Ditemukan 32459 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Indah Mustika Rahmadini; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Aditya Pratama Saanin, Amila Megraini
Abstrak:
Read More
Peningkatan persaingan layanan kesehatan di era digital mendorong rumah sakit untuk mengadopsi strategi pemasaran yang lebih adaptif dan efektif. Rumah Sakit Islam Aysha, sebagai rumah sakit umum tipe C yang baru berdiri di wilayah Cibinong, memerlukan strategi pemasaran digital yang tepat untuk meningkatkan visibilitas, daya saing, dan loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemasaran digital berbasis bauran pemasaran (7P) yang dapat diterapkan di RS Islam Aysha. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, kuesioner bauran pemasaran, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RS Islam Aysha memiliki kekuatan pada aspek sumber daya manusia, lokasi strategis, dan layanan Islami, namun masih perlu penguatan di bidang promosi digital, pengelolaan website, dan edukasi kesehatan masyarakat. Berdasarkan analisis SWOT, matriks IFE-EFE, IE, serta TOWS, disusun strategi agresif yang berfokus pada penetrasi pasar digital, promosi tematik berbasis media sosial, optimalisasi website layanan, serta penguatan citra rumah sakit Islami. Strategi bauran pemasaran digital yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, loyalitas pasien, serta memperkuat posisi RS Islam Aysha di tengah persaingan layanan kesehatan.
The increasing competition in healthcare services in the digital era has driven hospitals to adopt more adaptive and effective marketing strategies. Rumah Sakit Islam Aysha, as a newly established type C general hospital in the Cibinong area, requires an appropriate digital marketing strategy to enhance its visibility, competitiveness, and patient loyalty. This study aims to formulate a digital marketing strategy based on the marketing mix (7P) approach applicable to Rumah Sakit Islam Aysha. The research employed a descriptive qualitative method through in-depth interviews, marketing mix questionnaires, and document reviews. The findings revealed that Rumah Sakit Islam Aysha has strengths in human resources, strategic location, and Islamic-based healthcare services but requires improvement in digital promotion, website management, and community health education. Based on SWOT analysis, IFE-EFE, IE, and TOWS matrices, an aggressive strategy was developed focusing on digital market penetration, thematic campaigns through social media, optimization of service websites, and strengthening the hospital’s Islamic brand image. The integrated digital marketing mix strategy is expected to improve public trust, increase patient loyalty, and strengthen the competitive position of Rumah Sakit Islam Aysha within the healthcare service industry.
B-2531
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nathalia Cahyani Windyata; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Yuli Prapancha Satar, Wahyu Sulistiadi, Amila Megraini
B-1054
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Oka Wilsen Joung; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Kurnia Sari, Eka Ginanjar, Irmina Suyanti
Abstrak:
Read More
Rumah sakit secara tidak langsung memiliki tuntutan dalam menerapkan strategi pemasaran. Bauran pemasaran merupakan model strategi terdiri dari 7P, yaitu product, price, place, promotion, people, process, physical evidence. Rumah Sakit Santo Antonio Baturaja mengalami penurunan tingkat keterisian tempat tidur setelah relokasi pada tahun 2019. Informasi pelayanan belum tersampaikan ke masyarakat, salah satunya pelayanan BPJS padahal Universal Health Coverage di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mencapai 87,67% pada November 2023. Penelitian ini bertujuan menciptakan strategi optimalisasi pemilihan RS Santo Antonio sebagai fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) di Kabupaten OKU dengan pendekatan bauran pemasaran. Penelitian mixed method, analisis kuantitatif dengan desain potong lintang dari 100 sampel yang mengisi kuesioner di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dilanjutkan analisis kualitatif dengan wawancara mendalam beberapa sampel dan manajemen RS Santo Antonio untuk mengkonfirmasi hasil analisis kuantitatif. Hasil analisis kuantitatif didapatkan promosi, harga, sumber daya manusia, proses, dan bukti fisik memiliki hubungan dengan pemilihan FKRTL. Selanjutnya hasil analisis kualitatif didapatkan permasalahan dan rencana strategi. Strategi optimalisasi sesuai prioritas nilai odds ratio (OR) terbesar meliputi pelatihan dan remunerasi untuk mengoptimalkan kinerja SDM, branding tanpa iur biaya, promosi omnichannel yang konsisten, rekam medis elektronik untuk mempersingkat waktu tunggu, dan membangun citra menerima pasien BPJS walaupun gedung RS bagus.
Hospitals indirectly have demands in implementing marketing strategies. The marketing mix is a strategy model consisting of 7Ps, namely product, price, place, promotion, people, process, physical evidence. Santo Antonio Baturaja Hospital experienced a decrease in bed occupancy rates after relocation in 2019. Information about services has not been conveyed to the public, one of which is BPJS services even though Universal Health Coverage in Ogan Komering Ulu (OKU) Regency reached 87.67% in November 2023. Research This aims to create an optimization strategy for selecting Santo Antonio Hospital as an advanced referral health facility (FKRTL) in OKU Regency using a marketing mix approach. Mixed method research, quantitative analysis with a cross-sectional design from 100 samples who filled out questionnaires at First Level Health Facilities (FKTP), followed by qualitative analysis with in-depth interviews with several samples and the management of Santo Antonio Hospital to confirm the results of the quantitative analysis. The results of the quantitative analysis showed that promotion, price, human resources, processes and physical evidence were related to the selection of FKRTL. Furthermore, the results of the qualitative analysis obtained problems and strategic plans. Optimization strategies according to the priority of the largest odds ratio (OR) value include training and remuneration to optimize HR performance, branding without cost fees, consistent omnichannel marketing, electronic medical records to shorten waiting times, and building an image of accepting BPJS patients even though the hospital building is good
B-2440
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Strategi Pemasaran Klinik Nyeri Dengan Pendekatan Komunitas Geriatri di Rumah Sakit Mandaya Karawang
Farida Apriani Utami; Pembimbing: Wahyu Sulistyadi; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Imas Rahmi Wisdiani
Abstrak:
Pelayanan klinik nyeri adalah pelayanan kesehatan di poliklinik yang berfokus pada manajemen nyeri akut dan kronis. Klinik nyeri dibuka akhir September 2019, dan hanya ada satu-satunya di Karawang. Dari data pasien poliklinik tahun 2018, pasien dengan keluhan nyeri sekitar 50% total pasien dari poliklinik yang dapat menjadi potensi klinik nyeri. Dari data kunjungan klinik nyeri diketahui usia terbanyak yang berkonsultasi adalah usia produktif dan usia lanjut (geriatri). Di RS Mandaya sudah terbentuk komunitas geriatri yang diberi nama Golden Club. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif, dimulai pada bulan Oktober 2019 sampai Mei 2020. Informan penelitian, yaitu Direktur Utama, Kepala Divisi Pemasaran, Dokter penanggung jawab klinik nyeri, Sub unit pemasaran bagian community office, perawat klinik nyeri, pasien dan atau keluarga pasien klinik nyeri, anggota komunitas golden club. Data diambil dari data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah segmentasi dan target klinik nyeri yaitu pasien yang mempunyai keluhan nyeri kronis baik yang sudah ataupun belum mendapatkan pengobatan sebelumnya, perempuan, usia produktif (³20-64 tahun) dan usia lanjut (³65 tahun), tempat tinggal di kecamatan karawang Barat dan Telukjambe Timur, jenis pembayaran dengan jaminan pribadi. Dengan spesialisasi produk intervensi nyeri menggunakan penuntun C-Arm atau Ultrasonografi. Posisi pasar klinik nyeri sebagai market leader pelayanan klinik nyeri untuk rujukan dari internal maupun eksternal RS Mandaya. Bauran pemasaran Co-creation ingin mengembangkan intratechal analgesia, Currency yang ditawarkan di klinik nyeri masih perlu evaluasi dari manajemen untuk penentuan tarif, Communal activation dan Coversation dilakukan secara online melalui sosial media, grup whatsapp, dan telekonsultasi. Strategi pemasaran klinik nyeri melalui pendekatan komunitas geriatri saat ini belum seperti yang diharapkan dan tercapai
Pain clinic services are health services in polyclinics that focus on acute and chronic pain management. This pain clinic was opened at the end of September 2019, and there is in only one in Karawang. From polyclinic patient data in 2018, patients with pain complains were about 50% of the total patients from polyclinic which could be a potential pain clinic. From the pain clinic visit data of patients, it is known that the most consulted are the productive age and old age (geriatrics). At Mandaya Hospital, a geriatric community has been formed, which is called The Golden Club. This research is a case study research with a qualitative approach, begins in October 2019 to May 2020. Research informants including the President Director, Head of Marketing Division, Doctor in charge of Pain Clinic, Marketing sub-unit of the community office section, Pain clinic nurse, Patient and or family of pain clinic patients, Members of the golden club community. Data taken from primary and secondary data. The results of this study are segmentation and targets of pain clinic, namely patients who have complaints of chronic pain whether or not they have received prior treatment, women, productive age (³20-64 years old) and old age (³65 years old), living in West Karawang and East Telukjambe districs, types of payment with personal guarantee. Specialized in pain intervention products using C-Arm or USG guide. Pain clinic market position as the market leader in pain clinic services for internal and external referrals of Mandaya Hospital. The marketing mix of Co-creation wants to develop intratechal analgesia, Currency offered in pain clinics need evaluation from management for determining rates, Communal activation and Conversation are carried out online through social media, WhatsApp groups, and teleconsultation. The pain clinic marketing strategy with the geriatric community approach is currently not as expected and achieved
Read More
Pain clinic services are health services in polyclinics that focus on acute and chronic pain management. This pain clinic was opened at the end of September 2019, and there is in only one in Karawang. From polyclinic patient data in 2018, patients with pain complains were about 50% of the total patients from polyclinic which could be a potential pain clinic. From the pain clinic visit data of patients, it is known that the most consulted are the productive age and old age (geriatrics). At Mandaya Hospital, a geriatric community has been formed, which is called The Golden Club. This research is a case study research with a qualitative approach, begins in October 2019 to May 2020. Research informants including the President Director, Head of Marketing Division, Doctor in charge of Pain Clinic, Marketing sub-unit of the community office section, Pain clinic nurse, Patient and or family of pain clinic patients, Members of the golden club community. Data taken from primary and secondary data. The results of this study are segmentation and targets of pain clinic, namely patients who have complaints of chronic pain whether or not they have received prior treatment, women, productive age (³20-64 years old) and old age (³65 years old), living in West Karawang and East Telukjambe districs, types of payment with personal guarantee. Specialized in pain intervention products using C-Arm or USG guide. Pain clinic market position as the market leader in pain clinic services for internal and external referrals of Mandaya Hospital. The marketing mix of Co-creation wants to develop intratechal analgesia, Currency offered in pain clinics need evaluation from management for determining rates, Communal activation and Conversation are carried out online through social media, WhatsApp groups, and teleconsultation. The pain clinic marketing strategy with the geriatric community approach is currently not as expected and achieved
B-2180
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Eulis Fatimah Nadirah; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Wachyu Sulistiadi, Ares Susilo, Amila Megraini
Abstrak:
Read More
Adanya peningkatan jumlah rumah sakit dan perkembangan informasi sejak adanya internet membuat rumah sakit membutuhkan media promosi. Perubahan perilaku konsumen akibat Covid-19 telah mengubah lingkungan pemasaran, menyebabkan rumah sakit perlu mengkaji ulang strategi pemasaran mereka. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi bauran pemasaran di Rumah Sakit Trimitra menghadapi pascapandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif menggunakan telaah dokumen, wawancara, dan Consensus Decision Making Group (CDMG)) untuk penentuan strategi bauran pemasaran. Tahapan analisis dilakukan dengan melakukan tahapan penentuan strategi, kemudian dilanjutkan dengan Segmenting, Targeting, dan Positioning, lalu menentukan bauran pemasaran dengan 7P, yaitu Product, Promotion, Price, Place, People, Process, dan Physical Evidences. Strategi pemasaran yang dapat diterapkan sesuai kondisi Rumah Sakit Trimitra Cibinong adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Berdasarkan hasil CDMG didapatkan bahwa layanan yang dapat dikembangkan oleh rumah sakit adalah Perina/NICU, layanan spesialis kebidanan dan kandungan, media promosi dan digitalisasi layanan kesehatan. Pemasaran produk yang dapat dilakukan yaitu dengan promosi metode ERACS bagi pasien yang terindikasi persalinan seksio sesarea dan mengembangkan layanan telekonsultasi. Melakukan kegiatan promosi dengan optimalisasi pemasaran digital dan merekrut SDM yang handal di bidang tersebut. Strategi bauran pemasaran dapat menjadi alat untuk mencapai tujuan organisasi yang sesuai dengan tujuan Rumah Sakit Trimitra Cibinong.
The increase in the number of hospitals and the development of information since the existence of the internet has made hospitals need promotional media. Changes in consumer behavior due to Covid-19 have changed the marketing environment, causing hospitals to re-examine their marketing strategies. The purpose of this study is to determine the marketing mix strategy at Trimitra Hospital after the Covid-19 pandemic. This research is a case study research with a qualitative approach using document reviews, interviews, and Consensus Decision Making Group (CDMG) for determining the marketing mix strategy. The stages of analysis are carried out by carrying out the stages of determining the strategy, then proceed with Segmenting, Targeting, and Positioning, then determine the marketing mix with the 7Ps, Product, Promotion, Price, Place, People, Process, dan Physical Evidences. Marketing strategies that can be applied according to the conditions of Trimitra Cibinong Hospital are market penetration and product development. Based on the CDMG results, it was found that the services that could be developed by the hospital were Perina/NICU, obstetrics and gynecology specialist services, media promotion and digitalization of health services. Product marketing that can be done is by promoting the ERACS method for patients with indications for cesarean section delivery and developing teleconsultation services. Carry out promotional activities by optimizing digital marketing and recruiting reliable human resources in this field. The marketing mix strategy can be a tool to achieve organizational goals that are in accordance with the objectives of Trimitra Cibinong Hospital.
B-2384
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Naenda Stasya; Pembimbing: Wahyu Sulistyadi; Penguji: Anhari Achadi, Adang Bachtiar, Sri Hastuti, Afrisya Iriviranty
Abstrak:
Perkembangan teknologi informasi melalui internet dan perkembangan strategi marketing yang mengikutinya menjadi alasan rumah sakit untuk ikut merumuskan pengembangan strategi marketing . Sudah sejak lama bahwa strategi marketing berdasarkan marketing mix telah banyak digunakan untuk mencapai keberhasilan organisasi. RS Budi Kemuliaan merupakan RS dengan tata nilai yang kuat dan berkomitmen agar setiap kegiatan yang ada dilingkungan RS Budi Kemuliaan harus memiliki nilai-nilai tersebut. Oleh karena itu diperlukan pengembangan strategi marketing yang saat ini dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yaitu strategi digital marketing dengan pendekatan marketing mix di RS Budi Kemuliaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif dan disain penelitian crossectional. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan dilanjutkan dengan Consensus Decision Making Group CDMG) untuk penentuan strategi. Diketahui bahwa arahan strategi RS Budi Kemuliaan adalah Adding Value Strategy sehingga konsep pemasaran pun harus memiliki adding value untuk pelanggan. Strategy Marketing Mix melalui elemen 7P yaitu Product, Promotion,Price,Place, People, Procces, dan Physical Evidence sesuai dengan konsep marketing RS Budi Kemuliaan. Sementara Strategi Digital marketing yang sesuai dengan resources RS Budi Kemuliaan adalah optimalisasi website, media social, email, mobile phone dan video. Kedua strategi ini kemudian digabungkan dan ditentukan dalam CDMG. Telah dirumuskan Strategi Digital Marketing dengan Pendekatan Marketing Mix yang sesuai dengan RS Budi Kemuliaan. Strategi Digital Marketing dengan Pendekatan Marketing Mix dapat menjadi strategi pengembangan Unit Marketing untuk mencapai keberhasilan tujuan strategi yang sesuai dengan tata nilai Budi Kemuliaan dan resources RS Budi Kemuliaan.
Read More
B-2173
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mundianasari Muyasaroh; Pembimbing: Wiku bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Robi Hari Setiawan
S-6597
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dovian Emely Suteja; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Vetty Yulianty Permanasari, Fushen; Eka Ginanjar
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Pemasaran rumah sakit melalui media digital menjadi semakin diminati karena masifnya pengguna internet di seluruh dunia. Rumah Sakit UKRIDA merupakan rumah sakit yang relatif baru di kawasan Jakarta Barat yang telah mengimplementasikan pemasaran digital untuk meningkatkan brand awareness, memperkuat brand image, serta membangun brand loyalty. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemasaran digital dengan loyalitas pengunjung dan citra merk RS UKRIDA. Metode: Data primer diperoleh dari pengisian kuesioner online oleh 105 orang pengunjung rumah sakit. Pemasaran digital dinilai dari aspek perceived relevance, informativeness, usefulness, authenticity, entertainment, aesthetics, dan variety. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara seluruh aspek pemasaran digital dengan citra RS maupun dengan loyalitas pengunjung. Authenticity dari konten pemasaran digital memiliki hubungan paling dominan terhadap citra RS dan loyalitas pengunjung. Citra RS juga memiliki hubungan yang signifikan dengan loyalitas pengunjung. Regresi logistik ganda menunjukkan citra rumah sakit memiliki hubungan paling erat dengan loyalitas pengunjung (OR = 18,817) setelah dikontrol oleh variabel pemasaran digital. Kesimpulan: Upaya promosi RS UKRIDA di media digital harus diimbangi dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pasien dengan tujuan untuk mempertahankan citra rumah sakit serta membangun loyalitas pengunjung.
Introduction: Hospital marketing through digital media is becoming increasingly popular due to the massive number of internet users worldwide. UKRIDA Hospital, a new hospital in West Jakarta, has implemented digital marketing to increase brand awareness, strengthen brand image, and build brand loyalty. Objectives: This study aims to determine the relationship among digital marketing, visitor loyalty, and the brand image of UKRIDA Hospital. Methods: Primary data were collected from 105 hospital visitors using an online questionnaire. Digital marketing is assessed in terms of perceived relevance, informativeness, usefulness, authenticity, entertainment, aesthetics, and variety. Results: There was a significant relationship between all aspects of digital marketing and both hospital image and visitor loyalty. Content authenticity showed the most dominant relationship to hospital image and visitor loyalty. Hospital image was also found to have a significant relationship with visitor loyalty. Multiple logistic regression indicated that hospital image had the closest relationship with visitor loyalty (OR = 18.817) after being controlled by digital marketing aspects as confounding variables. Conclusion: Digital marketing efforts of UKRIDA Hospital must be balanced with efforts to improve service quality to increase patient trust and satisfaction, with the aim of maintaining the image of the hospital and building visitor loyalty.
B-2341
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sefi Samba Takarianto; Pembimbing: Mary A. Wangsarahardja
B-745
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ni Ketut Agustiani; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Purnawan Junadi, Meike Savitri, Yuli Prapancha Satar; Amila Megraini
Abstrak:
Pendekatan customer-centric adalah strategi fokus kepada pelanggan, sedangkan bauran pemasaran SAVE (solutions, access, value, dan education) dengan konsep pendekatan perilaku pelanggan secara spesifik oleh karena globalisasi, informasi teknologi yang terus meningkat dan peningkatan harapan pelanggan yang multidimensi. Studi ini untuk mengetahui pengaruh bauran model SAVE terhadap strategi customer-centric dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode cross-sectional serta jumlah sampel 96 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pelayanan sebagai bagian dari value, diharapkan memberikan pelayanan dokter tepat waktu, pelayanan obat dan pemeriksaan penunjang yang cepat. Informasi digital muncul sebagai bagian dari bauran education yang paling berpengaruh terhadap strategi customer-centric. Penggunaan media sosial sebagai penyedia informasi ekspresif terhadap pasien dapat membantu sistem pemasaran Poliklinik Eksekutif RS Hermina Depok.
Kata kunci : solutions, access, value, education, customer-centric
Customer-centric approach is meant to focus on the customers, meanwhile SAVE (solutions, access, value, education) marketing mix is concept marketing mix modeling that is able to accommodate specific customer behavior because globalization, information technology and multi-dimensional customer expectations. This study aims to determine the influence of save marketing mix against customer-centric strategy used quantitative approach and cross-sectional method with a sample of 96 people. The results showed that the quality of service as part of the value, is expected to provide timely medical services, drug services and rapid additional examination. Digital information emerges as part of the most influential education mix for customer-centric strategy. The use of social media as a provider of expressive information to patients can help the marketing system of Executive Polyclinic RS Hermina Depok.
Key words: solutions, access, value, education, customer-centric
Read More
Kata kunci : solutions, access, value, education, customer-centric
Customer-centric approach is meant to focus on the customers, meanwhile SAVE (solutions, access, value, education) marketing mix is concept marketing mix modeling that is able to accommodate specific customer behavior because globalization, information technology and multi-dimensional customer expectations. This study aims to determine the influence of save marketing mix against customer-centric strategy used quantitative approach and cross-sectional method with a sample of 96 people. The results showed that the quality of service as part of the value, is expected to provide timely medical services, drug services and rapid additional examination. Digital information emerges as part of the most influential education mix for customer-centric strategy. The use of social media as a provider of expressive information to patients can help the marketing system of Executive Polyclinic RS Hermina Depok.
Key words: solutions, access, value, education, customer-centric
B-1864
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
