Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31626 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Perkasa NP Sinagabariang; Pembimbing: L. Meily; Penguji: Abdul Kadir, Indri Hapsari Susilowati, Sudi Astono, Suryo Wibowo
Abstrak:
Kelelahan adalah salah satu faktor penyebab penurunan kesehatan, kinerja, dan konsentrasi pekerja yang dapat menyebabkan kecelakaan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan faktor risiko dan kelelahan. Faktor risiko yang diteliti adalah yang terkait pekerjaan yaitu faktor lingkungan, rancangan pekerjaan, dan psikososial dan tidak terkait pekerjaan yaitu faktor individu. Penelitian menggunakan metode potong lintang dan Mixed-method sequential explanatory dengan kuesioner, FGD dan observasi. Uji statistik multivariat menunjukkan ada hubungan antara faktor psikososial (tuntutan kerja dan kepuasan kerja) dan faktor individu (usia) dan kelelahan. Tuntutan kerja berhubungan dengan kelelahan karena operasi migas yang berisiko tinggi, pekerja mengoperasikan fasilitas produksi yang masih baru dan tuntutan salur gas yang stabil dari pembeli gas. Kepuasan kerja berhubungan dengan kelelahan karena ketidakjelasan karir pekerja non-staff dan harapan peningkatan pendapatan. Faktor usia berkaitan dengan pembentukan masa otot dan tulang yang mencapai puncak di usia 35 tahun dan mulai menurun di atas 35 tahun. Kesimpulan penelitian ini adalah tiga faktor yang dominan terhadap kelelahan adalah kepuasan kerja, tuntutan kerja dan usia.

Fatigue is one of the factors that causes a decline in workers' health, performance, and concentration, which can cause accidents. This research was conducted to analyze the relationship between risk factors and fatigue. The risk factors studied are those related to work: environmental factors, job design, and psychosocial and non-work-related individual factors. The research used cross-sectional and mixed-method sequential explanatory methods with questionnaires, FGD, and observation. Multivariate statistical tests show a relationship between psychosocial factors (work demands and job satisfaction), individual factors (age), and fatigue. Work demands relate to high-risk oil and gas operations, workers operating new production facilities, and demands for stable gas lines from gas buyers. Job satisfaction is associated with career uncertainty of non-staff workers and the hope of increasing income. The age factor is related to the formation of muscle and bone mass, which reaches its peak at the age of 35 years and begins to decline after 35 years. This research concludes that the three dominant factors in fatigue are job satisfaction, job demands, and age.
Read More
T-6989
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Dahlan; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Doni Agus Sumitro, Fermi Dwi Wicaksono
Abstrak: Tesis ini membahas faktor-faktor risiko kelelahan dan pemulihan kelelahan, tingkat kelelahan dan pemulihan, serta potensi penurunan Human Performance akibat kelelahan akut dan kronis. Penelitian ini dilakukan di perusahaan Migas X yang merupakan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) dengan proses kerja kompleks dan kritikal yang berpotensi menimbulkan kelelahan pada pekerja dan menyebabkan kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional area dilakukan dengan metode pengisian kuesioner online oleh 1650 responden yang didapatkan dengan cara random sampling pada bulan April hingga Mei 2021. Data yang masuk di olah untuk mendaptkan nilai kelelahan akut, kronis, pemulihan, at-risk behavior, human performance, kemudian dilakukan Analisis hubungan antara faktor risiko kelelahan, nilai kelelahan, pemulihan serta human performance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam faktor risiko yang secara signifikan memengaruhi kelelahan akut, sembilan faktor risiko yang secara signifikan memengaruhi kelelahan kronis, dua faktor yang secara signifikan memengaruhi pemulihan kelelahan, serta terdapat hubungan yang signifikan antara kenaikan tingkat kelelahan kronis ataupun akut terhadap penurunan Human Performance
This thesis discusses the factors of fatigue and recovery, level of fatigue and recovery, the potential human performance degradation due to acute and chronic fatigue. This research was conducted at the Migas X company which is an oil and gas company with a complex and critical process that causes fatigue to workers and potentially cause work accidents. The design of this study is a cross sectional and the data conducted by online questionnaire which filled out by 1650 respondents obtained by random sampling in April till May 2021. The results showed that there were six risk faktors that significantly affected acute fatigue, nine risk faktors that significantly affected chronic fatigue, two faktors that significantly exhaust fatigue recovery, and there is a significant relationship between an increase in chronic or acute fatigue and a decrease in Human Performance
Read More
T-6297
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizqi Avrila Putri; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Ndiyan Y. Aripta, Fatima Azzahra
Abstrak: Sindrom metabolik adalah kumpulan dari beberapa faktor risiko berupa tingginya kadar gula darah, rendahnya kadar High Density Lipid (HDL), tingginya kadar trigliserida, obsesitas sentral serta hipertensi. Seseorang yang mengidap sindrom metabolik memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit kronik seperti kardiovaskuler dan diabetes melitus tipe 2 di kemudian hari. Berdasarkan hasil Medical Check Up pada pegawai Perusahaan Migas X Jakarta di tahun 2014, angka dislipidemia mencapai 69,4%, obesitas 14,8%, overweight 33,17%, diabetes 8,7%. Selain itu, berdasarkan pengamatan penulis, pegawai pusat Perusahaan Migas X memiliki gaya hidup yang cenderung sedentary karena lebih banyak duduk di kursi untuk mengerjakan pekerjaan administratif dan cukup sering mengonsumi makanan yang tinggi lemak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko apa saja yang berhubungan dengan sindrom metabolik pada pekerja kantor pusat Perusaahan Migas X dengan menggunakan desain studi cross sectional. Hasil penelitian ditemukan bahwa prevalensi sindrom metabolik pada pekerja kantor pusat Perusaahan Migas X adalah 25%. Variabel independen yang berhubungan signifikan dengan kejadian sindrom metabolik adalah pola makan protein hewani (p value= 0,016), pola makan lemak (p value=0,037), Indeks Masa Tubuh (p value=0,001), aktivitas fisik (p value= 0,010), perilaku sedentary (p value=0,030) dan merokok (p value=0,037). Oleh karena itu, perlu adanya strategi untuk memberikan pengetahuan dan informasi terkait pola makan yang seimbang serta meningkatkan kemauan pekerja untuk senantiasa melakukan aktivitas fisik yang cukup dan teratur serta tidak merokok untuk menjaga berat badan yang ideal, memiliki gaya hidup yang sehat dan mencegah penyakit kronik akibat sindrom metabolik
Metabolic syndrome is a cluster of some risk factors such as high level of glucose and triglyceride, low level of High Density Lipid (HDL), central obesity, and hypertension. Someone who suffers from metabolic syndrome has higher risk to get chronic disease like cardiovascular disease and diabetes melitus type 2 in the future. As per Medical Check Up result of Oil and Gas Company X workers in 2014, found that dyslipidemia up to 69,4%, obesity 14,8%, overweight 33,17%, diabetes 8,7%. Furthermore, based on observation, office workers of Oil and Gas Company X tend to have sedentary life style since they spent most of their time at office to sit for doing some administrative task and often consume high fat food. Thus, the objective of this study was to analyze the risk factors that associate with metabolik syndrome on Head Office Workers of Oil and Gas Company X using cross sectional design study. The result of this study foud that prevalence of metabolik syndrome on Head Office Workers of Oil and Gas Company X is 25%. The independent variables that were significant with metabolic syndrome were animal protein diet (p value = 0.016), fat diet (p value = 0.037), body mass index (p value= 0,001), physical activity (p value = 0.010), and sedentary lifestyle (p value = 0.030) and smoking (p value= 0,037). Therefore, it is necessary to create strategy in order to provide knowledge and information regarding a balanced diet and increase the willingness of workers to do sufficient and regular physical activity and stop smoking to maintain ideal body weight, having a healthy life style and prevent chronic disase caused by metabolik syndrome
Read More
T-5519
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iqbal Mochtar; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Fatma Lestari, Istiati Suraningsih, Muhammad Soffiudin
Abstrak: Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi, baik pada populasi masyarakat umum maupun populasi pekerja. Pekerja migas, baik off-shore maupun on-shore, terpapar dengan berbagai hazard, yang secara langsung maupun tidak langsung meningkatkan faktor risiko dan risiko kardiovaskular mayor mereka. Hingga saat ini belum ditemukan adanya studi yang mempelajari tentang faktor risiko dan risiko kardiovaskular mayor pada pekerja migas di Timur Tengah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko dan risiko kardiovaskular mayor pada pekerja off-shore dan on-shore perusahaan migas
Read More
T-5812
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bella Azalia; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Anisa Sawu Dwi Astuti
Abstrak:
Kelelahan merupakan masalah yang sering terjadi di tempat kerja, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan menurunkan produktivitas kerja. Pekerja shift pada industri manufaktur merupakan kelompok yang rentan untuk mengalami kelelahan karena gangguan ritme sirkadian dan pola tidur alami. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kelelahan dan menganalisis faktor risiko kelelahan pada pekerja shift di Departemen Produksi perusahaan manufaktur PT X tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan metode kuantitatif dan pengambilan sampel non-probability sampling. Terdapat 112 data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner OFER, NASA-TLX, PSS-10, dan PSQI yang dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji regresi logistik sederhana. Hasil menunjukkan 32,1% mengalami kelelahan kronis, 19,6% mengalami kelelahan akut, 34,8% memiliki pemulihan kelelahan yang kurang. Faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan kelelahan kronis adalah masa kerja (p-value=0,002), kualitas tidur (p-value=0,001), dan riwayat penyakit (p-value=0,034). Faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan kelelahan akut adalah masa kerja (p-value=0,002) dan kualitas tidur (p-value=0,001). Faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan pemulihan kelelahan adalah kualitas tidur (p-value=0,006) dan riwayat penyakit (p-value=0,007). Faktor risiko beban kerja, durasi kerja, shift kerja, stres kerja, usia, kuantitas tidur, status gizi, konsumsi kafein, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, pekerjaan sampingan, dan waktu perjalanan tidak berhubungan signifikan dengan kelelahan kronis ataupun akut.

Fatigue is a common problem in the workplace, which can increase the risk of workplace accidents and reduce work productivity. Shift workers in the manufacturing industry are a group that is vulnerable to fatigue due to circadian rhythm and natural sleep patterns disturbances. This study aims to determine the level of fatigue and analyze the risk factors for fatigue among shift workers in the Production Department of PT X manufacturing company in 2025. This study used a cross-sectional design with quantitative methods and non-probability sampling. A total of 112 data were collected using the OFER, NASA-TLX, PSS-10, and PSQI questionnaire and analyzed using the Chi-square test and simple logistic regression test. The results showed that 32.1% experienced chronic fatigue, 19.6% experienced acute fatigue, and 34.8% had poor fatigue recovery. Risk factors significantly associated with chronic fatigue were length of service (p-value=0,002), sleep quality (p-value=0,001), and history of illness (p-value=0,034). Risk factors significantly associated with acute fatigue were length of service (p-value=0,002) and sleep quality (p-value=0,001). Risk factors significantly associated with fatigue recovery were sleep quality (p-value=0,006) and history of illness (p-value=0,007). Risk factors such as workload, work duration, work shifts, work stress, age, sleep quantity, nutritional status, caffeine consumption, smoking habits, exercise habits, side jobs, and commuting time were not significantly associated with both chronic and acute fatigue.
Read More
S-12191
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kosasih; Pembimbing: L. Meily; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Mila Tejamaya, Sudi Astono, Handri Setyono
Abstrak:
Penyakit kardiovaskular terutama Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab kematian paling umum dan menempati urutan teratas penyebab kematian secara global dan memiliki dampak yang signifikan terhadap pekerja dan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan faktor risiko PJK setelah dilakukan tindakan intervensi program kesehatan pencegahan pada pekerja lapangan di Perusahaan Migas X Tahun 2023. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen. Metode intervensi adalah penyuluhan kesehatan dan olahraga. Hasil peneltian menunjukkan terjadi perbedaan signifikan pada indeks massa tubuh, tekanan darah diastolik, kadar lemak darah dan gula darah. Sebaliknya tidak ada perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik dan tingkat risiko PJK. Disarankan perusahaan melakukan evaluasi program lebih komprehensif tidak hanya sebatas penyuluhan kesehatan dan olahraga namun program seperti berhenti merokok, pola makan sehat, manajemen stres dapat dilakukan sehingga keberhasilan program dapat dirasakan manfaatnya baik untuk pekerja dan perusahaan.

Cardiovascular diseases, especially coronary heart disease (CHD), are the most common cause of death and rank among the leading causes of death globally and have a significant impact on workers and companies.. The study aims to analyze the reduction in risk factors for CHD following the intervention of preventive health programmes in field workers at Oil and Gas X Company in 2023. This research is quantitative with a quasi-experimental design The intervention methods are health care and exercise. Analysis results showed significant differences in body mass index, diastolic blood pressure, blood fat levels and blood sugar. On the other hand, there was no significant difference in systolic blood pressure, and the level of PJK risk. It is recommended that the company undertake a more comprehensive program evaluation and implementation, not only in terms of health and exercise but also programs such as smoking cessation, healthy diet, stress management can be done so that the success of the program can be felt benefits for both employees and the company.
Read More
T-7068
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andriza Hanifah Wulandari; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Rijal Noor Al-Ghiffari
Abstrak:

Kelelahan merupakan masalah multifaktor yang dialami pekerja sektor manufaktur dan
berdampak pada kecelakaan kerja, kesehatan, serta ekonomi. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan pada pekerja sales
perusahaan manufaktur di PT X tahun 2025. Faktor risiko yang diteliti meliputi faktor
risiko terkait pekerjaan (durasi kerja, masa kerja, beban kerja, waktu istirahat, waktu
perjalanan, dan lingkungan kerja) dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, status
gizi, kuantitas tidur, kualitas tidur, konsumsi alkohol, dan konsumsi kafein). Penelitian
ini menggunakan desain studi cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari
hingga Juni 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring, meliputi kuesioner
karakteristik individu dan pekerjaan, OFER, PSQI, NASA-TLX, dan persepsi terhadap
lingkungan kerja. Terdapat 136 data responden yang dianalisis menggunakan analisis
deskriptif dan inferensial dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa
56.6% pekerja mengalami kelelahan kronik dan 79.4% kelelahan akut. Hasil
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko terkait kerja
yaitu masa kerja (p value = 0.047), lingkungan kerja bising (p value = 0.033) dan faktor
risiko tidak terkait kerja, yaitu kualitas tidur (p value = 0.044) dengan kelelahan kronik.
Hasil juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko
terkait kerja yaitu beban kerja (p value = 0.033) dengan pemulihan kelelahan.


Fatigue is a multifactorial problem experienced by workers in the manufacturing sector  and has an impact on work accidents, health, and the economy. This study aims to analyze  the risk factors associated with fatigue in sales workers of manufacturing companies at  PT X in 2025. The risk factors studied include work-related risk factors (duration of work,  length of service, workload, rest time, commuting time, and work environment) and non work-related risk factors (age, nutritional status, sleep quantity, sleep quality, alcohol  consumption, and caffeine consumption). This study used a cross-sectional study design  conducted from February to June 2025. Data were collected through online  questionnaires, including individual and job characteristics questionnaires, OFER, PSQI,  NASA-TLX, and perceptions of work environment. 136 respondent data analyzed using  descriptive and inferential analysis with the chi-square test. The results of the analysis  showed that 56.6% of workers experienced chronic fatigue and 79.4% acute fatigue. The  results showed that there was a significant relationship between work-related risk factors,  namely work period (p value = 0.047), noisy work environment (p value = 0.033) and  non-work-related risk factors, namely sleep quality (p value = 0.044) with chronic fatigue.  The results also showed that there was a significant relationship between work-related  risk factors, namely workload (p value = 0.033) with fatigue recovery.

Read More
S-12100
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Abdillah Pasha; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Pauji Soleh
Abstrak:
Fatigue merupakan masalah multifaktor yang kerap dialami pekerja sektor manufaktur disebabkan oleh faktor terkait kerja dan faktor tidak terkait kerja sebagai variabel independen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor terkait kerja dan tidak terkait kerja dengan kelelahan atau fatigue pada perusahaan manufaktur di PT X Tahun 2024. Faktor terkait kerja yang diteliti meliputi beban kerja, shift kerja, jam kerja panjang, waktu istirahat, dan waktu perjalanan. Sementara itu faktor tidak terkait kerja yang diteliti meliputi usia, aktivitas fisik, penggunaan allohol, dan kualitas dan kuantitas tidur. Penelitian ini menggunakan dengan desain studi cross sectional menggunakan kuesioner yang mengadaptasi kuesioner OFER-15, kuesioner beban kerja, dan PSQI. 96 responden berpartisipasi dalam penelitian ini dengan distribusi pekerja lelah (kategori sedang tinggi-tinggi) sebesar 34,4%. Hasil uji statistik menggunakan chi square menunjukkan bahwa shift kerja, jam kerja panjang, waktu istirahat, waktu perjalanan, usia, aktivitas fisik, penggunaan alkohol dan kualitas dan kuantitas tidur tidak berhubungan signifikan dengan fatigue. Sementara itu, variabel beban kerja berhubungan signifikan dengan fatigue dengan p value = 0,010 (p<0,05) dan OR = 3,500 (95% CI: 1,425 – 8,579) yang bermakna bahwa pekerja dengan beban kerja berat berisiko 3,5 kali lipat mengalami kelelahan kronis. Dapat disimpulkan bahwa hanya variabel beban kerja yang berhubungan signifikan dengan kelelahan kronis dan akut. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut dari perusahaan berupa penegakkan fatigue risk management system (FRMS) dan pengintegrasian kebijakan terkait kerja, sementara itu saran untuk pekerja berupa pengaturan manajemen tidur, waktu istirahat, dan aktivitas fisik.

Fatigue is a multifactor problem often experienced by manufacturing sector workers due to work-related and non-work-related factors as independent variables. This study aims to analyze the relationship between work-related and non-work-related factors and fatigue in manufacturing companies in PT X in 2024. The work-related factors studied include workload, work shifts, long hours, rest time, and travel time. Meanwhile, non-work-related factors studied include age, physical activity, alcohol use, and sleep quality and quantity. This study used a cross-sectional study design, using questionnaires that adapted the OFER-15 questionnaire, workload questionnaire, and PSQI. 96 respondents participated in this study, with a distribution of fatigued workers (medium-high category) of 34.4%. Statistical test results using chi-square showed that work shifts, long working hours, rest time, travel time, age, physical activity, alcohol use, and sleep quality and quantity were not significantly associated with fatigue. Meanwhile, the workload variable was significantly associated with fatigue with a p-value = 0.010 (p<0.05) and OR = 3.500 (95% CI: 1.425 - 8.579), which means that workers with heavy workloads have a 3.5-fold risk of experiencing chronic fatigue. It can be concluded that only the workload variable is significantly associated with chronic fatigue, either acute or chronic. Therefore, follow-up is needed from the company by enforcing the fatigue risk management system (FRMS) and integrating work-related policies, while advice for workers is in the form of sleep management, rest time, and physical activity.
Read More
S-11785
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Trisnajaya; Pemb. Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Baiduri, Jusran Ampulembang, Mayarni
Abstrak:

Hipertensi adalah salah satu penyakit sistem kardiovaskuler dengan prevalensi tertinggi di masyarakat dan dapat menimbulkan berbagai gangguan organ vital tubuh dengan akiba.t kelemahan fungsi organ cacat maupun kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia. pola kerja. merokok. asupan garam. olahraga teratur dan status gizi terhadap kejadian hipertensi pada pekerja area produksi perusaha.an migas X Kalimantan Timur tahun 2008. Peneiitian ini tergolong penelitian observasional dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Populasi penelitian ada!ah pekerja diarea produksi lapangan produksi S perusahaan migas X Kalimantan Timur tahun 2008. Sampe1 penelitia.n adalah seluruh pekerja di area produksi Japangan produksi S yang menderita hipertensi mempunyai hubungan bermakna dengan hipertensi (p value = 0,005, OR "" 3,00095% CI: 1,385 6,499), {p value = 0,043, OR = 2,286 95% CI: 1,092-4,783), merokok tidak menunjukkan hubungan bennakna dengan terjadinya hipertensi (p value= 0 550, CI: 0,627 - 3.0J3), konsumsi garam mempunyai hubungan bermakna dengan hipertensi (p value = 0,045, OR = 2,486 95% CI: 1,096-5,641 ), olahraga teratur mempunyai hubungan bennakna (p value = 0,033, OR = 2,833 95% CI: 1,165-6,892) dan status gizi mempunyai hubungan bermakna dengan biperteosi (p value = 0,028, OR= 2,429 95% CI:1,163-5,071) Oari seluruh faktor risiko tersebut yang paling dominan adalah olahraga teratur. Program surveilans dan promosi kesehatan pekerja perlu diiakukan untuk mengetahui dan mencegah faktor-faktor hipertensi lainnya.


Hypertension is oneof the cardiovascular system illnesses with the highest prevalence in the community and can cause serious disturbance of the vital body organ with resulting from the weakness of the organ function,. the defect and the death. This research aimed at knowing the association of the age, the pattern of work, smoking, salt consumption, doing regular sport and the status of the nutrient towards the hypertension incident in the workers of the production area of oil and gas company X in East Kalimantan year 2008, This research is classified as an observational research with the plan of control case research. The research population is the workers in the production area nutrient status. The dependent variable is hypertension. The data is processed quantitatively and is analysed with the computer help. The results of this research into 120 (60 cases and 60 controls) workers in production area of the production field :"S" in oil and gas company "X" shows that age has significant relations with hyper tension (p value = 0,005, OR - 3,000 95% CI: 1,385-6,499), the pattern of work has significant relations with hypertension (p value = 0,043, OR = 2,286 95% CI: 1,092-4,783)smoking has not significant relations with hypertension (p value0,550, OR= 1,375 95% Cl: 0,627-3,013), salt consumption has significant relations with hypertension (p value = 0,045, OR = 2,486 95% CI: 1,096-5,641), doing regular sport has significant relations with hypertension (p value= 0,033, OR= 2,833 95% CI: 1,165-6,892) and the nutrient status has significant relations with hypertension (p value = 0 028.OR = 2,429 95% CI:1,163·5)07l). From all those risk. factors, the most dominant is doing regular sport. Surveillance and health promotion program should be done to detection and prevention about other hypertension risk factors.

Read More
T-2837
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Clara Pratista Wijaya; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Hendra, Sudiro
Abstrak:
Kelelahan kerja merupakan masalah serius yang berdampak pada produktivitas dan keselamatan pekerja, termasuk di industri jasa survei. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan gambaran kelelahan dan menganalisis hubungan antara faktor risiko kelelahan terkait kerja dan di luar pekerjaan pada inspektor PT X tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri atas 74 inspektor merupakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner Subjective Self Rating Test, PSQI, dan NASA-TLX kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan odds ratio (OR). Hasil menunjukkan seluruh inspektor mengalami kelelahan, yaitu 79,7% kelelahan ringan dan 21,3% kelelahan sedang. Faktor yang berhubungan signifikan pada kelelahan, yaitu kualitas tidur kurang 6 kali lebih berisiko dibandingkan kualitas tidur baik (OR=6,26) dan tidak aktif secara fisik 12 kali lebih berisiko dibandingkan aktif (OR=12,34), sedangkan durasi kerja (OR=0,15) dan waktu perjalanan (OR=0,15) tidak sesuai teori umum dan berbeda dengan penelitian lain sehingga diperlukan penelitian lanjutan. Perlu dilakukan upaya pengendalian oleh perusahaan berupa program manajemen kelelahan secara komprehensif dan terintegrasi dengan mempertimbangkan berbagai faktor risikonya. Pola hidup sehat, manajemen istirahat yang cukup, meningkatkan kualitas tidur dapat mengurangi risiko kelelahan kerja.


Occupational fatigue is a critical issue affecting worker productivity and safety, including in the surveying service industry. This study aimed to describe the prevalence of fatigue and analyze the relationship between work-related and non-work-related risk factors among inspectors at PT X in 2025. This research used a cross-sectional design with a quantitative approach involving 74 inspectors selected by total sampling. Data were collected using the Subjective Self-Rating Test, PSQI, and NASA-TLX questionnaires then analyzed using the Chi-square test and odds ratio (OR). The results showed that all inspectors experienced fatigue, 79.7% reporting mild fatigue and 21.3% moderate fatigue. Significant risk factors associated included, poor sleep quality, which posed a 6 times higher risk than good sleep quality (OR = 6.26), and physical inactivity, which presented a 12 times higher risk than being physically active (OR = 12,34). In contrast, work duration (OR = 0.15) and travel time (OR = 0.15) did not align with general theories and differed from previous studies, highlighting the need for further research. The study recommends comprehensive fatigue management programs by considering various risk factors. A healthy lifestyle, adequate rest management, and improving sleep quality can reduce the risk of occupational fatigue.
Read More
S-12114
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive