Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33602 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wahyuni; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Indri Hapsari Susilowati, Basaria Rajagukguk, Prajuneka
Abstrak: Perilaku cuci tangan tenaga kesehatan secara signifikan dapat menurunkan infeksi terkait perawatan kesehatan (heaIthcare-acquired infections/HAI) termasuk COVID-19, merupakan Iangkah yang efektif, Iebih mudah dan Iebih murah, namun banyak faktor yang mempengaruhinya sehingga kepatuhan cuci tangan tenaga kesehatan terutama perawat pada masa pandemi COVID-19 masih cukup rendah. Tujuan penelitian ini adaIah untuk menganaIisis faktor determinan apa saja yang mempengaruhi kepatuhan perilaku cuci tangan perawat pada masa pandemi COVID-19 di RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kualitatif. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah responden sebanyak 103 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner menggunakan google-form dan hasil observasi IPCLN. Analisis data menggunakan Chi-square test. Hasil analisis didapatkan perawat yang patuh cuci tangan sebanyak 71,8%, dengan hasil observasi IPCLN 83,1% (kepatuhan sedang). Terdapat hubungan antara faktor pemungkin (fasilitas kebersihan tangan) dan faktor penguat (kebijakan RS, dukungan kepala ruang, supervisor dan rekan kerja) dan kepatuhan perilaku cuci tangan perawat (p<0,000). Tidak ada hubungan antara faktor predisposisi (karakteristik perawat, pengetahuan dan akses informasi) dan kepatuhan perilaku cuci tangan perawat di RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Strategi promosi kesehatan yang tepat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan perilaku cuci tangan perawat
Read More
T-6283
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Frangky Ertanto; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Laksita Ri Hastiti, Ernie Widianty Rahardjo, Romy Marliansyah
Abstrak: Tesis ini menganalisis perilaku patuh pekerja operasional perusahaan transportasi publik di Jakarta. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menjelaskan determinan perilaku patuh pekerja terhadap kebijakan perlindungan kesehatan selama masa pandemi COVID- 19 pada tahun 2020-2021. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dan dilakukan di Jakarta pada bulan Januari sampai dengan Mei 2022 dengan responden sebanyak seratus pekerja. Data dianalisis menggunakan analisis Chi Square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 51% pekerja memiliki perilaku patuh dan 49% pekerja tidak memiliki perilaku patuh terhadap kebijakan perlindungan kesehatan. Analisis Chi Square menemukan determinan perilaku patuh adalah jenis kelamin, umur, jenjang pendidikan terakhir, persepsi risiko, dukungan sosial, ketersediaan dan akses sarana dan prasarana, dan kebijakan perlindungan kesehatan. Analisis regresi logistik ganda menemukan ketersediaan dan akses sarana dan prasarana merupakah faktor paling dominan yang memengaruhi perilaku patuh. Pengembangan strategi komunikasi risiko, penerapan sanksi secara terukur dan nyata, komunikasi secara dua arah antara manajemen dan pekerja, dan pemberlakuan Service Level Agreement merupakan langkah-langkah yang disarankan untuk memastikan kepatuhan para pekerja terhadap kebijakan perlindungan kesehatan.
This thesis analyses the adherence of operational workers in a public transportation operator in Jakarta. This study aims to analyze and explain the determinants of adherence to a health protection policy during the COVID-19 pandemic within 2020-2021. Using a cross-sectional design, this study was conducted in Jakarta from January to May 2022 with 100 respondents to participate. The collected data was analyzed by Chi Square and multiple logistic regression analysis. This study found 51% of the workers adheres and 49% of which not adheres to health protection policy at PT X. Chi Square analysis found determinants of adherence are sex, age, education background, risk perception, social support, availability and access to facilities and infrastructure and health protection viii policy. Meanwhile, multiple logistic regression found availability and access to facilities and infrastructure is the most influencing factor to adherence. Developing risk communication, imposing a measurable and evident saction, conducting two ways communications between management and workers, and creating service level agreement are some suggested measures to ensure and improve the worker’s adherence to health protection policy.
Read More
T-6565
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahyo Khoirul Ardli; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari Susilowati, Heny Mayawat, Rio Martino Rusliputra
Abstrak: Pada Desember 2019 telah menyebar virus baru yang dinamakan Virus Corona (COVID-19). Menurut WHO, pandemi adalah penyebaran penyakit baru ke seluruh dunia. Pada 11 Maret 2020, WHO menetapkan COVID-19 masuk ke dalam kategori pandemi. COVID-19 adalah jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 dan belum pernah diidentifikasi pada manusia. Virus ini masuk ke dalam kategori penyakit menular dan baru ditemukan pada Desember 2019. Akibat dari pandemi COVID-19, secara cepat atau lambat akan mempengaruhi proses yang berjalan di PT.X. Sehingga PT.X telah mengambil langkah kesiapsiagaan darurat agar meminamilisir dampak dari COVID-19. Adanya langkah kesiapsiagaan darurat yang dilakukan PT.X, dibuat agar perusahaan tetap terus berjalan di tengah pandemi COVID-19. Kesiapsiagaan darurat yang dilakukan sejalan dengan Teori Green, di mana perilaku terbentuk dari 3 faktor yang di antaranya: Faktor predisposisi, faktor enabling, dan faktor reinforcing. Berdasarkan data yang diperoleh, masih ditemukan pekerja yang belum menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tempat kerja khususnya terkait dengan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Dengan menggunakan Teori Green, penelitian ini ingin mengetahui keefektifan penerapan adapatasi kebiasaan baru PT. X terkait COVID-19.
According to WHO, a pandemic is the spread of a new disease around the world. On March 11, 2020, WHO declared COVID-19 to be a pandemic. COVID-19 is a new strain that was discovered in 2019 and has never been identified in humans. This virus is included in the infectious disease category and was only discovered in December 2019. As a result of the COVID-19 pandemic, sooner or later it will affect the processes running at PT.X. So that PT.X has taken emergency preparedness steps to minimize the impact of COVID-19. There are emergency preparedness steps taken by PT. X, made so that the company continues to run amid the COVID-19 pandemic. Emergency preparedness is in line with Green Theory, in which behavior is formed from 3 factors which include: predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors. Based on the data obtained, there are still workers who have not implemented Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) in the workplace, especially related to 3 M (wearing masks, washing hands, and maintaining distance). By using Green Theory, this research wants to know the effectiveness of implementing PT. X regarding COVID-19.
Read More
T-6839
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhiya Alamanda; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Ida Choridah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran keluhan dan faktor risiko fatigue pada perawat Puskesmas Kecamatan Kota Administrasi Jakarta Barat di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Variabel dependen penelitian ini adalah keluhan fatigue. Variabel independen, yaitu faktor risiko terkait individu (usia, jenis kelamin, masa kerja, keluhan sakit, status gizi, kuantitas tidur) dan faktor risiko terkait pekerjaan (shift kerja, durasi kerja, jam istirahat, stigma sosial).
Read More
S-10564
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhebie; Pembimbing: L. Meily Widjaja; Penguji: Hendra, Armin Riandi
S-4705
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Neni Julyatri Sagala; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Mufti Wirawan, Dadan Erwandi, Erdiana Muliawaty, Dina Ramadhani
Abstrak: Covid-19 merupakan penyakit infeksius dengan tingkat penularan yang tinggi dan sebagian besarnya menyerang sistem organ pernapasan. Pemerintah Indonesia menghimbau pekerja untuk bekerja dari rumah dan pembatasan ketat aktivitas perkantoran sebagai salah satu upaya dalam rangka pengendalian Covid-19. Sebelumnya, sistem kerja work from home atau telework belum diadopsi secara luas di Indonesia. Perubahan sistem kerja ini berdampak pada perubahan konteks pekerjaan yang menyebabkan bahaya psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor psikososial (karakteristik individu, content of work, dan context to work) dan stres kerja di masa pandemi Covid-19 pada pekerja perkantoran di Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang. Penelitian dilakukan pada pekerja perkantoran yang bekerja dengan sistem telework di Provinsi DKI Jakarta pada bulan Desember 2020 sampai Februari 2021. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 110 responden yang diambil dengan teknik pengambilan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring. Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini adalah Copenhagen Psychosocial Questionnaire versi III. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik chi square .Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor psikososial context to work konflik peran (nilai p 0,014; OR 2,095), job insecurity (nilai p 0,023; OR 2,714), dan work life balance (nilai p 0,003; OR 3,715). Tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik individu (umur dan jenis kelamin), content of work (beban kerja, durasi kerja WFH, Pola WFH), dan context to work (ketidakjelasan peran) dengan stres kerja
Covid-19 is an infectious disease with high transmission rate and mostly attacks the respiratory organ system. Indonesian government urges people to work from home and and strict restrictions on office activities an effort to control Covid-19. Previously, the work from home or telework system had not been widely adopted in Indonesia. This change of work system has an impact on transformation of work context that cause psychosocial hazards. This study aims to analyze psychosocial factors (individual characteristics, content of work, and context to work) and work related stress during Covid-19 pandemic among office workers in Jakarta. This research is quantitative research with cross-sectional design. The study was conducted on office workers who work with the telework system in DKI Jakarta Province from December 2020 to February 2021. The number of samples in this study was 110 respondents taken by snowball sampling technique. Data collection is done by online. The questionnaire used in this study was Copenhagen Psychosocial Questionnaire version III. Data analysis was carried out using the chi square statistical test. The results showed that there was a significant relationship between psychosocial factors in the work context of role conflict (p-value 0.014; OR 2.095), job insecurity (p-value 0.023; OR 2.714), and work life balance. (p value 0.003; OR 3.715). There was no significant relationship between individual characteristics (age and gender), content of work (workload, WFH work duration, WFH pattern), and context to work (unclear role) with work related stress.
Read More
T-6199
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Angelica Savitrie Joanna; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Abdul Kadir, Laksita Ri Hastiti, Hairuddin B. Prasetyo, Anisful Lailil
Abstrak: Melalui gangguan ekonomi dan dampak pada jam kerja yang masif, krisis Covid-19 telah berdampak pada 3,3 miliar tenaga kerja dunia. Salah satu sektor ekonomi yang berdampak akibat virus Covid-19 adalah sektor konstruksi. Ketakutan dan kecemasan tentang penyakit Covid-19 dan faktor-faktor lainnya dapat berpengaruh terhadap tingkat distres Tujuan penelitian ini ingin menganalisis faktor bahaya psikososial yang berhubungan dengan tingkat distres pada sektor konstruksi Proyek XYZ di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2022 dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Responden dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh staff kontraktor serta subkontraktor pada Proyek PT XYZ. Distres diukur menggunakan Pandemic-Related Perceived Stress Scale of Covid-19
Read More
T-6398
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Razif Iqbal; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Winda Kusuma Ningrum
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aspek-aspek psikososial yang mempengaruhi karyawan perkantoran saat bekerja dari rumah di masa pandemi COVID-19 dengan menggunakan metode tinjauan literatur sistematis. Faktor yang diteliti yaitu faktor konten pekerjaan, faktor konteks pekerjaan, faktor karakteristik individu, dan faktor lingkungan rumah. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Tinjauan literatur sistematis dalam penelitian ini dilakukan dengan tahapan identifikasi, ekstraksi, sintesis, dan interpretasi data yang diperoleh dari 10 literatur terpilih.
Read More
S-10609
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Magfira Adha Hernayanti; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari, Milla Tejamaya, Bonnie Medana Pahlavie, Atiq Amanah Retna Palupi
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang hubungan antara faktor demografi, faktor individu, dan faktor pekerjaan terhadap kejadian kelelahan (fatigue) pada pekerja kantor di DKI Jakarta pada masa pandemi Covid-19 Maret 2020 ? April 2022 di wilayah DKI Jakarta. Kebijakan yang mulai memberlakukan bekerja di kantor, di rumah atau Campuran di kantor dan di rumah berisiko pada terjadinya kelelahan pada pekerja. Data yang dikumpulkan untuk analisis, terkait faktor demografi (usia dan jenis kelamin), faktor individu (kehidupan sosial keluarga, kuantitas tidur, kualitas tidur, gangguan kesehatan, keadaan psikologis, dan perilaku tidak baik), dan faktor pekerjaan (kebijakam, penjadwalan, lingkungan ruang, beban kerja, durasi kerja, dan pekerjaan lain) terhadap kejadian kelelahan pada pekerja kantor diteliti menggunakan kuesioner (google form) kepada 202 responden di DKI Jakarta. Analisis menggunakan Chi-Square 2x2 untuk uji hubungan dua variabel dan uji regresi linear logistik untuk multivariat. Hasil telitian menunjukkan bahwa di DKI Jakarta selama masa pandemi Covid-19 Maret 2020 ? April 2022 di wilayah DKI Jakarta, ada 33,7% pekerja mengalami kelelahan. Pekerja yang bekerja di kantor lebih banyak yang mengalami kelelahan yaitu 45,9%, sedangkan yang bekerja di rumah atau campuran 26,6% yang mengalami kelelahan. Uji statistik mendapatkan pekerja dengan gangguan kesehatan berpeluang 3,3 kali lebih berisiko kelelahan dibandingkan dengan pekerja yang tidak ada gangguan kesehatan (p 0,001; OR 3,300 (1,615-6,742)), yang berperilaku tidak baik lebih berisiko 2,4 kali dibandingkan yang berperilaku baik (p 0,012; OR 2,400 (1,214-4,745)), serta yang punya beban kerja berat berisiko 2,1 kali dibandingkan dengan yang tidak (p 0,038; OR 2,127 (1,041-4,344)). Sehingga, perlu dibangun model kebijakan untuk mengatasi persoalan kelelahan pada pekerja kantor di Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta Wilayah DKI Jakarta.

This research discusses the relationship between demographic, individual factors, and occupational factors on the incidence of fatigue among workers in DKI Jakarta during the period of covid-19 March 2020 ? April 2022 in DKI Jakarta. Policies that start enforcing work in the office, at home, or Mixed in the office and at home, can put workers at risk of fatigue. Data collected for analysis related to demographic factors (age and gender), individual factors (family social life, sleep quantity, sleep quality, health problems, psychological conditions, and negative behavior), and work factors (policy, work scheduling, space design, workload, duration of work, and other occupations) on the incidence of fatigue studied using a questionnaire (google form) to 202 worker respondents in DKI Jakarta. Analysis using Chi-Square 2x2 to test the relationship between two variables and linear logistic regression test for multivariate. The research results show that in DKI Jakarta during the Covid-19 pandemic period March 2020 ? April 2022 in the DKI Jakarta area, 33.7% of workers experienced fatigue. More workers who work in offices experience fatigue, namely 45.9%, while those who work at home or a mixture of 26.6% experience fatigue. Statistical tests found that workers with health problems had a 3.3 times greater risk of fatigue compared to workers without health problems (p 0.001; OR 3.300 (1.615-6.742)), those who behaved badly were 2.4 times more at risk than those who behaved well (p 0.012; OR 2.400 (1.214-4.745)), and those who have a heavy workload are at risk 2.1 times compared to those who don't (p 0.038; OR 2.127 (1.041-4.344)). So, it is necessary to build a policy model to overcome the problem of fatigue in office workers during the Covid-19 Pandemic Period in the DKI Jakarta Region
Read More
T-6533
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novy Maryana; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Wahyu Sulistyadi, Puput Oktamianti, Yout Savitrhi, Feria Kowira
Abstrak: Penerapan tatalaksana COVID-19 masih mengalami kendala pada RSUD dr. Agoesdjam, dimana masih ada kekurangan berupa dokter dan perawat belum mendapatkan pelatihan penanganan pasien COVID-19 dan ruang isolasi belum standar. Pada tanggal 7 Mei 2020, Kabupaten Ketapang PDP total 43 orang yaitu laki-laki 23 orang dan perempuan 20 orang. ODP berjumlah 1057 orang dengan jenis kelamin laki-laki 608 orang dan perempuan 449 orang dan positif 12 orang dan meninggal 1 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik demografi, pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan perawat dan bidan dalam tatalaksana COVID-19 di RSUD dr. Agoesdjam Kabupaten Ketapang tahun 2020. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah perawat dan bidan yang menangani Covid-19 di RSUD dr. Agoesdjam Kabupaten Ketapang sebanyak 44 responden. Data Primer diperoleh dari hasil penyebaran Google Form yang telah teruji validitas dan reabilitas. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariate. Hasil penelitian ini menunjukkan responden penelitian ini adalah perawat (6,8%) dan bidan (93,2%) berjenis kelamin perempuan (84,1%) dengan usia The implementation of COVID-19 management is still having problems at RSUD dr. Agoesdjam, where there is still a shortage of doctors and nurses who have not received training in handling COVID-19 patients and isolation rooms are not standardized. On May 7, 2020, Covid 19 patients under supervision of Ketapang District had a total of 43 people, namely 23 men and 20 women. Total of person in monitoring is 1057 people with the gender of 608 men and 449 women and 12 positive people and 1 person died. The study aims to determine the relationship between demographic characteristics, knowledge and attitudes towards the compliance of nurses and midwives in managing COVID-19 in dr. Agoesdjam Ketapang Regency in 2020. This type of research is quantitative with a cross sectional design. The samples of this study were nurses and midwives who handled Covid-19 at dr. Agoesdjam Ketapang Regency as many as 44 respondents. Primary data is obtained from the results of the distribution of Google Forms that have been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using univariate, bivariate and multivariate analysis. The results of this study shows that the respondents of this study are female nurses (6.8%) and midwives (93.2%) aged < 45 years old (97.7%) and undergraduate education (56.8%) having knowledge 88.69 good, being kind 82.18 and the level of obedience 82.96. Nurses and midwives with good knowledge are more obedient than those with poor knowledge so that it will affect attitudes and practices in the management of COVID-19. It is hoped that it can provide training or skills to officers through availability of regular education and training on working procedural, preventing and controlling of COVID-19
Read More
T-6082
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive