Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35940 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Shafira Az-Zahrani Khumairoh; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Fajrinayanti
Abstrak:
Karakteristik diet modern erat kaitannya dengan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak (GGL), seperti makanan ringan kemasan, makanan cepat saji, serta minuman berpemanis. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan konsumsi GGL berlebih sebesar 37,2%, sementara Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencatat proporsi penduduk yang melampaui batas anjuran konsumsi GGL sebesar 33,8%. Asupan GGL yang berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular serta memicu kondisi pre-sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi kesehatan diet digital, jenis kelamin, uang saku, emotional eating, pengaruh teman sebaya, pengaruh orang tua, paparan media sosial, aksesibilitas, dan persepsi harga dengan asupan gula, garam, dan lemak pada siswa SMAN 81 Jakarta tahun 2026. Penelitian menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan data primer yang dikumpulkan dari 143 responden siswa kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 54,5% siswa memiliki asupan GGL kategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan diet digital, pengaruh teman sebaya, dan paparan media sosial dengan asupan GGL, sedangkan emotional eating, pengaruh orang tua, aksesibilitas makanan, dan persepsi harga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan pembentukan peer educator, pemanfaatan media sosial sekolah sebagai sarana edukasi GGL, penyelenggaraan kampanye dan kompetisi digital, serta kerja sama dengan puskesmas setempat.

The characteristics of the modern diet are closely associated with the consumption of foods and beverages high in sugar, salt, and fat (SSF), such as packaged snacks, fast food, and sugar-sweetened beverages. The 2018 Basic Health Research (Riskesdas) showed that excessive SSF consumption reached 37.2%, while the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) recorded that the proportion of the population exceeding the recommended SSF intake limit was 33.8%. Excessive SSF intake can increase the risk of non-communicable diseases (NCDs) and trigger a pre-metabolic syndrome condition. This study aimed to analyze the association of digital dietary health literacy, sex, pocket money, emotional eating, peer influence, parental influence, social media exposure, food accessibility, and price perception with sugar, salt, and fat intake among students of SMAN 81 Jakarta in 2026. This study employed a cross-sectional design using primary data collected from 143 student respondents in grades X and XI. The results showed that 54.5% of students had a high level of SSF intake. There were significant relationships between digital dietary health literacy, peer influence, and social media exposure and SSF intake, whereas emotional eating, parental influence, food accessibility, and price perception showed no significant relationship. Based on these findings, it is recommended to establish peer educators, utilize the school's social media as a means of SSF education, organize digital campaigns and competitions, and collaborate with the local community health center (puskesmas).
Read More
S-12359
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Olivia Kirana Zuhdi; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Salimar
Abstrak: Perilaku makan tidak sehat yang tinggi GGL merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan asupan GGL pada siswa SMAN 8 Jakarta tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pada penelitian ini, asupan GGL merupakan variabel dependen sedangkan jenis kelamin, durasi tidur, emotional eating, alasan pemilihan makanan dan minuman, pengetahuan GGL, pengetahuan logo Pilihan Lebih Sehat, uang jajan, pengaruh orang tua, pengaruh teman sebaya, serta pengaruh iklan makanan dan minuman tinggi GGL merupakan variabel independen. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni-Juli 2022 kepada 168 siswa kelas X dan kelas XI SMAN 8 Jakarta yang terpilih secara acak. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara daring. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat serta secara bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 42,3 persen responden memiliki asupan GGL yang tinggi. Hasil juga menunjukkan bahwa uang jajan, pengetahuan GGL, dan pengaruh teman sebaya berhubungan dengan asupan GGL yang tinggi pada siswa SMAN 8 Jakarta. Oleh karena itu, disarankan dapat diberikan edukasi terkait pola hidup sehat mengenai asupan GGL dan logo Pilihan Lebih Sehat melalui UKS SMAN 8 Jakarta yang bekerja sama dengan puskesmas
Unhealthy eating behavior high in sugar, salt, and fat is one of the risk factors for non-communicable diseases. This study aims to determine the factors associated with the intake of SSF in students of SMAN 8 Jakarta in 2022. This study is a quantitative study with a cross-sectional design. In this study, intake of SSF is the dependent variable while gender, sleep duration, emotional eating, reasons for choosing food and beverages, knowledge of SSF, knowledge of the Healthier Choice logo, pocket money, parental influence, peer influence, and the influence of high SSF food and beverage advertisements are independent variables. Data collection was carried out in June-July 2022 to 168 students of class X and class IX of SMAN 8 Jakarta who were randomly selected. Data were collected through filling out online questionnaires. The data obtained were then analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. The results showed that 42,3 percent of respondents had a high intake of SSF. The results also show that pocket money, knowledge of SSF, and peer influence are associated with high intake of SSF in students of SMAN 8 Jakarta. Therefore, it is recommended that education related to a healthy lifestyle regarding the intake of GGL and the Healthier Choice logo can be provided through UKS SMAN 8 Jakarta in collaboration with the Health Affairs Office.
Read More
S-11006
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Assyfa Azatil Ismah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Trini Sudiarti, Evi Fatimah
Abstrak: Anemia defisiensi besi adalah suatu kondisi tubuh kekurangan zat besi dalam aliran darah yang memiliki dampak antara lain mudah lelah, produktivitas menurun, risiko perdarahan selama dan setelah melahirkan, kelahiran bayi prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), perkembangan anak dan remaja terhambat, hingga kematian. Prevalensi anemia di Provinsi DKI Jakarta pada perempuan menurut Riskesdas tahun 2007 mencapai 27,6%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat literasi gizi dan faktor lainnya (status gizi, asupan protein, asupan zat besi, siklus menstruasi, dan lama menstruasi) dengan status anemia pada siswi SMAN 34 Jakarta tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian tidak menggunakan random sampling, tetapi ditentukan melalui metode quota sampling yang disesuaikan dengan pihak sekolah. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 122 siswi dari kelas 10 dan 11. Data diambil dengan melakukan proses pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan), pengukuran kadar hemoglobin dengan HemoCue Hb 201+ System, pengisian kuesioner literasi gizi, dan wawancara kebiasaan makan dengan food recall 2x24 jam. Data yang terkumpul akan dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Prevalensi anemia pada siswi SMAN 34 Jakarta tahun 2019 sebesar 54,9%. Hasil penelitian bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat literasi gizi fungsional, status gizi, dan asupan zat besi dengan status anemia pada siswi SMAN 34 Jakarta tahun 2019 (p-value < 0,1).
Kata kunci: Anemia, asupan zat besi, literasi gizi, siswi, status gizi
Read More
S-10095
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fransiska Novita; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Evi Fatimah
Abstrak: Kadar lemak tubuh yang rendah pada seseorang memiliki dampak pada kondisi kesehatan. Pada remaja putri, kondisi kurang gizi dan rendahnya kadar lemak tubuh menunda proses growth spurt dan memperlambat terjadinya menarche. Penurunan lemak tubuh yang terjadi secara bertahap dalam jangka waktu yang panjang dapat berujung pada terjadinya kurang energi kronis (KEK). Di Indonesia, diketahui remaja perempuan berusia 15-19 tahun yang sedang tidak hamil merupakan kelompok usia dengan proporsi KEK paling tinggi dibandingkan kelompok lainnya, yaitu sebesar 36,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat literasi gizi dan faktor lainnya seperti IMT/U, literasi gizi, citra tubuh, perilaku diet penurunan berat badan, aktivitas fisik, dan asupan zat gizi makro dengan persen lemak tubuh (PLT) pada siswi SMAN 34 Jakarta tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang dilakukan pada 137 siswi dari kelas X dan XI. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner, pengukuran antropometri, dan wawancara food recall 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan ratarata PLT siswi SMAN 34 Jakarta tergolong normal (27.03% ± 4.27). Variabel yang diketahui memiliki hubungan yang bermakna dengan PLT adalah IMT/U (p value = 0.000), perilaku diet penurunan berat badan (p value = 0.000), asupan kalori (p value = 0.019), asupan protein (p value = 0.005), dan asupan lemak (p value = 0.007).
Read More
S-10222
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adlina Zahrah; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Salimar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku penurunan berat badan pada siswi SMAN 81 Jakarta, serta faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku penurunan berat badan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang dilakukan pada 157 siswi kelas X dan XI. Variabel dependen yang diteliti adalah perilaku penurunan berat badan. Variabel independen yang diteliti yaitu citra tubuh, pengetahuan gizi, pengaruh keluarga, teman sebaya, dan media sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner yang dipantau secara daring pada bulan April 2021. Hasil penelitian menunjukkan 63,1% responden melakukan penurunan berat badan dalam 6 bulan terakhir. Didapatkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara citra tubuh, pengaruh keluarga, dan pengaruh tekanan media sosial dengan perilaku penurunan berat badan.
Read More
S-10739
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
S-10627
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Parahita Handini; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Evi Fatimah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsentrasi belajar dengan beberapa faktor dan menemukan faktor paling dominan pada siswa SMAN 1 Jember. Pada penelitian ini, konsentrasi belajar adalah variabel dependen, sedangkan kebiasaan sarapan, asupan gizi (energi, karbohidrat, protein, lemak, zat besi, seng, vitamin B12, vitamin C), kualitas tidur, dan aktivitas fisik adalah variabel independen. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2021 kepada 200 siswa-siswi kelas X dan XI SMAN 1 Jember yang dipilih menggunakan metode quota sampling. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner secara daring (online). Data yang diperoleh dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistic ganda.
Read More
S-10627
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ervine Chastine Marind; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Evi Fatimah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan total asupan energi siswa SMAN 68 Jakarta. Metode yang dipakai adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi penelitian potong lintang (cross-sectional). Total asupan energi adalah variable dependen, sementara persepsi mengenai karbohidrat, persepsi mengenai lemak, pengetahuan gizi, penggunaan media sosial, pendidikan orang tua dan jenis kelamin merupakan variabel independen. Penelitian ini melibatkan 184 siswa SMAN 68 Jakarta setelah dilakukan simple random sampling.
Read More
S-10645
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Risky Auliani; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Rahmawati
S-10521
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raddin Fathinnisa; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Tria Astika Endah P.
Abstrak: Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan adanya satu atau lebih abnormalitas lipid tubuh. Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan tinggi lemak, kurang asupan serat, kurang aktivitas fisik, merokok, kurangnya pengetahuan gizi yang sering dijumpai pada karyawan perkantoran di perkotaan menjadi faktor risiko terjadinya ketidakseimbangan kadar lipid tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan lemak dan faktor lainnya dengan kejadian dislipidemia pada 85 karyawan Perusahaan X yang berlokasi di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pada bulan April 2025. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional dengan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, serta data sekunder dari hasil pemeriksaan medical check up. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 52 responden (61,2%) yang mengalami dislipidemia serta terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak (p=0,008), asupan energi (p=0,009), dan status gizi (p=0,010) dengan kejadian dislipidemia. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan serat, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, pengetahuan gizi, dan jenis kelamin.
Dyslipidemia is a lipid metabolism disorder characterized by one or more abnormalities in body lipids. Unhealthy lifestyles such as high-fat diets, low fiber intake, lack of physical activity, smoking, and lack of nutritional knowledge, which are often found among office workers in urban areas, become risk factors for the occurrence of lipid imbalance in the body. This study aims to determine the relationship between fat intake and other factors with the incidence of dyslipidemia among 85 employees of Company X located in Rasuna Said, Kuningan, South Jakarta in April 2025. This study was conducted with a cross-sectional design using primary data collected through interviews and questionnaires, as well as secondary data from medical check-up results. The research results show that there are 52 respondents (61.2%) who experience dyslipidemia, and there is a significant relationship between fat intake (p=0.008), energy intake (p=0.009), and nutritional status (p=0.010) with the occurrence of dyslipidemia. Meanwhile, there is no significant relationship between fiber intake, physical activity, smoking habits, nutritional knowledge, and gender
Read More
S-11909
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive