah optimal kebutuhan tenaga keperawatan di Ruang Perawatan Anak Rumah Sakit Grha Permata Ibu Tahun 2012. Penelitian ini merupakan penelitian gabungan kualitatif dan kuantitatif  dengan populasi seluruh aktivitas yang dilakukan perawat. Metoda pengumpulan data dengan menggunakan observasi waktu, work sampling dan wawancara mendalam. Hasilnya dianalisis dengan menggunakan metoda Workload Indicators of Staffing Need (WISN)  dan  menggunakan formula perhitungan kebutuhan perawat berdasarkan tingkat ketergantungan pasien. Hasil analisis menunjukkan bahwa  penggunaan waktu produktif terhadap waktu kerja adalah 75,99 %. Sebanyak 41,57 % digunakan untuk melakukan aktivitas langsung keperawatan dan 34,42 % digunakan untuk aktivitas keperawatan tidak langsung. Dapat disimpulkan bahwa tenaga keperawatan sudah produktif menggunakan waktu yang tersedia. Hasil penelitian berdasarkan  metode WISN hanya dibutuhkan 11 tenaga keperawatan sedangkan menurut tingkat ketergantungan pasien membutuhkan 10 perawat. Jumlah optimal kebutuhan tenaga keperawatan  yang dibutuhkan di Ruang Perawatan Anak Rumah Sakit Grha Permata Ibu  sebanyak  10 -11 orang tenaga keperawatan. Hal ini menunjukkan adanya kelebihan jumlah tenaga keperawatan di Ruang Perawatan Anak Rumah Sakit Grha Permata Ibu  sebanyak 1-2 orang. Kata kunci: Kebutuhan Tenaga Keperawatan, Metode WISN, Ketergantungan Pasien.


 The most important components in the hospital services are human resources. Professional management is needed to determine the type as well as the quality of the human  resources to assure the quality of hospital services. This research aimed to finding out the optimal number of nursing staff  needed  in Children Ward   at  Grha Permata Ibu Hospital 2012. This is a mixed method research. The population of this research is the amount of activities has been done by   nursing staff. The method of data collection was time observation, work sampling and  indepth interview. The data were analyzed using Workload Indicators of Staffing Need (WISN) method  and calculation formula of nurses based on clients dependence level. The analysis showed that nursing staff using time productively 75,99 % of the total activities time,  41,57 % is used for direct activities and 34,42 % is used for indirect activities. It was concluded that the nursing staff  already productive using the activities time. Based on theWISN method, only eleven people of nursing staff are needed. Total nursing staff  demand based on clients dependence level is ten nursing staff. The optimal number of nursing  staff needed in Children Ward  at Grha Permata Ibu Hospital  is ten until eleven  people. It means that there are an excessive number of nursing  staff i.e. one until two people. Key Word : Nursing Staff demand , WISN Method, dependence level

Read More
B-1416
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dani Indrawan; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Helen Andriani, Etty Yulianty Permanasari, Ediansyah, Vitrie Winastri
Abstrak:
Berdasarkan laporan dari World Health Organisation (WHO), dampak pandemi COVID-19 dirasakan pada pelayanan kesehatan esensial di 90% negara. Hal ini terlihat pada kombinasi kondisi pelik dari menurunnya kunjungan akibat pembatasan kegiatan masyarakat, rantai distribusi alat kesehatan dan obat-obatan yang terhambat, sehingga kapasitas finansial fasilitas layanan kesehatan menurun. Tekanan yang terjadi mendorong rumah sakit beradaptasi dengan cepat serta memiliki strategi bertahan (resilience) dari berbagai guncangan yang dihadapi. Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (RS MMC) sebagai salah satu rujukan COVID-19 turut merasakan dampak perubahan terhadap sistem pengelolaan logistik farmasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola perencanaan sediaan farmasi, menentukan pola perencanaan farmasi yang paling tepat, serta melakukan penerapan strategi Sales & Operations Planning (S&OP) dalam upaya membangun ketahanan sediaan farmasi Rumah Sakit Metropolitan Medical Center. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus untuk melihat pengelolaan sediaan farmasi dengan menggunakan analisis deskriptif dari beberapa data sekunder yakni; data persediaan, data kunjungan pasien, serta data pendapatan dan pengeluaran rumah sakit selama masa pandemi COVID-19 pada periode Februari tahun 2020 - Desember tahun 2021 yang dikolaborasikan dengan wawancara mendalam. RS MMC melakukan berbagai upaya perbaikan pola perencanaan sediaan farmasi, mulai dari menggunakan metode konsumsi, pola morbiditas berdasarkan penyakit terbanyak, kombinasi pola konsumsi dan pola morbiditas, forecasting serta pendekatan S&OP. Hasil perhitungan tingkat Inventory Turnover (ITO) berada pada titik terendah di tahun 2020 yaitu sebesar 8,84% dan persentase ketersediaan di bulan Juni 2020 sebesar 51,80%. Pada titik ini terjadi kondisi yang tidak ideal sehingga manajemen didorong untuk merespon cepat serta adaptif terhadap pola perencanaan sediaan farmasi. Berdasarkan berbagai rangkaian metode yang digunakan RS MMC selama periode 2019-2021 serta data hasil wawancara mendalam, menunjukan bahwa pola perencanaan farmasi yang paling tepat di RS MMC ialah merujuk pada metode konsumsi yang dikombinasikan dengan pola morbiditas penyakit, hal tersebut dikarenakan dapat meningkatkan keakuratan manajemen perencanaan persediaan. Pengembangan dari metode konsumsi yang dikolaborasikan dengan pola morbiditas tersebut, dilakukan melalui penerapan forecast planning system menggunakan S&OP dan integrated demand supply yang sedang dibangun dalam sebuah sistem teknologi informasi rumah sakit yang diharapkan akan membuat pengambilan keputusan menjadi lebih mudah dan akurat. Dengan menggunakan pendekatan S&OP basis perencanaan kebutuhan logistik menjadi tidak hanya bergantung pada pemanfaatan data historis saja, baik yang terkait dengan pola konsumsi dan atau morbiditas saja. Pola pendekatan S&OP memodifikasi pola perencanaan kebutuhan sediaan sebelumnya yang merupakan gabungan pola konsumsi dan morbiditas. Pendekatan S&OP turut memperhatikan dinamika perkembangan kebutuhan terkini organisasi yang berkenaan dengan: adaptasi rencana strategi bisnis rumah sakit, ketersediaan finansial dan kegiatan operasional Rumah Sakit.

Based on a report from the World Health Organization (WHO), the impact of the COVID-19 pandemic was felt on essential health services in 90% of countries. This can be seen in the complicated combination of decreased visits due to restrictions on community activities, hampered distribution chain of medical devices and medicines, resulting in decreased financial capacity of health care facilities. The pressures that occur encourage hospitals to adapt quickly and have resilience strategies from the various shocks they face. The Metropolitan Medical Center Hospital (MMC Hospital) as one of the COVID-19 referrals also felt the impact of changes to the hospital pharmacy logistics management system. This study aims to evaluate the pattern of pharmaceutical preparation planning, determine the most appropriate pharmaceutical planning pattern, and implement the Sales & Operations Planning (S&OP) strategy in an effort to build the resilience of pharmaceutical preparations at Metropolitan Medical Center Hospital. This study uses a qualitative method in the form of a case study to see the management of pharmaceutical preparations using descriptive analysis of several secondary data, namely; inventory data, patient visit data, as well as hospital income and expenditure data during the COVID-19 pandemic in the period February 2020 - December 2021 in collaboration with in-depth interviews. MMC Hospital made various efforts to improve the planning pattern of pharmaceutical preparations, starting from using the consumption method, the pattern of morbidity based on the most disease, a combination of consumption patterns and morbidity patterns, forecasting and the S&OP approach. The results of the calculation of the Inventory Turnover (ITO) level are at their lowest point in 2020, which is 8.84% and the percentage of availability in June 2020 is 51.80%. At this point, conditions that are not ideal occur so that management is encouraged to respond quickly and be adaptive to the pattern of planning pharmaceutical preparations. Based on the various series of methods used by MMC Hospital during the 2019-2021 period as well as data from in-depth interviews, it shows that the most appropriate pharmaceutical planning pattern at MMC Hospital is referring to the consumption method combined with disease morbidity patterns, this is because it can improve the accuracy of planning management. supply. The development of the consumption method in collaboration with the morbidity pattern is carried out through the application of a forecast planning system using S&OP and integrated demand supply which is being built in a hospital information technology system which is expected to make decision making easier and more accurate. By using the S&OP approach, the basis for planning logistics needs is not only dependent on the use of historical data, both related to consumption patterns and or morbidity. The pattern of the S&OP approach modifies the previous pattern of planning requirements for preparations which is a combination of consumption patterns and morbidity. The S&OP approach also takes into account the dynamics of the latest development needs of the organization with regard to: adaptation of the hospital's business strategy plan, financial availability and hospital operational activities.
Read More
B-2300
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selly Gloria Lengkong; Pembimbing: Wiku Bakti B. Adisasmito; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wachyu Sulistiadi, Hendro Bakti Wibowo, Cornelia Jaqualina
Abstrak:
Pendahuluan: Pandemi COVID-19 menyebabkan tantangan tersendiri bagi Rumah Sakit (RS) Meilia yaitu tingginya angka pasien pulang Atas Permintaan Sendiri (APS) karena mencari second opinion ke RS lain sebesar 22%, rendahnya kepatuhan visit dokter spesialis < pukul 14.00 (50,56% dari target >80%), rendahnya kepatuhan asesmen medis rawat inap80%), dan tingginya turnover dokter spesialis yaitu 22%, serta belum adanya standar penilaian kinerja dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan kerja terhadap kinerja dokter di instalasi rawat inap RS Meilia selama pandemic COVID-19 tahun 2021. Metode: desain penelitian cross sectional dengan metode kuantitatif. Penelitian berlokasi di RS Meilia pada bulan Juni-Juli 2022. Untuk variabel kepuasan kerja menggunakan instrumen kuesioner kepuasan kerja yang cara penilaiannya mengadaptasi kuesioner Job Satisfaction Survey, namun dengan indikator yang disesuaikan dengan pandemi COVID-19. Penilaian kinerja dokter dilakukan dengan menggunakan data sekunder rekam medis secara retrospektif menilai kinerja dokter di instalasi rawat inap pada tahun 2021, berdasarkan indikator waktu, efek, dan reaksi pada dokter umum yang bekerja di instalasi rawat inap RS Meilia dan dokter spesialis yang pernah menjadi Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP). Hasil penelitian: terdapat hubungan antara pendidikan terakhir (p-value = 0,02) dan status kepegawaian (p-value = 0,03) terhadap kepuasan kerja dokter di Instalasi Rawat Inap RS Meilia, terdapat hubungan antara kepuasan kerja, keadaan lingkungan kerja, tuntutan pekerjaan, dan gaji terhadap kinerja dokter di Instalasi Rawat Inap RS Meilia selama Pandemi COVID-19 (p=0,04; p=0,03; p=0,03; p=0,04; secara berurutan), sedangkan indikator kepuasan kerja yang lain dan variabel individu tidak berhubungan terhadap kinerja dokter di Instalasi Rawat Inap RS Meilia. Kesimpulan: terdapat hubungan antara kepuasan kerja terhadap kinerja dokter di Instalasi Rawat Inap RS Meilia Selama Pandemi COVID-19. Baik komite medis maupun manajemen rumah sakit diharapkan dapat membuat indikator kinerja yang baku sehingga ada evaluasi kinerja bagi dokter di RS Meilia. Dengan adanya evaluasi kinerja, pemberian gaji maupun jasa medis dapat sesuai dengan penilaian kinerjanya.

Introduction: The COVID-19 pandemic has caused its own challenges for the Meilia Hospital, namely the high number of patients going home on their own request (APS) to seek second opinion from another hospital of 22%, the low compliance of specialist doctor visits < 14.00 (50.56% of the target > 80%), low compliance with inpatient medical assessments 80%), and high turnover of specialists at 22%, and the absence of standards for assessing physician performance. This study aims to determine the relationship between job satisfaction and the performance of doctors in the inpatient installation of Meilia Hospital during the COVID-19 pandemic in 2021. Methods: cross sectional research design with quantitative methods. The research is located at Meilia Hospital in June-July 2022. For the job satisfaction variable, the job satisfaction questionnaire instrument is used, the assessment method is based on the Job Satisfaction Survey questionnaire, with indicators adapting COVID-19 situation. The doctor's performance assessment is carried out using secondary medical record data retrospectively assessing the performance of doctors in inpatient unit in 2021, based on performance indicators of time, effects, and reactions of general practitioners who work in inpatient installations at Meilia Hospital and specialist doctors who have been the Incharge Doctor. Results: there is a relationship between the latest education (p-value = 0.02) and employment status (p-value = 0.03) on the job satisfaction of doctors at the Inpatient Unit of Meilia Hospital, there is a relationship between job satisfaction, job resources, job demands, and salaries on the performance of doctors at the Meilia Hospital Inpatient Unit during the COVID-19 Pandemic (p=0.04; p=0.03; p=0.03; p=0.04; respectively), while the other indicators of job satisfaction and individual variables are not related to the performance of doctors in the Inpatient Unit of Meilia Hospital. Conclusion: there is a relationship between job satisfaction and the performance of doctors at the Meilia Hospital Inpatient Installation during the COVID-19 Pandemic. Both the medical committee and hospital management are expected to be able to make standard performance indicators so that there is a performance evaluation for doctors at Meilia Hospital. With the performance evaluation, the provision of salaries and medical services can be in accordance with the performance appraisal.
Read More
B-2332
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chyntia Olivia Maurine Jasirwan; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Prastuti Soewondo, Rino A. Gani, Roswin Rosnim Djaafar
Abstrak: Tesis ini merupakan suatu studi kasus di salah satu rumah sakit rujukan utama terkait penurunan volume endoskopi selama pandemi COVID-19. Perbandingan volume endoskopi sebelum dan selama pandemi menunjukkan sangat drastis terutama pada awal pandemis saat kebijakan belum memadai dan saat terdapat loncakan kasus akibat varian Delta. Faktor usia pasien, jenis kasus pasien, asal masuk perawatan, dan jenis tindakan tampak berbeda bermakna antara sebelum dan selama pandemi COVID-19. Sedangkan faktor jenis kelamin pasien hanya bermakna secara statistik pada satu periode tertentu. Faktor kasus harian COVID-19 di Jakarta tidak bermakna secara statistik. Perubahan alur pelayanan menyebabkan berbagai dampak lain dalam pelayanan endoskopi
Read More
B-2250
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sidhi Laksono; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Adang Bachtiar, Amal Chalik Sjaaf, Syamsul Bahri, Radityo Prakoso
Abstrak: Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan pada pelayanan di RS dimana terdapat pembatasan layanan klinik kronis, tidak terkecuali klinik jantung RS. Telekardiologi telah muncul sebagai solusi untuk mengatasi hal ini. Telekardiologi telah dilakukan di RSPP. Namun, kekuatan dan kelemahan layanan telekardiologi RSPP belum diteliti. Menggunakan penelitian campuran (mixed methods) yaitu penelitian kuantitatif tinjauan sistematis, kemudian triangulasi data (observasi, telaah dokumen, dan wawancara) dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif. Berdasarkan penelitian tinjauan sistematis dan kualitatif didapatkan keuntungan dari layanan telekardiologi adalah kemudahan pasien kronis jantung untuk evaluasi kondisi selama pandemi demi mengurangi penyebaran COVID-19, dari segi biaya, layanan telekardiologi ini lebih murah dibanding konvensional, layanan ini bisa digunakan tanpa mengenal batasan geografis, dan aplikasi yang simpel mempermudah pasien untuk menggunakan layanan ini. Sedangkan untuk kelemahan layanan telekardiologi berupa waktu tunggu yang lama dalam hal konfirmasi tautan telekardiologi ke pasien, pasien usia tua memiliki ketidakmampuan dalam menggunakan teknologi ini, kurangnya pemasaran atas layanan ini, dan tidak terkoneksinya dengan layanan lain, menyulitkan dokter dan pasien yang ingin konsultasi secara holistik dengan bagian lain. Dengan demikian, penulis merekomendasikan RSPP untuk melakukan integrasi data, pelatihan telekardiologi bagi pegawai, membuat materi pemasaran yang berdampak, dan membuat kebijakan terkait pelaksanaan telekardiologi. Diharapkan dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan layanan tersebut dapat memperbaiki dan meningkatkan layanan tersebut
Read More
B-2245
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive