Ditemukan 33800 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
editor, Geger Riyanto
302.2 RIY y
Jakarta : USAID, 2021
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Afifa Nur Chabibah; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Besral, Adang Bachtiar, Widyawati, Jon Henri
Abstrak:
Pandemi COVID dan surat himbauan Kemenkes Nomor YR.03.03/III/III8/2020 menyebabkan adanya gap permintaan pelayanan telehealth salah satuya pada platform telehealth yaitu Halodoc (kenaikan 2x lipat pengunduh aplikasi, 10x lipat konsultasi dokter, 6x lipat layanan toko kesehatan, dan 3x lipat layanan buat janji); Alodokter (kunjungan dan active user meningkat 50%), dan Grabhealth (8x lipat permintaan konsultasi dan 25% permintaan konsultasi Covid dari total layanan) pada tahun 2019 hingga 2020 Perubahan tersebut harus memperhatikan mutu dan kepuasan pelanggan karena pelayanan platform telehealth yang bermutu akan mengarah pada kepuasan pelanggan dan pelanggan yang puas akan menghasilkan loyalitas pelanggan terhadap pelayanan platform telehealth. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan dan kepuasan terhadap loyalitas pengguna platform telehealth di area Jabodetabek selama masa pandemi COVID19
Read More
T-6127
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yeni Rahmawati; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Meilisa Rahmadani
Abstrak:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi gejala kecemasan dan depresi pada tenaga kesehatan laboratorium terpadu di Rumah Sakit Universitas Indonesia selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Rumah Sakit Universitas Indonesia pada bulan Juli 2021. Analisis yang digunakan yaitu, univariat, bivariat dan multivariabel dengan derajat kepercayaan 95%. Dari 42 tenaga kesehatan laboratorium terpadu RS UI didapatkan prevalensi gejala kecemasan sebesar 11,9% dan prevalensi gejala depresi sebesar 14,3%. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menyatakan tidak ada hubungan yang signifikan antara gejala kecemasan ataupun depresi dengan variabel independen penelitian.
Read More
S-10777
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rofiiah Darajat Nurfadhilah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Fajrinayanti
Abstrak:
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pola makan pada masyarakat dewasa DKI Jakarta selama pandemi COVID-19 dibandingkan dengan sebelum pandemi COVID-19 berdasarkan variabel usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, anggota rumah tangga, dan pendapatan menggunakan kuesioner online. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan crosssectional dengan subjek pada penelitian ini masyarakat dewasa di DKI Jakarta yang berusia 20-45 tahun dengan menggunakan teknik purposive dan snowballing sampling. Hasil menunjukkan sebagian besar masyarakat dewasa di DKI Jakarta memiliki perubahan pola makan menjadi tidak sehat selama pandemi COVID-19 (41,8%).
Read More
S-10636
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dini Fitriani Nugraha; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Agus Triwinarto
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan proporsi pola konsumsi selama pandemic COVID-19 pada 165 remaja di DKI Jakarta Tahun 2021 berdasarkan faktor-faktor tersebut dengan menggunakan desain studi cross-sectional serta metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja tidak mengalami perubahan pola konsumsi selama pandemi COVID-19 (37,6%). Berdasarkan analisis uji chi-square, ditemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pola konsumsi selama pandemi COVID-19 pada remaja di DKI berdasarkan jenis kelamin (P-value = 0,037) dan pendapatan orang tua (P-value = 0,023).
Read More
S-10619
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Atikah Dwi Kustianingsih; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dien Anshari, Sunersi Handayani
Abstrak:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui stressor, persepsi terhadap stressor, strategi coping yang digunakan untuk menghadapi stressor, dan efek langsung yang dirasakan oleh tenaga kesehatan setelah melakukan coping. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam terhadap 5 orang tenaga kesehatan dan 1 orang Kasatpel Puskesmas. Hasil penelitian menunjukan bahwa stressor tenaga kesehatan selama pandemik COVID-19 berasal dari eksternal yaitu kekurangan SDM, kesulitan mencapai target SPM, berkaitan dengan pasien, penggunaan APD, pembuatan laporan, ketakutan menularkan COVID-19 ke keluarga, dan angka kematian COVID-19 yang tinggi. Sebagian besar menilai stressor tidak menghambat dan mengancam. Sedangkan sisanya menganggap bahwa stressor sebagai tantangan dan mengancam. Kemudian seluruh tenaga kesehatan merasa bahwa mereka mampu dan memiliki sumber yang cukup untuk mengatasi stressor. Sebagian besar menggunakan Emotion focused coping. Hasil jangka pendek yang dirasakan oleh informan setelah melakukan coping adalah perasaan positif yang menunjukan coping berhasil.
Read More
S-10806
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Renita Agustina; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Wahyu Sulistiadi, Noer Triyanto Rusli, Martina Ovinda Suandi
Abstrak:
Pandemi COVID-19 menyebabkan disrupsi layanan kesehatan. Dalam menghadapi pandemi COVID-19, rumah sakit harus memperhatikan mutu pelayanan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang diperlukan masyarakat. Mutu pelayanan kesehatan merupakan jaminan bagi masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu pelayanan rawat inap selama pandemi COVID-19 berdasarkan kriteria Malcolm Baldrige di Charitas Hospital Palembang tahun 2021. Jenis penelitian yang dilakukan adalah mix method dimana dilakukan penelitian kuantitatif terlebih dahulu dengan menggunakan kuesioner Malcolm Baldrige dan dilanjutkan penelitian kualitatif berupa wawancara mendalam dan telaah dokumen. Didapatkan hubungan yang signifikan antara variabel kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus sumber daya manusia, fokus pelanggan, pengukuran, analisis dana manajemen pengetahuan, dan fokus proses terhadap variabel hasil. Dari analisis multivariat, didapatkan variabel yang paling berpengaruh terhadap hasil mutu pelayanan adalah variabel fokus proses, dan pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan. Nilai variabel hasil yang diatas nilai rata-rata dinyatakan baik tidak sejalan dengan indikator pelayanan rumah sakit yang menurun selama pandemi COVID-19. Variabel yang perlu diperhatikan rumah sakit karena nilai dibawah nilai rata-rata dari ketujuh variabel yang diteliti adalah variabel kepemimpinan, perencanaan strategis, dan fokus sumber daya manusia. Diharapkan manajemen rumah sakit dapat memanfaatkan dan menerapkan kriteria Malcolm Baldrige dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, dan pemilik rumah sakit dapat melakukan re-evaluasi dan meningkatkan program manajemen mutu dalam meningkatkan mutu pelayanan rawat inap rumah sakit dengan menerapkan Malcolm Baldrige
Read More
B-2284
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Pratiwi Andini; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari, Siswi Puji Astuti, Mutmainah Indriyati
Abstrak:
Read More
Terjadinya pandemi COVID-19 membawa pengaruh terhadap sektor ekonomi. Tingkat kemiskinan di Kota Depok meningkat menjadi 2,58% di tahun 2021. Tingkat penularan yang cepat dan kasus yang meningkat mendorong pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan sosial sehingga berpotensi menurunkan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Self-Medication menjadi salah satu alternatif piliahan yang dilakukan. Tren perilaku mengobati sendiri meningkat di Jawa Barat dari 73,32% di tahun 2019 menjadi 88,28% di tahun 2021. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengeluaran kesehatan rumah tangga untuk self-medication selama pandemi COVID-19 di Kota Depok dengan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional untuk mengetahui pola dan faktor yang berkontribusi. Pertama adanya kenaikan dilihat dengan membandingkan kondisi sebelum dan selama pandemi COVID-19. Selanjutnya faktor yang berhubungan dianalisis menggunakan uji hubungan dan dilanjutkan dengan regresi Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran kesehatan rumah tangga untuk self-medication di Kota Depok meningkat selama pandemi COVID-19. Status pendidikan dan tingkat ekonomi berhubungan signifikan dan menunjukan arah hubungan yang positif dengan pengeluaran kesehatan rumah tangga untuk self-medication selama pandemi COVID-19. Analisis multivariat menunjukkan variabel tingkat ekonomi berpengaruh secara signifikan dimana semakin tinggi tingkat ekonomi maka pengeluaran kesehatan rumah tangga untuk self-medication selama pandemi COVID-19 semakin tinggi. Upaya pengawasan praktik self-medication khususnya penggunaan obat tanpa resep dari tenaga kesehatan menjadi hal utama untuk melindungi rumah tangga baik dari bahaya yang dapat ditimbulkan dan dari tambahan beban pengeluaran rumah tangga terutama kondisi pasca pandemi COVID-19.
The occurrence of the COVID-19 pandemic has had an impact on the economic sector. The poverty rate in Depok City increased to 2.58% in 2021. The fast transmission rate and increasing cases have prompted the government to implement a social restriction policy that has the potential to reduce visits to health facilities. Self-medication is one of the alternative choices. The trend of self-medication behavior is increasing in West Java, from 73.32% in 2019 to 88.28% in 2021. This research was conducted to analyze household health expenditure for self-medication during the COVID-19 pandemic in Depok City using data from the National Socioeconomic Survey to find patterns and contributing factors. First, there is an increase seen by comparing conditions before and during the COVID-19 pandemic. Then the related factors were analyzed using the relationship test, followed by Ordinary Least squares (OLS) regression. The results of the study show that household health expenditures for self-medication in Depok City increased during the COVID-19 pandemic. Educational status and economic level are significantly related and show a positive relationship with household health expenditure for self-medication during the COVID-19 pandemic. Multivariate analysis shows that the economic level variable has a significant effect, where the higher the economic level, the higher the household health expenditure for self-medication during the COVID-19 pandemic. Efforts to monitor self-medication practices, especially the use of drugs without a prescription from health workers, are the main thing to do to protect households both from the dangers that can be caused and from the additional burden on household expenses, especially in post-pandemic conditions like COVID-19.
T-6694
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Julius Parlin; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Surya Ede Darmawan, Akhdrisa Mura Wijaya, Reny Puspita
Abstrak:
Read More
Pandemi COVID-19 di Indonesia berdampak pada implementasi Sisrute kasus rujukan ke rumah sakit. Sisrute RSUD Siti Aisyah pada rujukan dalam dan keluar memengaruhi morbiditas dan mortalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sisrute meliputi kebijakan, kapasitas petugas, sistem jaringan, komunikasi rujukan dan pelayanan rujukan yang berdampak pada keterlambatan respons rujukan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, telaah dokumen dan wawancara mendalam 13 informan yang berkerja di RSUD Siti Aisyah. Penelitian menunjukkan bahwa penolakan rujukan Sisrute dalam dan keluar baik pada kasus COVID-19 dan non- COVID-19 lebih dari 80%. Response time rujukan kurang dari 60 menit paling banyak pada rujukan keluar non-COVID-19 (64%). Alasan penolakan rujukan meliputi ketidaktersediaan ruangan isolasi COVID-19, ICU-COVID-19, ketidaklengkapan berkas rujukan, ketidaktesediaan ruangan perawatan, kendala sistem jaringan, petugas lambat merespons, ketiadaan dokter spesialis, ketiadaan fasilitas kesehatan, kebijakan Dinas Kesehatan lokal terkait penanganan kasus COVID-19 dan lainnya. Pada kebijakan rujukan, tidak terdapat kebijakan Sisrute dan dokumentasi sosialisasi kebijakan dan dilakukan secara lisan dan Whatsapp. Pada kapasitas petugas rujukan, secara umum cukup adekuat untuk aplikasi Sisrute, petugas sudah mendapatkan pelatihan dari RSUD. Kendala kapasitas petugas meliputi kurangnya pengetahuan medis, rendahnya komitmen, kecakapan dan rangkap tugas sehingga berdampak pada lambannya respons rujukan. Pada sistem jaringan rujukan, didapatkan bahwa jaringan komputer dan konektifitas internet yang sama digunakan pada semua layanan yang ada di rumah sakit, SIMRS yang tidak terintergrasi dan infrastruktur penunjang belum adekuat. Komunikasi rujukan dilakukan melalui aplikasi Sisrute dan dibantu telepon dan Whatsapp grup Sisrute se-Sumsel pada sebelum, selama dan setelah rujukan dilakukan. Komitmen petugas, kecepatan penyampaian informasi dan situasi faskes penerima dalam komunikasi rujukan berdampak pada keterlambatan respons Sisrute. Pelayanan rujukan menggunakan pedoman rujukan nasional, tidak memiki pedoman Sisrute, mengikuti alur rujukan, mengikuti prosedur klinis, administratif, dan operasional. Kendala pelayanan rujukan yaitu tidak terpenuhinya persyaratan rujukan, rujukan tidak prosedural, penerimaan keluarga, permasalahan biaya, ketersediaan infrastruktur dan SDM pendamping. Monitoring dan evaluasi tidak dilakukan pada masing-masing variabel. Dengan demikian, Pada implementasi Sisrute di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau perlu adanya perbaikan dan peningkatan pada kebijakan rujukan, kapasitas petugas rujukan, sistem jaringan rujukan, komunikasi rujukan dan pelayanan rujukan serta dilakukan monitoring dan evaluasi rutin dapat mempercepat proses rujukan guna menekan morbiditas dan mortalitas pasien rujukan.
The Pandemy of COVID-19 in Indonesia has a major impact in referral system implementation of referred cases to hospitals. Integrated Referral System (IRS/Sisrute) both inward and outward referral influence morbidity and mortality cases. This study was conducted to analyse policy, officer capacity, network system, referral communication, and referral services resulting in referral system implementation. It was a case study with qualitative approach through observation, documents research, in-depth interview with 13 informants working at Siti Aisyah General Hospital. The study suggests that Sisrute referral rejection of inward and outward referral to COVID-19 and non-COVID-19 cases was more than 80%. Referral response time suggest less than 60 minutes only occurring in outward non-COVID-19 referral (64%). Reasons for rejectios were unavailability of COVID-19 Isolation dan ICU room, incomplete referral documents, unavaibility of inpatient room, network system issue, late response, health facilities shortage, local government policy against COVID-19 referral cases and other. In referral policy, there is no IRS policy and policy dissemination documentation through spoken and Whatsapp. In officer referral capacity, generally it is sufficient enough to excute IRS application, officers have been acquired trainings from hospital. Challenges in officer capacity resulted from lack of medical knowledges, low commitment, proficiency, double job so that they give impact in later referral response. In referral network system, it found that computer network and internet connectivity used similar system to other services in this hospital, unintegrated hospital information and management system as well as inadequate infrastructure. Referral communication is performed with Sisrute and assisted with calls and Whatsapp South Sumatera group in pre-, whilst, and post-referral. Officer commitment, information delivery rate and local situation may also result in Sisrute late response. Referral service occupy national referral protocol, referral flow, clinical procedures, administrative procedure and operational procedure. The challenges found in referral service were unfulfillment of referral inquiries, unprocedural referral, family acceptance, service cost, infrastructure and health officer companion. Monitoring and evaluation were not performed to each variable in the study. Thus, the implementation of intergrated referral system in Siti Aisyah General Hospital is in the need of improvement in referral policy, officer capacity, referral network capacity, referral communication, and referral service, as well as routine monitoring and evaluation to accelerate the referral process to decrease morbidity and mortality referral cases.
B-2319
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Rahmi Febriyanti Putri; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Umar Fahmi Achamadi, Aria Kusuma
Abstrak:
Tujuan dari Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku selama pandemi, faktor demografi, dan faktor sosioekonomi dengan kasus COVID-19 di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan data agregrat provinsi yang dilakukan pada 34 provinsi dan 14 provinsi untuk variabel perilaku selama pandemi. Hasil: hasil uji korelasi pearson menunjukan ditemukan adanya hubungan antara jumlah penduduk, kepadatan penduduk dan variabel faktor sosioekonomi dengan kasus COVID-19 sedangkan variabel perilaku selama pandemi, umur produktif dan jenis kelamin tidak ditemukan hubungan dengan kasus COVID-19
Read More
S-10795
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
