Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39635 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhammad Zaki Munawar; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Budi Hartono, Didik Supriyono
Abstrak:
Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan penyebab morbiditas dan mortalitas pada balita. Berdasarkan SKI 2023, prevalensi pneumonia balita di DKI Jakarta mencapai 2,2% dan menempati peringkat ketiga nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara karakteristik balita, keluarga, dan karakteristik lingkungan rumah dengan kejadian pneumonia. Desain yang digunakan adalah potong lintang dengan data sekunder SKI 2023, melibatkan balita berusia 0-59 bulan sebagai unit analisisnya. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara seluruh variabel yang diteliti dengan kejadian pneumonia balita di DKI (p>0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa perlu dilakukan penelitian menggunakan faktor lain di luar variabel yang telah diteliti. Meskipun demikian, tetap diperlukan upaya pencegahan secara multisektoral yang berkelanjutan untuk menekan kasus pneumonia pada balita seperti cakupan imunisasi dasar, gaya hidup bebas rokok, dan pemilihan material atap rumah yang tepat untuk mengurangi risiko pneumonia pada balita. 

Pneumonia is a leading cause of illness and death in children under five. Based on the 2023 Indonesia Health Survey (SKI), its prevalence in DKI Jakarta reached 2.2%, the third highest nationally. This study analyzed the relationship between child, family, and housing characteristics and pneumonia incidence using a cross-sectional design and SKI 2023 data (n = 527 children aged 0–59 months). Chi-Square tests showed no significant associations (p > 0.05). These results indicate the need for further studies exploring other risk factors. Nonetheless, efforts such as improving immunization coverage, promoting smoke-free homes, and using safer roofing materials remain essential to prevent pneumonia in children.
Read More
S-11948
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuni Andrianningsih; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Nurusysyarifah Aliyyah
Abstrak:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan pada balita yang prevalensinya mengalami peningkatan. Kondisi ini diperparah oleh tingginya kepadatan penduduk, rendahnya persentase rumah layak huni, serta paparan polutan udara perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan kejadian ISPA pada balita di Provinsi DKI Jakarta menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan data sekunder SKI. Variabel yang diteliti meliputi karakteristik balita (usia, jenis kelamin, riwayat BBLR, dan status imunisasi dasar), karakteristik keluarga (pendidikan ibu dan perilaku merokok anggota keluarga), serta kondisi lingkungan rumah (jenis atap, dinding, dan lantai). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara seluruh variabel yang diteliti dengan kejadian ISPA (p > 0,05). Berdasarkan pemodelan multivariat, jenis atap rumah merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian ISPA pada balita. Berdasarkan hasil tersebut mengindikasikan perlunya penelitian lebih lanjut dengan melibatkan variabel-variabel lain di luar cakupan studi ini guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pengendalian ISPA pada balita tetap perlu dilakukan dengan pendekatan multisektoral, seperti mengadakan program intervensi rumah layak huni, meningkatkan kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai faktor risiko ISPA, dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Acute Respiratory Tract Infection (ARI) is a health problem in toddlers whose  prevalence is increasing. This condition is exacerbated by high population density,  low percentage of habitable houses, and exposure to urban air pollutants. This study  aims to analyze the determinants of the incidence of ARI in toddlers in DKI Jakarta  Province using data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). This study used  a cross-sectional design with secondary SKI data. The variables studied included  toddler characteristics (age, gender, history of low birth weight, and basic  immunization status), family characteristics (maternal education and smoking  behavior of family members), and home environmental conditions (type of roof,  walls, and floors). The results of the analysis showed no statistically significant  relationship between all studied variables and the incidence of ARI (p > 0.05).  However, based on multivariate modeling, the type of roof is the most dominant  factor in the incidence of ARI in toddlers. These results indicate the need for further  research involving other variables beyond the scope of this study to obtain a more  comprehensive picture. Therefore, efforts to prevent and control ARI in toddlers  still require a multisectoral approach, such as implementing a habitable housing  intervention program, increasing community education on various ARI risk factors,  and promoting clean and healthy living habits.
Read More
S-12224
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabilah Putri Rahmita; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Laila Fitria, Retno Henderiawati
Abstrak:
Latar Belakang: Di Indonesia, pneumonia adalah salah satu penyakit menular penyumbang kematian balita. Faktor risiko pneumonia pada balita, antara lain kualitas udara, status imunisasi, dan status gizi balita. Tujuan: Mengetahui hubungan antara konsentrasi PM2,5, status imunisasi, dan status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita di 10 SPKU Daerah Khusus Jakarta tahun 2023 dengan data bulanan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi berdasarkan tempat yang mencakup 10 kecamtan di Daerah Khusus Jakarta. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara konsentrasi PM2,5 dengan kejadian pneumonia pada balita di Kecamatan Menteng (p=0,005; r=0,751), Kecamatan Kalideres (p=0,028; r=-0,631), dan Kecamatan Tanjung Priok (p=0,031; r=-0,622). Hubungan status imunisasi dengan pneumonia pada balita di Kecamatan Cakung (r=-0,356) dan Jagakarsa (r=-0,343) artinya memiliki korelasi negatif sedang. Adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita di Kecamatan Tanjung Priok (p=0,018; r=-0,665), Kalideres (p=0,018; r=0,667), dan Kebon Jeruk (p=0,040; r=-0,599). Kesimpulan: Variasi tingkat polusi udara, imunisasi, dan gizi balita antar kecamatan di Jakarta menunjukkan perbedaan pola hubungan dengan pneumonia, menandakan perlunya intervensi dan evaluasi program kesehatan yang lebih terfokus di tiap wilayah.

Background: In Indonesia, pneumonia is one of the leading infectious diseases contributing to under-five mortality. Risk factors for pneumonia in children under five include air quality, immunization status, and nutritional status. Objective: To examine the relationship between PM2.5 concentration, immunization status, and nutritional status with the incidence of pneumonia in children under five across 10 SPKUs (Community Health Surveillance Areas) in the Special Capital Region of Jakarta in 2023 using monthly data. Methods: This study employed an ecological study design based on location, covering 10 subdistricts in the Special Capital Region of Jakarta. Results: The results showed a significant relationship between PM2.5 concentration and pneumonia incidence in children under five in Menteng Subdistrict (p=0.005; r=0.751), Kalideres Subdistrict (p=0.028; r=-0.631), and Tanjung Priok Subdistrict (p=0.031; r=-0.622). The relationship between immunization status and pneumonia in children under five in Cakung (r=-0.356) and Jagakarsa (r=-0.343) indicates a moderate negative correlation. A significant relationship was found between nutritional status and pneumonia incidence in children under five in Tanjung Priok (p=0.018; r=-0.665), Kalideres (p=0.018; r=0.667), and Kebon Jeruk (p=0.040; r=-0.599). Conclusion: The variation in air pollution levels, immunization coverage, and child nutrition across subdistricts in Jakarta shows different patterns of association with pneumonia, indicating the need for more targeted health program interventions and evaluations in each area.

Read More
S-11885
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Balqis Ramandha Dewi; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Fitri Kurniasari, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi ISPA pada balita di Provinsi Jawa Barat sebesar 4,9%, mendekati prevalensi nasional sebesar 5,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian ISPA pada balita usia 0–59 bulan di Provinsi Jawa Barat berdasarkan data SKI 2023, yang mencakup karakteristik balita, karakteristik keluarga, dan kondisi lingkungan rumah. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan sampel sebanyak 2.969 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kejadian ISPA pada balita dengan status imunisasi dasar (p=0,02; OR=0,55; 95% CI=0,33–0,93) dan pendidikan terakhir ibu (p=0,04; OR=0,62; 95% CI=0,39–0,98). Sementara variabel usia balita, jenis kelamin, riwayat BBLR, pemberian vitamin A, perilaku merokok anggota keluarga, jenis atap, jenis dinding, dan jenis lantai tidak memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian ISPA. Faktor dominan yang paling mempengaruhi kejadian ISPA pada balita adalah status imunisasi dasar.

Acute Respiratory Infection (ARI) remains a major public health concern and a leading cause of morbidity among children under five in Indonesia. According to the 2023 Indonesian Health Survey (IHS), the prevalence of ARI among children under five in West Java Province was 4,9%, approaching the national prevalence of 5,8%. This study aimed to analyze the determinants of ARI incidence in children aged 0–59 months in West Java Province using 2023 SKI data, focusing on child characteristics, family characteristics, and household environmental conditions. A cross-sectional design was employed involving 2,969 children who met the inclusion criteria. Data analysis included univariate analysis, bivariate analysis using chi-square tests, and multivariate analysis through multiple logistic regression. Results revealed significant relationships between ARI incidence and basic immunization status (p=0.02; OR=0.55; 95% CI=0.33–0.93) and maternal education level (p=0.04; OR=0.62; 95% CI=0.39–0.98). Meanwhile, child’s age, gender, history of low birth weight, vitamin A supplementation, household smoking behavior, roof type, wall type, and floor type did not show significant associations with ARI incidence. Basic immunization status was identified as the most dominant determinant of ARI incidence in under-five children.
Read More
S-11947
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farras Qurota A'yun Darmawan; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Fitri Kurniasari, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Diare didefinisikan sebagai kondisi buang air besar sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari dengan tinja encer atau cair. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diare pada balita di Provinsi Banten berada di atas prevalensi nasional (4,9%) yaitu sebesar 5,6%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian diare pada balita usia 0-59 bulan di Provinsi Banten berdasarkan data SKI 2023 yang mencakup tiga kelompok faktor risiko, yaitu karakteristik balita (status imunisasi dasar, status gizi balita, dan suplemen vitamin A), karakteristik ibu (pendidikan ibu, pengolahan air minum, kebiasaan CTPS), dan karakteristik lingkungan (sumber air minum, kondisi jamban, pengelolaan air limbah, dan pengelolaan sampah). Jumlah responden yang dianalisis dalam penelitian ini sebanyak 1.256 balita yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian diare pada balita dengan pengolahan air minum (POR=0,43; 95% CI: 0,25–0,73) dan kondisi jamban (POR=0,56; 95% CI: 0,31–0,98). Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita adalah pengolahan air minum (POR=0,41; 95% CI: 0,23–0,70).

Diarrhea is defined as having three or more bowel movements per day with loose or watery stools. According to the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), the prevalence of diarrhea among toddlers in Banten Province was higher than the national prevalence (4.9%), at 5.6%. This study aims to analyze the determinants of diarrhea incidence among children aged 0–59 months in Banten Province based on 2023 SKI data, covering three groups of risk factors: child characteristics (basic immunization status, child nutritional status, and vitamin A supplementation), maternal characteristics (maternal education, drinking water treatment, CTPS habits), and environmental characteristics (drinking water source, latrine conditions, wastewater management, and waste management). The number of respondents analyzed in this study was 1,256 infants who met the inclusion and exclusion criteria. The study employed a cross-sectional design with multivariate analysis using multiple logistic regression. The results of the analysis showed a significant association between the incidence of diarrhea in toddlers and drinking water treatment (POR=0.43; 95% CI: 0.25–0.73) and latrine conditions (POR=0.56; 95% CI: 0.31–0.98). The factor most strongly associated with the incidence of diarrhea in infants was drinking water treatment (POR=0.41; 95% CI: 0.23–0.70).   
Read More
S-12241
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Chandraningtyas; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Budi Haryanto, Aria Kusuma
Abstrak:
Permasalahan sampah di Daerah Khusus Ibukota Jakarta menjadi tantangan serius seiring dengan pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan meningkatnya konsumsi masyarakat. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional tahun 2024 menunjukkan bahwa timbulan sampah di Jakarta mencapai 3.171.247,60 ton per tahun, dengan sisa makanan sebagai komponen utama (49,87%). Rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah menyebabkan sebagian besar sampah tidak terkelola dengan baik. Di sisi lain, media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, dengan tingkat akses mencapai 77,28% di Jakarta. Platform seperti media sosial Y dan Z, yang digunakan lebih dari 100 juta pengguna di Indonesia, memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan lingkungan dan mendorong perubahan perilaku melalui kekuatan visual, jangkauan luas, dan interaksi tinggi. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan survei daring terhadap 415 responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pendidikan terakhir, paparan konten pada media sosial Y dan Z, green influencer, ketersediaan sarana, serta sikap peduli lingkungan memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pengelolaan sampah, sedangkan usia, jenis kelamin, dan persepsi tidak memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pengelolaan sampah. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa paparan konten pada media sosial Y dan Z menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi perilaku pengelolaan sampah. Temuan ini mengindikasikan agar optimalisasi media sosial Y dan Z sebagai media edukasi pengelolaan sampah terus ditingkatkan guna mendorong perilaku masyarakat yang lebih baik dalam pengelolaan sampah.


The waste management problem in the Special Capital Region of Jakarta had become a serious challenge along with population growth, urbanization, and increasing public consumption. Data from the National Waste Management Information System in 2024 showed that the volume of waste in Jakarta had reached 3,171,247.60 tons per year, with food waste as the main component (49.87%). The low level of public awareness and participation in waste management had caused most waste to be poorly managed. On the other hand, social media had become an essential part of people’s daily lives, with an access rate of 77.28% in Jakarta. Platforms such as social media Y and Z, which were used by more than 100 million users in Indonesia, had great potential to convey environmental messages and encourage behavior change through visual strength, broad reach, and high interaction. This study employed a cross-sectional design using an online survey involving 415 respondents. Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (multiple logistic regression) analyses. The bivariate analysis results showed that educational background, exposure to content on social media Y and Z, green influencers, availability of waste management facilities, and pro-environmental attitudes were significantly related to waste management behavior, while age, gender, and perception were not significantly associated. The multivariate analysis indicated that exposure to content on social media Y and Z was the most dominant factor influencing waste management behavior. These findings suggested that the optimization of social media Y and Z as educational media for waste management should be continuously enhanced to promote better public behavior in managing waste.
Read More
S-12053
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rani Setiowati; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Bambang Wispriyono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Pneumonia adalah infeksi saluran pernapasan bawah akut yang secara khususmempengaruhi fungsi paru. Penyakit ini merupakan penyebab kematian balitaterbesar setelah diare. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, prevalensipneumonia pada kelompok balita sebesar 4,8%, angka ini berada diatas prevalensipneumonia nasional yaitu 4,0%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita (12-59 bulan) diIndonesia pada tahun 2017. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectionaldengan jumlah sampel 13.855. Penelitian ini merupakan analisis lanjutan SurveiDemografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Analisis data yangdigunakan pada penelitian ini adalah uji chi-square dan regresi logistik. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistikantara kejadian pneumonia pada balita dengan tempat tinggal, jenis dinding, jenisatap, usia 12-23 bulan, usia 24-35 bulan, status imunisasi DPT-Hib, berat badanlahir, dan balita dengan ibu berstatus pendidikan lulus SD. Faktor dominan yangmempengaruhi kejadian pneumonia pada balita di Indonesia berdasarkan dataSDKI tahun 2017 adalah jenis dinding.
Kata kunci: Balita, Faktor-faktor, Indonesia, Pneumonia
Pneumonia is acute lower respiratory tract infection that affect lung function inparticular. This disease is a leading mortality on under-five children after diarrhea.According to Basic Health Research (Riskesdas) 2018, prevalence of pneumoniaon group of under-five children is 4,8%, high than the national pneumoniaprevalence which is 4,0%. This study aims to analyse factors related to pneumoniaon under-five children in Indonesia on 2017. Cross-sectional design study waschosen with 13.855 samples included. This study is an extension analysis ofIndonesia Demographic and Health Survey (IDHS) 2017 data. The data analysis inthis study used chi square test and logistic regression. Result found that there is astatistically significant relationship between pneumonia under-five children withtype of residence, type of wall, 12-23 months old, 24-35 months old, DPT-Hibimmunisation, birth weight, and elementary school graduated mother. Dominantinfluencing factors of pneumonia on under-five children in Indonesia based onIDHS 2017 data is type of wall.
Keywords: Determinants; Indonesia; Toddler; Pneumonia.
Read More
S-10494
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maharani Karina Setiawan; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Agus Handito
Abstrak:
Penyakit dengue adalah penyakit tular vektor yang endemik di Indonesia dengan risiko tinggi pada anak usia sekolah. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi dengue pada anak usia sekolah di Indonesia sebesar 0,65%, tertinggi diantara kelompok usia lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kejadian dengue pada anak usia sekolah, yang terdiri dari faktor individu, faktor rumah tangga, dan faktor perilaku pengendalian lingkungan. Desain studi penelitian dengan cross-sectional melibatkan sampel 143.946 anak di Indonesia. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kejadian dengue pada anak usia sekolah dengan status ekonomi (aPOR=0,724; CI 95%=0,575–0,911), lokasi tempat tinggal (aOR=1,467; CI 95%=1,267–1,699), pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus (aPOR=0,656; CI 95%=0,539–0,797), dan perilaku pencegahan gigitan nyamuk (aPOR=0,755; CI 95%=0,655–0,871). Faktor dominan yang paling berpengaruh adalah lokasi tempat tinggal, tepatnya di perkotaan. Penguatan surveilans dengue dan upaya eliminasi sarang nyamuk berbasis komunitas diperlukan untuk mengurangi risiko penularan dengue, khususnya di wilayah perkotaan.

Dengue is a vector-borne disease endemic in Indonesia with a high risk for school-aged children. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (IHS) data, the dengue prevalence among school-aged children in Indonesia was 0.65%, which is the highest among other age groups. This study aims to analyze factors contributing to dengue incidence in school-age children, consisting of individual factors, household factors, and environmental control behavior. The study design was cross-sectional involving samples of 143,946 children in Indonesia. Analysis was conducted using univariate analysis, Chi-square test, and multiple logistic regression. The results showed a significant relationship between the incidence of dengue in school-aged children and economic status (aPOR=0.724; 95% CI=0.575–0.911), location of residence (aOR=1.467; 95% CI=1.267–1.699), practice of mosquito nest eradication 3M Plus (aPOR=0.656; 95% CI=0.539–0.797), and mosquito bite prevention behavior (aPOR=0.755; 95% CI=0.655–0.871). The most dominant factor was location of residence, specifically in urban areas. Strengthening dengue surveillance and community-based mosquito nest elimination efforts are needed to reduce the risk of dengue transmission, especially in urban areas.
Read More
S-12251
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desy Safitri; Pembimbing: Haryoto K; Penguji: Suyud Warno Utomo, Inswiasari
Abstrak: Pneumonia pada balita masih merupakan masalah kesehatan utama baik di dunia maupun di Indonesia. Di Indonesia, Pneumonia merupakan penyebab kematian nomor dua pada bayi dan anak balita. Kecamatan Cakung merupakan salah satu daerah yang memiliki kasus pneumonia pada balita yang cukup banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah Puskesmas Kecamatan Cakung. Penelitian ini menggunakan desain studi case control. Populasi penelitian adalah balita usia 12-59 bulan yang berada di Wilayah Puskesmas Kecamatan Cakung. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara paparan asap rokok dalam rumah (OR=4,67; 1,19-18,33); tingkat konsumsi rokok (OR=2,77; 1,12-6,86), pencahayaan alami dalam rumah (OR=5,16; 1,94-13,70); pengetahuan ibu (OR=3,85; 1,12-13,25), status gizi (OR=9,14; 1,90-43,89), riwayat imunisasi (OR=3,85; 1,12-13,25) dan riwayat ASI ekslusif (OR=3,11; 1,24-7,78) terhadap kejadian pneumonia pada balita di wilayah Puskesmas Kecamatan Cakung. Faktor yang diprediksi paling dominan mempengaruhi kejadian pneumonia adalah status gizi (OR=5,607; 1,082-29,058).

Kata Kunci: Pneumonia, Balita, Fakto Risiko

Pneumonia in children under five is still major public health problem in the world or in Indonesia. In Indonesia, Pneumonia is the number two cause of death in infants and children under five. Cakung sub-district is one of the areas that have quite a lot cases of pneumonia in children under five. This study aimed to determine the risk factors associated with the incidence of pneumonia in children under five in the region of Cakung sub-district health center. This study uses a case control study design. The population in this study are all of children aged 12 month until 59 months who lived in the region of Cakung sub-district health center. The results of this study indicate that there was a significant correlation between exposure to secondhand smoke in the home (OR = 4.67; 1.19 to 18.33); the number of ciggarates smoked per day (OR=2,77; 1,12-6,86), lighting in the home (OR = 5.16; 1.94 to 13.70), knowledge of mothers (OR = 3.85; 1.12 to 13.25), nutritional status (OR = 9.14; 1.90 to 43.89), immunization history (OR = 3.85; 1.12 to 13 , 25) and a history of exclusive breastfeeding (OR = 3.11; 1.24 to 7.78) with the incidence of pneumonia among children under five in the region of Cakung sub-district health center. The variable that predicted the most dominant cause of pneumonia is the nutritional status (OR = 5.607; 1.082 to 29.058).

Keywords: Pneumonia, Children under five, Risk factors
Read More
S-8655
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yoerdy Agusmal Saputra; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Al Asyary, Laila Fitria, Bonnie Medanna Pahlavie, Inggariwati
Abstrak: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Iklim dianggap sebagai prediktor teratas COVID-19, karena dapat menentukan kelangsungan hidup dan penularan Coronavirus. Per tanggal 31 Agustus 2020, dilaporkan total kasus 24.854.140 dari seluruh dunia dengan 838.924 kematian. Di Indonesia, tercatat sebanyak 174.796 kasus COVID-19 dengan 7.417 kematian dari seluruh provinsi yang didominasi oleh kasus dari DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pola hubungan secara korelasi dan spasial faktor iklim mikro terhadap pola kasus COVID-19 serta model prediksi kasus COVID-19 berdasarkan faktor iklim mikro di DKI Jakarta tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi berdasarkan waktu dan tempat dengan integrasi sistem informasi geografis, dan teknik statistik. Hasil uji statistik menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kelembaban, curah hujan, kecepatan angin rata-rata, dan lamanya penyinaran matahari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dapat menggunakan model prediksi tersebut untuk memprediksi pola kasus, sehingga dapat digunakan untuk merencanakan kegiatan pencegahan dan pengendalian COVID-19.
Read More
T-6218
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive