Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37138 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fitri Latipatul Anshor; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Evi Martha, Eko Prihastono, Popy Irawati
Abstrak: ASI merupakan gizi terbaik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi dan sistem kekebalan tubuh bayi. WHO menganjurkan untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. IMD merupakan kunci keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara pelaksanaan IMD dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-5 bulan di Indonesia menurut SDKI 2017. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan SDKI 2017. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) 15-49 tahun di Indonesia, sampel sebanyak 1243 WUS dengan anak usia 0-5 bulan dan masih menyusui serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah ASI eksklusif, variabel independen utama yaitu Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan variabel kovariat umur, paritas, pendidikan, status pekerjaan, status ekonomi, daerah tempat tinggal, frekuensi kunjungan ANC, tempat persalinan, metode persalinan dan penolong persalinan. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariate dengan chi square dan analisis multivariate dengan regresi logistic ganda model faktor resiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ASI eksklusif pada bayi usia 0-5 bulan di Indonesia yaitu sebesar 37,5%, dan IMD (39,5%). Hasil analisis multivariate menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMD dengan pemberian ASI eksklusif setelah dikontrol oleh variabel kovariat dengan (p=0,001 dan OR=2,537) artinya ibu yang melaksanakan IMD memiliki peluang 2,537 untuk memberikan ASI eksklusif. Pada penelitian ini tidak ada variabel konfounding dalam hubungan IMD dengan pemberian ASI eksklusif. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk meningkatan capaian pemberian ASI eksklusif yaitu optimalisasi proses KIE terkait IMD dan ASI eksklusif, memfasilitasi ibu untuk melakukan IMD sesuai prosedur, pelatihan pelaksanaan IMD untuk setiap tenaga kesehatan yang menjadi penolong persalinan dan adanya kebijakan yang terintegrasi di setiap fasilitas kesehatan dari pusat ke daerah terkait pelaksanaan IMD sesuai flowchart.
Breast milk is the best nutrition to optimize baby growth and development and the baby's immune system. WHO recommends exclusive breastfeeding for 6 months. Early initiation of breastfeeding (EIBF) is the key of exclusive breastfeeding?s success. The purpose of the study was to determine the relationship between EIBF and exclusive breastfeeding for infants 0-5 months in Indonesia according to the 2017 IDHS. This research was a cross-sectional study using the 2017 IDHS. The population of this study were all of fertile women 15- 49 years old in Indonesia, a sample of 1243 women on fertile age who have the children 0-5 months and still breastfeeding and met the inclusion and exclusion criteria. The dependent variable in this study was exclusive breastfeeding, the main independent variable EIBF and the covariates were age, parity, education, employment status, economic status, area of residence, frequency of ANC visits, place of delivery, delivery method and birth attendant. The analysis for this research is univariate analysis, bivariate with chi square and multivariate analysis with logistic regression. The results showed that the percentage of exclusive breastfeeding for infants 0-5 months in Indonesia (37,5%) and EIBF (39,5%). The results of the multivariate analysis showed that there was a significant relationship between early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding after being controlled by covariate variables with (p=0.001 and OR=2.537) meaning that mothers who carried out early initiation of breastfeeding had a 2.537 chance of exclusive breastfeeding. In this study, there were no confounding variables between early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding. Various efforts need to be done to increase the achievement of exclusive breastfeeding with optimizing the IEC process related to EIBF and exclusive breastfeeding, facilitating mothers to carry out EIBF according to procedures, training in the implementation of EIBF for every health worker who assists childbirth and the existence of integrated policies in every health facility from the center to areas related to the implementation of EIBF according to the flowchart.
Read More
T-6474
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Agustini; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Martya Rahmaniati M., Sandra Fikawati, Anies Irawati, Hikmah Kurniasari
Abstrak:
ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. WHO menganjurkan untuk memberikan ASI eksklusif. Ibu dengan kehamilan yang tidak diinginkan berisiko untuk tidak memberikan ASI eksklusif atau bahkan tidak menyusui sama sekali. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara kehamilan tidak diinginkan dengan pemberian ASI eksklusif di Indonesia menurut SDKI 2017. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan data SDKI 2017. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) 15-49 tahun di Indonesia, sampel penelitian 1.244 WUS dengan anak usia 0-5 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pemberian ASI eksklusif, variabel independen adalah kehamilan tidak diinginkan dan variabel kovariat yaitu usia, pendidikan, paritas, status ekonomi, pekerjaan, status pernikahan, IMD, kunjungan ANC, dan wilayah tempat tinggal. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariate dan multivariate dengan uji regresi logistic ganda model faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan persentase ASI eksklusif di Indonesia yaitu sebesar 59,4% dan persentase kehamilan tidak diinginkan di Indonesia sebesar 19,5%. Hasil analisis multivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status kehamilan tidak diinginkan dengan pemberian ASI eksklusif setelah dikontrol oleh variabel kovariat (p=0,064), namun ditemukan interaksi variabel kehamilan tidak diinginkan dan paritas dengan OR primipara 2,78, artinya ibu primipara dengan kehamilan tidak diinginkan berisiko 2,78 kali lebih tinggi untuk tidak memberikan ASI Eksklusif dibandingkan ibu dengan kehamilan diinginkan setelah dikontrol status ekonomi. Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan capaian pemberian ASI eksklusif yaitu pelatihan tenaga konselor, peningkatan KIE terkait pemberian ASI eksklusif khususnya pada ibu dengan KTD dan optimalisasi penyediaan ruangan dan fasilitas yang mendukung ibu bekerja untuk tetap melanjutkan pemberian ASI eksklusif.

Breast milk is the best food for babies. WHO recommends exclusive breastfeeding. Mothers with unwanted pregnancies are at risk for not giving exclusive breastfeeding or not even breastfeeding at all. The research objective was to determine the relationship between unwanted pregnancies and exclusive breastfeeding in Indonesia according to the 2017 IDHS. This research was a cross-sectional study using data from the 2017 IDHS. The population of this study was all Women of Reproductive Age (WUS) 15-49 years in Indonesia, the study sample was 1,244 WUS with children aged 0-5 months who met the inclusion and exclusion criteria. The dependent variable in this study was exclusive breastfeeding, the independent variable was unwanted pregnancy and the covariate variables were age, education, parity, economic status, employment, marital status, IMD, ANC visits, and area of residence. The analyzes performed were univariate, bivariate and multivariate analysis with multiple logistic regression tests of the risk factor model. The results showed that the percentage of exclusive breastfeeding in Indonesia was 59.4% and the percentage of unwanted pregnancies in Indonesia was 19.5%. The results of the multivariate analysis showed that there was no relationship between adverse event status and exclusive breastfeeding after being controlled by the covariate variable (p=0.064), however, there was an interaction between the unwanted pregnancies and parity variables with OR primipara 2.78 meaning that primiparous mothers with unwanted pregnancies are at risk of 2.78 times higher for not giving exclusive breastfeeding compared to mothers with wanted pregnancies after controlling for economic status. Efforts need to be made to improve the ability of exclusive breastfeeding, namely counselors, increasing IEC related to exclusive breastfeeding, especially for mothers with unwanted pregnancies and optimizing the provision of rooms and facilities that support working mothers to continue to provide exclusive breastfeeding.
Read More
T-6681
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Enka Nur Ishmatika; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Milla Herdayati, Triyanti, Irma Nurbaeti, Nina Herlina
Abstrak:
Menyusui eksklusif merupakan hal paling essensial bagi awal kehidupan bayi. Berbagai faktor mempengaruhi ibu dalam keputusan dan perilaku inisiasi menyusui. Termasuk kesehatan mental ibu yaitu depresi postpartum terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-5 bulan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan depresi postpartum dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi (0-5 bulan) di Indonesia. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan data sekunder dari Riset Kesehatan Nasional (Riskesdas) dengan metode penelitian potong lintang (cross sectional). Penelitian ini mencakup seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia dan data sekunder diproses pada tahun 2020. Sampel penelitian ini adalah wanita usia 15-49 tahun dengan bayi berusia 0-5 bulan di Indonesia yang berjumlah sebanyak 2332 orang. Hasil dari uji bivariat didapatkan hubungan depresi postpartum dengan pemberian ASI eksklusif tidak signifikan dengan nilai p 0,911 (OR 0,946, 95%CI : 0,355-2,522). Sedangkan hasil uji multivariat didapatkan empat variabel konfonding yaitu umur ibu, status bekerja, tempat tinggal dan status IMD (nilai p<0,05) dengan masing-masing OR secara berurutan yaitu 0,770 (95% CI 0,588-1,008), 0,766 (95% CI 0,602-0,976), 0,671 (95% CI 0,537-0,837), dan 0,568 (95% CI 0,443-0,728). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlu adanya evaluasi mengenai program IMD dan ASI eksklusif berkelanjutan serta skrining masalah kesehatan mental ibu pada periode postpartum

Exclusive breastfeeding is the most essential period for the early life of an infant. Various factors influence the mother’s initiation and behavior of breastfeeding. Including postpartum depression as maternal mental health issue. This study aims to analyze the relationship of postpartum depression with exclusively breastfeeding in infants (0-5 months) in Indonesia. Method : This research is quantitative using secondary data from the National Health Research (Riskesdas) with cross sectional research methods and were processed in 2020. The sample of this study was women aged 15-49 years with infants aged 0-5 months in Indonesia, totaling 2332 people. Result : Bivariate analysis with Chi Square test was found that the relationship of postpartum depression towards exclusive breastfeeding was not significant with p value 0.911 (OR 0.946, 95% CI : 0.355-2.522). While the multivariate test results obtained maternal age, work status, residence and early initiation breastfeeding status (p value <0.05) with each OR respectively 0.770 (95% CI 0.588-1.008), 0.766 (95% CI 0.602-0.976), 0.671 (95% CI 0.537-0.837), and 0.568 (95% CI 0.443-0.728) as the confounding variables. This study concludes that a need to evaluate the EIBF and exclusive breastfeeding program and maternal mental health problems screening during the postpartum period.

Read More
T-6010
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Sekarini; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Zaterti
S-9609
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila Novania Hermansyah; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Milla Herdayati, Ning Sulistyowati
S-10249
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mia Puspita Putri; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Asih Setiarini, Tria Astika Endah, Fajrinayanti
Abstrak: Data Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) tahun 2016 menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI Eksklusif di dunia baru berkisar 38 persen. Secara nasional, cakupan bayi mendapat ASI Eksklusif tahun 2019 yaitu sebesar 67,74 persen. Rendahnya cakupan ASI Eksklusif tentu berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Pemberian ASI Eksklusif dapat menekan angka kematian pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif pada ibu usia remaja. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan sumber data SDKI 2017. Sampel dari penelitian ini adalah ibu dengan usia 15-19 tahun yang sudah memiliki anak minimal 1 dengan usia anak minimal 6 bulan dengan jumlah responden 268. Hasil penelitian dianalisis menggunakan complex sample analysis dengan tiga tahap yaitu univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu usia remaja adalah faktor pendidikan ibu, usia ibu, dan jenis persalinan. Faktor jenis persalinan merupakan faktor yang paling dominan terhadap pemberian ASI Eksklusif pada ibu usia remaja di Indonesia. Diperlukannya dukungan dukungan pemberian ASI eksklusif pada ibu post partum khususnya ibu dengan usia remaja dengan senantiasa memberikan informasi manajemen laktasi agar ibu dapat menyusui bayi dengan benar dan konsisten dalam memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan.
Read More
T-6345
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Frisky Valentina Hutagalung; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Luknis Sabri, Sumartini
Abstrak: Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa cairan atau makanan padat apapun kecuali vitamin, mineral atau obat sampai dengan usia 6 bulan. Cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Kecamatan Setiabudi tahun 2016 adalah 43,5%. Kondisi ini belum mencapai target nasional sebesar 80%. Penelitian ini mengukur proporsi pemberian ASI eksklusif dan mempelajari faktor yang berhubungan pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Kecamatan Setiabudi dengan desain cross sectional.

Penelitian menemukan bahwa proporsi pemberian ASI eksklusif untuk tahun 2017 sebesar 56,8% (95%CI: 54%-66%), hal ini mengindikasikan adanya perbaikan kondisi pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kecamatan Setiabudi. Temuan lain adalah ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Hal ini menunjukkan bahwa peran tenaga kesehatan sangatlah penting terhadap keberhasilan dalam ASI eksklusif. Bidan dan kader perlu berperan lebih besar dalam pemantauan pemberian ASI eksklusif.

Kata kunci: ASI eksklusif, Dukungan tenaga kesehatan, Puskesmas Kecamatan Setiabudi

Exclusive breastfeeding is breastfeeding alone without any fluids or solids except vitamins, minerals or medicines up to 6 months of age. The exclusive breastfeeding coverage at Health Center of Setiabudi Subdistrict in 2016 was 43.5%. This condition has not reached the national target of 80%. This study among measured the proportion of exclusive breastfeeding and studied factors related to breastfeeding infants aged 0-6 months in Health Center of Setiabudi Subdistrict with cross sectional design.

The study found that the proportion of exclusive breastfeeding for 2017 was 56.8% (95%CI: 54%-66%), indicating improvement in exclusive breastfeeding conditions in Health Center of Setiabudi Subdistrict. Another finding is that there is a relation between support of health workers and exclusive breastfeeding behaviors. This suggests that the role of health workers is crucial to success in exclusive breastfeeding, especially midwives and cadre roles in exclusive breastfeeding monitoring.

Keywords: Exclusive breastfeeding, Support of health workers, Health Center of Setiabudi Subdistrict
Read More
S-9391
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nawaliah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Helda, Dhora Yufita N
Abstrak:
Peningkatan tren persalinan caesar menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap praktik menyusui, khususnya pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persalinan caesar dengan pemberian ASI eksklusif di Indonesia berdasarkan data SKI 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Prevalensi ibu yang memberikan ASI eksklusif adalah 24.7% dan prevalensi ibu yang melahirkan melalui persalinan caesar adalah 30.2%. Adanya hubungan signifikan antara persalinan caesar dan pemberian ASI eksklusif (p < 0.001), ibu yang melahirkan secara normal memiliki peluang 1.579 kali lebih besar untuk memberikan ASI eksklusif (CI 95%: 1.196-2.083). Persalinan caesar yang cukup tinggi berkontribusi terhadap rendahnya cakupan ASI eksklusif. Selain itu, tingkat pendidikan ibu, tempat tinggal, status ekonomi, keinginan kehamilan, tempat persalinan, praktik IMD dan pemberian prelakteal juga menunjukkan hubungan signifikan terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

The increasing trend of cesarean deliveries raises concerns about its impact on breastfeeding practices, particularly exclusive breastfeeding. This study aims to determine the relationship between cesarean delivery and exclusive breastfeeding in Indonesia based on 2023 SKI data. This study uses a cross-sectional design. The prevalence of mothers practicing exclusive breastfeeding is 24.7%, and the prevalence of mothers giving birth via cesarean section is 30.2%. There is a significant association between cesarean delivery and exclusive breastfeeding (p < 0.001), with mothers who gave birth vaginally being 1.579 times more likely to practice exclusive breastfeeding (95% CI: 1.196-2.083). The relatively high rate of cesarean section contributes to the low coverage of exclusive breastfeeding. Additionally, the mother's educational level, place of residence, economic status, desire for pregnancy, place of delivery, practice of immediate skin-to-skin contact (IMD), and pre-lactation feeding also show significant associations with the success of exclusive breastfeeding.
Read More
S-11900
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Lidra Maribeth; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Kemal Nazarudin Siregar, Toha Muhaimin, Yekti Widodo, Anindita Dyah Sekarpuri
Abstrak: Indonesia menjadi salah satu negara dengan penyumbang angka stunting terbesar kelima di dunia.Kehamilan tidak diinginkan dapat menjadi salah satu faktor yang mungkin berperan besar dalam menyebabkan kejadian stunting pada anak usia 0-5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kehamilan tidak diinginkan dengan kejadian stunting pada anak usia 0-5 tahun. Terdapat konfonding dalam penelitian ini yaitu pada variabel pendidikan dan status ekonomi. Pendidikan dan status ekonomi memiliki hubungan signifikan pada analisis multivariat (nilai p<0,001) dengan kejadian stunting
Read More
T-5788
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shelvi Novianita; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Kemal Nazaruddin Siregar, Irma Ardiana, Yosnelli
Abstrak:
Sejak tahun 2001 WHO menyarankan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. WHO menargetkan cakupan ASI eksklusif 50% untuk tahun 2025 dan 60% untuk tahun 2030. Indonesia berhasil melakukan percepatan target dengan cakupan ASI eksklusif 66,1% pada tahun 2020. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Data survey serta penelitian-penelitian dari internasional ataupun nasional menunjukkan bahwa prevalensi ASI eksklusif di perkotaan lebih rendah dibandingkan di perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif 6 bulan di wilayah perkotaan Indonesia. Studi cross- sectional ini menggunakan data sekunder SDKI 2017 pada 2.384 ibu dengan bayi berusia 6-24 bulan. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menemukan bahwa proporsi ibu dengan ASI eksklusif 6 bulan sebesar 1.221 (51,2%), sementara ibu yang tidak ASI eksklusif 6 bulan 1.163 (48,8%). Pekerjaan ibu, paritas dan IMD memiliki hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI eksklusif 6 bulan di wilayah perkotaan Indonesia (p<0,05). IMD (p=0,001; OR=3,147; 95% CI=2,572–3,852) merupakan faktor dominan diantara faktor- faktor tersebut. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif 6 bulan di wilayah perkotaan Indonesia adalah pekerjaan ibu, paritas dan IMD. Disarankan agar pemerintah dapat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program yang berkaitan dengan pemberian edukasi dan pendampingan menyusui agar proporsi ASI eksklusif 6 bulan di wilayah perkotaan meningkat. Kata Kunci: ASI eksklusif, perkotaan, SDKI

Since 2001 WHO recommends exclusive breastfeeding for 6 months. WHO targets exclusive breastfeeding coverage of 50% for 2025 and 60% for 2030. Indonesia has succeeded in accelerating the target with exclusive breastfeeding coverage of 66.1% in 2020. Many factors affect the success of exclusive breastfeeding. Survey data and researches from international or national show that the prevalence of exclusive breastfeeding in urban areas is lower than in rural areas. This study aims to analyze the factors associated with exclusive breastfeeding for 6 months in urban areas of Indonesia. This cross-sectional study used secondary data from the 2017 IDHS on 2,384 mothers with infants aged 6-24 months. Bivariate analysis using chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The research results found that the proportion of mothers with exclusive breastfeeding for 6 months was 1,221 (51.2%), while mothers who were not exclusively breastfed for 6 months were 1,163 (48.8%). Maternal occupation, parity and IMD had a significant relationship with exclusive breastfeeding for 6 months in urban areas of Indonesia (p<0.05). IMD (p=0.001; OR=3.147; 95% CI=2.572-3.852) was the dominant factor among these factors. It can be concluded that the factors associated with exclusive breastfeeding for 6 months in urban areas of Indonesia are maternal occupation, parity and IMD. It is suggested that the government can monitor and evaluate programs related to the provision of education and breastfeeding assistance so that the proportion of exclusive breastfeeding for 6 months in urban areas increases. Keywords: Exclusive breastfeeding, urban, IDHS
Read More
T-7526
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive