Ditemukan 31817 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Pemanfaatan ketiga indikator (casemix, CMI, dan HBR) secara berkala untuk mempertahankan mutu sembari menjaga efisiensi pelayanan RS di era JKN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan strategi peningkatan capaian indikator casemix, casemix index dan hospital baserate RSU Bali Royal tahun 2019 - 2024.
Penelitian dilakukan di RSU Bali Royal selama bulan Mei - Juni 2025, menggunakan data primer wawancara mendalam dan focus group discussion dan sekunder yang didapatkan dari rekapitulasi elektronik klaim (e-klaim) Kemenkes, laporan keuangan, dan laporan rumah sakit. Penelitian ini menggunakan studi observasional pendekatan kualitatif untuk menganalisis capaian indikator Casemix, CMI dan HBR rawat inap dan rawat jalan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat unsur struktur (sumber daya manusia, material, mesin, anggaran, dan metode) dan unsur proses (manajemen pasien, manajemen koding, dan manajemen klaim) membuahkan unsur output (indikator casemix, casemix index, dan hospital baserate) Dinamika penambahan unsur struktur berdampak pada proses pelayanan pasien, efisiensi koding hingga 50%, dan keberhasilan klaim. Casemix rawat jalan tahun 2019 – 2024 diperoleh 11.393; 16.037; 32.763; 59.520; 111.193; dan 129.423. Casemix rawat inap kelas 1 tahun 2019 – 2024 diperoleh 907; 1.321; 2.657; 3.165; 3.829; dan 4.014. Casemix rawat inap kelas 2 tahun 2019-2024 diperoleh 818; 1.013; 1.800; 2.511; 3.052; dan 3.309. Casemix rawat inap keas 3 tahun 2019 – 2024 diperoleh 205; 539; 1.557; 2.023; 2.646; dan 3.038. Nilai CMI rawat jalan tahun 2019 – 2024 diperoleh 0,98; 1,11;1,16; 1,21; 1,35;dan 1,24. CMI rawat inap kelas 1 tahun 2019 – 2024 diperoleh 1,32; 1,60; 1,84; 1,57; 1,45; dan 1,37. CMI rawat inap kelas 2 tahun 2019 – 2024 diperoleh 1,17; 1,36; 1,58; 1,41; 1,33; dam 1,33. CMI rawat inap kelas 3 tahun 2019 – 2024 diperoleh 1,46; 1,82; 1,67; 1,54; 1,53; dan 1,45. HBR rawat jalan tahun 2019 – 2024 diperoleh 354.393; 333.231; 257.536; 243.675; 226.650; dan 238.494. HBR rawat inap kelas 1 tahun 2019 – 2024 diperoleh 5.257.416; 6.028.120; 5.477.120; 5.970.918; 6.542.667; dan 7.082.825. HBR rawat inap kelas 2 tahun 2019 – 2024 diperoleh 4.449.693; 5.628.665; 4.817.066; 4.993.043; 5.156.750; dan 5.563.012. HBR rawat inap kelas 3 tahun 2019 – 2024 diperoleh 3.616.138; 4.594.204; 3.746.071; 4.325.317; 4.584.260; dan 4.789.356. Nilai casemix dan casemix index mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan capaian CMI di atas standar rumah sakit swasta kelas C regional 2. HBR rawat jalan pada tahun 2021-2024 dibawah HBR nasional, namun HBR rawat inap kelas 1, 2, dan 3 selalu berada di atas HBR nasional. Strategi yang dapat ditempuh untuk peningkatan casemix, casemix index, dan penurunan HBR adalah optimalisasi unsur struktur dengan perbaikan sumber daya manusia dan pengkajian metode, efisiensi mesin, material, dan anggaran, dan evaluasi pada unsur proses (manajemen pasien, koding, dan klaim).
Penelitian dalam tesis ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian menggali informasi dari informan untuk mendapatkan faktor-faktor internal dan eksternal sebagai bahan dasar menyusun strategi. Selanjutnya faktor faktor tersebut dianalisis menggunakan intrumen-instrumen Internal Factor Evaluation (IFE), dan Eksternal factor Evaluation (EVE), matriks I E, matriks TOWS, untuk menghasilkan strategi. Semua pegawai bersemangat melaksanakan kegiatan yang ditetapkan, sumber daya keuangan yang sangat banyak merupakan faktor kekuatan. Akan tetapi, sosialisasi visi dan misi yang belum maksimal, belum menetapkan prioritas program, dan belum melakukan pengukuran mutu dan keselamatan pasien masih menjadi faktor kelemahan RSUD Kepulauan seribu. Faktor peluang RSUD Kepulauan Seribu adalah Lembaga lintas sektor yang mendukung, sedangkan adanya gap kompetensi pegawai RSUD dengan puskesmas yang menghambat pelayanan adalah faktor ancaman yang harus diantisipasi. Skor IFE diperoleh 2,40 sedangkan skor EFE 2,31, sehingga RSUD Kepulauan Seribu berdasarkan matriks I-E berada pada kotak V. Dengan demikian, strategi paling tepat adalah hold dan maintain. RSUD Kepulauan Seribu, berdasarkan matriksTOWS, direkomendasikan melakukan penguatan arah kebijakan organisasi, optimalisasi anggaran, pemanfaatan kerjasama lintas sektor, pemantapan wawasan pegawai, dan penyusunan standar diklat, penyusunan program prioritas, pelaksanaan manajemen risiko, dan pengukuran mutu dan keselamatan pasien
The increasing number of patients visit in the Emergency Unit of Bali RoyalHospital is not followed by a change in the number of nurses. The purpose of thisstudy was to determine the workload of nurses and nurses needs in the EmergencyUnit of Bali Royal Hospital. This research was a descriptive quantitative research.Observations were made by the researcher to determine the time spent by nurses inserving patients by using the Time Motion Study. The results shown the workloadfor critically emergency patients at 63.4 minutes per day (1.1 hours per day),critically non emergency patients 1,585.5 minutes per day (26.4 hours per day), and2,187 minutes per day (36.5 hours per day) for non critical-but emergency patientsand the need for nurses in the Emergency Unit of Bali Royal Hospital was 17 people.Nurses needed additional power as much as 3 people.Keywords : emergency unit, a nurse, time motion study, workload, the need fornurses
