Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34293 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Christania Citralia Julia Paruntu; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Laila Fitria, Ririn Arminsih, Lusi Nurbaiti Badri, Miftahur Rohim
Abstrak: Perilaku membuang sampah sisa makanan pada rumah tangga terjadi di berbagai tahapan mulai dari belanja bahan pangan, penyimpanan bahan pangan dan penyediaan makanan sampai di konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam perilaku membuang sampah sisa makanan pada skala rumah tangga studi kasus di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan metode kelompok diskusi terarah yang terdiri dari 8 kelompok dengan kategori sebagai berikut kelompok diskusi terarah berdasarkan usia, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga dan tingkat pendidikan. Perilaku membuang sampah sisa makanan di tingkat rumah tangga seringkali terjadi pada tahapan belanja yakni belum sempat dikonsumsi tetapi sudah busuk akibat dari pola belanja bahan pangan rumah tangga yang tidak terencana. Berdasarkan hasil diskusi kelompok terarah rumah tangga masih kurang memahami cara membedakan tanggal kedaluwarsa dan tanggal sebelum makanan layak dikonsumsi. Berdasarkan hasil diskusi kelompok terarah rumah tangga masih kurang termotivasi untuk menjaga makanan supaya tidak mudah busuk dan akhirnya menjadi sampah. Dari segi norma, semua rumah tangga memiliki kebiasaan menyediakan makanan berlebih sehingga makanan tersebut mudah menjadi busuk dan akhirnya menjadi sampah. Kesimpulan, rumah tangga masih banyak berperilaku membuang sampah sisa makanan karena belanja berlebih dan menyediakan makanan dalam jumlah berlebih sehingga makanan tersebut busuk dan menjadi sampah. Saran, pentingnya pendidikan terhadap rumah tangga dalam mengelola makanan supaya tidak mudah busuk.
The behavior of wasting food in households occurs at various stages, from shopping food, storing food and preparing food to consumption. This study aims to dig deeper into the behavior of wasting food in households at a case study household scale in Semarang. This type of research is qualitative. The research data collection method used focus group discussions consisting of 8 groups with the following categories focus group discussions based on age, gender, number of family members and level of education. The behavior of wasting food in households often occurs at the shopping stage, it has not yet been consumed but has spoiled as a result of unplanned household food shopping patterns. Based on the results of focus group discussions, households still do not understand how to distinguish the ?expired date? and the ?date before food is fit for consumption?. Based on the results of focus group discussions, households are still not motivated enough to keep food from spoiling easily and eventually turning into trash. In terms of norms, all households have a habit of providing excess food so that the food spoils easily and eventually becomes trash. In conclusion, many households still have the behavior of disposing of leftover food waste due to excessive spending and providing excess amounts of food so that the food spoils and becomes trash. Suggestion, the importance of education for households in managing food so it does not spoil easily
Read More
T-6538
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erin Firliana; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Agustin Kusumayati, Ika Widianingrum
Abstrak: Permasalahan timbulan sampah yang terus meningkat disebabkan karena kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R. Penyuluhan merupakan kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan menyebarluaskan informasi dan menanamkan kayakinan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyuluhan yang lebih efektif antara penyuluhan individual dan kelompok terhadap peningkatan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R di Kelurahan Abadijaya, Depok. Jenis penelitian ini adalah Quasi experiment. Subjek penelitian terdiri dari 50 rumah tangga pada masing-masing kelompok. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi-square, pair t-test, Wilcoxon,dan mann whitney.

Hasil menunjukkan bahwa penyuluhan individual dan kelompok secara signifikan dapat meningkatkan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga bekonsep 3R saat sebelum dan setelah penyuluhan. Akan tetapi, tidak ada perbedaan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R pada penyuluhan individual dan kelompok

Kata kunci : Pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R, Pengetahuan, Penyuluhan individual, Penyuluhan Kelompok, Perilaku, Sikap

The problem of increasing amount of waste is due to the lack of understanding and public awareness about household waste management using the 3R concept. Counseling is a health education activity carried out by disseminating information and instilling confidence to improve the knowledge, attitude, and behavior concerning household waste management using the 3R concept.

The goal of this study is to find out which of the following counseling methods between individual counseling or group counseling is more effective at improving the value of average knowledge, attitude, and behavior towards household waste management using the 3R concept in Kelurahan Abadijaya, Depok. This research is quasi-experimental. The subjects consisted of 50 households in each group. The statistical tests used in this study are the chi-square, pair t-test, Wilcoxon, and Mann-Whitney test.

Results showed that individual and group counseling significantly improves the value of average knowledge, attitude, and behavior towards household waste management using the 3R concept before and after counseling. However, there was no correlation between the values of average knowledge, attitude, and behaviors towards household waste management using the 3R concept between individual and group counseling.

Key words: Household waste management using the 3R concept, Knowledge, Attitude, Behavior, Individual Counseling, Group Counseling
Read More
S-10119
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pratiwi Koesoemawardani; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Lusi Nurbaiti Badri
Abstrak: Pemantauan pemilahan sampah di Kelurahan Abadijaya merupakan kegiatan peninjauan ulang kembali kondisi sampah di tingkat rumah tangga untuk memudahkan pemerosesan sampah selanjutnya sehingga dapat meminimalisir timbulan sampah di TPA. Sebelumnya warga Kelurahan Abadijaya telah diberikan penyuluhan terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis dan mengetahui faktor-faktor yakni karakteristik rumah tangga (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan dan tingkat pendapatan) serta tingkat pengetahuan responden dalam berperilaku konsistensi memilah sampah. Penelitian ini dilakukan dari bulan Agustus hingga November 2018 dengan metode wawancara dan pemantauan. Data yang diperoleh dianalisis secara analitik dengan desain studi cross sectional dan uji statistik chi square sehingga diperoleh data terdapat hubungan antara karakteristik rumah tangga (usia dan status pekerjaan) dengan perilaku konsistensi memilah sampah rumah tangga. Dengan demikian, sasaran utama penyuluhan dan program pemilahan sampah ialah rumah tangga khususnya individu yang tidak bekerja agar tujuan konsistensi memilah sampah dapat tercapai dan sampah yang didistribusikan ke TPA terminimalisir
Read More
S-9947
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhiya Farah Athaya Wijaya; Pembimbing: Zakianis; Penguji: I Made Djaja, Anita Rentauli Gultom
Abstrak: Perilaku memilah sampah oleh rumah tangga masih cenderung rendah. Hal ini disebabkan oleh 2 faktor yaitu kurangnya motivasi dalam diri dan kondisi dari luar yang tidak mendukung untuk melakukan pemilahan sampah. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui hubungan antara program pemilahan sampah di wilayah kerja TPS3R dengan perilaku memilah sampah di rumah tangga di Kota Depok, Bogor dan Tangerang Selatan. Faktor lainnya yang diduga terkait dengan pemilahan sampah di rumah tangga antara lain karakteristik rumah tangga yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jenis pekerjaan, luas bangunana, dan luas lahan. Uji statistik yang digunakan adalah Uji chi-square dan regresi logistik.. Hasil menunjukkan bahwa program pemilahan sampah di wilayah kerja TPS3R adalah faktor yang paling dominan terkait dengan perilaku memilah sampah oleh rumah tangga. Sehingga perlu adanya perencanaan dan pelaksanaan program pemilahan sampah untuk mengurangi timbulan sampah.
Kata kunci: Pemilahan Sampah, TPS3R/UPS, Perilaku Memilah Sampah di Rumah Tangga, Sampah Rumah Tangga, Program Pemilahan Sampah

Waste sorting behaviour by household is still tending to low. This is caused by 2 factors namely lack of motivation from themselves and condition from outside that does not support to do waste sorting. This study aims to find out that waste sorting program in works area of temporary waste dump based on reduce, reuse, recycle (TPS3R) can encourage household to sort their waste in Depok, Bogor, and South Tangerang City. Another factors that predicted to have relation with waste sorting behaviour by household among others household characteristic that consist of age, sex, education level, household monthly income, employment, house size, and land size. This study will use chi-square and regression logistics test as statistic tests. Results showed that waste sorting program in works area of TPS3R is a dominant factor to encourage waste sorting behaviour by household. So there should have been planning and implementation of the waste sorting program to reduce pileup waste.
Key words: Sorting Waste, TPS3R/UPS, Waste Sorting Behaviour, Household Waste, Waste Sorting Program
Read More
S-9760
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gelant Sanjaya; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Zakianis, Yulita Suprihatin
Abstrak: Studi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku mencegah timbulan sampah pada ibu rumah tangga yang berlokasi di Pulau Panggang, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Jumlah responden yang dilibatkan dalam studi ini sebanyak 89 responden yang semuanya ibu rumah tangga. Studi ini juga menggambarkan faktor-faktor predisposisi diantaranya pendidikan terakhir ibu rumah tangga, pendapatan perbulan keluarga, sikap mencegah timbulan sampah, dan pengetahuan tentang mencegah timbulan sampah. Selain itu, studi ini juga menggambarkan faktor pendukung perilaku yakni dukungan dari kepala keluarga, tetangga sekitar, dan perangkat RT atau RW. Kedua faktor tersebut juga dilakukan analisis bivariat untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku mencegah timbulan sampah. Studi ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan juga sudah melewati tahap validitas dan reliabilitas dengan 13 pertanyaan perilaku dalam mencegah timbulan sampah, 9 pertanyaan pengetahuan tentang mencegah timbulan sampah, 8 pertanyaan sikap terhadap mencegah timbulan sampah, dan 5 pertanyaan untuk masing-masing dukungan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencegah timbulan sampah masih perlu diperbaiki dengan skor rata-rata 65,17%. Perilaku-perilaku yang masih perlu diperbaiki diantaranya adalah penggunaan kantong plastik pembelian minuman dan makanan instan, serta membuang makanan yang masih layak. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku yakni pendidikan terakhir (t = 2,375, p = 0,020), sikap terhadap mencegah timbulan sampah(r = 0,288, p = 0,003), dan dukungan kepala keluarga (r = 0,236, p = 0,026). Sehingga peningkatan perilaku mencegah timbulan sampah dapat dilakukan dengan fokus pada bagian yang masih perlu diperbaiki serta meningkatkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mencegah timbulan sampah.
Read More
S-10224
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadijah; Pembimbing: Abdur Rahman
S-3377
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Nurhadyana; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Evi Martha, Ahmad Yani
S-7266
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Salmaddiina; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Laila Fitria, Aulia Maulidha
Abstrak: Sampah pasar merupakan sumber sampah kedua pada sampah perkotaan di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi akar masalah pada sistem pengelolaansampah padat pada pasar di Kota Y pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan jenispenelitian kualitatif dengan melakukan obervasi menggunakan daftar tilik dan telaahdokumen. Untuk menentukan akar masalah pada sistem pengelolaan sampah padat dipasar peneliti menggunakan fishbone diagram yang dianalisis berdasarkan empat aspekyaitu, aspek kelembagaan, aspek teknis, aspek lingkungan, dan aspek sosial-budaya.Hasil penelitian menunjukkan akar masalah dari sistem pengelolaan sampah berdasarkananalisis fishbone diagram dan perhitungan skoring adalah aspek lingkungan karena tidakditemukannya penerapan dari semua kriteria aspek ini. Kesimpulan dari penelitian ini,untuk menyelesaikan permasalahan pada aspek lingkungan diperlukannya analisisstakeholder, serta perlu adanya penguatan peran dari pengelola pasar yang dapatdibangun dengan pengadaan mekanisme fit and proper test. Selain itu penting untukmelakukan asesmen kebutuhan sarana-prasarana pengelolaan sampah berdasarkan luaspasar.
Kata kunci: fishbone diagram, limbah padat, pasar, analisis masalah
Read More
S-10229
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Restu Yenni Inaya; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Perilaku manusia dapat memicu peningkatan produksi sampah yang melebihi kemampuan untuk mengelola dan membuang sampah yang dihasilkan. Tanggung jawab pengelolaan sampah rumah tangga sebagai hasil dari kegiatan sehari-hari di dalam keluarga mayoritas menjadi tanggung jawab ibu rumah tangga. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku ibu rumah tangga dalam pemilahan sampah di Kelurahan Pondok Kelapa. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pengambilan sampel secara simpel random sampling dengan rumus uji dua proporsi sejumlah 90 sampel dipilih sesuai kriteria inklusi yaitu ibu rumah tangga di kelurahan Pondok Kelapa RW 04, 09 dan 014 yang bekerja maupun tidak bekerja. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Faktor yang mungkin berhubungan adalah umur responden, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, sarana, pengawasan dan peraturan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,2% ibu rumah tangga melakukan pemilahan di rumahnya. Secara statistik, ditemukan adanya hubungan signifikan pada ketersediaan sarana, pengawasan dan peraturan terhadap perilaku pemilahan sampah (p = 0,000), sementara untuk umur, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap dan kebiasaan tidak memiliki hubungan signifikan terhadap perilaku pemilahan sampah.

Human behavior can trigger an increase in waste production that exceeds the ability to manage and dispose of the generated waste. The responsibility for managing household waste as a result of daily activities in the majority of families is most responsibility of housewives. The main objective of this research is to describe the behavior of housewives in waste sorting in Pondok Kelapa Subdistrict. This study used a cross-sectional study design with simple random sampling with a two-proportion test formula with a total of 90 samples selected according to inclusion criteria, namely housewives in Pondok Kelapa RW 04, 09 and 014 who worked or did not work. Data collection was carried out using a questionnaire. Factors that may be related are the age of the respondent, level of education, knowledge, attitudes, habits, facilities, supervision and regulations. The results showed that 52.2% of housewives did waste sorting at their home. Statistically, it was found that there was a significant relationship between the availability of facilities, supervision and regulations on waste sorting behavior (p = 0.000), while age, education level, knowledge, attitudes and habits had no significant relationship to waste sorting behavior.
Read More
S-11422
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zakianis; Promotor: I Made Djaja; Kopromotor: Sabarinah, Haruki Agustina; Penguji: Alin Halimatussadiah, Ririn Arminsih Wulandari, Rita Damayanti, Sonny P. Warouw
Abstrak: ABSTRAK Kegagalan dalam pengelolaan sampah berarti kegagalan dalam menjaga dan melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini mengembangkan indikator kinerja TPS3R dan bank sampah serta indikator tingkat kepuasaan rumah tangga terhadap layanan pengelolaan sampah di TPS3R dan bank sampah. Diterapkan pendekatan gabungan, yaitu studi kualitatif untuk menggali indikator kinerja, serta studi kuantitatif untuk memeriksa validitas dan reliabilitas instrumen pengukur kinerja TPS3R dan bank sampah. Data memperlihatkan bahwa validitas dan reliabilitas instrumen yang dikembangkan cukup baik. Skor kinerja TPS3R yang berkinerja baik (skor 60 atau lebih) lebih banyak (48,61%) dari pada bank sampah (24,04%). Terungkap asosiasi secara statistik antara indikator masukan dan keluaran kinerja di TPS3R, namun tidak demikian halnya di bank sampah. Pemerintah daerah disarankan dapat memakai instrumen yang dikembangkan ini untuk mengukur kinerja TPS3R dan bank sampah. Namun tetap diperlukan studi lain guna memperbaiki indikator kinerja di wilayah yang lebih luas. Kata kunci: pengelolaan sampah padat, skala pemukiman, TPS3R, bank sampah ABSTRACT Solid waste mismanagement means failure to maintain and protect public health and the environment. This study developed performance indicator of TPS3R and waste bank, as well as household satisfaction indicators towards services done byTPS3R and waste bank. A combined qualitative approach to explore performance indicators, and quantitative study to test the validity and reliability of instruments, was employed. The validity and reliability of developed instruments were satisfied. Using total score, it was revealed that TPS3R good performance (score 60 or higher) was found more frequent (48,61%) than the waste bank (24,04%). The association of input and output performance indicators was statistically found in TPS3R, but not in waste bank. The local government to assess the level of performance of TPS3R and waste bank might use these instruments. Hence, it still calls for more studies to improve indicators in a wider area. Keywords: solid waste management, community, TPS3R, waste bank
Read More
D-393
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive