Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 24790 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Erma Handayani; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Ede Surya Darmawan, Erizon Safari, Rima Semiarty
Abstrak:
Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu unit rumah sakit memberikan jasa pelayanan kesehatan terbaik secara tepat dan cepat yang terintegrasi dengan penatalaksanaan kegawatdaruratan guna mencegah kejadian kecacatan bahkan sampai kematian. penelitian ini dilakukan untuk melakukan analisa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja IGD RSUD Sawah Besar berdasarkan kriteria Baldrige Excellence Framework health care 2019-2020. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional, secara kualitatif dan kuantitatif. Sample atau responden dipilih secara non probability dengan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu pada bulan November 2020 – Januari 2021 di IGD RSUD Sawah Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sedang -kuat pada 6 kategori proses. Level IGD RSUD Sawah Besar berada pada posisi average dengan predikat good performance berdasarkan kriteria Baldridge Excellence Framework. IGD RSUD Sawah Besar memiliki peluang yang besar untuk dapat mengembangkan tujuan organisasi sesuai dengan visi dan misi rumah sakit dengan menciptakan inovasi untuk dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien. Kata kunci : Instalasi Gawat Darurat, Baldridge Framework, Good Performance

The Emergency Installation (IGD) is one of the hospital units that provides the best health services accurately and quickly that is integrated with emergency management in order to prevent the occurrence of disability and even death. This study was conducted to analyze the factors that influence the performance of the Emergency Installation at Sawah Besar Hospital based on the Baldrige Excellence Framework Health Care Criteria 2019- 2020. This research is an cross sectional research, qualitatively and quantitatively. Samples or respondents were selected non-probably with a purposive sampling technique, namely a sampling technique for data sources with certain considerations in November 2020 - January 2021 at the ER Sawah Besar Hospital. The results showed that there was a moderate - strong relationship in the 6 process categories. The Emergency Installation level at Sawah Besar Hospital is in the average position with the predicate of good performance based on the Baldridge Excellence Framework Criteria. The Emergency Installation Sawah Besar hospital has a great opportunity to be able to develop organizational goals in accordance with the hospital's vision and mission by creating innovations to be able to provide effective and efficient services. Keywords : Emergency Installation, Baldridge Framework, Good Performance
Read More
B-2241
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Albert Hasibuan; Pembimbing:Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Vetty Yulianty Permanasari, Dominggus M. Efruan, Amila Megraini
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Albert Hasibuan Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul :Analisis Kinerja Tim Casemix RSU UKI Berdasarkan      Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence Tahun 2018 Pembimbing : dr. Adang Bachtiar MPH DSc Tim Casemix rumah sakit akan menjadi penggerak membantu melakukan sosialisasi, monitoring dan evaluasi implementasi INA-CBGs di rumah sakit. Pada awal mulainya menjalankan program JKN/BPJS rumah sakit ini mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien yang cukup signifikan, namun semakin ke depan terdapat penurunan jumlah pasien dan semakin tingginya beban biaya rumah sakit berkenaan dengan banyaknya klaim biaya yang tertunda/ditolak pembayarannya. Penelitian ini untuk melakukan penilaian kinerja Tim Casemix RSU UKI Berdasarkan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence untuk mendapatkan gambaran rencana perbaikan kinerja manajemen rumah sakit. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kombinasi menggunakan Analisis data kuantitatif dan kualitatif, dimana peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner diikuti dengan wawancara mendalam informan kunci, telaah dokumen, observasi, dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian didapatkan Tim Casemix RSU UKI Jakarta memiliki aspek kesempatan untuk peningkatan (Opportunity For Improvement /OFI) di semua kriteria selain sistem kerja, dimana pada kriteria-kriteria tersebut penilaian masih di bawah 50% dari nilai kesempurnaan MBCfPE. Total skor kriteria Malcolm Baldrige pada Analisis Kinerja Tim Casemix berdasarkan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence RSU UKI Jakarta tahun 2018 adalah 376,31, yang artinya tim casemix mencapai predikat kinerja “Early Improvement” dengan tingkatan mutu “Average”. Kata kunci: Malcolm Baldrige; Rumah Sakit; Tim Casemix


ABSTRACT Name : Albert Hasibuan Study Program : Magister Of Hospital Administration Title : Performance Analysis of UKI Hospital Casemix Team based     on Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence on 2018 Counsellor : dr. Adang Bachtiar MPH DSc Hospital Casemix team will become a driving force helping to conduct socialization, monitoring and evaluation of the implementation of INA-CBGs in hospitals. At the beginning of start run programs JKN/BPJS hospital is experiencing an increase in the number of patient visits are significant enough, but getting to the front there is a decrease in the number of patients and the increasing costs of hospitals with regard to the number of claims pending/rejected charges that the payout. The research is to conduct a performance analysis of UKI Hospital Casemix Team based on Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence to get an overview of performance improvement plan of hospital management. The method used is a combination of research methods using quantitative and qualitative data analysis, where the researchers doing data collection using the questionnaire followed by in-depth key informant interviews, document review, observation, and discussion groups. The Research Team obtained Casemix RSU UKI Jakarta has the opportunity for improvement (Opportunity For Improvement/OFI) on all criteria in addition to the working system, where in the criteria of assessment is still under 50% of the value MBCfPE perfection. A total score of Malcolm Baldrige on performance analysis of UKI Hospital Casemix Team based on Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence Jakarta in 2018 is 376.31, meaning that the casemix team reached the predicate "Early Improvement" performance with the "Average" level of quality. Keywords: Malcolm Baldrige; The Hospital; Casemix Team

Read More
B-1982
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Sri Rachmawati; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Adang Bachtiar, Sandi Ilyanto, Rachmat Sentika, Marian Margaretha
B-1927
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maya Nirmala Budiman; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Jaslis Ilyas, Wachyu Sulistiadi, Tekky P. Jokom, Jus Erwan
Abstrak: This thesis discuss about performance analysis in Pluit Hospital using Malcolm Baldridge for Performance Excellence as the tool. The purpose of this study is to analyze Pluit hospital performance from leadership, strategic planning, focus on customer, performance measurement and technology, focus on workforce, focus on operational and the results. This study using operational research approach focusing on problem analysis and descriptive analysis using in-depth interview and Concensus Decision Making Group. The evaluation based on Malcolm Baldridge Criteria scoring system which have two (2) dimension : process and result. The evaluation result for Pluit Hospital using Malcolm Baldridge shows that Pluit Hospital is in the time of stagnancy. There are several measures that has to be taken so Pluit Hospital can improve its performance. Keywords: Performance analysis; Malcolm Baldridge for Performance Excellence; Hospital Tesis ini membicarakan mengenai Analisis Kinerja Rumah Sakit Pluit menggunakan Malcolm Baldridge for Perfomance Excellence sebagai alat ukur.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja rumah sakit Pluit dari sisi kepemimpinan, perencanaan strategis, pelanggan, tenaga kerja, pengukuran kinerja dan teknologi, operasional dan hasilnya. Studi ini menggunakan pendekatan operasional dengan fokus analisis problem dan analisis deskriptif menggunakan metode wawancara mendalam dan Consensus Making Group. Evaluasi berdasarkan Kriteria Malcolm Baldrige yang mempunyai dua dimensi yaitu : proses dan hasil. Hasil evaluasi dari Rumah Sakit Pluit menggunakan Malcolm Baldrige memperlihatkan bahwa Rumah Sakit Pluit sekarang ini berada dalam masa stagnasi. Harus ada tindakan-tindakan yang diambil agar Rumah Sakit Pluit dapat memperbaiki kinerjanya. Kata Kunci : Analisis Kinerja ; Malcolm Baldridge for Performance Excellence ; Rumah Sakit
Read More
B-1546
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haniah Alatas; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Ede Surya Darmawan, Suherman, Amila Megraini
Abstrak: Keberadaan green hospital sangat diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan manusia dan lingkungan, karena rumah sakit merupakan salah satu penyumbang polusi. RSUD R. Syamsudin, SH menjadi anggota Global Green and Healthy Hospital serta berkomitmen untuk melaksanakan sepuluh agenda yaitu kepemimpinan, bahan kimia, limbah, energi, air, transportasi, makanan, farmasi, gedung, dan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi green hospital dengan Kriteria Kerangka Kinerja Ekselen Malcolm Baldrige. Kerangka Kinerja Ekselen Malcolm Baldrige mengevaluasi berdasarkan tujuh kriteria yaitu kepemimpinan, strategi, pelanggan, pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan, tenaga kerja, operasi serta hasil. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan mengumpulkan informasi melalui wawancara mendalam, kuesioner, dan telaah dokumen, Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan green hospital RSUD R. Syamsudin, SH mendapatkan skor 620.1 dari 1000 (skor maksimal) sehingga diposisikan pada emerging industry leader. Kriteria Kepemimpinan mendapatkan poin tertinggi, sedangkan poin terendah adalah Kriteria Pelanggan. Dapat disimpulkan, RSUD R. Syamsudin, SH berada di posisi menengah dalam implementasi green hospital, artinya sudah memiliki beberapa keunggulan tetapi masih ada beberapa faktor yang dapat ditingkatkan lagi agar pelaksanaan green hospital dapat lebih optimal. Untuk itu, direkomendasikan kepada RSUD R. Syamsudin, SH agar melakukan evaluasi rutin, mempromosikan green hospital lebih gencar, melakukan optimalisasi SIM RS, serta penguatan anggaran agar pencapaian sepuluh agenda lebih optimal. Kata kunci: Green hospital, Kerangka Kinerja Ekselen Malcolm Baldrige
The existence of green hospital is very necessary to overcome climate change which can cause disruption to human health and the environment, because hospitals are one of the contributors to pollution. RSUD R. Syamsudin, SH became a member of the Global Green and Healthy Hospital and is committed to implementing ten agendas, namely leadership, chemicals, waste, energy, water, transportation, food, pharmacy, buildings, and purchasing. Aim of this study is to analyze the implementation of green hospital with the Malcolm Baldrige Criteria Framework for Excellence Performance. Malcolm Baldrige Criteria evaluates based on seven criteria which isleadership, strategy, customer, measurement, analysis, and management of knowledge, labor, operations and results. The design of this study is qualitative by gathering information through in-depth interviews, questionnaires, and document review. Based on the results of research, the implementation of the green hospital in R. Syamsudin Hospital, SH received a score of 620.1 out of 1000 (maximum score) so that it was positioned in emerging industry leaders. The Leadership Criteria get the highest points, while the lowest points are the Customer Criteria. It can be concluded, RSUD R. Syamsudin, SH is in the average position in implementing green hospital, meaning that it already has several advantages but there are still several factors that can be improved so that the implementation of green hospital can be more optimal. For this reason, it was recommended to RSUD R. Syamsudin, SH to carry out routine evaluations, promote green hospital more aggressively, optimize hospital management information system, and strengthen the budget so that the achievement of ten agendas more optimized. Keywords: Green hospital, Malcolm Baldrige Excellence Framework Criteria
Read More
B-2039
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Pusvitasari; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Vetty Yulianty Permanasari, Wahyudi, Amila Megraini
Abstrak:
Telemedicine sudah ada sejak 1970-an bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara jarak jauh. Sejak berlakunya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2019 mengenai pelaksanaan pelayanan telemedicine antar fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama di daerah kepulauan, terpencil dan perbatasan, hal tersebut juga dalam rangka pemerataan tenaga kesehatan Dokter dan Dokter Spesialis. Berdasarkan hal tersebut dengan melihat kondisi bentang alam Kalimantan Barat yang cukup luas dan belum meratanya pelayanan fasilitas Kesehatan terutama di daerah di luar Ibu Kota Provinsi menjadi permasalahan utama dalam pelayanan kesehatan, untuk mendukung program pemerintah tersebut diperlukan suatu penilaian terhadap kesiapan untuk melaksanakan telemedicine di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkdarie. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi pada variabel dengan pendekatan kriteria Malcolme Baldrige yaitu Kepemimpinan, Strategi, Sumber Daya Manusia, Pelanggan, dan Operasional untuk mengukur kesiapan pelaksanaan telemedicine di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkdarie, Malcolme Baldrige digunakan karena dapat menilai tidak hanya output tetapi juga input dan proses. Hasil penelitian berdasarkan penilaian didapatkan hasil bahwa secara kriteria kepemimpinan, Strategi, Sumber Daya Manusia, dan Operasional masih belum siap masih dalam tahapan proses persiapan, sedangkan untuk kriteria Pelanggan di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie sudah siap untuk melaksanakan telemedicine.

Telemedicine, which has existed since the 1970s, aims to provide health services remotely. Since the enactment of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 20 of 2019 concerning the implementation of telemedicine services between health service facilities in improving the quality of health services, especially in the island, remote and border areas, and this is also in the context of equal distribution of doctors and medical specialists. Based on this, looking at the condition of the landscape in West Kalimantan which is quite extensive, and the uneven distribution of health facility services, especially in areas outside the Provincial Capital City, is a major problem in health services, to support the government's program an assessment of the readiness to implement telemedicine at Sultan Hospital is needed. Sharif Mohamad Alkdarie. This research is qualitative research using in-depth interviews and observation methods on variables with the Malcolme Baldrige criteria approach, namely Leadership, Strategy, Human Resources, Customers, and Operations to measure the readiness of implementing telemedicine at Sultan Syarif Mohamad Alkdarie Hospital, Malcolm Baldrige is used because it can assess not only output but also input and process. The results of the research based on the assessment showed that in terms of leadership, strategy, human resources, and operational criteria, they were still in the preparation process stage, while for the customer criteria at Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Hospital, they were ready to implement telemedicine.
Read More
B-2321
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asti Arieyani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Adang Bachtiar, Amila Megraini, Selvi Relita Fitri
Abstrak:
Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) adalah kerangka kerja manajemen yang terintegrasi mencakup semua faktor yang mendefinisikan organisasi, proses-proses operasional dan hasil-hasil kinerja secara jelas dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta dengan pendekatan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode penelitian kombinasi dengan sequential explanatory design (Creswell, 2009). Model ini dicirikan dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama, dan diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua, guna memperkuat hasil penelitian kuantitatif yang dilakukan pada tahap pertama. Desain yang digunakan adalah cross sectional. Data kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 76 responden sedangkan data kualitatif diperoleh dengan telaah dokumen dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan skor kepemimpinan memiliki hasil skor yang tinggi. sebesar 66,7 poin ( 55,6%) dan fokus pada pelanggan yang terendah 22,35 %. Total score Rumah sakit Pelabuhan Jakarta adalah 463 hal ini berarti untuk penilaian kinerja Rumah Sakit termasuk dalam kategori Early Improvement. Variabel Hasil memiliki hubungan yang signifikan dengan seluruh variabel dari dimensi proses. Strategi, PAMP, dan tenaga kerja memiliki hubungan yang kuat karena memiliki nilai koefisien korelasi yang tinggi. Kesimpulan penelitian ini Kinerja Rumah sakit cukup baik namun ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Saran penelitian ini Rumah Sakit perlu membangun tim kepemimpinan yang solid dan kuat dalam melaksanakan pendekatan kinerja dengan Malcolm Baldrige Criteria For Performance Excellence

The Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) is an integrated management framework covering all the factors that define the organization, operational processes and performance results in a clear and measurable manner. This study aims to determine the performance of the Jakarta Port Hospital with the Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence approach. This type of research is descriptive analytic with a combination research method with sequential explanatory design (Creswell, 2009). This model is characterized by the collection and analysis of quantitative data in the first stage, followed by the collection and analysis of qualitative data in the second stage, in order to strengthen the results of quantitative research conducted in the first stage. The design used is cross sectional. Quantitative data is done by distributing questionnaires to 76 respondents while qualitative data is obtained by reviewing documents and in-depth interviews. The results showed that the leadership score had a high score. amounting to 66.7 points (55.6%) and the lowest 22.35% is focus on customers. The total score of the Jakarta Port Hospital is 463, this means that the assessment of the hospital's performance is included in the Early Improvement category. The outcome variable has a significant relationship with all variables from the process dimension. Strategy, PAMP, and workforce have a strong relationship because they have a high correlation coefficient. The conclusion of this study that the hospital performance is quite good, but there are several things that must be improved. Suggestion for this research that hospitals need to build a solid and strong leadership team in implementing a performance approach with the Malcolm Baldrige Criteria For Performance Excellence
Read More
B-2185
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Renita Agustina; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Wahyu Sulistiadi, Noer Triyanto Rusli, Martina Ovinda Suandi
Abstrak: Pandemi COVID-19 menyebabkan disrupsi layanan kesehatan. Dalam menghadapi pandemi COVID-19, rumah sakit harus memperhatikan mutu pelayanan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang diperlukan masyarakat. Mutu pelayanan kesehatan merupakan jaminan bagi masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu pelayanan rawat inap selama pandemi COVID-19 berdasarkan kriteria Malcolm Baldrige di Charitas Hospital Palembang tahun 2021. Jenis penelitian yang dilakukan adalah mix method dimana dilakukan penelitian kuantitatif terlebih dahulu dengan menggunakan kuesioner Malcolm Baldrige dan dilanjutkan penelitian kualitatif berupa wawancara mendalam dan telaah dokumen. Didapatkan hubungan yang signifikan antara variabel kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus sumber daya manusia, fokus pelanggan, pengukuran, analisis dana manajemen pengetahuan, dan fokus proses terhadap variabel hasil. Dari analisis multivariat, didapatkan variabel yang paling berpengaruh terhadap hasil mutu pelayanan adalah variabel fokus proses, dan pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan. Nilai variabel hasil yang diatas nilai rata-rata dinyatakan baik tidak sejalan dengan indikator pelayanan rumah sakit yang menurun selama pandemi COVID-19. Variabel yang perlu diperhatikan rumah sakit karena nilai dibawah nilai rata-rata dari ketujuh variabel yang diteliti adalah variabel kepemimpinan, perencanaan strategis, dan fokus sumber daya manusia. Diharapkan manajemen rumah sakit dapat memanfaatkan dan menerapkan kriteria Malcolm Baldrige dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, dan pemilik rumah sakit dapat melakukan re-evaluasi dan meningkatkan program manajemen mutu dalam meningkatkan mutu pelayanan rawat inap rumah sakit dengan menerapkan Malcolm Baldrige
Read More
B-2284
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edwin Zakaria; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Adang Bachtiar, Vetty Yulianty Permanasari, Ida Choiridah
Abstrak: Latar Belakang:Dengan meningkatnya permintaan pelayanan kesehatan maka pengelolaan rumah sakitharus dilakukan dengan perencanaan yang baik. Rumah Sakit sebagai pelayanankesehatan perlu menyusun rencana strategis, yang didalamnya terdapat komponentujuan, kebijakan dan strategi. Setelah beroperasi 2,5 tahun, RSUD Sawah Besar telahberkembang dan menunjukkan progress yang berbeda, maka perlu dilakukan evaluasirencana strategis (renstra) rumah sakit yang telah berjalan dari April 2015. Penelitianini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan rencana strategis rumah sakit setelahberjalan 2,5tahun dibandingkan target-target rencana srategis. Metode PenelitianKuantitatif dengan observasi di lapangan dan menggunakan data sekunder danPenelitian Kualitatif dengan tahapan Input, Proses, Output (IPO) dilihat variabel dalamtahapan tersebut. Hasil Penelitian: Terdapat Pencapaian Renstra yang harusditingkatkan, yaitu: Input: SDM belum sesuai kapasitas pelayanan dan kompetensinya,kepuasan pegawai, pencatatan insiden keselamatan pasien, peralatan rawat Inap, IGDdan rawat jalan. Proses: peran SPI dalam pengawasan dan penilaian, Pendidikan danpelatihan (diklat) pegawai. Output : kunjungan pasien rawat inap, kesalahan prosedur /tindakan / kelalaian petugas.Kesimpulan: Dengan evaluasi ini terlihat variable-variabel yang belum mencapaitarget, sehingga RSUD masih memiliki waktu untuk perbaikan agar pencapaian di akhirtahun renstra terlaksana dengan baik. Dan hasil evaluasi ini dapat dijadikan bahanmasukan penyusunan renstra berikutnya periode 2019-2023.Kata kunci:Rencana Strategis, Rumah Sakit, Evaluasi
Background:Increased demand for health services and disruption of hospital services should beimplemented with good planning. Hospitals as health services need to develop aStrategic Plan, in which there are components of objectives, policies and strategies.After 2.5 years operation, it can be seen that RSUD Sawah Besar has developed andshowed different progress. Therefore, evaluation of the strategic plan of RSUD SawahBesar, that has been running since April 2015, should be conducted.The objective of this research is to evaluate the implementation of the strategic plan ofRSUD Sawah Besar after 2.5 years operation compared to the strategic plan targets.Research Methods used is quantitative Research by observing field data and usingsecondary data. The research was analyzed by following each stage in Input, Process,Output (IPO) and finding factors existed in the stages.Result of Research: The evaluation of the Strategic Plan that must be improved. Input:the availability of human resource is still not in accordance with the capacity ofservices. The available human resources are still not based on their competence,satisfaction, recording of incidents of patients, Inpatient equipment, IGD andoutpatient. Process: the role of SPI to conduct supervision, education and training foremployees. Output: inpatient visits, procedural or action error, negligence.Conclusion: There are still factors that have not reached the target, so RSUD SawahBesar still has time to make improvements. And the results of this evaluation can also bea basis for material preparation of the Strategic Plan the next period 2019-2023.Keywords: Strategic Plan, Hospital, Evaluation.
Read More
B-1969
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Putu Sri Wahyuni; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adik Wibowo, Vetty Yulianty Permanasari, Dewa Putu Alit Parwita, I.B.G. Fajar Manuaba
Abstrak:
Pelayanan kesehatan saat ini sudah mulai bergeser dengan menempatkan pasien sebagai pusat pelayanan kesehatan. Kesinambungan pelayanan berjalan baik jika semua pemberi pelayanan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bertujuan untuk menganalisis faktor - aktor yang mempengaruhi penerapan patient centered care di ruang rawat inap RSUD Wangaya Denpasar. menggunakan metode potong lintang (cross sectional), Data dianalisis menggunakan analisis tabulasi silang dan chi square. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan 70 responden yang terpilih dan sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian didapatkan 50% responden menerapkan pelayanan berfokus pada pasien dengan baik, 81,43 % responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang pelayanan yang berfokus pada pasien, 44,29 % responden mempunyai katagori sikap baik, 48,57 % responden memiliki motivasi tinggi, 50% memiliki ketrampilan baik dalam penerapan pelayanan yang berfukus pada pasien, Hasil uji regresi logistic menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan dalam penerapan pelayanan berfokus pada pasien. Ini ditunjukkan dengan signifikansi (0,048) yang lebih kecil dari nilai taraf nyata (α = 0,05). Koefisien regresi dari Pengetahuan perawat (1,848) yang bertanda positif menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan, nilai Nagelkerke R Square. Nilai tersebut adalah sebesar 0,372. Ini berarti kontribusi pengaruh dari pengetahuan perawat, sikap, motivasi dan keterampilan terhadap penerapan PCC adalah sebesar 37,2%

Health services have begun to shift by placing patients at the center of health services. Continuity of service runs well if all service providers are able to provide the information needed to make the right decisions. This research was conducted to analyze the factors that influence the implementation of patient centered care in the inpatient room of Wangaya Hospital in Denpasar. The method in this study use a quantitative method using a descriptive analytic design with a cross Sectional approach. Data were analyzed using cross tabulation analysis and chi square analysis. Data were collected through a questionnaire given to 70 respondents who were selected and in accordance with the inclusion and exclusion criteria. The results showed that 50% of respondents applied patient-focused services well, 81.43% of respondents had a good level of knowledge about patient-focused services, 44.29% of respondents had a good attitude category, 48.57% of respondents had high motivation, 50 % have good skills in the application of patient-focused services. The logistic regression test results show that knowledge is the most dominant factor in the application of patient-focused services. This is indicated by the significance (0.048) which is smaller than the real level value (α = 0.05). The regression coefficient of Nurse Knowledge (1,848) which is positive indicates a positive and significant influence, the Nagelkerke R Square value. This value is 0.372. This means that the contribution of the influence of the nurse's knowledge, attitude, motivation and skills to the application of PCC is 37.2%
Read More
B-2168
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive