Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37866 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putri Citra Cinta Asyura Nasution; Promotor: Dumilah Ayuningtyas; Kopromotor: Adang Bachtiar, Besral; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Sutoto, Emma Rachmawati, Viera Wardhani
Abstrak:

Keselamatan pasien merupakan kewajiban rumah sakit dan bagian integral dari akreditasi sejak 2008. Namun, berbagai permasalahan masih sering ditemukan, sehingga keberlanjutan perbaikan menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan merumuskan model konseptual strategi peningkatan keselamatan pasien. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain convergent parallel. Data kuantitatif berasal dari Riset Fasilitas Kesehatan 2019 (523 rumah sakit) dan data akreditasi (917 rumah sakit), dianalisis menggunakan uji chi-square, regresi logistik, dan analisis jalur. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen dari enam rumah sakit, dinas kesehatan provinsi, dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) wilayah di Sumatera Utara dan Bali, dengan total 95 informan. Analisis tematik menggunakan perangkat NVivo, dengan kerangka Malcolm Baldrige dan model implementasi Van Meter-Van Horn, meliputi ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus tenaga kerja, fokus operasi, fokus pelanggan, pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan, komunikasi antar organisasi, serta peran akreditasi. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa pelaporan insiden keselamatan pasien berhubungan signifikan dengan lokasi (Jawa-Bali), status akreditasi, jumlah tempat tidur (> 200), kelas rumah sakit (A dan B), evaluasi pelayanan, audit internal, serta keaktifan komite keselamatan pasien dan pengendalian infeksi. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa implementasi kebijakan keselamatan pasien sudah berjalan, namun bervariasi tergantung kepemilikan dan ketersediaan sumber daya. Semua dimensi yang diteliti berpotensi menjadi faktor pendukung maupun penghambat tergantung pengelolaannya. Kepemimpinan yang kuat, fasilitas yang memadai, serta budaya keselamatan yang ditanamkan secara konsisten memperkuat implementasi, sedangkan lemahnya komitmen dan keterbatasan dana menjadi kendala. Hambatan juga muncul dalam pelaporan insiden, baik dari sisi organisasi maupun individu. Penelitian ini menghasilkan model konseptual strategi peningkatan keselamatan pasien yang mencakup integrasi keselamatan pasien dalam perencanaan strategis, penguatan kepemimpinan, peningkatan kapasitas staf, alokasi anggaran memadai, monitoring dan evaluasi berkelanjutan, serta pelibatan pasien. Model ini diharapkan dapat mendorong peningkatan keselamatan pasien secara menyeluruh dan berkelanjutan di rumah sakit.


 

Patient safety is a mandatory obligation for hospitals and has been an integral part of hospital accreditation since 2008. However, various patient safety issues are still frequently found, making the sustainability of improvements a major challenge. This study aims to formulate a conceptual model of patient safety improvement strategies. A mixed-methods approach with a convergent parallel design was employed. Quantitative data were obtained from the 2019 Rifaskes (523 hospitals) and accreditation records (917 hospitals), and analyzed using chi-square tests, logistic regression, and path analysis. Qualitative data were collected through in-depth interviews and document reviews from six hospitals, provincial health offices, and the Indonesian Hospital Association (PERSI) in North Sumatra and Bali Provinces, involving a total of 95 informants. Thematic analysis was conducted using NVivo software, guided by the Malcolm Baldrige framework and the Van Meter–Van Horn policy implementation model. Quantitative findings showed that the reporting of patient safety incidents was significantly associated with location (Java–Bali), accreditation status, bed capacity (>200 beds), hospital class (A and B), presence of service evaluations, internal audits, and the activity of patient safety and infection control committees. Qualitative results indicated that while policy implementation was underway, it varied depending on hospital ownership and available resources. All dimensions could act as either enablers or barriers depending on how they were managed. Strong leadership and adequate facilities enhanced implementation, while weak commitment and limited funding were key constraints. Incident reporting also faced challenges at both organizational and individual levels. This study produced a conceptual model for improving patient safety through the integration of safety into strategic planning, strengthened leadership, staff capacity building, sufficient budget allocation, continuous monitoring and evaluation, and enhanced patient engagement. The model is expected to support comprehensive and sustainable patient safety improvements in hospitals

Read More
D-580
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emma Rachmawati; Promotor: Amal Chalik Sjaaf; Ko-Promotor: Purnawan Junadi, Adang Bachtiar
D-263
Depok : FKM-UI, 2012
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Etik Retno Wiyati; Promotor: Dumilah Ayuningtyas; Kopromotor: Amal Chalik Sjaaf, Wachyu Sulistiadi; Penguji: Prastuti Soewondo, Asnawi Abdulah, Ali Ghufron Mukti, Harimat Hendarwan, Destanul Aulia
Abstrak:
Fenomena meningkatnya jumlah Warga Negara Indonesia yang mencari layanan kesehatan ke luar negeri  menandakan lemahnya resiliensi rumah sakit wisata medis di dalam negeri, serta menimbulkan kerugian devisa yang signifikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model penilaian tingkat resiliensi rumah sakit wisata medis dan strategi peningkatan resiliensi yang aplikatif bagi konteks Rumah Sakit Wisata Medis di Indonesia. Desain penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen dengan teknik triangulasi untuk menjaga validitas. Informan terdiri dari pemangku kebijakan, asosiasi profesi, akademisi, manajemen rumah sakit, masyarakat pengguna layanan medis di luar negeri serta dokter diaspora. Hasil penelitian menghasilkan model penilaian resiliensi yang terdiri dari 7 dimensi dan 45 indikator. Tujuh dimensi, yaitu Strategic Planning; Governance; Leadership & Culture; Health Quality Service; Health Resources; Networking & Marketing; Continuous Improvement & Learning. Hasil pengukuran menggunakan model tersebut menunjukkan tingkat resiliensi Rumah Sakit Wisata Medis di Indonesia dalam kategori sedang yang menegaskan perlunya strategi khusus yang integratif lintas sektor. Strategi peningkatan resiliensi dirumuskan melalui analisa SWOT, solusi stekeholder serta benchmark strategi dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Korea Selatan yang dipetakan dalam empat perspektif Balanced Scorecard yaitu Finance, Customer, Internal Process, dan Learning & Growth. Perspektif Finance terdapat 7 strategi. perspektif Customer terdapat 8 strategi, Perspektif Internal Proses terdapat 13 strategi dan perspektif Learning & Growth terdapat 8 strategi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model penilaian yang dikembangkan dapat menjadi instrumen evaluatif bagi rumah sakit wisata medis di Indonesia, sementara strategi yang dihasilkan memberikan peta jalan praktis untuk meningkatkan resiliensi dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan medis luar negeri. Keterbatasan penelitian terletak pada jumlah serta keragaman informan, sehingga penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan partisipan dan menguji nilai keunggulan rumah sakit dalam wisata medis.

The phenomenon of increasing numbers of Indonesian citizens seeking healthcare services abroad indicates the weak resilience of domestic medical tourism hospitals and causes significant foreign exchange losses. This study aims to develop a model for assessing the level of resilience of medical tourism hospitals and strategies for improving resilience that are applicable to the contexs of medical tourism hospitals in Indonesia. The research design uses a qualitative method with a phenomenological study approach. Data collection was conducted through interviews, observations, and document reviews using triangulation techniques to maintain validity. Informants consisted of policy makers, professional associations, academics, hospital management, users of overseas medical services and diaspora doctors. The results of the study show that the resilience assessment model consisting of 7 dimensions and 45 indicators. The seven dimensions are Strategic Planning; Governance; Leadership & Culture; Quality of Health Services; Health Resources; Networking & Marketing; Continuous Improvement & Learning. The measurement results using this model show that the resilience level of Medical Tourism Hospitals in Indonesia is in the moderate category, which confirms the need for a cross-sectoral integrative strategy. The resilience improvement strategy was formulated through SWOT analysis, stakeholder solutions, and benchmark strategies from Malaysia, Singapore, Thailand, and South Korea, which were mapped into four Balanced Scorecard perspectives, namely Finance, Customer, Internal Process, and Learning & Growth. There are 7 strategies in the Finance perspective, 8 strategies in the Customer perspective, 13 strategies in the Internal Process perspective, and 8 strategies in the Learning & Growth perspective. This study concludes that the assessment model developed can be an evaluative instrument for medical tourism hospitals in Indonesia, while the strategies produced provide a practical roadmap for increasing resilience and reducing the community's dependence on foreign medical services. The limitations of this study are in the number and diversity of informants, so future research are recommended to expand the scope of participants and could be directed toward examining the value of hospitals' resilience in medical tourism.
Read More
D-616
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ekorini Listiowati; Promotor: Amal Chalik Sjaaf; Kopromotor: Anhari Achadi, Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sutoto, Elsye Maria Rosa, Emma Rachmawati, Evi Martha
Abstrak:
Patient engagement (PE) belum dimulai secara memadai untuk mencapai perawatan kesehatan yang aman di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif tenaga kesehatan dan penerima layanan (pasien dan caretaker) tentang PE dan bagaimana potensi untuk menerapkannya, serta merumuskan model yang dapat mendukung perawat untuk melibatkan pasien dalam upaya-upaya keselamatan pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada bangsal penyakit kronis RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap yaitu: (1) assessment berupa 4 diskusi kelompok terfokus pada 46 profesional kesehatan (perawat dan dokter) dan diikuti dengan 16 wawancara mendalam, serta wawancara mendalam dengan 14 pasien dan 15 caretaker; (2) tahap perumusan model. Tahap perumusan model dilakukan dengan penyusunan model awal, validasi model yang melibatkan pemilik RS, direksi, manajer, dan profesional kesehatan dan penyusunan model akhir. Transkrip verbatim dilakukan dan dilanjutkan dengan analisis tematik. Pada penelitian ini, didapatkan bahwa PE merupakan strategi untuk mencapai perawatan kesehatan yang aman. Selain itu, telah teridentifikasi peran penerima layanan, perawat, dan organisasi RS yang dapat dikembangkan untuk mewujudkan keselamatan pasien dengan menerapkan PE. Terdapat faktor-faktor pemungkin yang mempengaruhi pelaksanaan PE termasuk penilaian dan harapan penerima layanan kesehatan, maupun hambatan yang berasal dari aspek budaya, perilaku, kapasitas sumber daya manusia, dan sistem penyelenggaraan layanan kesehatan. Model yang terbentuk menggambarkan kebutuhan langkah-langkah komprehensif untuk mengoptimalkan PE. Kesimpulannya, PE sangat penting untuk keselamatan pasien. Pendekatan ini berpotensi untuk ditingkatkan dengan memperkuat dukungan organisasi, mengintegrasikan ke dalam sistem perawatan kesehatan, meningkatkan kapasitas profesional kesehatan, dan memberdayakan pasien untuk mengatasi hambatan potensial. Kata kunci: keselamatan pasien, keterlibatan pasien, perawatan kronis, kualitas perawatan

Patient engagement (PE) has not been initiated adequately to achieve safe health care in Indonesia. This study aims to explore the perspectives of healthcare professinals and patients and caretakers about PE and how it has the potential to implement it, and to formulate a model that can support nurses to involve patients in patient safety efforts. The method used in this research is a case study in the chronic disease ward of PKU Muhammadiyah Gamping Hospital, Sleman, Yogyakarta Special Region. The research was conducted in 2 stages, namely: (1) assessment in the form of 4 focus group discussions on 46 healthcare professionals (nurses and doctors) followed by 16 in-depth interviews, as well as in-depth interviews with 14 patients and 15 caretakers; (2) the model formulation stage. The model formulation stage was carried out by developing the initial model, model validation involving hospital owners, directors, managers, and health professionals and develop the final model. Verbatim transcripts were carried out and continued with thematic analysis. In this study, it was found that PE is a strategy to achieve safe healthcare. In addition, the roles of patients and caretakers, nurses, and hospital organizations have been identified that can be developed to achieve patient safety by implementing PE. There are enabling factors that influence the implementation of PE including the assessment and expectations of health service recipients, as well as obstacles originating from aspects of culture, behavior, human resource capacity, and health service delivery systems. The model formed illustrates the need for comprehensive measures to optimize PE. In conclusion, PE is very important for patient safety. This approach has the potential to be scaled up by strengthening organizational support, integrating it into the health care system, increasing the capacity of healthcare professionals, and empowering patients to overcome potential barriers. Keywords: patient safety, patient engagement, chronic care, quality of care
Read More
D-460
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elsa Manora; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adik Wibowo, Dede Setyadi
Abstrak: Institusi kesehatan seperti rumah sakit didesak untuk mengevaluasi budaya keselamatan pasien mereka untuk meningkatkan keselamatan, kualitas perawatan dan kesembuhan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran budaya keselamatan pasien perspektif perawat inap Rumah Sakit Hermina Tangerang. Penelitian ini dilakukan dengan studi cross sectional dengan metode penelitian kuantitatif dan menggunakan analisis univariat menggunakan instrumen kuesioner rumah sakit tentang budaya keselamatan pasien milik AHRQ. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 budaya kategori kuat (handsoff dan transisi, persepsi keseluruhan terhadap keselamatan pasien, organizational learning-perbaikan berkelanjutan, umpan balik dan komunikasi tentang kesalahan), 4 budaya kategori sedang (frekuensi pelaporan insiden, dukungan manajemen terhadap keselamatan pasien, keterbukaan komunikasi, kerjasama dalam unit,) dan 1 budaya kategori lemah (staffing). Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran budaya keselamatan pasien RS Hermina Tangerang masuk ke dalam kategori budaya keselamatan pasien sedang. Saran perbaikan diperlukan pada setiap dimensi budaya keselamatan pasien terutama pada budaya lemah staffing.
Read More
S-10060
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Guspianto; Promotor: Budi Hidayat; Kopromotor: Purnawan Junadi, Amal C. Sjaaf; Tim Penguji: Anhari Achadi, Dian Ayubi, Soewarta Kosen, Dumilah Ayuningtyas, Harimat Hendarwan
D-311
Depok : FKM UI, 2015
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Duta Liana; Promotor: Fatma Lestari; Ko Promotor: Sutoto, Robiana Modjo; Penguji: Anhari Achadi, Adang Bachtiar, Besral, Doni Hikmat Ramdhan, Emma Rachmawati
Abstrak: Penelitian kematangan budaya keselamatan di layanan kesehatan sangat jarang dilakukan, hanya berfokus pasien dan menggunakan instrumen MaPSaF. Tujuan penelitian untuk mengembangkan instrumen pengukuran kematangan budaya keselamatan secara komprehensif meliputi mutu, keselamatan pasien, keselamatan dan kesehatan pekerja dengan 5 (lima) tingkat yaitu patologi, reaktif, birokratif, proaktif, generatif. Instrumen DUTA-RS mengandung 1118 EP dari SNARS edisi 1. Desain penelitian cross-sectional dengan data sekunder akreditasi RS dari KARS (2018-2019) dan data primer sebagai post hoc evaluation untuk validasi data sekunder, berupa kuesioner, focus Group Discussion dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan deskriptif, mean, safety culture maturity level (SCML), Confirmatory Factor Analysis dan Stuctural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan kematangan budaya keselamatan pada tingkat proaktif (58%), kelulusan paripurna menunjukkan tingkat proaktif (50,8%) dan generatif (48,7%). Model DUTA-RS memenuhi goodness of fit dengan variabel konstruk valid dan reliabel. Variabel yang berpengaruh adalah situasional (p- value=0,016, koefisien standar=0,596) dan perilaku keselamatan (p-value=0,030, koefisien standar=0,521). Indikator terkuat adalah kepemimpinan (faktor loading=0,87), manajemen risiko (faktor loading=0,87), kepatuhan (faktor loading=0,85). Variabel iklim keselamatan tidak berpengaruh terhadap kematangan budaya keselamatan (p-value=0,635). Indikator terlemah iklim keselamatan adalah pembelajaran (faktor loading=0,62), komunikasi (faktor loading=0,65). Pada data primer dan sekunder menunjukkan kesamaan nilai rata-rata iklim keselamatan dalam kategori baik dan hasil SCML pada level 4 (proaktif). Website DUTA-RS memunculkan tingkat kematangan budaya keselamatan, nilai rata-rata indikator, indikator terlemah setiap variabel, saran perbaikan. Website DUTA-RS dapat dibridging dengan SIKARS untuk benchmarking dalam skala nasional. Penelitian selanjutnya untuk pengembangan website DUTA-RS.
Read More
D-447
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atik Nurwahyuni; Promotor: Amal Chalik Sjaaf; Kopromotor: Purnawan Junadi, Budi Hidayat, Penguji: Hasbullah Thabrany, Akmah Taher, Trihono, Soewarta Kosen, Mardiati Nadjib, John C. Langbrunner
D-354
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meilisa Rahmadani; Promotor: Robiana Modjo; Kopromotor: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Adang Bachtiar, Besral, Fatma Lestari, Indri Hapsari Susilowati, Ali Ghufron Mukti, Sutoto, Astrid B. Sulistomo
Abstrak: Kelelahan kerja berdampak besar terhadap kinerja, keselamatan, dan kesehatan tenaga kesehatan rumah sakit. Penelitian ini mengembangkan model sistem manajemen risiko kelelahan berbasis pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui studi literatur, FGD, wawancara, dan observasi. Hasilnya adalah model ICHAFIT (Integrated Collaboration Healthcare Adaptability for Fatigue Intervention and Tracking) dengan lima elemen utama dan strategi pencegahan berbasis data. Terdapat 24 indikator valid dan reliabel untuk menilai implementasinya. Model ini berfungsi sebagai kerangka konseptual dan alat praktis, serta menghasilkan policy brief untuk advokasi kebijakan nasional.
Work fatigue significantly affects hospital workers' performance, safety, and health. This study developed a fatigue risk management model using qualitative and quantitative approaches through literature review, FGD, interviews, and observations. The result is the ICHAFIT model (Integrated Collaboration Healthcare Adaptability for Fatigue Intervention and Tracking) comprising five key elements and a data-driven prevention strategy). It includes 24 valid and reliable indicators to assess implementation. ICHAFIT serves as both a conceptual framework and practical tool, and also produced a policy brief to support national advocacy for fatigue risk management in hospitals.
Read More
D-591
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Hartono; Promotor: AMal C. Sjaaf; Kopromotor: Purnawan Djunadi, Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Tri Erri Astoeti, Sowarta Kosen, Ronnie Rivany
D-248
Depok : FKM-UI, 2011
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive