Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35486 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Annisa Ulfah; Pembimbing: Surya Ede Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Puput Oktamianti, Rinasari Marliaty, Harimat Hendrawan
Abstrak:
Latar Belakang: Upaya penurunan AKI dapat dilakukan dengan menjamin setiap ibu mengakses pelayanan KIA melalui pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (Pn). Berdasarkan profil kesehatan tahun 2020, Kota Bekasi menduduki 3 kota terbawah di Provinsi Jawa Barat (84,8%) dan menjadi kota terendah pada tahun 2021 (86,67%) terhadap cakupan Pn. Keikutsertaan bidan di Indonesia menjadi jejaring FKTP masih sangat rendah (39,9%), padahal keberadaannya meningkatkan akses cakupan Pn. Masalahnya tidak seluruh FKTP dapat melayani persalinan PONED 24 jam sehingga sangat membutuhkan bidan sebagai jejaringnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan bidan menajdi jejaring FKTP. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional melalui data primer (kuesioner). Sampel yang didapatkan berjumlah 116 responden. Data diolah dan dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan SPSS. Hasil: Bidan yang memutuskan untuk menjadi jejaring FKTP hanya sebesar 24,1% dan sebagian besar memiliki karakteristik usia 40 ? 50 tahun, lulusan D3 Kebidanan, dan belum berstandar bidan delima. Berdasarkan hasil uji stastistik, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,047) dan standar kualitas pelayanan kebidanan (p=0,004) terhadap keputusan bidan menjadi jejaring FKTP, sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi (p=0,081), lama masa kerja (p=0,181), pelatihan (p=0,797), dan figur bidan (0,321). Pada analisis multivariat, standar kualitas pelayanan kebidanan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan setelah dikontrol variabel pengetahuan dan motivasi. Kesimpulan: Keputusan bidan yang sangat dipengaruhi oleh informasi dari sejawat dan pengalaman sebelumnya. Dalam pelaksanaannya sosialisasi masih minim dilakukan dan pelatihan bukan merupakan syarat perjanjian kerjasama bidan dan FKTP. Saran: Perlu adanya sosialisasi dan pengawasan yang bersinergi antara Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, FKTP, dan IBI terhadap pelaksanaan praktik pelayanan kebidanan di era JKN, serta adanya evaluasi tarif khususnya tarif persalinan pada prorgram jejaring FKTP.

Background: There are some efforts to reduce MMR, one of them is ensuring that every mother could access MCH services through delivery assistance by health personnel (Pn). Based on the 2020 health profile of West Java Province, Bekasi City occupies the lowest 3 cities (84.8%) and is the lowest city in 2021 (86.67%) in terms of the coverage of (Pn). The participation of midwives in Indonesia as First Level of Health Facility (FKTP) networks is still very low (39.9%), even though their presence increases access to Pn coverage. The problem is not all FKTPs can provide 24-hour PONED deliveries, so they really need a midwife as their network. Objectives: This study aims to determine the factors that influence midwife's decision to join the FKTP network. Methods: This study used a quantitative approach with a cross-sectional research design using primary data (questionnaire). The samples obtained amounted to 116 respondents and then the data was processed and analyzed with univariate, bivariate and multivariate using SPSS. Results: Only 24.1% of midwives who decided to join the FKTP network, had the characteristics of being between the ages of 40 and 50 years, D3 Midwifery graduates, and not standardized by Bidan Delima program. Based on the statistical, there was a significant relationship between knowledge (p=0.047) and midwifery service quality standards (Bidan Delima) (p=0.004) on the midwife's decision as a FKTP network, while there was no significant relationship between motivation (p=0.081), length of experience (p=0.181), training (p=0.797), and the figure of the midwife (0.321). In the multivariate analysis, midwifery service quality standard was the most dominant variable related after controlling for knowledge and motivation variables. Conclusion: Midwife?s decision as FKTP networks are strongly influenced by information from colleagues and previous experience. In practice, socialization is still minimal and training is not a condition of the agreement between midwives and FKTP. Suggestion: There is a need for synergized socialization and supervision between the Ministrty of Health/Public Health Office, BPJS Kesehatan, FKTP, and IBI regarding the implementation of midwifery service practices in the JKN era, as well as an evaluation of rates, especially delivery rates in the FKTP network program.
Read More
T-6532
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syarifah Kusumadewi; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Purwati
Abstrak: Klinik pratama sebagai salah satu Provider Pelayanan Kesehatan (PPK) BPJSKesehatan dari sektor swasta berperan penting dalam memberikan pelayanankesehatan terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, partisipasiklinik pratama dalam menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) BPJSKesehatan di beberapa wilayah masih rendah apabila dilihat berdasarkan rasiodokter/peserta. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penumpukan peserta JKN padaPuskesmas. Penilitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui variabel yangmempengaruhi keputusan klinik pratama dalam menjadi FKTP BPJS Kesehatan.
Kata kunci:Klinik pratama, provider pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Klinik pratama as one of the health care provider of BPJS Kesehatan from privatesector plays an essential role in providing health care to the members of JaminanKesehatan Nasional (JKN). Yet, the participation rate of the klinik pratama is stilldeemed as low in several areas compared to the availability of doctors and participants.As the implication, there is a gap in term of scattered numbers for the members of JKNwho are registered in Puskesmas and Klink Pratama. Therefore, this qualitativeresearch is aimed to find out the root cause with respect to the decision making ofKlink Pratama to be the Primary Health Care for BPJS Kesehatan.
Key words:First contact clinic, health care provider, primary care provider.
Read More
S-9499
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Randa Alwanosha; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Rani Mardiani
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian Jaminan Kesehatan Nasional pada pedagang kaki lima. Rancangan penelitian adalah analitik kunatitatif dengan pendekatan potong lintang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 responden yang diteliti, 43 responden telah membeli JKN. Hasil uji Chi-square menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia, pendapatan, risiko riwayat penyakit kronis keluarga, risiko finansial keluarga,harga/iuran JKN, tempat/lokasi BPJS Kesehatan, tempat/lokasi rumah sakit, bukti fisik BPJS Kesehatan; dan SDM (Sumber Daya Manusia) BPJS Kesehatan dengan keputusan pembelian Jaminan Kesehatan Nasional pada pekerja sektor informal (pedagang kaki lima) di Kota Bogor Tahun 2017. Kata kunci: Jaminan Kesehatan Nasional; membeli; pedagang kaki lima; Bogor This study analyzed the factors affecting the decision for purchasing National Health Insurance (JKN Program) among street vendors. The study design was analytical quantitative with cross sectional approach. The result of research showed that from 100 respondents who had been interviewed, 43 respondents had bought National Health Insurance. Chi-square test showed that there were significant results between age, income, family history of chronic disease, family financial risk, premium of JKN Program, the location of BPJS Kesehatan, the location of hospital, proof of BPJS Kesehatan, and human resources of BPJS Kesehatan with decision for purchasing national health insurance among street vendors in Bogor 2017. Key words: National Health Insurance ; purchasing ; street vendors ; Bogor
Read More
S-9469
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dahlia Anggraini; Pembimbing: Atik Murwahyuni; Penguji: Puput Oktamianti, Doni Arianto
Abstrak: ABSTRAK Skripsi ini membahas tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Badan Usaha Untuk Menggunakan Koordinasi Manfaat (CoB) Di Era Jaminan Kesehatan Nasional. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor internal yang mempengaruhi penggunaan CoB yaitu umur, pendidikan, kebutuhan, risiko sakit, jumlah pegawai dan jumlah peserta. Sedangkan untuk faktor-faktor eksternalnya adalah pengalaman, persepsi, harga, motivasi serta Untuk koordinasi lainnya dan mekanisme pelayanan kesehatan untuk meninjau berjalannya peraturan BPJS No.4 Tahun 2016. Saran dari peneliti pada badan usaha adalah sebaiknya pegawai melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, badan menggunakan CoB karena dengan dilakukan CoB akan meringankan beban badan usaha untuk membayar iuran AKT. Saran untuk asuransi komersial adalah dengan menawarkan harga premi yang lebih kompetitif, membuat strategi pelayanan tambahan, menambah jaringan provider fasilitas kesehatan, melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan website, televisi dan koran. Dan saran untuk BPJS Kesehatan adalah ikut melakukan sosialisasi dengan AKT terkait koordinasi, memperluas jaringan provider agar badan usaha tertarik untuk menggunakan CoB terutama provider rumah sakit swasta, memaksimalkan koordinasi kepesertaan dan iuran dengan sistem yang lebih mudah agar dapat menambah nilai jual produk CoB. Kata kunci: CoB, Badan Usaha, BPJS Kesehatan This thesis discusses the Factors Affecting Business Entities To Use Coordination of Benefits (CoB) In the National Health Insurance Era. This research is qualitative research with descriptive approach. The results of this study are the findings of internal factors that influence the use of CoB, namely age, education, needs, risk of illness, number of employees and number of participants. While for the external factors are experience, perception, price, motivation and For other coordination and health service mechanism to review the running of regulation BPJS No.4 Year 2016. Suggestion from researcher at business entity is better employee do medication at health facility which cooperate with BPJS Kesehatan, the agency uses CoB because by doing CoB will ease the burden of business entities to pay the dues of AKT. Suggestions for commercial insurance are to offer more competitive premium rates, create additional service strategies, increase provider network health facilities, socialize by utilizing websites, television and newspapers. And advice for BPJS Health is to socialize with AKT related to coordination, expand the provider network so that business entities are interested to use CoB especially private hospital providers, maximize co-ordinate participation and dues with easier system in order to increase the selling value of CoB products. Key words: CoB, Business Entity, BPJS Kesehatan
Read More
S-9812
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erli Yenti; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Yovsyah, Devi Maryori
S-6469
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dadan Yogaswara; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Ede Surya Darmawan, Ratu Ayu Dewi Sartika, Hendri Hendriyan
T-2739
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dona Riska Madyanti; Pembimbing: Hendra; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Mayarni
S-7055
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samuel Juliangrace Simarmata; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Maya Febriyanti Purwandari
Abstrak:
Data AKI terbaru dari Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2020 menunjukkan bahwa Angka kematian ibu di Indonesia adalah 189 per 100.000 kelahiran hidup, angka inimasih sangat tinggi dibandingkan dengan target SDGs yang ingin dicapai, yaitu menurunkan AKI sampai ke 70 per 100.000 Kelahiran Hidup pada tahun 2030 mendatang. Adapun faktor determinan yang mempengaruhi kematian ibu adalah determinan jauh, determinan antara, dan determinan dekat. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi kematian ibu adalah Status Ekonomi, Tempat Tinggal, Pre-eklampsia dan Eklmpsia, Perdarahan Obsteri, dan Infeksi Obstetri. Faktor yag paling dominan memengaruhi kematian ibu adalah Perdarahan Obstetri.

The latest MMR data from the 2020 Inter-Census Population Survey (SUPAS) shows that the maternal mortality rate in Indonesia is 189 per 100,000 live births, this figure is still very high compared to the SDGs target to be achieved, which is to reduce MMR to 70 per 100,000 live births by 2030. The determinants that influence maternal mortality are distant determinants, intermediate determinants, and near determinants. The results obtained from this study show that the factors that influence maternal mortality are Economic Status, Place of Residence, Pre-eclampsia and Eclmpsia, Obstetric Hemorrhage, and Obstetric Infections. The most dominant factor affecting maternal mortality was Obstetric Hemorrhage.
Read More
S-11691
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahya Arbitera; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Maryati, Donnih
Abstrak: Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah Program Indonesia Sehatdengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakatmelalui melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukungdengan perlindungan finansial dan pemeratan pelayanan kesehatan. BadanPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai penyelenggara JKNmemperkirakan pada 2015 akan mengalami defisit lebih dari 6 triliun rupiah. Pada2016, defisit diperkirakan menjadi 11 triliun rupiah. Penelitian ini menggunakandesain studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawatjalan di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo yang berjumlah 800orang dan sampel yang diteliti sebesar 100 orang. Variabel pendidikan (P=0,005);Dimensi Ketepatan waktu (P=0,000); kesopanan dan keramahan (P=0,08);tanggung jawab (P=0,004); kenyamanan mendapatkan pelayanan (P=0,000);pelayanan (p=0,232) dan kemudahan mendapat pelayanan (P=0,000). Variabeljenis kelamin dan pekerjaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasanpasien JKN Non PBI pada Puskesmas Kecamatan Jakarta Timur. Kesimpulannyavariabel yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien JKN Non PBI PadaPuskesmas Kecamatan Jakarta Timur adalah ketepatan waktu;kemudahanmendapat pelayanan dan kenyamanan mendapatkan pelayanan dengan p value =0,000 < 0,05. Kesopanan dan keramahan petugas serta pelayanan dinyatakan tetapberpengaruh terhadap kepuasan dikarenakan dianggap merupakan faktor-faktoryang penting dalam kepuasan pelayanan.Kata kunci: Kepuasan, JKN, Non PBI, Puskesmas.
Health development in the period 2015-2019 is Indonesia Sehat program with thegoal to improve the health and nutritional status of the community through healthand empowerment through community efforts are supported with financialprotection and health care pemeratan. Social Security Agency (BPJS) Health asJKN organizers estimate in 2015 is a deficit of more than 6 trillion rupiahs. In2016, the deficit is estimated to be 11 trillion rupiahs. This study uses a cross-sectional study design. The population in this study were outpatients at the sub-district Puskesmas Kramat Jati and Pasar Rebo totaling 800 people and studiedsample of 100 people. Education variable (P=0,005); Dimension Timeliness(P=0,000); courtesy and friendliness (P=0,083); the responsibility (P=0,004); thecomfort to get services (P=0,000); and easy to get services (P=0,000); services(P=0,232). Education variable; dimension of job and services are not significantlyaffects patient satisfaction JKN Non PBI at East Jakarta District Health Clinics. Inconclusion Dimension Timeliness; comfort to get services and easy to get servicesmost influence on patient satisfaction JKN Non PBI in East Jakarta District HealthClinics with p value = 0,000 < 0,05. Courtesy and friendliness with services is stillinfluence on patient satisfaction bicause it was important factors on patientsatisfaction.Keywords: Satisfaction, JKN, Non PBI, Public Health Center.
Read More
T-4637
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Geltri Harahap; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Helen Andriani, Shintha Silaswati, Heni Dwi Windarwati
Abstrak: Latar belakang: Perawat adalah garda terdepan yang selalu kontak dengan pasien dalam menghadapi COVID-19. Pandemi COVID-19 memberikan dampak pada kesehatan psikologis perawat. Oleh karena itu perlu mengetahui determinan gangguan kesehatan mental perawat. Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data primer. Analisis yang digunakan adalah univariat, uji chi square, uji regresi logistik berganda. Hasil: Dari total 240 responden ditemukan perawat mengalami insomnia (45%), ansietas (45%), dan depresi (42.5%) dengan mayoritas derajat ringan. Insomnia berhubungan signifikan dengan status pernikahan (p = 0.005), tinggal bersama lansia (p=0.036), dan stigma penolakan ( p= 0.002). Ansietas berhubungan signifikan dengan tinggal bersama lansia (p= 0.018), penggunaan APD Level III ( p= 0.0005), stigmatisasi penolakan (p= 0.009) serta status kepegawaian ( p= 0.05). Depresi berhubungan signifikan dengan tinggal bersama keluarga yang memiliki penyakit kronik ( p= 0.013), dan penggunaan APD Level III ( p=0.002). Hasil uji multivariat faktor yang paling mempengaruhi insomnia adalah stigmatisasi penolakan [OR 2.629(95%CI:1.439-4.802)]. Ansietas dan depresi paling dipengaruhi oleh penggunaan APD Level III [OR 3.497 (95% CI 1.859-6.579)];[OR 2.629 (95% CI : 1.439-4.802). Kesimpulan: Stigmatisasi dan penggunaan APD Level III adalah faktor yang paling mempengaruhi kesehatan mental perawat. Diperlukan evaluasi secara berkelanjutan disaat terjadi peningkatan pasien COVID-19
Background: Nurses are one of the health care workers as the frontline in dealing with COVID-19. The COVID-19 pandemi has an impact on the psychological health of nurses. Methods: This study was conducted with a quantitative approach with a cross sectional design. The analysis used was univariate, chi square, and multiple logistic regression test. Results: From a total of 240 respondents it was found that nurses experienced insomnia (45%), anxiety (45%), and depression (42.5%) with the majority of mild degrees. Insomnia is related to marital status, living with the elderly, and stigmatization. Anxiety related to living with the elderly, use of PPE Level III, stigmatization, and employment status. Depression is related to factors of living with family who have chronic disease, and the use of PPE Level III. The result of multivariate test of the most influencing factor for insomnia was stigmatization . Anxiety and depression were most affected by the use of Level III PPE Conclusion:. The stigmatization experienced by nurses and working in high-risk units in contact with COVID-19 patients is the factor that most influences the mental health of nurses during the pandemic. Continuous evaluation is needed when there is a spike in the increase in COVID-19 patients.
Read More
T-6268
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive