Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30722 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Syifa Aulia Muthmainnah; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Ede Surya Darmawan, Ekonugroho Budhi Prasetyo, Bonnie Medana Pahlavie
T-7337
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tyas Natasya Citrawati; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Ascobat Gani, Puput Oktamianti, Ari Setyaningrum dan Sigit Wibowo
Abstrak:
Ketidakhadiran ASN yang cukup tinggi dapat berdampak kepada produktivitas dari ASN itu sendiri. Hal tersebut justru bertolak belakang dengan tujuan dari implementasi GERMAS yang dicanangkan oleh pemerintah. Melihat dari data tingkat kebugaran kardiorespirasi dan tingkat ketidakhadiran ASN, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan antara tingkat kebugaran jasmani terutama kardiorespirasi dan faktor confounding dengan cuti sakit di Kementerian Kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode case control yang dilakukan pada bulan Januari, Februari, dan Maret 2024. Penelitian dilakukan melalui pengambilan data jenis kelamin, usia, jabatan dan cuti sakit dari data kepegawaian pada E-office. Status gizi dan tingkat kebugaran dari aplikasi Sistem Informasi Kebugaran (SIPGAR). Sedangkan data jarak rumah ke tempat kerja, transportasi, penyakit penyerta, aktivitas fisik dan merokok diambil melalui kuesioner. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara kebugaran kardiorespirasi dengan cuti sakit. Variabel jenis kelamin, jabatan, status gizi, aktivitas fisik, usia dan penyakit penyerta merupakan confounding hubungan kebugaran kardiorespirasi dengan cuti sakit. Berdasarkan aOR=7,83 dengan menggunakan pemodelan akhir didapat bahwa pegawai yang tidak bugar berisiko 7,83 kali untuk tidak hadir karena sakit dibandingkan pegawai yang bugar setelah dikontrol oleh variabel jenis kelamin, jabatan, status gizi, aktivitas fisik, usia dan penyakit penyerta. Penelitian ini menyarankan untuk pembuatan kebijakan untuk pengukuran kebugaran rutin serta merekomendasikan program intervensi kebugaran dan kesehatan di tempat kerja berdasarkan masing-masing kondisi kesehatan perorangan yang hasilnya dapat disebarluaskan untuk mengedukasi masyarakat betapa pentingnya manfaat kebugaran kardiorespirasi selain untuk meningkatkan produktivitas pekerja tetapi seluruh lapisan masyarakat seperti anak sekolah dan lansia. Penelitian dengan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk mendukung atau menyangkal hasil tersebut.

High absenteeism among civil servants (ASN) can significantly impact their productivity, which contrasts with the objectives of the GERMAS (Healthy Living Community Movement) initiative promoted by the government. Analyzing data on cardiorespiratory fitness and absenteeism rates among civil servants, this study aims to investigate the relationship between physical fitness, particularly cardiorespiratory fitness, and confounding factors with sick leave at the Ministry of Health. This research employs a case-control method conducted in January, February, and March 2024. Data collection included gender, age, job position, and sick leave information from employee records in the E-office. Nutritional status and fitness levels were sourced from the Fitness Information System (SIPGAR) application. Additional data on the distance from home to work, transportation, comorbidities, physical activity, and smoking were gathered through questionnaires. The study concludes that there is a significant relationship between cardiorespiratory fitness and sick leave. Variables such as gender, job position, nutritional status, physical activity, age, and comorbidities act as confounders in the relationship between cardiorespiratory fitness and sick leave. Based on an adjusted odds ratio (aOR) of 7.83 from the final model, it was found that employees with poor cardiorespiratory fitness are 7.83 times more likely to take sick leave compared to those with good fitness, after controlling for gender, job position, nutritional status, physical activity, age, and comorbidities. The study recommends policies for regular fitness assessments and workplace fitness and health intervention programs tailored to individual health conditions. The findings should be disseminated to educate the public on the importance of cardiorespiratory fitness, not only to enhance worker productivity but also for all community segments, including school children and the elderly. Further studies with larger sample sizes are needed to support or refute these findings.
Read More
T-6992
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herliyanti Yadi; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Puput Oktamianti, Budi Hartono, Marisa Aristiawati
Abstrak: Lingkungan kerja yang kondusif mempengaruhi kualitas kehidupan kerja dan dapatmembentuk sumber daya manusia yang berkualitas serta mendukung perbaikan kualitaspelayanan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kualitas kehidupan kerjaterhadap kinerja pegawai di RSUD Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan desain cross sectional pada 315 pegawai baik PegawaiNegeri Sipil maupun Tenaga Kerja Sukarela. Analisis yang dilakukan adalah univariat,bivariat dengan uji statistic chi square dan multivariat dengan regresi logistik gandamodel prediksi/determinan.Hasil penelitian menunjukkan kualitas kehidupan kerja masih kurang terutama rasabangga terhadap rumah sakit, keterlibatan/partisipasi pegawai dan fasilitas yang didapat.Demikian pula kinerja pegawai, dari 315 terdapat 164 pegawai 51,1 dengan kinerjakurang. Hasil uji statistic diketahui bahwa keterlibatan/partisipasi pegawai dan fasilitasyang didapat memiliki hubungan signifikan terhadap kinerja pegawai. Analisis lanjutdidapatkan tiga komponen yang mempengaruhi kinerja pegawai yaituketerlibatan/partisipasi pegawai, fasilitas yang didapat dan keselamatan lingkungan kerja.Komponen yang paling dominan adalah fasilitas yang didapat dengan nilai OR 2,670.Dari penelitian diharapkan RSUD Kabupaten Ogan Ilir dapat membentuk tim berisipegawai yang mewakili semua bidang, memperbaiki sistem pemeliharaan fasilitas rumahsakit, memberikan pelatihan dan seminar, menganggarkan secara khusus untuk perbaikansistem keselamatan dengan menambah alat pelindung diri, membetuk tim khusus yangmemperhatikan dan mengawasi keselamatan dan kesehatan pegawai yang dibawahi olehSPI Satuan Pengawas Internal dan mengaktifkan kembali SPI rumah sakit.
A conducive working environment affects the quality of working life and can form qualityhuman resources and support the improvement of service quality. The purpose of thisstudy is to analyze the relationship of quality of work life to employee performance inRSUD Ogan Ilir District. This research is a quantitative research with cross sectionaldesign on 315 employees both civil servants and freelancer. The analyzes were univariate,bivariate with chi square and multivariate statistic test with multiple logistic regressionof predictive determinant model.The result of the study shows that the quality of working life is still lacking, especiallythe pride of the hospital, the involvement participation of employees and the facilitiesobtained. Similarly, employee performance, of 315 there are 164 employees 51.1 withless performance. The result of the statistic test shows that the involvement participationof employees and facilities obtained has a significant relationship to the performance ofemployees. Further analysis found 3 components that affect employee performance is theinvolvement participation of employees, facilities obtained and safety of the workenvironment. The most dominant component is the facility obtained with an OR of 2.670.From the research, it is hoped that the RSUD of Ogan Ilir Regency can form a team ofemployees representing all fields, improve the system of maintaining hospital facilities,provide training and seminars, budgeting specifically for improvement of safety systemby adding personal protective equipment, forming a special team that pay attention andsupervise the safety and health of employees who are covered by SPI Internal ControlUnit and reactivate the hospital 39 s SPI.
Read More
T-5276
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jihan Fitra Hara; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Kurnia Sari, Suryadi, Selpi Pratiwi
Abstrak:
Skrining secara dini dalam mendeteksi kanker serviks dalam meningkatkan perilaku sehat pada masyarakat, mengurangi faktor risiko kesehatan masyarakat, mendiagnosis dan mengobati kasus agar terjadi penurunan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit kanker leher rahim atau serviks, Kementerian Kesehatan RI mengembangkan program pencegahan kanker serviks dengan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA tes). Pada tahun 2022 capaian pemeriksaan IVA test Puskesmas Tajur sebanyak 1550 WUS, Target sasaran selama 5 tahun Wanita Usia Subur (WUS) yang dilakukan pemeriksaan IVA yaitu 5704 WUS, sedangkan capaian Puskesmas Tajur dari tahun 2020-2022 adalah 4275 WUS yang sudah melakukan IVA. Capaian deteksi dini dengan IVA dilihat secara kumulatif setiap tahunnya, banyaknya tantangan dalam mencapai target IVA sehingga perlunya manajemen pelayanan untuk mencapai hasil yang diinginkan, dari unsur sistem dinilai input - proses – output. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode inspeksi visual asam asetat (IVA Test) di Puskesmas Tajur tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan studi deskriptif observasional dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Penelitian ini terdiri dari 2 Informan Utama, dan 8 Informan Triangulasi. Hasil pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA Puskesmas Tajur masih belum maksimal. Unsur sistem Input, sumber daya pemeriksaan IVA dilakukan dengan bidan dan dokter belum pernah melakukan pemeriksaan IVA karena belum melakukan pelatihan IVA, kurangnya dana dalam pemeriksaan IVA, sarana dan prasarana IVA juga mengalami kendala dikarenakan kurangnya dana dalam pembelian alat untuk pemeriksaan IVA, sistem pelayanan puskesmas masih belum melakukan pelayanan IVA di luar gedung puskesmas sistem pelayanan dilakukan didalam gedung puskesmas, dan untuk unsur proses pada advokasi belum ada dukungan dari Kepala Kelurahan dan Kepala Kecamatan, Sosialisasi masih belum dilakukan setiap hari dan belum meratanya melakukan sosialisasi di wilayah Puskesmas Tajur, untuk proses Pra IVA, tindakan IVA dan Pasca IVA tidak masalah dalam pelaksanaan IVA. Unsur Output yaitu input, proses dan output didapatkan cakupan pemeriksaan IVA bertambah setiap tahunnya 1-3%. Saran meningkatkan perannya dalam pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA.



Early screening in detecting cervical cancer in increasing healthy behavior in the community, reducing public health risk factors, diagnosing and treating cases so that there is a reduction in morbidity, disability and death from cervical or cervical cancer, the Indonesian Ministry of Health developed a cervical cancer prevention program by Acetic Acid Visual Inspection (IVA test). In 2022 the results of the IVA test at the Tajur Health Center were 1550 WUS. The target for 5 years for Women of Reproductive Age (WUS) for IVA examinations was 5704 WUS, while the achievements of the Tajur Health Center from 2020-2022 were 4275 WUS who had already done IVA. The achievement of early detection with IVA is seen cumulatively every year, there are many challenges in achieving the IVA target so that service management is needed to achieve the desired results, from system elements assessed input - process - output. The purpose of this study was to determine the evaluation of the implementation of the cervical cancer early detection program using the visual acetic acid inspection method (IVA Test) at the Tajur Health Center in 2022. This research method uses a descriptive observational study with a qualitative approach. Data collection techniques using in-depth interviews, observation and document review. This study consisted of 2 main informants and 8 triangulation informants. The results of the implementation of the cervical cancer early detection program using the IVA method at the Tajur Health Center are still not optimal. Elements of the Input system, IVA examination resources carried out by midwives and doctors have never conducted VIA examinations because they have not conducted IVA training, lack of funds in VIA examinations, IVA facilities and infrastructure also experience problems due to lack of funds in purchasing equipment for IVA examinations, health center service system still not doing IVA services outside the puskesmas building the service system is carried out inside the puskesmas building, and for process elements in advocacy there is no support from the Kelurahan Head and the Kecamatan Head, Outreach is still not carried out every day and the socialization is not evenly distributed in the Tajur Puskesmas area, for the process Pre IVA, IVA actions and Post IVA are not a problem in implementing IVA. The output elements, namely input, process and output, show that IVA examination coverage increases 1-3% every year. Suggestions to increase its role in implementing cervical cancer early detection programs with IVA examinations.
Read More
T-6757
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raphita Sinambela; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Purnawan Junadi, Prastuti Soewondo, Baequni, Donna Pandiangan
Abstrak: Dinas Kesehatan sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab di bidang kesehatan untuk mencapai indikator standar Pelayanan Minimal (SPM) setiap tahun. Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin meningkat saat ini, Dinas Kesehatan dapat terus berbenah dalam peningkatan kinerjanya baik dari sumber daya manusianya dan faktor organisasi. Perilaku pegawai merupakan salah satu faktor yang mendukung keberhasilan organisasi baik dilihat dari pengetahuan dan sikap pegawai untuk pencapaian SPM. Kesiapan organisasi salah satu tools yang dapat digunakan Malcolm Baldrige Assessment mencakup: kepemimpinan; perencanaan strategi; fokus pada pelanggan; penilaian, analisis, dan manajemen pengetahuan; fokus pada pekerja; manajemen proses; dan hasil. Penelitian dilakukan untuk melihat gambaran hubungan antara Perilaku Pegawai dan faktor-faktor organisasi dengan Kinerja Capaian Standar Pelayanan Minimal. Metode penelitian kuantitatif, desain crossectional, melalui pengisian kuesioner dengan google form oleh 232 responden (pegawai). Hasil penelitian seluruh variabel independen memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja capaian SPM. Variabel Pengukuran, Analisis, Pengetahuan Manajemen secara bivariat (p = 0,0001; OR = 46,12; 95% CI = 21,29 – 99,91) dan multivariat (p = 0,0001; OR = 8,288; 95% CI) merupakan varibel dominan berhubungan dengan kinerja Dinkes Kota Sibolga. Total skor kriteria Malcolm Baldrige pada hasil kinerja Dinas Kesehatan Sibolga memperoleh hasil di level Excellent pada posisi Benchamark Leader.
The Health Service as a Regional Apparatus Organization (RAO) is responsible for the health sector to achieve Minimum Service Standard (SPM) indicators every year. To meet the current increasing need for public health services, the Health Service can continue to improve its performance both in terms of human resources and organizational factors. Employee behavior is one of the factors that supports organizational success, both seen from employee knowledge and attitudes towards achieving SPM. Organizational readiness is one tool that Malcolm Baldrige can use Assessments include: leadership; planning strategy; customer focused; assessment, analysis, and knowledge management; focus on workers; management process; and result. The research was conducted to see a picture of the relationship between employee behavior and organizational factors and the performance of achieving minimum service standards. Quantitative research method, cross-sectional design, by filling out a questionnaire using Google Form by 232 respondents (employees). The research results show that all independent variables have a significant relationship with SPM performance. Measurement variables, Analysis, Management Knowledge bivariate (p = 0.0001; OR = 46.12; 95% CI = 21.29 – 99.91) and multivariate (p = 0.0001; OR = 8.288; 95% CI ) is the dominant variable related to the performance of the Sibolga City Health Office. Malcolm Baldrige's total criteria score on the performance results of the Sibolga Health Service obtained results at the Excellent level in the Benchamark Leader position.
Read More
T-6906
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erika Rishartanti; Pembimbing: Alex J.A. Papilaya
S-3713
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Luh Putu Arum Puspitaning Ati; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Dimposma Sihombing, Ermawan
Abstrak:

Sebanyak 22 dari 62 kabupaten daerah tertinggal (35,48%) belum mencapai target Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagaimana ditetapkan dalam Strategi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Tahun 2020–2024. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pencapaian IPM melalui program afirmasi kesehatan dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (RAN-PPDT). Metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis data sekunder dari laporan realisasi dan evaluasi program, serta wawancara mendalam dengan pengampu program afirmasi dari Kementerian Desa PDTT, Kementerian Kesehatan, BKKBN, serta perwakilan dari daerah tertinggal yang telah dan belum mencapai target. Evaluasi dilakukan menggunakan enam kriteria dari teori evaluasi William N. Dunn, yakni efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa hambatan utama dalam pencapaian IPM meliputi ketidaksinkronan perencanaan dan penganggaran, rendahnya realisasi kegiatan, dan distribusi program yang belum merata. Sementara faktor pendukungnya mencakup kesesuaian program dengan prioritas nasional, pemanfaatan data ketertinggalan, serta komitmen lintas sektor. Kesimpulannya bahwa program afirmasi kesehatan berkontribusi positif terhadap peningkatan IPM, terutama melalui intervensi kesehatan dasar. Namun, efektivitas program belum optimal, efisiensinya terganggu oleh ketidaksinkronan perencanaan dan penganggaran, kecukupannya belum memenuhi kebutuhan riil di daerah, pemerataannya masih timpang, responsivitasnya sudah adaptif terhadap kebutuhan, serta ketepatannya sudah sesuai untuk mendukung IPM. Rekomendasi perbaikan yang disarankan mencakup penguatan perencanaan dan implementasi secara terpadu melalui sinkronisasi lintas sektor, penganggaran berbasis kebutuhan, serta sistem monitoring terintegrasi dalam upaya meningkatkan dampak program afirmasi kesehatan terhadap peningkatan IPM di daerah tertinggal.


 

Out of 62 underdeveloped regencies in Indonesia, 22 (35.48%) have not yet achieved the  Human Development Index (HDI) targets set in the National Strategy for the Acceleration  of Underdeveloped Regions Development 2020–2024. This study aims to evaluate the  supporting and hindering factors affecting HDI improvement through the health  affirmation program within the National Action Plan for the Acceleration of  Underdeveloped Regions Development (RAN-PPDT). A qualitative approach was used,  involving secondary data analysis from program realization and evaluation reports, as  well as in-depth interviews with officials from the Ministry of Villages, Development of  Disadvantaged Regions and Transmigration; the Ministry of Health; BKKBN; and  representatives from underdeveloped regions that have and have not met the HDI targets.  The evaluation is based on six criteria from William N. Dunn’s evaluation theory:  effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and appropriateness. The  findings indicate that key barriers include the lack of synchronization between planning  and budgeting, low implementation realization, and uneven program distribution.  Supporting factors include program alignment with national priorities, utilization of  underdevelopment data, and cross-sectoral commitment. The health affirmation program  contributes positively to HDI improvement, especially through basic health interventions,  although not yet optimal. Recommended improvements involve strengthening integrated  planning and implementation through cross-sectoral synchronization, needs-based  budgeting, and an integrated monitoring system to enhance the program’s impact on HDI  in underdeveloped regions.

Read More
T-7238
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afrina Ferawati Sitohang; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Anhari Achadi, Lindawati. Sri Puji Wahyuni
Abstrak: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian di dunia maupun di Indonesia. Salah satu intervensi kunci dan cara yang paling efektif untuk menurunkan PTM adalah pengendalian faktor risiko PTM, diantaranya pemanfaatan Posbindu PTM sebagai wadah deteksi dini faktor risiko PTM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di wilayah kerja Puskesmas Mogang Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan sequential explanatory design (urutan pembuktian) diawali dengan penelitian kuantitatif terhadap 246 orang responden sesuai dengan kriteria inklusi dan dilanjutkan dengan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam, focus group discussion dan observasi pelaksanaan kegiatan Posbindu PTM. Data dianalisis secara univariat, bivariat, multivariat dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemanfaatan Posbindu PTM dalam satu tahun hanya 3.2 kali. Faktor dominan yang berhubungan secara signifikan pada CI 95% secara berturut turut adalah sikap (P value 0.001), umur (P value 0.001), ketersediaan sarana (p value 0.005), dukungan tokoh masyarakat (p value 0.007), pengetahuan (p value 0.008), dukungan keluarga (p value 0.021). Disarankan kepada Dinas Kesehatan, Puskesmas Mogang untuk melaksanakan resosialisasi program Posbindu PTM, meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi bagi masyarakat, pembenahan terhadap sarana dan prasarana, meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan lintas sektor serta mengembangkan pemberdayaan masyarakat terintegrasi melalui kelompok-kelompok potensial.
Read More
T-5532
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naulia Sundari Efridawaty; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Anwar Hasan, Miswar Fattah
S-4822
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Celly Devita Febrianti; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Kurnia Sari, Chenti Afreri, Elidisari
Abstrak: Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Lampung terus bertambah. Rumah Sakit Umum (RSU) Handayani merupakan salah satu rumah sakit swasta rujukan COVID-19 di Lampung. Terdapat penurunan kunjungan pasien rawat jalan di RSU Handayani selama Pandemi Covid-19.Penelitian ini membahas tentang stigma pasien pada tenaga kesehatan serta faktor lainnya terhadap perilaku kunjungan rawat jalan pada masa pandemi di RSU Handayani Lampung Utara. Metode penelitian ini adalah sequential explanatory yang merupakan kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pasien rawat jalan, sedangkan penelitian kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara stigma pasien pada petugas kesehatan, pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kunjungan pasien rawat jalan. Penyebab stigma diantaranya karena pasien beranggapan mobilisasi petugas kesehatan yang tinggi di rumah sakit sehingga berisiko menularkan Covid-19. Pasien kelompok rentan sebagian besar memiliki stigma. Penelitian juga mendapatkan beberapa responden tidak patuh berkunjung untuk berobat pada masa pandemi Covid-19. Perlu dilakukan berbagai upaya oleh pihak-pihak terkait untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya pada masa Pandemi Covid-19.
Positive confirmed cases of COVID-19 in Lampung continue to increase. The Handayani General Hospital (RSU) is one of the private COVID-19 referral hospitals in Lampung. There was a decrease in outpatient visits at Handayani Hospital during the Covid-19 Pandemic. This study discusses the stigma of patients on health workers and other factors on the behavior of outpatient visits during the pandemic at Handayani Hospital, North Lampung. This research method is sequential explanatory which is a combination of quantitative and qualitative. Quantitative research was conducted by distributing questionnaires to outpatients, while qualitative research was conducted by in-depth interviews. The results showed that there was a significant relationship between patient stigma on health workers, knowledge and attitudes towards outpatient visiting behavior. The cause of the stigma, among others, is because patients think that the high mobilization of health workers in the hospital is at risk of spreading Covid-19. Most of the vulnerable patients have a stigma. The study also found that several respondents did not comply with visiting for treatment during the Covid-19 pandemic. It is necessary to make various efforts by related parties to improve health services for the community, especially during the Covid-19 Pandemic.
Read More
T-6092
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive