Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33382 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Novembriawan Pangestu; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Adang Bachtiar, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Kondisi crowding di Instalasi Gawat Darurat (IGD) telah menjadi isu global di seluruh sistem pelayanan kesehatan di seluruh dunia lebih dari dua dekade. Hal ini disebabkan karena tingginya angka boarding time yang menyebabkan penumpukan jumlah pasien yang ada di IGD. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan keterlambatan boarding time di instalasi gawat darurat. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan database Pubmed, Scopus, Proquest, Google Scholar dan Library UI menghasilkan 15 artikel terinklusi yakni artikel yang terbit sepuluh tahun terakhir, membahas faktor yang berhubungan dengan keterlambatan boarding time di instalasi gawat darurat, dan artikel dengan metode kuantitatif, kualitatif, dan mix-method. Hasil studi terinklusi dari 15 artikel menghasilkan beberapa penyebab keterlambatan boarding time di IGD diantaranya yaitu ketersediaan tempat tidur yang disebabkan oleh kepulangan pasien yang tidak terencana dan membutuhkan waktu 118 menit (2 jam) lebih lama dibandingan kepulangan yang direncanakan. Keterbatasan jumlah tenaga kesehatan tidak hanya menyebabkan naiknya angka boarding time, namun juga menurunkan pelayanan kesehatan dan pasien safety. Waktu diagnosis pasien pada saat di IGD membutuhkan waktu lebih lama karena dokter perlu mengantongi data lebih banyak untuk memutuskan diagnosis pasien. Pasien yang masuk ke IGD merupakan pasien dengan kegawatdaruratan tinggi, semakin darurat membutuhkan diagnosis yang lebih lama pula dan menambah waktu boarding time di IGD. Ketersediaan bangsal khsusus memakan waktu banyak pada saat boarding time karena selain memerlukan treatment khusus, jumlah bangsal khusus ini juga terbatas. Tingkat kapasitas rumah sakit yang tinggi meningkatkan pula angka boarding time karena pasien harus menunggu pelayanan kesehatan akibat antri, sehingga meningkatkan angka boarding time. Konsultasi antara pasien dengan dokter terjadi di IGD pada pasien dengan kegawatdaruratan yang tinggi, sebab sebelum memberikan tindakan, dokter perlu mengetahui lebih dalam sakit yang dialami oleh pasien. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan keterlambatan boarding time dirumah sakit ialah ketersediaan tempat tidur, keterbatasan jumlah tenaga kesehatan, waktu diagnosis pasien, tingkat kegawatdaruratan, ketersediaan bangsal khusus, tingkat kapasitas rumah sakit yang tinggi, dan jumlah konsul dengan dokter spesialis. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mengenai standar waktu boarding time di instalasi gawat darurat yang ada pada rumah sakit.

Crowding conditions in the Emergency Unit has become a global issue in all health care systems for more than two decades. This is due to a high number of boarding times which causes an accumulation number of patients in the ER. The purpose of this study sought was to determine the factors associated with boarding time delays in the emergency department. The researcher used a literature review as a method and used Pubmed, Scopus, Proquest, Google Scholar, and UI Library databases which produces 15 included articles, and articles published in the last ten years, discussing factors related to boarding time delays in the emergency department, and articles with quantitative methods. , qualitative, and mix-method. The results of the included study from 15 articles resulted in several causes of delays in boarding time in the ER, including the availability of beds caused by the patient's unplanned return and taking 118 minutes (2 hours) longer than the planned return. The limited number of health workers not only causes an increase in boarding time but also reduces health services and patient safety. The patient's diagnosis time in the ER takes longer because doctors need to collect more data to make a patient's diagnosis. Patients who enter the ER are patients with high emergencies, the more emergency requires a longer diagnosis and increases the boarding time in the ER. The availability of special wards takes a lot of time at boarding time because apart from requiring special treatment, the number of special wards is also limited. The high level of hospital capacity also increases the number of boarding times because patients have to wait for health services due to queuing, thereby increasing the number of boarding times. Consultations between patients and doctors occur in the ER for patients with high emergencies, because before taking action, doctors need to know more about the pain experienced by the patient. It can be concluded that the factors related to the delay in boarding time at hospital are availability of beds, limited number of health workers, time of patient diagnosis, level of emergency, availability of special wards, high level hospital capacity, and number of consuls with specialist doctors. Therefore, it is necessary to conduct a study on the standard boarding time in the emergency department at the hospital.
Read More
S-11143
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruswati; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Ede Surya Darmawan, Tetriadi
Abstrak: Angka Kematian Ibu (AKI) saat ini masih sangat tinggi dan menjadi salah satu permasalahan kesehatan global. Tingginya angka kematian ibu di beberapa negara di dunia khususnya negara berkembang mencerminkan jika akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas sangat rendah. Menurut Thaddeus dan Maine terdapat tiga faktor yang memengaruhi kematian pada ibu dan dikenal dengan model Three Delays. Salah satu contoh dari ketiga faktor tersebut yaitu adanya keterlambatan rujukan yang dialami oleh maternal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan proses rujukan pada maternal. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan menggunakan database Pubmed, Scopus, Proquest, Garuda, dan Google Scholar menghasilkan 16 artikel sesuai kriteria inklusi yakni artikel sepuluh tahun terakhir, membahas mengenai faktor-faktor penghambat rujukan pada maternal, serta artikel dengan metode kuantitatif, kualitatif maupun mix-method. Hasil penelitian diketahui jika terdapat faktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan proses rujukan maternal yang dibagi menjadi 3 faktor besar yaitu faktor sosioekonomi dan budaya, aksesibilitas pelayanan kesehatan, dan kualitas pelayanan dan perawatan. Faktor sosioekonomi dan budaya yaitu faktor yang melekat pada ibu maupun budaya yang ada di masyarakat. Jarak dan waktu tempuh, permasalahan transportasi, dan biaya merupakan faktor dari segi aksesibilitas. Lalu untuk faktor kulitas perawatan dan pelayanan yang memengaruhi yaitu staf, sarana dan prasarana di fasilitas kesehatan, dan manajemen tidak memadai. Berdasarkan hasil studi terinklusi semua faktor-faktor tersebut mayoritas ditemukan pada artikel yang didapatkan. Oleh karena itu diperlukan adanya penguatan sistem rujukan pada masing-masing stakeholder terkait.
The Maternal Mortality Rate (MMR) is currently very high and is a global health problem. The high maternal mortality rate in several countries, especially developing countries, reflects that people's access to quality health services is deficient. According to Thaddeus and Maine, three factors influence maternal mortality and are known as the Three Delays model. One example of these three factors is the delay in referrals experienced by the mother. This study aimed to determine the factors that affect the delay in the referral process to the mother. The method used is a literature review using the Pubmed, Scopus, Proquest, Garuda, and Google Scholar databases producing 16 articles according to the inclusion criteria, namely articles in the last ten years, discussing factors that inhibit maternal referrals, as well as articles using quantitative, qualitative and qualitative methods, and mix-method. The results showed that there are factors that affect the delay in the maternal referral process, which are divided into 3 significant factors, namely socio-economic and cultural factors, accessibility of health services, and quality of services and care. Socio-economic and cultural factors are factors that are inherent in the mother and the culture that exists in society. Distance and travel time, transportation problems, and costs are factors in terms of accessibility. Then for the quality of care and service factors that affect the staff, facilities and infrastructure in health facilities, and inadequate management. Based on the included studies' results, most of these factors were found in the articles obtained. Therefore, it is necessary to strengthen the referral system for each relevant stakeholder.
Read More
S-10985
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lidya Merybeth Situmorang; Pembimbing: Masyitoh Bashabih; Penguji: Kurnia Sari, Anak Agung Ngurah Jaya Kusuma
Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lean tools yang paling banyak digunakan dan dampaknya pada indikator mutu di IGD. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan penelusuran studi melalui database PubMed, Scopus dan EBSCO yang menghasilkan 19 studi terinklusi dari tahun 2011-2021. Hasil: Penelitian ini menemukan sebagian besar IGD di studi terinklusi berhasil meningkatkan indikator mutunya melalui implementasi lean thinking. Lean tools yang paling banyak digunakan adalah Value Stream Mapping (VSM) pada fase define dan kaizen pada fase improve, sedangkan indikator mutu yang paling banyak digunakan adalah door to doctor time sebagai luaran primer dan length of stay (LOS) sebagai luaran sekunder.
Read More
S-10878
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febrina Suci Rahayu; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Amila Megraini
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksin Covid-19 pada lansia. Penelitian menggunakan metode literature review dengan mencari artikel penelitian yang telah terpublikasi melalui online database yaitu ProQuest, PubMed, Science Direct, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "Acceptance COVID-19 Vaccines AND Elderly". kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah artikel jurnal yang diterbitkan pada tahun 2021,menggunakan Bahasa Inggris, dalam bentuk full text dan open access. Dari 674 artikel yang didapat dari hasil pencarian, terdapat 5 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan relevan dengan topik penelitian untuk kemudian dianalisis.
Read More
S-10885
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Tasya Nabila; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Astrid Saraswaty Dewi
Abstrak: Tujuan dari penulisan adalah untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya infeksi Covid-19 pasca vaksinasi. Penelitian dilakukan menggunakan metode literature review dengan mencari artikel penelitian yang dipublikasi di tahun 2021. Semua informasi didapatkan melalui pencarian artikel yang telah terpublikasi dengan menggunakan akses online database yaitu Google Scholar, ProQuest, Scopus, dan Oxford Academic. Hasil peninjauan literatur didapatkan sembilan artikel penelitian yang dianalisis. Hasil penelitian didapatkan bahwa mutasi varian virus Covid-19 dan peningkatan kemampuan transmisi dari virus merupakan hal terbanyak yang ditemukan dari literature review serta ditemukan pengaruh pekerjaan terkait risiko terpaparnya virus Covid-19 dan perilaku individu sebagai hasil temuan literature review yang berpengaruh terhadap terjadinya infeksi Covid-19 walaupun sudah mendapatkan vaksinasi. Saran literature review untuk faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya infeksi Covid-19 pasca vaksinasi adalah perlu bagi masyarakat dan setiap individu untuk tetap melakukan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Pencegahan dan pengendaliannya melaksanakan protokol kesehatan 3M, 3T, dan mendukung pelaksanaan vaksinasi.
Read More
S-10767
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winona Maritza Arianty; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Adhika Putra Marsaban
Abstrak:
Latar belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) berperan penting sebagai garda terdepan dari rumah sakit sehingga harus terus mempertahankan mutu pelayanannya. Tingginya angka kunjungan IGD seringkali didominasi oleh pasien triase hijau. Hal ini menunjukkan bahwa pasien telah menjadi konsumen aktif yang terbentuk dari serangkaian faktor preferensi. Aspek preferensi perlu dianalisis untuk menentukan strategi yang tepat dalam memasarkan serta meningkatkan mutu pelayanan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini menganalisis hubungan antara preferensi pasien dengan faktor-faktornya. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data yang terkumpul merupakan data primer dengan menyebarkan kuesioner. Hasil Penelitian: Pasien memiliki preferensi tinggi terhadap IGD RSPP. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor lingkungan fisik, lokasi, kualitas pelayanan, SDM, reputasi RS berhubungan signifikan dengan preferensi. Sementara itu, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor lokasi, kualitas pelayanan, dan asuransi kesehatan berhubungan signifikan dengan preferensi. Faktor yang berpengaruh paling kuat adalah kualitas pelayanan. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan mutu dengan memerhatikan preferensi pasien agar sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka.

Background: The Emergency Department (ED) plays an important role as the front line of a hospital and must therefore maintain the quality of its services. The high number of ER visits is often dominated by green triage patients. This shows that patients have become active consumers shaped by a series of preference factors. Preference aspects need to be analyzed to determine the right strategy in marketing and improving service quality. Research Objective: This study analyzes the relationship between patient preferences and their factors. Research Methodology: This study uses a quantitative method with a cross-sectional design. The data collected is primary data obtained by distributing questionnaires. Research Results: Patients have a high preference for the RSPP ED. Bivariate analysis shows that physical environment, location, service quality, human resources, and hospital reputation are significantly related to preferences. Meanwhile, multivariate analysis shows that location, service quality, and health insurance are significantly related to preferences. The most influential factor is service quality. These findings emphasize the importance of improving quality by paying attention to patient preferences to meet their needs and expectations.
Read More
S-12175
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekar Inas Pratiwi; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Purnawan Junadi, Reny Fitri
Abstrak: Bed Occupancy Ratio (BOR) Rumah Sakit Hermina Bekasi setiap tahunnya mengalami peningkatan, begitupula dengan jumlah pasien yang masuk rawat inap melalui instalasi gawat darurat. Peningkatan ini menyebabkan adanya penumpukan pasien boarding di instalasi gawat darurat yang belum dapat ditransfer ke ruang rawat inap. Penelitian ini menganalisis proses boarding dan transfer pasien dari IGD ke rawat inap melalui pendekatan lean six-sigma dengan teknik time motion study kepada 30 pasien. Pendekatan lean memperlihatkan persentase aktivitas value added dan non value added sedangkan six sigma memberikan gambaran variasi kegiatan pada proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien membutuhkan waktu selama 2 jam 31 menit 48 detik dalam proses boarding dan transfer dengan persentase aktivitas value added 20,77% dan non value added 79,23%. Berdasarkan analisis 5whys didapatkan akar penyebab masalah yaitu pemulangan pasien yang belum terencana.
Kata kunci: boarding, transfer, lean six sigma, Instalasi Gawat Darurat Every year,

Bed Occupancy Ratio (BOR) of Hermina Hospital Bekasi has increased, as well as the number of patients who admitted to the hospital through emergency room. This increase leads to the buildup of boarding patients at emergency departments that can not be transferred to the inpatient room. This study analyzes the boarding and transfer of patients from ED to inpatient room through lean six-sigma approach with time motion study from 30 patients. The lean approach shows the percentage of value added and non value added activities while six sigma provides an overview of the activity variations in the process. The results showed that the patient took 2 hours 31 minutes 48 seconds in the process of boarding and transfer with the percentage of value added activities 20.77% and non value added activities 79.23%. Based on 5whys analysis, the root cause of the problem is the unplanned discharge patient.
Keywords: boarding, transfer, lean six sigma, Emergency Department
Read More
S-9672
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natasya Adi Putri; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Adhika Putra Marsaban
Abstrak:
Latar Belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit dengan tingkat kompleksitas tinggi yang dituntut memberikan pelayanan cepat dan tepat. Kepadatan pasien, lamanya waktu tunggu, serta keterbatasan sumber daya dapat memengaruhi mutu pelayanan yang dirasakan, sehingga pengalaman pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan IGD secara menyeluruh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan patient experience di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Pusat Pertamina Tahun 2025. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari pasien IGD Rumah Sakit Pusat Pertamina menggunakan instrumen Emergency Department Patient-Reported Experience Measure (ED PREM) yang mencakup empat dimensi utama. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk menilai hubungan karakteristik pasien dengan pengalaman pasien. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pasien di IGD Rumah Sakit Pusat Pertamina secara umum berada pada kategori sangat baik. Faktor usia, length of Emergency Department stay, tujuan kepulangan, dan jenis pembayaran memiliki hubungan dengan pengalam pasien, sedangkan jenis kelamin, cara dan waktu kedatangan pasien tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Pembahasan: Hubungan antara usia dan patient experience menunjukkan adanya perbedaan persepsi pelayanan berdasarkan karakteristik demografis pasien. Length of Emergency Department stay berperan penting dalam membentuk pengalaman pasien, khususnya terkait kenyamanan dan ketepatan waktu pelayanan. Tujuan kepulangan mencerminkan kompleksitas proses perawatan yang diterima pasien, sementara jenis pembayaran menunjukkan bahwa aspek administrasi dan rasa aman finansial turut memengaruhi pengalaman pasien. Tidak ditemukannya hubungan pada jenis kelamin, cara dan waktu kedatangan mengindikasikan bahwa pelayanan IGD diberikan secara relatif merata. Kesimpulan: Patient experience di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Pusat Pertamina Tahun 2025 berada pada kategori sangat baik. Usia, length of Emergency Department stay, tujuan kepulangan, dan jenis pembayaran berhubungan dengan patient experience, sedangkan jenis kelamin, cara, dan waktu kedatangan tidak berhubungan secara signifikan. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya memperhatikan karakteristik pasien dan proses pelayanan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan IGD yang berorientasi pada pasien.

Background: The Emergency Department (ED) is a hospital service unit with a high level of complexity that requires rapid and appropriate care. Conditions such as patient overcrowding, prolonged waiting times, and limited resources may affect the perceived quality of care. Therefore, patient experience is an important indicator for evaluating the overall quality of Emergency Department services. Objective: This study aimed to identify factors associated with patient experience in the Emergency Department of Pertamina Central Hospital in 2025. Methods: This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. Data were collected from patients receiving care in the Emergency Department of Pertamina Central Hospital using the Emergency Department Patient-Reported Experience Measure (ED PREM), which assesses four main dimensions of patient experience. Data analysis was conducted using univariate analysis to describe patient characteristics and bivariate analysis to examine the association between patient characteristics and patient experience. Results: The results showed that overall patient experience in the Emergency Department of Pertamina Central Hospital was categorized as very good. Age, length of Emergency Department stay, discharge destination, and type of payment were significantly associated with patient experience. In contrast, sex, mode of arrival, and time of patient arrival were not significantly associated. Conclusion: Patient experience in the Emergency Department of Pertamina Central Hospital in 2025 was generally very good. Factors related to patient characteristics and care processes were associated with patient experience, highlighting the
Read More
S-12205
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Rahmah Kamilah; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Helen Andriani, Agus Rahmanto
Abstrak:

Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit merupakan unit krusial yang sering mengalami kepadatan pasien, yaitu kondisi ketika jumlah pasien yang datang per satuan waktu melebihi kapasitas sumber daya dan ruang yang tersedia. Kepadatan ini berdampak pada penurunan kualitas pelayanan, peningkatan risiko keselamatan pasien, serta peningkatan beban kerja tenaga kesehatan. Studi ini bertujuan untuk meninjau faktor-faktor penyebab kepadatan dan dampaknya terhadap sistem pelayanan di IGD rumah sakit berdasarkan literature review. Penelitian ini merupakan studi literature review yang menggunakan sumber dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan rentang tahun 2019–2024. Sebanyak 15 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Faktor penyebab kepadatan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit diklasifikasikan dalam tiga kelompok: input (kasus non-darurat, jumlah pendamping yang berlebihan, dan usia lanjut), throughput (tingginya pemeriksaan penunjang diagnostik, konsultasi dokter spesialis, kurangnya tempat tidur di IGD), dan output (bed block, keterlambatan transfer pasien). Dampak dari kepadatan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit antara lain pelatihan residen menurun, stress dan kelelahan pada tenaga kesehatan, meningkatnya kekerasan terhadap staf di IGD, dan kecemasan pasien. Kepadatan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit merupakan masalah kompleks yang perlu ditangani secara sistematis melalui perbaikan manajemen pelayanan, alokasi sumber daya, serta penguatan sistem rujukan dan layanan primer. Studi ini dapat menjadi dasar bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan strategi penanggulangan kepadatan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit.


The hospital Emergency Department (ED) is a crucial unit that often experiences patient congestion, a condition when the number of patients arriving per unit of time exceeds the capacity of available resources and space. This congestion has an impact on decreasing the quality of service, increasing the risk of patient safety, and increasing the workload of health workers. This study aims to review the factors causing congestion and its impact on the service system in the hospital ED based on a literature review. This study is a literature review study using sources from the PubMed, Scopus, and Google Scholar databases with a period of 2019–2024. A total of 15 articles were selected based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Factors causing patient congestion in the hospital ED are classified into three groups: input (non-emergency cases, excessive number of companions, and elderly), throughput (high diagnostic support examinations, specialist doctor consultations, lack of beds in the ED), and output (bed block, delays in patient transfers). The impacts of patient density in the Emergency Department (ED) of hospitals include decreased resident training, stress and fatigue in health workers, increased violence against staff in the ED, and patient anxiety. Patient density in the Emergency Department (ED) of hospitals is a complex problem that needs to be addressed systematically through improving service management, resource allocation, and strengthening the referral system and primary services. This study can be a basis for policy makers to formulate strategies to overcome the density of the Emergency Department (ED) in hospitals

Read More
S-12054
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syalvira Ayu Hendratna; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Jaslis Ilyas, Ronaningtyas Maharani
Abstrak: Perawat gawat darurat bekerja memberikan perawatan kepada pasien yang membutuhkan perawatan segera secara cepat dan tepat, jumlah yang tidak dapat diprediksi, tingkat keparahan yang berbeda-beda, dan ditambah dengan kondisi kurangnya tenaga perawat dapat meningkatkan beban kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat. Beban kerja perawat yang berat memiliki efek negatif terhadap perawat itu sendiri dan dampaknya berpotensi untuk bervariasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dampak yang dialami oleh perawat berkaitan dengan beban kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat. Penelitian ini menggunakan metode scoping review yang disajikan secara naratif, kualitatif. Pendekatan evidence synthesis output dilakukan dalam memastikan kebutuhan informasi dapat terpenuhi, sesuai konteks, dan sistematis. Hasil penelitian mengidentifikasi dampak stres kerja, burnout, kelelahan, gangguan psikosomatis, kepuasan kerja yang rendah, persepsi terhadap risiko keselamatan pasien, keinginan untuk keluar dari pekerjaannya, dan risiko gangguan muskuloskeletal pada gawat darurat. Sebagian besar studi mengidentifikasi dampak stres kerja. Kesimpulan dari penelitian ini antara lain dampak pada perawat berkaitan dengan beban kerja perawat yang berat di Instalasi Gawat Darurat meliputi stres kerja, burnout, kelelahan, dan persepsi terhadap risiko keselamatan pasien. Kata Kunci: Beban Kerja Perawat, Dampak pada Perawat, Perawat gawat darurat, Instalasi Gawat Darurat. Emergency nurses work 24 hours and seven days to provide immediate and appropriate care to patients. Emergency Department (ED) is often faced with conditions where the lack number of visits is unpredictable, the severity varies, and the lack of nurses can increase the workload of nurses. The heavy nurse workload has a negative influence on the nurse itself and the impact has the potential to vary. The purpose of this study is to identify the impact experienced by nurses related to the workload of nurses in the Emergency Department. This study uses a scoping review method that is presented in a narrative, qualitative manner. The evidence synthesis output approach is carried out in ensuring information needs can be fulfilled, contextually, and systematically. The results of the study identify the impacts on nurses namely work stress, burnout, fatigue, psychosomatic disorders, low job satisfaction, desire to leave work, perceptions of patient safety risks, and the risk of musculoskeletal disorders related to nurses' heavy workload. Job stress is found to be the impact that is most identified in this study. The conclusions from this study include the effects of job stress, burnout, fatigue, and perceptions of patient safety risks associated with heavy nurses' workloads. Keywords: Workload, Nurse Outcomes, Emergency Nurse, Emergency Department.
Read More
S-10335
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive