Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35302 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yuwan Martus Tegar Charisma; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Ridha Renaldi, Ahmad Afif Mauludi
Abstrak:
Pelatihan Critical Risk Standard (CRS) Traffic Management merupakan salah satu upaya pengendalian risiko kecelakaan lalu lintas tambang. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelatihan CRS Traffic Management terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku keselamatan operator di PT X. Penelitian menggunakan metode mixed method dengan melibatkan 94 operator Articulated Dump Truck (ADT). Data kuantitatif diperoleh melalui pre-post test, kuesioner, dan observasi perilaku, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan informan dari Learning and Development, Occupational Health and Safety, dan Kepala Teknik Tambang. Analisis dilakukan menggunakan Paired Samples T-Test dan Moderated Regression Analysis (MRA). Modul pelatihan telah divalidasi oleh ahli dengan nilai Content Validity Index sebesar 1,00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan CRS Traffic Management efektif meningkatkan pengetahuan operator, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 78,72 menjadi 88,83 (p<0,001). Namun, peningkatan pengetahuan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku keselamatan operator (p=0,459). Konsistensi pengawasan berpengaruh signifikan terhadap perilaku keselamatan (p=0,019), tetapi tidak memoderasi hubungan antara pembelajaran dan perilaku keselamatan (p=0,544). Hasil wawancara menunjukkan bahwa perubahan perilaku keselamatan dipengaruhi oleh adaptasi operator hasil up-skilling, keterbatasan trainer, dan belum optimalnya evaluasi pasca pelatihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan CRS Traffic Management efektif meningkatkan pengetahuan operator, tetapi belum mampu menghasilkan perubahan perilaku keselamatan secara signifikan. Penguatan pengawasan dan evaluasi pasca pelatihan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program keselamatan lalu lintas tambang.

Critical Risk Standard (CRS) Traffic Management Training is one of the control measures implemented to reduce the risk of mine traffic accidents. This study aimed to analyze the effectiveness of CRS Traffic Management training in improving operators’ knowledge and safety behavior at PT X. This study employed a mixedmethods approach involving 94 Articulated Dump Truck (ADT) operators. Quantitative data were collected through pre-test and post-test assessments, questionnaires, and behavioral observations, while qualitative data were obtained through interviews with representatives from the Learning and Development Department, Occupational Health and Safety Department, and the Mine Technical Manager. Data were analyzed using the Paired Samples T-Test and Moderated Regression Analysis (MRA). The training module was validated by experts and achieved a Content Validity Index score of 1.00. The results showed that CRS Traffic Management training was effective in improving operators’ knowledge, as indicated by an increase in the mean score from 78.72 to 88.83 (p<0.001). However, the improvement in knowledge did not have a significant effect on operators’ safety behavior (p=0.459). Supervision consistency had a significant effect on safety behavior (p=0.019), but did not moderate the relationship between learning and safety behavior (p=0.544). Interview findings revealed that changes in safety behavior were influenced by the adaptation process of up-skilled operators, limited trainer availability, and the lack of optimal post-training evaluation. This study concludes that CRS Traffic Management training is effective in improving operators’ knowledge but has not yet resulted in significant changes in safety behavior. Strengthening supervision and post-training evaluation is necessary to enhance the effectiveness of mine traffic safety programs.
Read More
T-7637
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Age Bunga Perdana; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Abdul Kadir, Barmanto
Abstrak:
Kecelakaan kerja masih menjadi isu penting di tempat kerja, termasuk di PT X, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi. Salah satu upaya preventif yang dilakukan adalah pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (safety training) bagi pekerja lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas safety training dalam meningkatkan pengetahuan K3 pada pekerja lapangan PT X tahun 2025. Penelitian menggunakan mix method dengan desain pre-eksperimental (One Group Pre-Test Post-Test) pada 55 peserta pelatihan. Data kuantitatif diperoleh melalui pre-test, post-test, dan kuesioner kepuasan, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi dan telaah dokumen. Analisis statistik dilakukan dengan paired sample t-test, sementara data kualitatif dianalisis secara deskriptif berdasarkan model evaluasi CIRO (Context, Input, Reaction, Outcome). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan K3 dari 87,64 pada pre-test menjadi 92,73 pada post-test atau naik 5,81% dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Seluruh peserta (100%) mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70. Rata-rata kepuasan peserta terhadap pelatihan mencapai 4,14 (kategori tinggi), dengan penilaian tertinggi pada kompetensi instruktur. Evaluasi aspek konteks dan input menunjukkan bahwa pelatihan sesuai kebutuhan, difasilitasi dengan baik, dan disampaikan oleh instruktur kompeten. Secara keseluruhan, safety training dinyatakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan K3.

Workplace accidents remain a major concern, including at PT X, a company engaged in the telecommunications sector. One preventive effort implemented is occupational health and safety (OHS) training for field workers. This study aims to analyze the effectiveness of safety training in improving OHS knowledge among field workers at PT X in 2025. A mixed-method approach was used with a pre-experimental design (One Group Pre-Test Post-Test) involving 55 training participants. Quantitative data were collected through pre-tests, post-tests, and satisfaction questionnaires, while qualitative data were gathered through observation and document review. Statistical analysis was conducted using the paired sample t-test, and qualitative data were analyzed descriptively based on the CIRO evaluation model (Context, Input, Reaction, Outcome). Results showed an increase in the average OHS knowledge score from 87.64 (pre-test) to 92.73 (post-test), representing a 5.81% improvement, with a statistically significant difference (p < 0.05). All participants (100%) achieved scores above the minimum passing criteria (≥ 70). The average satisfaction score was 4.14 (high category), with the highest rating in instructor competence. Evaluation of the context and input aspects indicated that the training was relevant, well-facilitated, and delivered by competent instructors. Overall, the safety training was effective in enhancing workers’ OHS knowledge.
Read More
S-11990
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hardi Hidayat; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan besarnya risiko faktor penyebab kecelakaan lalu lintas terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tukang ojek di lingkungan Universitas Indonesia. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional menggunakan data primer yang didapat dari tukang ojek Universitas Indonesia pada tahun 2013. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tukang ojek Universitas Indonesia disebabkan oleh kelelahan pekerja (fatigue) 5 kali berisiko terjadinya kecelakaan lalu lintas pada tukang ojek UI, faktor lingkungan 6 kali berisiko terjadinya kecelakaan lalu lintas pada tukang ojek UI, serta peranan Pembinaan Lingkungan Kampus Universitas Indonesia 5 kali berisiko terjadinya kecelakaan lalu lintas pada tukang ojek UI.
Read More
S-8123
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saydina Dewanta R; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Heru Hermawan
Abstrak:
Penyakit Tidak Menular merupakan ancaman yang serius bagi kesehatan secara global. Salah satu penyakit tidak menular dengan tingkat mortalitas dan morbiditas yang tinggi adalah penyakit jantung koroner (PJK). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganlisis faktor risiko yang berkontribusi terhadap tingkat risiko PJK pada pekerja kontraktor pertambangan PT X tahun 2025 berdasarkan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi (jenis kelamin, usia, dan riwayat keluarga) dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi (kebiasaan merokok, kadar kolesterol total, LDL, HDL, IMT, aktivitas fisik, diabetes melitus, tekanan darah, dan konsumsi alkohol). Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 497 sampel hasil medical check up (MCU) yang dipilih berdasarkan stratified sampling dan dianalisis menggunakan chi-square dan Prevalence Ratio (PR). Sebanyak 44,1% pekerja memiliki tingkat risiko sedang—tinggi penyakit jantung koroner. Faktor risiko yang berhubungan signifikan meliputi jenis kelamin pria (p<0,001; PR=13,51), usia ≥ 33 tahun (p<0,001; PR=1,52), kebiasaan merokok (p<0,001; PR=7,67), HDL rendah (p=0,001; PR=1,47), menderita diabetes melitus (p=0,001; PR=2,13), kurang beraktivitas fisik (p<0,001; PR=2,35). Intervensi berupa pengelolaan gaya hidup pekerja yang meliputi gizi dan kesadaran aktivitas fisik, implementasi surveilans dan parameter kepatuhan pengobatan, serta pengendalian produk tembakau di tempat kerja direkomendasikan untuk mengendalikan tingkat risiko PJK.

Non-communicable diseases are a serious threat to global health. One of the non-communicable diseases with a high mortality and morbidity rate is coronary heart disease (CHD). This study aims to describe and analyze the risk factors that contribute to the risk level of CHD in PT X mining contractor workers in 2025 based on non-modifiable risk factors (gender, age, and family history) and modifiable risk factors (smoking habits, total cholesterol levels, LDL, HDL, BMI, physical activity, diabetes mellitus, blood pressure, and alcohol consumption). This study is a cross-sectional research with a quantitative approach. The sample consisted of 497 samples  from medical check-ups (MCU) results selected based on stratified sampling and analyzed using chi-square and Prevalence Ratio (PR). As many as 44.1% of workers have a moderate-high risk level of coronary heart disease. Significantly related risk factors included male sex (p<0.001; PR=13.51), age ≥ 33 years (p<0.001; PR=1.52), smoking habits (p<0.001; PR=7.67), low HDL (p=0.001; PR=1.47), had diabetes mellitus (p=0.001; PR=2.13), lack of physical activity (p<0.001; PR=2.35). Interventions in the form of lifestyle management of workers including nutrition and awareness of physical activity, implementation of surveillance and medication compliance parameters, and control of tobacco products in the workplace are recommended to control the risk level of CHD.
Read More
S-12362
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wini Handayani; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Wahyu Hidayat, Andry Kurniawan
Abstrak: Tesis ini menganalisispartisipasi keselamatan pada pekerjaPertambangan Emas Bawah Tanah PT X Propinsi Banten.Penelitian dilakukan oleh penulis berdasarkan 7 (tujuh) kalikejadian berbahaya yang samayang terjadi secara berturut-turut pada tahun 2015, dimana kinerja keselamatan terutama partisipasi keselamatan menjadi penyebab kejadian. berdasarkan kondisi atau suasana keselamatan yang menjadi antesenden dalam membentuk partisipasi keselamatan pekerja dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja keselamatan sehingga dapat mengurangi dan mencegah terjadinya kejadian yang dapat menyebabkan gangguan kesejahteraan, kesehatan dan cidera. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif analitik dengan pendekatan mixed methods meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif dengan desain study cross sectional, Hasil penelitian ditemukan bahwa iklim keselamatan, motivasi keselamatan kerja dan kepuasan kerja memberikan pengaruh terhadap partisipasi keselamatan pada pekerja di Pertambangan Emas Bawah Tanah PT X. Perusahaan perlu melakukan tinjauan ulang keterlibatan pekerja, perwakilan pekerja dan manajemen dalam perencanaan dan pelaksanaan program K3. Kata kunci: Partisipasi, pekerja, keselamatan, iklim kerja, motivasi, kepuasan kerja This thesis analyzes the safety participation of underground gold mining workers of PT X of Banten Province. The research is conducted by the authors based on 7 (seven) different harmful phenomenon that occur respectively in 2015, where safety performance especially safety participation is the cause of the incident. Based on safety conditions or moods that are antecedent in shaping workers' safety participation with the aim of improving safety performance so as to reduce and prevent the occurrence of events that may cause welfare, health and injury. This research is an analytic descriptive research with mixed methods approach including qualitative and quantitative analysis with cross sectional study design. The result of the study found that the safety climate, work safety motivation and job satisfaction have an effect on the safety participation of the workers in the Underground Gold Mine of PT X. Company is necessary to review the involvement of workers, workers' representatives and management in the planning and implementation of OSH programs. Keywords: Participation, workers, safety, work climate, motivation, job satisfaction.
Read More
T-5055
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kiara Ayu Listiani; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Mila Tejamaya, Iqro Glentar, Muthia Ashifa
Abstrak:

Paparan terhadap bahan kimia dan faktor fisika di lingkungan kerja manufaktur herbisida berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius jika tidak dilakukan pengendalian secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Health Risk Assessment (HRA) terhadap bahaya kimia dan fisika yang dihadapi oleh pekerja di area produksi, packaging, dan gudang pada industri manufaktur herbisida, dengan pendekatan berbasis Similar Exposure Group (SEG). Metode yang digunakan mengacu pada kerangka kerja ISO 31000:2018 dan praktik rekomendasi HRA dari otoritas internasional. Data diperoleh melalui dokumen pemantauan lingkungan kerja, SDS, OHSERA, dan wawancara dengan pemangku kepentingan. Risiko dinilai menggunakan matriks semi-kuantitatif berdasarkan skor likelihood dan severity, dengan validasi keparahan kesehatan merujuk pada referensi seperti ACGIH dan literatur ilmiah terkini. Hasil menunjukkan bahwa SEG Proses menghadapi risiko tinggi dari paparan Monoisopropylamine (MIPA) dan Kalium Hidroksida (KOH), sedangkan SEG Packaging dan Warehouse memiliki risiko signifikan akibat kebisingan, getaran, panas, serta uap bahan kimia volatil. Evaluasi existing control menunjukkan pengendalian belum optimal dalam menurunkan risiko ke tingkat rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pengendalian teknis dan administratif, seperti ventilasi lokal, rotasi kerja, penggunaan alat pelindung diri yang sesuai, serta pengaturan waktu kerja-istirahat, diperlukan untuk menurunkan risiko residual. Penilaian risiko berbasis SEG terbukti efektif dalam memetakan prioritas pengendalian dan memberikan dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan K3 di industri sejenis.


 

Exposure to chemical agents and physical hazards in herbicide manufacturing environments poses serious health risks if not managed systematically. This study aims to conduct a Health Risk Assessment (HRA) of chemical and physical hazards encountered by workers in the production, packaging, and warehouse areas of a herbicide manufacturing industry, using a Similar Exposure Group (SEG) approach. The methodology follows the ISO 31000:2018 risk management framework and international best practices for occupational health risk assessment. Data were obtained through environmental monitoring reports, safety data sheets (SDS), OHSERA records, and interviews with relevant stakeholders. Risks were assessed using a semi-quantitative matrix based on likelihood and severity scores, with health severity validation referring to ACGIH and recent peer-reviewed scientific literature. The findings indicate that the Process SEG faces high risks from exposure to Monoisopropylamine (MIPA) and Potassium Hydroxide (KOH), while the Packaging and Warehouse SEGs are significantly affected by noise, vibration, heat, and volatile chemical vapors. Evaluation of existing controls reveals that current measures are not sufficiently effective in reducing risks to acceptable levels. The study concludes that stronger technical and administrative controls—such as local exhaust ventilation, work rotation, appropriate use of personal protective equipment (PPE), and regulated work-rest schedules—are essential to achieve low residual risks. Risk assessment based on SEGs has proven effective in mapping control priorities and provides a solid foundation for occupational health and safety decision-making in similar industrial settings.

Read More
T-7356
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ajub Paddy; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Dadan Erwandi, Yogi Saputra
S-5680
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Neneng Churaeroh; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, C. Setyo Rohadi
Abstrak:

Setiap kasus insiden dipicu berbagai faktor penyebab dasar dan penyebab langsung berupa faktor pekerjaan dan faktor pribadi. Mengacu pada teori Heinrich bahwa faktor pribadi adalah 80% penyebab dasar terjadinya insiden, maka faktor pribadi pekerja harus dikelola serius, antara Iain melalui pelatihan K3 yang tepat guna dan tepat sasaran. Untuk mendapatkan gambaran pelatihan K3 yang tepat guna dan tepat sasaran, tesis ini membahas bagaimana melakukan sebuah analisis kebutuhan pelatihan K3 bagi operator dan mekanik di PT. X, sebuah perusahaan pertambangan batubara terbuka. Kasus insiden tertinggi perusahaan ini menimpa operator alat berat dan mekanik. Populasi kedua jabatan ini paling tinggi dibanding jabatan lainnya dengan faktor risiko K3 yang juga paling tinggi. Mayoritas penyebab dasar insiden yang terjadi adalah faktor pribadi yang terkait dengan kurang pengetahun, stres psikologis. dan perilaku. Proses zmalisis kebutuhan pelatihan yang digunakan dalam tesis ini adalah: analisis organisasi, yaitu untuk mengambarkan dukungan organisasi atas penyelenggaraan pelatihan; analisis tugas, yaitu untuk mendapatkan gambaran jenis pelatihan yang dibutuhkan berdasarkan tugas yang dilakukan dan faktor risiko kerjanya; dan analisis personal, yaitu untuk rnendapatkan gambaran kompetensi jabatan yang dimiliiki pekerja. Selanjutnya dilakukan kategorisasi pelatihan K3 berdasarkan tujuan pelatihan. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk dapat lebih mengeksplorasi faktor risiko yang dihadapi operator dan mekanik, dan mengeksplorasi jenis pelatihan K3 yang dibutuhkan kedua jabatan temebut melalui diskusi dengan level manajemen kedua jabatan tensebut dan manajemen yang mengclola pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan. Diskusi yang dilakul-ran borpegang pada ceklis pelatihan yang telah disiapkan peneliti, tujuarmya adalah sebagai pedornan yang mernpennudah proses diskusi. Pada akhirnya, penelitian ini dapat menggambarkan bahwa manajemen PT. X mendulcung penuh pelaksanaan pelatihan, menggambarkan jonis pelatihan yang dibutuhkan, mengetahui bahwa data kornpetensi pckerja belum dimiliki, dan dapat menghasilkan matrik pelatihan K3 bagi operator dan mckanik berdasar faktor risiko kerja yang disusun berdasarkan tujuan pelatihan. Dengan data-data yang ada dalam tesis ini, PT. X diharapkan mempertahankan hal-hal positif yang telah dimiliki dan meningkatkan dokumentasi kompetensi pekerja per individu sehingga program pengembangan per individu Iebih mudah dilaksanakan. Disamping itu, analisis kebutuhan pelatihan K3 dan pelatihan lainnya disarankan untuk dikaji ulang secara berkesinambungan.


Every analysis on any incident is triggered by various factors, either basic causes or direct causes, including occupational and personal ones. According to Heinrich, personal factors contribute 80% of basic causes of incidents. Hence, personal factors of employees should be genuinely managed by, among outliers, providing ejective and ejicient training on occupational health and safety. In order to provide a description on an ejective and ejicient training on occupational health and salty, this thesis will discuss how to analyze requirements of occupational health and safety training for operators and mechanics in PT X an open coal mining company. Most incidents in the company are related to heavy-duty operators and mechanics. Besides having the highest risk in term of occupational health and safety, the two are the most populated positions. The majority of incidents happened because of personal factors, e.g. lack of knowledge, psychological stress, and unsafe behavior. The processes involved in the analysis on training requirements include: organizational analytsis, i.e. describing organizational support for training; task analysis, i.e. desiring types of required training based on tasks performed and their occupational risks; and personal analysis, i.e. describing occupational competency acquired by the workers. Then, classification on occupational health and safety training based on training objectives will follow. This study tales a qualitative approach. The objective is to allow greater exploration on risk factors facing the operators and mechanics, and to explore types of occupational health and safety training needed by the two positions through discussion with management-level personnel of the two positions and the management staffs' responsible fur human resource development. The discussion rowers to the training checklist prepared by researcher, providing guidelines for the discussion. Eventually, this study can illustrate how the management ofP1'f X has been fully supportive to the training, describe the types of training required, show that data on employees competency are not yet available, and generate occupational health and safety training matrix operators and mechanics based on the occupational risk factors as listed in training objectives. It is expected that the data provided in the thesis will allow PII X to maintain positives already found in the company and to improve documentation on competency of each individual employee, which will make programs on individual development better executed. Also. it is recommended that the analysis on occupational health and safety training requirements is continuously revisited.

Read More
T-3010
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maura Emillia Kirana; Pembimbing: Mufti Wirawan; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Winanda Mashlahat
Abstrak: Bekerja di ketinggian merupakan aktivitas yang memiliki risiko tinggi. Kasus jatuh dari ketinggian berkontribusi atas 38% dari 105.182 kasus kecelakaan kerja di sektor konstruksi. Pada tahun 2020 dan 2021, PT.X memiliki dua kecelakaan jatuh dari ketinggian. Pengaruh organisasi menjadi kontributor paling besar dalam kedua kasus yang ada. Studi ini membahas secara mendalam terkait analisis kecelakaan bekerja di ketinggian yang terjadi pada PT.X pada tahun 2020-2021 menggunakan aspek human factors. Pada analisis kecelakaan, akan digunakan salah satu teori human factors yaitu Swiss Cheese Model dengan tools turunan yaitu Human Factors Analysis and Classification. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan data sekunder serta wawancara dengan pihak PT.X. Penggunaan aspek human factors pada kecelakaan bekerja di ketinggian akan menemukan kondisi laten dan kegagalan aktif yang dapat menjadi faktor-faktor kontributor terhadap kecelakaan. Kondisi laten yang ditemukan antara lain kurangnya kesadaran manajemen dalam menegakkan aspek keselamatan, belum tersedianya fasilitas pendukung safety yang optimal, dan lainnya. Sedangkan kondisi aktif yang berkontribusi antara lain pengetahuan dan pelatihan yang kurang dari pekerja tentang bahaya serta pengendalian di tempat kerja, pelanggaran aturan kerja, dan lainnya. Peneliti menyarankan untuk PT.X melakukan perbaikan atas faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian kecelakaan khususnya di level manajemen dan organisasi.
Working at heights is a high-risk activity. Falls from heights accounted for 38% of the 105,182 work accidents in the construction sector. In 2020 and 2021, PT.X had two falls from a height. Organizational influence is the biggest contributor in both cases. This study discusses in depth the analysis of work accidents at the height that occurred at PT.X in 2020-2021 using human factors aspects. In the accident analysis, one of the theories of human factors will be used, namely the Swiss Cheese Model with derivative tools, namely Human Factors Analysis and Classification. The research method used is a case study using secondary data and interviews with PT.X. The use of human factors aspects in accidents at work will find latent conditions and active failures that can be contributing factors to accidents. Latent conditions found include lack of management awareness in enforcing safety aspects, unavailability of optimal safety support facilities, and others. While active conditions that contribute include lack of knowledge and training of workers about hazards and controls in the workplace, violation of work rules, and others. Researchers suggest PT.X make improvements to the factors that contribute to the incidence of accidents, especially at the management and organizational levels.
Read More
S-11066
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alya Hanan Nabilah; Pembimbing: Laksita Ri Hastiti; Penguji: Fatma Lestari, Ambi Pradiptha
Abstrak:
Sebagai pusat bisnis dan ekonomi, banyak gedung perkantoran di DKI Jakarta yang padat aktivitas. Kebakaran dalam gedung dapat disebabkan oleh korsleting peralatan listrik atau kelalaian manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem tanggap darurat saat terjadi kebakaran di kantor pusat PT X berdasarkan NFPA 1660 Standard for Emergency, Continuity, and Crisis Management: Preparedness, Response and Recovery. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan semi-kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer yaitu wawancara dan observasi, serta data sekunder berupa dokumen perusahaan dan studi literatur. Data yang telah dikumpul kemudian dianalisis menggunakan form checklist untuk melihat pemenuhan sistem tanggap darurat yang sudah ada dengan NFPA 1660 edisi 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian penerapan sistem tanggap darurat pada kejadian kebakaran di PT X setelah dianalisis menggunakan NFPA 1660 menunjukan bahwa terdapat 4 variabel yang kesesuaian nya memadai, 6 variabel dengan persentase kesesuaian sebagian memadai, dan 2 variabel tidak memadai. Hasil penelitian diharapkan agar PT X dapat mempertimbangkan saran yang diberikan untuk mengembangkan sistem tanggap darurat yang telah dimiliki oleh perusahaan. 
As a business and economic center, many office buildings in DKI Jakarta are bustling with activity. Fires in buildings can be caused by electrical equipment short circuits or human negligence. This study aims to analyze the implementation of emergency response systems in the event of a fire at the PT X headquarters based on NFPA 1660 Standard for Emergency, Continuity, and Crisis Management: Preparedness, Response and Recovery. This study employs a descriptive research design with a semi-quantitative approach. The data used include primary data such as interviews and observations, as well as secondary data in the form of company documents and literature reviews. The collected data were analyzed using a checklist form to assess the compliance of the existing emergency response system with NFPA 1660, 2024 edition. The research results indicate that the compliance of the emergency response system implementation in fire incidents at PT X, after being analyzed using NFPA 1660, shows that there are 4 variables with adequate compliance, 6 variables with partially adequate compliance, and 2 variables with inadequate compliance. The research results are expected to encourage PT X to consider the recommendations provided to further develop the emergency response system already in place at the company.
Read More
S-12006
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive