Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36835 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dyani Kusumowardhani; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Ede Surya Darmawan, Mohammad Syahril, Titi Anggraeni Nasution
Abstrak: Kondisi pandemi Covid-19 memaksa semua rumah sakit untuk bekerja keras agar dapat memberi layanan terbaik pada penyakit baru ini. Salah satunya adalah mencari cara pelayanan yang seefisien mungkin tanpa mengurangi mutu pelayanan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana penerapan Lean Management dapat menjadi cara bagi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso (RSPI SS) untuk mencapai efisiensi pelayanan di Instalasi Perawatan Intensif (ICU). Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif observasional semi eksperimental dengan intervensi berupa perubahan alur pelayanan keperawatan. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, Focus Group Discussion, dan wawancara mendalam. Dari penelitian didapatkan bahwa untuk menangani pasien Covid-19 di ICU RSPI SS, perbandingan perawat-pasien 1:1 masih sesuai. Prinsip dasar cara kerja yang terstandarisasi diterapkan dengan memodifikasi cara pembagian waktu melakukan pelayanan menjadi 2 grup dan pengaturan alur pelayanan keperawatan. Prinsip dasar lainnya yaitu Kaizen diterapkan dengan evaluasi dan penyempurnaan alur secara terus menerus. Berbagai metoda Lean, yaitu Visual Management, 5S, dan Kanban diterapkan di ICU RSPI SS, termasuk untuk pemantauan pasien serta penyiapan obat dan Alat Pelindung Diri. Keterbatasan area nurse station menjadi kendala kelancaran pekerjaan. Disarankan untuk memanfaatkan teknologi informasi semaksimal mungkin, mengkaji perubahan letak nurse station utama, serta menerapkan Lean Management di unit-unit pelayanan lainnya
Read More
B-2244
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohammad Zakir Chohan; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Vetty Yulianty Permanasari, Temmasonge Radi Paki, Titi Anggraeni
Abstrak: Perawat mempunyai fungsi kolaborasi dalam pemberian asuhan keperawatan dan kemampuan dalam penerapan 6 tepat pemberian obat meliputi : tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat dokumentasi.Tujuan penelitian mengetahui perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat benar obat dan hubungan dengan karakteristik, pengetahuan, sikap,pemahaman etis&hukum serta humanisme dan kultur kompetensi yang mempengaruhi kinerja selama masa pandemic Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode cross sectional dengan total sampel 50 perawat di ruang Intensive Care RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. Analisis bivariat dengan Contiunity Corretion dan multivariat dengan regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukan hubungan yang signifikan antar humanisme dan kultur kompetensi dengan perilaku profesional dalam penerapan 6 tepat pemberian obat (p Value 0,000) sejumlah 74.2%, dan pemahaman etis dan hukum dengan perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat pemberian obat (p value 0,043) sejumlah 63,39%. Hasil multivariat variabel humanisme dan kultur kompetensi menjadi faktor dominan perilaku profesional perawat dalam 6 tepat pemberian obat. Perilaku profesional perawat dalam penerapan 6 tepat pemberian obat mendukung peningkatan pelayanan terhadap keselamatan pasien dalam pemberian obat yang aman. Perilaku professional perawat menjadi penilaian sangat mendasar dalam proses kredensi untuk seleksi karyawan.Upaya penerapan.prinsip ini dapat dilakukan dengan pendidikan keperawatan berkelanjutan dan meningkatkan supervisi.
Nurses have a collaborative function in providing nursing care and the ability to implement appropriate 6 drugs, including: the right patient, the right drug, the right dose, the right time, the right way, and the right documentation. the relationship with the characteristics, knowledge, attitudes, ethical & legal understanding as well as humanism and the culture of competence that affect performance during the Covid-19 pandemic. This study used a quantitative approach with cross sectional method with a total sample of 50 nurses in the Intensive Care Room at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Bivariate analysis with Contiunity Corretion and multivariate analysis with multiple logistic regression. The results showed a significant relationship between humanism and a culture of competence with professional behavior in the correct application of medication (p value 0.000) amounting to 74.2%, and ethical and legal understanding with professional behavior of nurses in the correct application of 6 drugs (p value 0.043). 63.39%. The multivariate results of humanism and competency culture variables are the dominant factors in the professional behavior of nurses in administering drugs. The professional behavior of nurses in the proper application of drug administration supports the improvement of services for patient safety in safe drug administration. The professional behavior of nurses is a very basic assessment in the credential process for employee selection. Efforts to implement this principle can be done by continuing nursing education and increasing supervision.
Read More
B-2221
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christine Ernita Banggai; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Suprijanto Rijadi, Mardiati Nadjib, Hary Purwanto, Roza Indriani
Abstrak:
Tesis ini membahas analisis pengendalian persediaan obat anti infeksi menggunakan metode ABC Indeks Kritis dan unsur-unsur pengendalian manajemen yang dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi investasi di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menyarankan bahwa pimpinan rumah sakit perlu membuat pedoman mengenai metode pengendalian persediaan obat yang tepat dan akurat untuk diterapkan di rumah sakit; perlunya dilakukan optimalisasi sistem informasi dan pelaporan farmasi rumah sakit; penambahan tenaga apoteker penanggung jawab gudang farmasi; serta perlu dilakukan perbaikan profil formularium untuk bentuk sediaan obat agar penggunaan formularium lebih optimal.

This thesis discusses the inventory control analysis of anti-infection drug using ABC and Criticality Indexing method and management control elements that can increase the effectiveness and efficiency of drug investment at Prof. Dr. Sulianti Saroso Hospital, specializing in infectious diseases. This is a quantitative and qualitative study with cross-sectional design. The results of the study propose that hospital administrators need to create a guidance regarding precise and accurate drug inventory control method to be applied; the need for optimization of information system and hospital pharmacy reporting; addition of pharmacists in charged of the pharmaceutical warehouse; and the need to create a better profile of the drug formularium to improve its optimal use.
Read More
B-1642
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hellen Dewi Prameswari; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Yuli Prapancha Satar, Wanjoyo Setiawan
Abstrak:

Kepuasan klien merupakan salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan layanan rumah sakit yang berguna memberikan feedback bagi pihak manajemen, karena dengan mutu pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan. Pengukuran kepuasan dapat dilakukan dengan membandingkan kesenjangan yang terjadi antara harapan dan kinerja. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya jumlah klien yang melakukan kunjungan VCT dan belum adanya informasi mengenai kepuasan klien yang sekaligus ditinjau dari karakteristik klien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepuasan klien dan karakteristik klien yang manakah yang memiliki hubungan terhadap penilaian yang klien berikan. Metoda yang digunakan adalah deskriptif analitik, desain cross sectional dengan melakukan wawancara kepada 106 orang klien VCT. Analisa data secara kuantitatif menggunakan analisis univariat, bivariat, dan diagram kartesius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mempunyai tingkat kepuasan yang tidak terlalu tinggi terhadap kualitas pelayanan ditinjau daTi 5 dimensi ServQual dimana nilai persepsi kenyataan hampir mendekati harapan mereka. Pada diagram kartesis terlihat kebanyakan atribut dimensi kualitas pelayanan berada pada kuadran dua, tiga dan empat. Selain itu dari uji chi square diperoleh karakteristik yang dinilai memiliki hubungan bermakna pada harapan klien adalah pekerjaan, sedangkan pada kinerja adalah pekerjaan dan umur. (p<0,05). Untuk meningkatkan kepuasan pasien maka disarankan untuk melakukan perbaikan dengan melengkapi fasilitas unit VCT dengan peralatan yang moderen ruangan yang bersih dan nyaman serta memberikan pelatihan kepada seluruh petugas, perawat dan dokter untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah pasien dan menanamkan pentingnya kepuasan pasien sehingga para dokter dapat dengan mudah dihubungi untuk selalu membantu masalah klien. Survei kepuasan klien dilakukan secara rutin sebagai salah satu alat untuk memantau kualitas pelayanan. yang lebih besar daripada rata-rata skor pada pre-test.


Client satisfaction is one of the indicators for measuring hospital service and giving feedback for management, because of a good service quality will give satisfaction. Customer satisfaction can measure with compare gap between hope and kinerja Background: Low rate of client visit for VCT and there is no information about client satisfaction related to reutiliziation interest. Objective of this research is to describe client satisfaction and know wich character that have relation with client judgement. Method: Descriptive analysis with cross sectional design and interviewing to 106 patients. Research methodology is quantitative analysis with univariate analysis, bivariate and scatter diagram. Result: Client satisfaction is not to high through five dimennsion of ServQual. The score for the reality is almost same with their expectation. In scatter diagram, we can see much of service attributes are in second, third and fourth quadrant. Beside that from chi square we get relation ship between jobs and hope. In other side we also get relationship with jobs and age to kinerja. (p<0,05). Improving patient satisfaction and reutilization is to increase its qua1ity service. The important is improving inward quality service with adding more modern equipment make a clean and comfortable room, giving a training for employees, nurses, and doctors to raise their ability to solve patient problem and the important of patient satisfaction, so that the doctors can be easy to contact for helping the client problem. Beside that, routine client satisfactio survey as a tool for observing service quality.

Read More
B-1036
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Dharmaningsih; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Masyitoh, Pujiyanto, Hadijah Tahir, Endang Adriyani
Abstrak:
Waktu tunggu pelayanan resep termasuk salah satu indikator dalam menjaga mutu pelayanan rumah sakit, waktu tunggu yang terlalu lama akan menimbulkan keluhan dari pasien yang dapat mengakibatkan penilaian negatif bagi rumah sakit. Waktu tunggu pelayanan resep obat jadi dan obat racikan di depo Farmasi Rawat Jalan Reguler RSPON Jakarta belum mencapai SPM yang ditetapkan dalam Kepmenkes Nomor 128 Tahun 2009 yaitu ≤30 menit untuk obat jadi dan ≤60 menit untuk obat racikan. Penelitian ini bertujuan mengurangi waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di depo farmasi rawat jalan reguler RSPON Jakarta dengan menggunakan pendekatan Lean Hospital. Penelitian ini menggunakan metode operational research dengan pendekatan kualitatif, pengambilan data dilakukan pada Mei-Juli 20223 di depo farmasi rawat jalan reguler, dengan jumlah sampel 25 resep obat jadi dan 5 resep obat racikan. Observasi langsung dilakukan dengan metode time motion study menggunakan lembar observasi VSM, wawancara dengan informan terpilih dan telaah dokumen. Pada kondisi current state waktu yang dibutuhkan untuk pelayanan setiap 1 resep (lead time) untuk resep obat jadi adalah 46,7 menit, dengan perbandingan aktivitas value added terhadap total waktu pelayanan 25%:75%, sedangkan lead time untuk resep racikan adalah 98,9 menit dengan perbandingan aktivitas value added terhadap total waktu pelayanan 27%:73%. Pada analisis kegiatan non value added, waste tertinggi pada kategori waste waiting dan waste overprocessing. Beberapa faktor penyebab terjadinya waste adalah inefisiensi SDM, jadwal praktek dokter yang bersamaan, belum adanya sistem pemisahan petugas pelayanan resep rawat jalan reguler dan rawat jalan eksekutif, perlunya optimalisasi e-resep, jaringan sistem informasi yang terkadang lambat di jam sibuk dan seringnya interupsi dari pasien yang bertanya di loket farmasi. Intervensi lean hospital yang dicoba untuk diterapkan adalah proses balancing, Heijunka dengan modifikasi shift petugas farmasi dan 5S. Pada kondisi future state terjadi penurunan lead time sebesar 28% untuk resep obat jadi menjadi 33,3 menit, sedangkan untuk resep racikan lead time turun sebesar 32% menjadi 67,1 menit. Kesimpulan penelitian ini Lean Hospital merupakan metode atau tool yang dapat digunakan untuk menurunkan lead time dengan mengurangi waste dan meningkatkan nilai tambah untuk pasien. Saran peneliti mendorong rumah sakit meneruskan sebagai langkah awal continuous improvement diiringi dengan pemenuhan kebutuhan SDM serta fasilitas pendukung.

Waiting time for prescription services is one of the indicators in maintaining the quality of hospital services, waiting times that are too long will cause complaints from patients which can result in a negative assessment of the hospital. The waiting time for ready-made and concocted drug prescription services at the Jakarta RSPON Regular Outpatient Pharmacy depot has not reached the SPM stipulated in Kepmenkes Number 128 of 2009, namely ≤30 minutes for finished drugs and ≤60 minutes for concocted drugs. This study aims to decrease the waiting time of outpatient prescription services at the regular outpatient pharmacy depots at RSPON Jakarta using Lean Hospital. This study used the operational research method with a qualitative approach, data collection was carried out in May-July 20223 at a regular outpatient pharmacy depot, a sample of 25 prescription drugs and 5 prescription drug concoctions. Direct observation was carried out using the time motion study method using VSM observation sheets, interviews with selected informants and document review. Under current state conditions, the lead time for each prescription (lead time) for finished drug prescription is 46.7 minutes, with a ratio of value added activity to total service time of 25%:75%, while the lead time for concoction recipes is 98.9 minutes with a ratio of value added activity to total service time of 27%:73%. In the analysis of non-value added activities, the highest waste is in the waste waiting and overprocessing waste. Some of the factors that cause waste are HR inefficiency, doctors' practice schedules that coincide, there is no separate system for regular outpatient prescription service officers and executive outpatient care, the need for optimizing e-prescriptions, information system networks that are sometimes slow during rush hours and frequent interruptions from patients asking questions at the pharmacy counter. The lean hospital intervention that was tried to be implemented was the balancing process, Heijunka with modifications to pharmacy staff shifts and 5S. In the future state, the lead time decreased by 28% for finished drug prescriptions to 33.3 minutes, while for mixed prescriptions the lead time decreased by 32% to 67.1 minutes. The conclusion of this study is that Lean Hospital is the right method or tool to reduce lead time by reducing waste and increasing added value for patients. The researcher's suggestion encourages the hospital to continue as the first step of continuous improvement accompanied by meeting the needs of human resources and supporting facilities.
Read More
B-2381
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asriyanti Bandaso; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Adang Bachtiar, Hanny Susilo; Sophia
Abstrak: Rumah sakit merupakan sarana kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan. Selain membawa dampak positif, rumah sakit juga membawa dampak negatif yaitu adanya limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit, yang jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Pada Maret 2020 terjadi bencana non-alam pandemi Covid-19 di Indonesia yang menyebabkan produksi limbah medis padat di rumah sakit meningkat secara signifikan sehingga membutuhkan juga peningkatan kapasitas pengelolaannya dari segi kuantitas dan kualitasnya. Rumkital Dr. Mintohardjo sebagai salah satu rumah sakit rujukan covid-19 telah melaksanakan pengelolaan limbah meski dirasa belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) padat melalui pendekatan sistem di Rumkital Dr. Mintohardjo. Jenis penelitian ini adalah observasional, yaitu menggambarkan sistem pengelolaan limbah B3 padat mulai dari input, proses, dan output untuk mengetahui permasalahan yang ada dalam sistem pengelolaan limbah B3 padat di Rumkital Dr. Mintohardjo. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dan observasi langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari telaah dokumen yang ada. Masalah yang ada pada tahap input adalah kurangnya petugas di bagian kesehatan lingkungan sedangkan pada tahap proses masalahnya berada pada prosedur pelaksanaan pengelolaan limbah B3 padat yang masih belum optimal (belum sesuai dengan standar yang ditetapkan)dan kapasitas mesin incinerator yang tidak sebanding dengan jumlah timbulan limbah B3 padat. Pada tahap output, diharapkan seluruh timbulan timbulan limbah B3 padat dapat terkelola dengan baik. Oleh karena terdapat masalah dalam pengelolaan limbah B3 padat sehingga perlu adanya peningkatan manajemen pengelolaan limbah B3 padat dan adanya evaluasi pengelolaan secara reguler agar tercipta lingkungan rumah sakit yang sehat
Hospital is a health facility that organizes health service activities. Apart from having a positive impact, hospitals also have a negative impact, namely the presence of waste generated from hospital activities, which if not handled properly will have an impact on public health and the environment. In March 2020 there was a non-natural disaster from the Covid-19 pandemic in Indonesia which caused the production of solid medical waste in hospitals to increase significantly, thus requiring an increase in its management capacity in terms of quantity and quality. Dr. Rumkital Mintohardjo as one of the covid19 referral hospitals has implemented waste management even though it is not optimal. This study aims to analyze the management of solid hazardous and toxic (B3) waste through a systems approach at Dr. Rumkital. Mintohardjo. This type of research is observational, which describes the B3 solid waste management system starting from the input, process, and output to find out the problems that exist in the hazardous solid waste management system at Dr. Rumkital. Mintohardjo. The types of data used are primary data and secondary data. Primary data were obtained from in-depth interviews and direct observations, while secondary data were obtained from reviewing existing documents. The problem at the input stage is the lack of officers in the environmental health department, while at the process stage the problem lies in the implementation procedure for B3 solid waste management which is still not optimal (not in accordance with the established standards) and the capacity of the incinerator machine which is not proportional to the amount of B3 waste generation. solid. At the output stage, it is expected that all solid hazardous waste generation will be managed properly. Because there are problems in the management of B3 solid waste, it is necessary to improve the management of B3 solid waste and regular management evaluations in order to create a healthy hospital environment
Read More
B-2190
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indri Permanasari; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Jaslis Ilyas, Vetty Yulianty Permanasari, Eka Musridharta, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kolaborasi antar profesi kesehatan di Instalasi Rawat Intensif RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel 110 orang dari berbagai profesi yang bertugas di Instalasi Rawat Intensif RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta selama bulan November 2023. Kuesioner AITCS II digunakan untuk menilai tingkat kolaborasi dan Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menilai faktor-faktor yang dianggap berhubungan dengan kolaborasi seperti Budaya Organisasi, Komunikasi, Penghargaan dan Kepercayaan, Peran dan Tanggung Jawab, Ketersediaan Waktu dan Sumber daya, Dukungan Manajemen dan Kepemimpinan. Hasilnya menunjukkan tingkat kolaborasi baik dengan rata-rata skor AITCS II sebesar 4,14. Kesimpulan : Budaya organisasi, komunikasi, dan pemahaman terhadap peran dan tanggung jawab mempengaruhi secara signifikan terhadap kolaborasi antar profesi. Temuan ini menjadi masukan bagi rumah sakit untuk meningkatkan efektivitas layanan kesehatan dengan mengoptimalkan peran dan tanggung jawab tenaga kesehatan di rumah sakit. Budaya kolaboratif dan komunikasi efektif juga menjadi kunci dalam meningkatkan hasil perawatan pasien.

This research aims to identify factors that influence collaboration between health professionals at the RSPON Prof. Intensive Care Installation. Dr. Dr. Mahar Mardjono Jakarta. This research uses a cross sectional design with a quantitative approach. The total sample is 110 people from various professions who work at the RSPON Prof. Intensive Care Installation. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta for November 2023. The AITCS II questionnaire was used to assess the level of collaboration and Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) to assess factors considered to be related to collaboration such as Organizational Culture, Communication, Respect and Trust, Roles and Responsibilities, Availability of Time and Resources power, Management and Leadership Support. The results show a good level of collaboration with an average AITCS II score of 4.14. Organizational culture, communication, and understanding of roles and responsibilities significantly influence collaboration between professions. These findings provide input for hospitals to improve the effectiveness of health services by optimizing the roles and responsibilities of health workers in hospitals. A collaborative culture and effective communication are also key to improving patient care outcomes.
Read More
B-2435
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syanti Puspitasari; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Hadijah
Abstrak: Peningkatan mutu dan keselmatan pasien merupakan dua hal yang tidak bisadipisaahkan dan harus berkesinambungan. Upaya peningkatan mutu dan keselamatanpasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. DR. dr. MaharMardjono digambarkan melalui capaian indicator pelayanan menurut Standar PelayananMinimal Rumah Sakit yang belum mencapai standar. Penelitian ini dilakukan untukmenganalisis waktu tunggu pelayanan obat jadi pasien JKN dan aktivitas risikoterjadinaya medication error dengan prinsip lean thinking dan swiss cheese model. Jenispenelitian ini adalah operational research dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.Data kualitatif diperoleh melalui proses observasi dan telaah dokumen, sedangkankuantitatif berdasarkan data waktu tunggu dari electronic health record dan waktutunggu hasil observasi. Hasil penelitian menunjukan waktu tunggu adalah 1 jam 3 menit11 detik, dengan waktu tunggu terlama adalah pada proses penerimaan resep (30 menit42 detik). Kegiatan VA (79%) yaitu 13 menit 13 detik. Aktivitas NVA (21%) denganwaktu 49 menit 21 detik. Waste terbanyak adalah pada kegiatan waiting denganpresentasi waktu 92% dari waktu NVA. Bottleneck pada penelitian ini diambil dariproses waktu tunggu terlama dan hasil analisis swiss chesse model pada tahapanpengkajian dan pemeriksaan sediaan obat.Usulan perbaikan berdasarkan hasil analisisproses pengkajian dan pelayanan resep obat jadi ini adalah perlu adanya penyusunanregulasi pengkajian dan pelayanan obat sesuai standar pelayanan kefarmasian, telaahprofil indicator waktu tunggu obat jadi sesuai SPM rumah sakit, perlu adanya analisisbeban kerja, dan monitoring supervise kajian pelayanan resep obat. Usulan perbaikandigambarkan dalam future state map dengan mereduksi aktivitas NVA yang dapatsecara langsung dihapuskan tanpa dilakukan intervensi.
Kata kunci: lean thinking, , medication error, swiss chesse model waktu tunggupelayanan
Quality improvement and patient safety are two things that cannot separated and mustbe continuous. Effort to improve quality and patient safety at Outpatient PharmacyPusat Otak Nasional Prof. DR.dr. Mahar Mardjono Hospital is described through theachievement of service indicators according to the hospital minimum service standardsthet have not resched the standard. This study was conducted to analyze the waitingtime for JKN patient medication services and risk activities of medication errors usingprinciples of lean thinking and the swiss cheese model. This type of research isoperational research with qualitative and quantitative approaches. Qualitative data isobtained through the process of observation and document review, while quantitativedata is based on waiting time data from electronic health records and waiting time forobservations. The result showed that the waiting time was 1 hour 3 minutes 11 seconds,with the longest waiting time was in the process of receiving the recipe (30 minutes 42seconds). Value_added activity (79%) was 13 minutes 13 seconds, non value addedactivity (21%) for 49 minutes 21 second. Most of waste is in waiting activities with apresentation time of 92% of the time for non value added. The bottleneck in this studywas taken from the longest waiting time process and the result of the swiss cheesemodel analysis at the assessment and examination stage of drug preparations.Reviewing the waiting time indicator profile for the finished medicine according to theSPM of the hospital. There is a need for workload analysis, and monitoring of thereview of prescription services. Proposed improvements are described in a future statemap by reducing non value added activity which can be directly eliminated withoutintervention.
Key words: lean thinking, medication error, swiss chesse model, medication error,service waiting time.
Read More
S-10439
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Andina Munawar; Pembimbing: Prastuti C. Soewondo; Penguji: Mardiati Nadjib, Amila Megraini, Suhasbagyo
B-1124
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Made Asminingsih; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Helen Andriani, Puput Oktamianti, Fajar Manuaba, Ida Ayu S. Sri Krisna Dewi
Abstrak:
Pandemi covid-19 ini memberikan perubahan di berbagai aspek kehidupan, utamanya pada bidang kesehatan. Rumah sakit menjadi salah satu garda terdepan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan pasien. Untuk memaksimalkan pelayanan, kinerja karyawan perlu diperhatikan dan dievaluasi utamanya pada saat masa pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kinerja karyawan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien pada masa Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Parama Sidhi yang dilakukan terhadap seluruh karyawan bidang pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional study, yang bertujuan untuk mempelajari hubungan antara variabel bebas yaitu faktor yang berhubungan dengan organisasi (dukungan manajemen dan implementasi SIMRS), faktor yang berhubungan dengan pekerjaan (lingkungan kerja), faktor yang berhubungan dengan karyawan (kemampuan beradaptasi dan komitmen kerja), dan faktor yang berhubungan dengan pandemic covid-19 (ketakutan pada virus Covid-19) dengan variabel terikat yaitu variabel kinerja karyawan. Sampel penelitian adalah karyawan bidang pelayanan sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan kinerja karyawan pada masa pandemic covid-19 masih berkategori baik. Dari hasil uji bivariat, terdapat hubungan antara setiap variabel determinan kinerja terhadap kinerja. Dari pengujian hipotesis diperoleh adanya hubungan dan pengaruh signifikan oleh keempat faktor determinan terhadap kinerja karyawan. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja adalah faktor yang berhubungan dengan karyawan yaitu kemampuan beradaptasi dan komitmen kerja. Variabel yang memiliki hubungan yang paling erat atau dominan adalah variabel komitmen. Faktor yang perlu viii Universitas Indonesia ditingkatkan dan menjadi catatan pimpinan untuk dilakukan perbaikan berdasarkan hasil analisis data adalah pada faktor yang berhubungan dengan organisasi terutama pada dukungan manajemen. Dari hasil penelitian ini, RSU. Parama Sidhi diharapkan dapat terbantu dalam meningkatkan kinerja utamanya dalam pelayanan kepada pasien. Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Determinan Kinerja, Kinerja Karyawan, Cross Sectional Study

During the Covid-19 pandemic, an indicator of hospital services at the hospital. Parama Sidhi is below standard which correlates with the quality of employee performance. During this pandemic, the performance of service employees has never been evaluated. This study aims to determine the determinant factors of employee performances in providing health services to patients during the Covid-19 Pandemic at Parama Sidhi General Hospital which was carried out on all employees in the service sector, such as doctors, nurses, fields, cashiers, front office clerk, customer care officers, pharmacy officers, and care givers. The research used a quantitative approach with cross sectional study, which aims to study the relationship between independent variables and dependent variabel. The independent variables are factors related to organizations (management support and implementation of HIS), factors related to works (work environment), factors related to employees (adaptability and motivation), and factors related to the Covid-19 pandemic (fearness of the Covid-19 virus). The dependent variable is the employee performance variable. Ther research sample was 100 employess. The results of the study showed that employees’ performance during Covid-19 pandemic was in a good category. From the result of the bivariate test, there is a relationship between each independent variabel on work performance. From the hypothesis, it is obtained that there are significant influences by the four determinants of employee performance. The most dominant factors that influence performance are factors related to employees are adaptability and commitment. The variable that has the closest or dominant relationship is the variable of commitment. Factors that need to be improved and become management’s notes to make improvements based on the results of data x Universitas Indonesia analysis are factors related to the organization, especially management support. From the results of this study, RSU. Parama Sidhi is expected to be helped in improving employees’ work performance in serving patients. Keywords: Covid-19 Pandemic, Performance Determinants, Employee Performance, Cross Sectional
Read More
B-2588
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive