Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39259 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Erika; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Zakiah
Abstrak:
Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri. Data Riskesdas menunjukkan peningkatan kasus anemia pada remaja putri dari 26,40% pada 2013, menjadi 32% pada tahun 2018. Meskipun Kementerian Kesehatan telah mengupayakan penurunan angka anemia pada remaja putri dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), tetapi Riskesdas 2018 menunjukkan hanya 2,13% remaja putri yang rutin konsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mendalam mengenai persepsi remaja putri di SMA X dan SMA Y terhadap perilaku konsumsi TTD melalui pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan pada siswi kelas 10, kepala sekolah, kesiswaan, orang tua siswi, serta penanggung jawab program pemberian TTD di Puskesmas Sukmajaya. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan siswi di SMA X dan SMA Y dalam konsumsi TTD masih rendah. Sebagian besar siswi di SMA X memiliki persepsi kerentanan rendah dan persepsi keseriusan tinggi, sementara di SMA Y sebaliknya. Seluruh siswi merasa TTD bermanfaat untuk menambah zat besi pada tubuh, namun sebagian besar belum pernah merasakan manfaatnya secara langsung. Persepsi hambatan yang dialami siswi cukup bervariasi, tetapi tidak semuanya menghalangi intensi konsumsi TTD. Ditemukan cues to action eksternal seperti dukungan orang tua, guru, dan teman, serta cues to action yang banyak akan cenderung lebih mempengaruhi perilaku konsumsi TTD. Direkomendasikan bagi pihak sekolah untuk mengimplementasikan atau memperkuat kegiatan konsumsi TTD bersama, serta meningkatkan edukasi internal terkait anemia. Puskesmas juga diharapkan dapat mendorong sekolah untuk mengadakan atau memperkuat kegiatan konsumsi TTD serta rutin memantau pelaksanaannya.

Anemia is a common health issue among adolescent girls. Data from Riskesdas shows an increase in anemia cases among adolescent girls from 26.40% in 2013 to 32% in 2018. Despite efforts by the Ministry of Health to reduce anemia rates among adolescent girls through the provision of iron supplement tablets, Riskesdas 2018 indicates that only 2.13% of adolescent girls consistently consume iron supplement tablets. This study aims to provide an in-depth understanding of the perceptions of adolescent girls at SMA X dan SMA Y regarding iron supplement tablets consumption through a qualitative approach. Data collection was conducted with 10th-grade students, school principals, student affairs staff, parents, and the person in charge of the iron supplement tablets program at the Sukmajaya Health Center. The results show that adherence to iron supplement tablets consumption among students at SMA X and SMA Y is still low. Most students at SMA X have a low perceived susceptibility and a high perceived seriousness, while at SMA Y, it is the opposite. All students understand the benefits of iron supplement tablets for increasing iron levels in the body, but most have not experienced these benefits directly. The perceived barriers to iron supplement tablets consumption vary, but not all of them hinder the intention to consume iron supplement tablets . External cues to action, such as support from parents, teachers, and friends, as well as a higher number of cues, tend to have a greater influence on iron supplement tablets consumption. It is recommended that schools implement or strengthen collective iron supplement tablets consumption activities and improve internal education on anemia. Sukmajaya Health Centers are also expected to encourage schools to conduct or reinforce collective iron supplement tablets consumption programs and regularly monitor their implementation.
Read More
S-11584
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niesha Alifia Zahra; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Yoslien Sopamena, Yudianto
Abstrak:
Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang banyak dialami oleh remaja putri di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah melalui program konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Namun, kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD sesuai anjuran masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah pada siswi SMA Negeri 3 Kota Bandung tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 90 siswi yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dan Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pengetahuan dengan perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah (p<0,001). Sementara itu, sikap terhadap TTD tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku konsumsi TTD (p=0,301). Faktor pemungkin berupa aksesibilitas dalam mendapatkan TTD juga tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku konsumsi TTD (p=0,242). Pada faktor penguat, dukungan keluarga (p=0,035) dan dukungan teman sebaya (p=0,021) memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku konsumsi TTD, sedangkan dukungan guru tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p=0,212). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah pada siswi SMA Negeri 3 Kota Bandung dipengaruhi oleh faktor pengetahuan serta dukungan keluarga dan teman sebaya. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan siswi, serta penguatan peran keluarga dan teman sebaya dalam mendukung kepatuhan konsumsi TTD.

Anemia remains a public health problem that commonly affects adolescent girls in Indonesia. One of the strategies to prevent anemia is the iron tablet supplementation program. However, adherence to iron tablet consumption according to recommendations remains low among adolescent girls. This study aimed to determine the factors associated with iron tablet consumption behavior among female students at SMA Negeri 3 Bandung in 2025. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The sample consisted of 90 female students selected using quota sampling. Data were collected through an online questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the chi-square test and Fisher’s Exact test. The results showed a statistically significant association between knowledge and iron tablet consumption behavior (p<0.001). In contrast, attitude toward iron tablets was not significantly associated with consumption behavior (p=0.301). Enabling factors in the form of accessibility to iron tablets were also not significantly associated with consumption behavior (p=0.242). Regarding reinforcing factors, family support (p=0.035) and peer support (p=0.021) were significantly associated with iron tablet consumption behavior, while teacher support was not statistically significant (p=0.212). Based on these findings, it can be concluded that iron tablet consumption behavior among female students at SMA Negeri 3 Bandung is influenced by knowledge, family support, and peer support. Therefore, continuous health education is needed to improve students’ knowledge, as well as to strengthen the role of families and peers in supporting adherence to iron tablet consumption.
Read More
S-12199
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila Anindya Uka Wardani; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Deasy Martini
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri di Kota Depok selama belajar dari rumah. Desain studi yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam terhadap pelaksana gizi puskesmas, kader posyandu, pembina UKS sekolah, remaja putri, dan orang tua dengan metode purposive sampling. Penelitian menunjukkan bahwa skema distribusi tablet tambah darah dilakukan melalui sekolah dan melalui kader. Pencatatan dan pelaporan dilakukan secara daring melalui WhatsApp. Pihak yang diberdayakan antara lain remaja putri, orang tua, kader, dan pihak sekolah. Remaja putri mendapatkan dukungan sosial dari orang tua dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Perlu adanya penyeragaman skema distribusi dan penguatan pemberdayaan kepada orang tua dan remaja putri.
Read More
S-10793
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Candra Kurniawati; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Zakiah, Retno Palupi
Abstrak:
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan ibu dan generasi berikutnya. Salah satu upaya penanggulangan anemia adalah dengan meningkatkan kepatuhan minum Tablet Tambah Darah (TTD). Pengetahuan tentang anemia merupakan faktor predisposisi penting yang mempengaruhi perilaku kepatuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan anemia dengan kepatuhan minum TTD pada remaja putri di SMAN Kecamatan Sukmajaya, Depok, tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas XI di SMAN Kecamatan Sukmajaya Depook, dengan jumlah sampel sebanyak 190 responden melalui proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik untuk analisis multivariat. Paling banyak responden memiliki pengetahuan tinggi tentang anemia dan patuh minum TTD sebesar 70,0%. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan anemia (p = 0047), efikasi diri (p = <0,001), dukungan keluarga (p = <0,001), dukungan guru (p = <0,001), dukungan teman sebaya (p = 0,013), serta sumber informasi kesehatan (p = 0,012) dengan kepatuhan minum TTD. Analisis multivariat menunjukkan ada interaksi antara pengetahuan dengan dukungan guru terhadap kepatuhan minum TTD (OR = 0,288), responden yang memperoleh dukungan guru tinggi berpeluang 0,288 kali untuk patuh dibanding dukungan guru rendah, setelah dikontrol oleh variabel lain. Kesimpulannya Pengetahuan anemia berhubungan signifikan terhadap kepatuhan remaja putri minum TTD. Intervensi promotif preventif melalui edukasi terstruktur di sekolah, pelibatan guru, keluarga serta dukungan lintas sektor sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan konsumsi TTD.


Anemia among adolescent girls remains a public health problem with long-term impacts on maternal health and the health of future generations. One of the efforts to overcome anemia is by improving adherence to iron and folic acid supplementation (TTD). Knowledge about anemia is an important predisposing factor that influences adherence behavior. This study aims to determine the relationship between knowledge of anemia and adherence to TTD consumption among adolescent girls at a senior high school (SMAN) in Sukmajaya District, Depok, in 2024. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of all grade XI female students at SMAN in Sukmajaya District, Depok. A total of 190 respondents were selected using proportional random sampling. The research instrument was a questionnaire tested for validity and reliability. Data were analyzed using chi-square tests for bivariate analysis and logistic regression for multivariate analysis. Most respondents had high knowledge about anemia and were adherent to TTD consumption (70.0%). Bivariate analysis showed a significant relationship between anemia knowledge (p = 0.047), self-efficacy (p < 0.001), family support (p < 0.001), teacher support (p < 0.001), peer support (p = 0.013), and health information sources (p = 0.012) with TTD adherence. Multivariate analysis showed an interaction between knowledge and teacher support in relation to TTD adherence (OR = 0.288) respondents who received high teacher support were 0.288 times more likely to be adherent compared to those with low teacher support, after controlling for other variables. Knowledge Knowledge of anemia is significantly associated with adherence to TTD consumption. Preventive and promotive interventions through structured education in schools, involving teachers, families, and cross-sectoral collaboration, are crucial to improving adolescents’ understanding and adherence to TTD consumption.
Read More
T-7418
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novia Angela; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Benedictus Aji Subekti
Abstrak:
Program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) telah diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak tahun 2014 sebagai salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri. Namun, kepatuhan dalam mengkonsumsi TTD yang dibagikan masih sangat rendah. Sebanyak 99,5% remaja putri di Kalimantan Barat yang memperoleh TTD dari sekolah mengaku mengkonsumsi kurang dari 52 tablet dalam setahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi TTD pada remaja putri di SMP Pangudi Luhur Santo Albertus Ketapang tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner oleh 86 siswi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan uji chi-square untuk melihat hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menemukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,003) dan sikap (p<0,001) dengan perilaku konsumsi TTD remaja putri. Sementara itu, efek samping TTD, dukungan orang tua, dukungan teman, dukungan guru, dan dukungan tenaga kesehatan diketahui tidak berhubungan signifikan secara statistik dengan perilaku konsumsi TTD remaja putri. Oleh karena itu, edukasi kesehatan perlu diberikan agar remaja putri memahami pentingnya konsumsi TTD secara teratur, termasuk sosialisasi kepada guru dan orang tua agar dapat turut serta dalam mendorong konsumsi TTD.

The iron supplementation initiative, implemented by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia since 2014, constitutes a proactive measure aimed at mitigating and managing anemia among female adolescents. However, there persists a substantial deficiency in compliance with the prescribed iron supplement regimen. A staggering 99.5% of female adolescents in West Kalimantan, recipients of iron supplements through school channels, acknowledge consuming fewer than 52 tablets annually. This research endeavors to identify the determinants influencing iron supplement consumption behavior among young women at SMP Pangudi Luhur Santo Albertus Ketapang in the year 2023. The study adopts a cross-sectional design, with primary data garnered through questionnaire responses from 86 female students. Subsequent to data collection, a chi-square test is employed to explore the association between independent and dependent variables. The findings of the research indicate a noteworthy association between knowledge (p=0.003) and attitudes (p<0.001) and the consumption behavior of iron tablets among female adolescents. Conversely, factors such as side effects, parental support, peer support, teacher support, and assistance from healthcare professionals were not observed to have statistically significant associations with the iron tablets consumption. Consequently, there arises an imperative for health education initiatives to convey the significance of consistent iron tablet consumption among young women. This necessitates outreach efforts directed towards educators and parents, fostering their involvement in encouraging the regular intake of iron tablets.
Read More
S-11498
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Zahidah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Ujang Lukman
Abstrak:
Perilaku seksual pranikah adalah aktivitas seksual yang dilakukan sebelum adanya ikatan pernikahan sah yang dapat berupa pegangan tangan, pelukan, ciuman, meraba daerah sensitif tubuh, hingga melakukan hubungan seksual. Data dari Survey Demografi Kesehatan Indonesia pada kelompok usia remaja 15-19 tahun menunjukkan kenaikan dalam persentase melakukan hubungan seksual pertama kali dari tahun 2012 hingga 2017. Tingginya kasus penyimpangan seksual pada remaja membuat hal tersebut menjadi isu strategis yang diangkat Kota Depok dan banyaknya kasus pernikahan dini serta temuan perilaku seks pranikah yang kurang baik pada remaja SMA di Kecamatan Sukmajaya membuat wilayah ini rentan terhadap perilaku seksual pranikah remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui determinan niat pencegahan perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi di SMA “X” dan SMA “Y” Kecamatan Sukmajaya Kota Depok tahun 2023 berdasarkan theory of planned behavior. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan studi analitik observasional dan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik probability sampling dan metode simple random sampling untuk menentukan sampel dari populasi kelas XI di SMA “X” dan SMA “Y” tahun ajaran 2022/2023. Sampel di SMA “X” berjumlah 204 responden dan di SMA “Y” berjumlah 34 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel kategorik. Hasil penelitian menemukan bahwa siswa/i di SMA “X” memiliki niat kuat untuk mencegah perilaku seksual pranikah sebesar 85.5% dan siswa/i di SMA “Y” sebesar 91.2%. Sikap, pengaruh orang tua, dan pengaruh teman sebaya memiliki hubungan dengan niat pencegahan perilaku seksual pranikah di SMA “X”. Artinya, siswa dengan sikap baik, pengaruh orang tua positif, dan pengaruh teman sebaya positif akan memiliki niat kuat untuk mencegah perilaku seksual pranikah. Sedangkan di SMA “Y” pengaruh teman sebaya memiliki hubungan dengan niat pencegahan perilaku seksual pranikah. Artinya, siswa dengan pengaruh teman sebaya positif akan memiliki niat kuat untuk mencegah perilaku seksual pranikah. Oleh karena itu diperlukan kerjasama antara pihak sekolah, Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan, dan puskesmas untuk memperkuat kegiatan tentang kesehatan reproduksi remaja yang melibatkan peran orang tua dan siswa secara aktif dalam mencegah perilaku seksual pranikah.

Premarital sexual behavior is sexual activity carried out without legal marriage bond which can take the form of holding hands, hugging, kissing, touching sensitive areas of the body, to having sexual intercourse. Data from the Indonesian Demographic Health Survey in 15-19 year age group of adolescents shows an increase in the percentage of having sexual intercourse for the first time from 2012 to 2017. The high cases of sexual deviation among adolescents has made this a strategic issue raised by Depok City and the high number of cases of early marriage as well as findings of poor premarital sexual behavior among high school adolescents in Sukmajaya District, making this district vulnerable to adolescent premarital sexual behavior. The purpose of this study was to determine the determinants of intention to prevent premarital sexual behavior in students at SMA "X" and SMA "Y" Sukmajaya District, Depok City in 2023 based on the theory of planned behavior. This research is a quantitative research with observational analytic study and uses a cross sectional design. Sampling in this study was carried out using probability sampling techniques and simple random sampling methods to determine samples from the class XI population at SMA “X” and SMA “Y” for the 2022/2023 school year. The sample in SMA "X" is 204 respondents and in SMA "Y" is 34 respondents. The data analysis used chi square test to determine the relationship between categorical variables. The results of the study found that students in SMA "X" had a strong intention to prevent premarital sexual behavior by 85.5% and students in SMA "Y" by 91.2%. Attitude, parental influence, and peer influence was associated with intention to prevent premarital sexual behavior in SMA "X", meaning that students with good attitudes, positive parental influence, and positive peer influence will have a strong intention to prevent premarital sexual behavior. Whereas in SMA "Y" peer influence was associated with the intention to prevent premarital sexual behavior, meaning that students with positive peer influence will have a strong intention to prevent premarital sexual behavior. Therefore, cooperation between school, High School Development Division of the Education Office, and puskesmas is needed to strengthen activities on adolescent reproductive health which involve the active role of parents and students in preventing premarital sexual behavior.
Read More
S-11346
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadhisa Zalfa; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Desta Amanda Awalia
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan anemia remaja pada siswi SMA Negeri 3 Depok tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional menggunakan data primer yang diselenggarakan di SMA Negeri 3 Depok pada bulan Oktober dan November 2023 dengan sampel berjumlah 110 responden. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perilaku pencegahan anemia dengan variabel independen yaitu pengetahuan, sikap, keterlaksanaan program pencegahan anemia di sekolah, ketersediaan sarana kesehatan sekolah, dan dukungan teman sebaya. Data berupa hasil pengisian kuesioner yang diisi secara langsung oleh responden dan dianlisis dengan uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa sebanyak 69 responden (62,7%) sudah menunjukkan perilaku pencegahan anemia yang baik. Secara statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku pencegahan anemia (p-value = 0,006). Hasil penelitian menyarankan untuk sekolah agar meningkatkan pemantauan terhadap konsumsi TTD oleh siswi, bekerja sama dengan fasilitas kesehatan setempat untuk mengadakan skrining atau deteksi dini anemia yang menyeluruh, serta meningkatkan lagi edukasi melalui anemia dan pencegahannya melalui media informasi dan pelatihan peer education.

The purpose of this study is to explore and confirm the factors related to behaviors in anemia prevention by female students at SMA Negeri 3 Depok in 2023. This is a quantitative study with a cross-sectional method with the usage of primary data, held at SMA Negeri 3 Depok in October and November of 2023 with a sampel size of 110 respondents. The dependent variable is the behaviors in anemia prevention, with knowledge, attitude, implementation of the school’s anemia prevention programs, availability of the school’s health infrastructure and resources, and peer social support as the independent variables. The data includes results from questionnares the respondents answered themselves and analyzed with the chi-square test. Analysis shows that 69 respondents (62,7%) has shown good behaviors in anemia prevention. Statistically, there’s a significant relation between attitude and good behaviors in anemia prevention (p-value = 0,006). Study results suggest that the school escalates their monitoring on the students’ monthly consumption of iron supplements, work together with local health facilities to organize an exhaustive screening for anemia in students, and improve education of anemia and its prevention methods through informative media and peer education training.
Read More
S-11519
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novia Kusuma Wardani; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Rita Damayanti, A. Firman Syah Madjid
Abstrak:
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada status kesehatan dan prestasi belajar. Salah satu upaya pencegahan anemia yang dilakukan pemerintah adalah melalui program pemberian tablet tambah darah (TTD) secara rutin di sekolah. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Hingga saat ini kepatuhan konsumsi TTD masih tergolong rendah, sehingga upaya pencegahan anemia belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komponen Health Belief Model (HBM) dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada siswi MTs Negeri Kota Depok tahun 2025. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah siswi kelas VIII dan IX MTs Negeri 1 Kota Depok dengan jumlah sampel 185 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 49,2% siswi memiliki tingkat kepatuhan konsumsi TTD yang rendah. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kerentanan (p = 0,213), persepsi keparahan (p = 0,219), persepsi manfaat (p = 0,530), serta isyarat untuk bertindak (p = 0,921) dengan kepatuhan konsumsi TTD. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi hambatan (p = 0,004) dan efikasi diri (p = 0,001) dengan kepatuhan konsumsi TTD. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi hambatan dan efikasi diri berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan konsumsi TTD pada siswi. Oleh karena itu, sekolah disarankan untuk mengoptimalkan edukasi penanganan efek samping serta memperkuat efikasi diri siswi guna meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD secara berkelanjutan.

Anemia among adolescent girls remains a public health problem that adversely affects health status and academic achievement. One of the government’s efforts to prevent anemia is the implementation of an iron supplementation program in schools; however, its success is highly dependent on student adherence to iron supplementation tablet consumption. To date, adherence among adolescent girls remains low, resulting in suboptimal anemia prevention outcomes. This study aimed to analyze the relationship between the components of the Health Belief Model (HBM) and adherence to iron supplementation tablet consumption among female students at MTs Negeri 1 Kota Depok in 2025. This quantitative study employed a cross-sectional design. The study population consisted of female students in grades VIII and IX at MTs Negeri 1 Kota Depok, with a total sample of 185 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed through univariate and bivariate analyses using the Chi-Square test. The results showed that 49,2% of the students had a low level of adherence to iron supplementation tablet consumption. Bivariate analysis revealed there was no significant relationship between perceived susceptibility (p = 0,213), perceived severity (p = 0,219), perceived benefits (p = 0,530), and cues to action (p = 0,921) with adherence to iron supplementation tablet consumption. However, there was a significant relationship between perceived barriers (p = 0,004) and self-efficacy (p = 0,001) with adherence to iron supplementation tablet consumption. The conclusion of this study shows that perceived barriers and self-efficacy are significantly associated with adherence among female students. Therefore, schools are recommended to optimize education on managing side effects and strengthen student self-efficacy to improve sustained adherence to iron supplementation tablet consumption.
Read More
S-12208
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aliyah Az-Zahra; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Triyanti, Suparini
Abstrak:
Tingginya angka kejadian anemia pada remaja putri, tentu berhubungan dengan perilaku konsumsi tablet tambah darah (TTD). Di Provinsi DKI Jakarta, angka prevalensi anemia sebesar 23% dan proporsi remaja putri (10-19 tahun) yang mengonsumsi TTD dari sekolah sesuai anjuran hanya sebesar 1,8%. Prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 40,63% di Jakarta Timur, sebesar 37,85% di Kecamatan Duren Sawit, dan sebesar 70,68% di Kelurahan Malaka Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku konsumsi TTD pada siswi SMA Negeri 103 Jakarta tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 90 siswi yang dipilih secara acak dengan menggunakan metode simple random sampling dan dilakukan pada bulan Januari-Juni tahun 2024 dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswi SMA Negeri 103 Jakarta memiliki perilaku tidak patuh dalam mengonsumsi TTD (76,2%). Hasil uji bivariat didapatkan hubungan yang signifikan antara faktor predisposisi (pengetahuan (p-value = 0,000), sikap (p-value = 0,027), dan efek samping TTD (p-value = 0,011)) dan faktor penguat (dukungan teman sebaya (p-value = 0,02) dan dukungan keluarga (p-value = 0,023)) dengan perilaku konsumsi TTD pada siswi SMA Negeri 103 Jakarta. Oleh karena itu, perlu diadakan penyuluhan terkait pentingnya konsumsi TTD pada siswi, termasuk edukasi kesehatan dengan metode peer-group (grup antar teman sebaya) dan sosialisasi kepada orang tua atau wali siswi terkait manfaat dan keamanan mengonsumsi TTD, serta pentingnya memberikan dukungan kepada siswi untuk meningkatkan kepatuhan siswi dalam mengonsumsi TTD.

The high incidence of anemia among female adolescents is certainly related to the consumption behavior of iron supplements. In DKI Jakarta Province, the prevalence rate of anemia is 23% and the proportion of female adolescents (10-19 years old) who consume iron supplements from school as recommended is only 1,8%. The prevalence of anemia among female adolescents was 40,63% in East Jakarta, 37,85% in Duren Sawit Subdistrict, and 70,68% in Malaka Jaya Village. This study aims to determine the determinants of iron supplement consumption behavior among female students at SMA Negeri 103 Jakarta in 2024. This research is a quantitative study using a cross-sectional study design. The study was conducted on 90 female students who were randomly selected using the simple random sampling method and conducted in January-June 2024 using a questionnaire. The results showed that most of the female students of SMA Negeri 103 Jakarta had non-adherent behavior in taking iron supplements (76,2%). The results of the bivariate test showed a significant relationship between predisposing factors (knowledge (p-value = 0,000), attitude (p-value = 0,027), and side effects of iron supplement (p-value = 0,011)) and reinforcing factors (peer support (p-value = 0,02) and family support (p-value = 0,023)) with the consumption behavior of iron supplement among female students at SMA Negeri 103 Jakarta. Therefore, it is necessary to conduct counseling related to the importance of consuming iron supplements in female students, including health education using the peer-group method and socialization to parents or guardians of female students regarding the benefits and safety of taking iron supplements, as well as the importance of providing support to female students to increase their compliance in taking iron supplements.
Read More
S-11571
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirza Apriani; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Tiska Yumeida, Wayan Sri Agustini
Abstrak: Kepatuhan merupakan salah satu kunci utama keberhasilan suplementasi TTD padaremaja putri. Kegiatan pemberian distribusi TTD kepada remaja putri SMP/SMA diIndonesia khususnya di Kabupaten Bogor sudah berjalan, namun baru sebatas kuantitassaja (distribusi TTD), belum sampai pada kualitas termasuk kepatuhan konsumsinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan remaja putri dalam konsumsi TTDpada dua SMA di Kabupaten Bogor berdasarkan kelompok yang mendapatkan SMSreminder, WA group reminder dan kelompok kontrol dengan jumlah sampel 132 orang.Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan konsumsi TTD pada kelompok perlakuanterbukti lebih tinggi daripada kelompok kontrol dan perlakuan SMS reminder terbuktilebih berdampak dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD dibandingkan WAgroup reminder. Pemberian reminder kepada kedua kelompok perlakuan terbukti efektifdengan peluang 2,8 kali lebih patuh saat diberi perlakuan dibandingkan saat perlakuandihentikan. Hasil analisis menunjukkan perlakuan berinteraksi dengan motivasisehingga hubungan perlakuan berbeda menurut motivasi remaja, pada kelompokperlakuan WA group reminder yang memiliki motivasi tinggi berpeluang 1,85 kali lebihpatuh dibandingkan kelompok kontrol. Setelah dikontrol dukungan keluarga danmotivasi, kelompok perlakuan SMS reminder berpeluang 5,6 kali lebih patuhdibandingkan kelompok kontrol. Variabel dukungan teman, pengetahuan dan selfefficacy terbukti berhubungan signifikan terhadap kepatuhan konsumsi TTD (p value0,012; 0,004 dan 0,003) dan variabel selain perlakuan yang paling dominan adalahmotivasi (OR 18,26). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagaimasukan dan pertimbangan dalam program penanggulangan dan pencegahan anemiabagi remaja putri untuk memutus mata rantai kasus kematian ibu.Kata kunci:Kepatuhan, Remaja Putri, Tablet Tambah Darah, SMS reminder, WA Group reminder
Compliance is one of the main keys to the success of iron tablet supplementation inadolescent girls. The distribution of iron tablet activities to high school girls inIndonesia, especially in Bogor District has been running, but only limited quantity, notto quality including compliance. This study aims to determine adolescent girlscompliance in the consumption of iron tablet at two Senior High Schools in BogorDistrict based on groups receiving SMS reminder, WA group reminder and controlgroup with total sample of 132 respondent.The results showed that compliance to iron tablet consumption in the intervention groupis higher than the control group and the SMS reminder intervention is proved give moreimpact in improving compliance than WA group reminder. Reminder to bothintervention groups proved to be effective with an opportunity of 2.8 times morecompliance when treated than when intervention was discontinued. The results of theanalysis showed that intervention interacted with motivation so that the interventionrelationships were different according to the motivation of the adolescents, in the highmotivated group group WA reminders were 1.85 times more compliant than the controlgroup. After controlled family support and motivation, SMS reminder group was 5.6times more compliant than the control group. The variables of friend support,knowledge and self efficacy proved to be significantly related to compliance (p value0,012, 0,004 and 0,003) and the most dominant variable beside intervention wasmotivation (OR 18,26). The results of this study are expected to be used as input andconsideration in anemia prevention programs for young women to cut women deathcases.Keywords:Compliance, Adolescent girls, Iron tablet, SMS Reminder, WA group reminder.
Read More
T-5121
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive