Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37436 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Astriana; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Herdiana Eta Prananti, Fitria Saftarina
Abstrak:
Meningkatnya tren jumlah Bed Occupancy Rate (BOR) dari tahun ke tahun di Rumah Sakit Graha Husada menjadi kewaspadaan pada kinerja perawat. Penilaian kinerja yang menurun pada tahun 2023 sangat disayangkan oleh manajemen dan dapat berdampak pada pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Graha Husada pada masa yang akan datang. Penilaian kinerja yang dapat diukur melalui teori Gibson melalui variabel individu, organisasi, psikologis serta kebugaran perawat merupakan salah satu langkah untuk menilai kualitas kinerja yang bermutu baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan variabel individu, organisasi dan psikologis terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional dengan tujuan dapat mengetahui besarnya signifikansi faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024 kepada 82 perawat yang bekerja di Rumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel individu dengan p-value 0,0012 < 0,05, kebugaran dengan p-value 0,090 < 0,05, variabel organisasi dengan p-value 0,000 < 0,05 dan variabel psikologis dengan p-value 0,0002 < 0,05 terhadap kinerja perawat dengan nilai OR secara berurutan (3,93), (20,308), dan (5,438). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan kuat terhadap kinerja perawat adalah variabel organisasi dan variabel psikiologis, namun dari kedua variabel tersebut variabel yang memiliki hubungan paling kuat terhadap kinerja perawat adalah variabel organisasi. Artinya dengan meningkatnya variabel organisasi maka dapat meningkatkan kinerja perawat di rumah sakit. Sehingga rumah sakit perlu untuk mengembangkan pengelolaan organisasi dengan berbagai cara seperti meningkatkan akses yang memadai, meningkatkan sumber daya fisik yang diperlukan, memperbaiki struktur organisasi dan hirarki kepemimpinan, memperhatikan desain pekerjaan dengan keberagaman tugas dan tantangan serta memperhatikan kepuasan kerja perawat.

The increasing trend in the Bed Occupancy Rate (BOR) year by year at Graha Husada Hospital has raised concerns about the performance of the nurses. The decline in performance ratings in 2023 is regrettable for management and could impact healthcare services at Graha Husada Hospital in the future. Performance assessment, which can be measured through Gibson's theory via individual, organizational, psychological, and wellness variables of the nurses, is one of the steps to evaluate high-quality performance. The aim of this research is to determine the relationship between individual, organizational, and psychological variables on the performance of nurses at Graha Husada Hospital in Bandar Lampung. This study is a type of quantitative research using a cross-sectional design to determine the significance of factors related to nurse performance. The study was conducted in May 2024 with 82 nurses working at Graha Husada Hospital in Bandar Lampung. The results showed a significant relationship between individual variables with a p-value of 0.0012 < 0.05, wellness with a p-value of 0.090 < 0.05, organizational variables with a p-value of 0.000 < 0.05, and psychological variables with a p-value of 0.0002 < 0.05 on nurse performance, with OR values of (3.93), (20.308), and (5.438) respectively. The results indicate that the variables with a strong relationship to nurse performance are organizational and psychological variables, with organizational variables having the strongest relationship to nurse performance. This means that improving organizational variables can enhance nurse performance in the hospital. Therefore, the hospital needs to develop organizational management in various ways, such as increasing adequate access, improving necessary physical resources, refining organizational structure and leadership hierarchy, paying attention to job design with task variety and challenges, and considering nurse job satisfaction.
 
Read More
B-2488
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pandu Lesmana Putra; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Rachmad, Sumijatun
Abstrak:
Kinerja perawat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stres. Mengingat perawat adalah profesi yang rentan terhadap tekanan dan stres, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi stres kerja dan kinerja mereka. Beberapa faktor yang relevan meliputi karakteristik individu, gaya kepemimpinan, dukungan organisasi, dan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab stres kerja pada perawat di Rumah Sakit AM Bekasi serta dampaknya terhadap kinerja perawat, dengan mempertimbangkan pengaruh motivasi kerja, karakteristik individu, dukungan organisasi, dan gaya kepemimpinan. Responden dalam penelitian ini adalah 50 perawat dari unit IGD, rawat jalan, rawat inap, ICU, perinatologi, kamar operasi, dan hemodialisis. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode univariat, bivariat, dan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu dan dukungan organisasi memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja dan kinerja perawat (p<0.05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan, baik langsung maupun tidak langsung, antara stres dan kinerja perawat. Faktor usia, unit kerja, pendidikan, dan lama bekerja berhubungan signifikan dengan stres kerja, sementara usia, pengalaman, dan status pernikahan berhubungan signifikan dengan kinerja perawat. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik individu memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja dan stres, sementara dukungan organisasi berpengaruh terha6dap stres. Namun, variabel motivasi dan stres tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan ini, dan gaya kepemimpinan tidak memiliki pengaruh signifikan dalam konteks penelitian ini

Nurses' performance can be influenced by various factors, including stress. Given that nursing is a profession prone to pressure and stress, it is important to identify the factors that can affect job stress and performance. Relevant factors include individual characteristics, leadership style, organizational support, and motivation. This study aims to examine the factors causing job stress among nurses at AM Hospital Bekasi and its impact on their performance, considering the influence of work motivation, individual characteristics, organizational support, and leadership style. The respondents of this study were 50 nurses from the emergency unit, outpatient care, inpatient care, ICU, perinatology, operating room, and hemodialysis unit. Data were collected through questionnaires and analyzed using univariate, bivariate, and SEM-PLS methods. The results showed that individual characteristics and organizational support have a significant relationship with job stress dan nurse performance (p<0,05). However, no significant direct or indirect relationship was found between stress and nurse performance. Factors such as age, work unit, education, and length of service are significantly related to job stress, while age, length of service, and marital status are significantly related to nurse performance. Overall, this study shows that individual characteristics have a significant impact on performance and stress, while organizational support affects stress. However, motivation and stress variables do not serve as mediators in this relationship, and leadership style does not have a significant influence in the context of this study.
 
Read More
B-2477
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salma Hasyim; Pembimbing: Istiyana
B-797
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selvie Fitria Pinandita; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Evy Febrina Nurpeni, Cholid Yamani
Abstrak: Latar belakang : Ketidaktercapaian target kunjungan pasien rawat jalan di RSIA Kenari Graha Medika selama 3 tahun terakhir menunjukkan adanya masalah yang perlu segera diatasi. Tidak tercapainya target pasien lama selama periode tersebut mengindikasikan rendahnya minat pasien untuk kembali (repurchase intention). Komunikasi antara dokter dan pasien di unit rawat jalan RSIA Kenari Graha Medika menjadi perhatian karena beberapa kali mendapatkan komplain pasien. Tujuan : untuk mengetahui hubungan keterampilan komunikasi dokter dengan repurchase intention pasien rawat jalan di RSIA Kenari Graha Medika. Metode : Desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel sebesar 152 sampel. Variabel yang diteliti adalah keterampilan komunikasi dokter dihubungkan dengan repurchase intention yang dimediasi oleh variabel customer satisfaction. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat (deskriptif) dan multivariat dengan SEM PLS. Hasil : Dari analisis data didapatkan seluruh konstruk dinyatakan valid dan reliabel berdasarkan hasil perhitungan loading factor, AVE dan corbach alpha. Uji hipotesis menunjukkan semua variabel diterima. Kesimpulan : Keterampilan komunikasi dokter berhubungan positif dan signifikan terhadap repurchase intention melalui kepuasan pasien, semakin tinggi keterampilan komunikasi dokter maka semakin tinggi juga repurchase intention. Berdasarkan temuan bahwa keterampilan komunikasi dokter berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien dan repurchase intention, penting untuk terus melatih dokter dalam keterampilan komunikasi yang efektif.
Background: The failure to achieve the target for outpatient visits at RSIA Kenari Graha Medika over the last 3 years indicates a problem that needs to be addressed immediately. Not achieving the old patient target during this period indicates the patient's low interest in returning (repurchase intention). Communication between doctors and patients in the RSIA Kenari Graha Medika outpatient unit has become a concern because several times patient complaints have been received. Objective: to determine the relationship between doctors' communication skills and repurchase intention of outpatients at RSIA Kenari Graha Medika. Method: Cross sectional research design with a sample size of 152 samples. The variable studied is the doctor's communication skills which are associated with repurchase intention which is mediated by the customer satisfaction variable. Data analysis was carried out using univariate (descriptive) and multivariate analysis with SEM PLS. Results: From data analysis, it was found that all constructs were declared valid and reliable based on the results of loading factor, AVE and Corbach alpha calculations. Hypothesis testing shows all variables are accepted. Conclusion: Doctors' communication skills are positively and significantly related to repurchase intention through patient satisfaction. The higher the doctor's communication skills, the higher the repurchase intention. Based on the finding that physician communication skills are significantly related to patient satisfaction and repurchase intention, it is important to continue training physicians in effective communication skills.
Read More
B-2487
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Brandon Clementius; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Tuan Juniar Situmorang, Fushen
Abstrak:

Latar belakang: Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan manfaat pembiayaan pelayanan kesehatan di rumah sakit (RS) termasuk pada layanan rawat jalan. Komposisi pasien rawat jalan (RJ) RS UKRIDA hampir seluruhnya menggunakan penjaminan program JKN. Berdasarkan analisa kondisi finansial RS, selain menjaga pemasukan dari program JKN, perlu adanya dorongan pemasukan dari komposisi pasien berbayar pribadi (out of pocket). Secara regulasi, pasien JKN diperkenankan iur biaya untuk layanan rawat jalan eksekutif. Oleh karena itu penelitian ini ingin melihat gambaran serta hubungan kepuasan pengalaman pasien / patient experiential satisfaction (PES), loyalitas pasien (LP), dan willingness to pay (WTP) untuk peningkatan layanan pada pasien layanan RJ RS UKRIDA. Metodologi: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Sampel adalah pasien RJ RS UKRIDA yang menggunakan jaminan program JKN pada lima poli yang ditetapkan. Sampling dilakukan dengan metode convenient sampling selama bulan Mei 2024. Hasil: Persepsi responden terhadap variabel inpenden dari PES sudah baik. PES dan LP juga sudah digambarkan baik oleh responden. Responden juga menunjukkan kesediaan membayar untuk peningkatan layanan yang ditawarkan dengan nilai rerata sebesar Rp 140.968,-. PES berpengaruh positif dan signifikan terhadap LP dan WTP, begitu juga LP terhadap WTP. LP menjadi variabel mediasi yang signifikan untuk hubungan PES terhadap WTP Kesimpulan: RS perlu mempertahankan dan meningkatkan PES dari pasien yang berobat sehingga terbentuk LP yang akan membangun budaya WTP pada pasien JKN untuk peningkatan layanan. Minat bayar tersebut dapat disalurkan melalui pengembangan layanan poliklinik eksekutif di RS Kata kunci: kepuasan pengalaman pasien, loyalitas pasien, kesediaan membayar, layanan rawat jalan, poliklinik eksekutif


Background: National Health Insurance (NHI) program in Indonesia provide health services financing benefit, including services at hospital outpatient clinics. At UKRIDA hospital itself, most patient utilise that NHI benefit. As for that, based on hospital financial condition, NHI patients must be maintained, but on the other side revenue from out-of-pocket patients should be improved. Indonesian health regulation permit hospital to charge extra fees from NHI patients for execuitve services. Therefore, this study picture patient experiential satisfaction (PES), patient loyalty (PL), and patient’s willingness to pay (WTP) for quality improvement at UKRIDA Hospital outpatients setting. Methodology: This is a quantitative cross-sectional study using questionnaire as it’s tool. Samples taken in May 2024 using convenient sampling method from UKRIDA hospital outpatients that utilise NHI benefit for five chosen departement clinics. Results: Respondents rate every PES’s independent construct as good. PES and PL also rated as good. Respondents show willingness to pay for every quality improvement given in the questionairre with average value at Rp 140.968,-. PES found to be significantly influence LP and WTP, as well as LP significantly influence WTP. LP acts as significant mediator for PES to influence patient’s WTP for quality improvement. Conclusion: UKRIDA Hospital need to maintain it’s performance to keep PES, therefore PL is formed. At this state, NHI patient’s WTP for quality improvement expected to be improved. To channel that interest, UKRIDA Hospital should develop executive clinics based on regulation. Keywords: Patient experiential satisfaction, patient loyalty, willingness to pay, outpatient, executive clinic

Read More
B-2473
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maryam Afifah; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Prastuti Soewondo, Wachyu Sulistiadi, Evy Febrina Nurpeni, Martha L. Siahaan
Abstrak:
Rumah sakit memerlukan tata kelola yang baik sebagai instansi mandiri yang bergerak di bidang layanan kesehatan. Tata kelola dalam layanan kesehatan tersebut diturunkan bentuk tata kelola klinis yang dirumuskan dalam Clinical Pathway. Clinical Pathway merupakan alur klinis yang mengatur standar pelayanan kesehatan yang diberikan oleh beragam tenaga ahli kesehatan. Kepatuhan terhadap Clinical Pathway juga menjadi tolak ukur mutu rumah sakit yang menjadi salah satu dari 13 indikator mutu nasional. Kepatuhan terhadap Clinical Pathway di RSIA Kenari Graha Medika masih dibawah standar nasional, untuk itu dilakukan analisis terkait gambaran implementasi dan kepatuhan terhadap Clinical Pathway demam dengue di RSIA Kenari Graha Medika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara terhadap 10 informan dan pengambilan data tagihan pasien rawat inap sebagai data sekunder. Data kemudian dilakukan validasi dengan triangulasi data. Hasil peneltian didapatkan kurangnya diskusi tim, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan pada proses implementasi Clinical Pathway membuat pengetahuan terkait Clinical Pathway rendah sehingga variasi penggunaan obat dan jumlah pemeriksaan juga masih sering terjadi. Hal ini menjadi salah satu penyebab selisih tarif rumah sakit dengan tarif inacbg. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan untuk dilakukan perbaikan sistem pada implementasi Clinical Pathway di RSIA Kenari Graha Medika.

Hospitals require good clinical governance as independent institutions operating of healthcare services. Clinical Governance is manifested in the form of Clinical Pathways, which regulate the standards of healthcare provided by various healthcare professionals. Compliance with Clinical Pathways is also a benchmark for the quality of hospitals, which is one of the 13 national quality indicators. Compliance with Clinical Pathways at RSIA Kenari Graha Medika is below national standards. Therefore, an analysis was conducted regarding the implementation and compliance with the dengue fever Clinical Pathway at RSIA Kenari Graha Medika. This qualitative study involved interviews with 10 informants and the collection of inpatient billing data as secondary data. The data was then validated through data triangulation. The research found that a lack of discussion, socialization, training, and mentoring in the implementation process of Clinical Pathway results in low knowledge related to Clinical Pathway, leading to frequent variations in drug usage and the number of examinations. This is one of the reasons for the discrepancy in hospital rates compared to inacbg rates. This study is expected to be a consideration for improving the system in the implementation of Clinical Pathway at RSIA Kenari Graha Medika.
Read More
B-2476
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
David Rainer Irianto Hutajulu; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Desi Harviani, Citra Bakti Pangaribuan
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui posisi strategis RSIA Nabasa saat ini, (2) merekomendasikan alternatif strategi yang sesuai, (3) menerjemahkan strategi terpilih menjadi program kerja dengan pendekatan Balanced Scorecard, dan (4) mengusulkan rencana implementasi strategi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Keabsahan data diuji dengan metode triangulasi. Tahapan penelitian mencakup input stage menggunakan analisis EFAS dan IFAS, matching stage menggunakan matriks IE dan TOWS, serta decision stage menggunakan QSPM. Strategi terpilih kemudian diterjemahkan ke dalam sasaran strategis dan program kerja menggunakan kerangka Balanced Scorecard. Hasil penelitian menunjukkan posisi strategis RSIA Nabasa berada pada kuadran V (Hold and Maintain) matriks IE dan kuadran II (Internal Fix-It) matriks TOWS, yang mengarahkan pada strategi penetrasi pasar. Strategi ini dijabarkan ke dalam 12 sasaran strategis dan 31 program kerja dalam 4 perspektif Balanced Scorecard. Program kerja unggulan yang direkomendasikan antara lain peningkatan kualitas layanan, efisiensi biaya, pengembangan SDM, dan optimalisasi teknologi. Rencana implementasi strategi disusun untuk periode 5 tahun dengan roadmap, indikator kinerja, dan target yang jelas. Implikasi manajerial utama meliputi penguatan fungsi pemasaran, pengembangan sistem informasi, penyelarasan organisasi, serta monitoring dan evaluasi berkala. Penelitian ini juga merekomendasikan penerapan strategi omnichannel marketing untuk meningkatkan jangkauan pelanggan dan memberikan pengalaman layanan yang konsisten.

This study aims to (1) assess the current strategic position of RSIA Nabasa, (2) recommend suitable alternative strategies, (3) translate the chosen strategy into action plans using the Balanced Scorecard approach, and (4) propose a strategy implementation plan. This research employs a qualitative methodology with a case study approach. Data collection is conducted through in-depth interviews, observations, and document analysis. Data validity is examined using the triangulation method. The research stages include an input stage using EFAS and IFAS analysis, a matching stage using IE and TOWS matrices, and a decision stage using QSPM. The selected strategy is then translated into strategic objectives and action plans using the Balanced Scorecard framework. The findings reveal that RSIA Nabasa's strategic position lies in quadrant V (Hold and Maintain) of the IE matrix and quadrant II (Internal Fix-It) of the TOWS matrix, directing towards a market penetration strategy. This strategy is elaborated into 12 strategic objectives and 31 action plans across 4 perspectives of the Balanced Scorecard. The recommended flagship programs include service quality improvement, cost efficiency, human resource development, and technology optimization. The strategy implementation plan is developed for a 5-year period with a clear roadmap, performance indicators, and targets. Key managerial implications encompass strengthening the marketing function, developing an information system, organizational alignment, and regular monitoring and evaluation. This study also recommends the adoption of an omnichannel marketing strategy to enhance customer reach and deliver a consistent service experience. The results of this research contribute to the body of knowledge in strategic management, particularly in the context of healthcare organizations. The proposed strategic plan and implementation roadmap serve as a guiding framework for RSIA Nabasa to navigate the dynamic healthcare landscape, optimize its resources, and deliver superior value to its stakeholders. Furthermore, the recommendation to embrace omnichannel marketing highlights the importance of integrating digital and physical touchpoints to create a seamless patient experience in the digital era.
Read More
B-2470
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yesti Mulia Eryani; Pembimbing: Pujiyanti; Penguji:
Abstrak:
Latar belakang: Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan telah mendorong rumah sakit untuk menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik (RME) guna meningkatkan mutu pelayanan, efisiensi kerja, dan keselamatan pasien. Kerangka PIECES merupakan kerangka kerja yang mengklasifikasikan masalah, peluang, dan arahan menjadi 6 kategori yang dapat memberikan panduan yang komprehensif dan seluruh faktor penting diperhatikan dalam melakukan evaluasi sehingga dapat diidentifikasi area-area yang membutuhkan perbaikan dan dapat mengukur dampak terhadap organisasi secara menyeluruh dalam evaluasi sistem RME. Penerapan RME di RS Andhika berjalan sejak 2022 namun sampai saat ini belum berjalan maksimal dan masih ditemukan kendala dalam pelaksanaannya seperti formulir yang tidak lengkap, hak akses staf tidak aktif masih ada, adanya dobel rekam medis dan capaian pengisian rekam medis di RS Andhika baru mencapai 93% dengan standar 100%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan RME di RSU Andhika Jakarta Selatan menggunakan metode PIECES yang mencakup enam aspek terdiri dari Performance, Information and Data, Economics, Control and Security, Efficiency, dan Service. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam serta telaah dokumen. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada aspek Performance, sistem RME telah memberikan informasi yang cukup tetapi masih ditemukan kendala teknis dan kelengkapan data. Information and Data dinilai cukup informatif namun fleksibilitas dan kesesuaian data dengan kebutuhan masih perlu ditingkatkan. Pada aspek Economics, ditemukan tantangan terkait keterbatasan integrasi dan tingginya biaya operasional. Control and Security sudah mengatur hak akses, namun masih ditemukan kelemahan dalam autentikasi pengguna. Efficiency menunjukkan sistem cukup mudah dipelajari namun tidak memberi notifikasi kesalahan. Aspek Service menunjukkan akurasi cukup baik, namun masih terdapat ketidakkonsistenan data di beberapa jenis data. Kesimpulan: Penerapan RME di RS Andhika saat ini belum optimal yang masih diperlukan perbaikan dalam setiap aspek yang mempengaruhi dilihat dari segi Performance, Information and Data, Economic, Control and Security, Efficiency, dan Service dengan melakukan perencanaan, evaluasi, dan monitoring dalam penerapan rekam medis elektronik serta berupaya untuk selalu melakukan perbaikan.

Background: The development of information technology in the health sector has encouraged hospitals to organize Electronic Medical Records (EMR) to improve reciprocal services, work efficiency, and patient safety. The PIECES framework is a framework that classifies problems, opportunities, and directions into 6 categories that can provide comprehensive guidance and all important factors are considered in conducting evaluations so that areas that need improvement can be identified and the impact on the organization as a whole can be measured in the EMR evaluation system. The implementation of EMR at Andhika Hospital has been running since 2022, but until now it has not been running optimally and there are still obstacles in its implementation such as incomplete forms, inactive staff access rights still exist, there are double medical records and the achievement of filling in medical records at Andhika Hospital has only reached 93% with a standard of 100%. Purpose: This study aims to analyze the implementation of EMR at Andhika Hospital, South Jakarta using the PIECES method which includes six aspects consisting of Performance, Information and Data, Economics, Control and Security, Efficiency, and Service. Method: This study is a qualitative study with data collection techniques carried out through observation, in-depth interviews and document review. Results: The results show that in the Performance aspect, the RME system has provided sufficient information but there are still technical constraints and data completeness. Information and Data are considered quite informative but anxiety and alignment of data with needs still need to be improved. In the Economic aspect, challenges were found related to limited integration and high operational costs. Control and Security have regulated access rights, but there are still weaknesses in user authentication. Efficiency shows that the system is quite easy to learn but does not provide error notifications. The Service aspect shows fairly good accuracy, but there is still data inconsistency in several types of data. Conclusion: The implementation of RME at Andhika Hospital is currently not optimal and still needs improvement in every aspect that affects it in terms of Performance, Information and Data, Economic, Control and Security, Efficiency, and Service by planning, evaluating, and monitoring in the implementation of electronic medical records and trying to always make improvements.

Read More
B-2534
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggraina Widiyanti; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Rakhmad Hidayat, Nana Mulyana, Sri Kuswahyuni
Abstrak:
Latar Belakang: Pencapaian kinerja Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit (RS) Hermina Tangerang mengalami fluktuatif, belum mencapai target yang ditentukan dan trendlinenya cenderung mengalami penurunan pada periode tahun 2018-2023. Penilaian google review RS Hermina Tangerang adalah 4,1 dari 5, dimana masih didapatkan banyak keluhan mengenai kualitas pelayanan rawat inap di RS Hermina Tangerang. Hal ini mungkin menjadi penyebab rendahnya kunjungan ulang pasien ke RS Hermina Tangerang. Sehingga pencapaian Rawat Jalan, IGD dan BOR di RS Hermina Tangerang tidak mencapai target yang telah ditentukan. Apabila pencapaian tersebut dibiarkan terjadi terus menerus, akan berdampak signifikan pada pendapatan Rumah Sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah mix methode, dengan tahap pertama survey, dan tahap kedua dengan action research.. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada pasien rawat inap di RS Hermina Tangerang dan wawancara dengan informan kunci. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan model persamaan struktural (SEM) dengan pendekatan partial least square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Word Of Mouth (WOM) dan minat kunjungan ulang pasien. Dimensi kualitas pelayanan yang meliputi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, semuanya berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan WOM dan minat kunjungan ulang. Selain itu, WOM juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan ulang pasien. Kesimpulan: Kualitas pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Hermina Tangerang sudah baik. Namun masih ada nilai dalam dimensi kualitas pelayanan yang kecil, menjadi ruang untuk RS Hermina Tangerang melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan. Saran bagi manajemen rumah sakit adalah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan guna meningkatkan loyalitas pasien dan keberhasilan bisnis rumah sakit. Kata Kunci: Kualitas pelayanan, Word of Mouth, Minat Kunjungan Ulang

Background: The performance achievements in Outpatient Services, Emergency Department (ED), and Bed Occupancy Rate (BOR) at Hermina Hospital Tangerang have been fluctuating, not reaching the set targets, and the trendline has tended to decline during the period 2018-2023. The Google review rating for Hermina Hospital Tangerang is 4.1 out of 5, where there are still many complaints regarding the quality of inpatient services at Hermina Hospital Tangerang. This may be the cause of the low rate of revisit intention patient to Hermina Hospital Tangerang. As a result, the achievements in Outpatient Services, ED, and BOR at Hermina Hospital Tangerang do not meet the predetermined targets. If this situation is allowed to continue, it will have a significant impact on the hospital's revenue. Methode: The research method used is a mixed method, with the first stage being a survey, and the second stage involving CDMG (Consensus Decision Making Group). Data were collected through questionnaires distributed to inpatients at Hermina Hospital Tangerang and interviews with key informants. Quantitative data analysis was conducted using structural equation modeling (SEM) with a partial least square (PLS) approach. Result: The research results show that service quality has a positive and significant influence on Word Of Mouth (WOM) and revisit intention. The dimensions of service quality, including tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy, all contribute significantly to the increase in WOM and revisit intention. Moreover, WOM also has a proven positive and significant influence on revisit intention. Conclusion: The quality of inpatient services at Hermina Hospital Tangerang is already good. However, there are still low scores in certain service quality dimensions, providing an opportunity for Hermina Hospital Tangerang to make improvements and enhance service quality. The recommendation for hospital management is to continuously improve service quality to increase patient loyalty and business success of the hospital. Keywords: Service Quality, Word of Mouth, Revisit Intention
 
Read More
B-2480
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofi Indriani; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Budi Hartono, Ede Surya Darmawan, Juanna Soehardy
Abstrak:

Latar belakang: Kementerian Kesehatan memperkenalkan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit. Untuk implementasi dan pengelolaan KRIS yang efektif, diperlukan pendekatan yang komprehensif seperti Balanced Scorecard (BSC). BSC menyediakan kerangka kerja holistik untuk mengukur dan mengelola kinerja rumah sakit dari perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi untuk meningkatkan pendapatan RS dalam penerapan KRIS- JKN di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam. Metodologi penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dengan tujuan memperoleh gambaran tentang strategi peningkatan pendapatan RS Budi Kemuliaan Batam dalam penerapan kebijakan KRIS-JKN dengan Metode Balanced Scorecard. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April 2024 hingga bulan Juni 2024. Hasil penelitian: Pada perspektif keuangan strategi yang diterapkan adalah pengelolaan biaya dan optimisasi pendapatan dari layanan JKN. Perspektif pelanggan menekankan pada peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pasien, yang secara langsung berdampak pada peningkatan kunjungan serta memberikan pelatihan komunikasi efektif. Perspektif proses bisnis internal strateginya melakukan diversifikasi pelayanan dari pelayan yang sudah ada salah satunya adalah membuka poli eksekutif dan poli tumbuh kembang anak. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan melakukan pelatihan dan pengembangan kompetensi staf Kesimpulan: Penerapan Balanced Scorecard di rumah sakit Budi Kemuliaan Batam memberikan kerangka kerja yang komprehensif dan terukur untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit. Ini melibatkan empat perspektif utama: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Fokus utama adalah pengelolaan biaya dan optimisasi pendapatan, peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pasien, efisiensi operasional dan peningkatan teknologi informasi, serta pelatihan dan pengembangan kompetensi staf. Diversifikasi layanan dan peningkatan pelayanan juga merupakan bagian penting dari strategi ini. Kata kunci: Balanced Scorecard, KRIS JKN, Keuangan, Pelanggan, Proses Bisnis Internal


Background: The Ministry of Health has introduced the Standard Inpatient Class (KRIS) to improve the quality of healthcare services in hospitals. For effective implementation and management of KRIS, a comprehensive approach such as the Balanced Scorecard (BSC) is needed. BSC provides a holistic framework for measuring and managing hospital performance from the perspectives of finance, customer, internal business processes, and learning and growth. Objective:. This study aims to identify strategies to increase hospital revenue in the implementation of KRIS-JKN at Budi Kemuliaan Hospital Batam. Methode: This research uses a qualitative approach with a case study design to obtain an overview of the revenue enhancement strategies at Budi Kemuliaan Hospital Batam in the implementation of the KRIS-JKN policy using the Balanced Scorecard Method. The study was conducted from April 2024 to June 2024 Results: In the financial perspective, the strategies implemented are cost management and revenue optimization from JKN services. The customer perspective emphasizes improving service quality and patient satisfaction, which directly impacts increased visits and includes providing effective communication training. The internal business processes perspective involves diversifying services from existing ones, such as opening an executive clinic and a child development clinic. The learning and growth perspective focuses on training and developing staff competencies Conclusion: The implementation of the Balanced Scorecard at Budi Kemuliaan Hospital Batam provides a comprehensive and measurable framework to increase hospital revenue. It involves four main perspectives: financial, customer, internal business processes, and learning and growth. The primary focus is on cost management and revenue optimization, improving service quality and patient satisfaction, operational efficiency and information technology enhancement, as well as staff training and competency development. Service diversification and enhancement are also crucial parts of this strategy Keyword: Balanced Scorecard, KRIS JKN, Financial, Customer, Internal Business Processes

Read More
B-2481
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive