Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 27342 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tatyana Amanda Pinta; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Wahyu Sulistiadi, Winarto, Juliet Pieter
Abstrak: Pandemi COVID-19 memberi dampak negatif pada rumah sakit. Rumah sakit harus bertahan dan melakukan berbagai modifikasi sebagai upaya adaptasi dengan keadaan yang tidak menentu, bahkan mengalami transformasi terhadap rencana strategis rumah sakit yang sudah dibuat sebelumnya. Evaluasi dan perubahan perencanaan strategis terkadang perlu dilakukan pada saat menghadapi kondisi yang sudah tidak relevan lagi. Upaya ini perlu dilakukan agar rumah sakit mampu mempertahankan keberlangsungannya. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran perbedaan dalam implementasi perencanaan strategis RSUD Tugu Koja dalam bidang sarana prasarana,sumber daya manusia, dan keuangan saat menjadi RS Rujukan COVID-19 Tahun 2020 dari tahun sebelumnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik triangulasi. Peneliti menganalisa data primer dan sekunder serta melakukan wawancara dengan melibatkan sebagian besar para pengambil keputusan dan stakeholders untuk mengidentifikasi aspek – aspek perencanaan strategis RSUD Tugu Koja sebelum dan setelah pandemi COVID-19. Sedangkan pada kinerja keuangan, Rumah Sakit Umum Daerah Tugu Koja terjadi peningkatan pendapatan dari 2019. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa ketiga unsur penting dalam RENSTRA memiliki pengaruh terhadap seluruh proses pelayanan pasien pada masa pandemi COVID-19 di RSUD Tugu Koja yaitu sumber daya manusia, sarana prasarana dan anggaran. Upaya sosialisasi kebijakan dari level paling tinggi sampai ke bawah memerlukan upaya yang simultan dan terus menerus, serta harus ada upaya evaluasi apakah setiap pihak sudah menerima kebijakan tersebut dan bagaimana implementasinya.
The COVID-19 pandemic has had a negative impact on hospitals. Hospitals must survive and make various modifications in an effort to adapt to uncertain conditions, and even undergo a transformation to the hospital's strategic plan that has been made previously. Evaluation and changes in strategic planning that need to be done when facing conditions that are no longer relevant. This effort needs to be done so that the hospital is able to maintain its continuity. The purpose of this study was to describe the differences in the implementation of the Tugu Koja Hospital strategic plan in the fields of infrastructure, human resources, and finance when it became a 2020 COVID-19 Referral Hospital from the previous year. This research was conducted using qualitative methods with triangulation techniques. Researchers analyzed primary and secondary data and conducted interviews involving most decision makers and stakeholders to identify aspects of strategic planning at Tugu Koja Hospital before and after the COVID-19 pandemic. Meanwhile, in terms of financial performance, Tugu Koja Hospital experienced an increase in revenue from 2019. Based on the results of research that has been done, it is known that three things that are not important in the RENSTRA affect the whole process. patient services during the COVID-19 pandemic at Tugu Koja Hospital, namely human resources, infrastructure and budget. Efforts to socialize policies from the highest to the lowest levels require simultaneous and continuous efforts, and there must be an evaluation of whether each party has accepted the policy and how it is implemented.
Read More
T-6442
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edwin Zakaria; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Adang Bachtiar, Vetty Yulianty Permanasari, Ida Choiridah
Abstrak: Latar Belakang:Dengan meningkatnya permintaan pelayanan kesehatan maka pengelolaan rumah sakitharus dilakukan dengan perencanaan yang baik. Rumah Sakit sebagai pelayanankesehatan perlu menyusun rencana strategis, yang didalamnya terdapat komponentujuan, kebijakan dan strategi. Setelah beroperasi 2,5 tahun, RSUD Sawah Besar telahberkembang dan menunjukkan progress yang berbeda, maka perlu dilakukan evaluasirencana strategis (renstra) rumah sakit yang telah berjalan dari April 2015. Penelitianini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan rencana strategis rumah sakit setelahberjalan 2,5tahun dibandingkan target-target rencana srategis. Metode PenelitianKuantitatif dengan observasi di lapangan dan menggunakan data sekunder danPenelitian Kualitatif dengan tahapan Input, Proses, Output (IPO) dilihat variabel dalamtahapan tersebut. Hasil Penelitian: Terdapat Pencapaian Renstra yang harusditingkatkan, yaitu: Input: SDM belum sesuai kapasitas pelayanan dan kompetensinya,kepuasan pegawai, pencatatan insiden keselamatan pasien, peralatan rawat Inap, IGDdan rawat jalan. Proses: peran SPI dalam pengawasan dan penilaian, Pendidikan danpelatihan (diklat) pegawai. Output : kunjungan pasien rawat inap, kesalahan prosedur /tindakan / kelalaian petugas.Kesimpulan: Dengan evaluasi ini terlihat variable-variabel yang belum mencapaitarget, sehingga RSUD masih memiliki waktu untuk perbaikan agar pencapaian di akhirtahun renstra terlaksana dengan baik. Dan hasil evaluasi ini dapat dijadikan bahanmasukan penyusunan renstra berikutnya periode 2019-2023.Kata kunci:Rencana Strategis, Rumah Sakit, Evaluasi
Background:Increased demand for health services and disruption of hospital services should beimplemented with good planning. Hospitals as health services need to develop aStrategic Plan, in which there are components of objectives, policies and strategies.After 2.5 years operation, it can be seen that RSUD Sawah Besar has developed andshowed different progress. Therefore, evaluation of the strategic plan of RSUD SawahBesar, that has been running since April 2015, should be conducted.The objective of this research is to evaluate the implementation of the strategic plan ofRSUD Sawah Besar after 2.5 years operation compared to the strategic plan targets.Research Methods used is quantitative Research by observing field data and usingsecondary data. The research was analyzed by following each stage in Input, Process,Output (IPO) and finding factors existed in the stages.Result of Research: The evaluation of the Strategic Plan that must be improved. Input:the availability of human resource is still not in accordance with the capacity ofservices. The available human resources are still not based on their competence,satisfaction, recording of incidents of patients, Inpatient equipment, IGD andoutpatient. Process: the role of SPI to conduct supervision, education and training foremployees. Output: inpatient visits, procedural or action error, negligence.Conclusion: There are still factors that have not reached the target, so RSUD SawahBesar still has time to make improvements. And the results of this evaluation can also bea basis for material preparation of the Strategic Plan the next period 2019-2023.Keywords: Strategic Plan, Hospital, Evaluation.
Read More
B-1969
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ekonugroho Budhi Prasetyo; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Ede Surya Darmawan, Pujiyanto, Adiya Galatama Purwadi, Rosiah
Abstrak: Perawat merupakan tenaga kesehatan yang paling lama berkontak dengan pasien Covid19 dan sangat rentan tertular penyakit ini. Selama masa pandemi Covid-19, sejak bulan Maret 2020 hingga bulan Desember 2021 sudah terdapat 256 perawat dari 436 tenaga kesehatan di RSUD Pasar Rebo yang tertular Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber penularan Covid-19 pada perawat di RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Sampel penelitian terdiri dari 209 orang perawat yang tertular oleh Covid-19 dan 94 orang perawat yang tidak tertular oleh Covid-19. Sampel dipilih dengan metode consecutive sampling. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat dengan uji multiple logistic regression. Hasil penelitian ditemukan bahwa faktor yang paling berperan dalam penularan Covid-19 pada perawat di RSUD Pasar Rebo adalah kontak erat (p<0,001) dan pemakaian Alat Pelindung Diri (p<0,001). Kontak erat ini dapat terjadi di area rumah sakit atau di luar rumah sakit. Pada Perawat yang memiliki riwayat kontak erat tinggi dengan pasien Covid-19 dan memiliki praktik pemakaian Alat Pelindung Diri yang kurang baik akan lebih berisiko untuk tertular Covid-19. Peningkatan pengetahuan kepada nakes dan keluarga nakes tentang pemakaian Alat Pelindung Diri di masa pandemi perlu dilakukan guna meningkatkan kepatuhan petugas dalam pelaksanaan penggunaan Alat Pelindung Diri dan saat berkontak erat dengan pasien Covid-19
Read More
B-2289
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Viana Villamanda Jatnika; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Atik Nurwahyuni, Amal Chalik Sjaaf, Tiara Indah, Nidia Astari,
Abstrak:
"Pandemi yang terjadi cukup memberikan dampak terhadap pelayanan yang diberikan. Beragam tantangan yang harus dihadapi antara lain penyesuaian sumber daya seiring dengan pertambahan kasus pasien COVID-19, pemberian perlindungan ekstra terhadap tenaga kesehatan hingga tantangan ekonomi. Adapun kewajiban yang harus dimiliki oleh setiap rumah sakit terkait mutu layanan menurut Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 36 Tahun 2016 dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2018 yaitu mampu memberikan pelayanan kesehatan dengan mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien yang aman, bermutu, tidak diskriminatif, dan efektif. Selain itu, mampu membuat, melaksanakan, dan menjaga standar mutu pelayanan kesehatan yang diberikan. Mengacu pada landasan diatas, sejak tahun 2016 rumah sakit telah menjalankan program Peningkatan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit sesuai Standar dengan tujuan terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan yang prima. Agar program tersebut berjalan dengan lancar, maka dibutuhkan perencanaan anggaran yang matang hingga realisasi yang tepat dengan mengutamakan prinsip efektivitas dan efisiensi. Penyerapan anggaran masih menjadi permasalahan yang dihadapi oleh RSUD. Pada tahun 2019, terjadi penyerapan anggaran yang relatif rendah pada program peningkatan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit sesuai Standar, yaitu hanya sebesar 29,09%. Hal ini berdampak pada penurunan alokasi anggaran tahun 2020 sebanyak 99,7% yaitu menjadi Rp3,450,000. Dengan alokasi anggaran yang sangat kecil ini pun anggaran tidak mampu diserap oleh RSUD, yang sampai saat ini belum diketahui penyebab utama rendahnya penyerapan anggaran pada tahun 2019 dan 2020. Padahal alokasi dan penyerapan anggaran pada program ini bertujuan untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang menjadi pemicu rendahnya penyerapan anggaran pada program Peningkatan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Sesuai Standar tahun 2019 dan 2020 serta tindak lanjut perbaikan penyerapan anggaran untuk peningkatan mutu layanan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan design cross sectional. Hasil penelitian menggambarkan bahwa rendahnya penyerapan anggaran yang terjadi disebabkan oleh belum adanya jadwal masing-masing kegiatan secara rinci sehingga kegiatan tidak dapat berjalan secara optimal, RSUD belum melakukan analisis biaya manfaat (cost benefit) guna menunjang penetapan alokasi anggaran yang baik, belum memiliki prasyarat khusus bagi karyawannya yang ingin mengikuti pelatihan, belum memiliki modul khusus kegiatan untuk nakes dan non nakes, belum memiliki sistem aplikasi komputer yang terintegrasi serta belum optimalnya fungsi SPI dan dewan pengawas dalam pemantauan dan evaluasi anggaran.

The pandemic that occurred had quite an impact on the services provided. The various challenges that must be faced include adjusting resources in line with the increase in cases of COVID-19 patients, providing extra protection for health workers to economic challenges. As for the obligations that must be owned by every hospital related to service quality according to Director General of Treasury Regulation Number 36 of 2016 and Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 4 of 2018 namely being able to provide health services by prioritizing patient interests and safety that are safe, quality, non-discriminatory, and effective. In addition, able to create, implement, and maintain quality standards of health services provided. Referring to the basis above, since 2016 the hospital has implemented a Hospital Service Quality Improvement program according to Standards with the aim of realizing excellent service quality improvement. In order for the program to run smoothly, it requires careful budget planning to the right realization by prioritizing the principles of effectiveness and efficiency. Budget absorption is still a problem faced by RSUD. In 2019, there was relatively low absorption of the budget for the Hospital Service Quality improvement program according to standards, namely only 29.09%. This resulted in a decrease in the 2020 budget allocation by 99.7%, namely to IDR 3,450,000. Even with this very small budget allocation, the budget has not been able to be absorbed by the RSUD, which until now has not been identified as the main cause of the low absorption of the budget in 2019 and 2020. Even though the allocation and absorption of the budget in this program aims to guarantee the quality of health services provided. This study aims to determine the factors that trigger the low absorption of the budget in the 2019 and 2020 Standard Hospital Service Quality Improvement programs as well as follow-up actions to improve budget absorption to improve service quality. This research is descriptive analytic with cross sectional design. The results of the study illustrate that the low absorption of the budget that occurs is caused by the absence of a detailed schedule for each activity so that activities cannot run optimally, the RSUD has not carried out a cost benefit analysis to support the determination of a good budget allocation, does not yet have specific prerequisites for employees who wish to take part in training, do not yet have a special activity module for health and non-health workers, do not yet have an integrated computer application system and the function of the SPI and supervisory board is not yet optimal in budget monitoring and evaluation.
Read More
B-2324
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Minah Sukri; Pembimbing: Bambang Hestu Djajadi; Penguji: Ronnie Rivany, Supriyantoro, Imam Hidayat Dahlan, Amila Megraini
Abstrak:

Pada era transisi otonomi yang sedang terjadi pada saat ini, perusahaan-perusahaan termasuk organisasi rumah sakit di Indonesia juga mengalami tantangan yang cukup besar. Rumah Sakit pemerintah perlu melakukan berbagai perubahan untuk menyesuaikan organisasinya sehingga dapat bertahan hidup dan bersaing.Beban pembiayaan pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit semakin meningkat dengan adanya krisis ekonomi. Rumah sakit harus mencari peluang untuk meningkatkan penerimaan dari masyarakat golongan ekonomi atas. Salah satu jalan keluar dengan mengembangkan perencanaan strategik ruang paviliun RSUD.Prof.DR.WZ.Johanes Kupang yang merupakan tempat pelayanan rawat inap bagi pasien mampu. Oleh karena itu diperlukan analisis strategi pengembangan di instalasi tersebut.Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan langsung, pengumpulan data sekunder, mengadakan wawancara mendalam dan Consensus Decision Making Group (CDMG). Analisis penelitan dilakukan terhadap faktor-faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi ruang paviliun dengan menggunakan alat formulasi strategi berupa matrik Internal-Eksternal, dan matrik BCG.Hasil penelitian menunjukkan bahwa matrik IE berada pada kuadran V (Hold & Maintain) dan Matrik BCG pada kuadran Stars serta Matching alternatif strategi yang dianjurkan ke dua matrik menunjukkan strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.Perumusan strategi pengembangan terhadap ruang paviliun RSUD Prof.DR.WZ. Johannes Kupang didapatkan dengan matrik QSPM yaitu pengembangan poduk.


 

Analyze of Situation on Determining Strategic Development in Overnight Paviliun Instalation at RSUD.Prof.DR.WZ.Johannes Kupang, 2001At the moment, mostly companies including hospitals in Indonesia have to face a great challenge. Government hospital need to make changes so that can survive and competitive.The cost of health care especially hospitals have increased due to the current economic crisis. Hospitals have to get a chance to increase the revenue from more affordable patient. One of the solutions is to develop strategic planning for Paviliun room at RSUD Prof.DR.WZ.Johanes which its target market is for more affordable patient. Hence we need to analyze develop strategic for those installation.This research done by direct research, collected secondary data, interview, Consensus Decision Making Group (CDMG). Analyzing external and internal factor of paviliun room using strategic formulation such as Internal-External matrix and BCG matrix.The result has shown us that the hospital position using IE matrix is on quadrant V (Hold & Maintain) and by Matrix BCG is at Stars and the result of matching alternative strategic for both matrix is market penetration and development product.Strategic formulation for development of overnight Paviliun instalation RSUD Prof DR WZ Johannes Kupang QSPM matrix is product development.

Read More
B-585
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kusnanto; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Hafizurrachman, Ronnie Rivany, Titi Masrifahati
B-1188
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anne Nurcandrani H; Pembimbing: Purnawan Junadi
Abstrak:
Telah dilakukan penelitian tentang Rencanaan Strategis pengembangan RSUD Kota Bekasi tahun 2005-2009. Penelitian ini meliputi analisis lingkungan eksternal, analisis lingkungan internal, meninjau kembali pernyataan visi dan misi, menetapkan tujuan jangka panjang sampai 2009 clan menentukan alternatif strategi terpilih yang sesuai bagi posisi RSUD Kota Bekasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan strategik. Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui wawancara mendalam sebagai sumber data primer dan , sumber data sekunder dan observasi oleh peneliti sendiri. Penyusunan strategi dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap pertama adalah tahap input, meliputi analisis lingkungan eksternal dan internal RSUD Kota Bekasi, analisis faktor lingkungan eksternal dan internal dengan menggunakan matriks EFAS dan IFAS dan meninjau kembali pernyataan visi dan misi RSUD Kota Bekasi. Tahap kedua adalah tahap pencocokan yang meliputi penetapan jangka panjang RSUD Kota Bekasi sampai tahun 2009 dan menentukan alternatif strategi dengan menggunakan matriks SWOT dan IE. Selanjutnya pada tahap ketiga yaitu tahap keputusan, dimana dilakukan penetapan strategi terpilih RSUD Kota Bekasi untuk tahun 2005-2009 dengan menggunakan matriks QSPM. Cara pertgambilan keputusan menggunakan metode CDMG (Consensus Decision making Group). Berdasarkan analisis lingkungan ekstemal menghasilkan nilai total EFAS sebesar 3,10. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen RSUD Kota Bekasi sangat concern atas faktor eksternal dengan berusaha memanfatkan peluang-peluang yang ada dan menghindari ancaman-ancaman yang muncul. Analisis lingkungan internal menghasilkan nilai total IFAS sebesar 2,90, artinya pihak manajemen sangat yakin secara internal kekuatan yang dimiliki memiliki daya saing yang cukup tinggi Sesuai denan hasil identifikasi posisi eksternal dan internal, pihak manajemen memutuskan untuk tetap menggunakan rumusan visi dan misi yang sudah ada karena dianggap masih relevan, faktual dengan kondisi lingkungan serta masih sesuai dengan cita-vita dan tujuan RSUD Kota Bekasi. Sedangkan rumusan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai sampai tahun 2009 meliputi aspek operasional pelayanan dan perawatan, aspek keuangan, aspek SDM dan aspek manajemen. Penetapan strategi alternatif dengan menggunakan QSPM menghasilkan rekomendasi strategi generik yang sesuai dengan RSUD Kota Bekasi adalah strategi pertumbuhan intensif. Akhirnya disimpulkan bahwa strategi utama yang sesuai bagi RSUD Kota Bekasi untuk tahun 2005-2009 adalah strategi pengembangan produk. Selanjutnya dalam penelitian ini juga telah dirumuskan saran dan rekomendasi dalam mengimplementasikan strategi terpilih agar visi dan misi serta tujuan jangka panjang yang telah di tetapkan dapat tercapai.

Strategic Planning of RSUD Kota Bekasi 2005-2009 Research for strategic planning of RSUD Kota Bekasi 2005-2009 has been done. The scope of the research consist of external environment analysis, internal environment analysis, review over vision and mission statement, define long term objectives until 2009, define strategic alternative and the chosen strategy which suitable to its condition. The kind of this research is descriptive analytic research used information as a base information of taking strategic decision. The collecting information were done through deep interviewed as primary data sources, secunder data sources and observation by the researcher herself. The technichs strategy were done through three stages. Stage I is input stage, included external and internal environment analysis. Analyzing of external and internal environment factors used EFAS and IFAS matrix and reviewed vision and mission statement of RSUD Kota Bekasi. Stage II is matching stage included established of long term objective until 2009 and decided alternative strategy used SWOT and IE matrix . And stage III is decision stage were done by decided chosen strategy of RSUD Kota Bekasi for year 2005-2009 used QSPM. The taking of decision was made using CDMG (Concensus Decision Making Group) methode. As a result, external environment evaluation produced 3,10 of EFAS total value meant that RSUD Kota Bekasi took a good responsible the opportunities and avoided threats. Internal environment evaluation produced 2,90 of IFAS total value meant internally the power of it is average. After knowing external and internal position, the management decided to keep using vision and mission statement because it is still relevant and suitable with the aim of RSUD Kota Bekasi. The formula of long term objective they try to reach until year 2009 include operational services and nursing, financaial, SDM and management Determination of the alternative strategy produced is intensive strategy, The strategy was chosen by using QSPM. This research concluded that the major strategy fit to the development of RSUD Kota Bekasi year 2005-2009 is product development. This research is also give ideas and suggestions to implementation chosen strategy to make vision and mission also determined long term objective to be accomplished.
Read More
B-819
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Graz Y.H. Rimba; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Adang Bachtiar, Duta Liana, Hoyi Siantoresmi
Abstrak: Rumah sakit adalah organisasi padat karya yang memerlukan SDM yang terus berkembang sehingga pengembangan SDM adalah faktor kunci keberhasilan organisasi dalam mewujudkan visi misi serta rencana strategisnya demi meningkatkan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas rencana strategis pengembangan SDM di Rumah Sakit Jantung Diagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan dilengkapi dengan survey digital untuk melihat persepsi pekerja terhadap program pengembangan SDM. Hasil penelitian menunjukan penerapan rencana strategis pengembangan SDM sudah cukup baik terbukti dengan tingginya tingkat partisipasi pekerja, adanya unit yang memastikan terlaksananya program serta dukungan dari Head Office termasuk soal budgeting. Perlu dibuat training need analysis yang terindividualisasi sehingga program sesuai dengan kebutuhan rumah sakit serta pemilihan pekerja sesuai dengan tujuan program. Penilaian yang menghubungkan antara hasil pengembangan SDM dengan kinerja individu/organisasi belum dilakukan secara konsisten. Saran peneliti dapat dibuat Individual Development Program (IDP) dan Training Need Analysis. Unit diklat/SDM dapat memberikan motivasi kepada peserta akan manfaat dari pengembangan SDM, serta melakukan penilaian kinerja secara berkala khususnya yang berhubungan dengan tujuan dan sasaran program pengembangan yang telah diikuti oleh pekerja. Rumah Sakit Jantung Diagram dapat mengikuti template analisa, desain, implementasi dan evaluasi dalam rencana strategis pengembangan SDM serta dalam menyusun laporan pertanggungjawaban.
Read More
B-2230
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dani Indrawan; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Helen Andriani, Etty Yulianty Permanasari, Ediansyah, Vitrie Winastri
Abstrak:
Berdasarkan laporan dari World Health Organisation (WHO), dampak pandemi COVID-19 dirasakan pada pelayanan kesehatan esensial di 90% negara. Hal ini terlihat pada kombinasi kondisi pelik dari menurunnya kunjungan akibat pembatasan kegiatan masyarakat, rantai distribusi alat kesehatan dan obat-obatan yang terhambat, sehingga kapasitas finansial fasilitas layanan kesehatan menurun. Tekanan yang terjadi mendorong rumah sakit beradaptasi dengan cepat serta memiliki strategi bertahan (resilience) dari berbagai guncangan yang dihadapi. Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (RS MMC) sebagai salah satu rujukan COVID-19 turut merasakan dampak perubahan terhadap sistem pengelolaan logistik farmasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola perencanaan sediaan farmasi, menentukan pola perencanaan farmasi yang paling tepat, serta melakukan penerapan strategi Sales & Operations Planning (S&OP) dalam upaya membangun ketahanan sediaan farmasi Rumah Sakit Metropolitan Medical Center. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus untuk melihat pengelolaan sediaan farmasi dengan menggunakan analisis deskriptif dari beberapa data sekunder yakni; data persediaan, data kunjungan pasien, serta data pendapatan dan pengeluaran rumah sakit selama masa pandemi COVID-19 pada periode Februari tahun 2020 - Desember tahun 2021 yang dikolaborasikan dengan wawancara mendalam. RS MMC melakukan berbagai upaya perbaikan pola perencanaan sediaan farmasi, mulai dari menggunakan metode konsumsi, pola morbiditas berdasarkan penyakit terbanyak, kombinasi pola konsumsi dan pola morbiditas, forecasting serta pendekatan S&OP. Hasil perhitungan tingkat Inventory Turnover (ITO) berada pada titik terendah di tahun 2020 yaitu sebesar 8,84% dan persentase ketersediaan di bulan Juni 2020 sebesar 51,80%. Pada titik ini terjadi kondisi yang tidak ideal sehingga manajemen didorong untuk merespon cepat serta adaptif terhadap pola perencanaan sediaan farmasi. Berdasarkan berbagai rangkaian metode yang digunakan RS MMC selama periode 2019-2021 serta data hasil wawancara mendalam, menunjukan bahwa pola perencanaan farmasi yang paling tepat di RS MMC ialah merujuk pada metode konsumsi yang dikombinasikan dengan pola morbiditas penyakit, hal tersebut dikarenakan dapat meningkatkan keakuratan manajemen perencanaan persediaan. Pengembangan dari metode konsumsi yang dikolaborasikan dengan pola morbiditas tersebut, dilakukan melalui penerapan forecast planning system menggunakan S&OP dan integrated demand supply yang sedang dibangun dalam sebuah sistem teknologi informasi rumah sakit yang diharapkan akan membuat pengambilan keputusan menjadi lebih mudah dan akurat. Dengan menggunakan pendekatan S&OP basis perencanaan kebutuhan logistik menjadi tidak hanya bergantung pada pemanfaatan data historis saja, baik yang terkait dengan pola konsumsi dan atau morbiditas saja. Pola pendekatan S&OP memodifikasi pola perencanaan kebutuhan sediaan sebelumnya yang merupakan gabungan pola konsumsi dan morbiditas. Pendekatan S&OP turut memperhatikan dinamika perkembangan kebutuhan terkini organisasi yang berkenaan dengan: adaptasi rencana strategi bisnis rumah sakit, ketersediaan finansial dan kegiatan operasional Rumah Sakit.

Based on a report from the World Health Organization (WHO), the impact of the COVID-19 pandemic was felt on essential health services in 90% of countries. This can be seen in the complicated combination of decreased visits due to restrictions on community activities, hampered distribution chain of medical devices and medicines, resulting in decreased financial capacity of health care facilities. The pressures that occur encourage hospitals to adapt quickly and have resilience strategies from the various shocks they face. The Metropolitan Medical Center Hospital (MMC Hospital) as one of the COVID-19 referrals also felt the impact of changes to the hospital pharmacy logistics management system. This study aims to evaluate the pattern of pharmaceutical preparation planning, determine the most appropriate pharmaceutical planning pattern, and implement the Sales & Operations Planning (S&OP) strategy in an effort to build the resilience of pharmaceutical preparations at Metropolitan Medical Center Hospital. This study uses a qualitative method in the form of a case study to see the management of pharmaceutical preparations using descriptive analysis of several secondary data, namely; inventory data, patient visit data, as well as hospital income and expenditure data during the COVID-19 pandemic in the period February 2020 - December 2021 in collaboration with in-depth interviews. MMC Hospital made various efforts to improve the planning pattern of pharmaceutical preparations, starting from using the consumption method, the pattern of morbidity based on the most disease, a combination of consumption patterns and morbidity patterns, forecasting and the S&OP approach. The results of the calculation of the Inventory Turnover (ITO) level are at their lowest point in 2020, which is 8.84% and the percentage of availability in June 2020 is 51.80%. At this point, conditions that are not ideal occur so that management is encouraged to respond quickly and be adaptive to the pattern of planning pharmaceutical preparations. Based on the various series of methods used by MMC Hospital during the 2019-2021 period as well as data from in-depth interviews, it shows that the most appropriate pharmaceutical planning pattern at MMC Hospital is referring to the consumption method combined with disease morbidity patterns, this is because it can improve the accuracy of planning management. supply. The development of the consumption method in collaboration with the morbidity pattern is carried out through the application of a forecast planning system using S&OP and integrated demand supply which is being built in a hospital information technology system which is expected to make decision making easier and more accurate. By using the S&OP approach, the basis for planning logistics needs is not only dependent on the use of historical data, both related to consumption patterns and or morbidity. The pattern of the S&OP approach modifies the previous pattern of planning requirements for preparations which is a combination of consumption patterns and morbidity. The S&OP approach also takes into account the dynamics of the latest development needs of the organization with regard to: adaptation of the hospital's business strategy plan, financial availability and hospital operational activities.
Read More
B-2300
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Nadya Kusumawati; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianti Permanasari, Puput Oktmiaanti, Theryoto, Savitri Handayana
Abstrak: angka klaim pending di RSUD Koja pada tahun 2018 dengan melakukan telaah berkas klaim dan observasi pada data klaim dari tahun 2017 hingga tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain studi evaluasi intervensi dengan menganalisa data kuantitatif dan kualitatif. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan data kesalahan koding pada klaim pending rawat inap Pra Intervensi dan Pasca Intervensi dokter verifikator internal baik secara jumlah klaim maupun nominal klaim. Kemudian melakukan wawancara mendalam untuk mengetahui penyebab terjadinya kesalahan koding hingga menyebabkan klaim pending. Hasil penelitian ini adalah bahwa terbukti dokter verifikator internal dapat menurunkan angka klaim pending rawat inap karena kesalahan koding dan didapatkan penyebab terjadinya kesalahan koding yaitu ketidaklengkapan resume medis, kurang telitinya koder, kurangnya pengetahuan koder, ketidakseragaman informasi terkait koding dan overload berkas klaim yang tidak diiringi dengan kesesuaian jumlah koder. Hasil penelitian menyarankan penerapan Electronic Medical Record, mendaftarkan koder untuk mengikuti pelatihan terkait klaim, mengadakan Team Building, membuat Whatsapp grup untuk saling berbagi informasi dan perhitungan ulang tenaga koder sesuai kebutuhan.
Read More
B-2104
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive