Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41510 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Zahra Amalia Putri; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Mufti Wirawan, Zuly Prima Rizky
Abstrak:
Aktivitas hauling pada industri pertambangan batubara merupakan sistem kerja kompleks non-linear yang melibatkan interaksi operator, unit, pengawas, prosedur, teknologi pemantauan, dan kondisi lingkungan. Meskipun PT X telah menggunakan Root Cause Analysis Technique (RCAT) dalam investigasi insiden, collision Haul Dump Truck (HD) yang menyebabkan fatality pada tahun 2025 menunjukkan perlunya pendekatan yang mampu menjelaskan interaksi sistem secara lebih menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan Work as Imagined (WAI) dan Work as Done (WAD) pada kasus collision HD menggunakan Functional Resonance Analysis Method (FRAM). Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan data primer dari wawancara operator, pengawas, dan pihak SHE, serta data sekunder berupa Laporan Penyelidikan Insiden (LPI), SOP, instruksi kerja, dan dokumen investigasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan gap WAI–WAD pada kesiapan operator, deteksi fatigue, komunikasi, pengendalian visual, sistem ICC/FCW/fatigue alert, serta monitoring kondisi tidak aman. Variabilitas fungsi manusia, teknologi, prosedur, dan lingkungan saling terhubung dan menghasilkan functional resonance yang berkontribusi terhadap collision. Penelitian ini menyimpulkan bahwa insiden merupakan emergent outcome dari interaksi variabilitas, bukan akibat satu penyebab linier. FRAM memberikan nilai tambah dalam mengidentifikasi fungsi kritis, risiko tersembunyi, dan peluang penguatan pembelajaran organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa insiden tidak dapat dipahami hanya sebagai hasil penyebab linier, melainkan sebagai emergence dari interaksi variabilitas dalam sistem kerja. FRAM memberikan kontribusi dalam mengidentifikasi risiko tersembunyi dan memperkuat pembelajaran organisasi berbasis sistem.

Hauling activities in the coal mining industry constitute a complex, non-linear work system involving interactions among operators, haul dump trucks, supervisors, procedures, monitoring technologies, and environmental conditions. Although PT X has implemented the Root Cause Analysis Technique (RCAT) in incident investigations, the fatal Haul Dump Truck (HD) collision that occurred in 2025 indicates the need for an analytical approach capable of explaining system interactions more comprehensively. This study aims to analyze the differences between Work as Imagined (WAI) and Work as Done (WAD) in the HD collision case using the Functional Resonance Analysis Method (FRAM). This research employed a qualitative case study design, using primary data from interviews with operators, supervisors, and Safety, Health, and Environment (SHE) personnel, as well as secondary data from the Incident Investigation Report, standard operating procedures, work instructions, and company investigation documents. The findings reveal WAI–WAD gaps in operator readiness, fatigue detection, communication, visual controls, ICC/FCW/fatigue alert systems, and the monitoring of unsafe conditions. Variabilities in human, technological, procedural, and environmental functions were found to be interconnected and generated functional resonance that contributed to the collision. This study concludes that the incident cannot be adequately understood as the result of a linear causal chain, but rather as an emergent outcome of interacting variabilities within the work system. FRAM provides added value by identifying critical functions, hidden risks, and opportunities to strengthen system-based organizational learning.
Read More
S-12430
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Febryanti Wibisono; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Dean Andreas Simorangkir, Didik Triwibowo
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan menganalisis tiga insiden kerja terkait kelelahan pada operator Heavy Dump Truck (HD) berdasarkan data Driving Monitoring System (DMS) di perusahaan pertambangan batubara Kalimantan Selatan tahun 2025. Desain penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan triangulasi sumber, menggabungkan data sekunder berupa log event DMS dan dokumen LPI, data DMS sebagai pembanding, serta data primer dari wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Ketiga insiden fatigue HD yang tercatat sepanjang tahun 2025 menjadi unit analisis utama. Data yang dianalisis meliputi log event DMS dan dokumen LPI dari tiga insiden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan bukan kejadian sporadis melainkan kondisi sistemik yang berulang; unit HD 78185 mencatat baseline rata-rata 2,28 event Eyes Closed per hari (dihitung dari hari operasional dengan data tersedia, di luar hari lonjakan) dengan lonjakan episodik hingga 31 event (13,6× baseline) pada 4 Juni 2025 — tujuh hari sebelum insiden. Pola temporal LPI-01 (00.10 WITA) dan LPI-02 (03.18 WITA) konsisten dengan nadir sirkadian two-process model, sementara LPI-03 (08.00 WITA) dijelaskan melalui akumulasi tekanan tidur (Proses S) menjelang akhir shift. Terdapat keterkaitan yang dapat diidentifikasi antara pola event DMS dan kejadian insiden, meskipun pola peningkatan tidak sepenuhnya konsisten dengan prediksi awal. Temuan terpenting adalah pola kegagalan rantai respons yang konsisten: sistem DMS berhasil mendeteksi sinyal kelelahan, namun gagal direspons karena kegagalan teknis notifikasi (LPI-02) dan penghindaran sensor oleh operator (LPI- 03). Fragmentasi data DMS lintas insiden merupakan temuan tersendiri yang mencerminkan celah sistemik dalam tata kelola data monitoring kelelahan. Penelitian ini merekomendasikan implementasi monitoring tren DMS harian, standarisasi retensi data pasca-insiden, sistem pelaporan kelelahan yang tidak menghukum, serta redundansi arsitektur notifikasi platform DMS.

This study aims to analyze three work-related fatigue incidents among Heavy Dump Truck (HD) operators based on Driving Monitoring System (DMS) data at a coal mining company in South Kalimantan in 2025. The research design is a case study with a source triangulation approach, combining secondary data in the form of DMS event logs and LPI documents, DMS data as a comparison, and primary data from in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGD). The three HD fatigue incidents recorded throughout 2025 serve as the main unit of analysis. The data analyzed include DMS event logs and LPI documents from the three incidents. The results show that fatigue is not a sporadic occurrence but a recurring systemic condition; HD unit 78185 recorded an average baseline of 2.28 Eyes Closed events per day (calculated from operational days with available data, excluding surge days) with an episodic spike of up to 31 events (13.6× baseline) on June 4, 2025—seven days before the incident. The temporal patterns of LPI-01 (00:10 WITA) and LPI- 02 (03:18 WITA) are consistent with the nadir circadian two-process model, while LPI-03 (08:00 WITA) is explained by the accumulation of sleep pressure (Process S) towards the end of the shift. There is an identifiable link between DMS event patterns and incident occurrence, although the pattern of increases is not entirely consistent with initial predictions. The most important finding is a consistent pattern of response chain failures: the DMS system successfully detected fatigue signals, but failed to respond due to technical notification failures (LPI-02) and operator sensor evasion (LPI-03). The fragmentation of DMS data across incidents is a separate finding that reflects systemic gaps in fatigue monitoring data governance. This study recommends the implementation of daily DMS trend monitoring, standardization of post-incident data retention, a non-punitive fatigue reporting system, and redundancy of the DMS platform notification architecture.
Read More
T-7640
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rr. Asri Wahyuningsih; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Fetrina Lestari
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran fatigue dan hubungannya dengan faktor risiko terkait pekerjaan dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan di PT X. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan metode kuantitatif dan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan kepada 373 operator dump truck yang tersebar di 8 site project di PT X pada Februari – Agustus 2022. Variabel dependen penelitian ini adalah faktor risiko terkait pekerjaan (masa kerja dan beban kerja) dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan (umur dan tingkat pendidikan). Data yang dipergunakan di dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui pengisian kuesioner Multidimentional Fatigue Inventory 20 (MFI-20) secara daring (online). Hasil menunjukan bahwa 67,3% responden mengalami fatigue. Keluhan fatigue cenderung dialami oleh operato dump truck yang memiliki masa kerja ≥ 10 tahun, beban kerja mengoperasikan 1 jenis dump truck, berumur ≥ 30 tahun, dan tingkat pendidikan SMA/SMK.

This study aims to seek fatigue image and its correlation with work-related risk factors and non-work-related risk factors in PT X. This study uses a cross-sectional study design with quantitative methods and descriptive analysis. This study was conducted with 373 dump truck operators spread across eight site projects in PT X in February – August 2022 as subjects. The study's dependent variables were work-related risk factors (work and workload) and non-work-related risk factors (age and education level). The data used in this study are secondary data obtained by filling out the Multidimensional Fatigue Inventory 20 (MFI-20) questionnaire online. Results showed that 67,3% of respondents experienced fatigue. Fatigue complaints tend to be experienced by dump truck operators with a working period of ≥ 10 years, a workload of operating 1 type of dump truck, an age of ≥ 30 years, and an educational level of SMA/SMK.
Read More
S-11212
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Husairi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Baiduri Widanarko, Muhammad Novie Anshari
Abstrak: Operator haul truck merupakan salah satu pekerjaan yang berisiko tinggi untuk mengalami kelelahan kerja (fatigue) disebabkan oleh penerapan shift kerja, gangguan kuantitas dan kualitas tidur, serta pengaruh berbagai faktor lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara shift kerja, kuantitas dan kualitas tidur, serta faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan fatigue pada operator haul truck. Desain studi cross-sectional digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan kuisioner Fastigue Assessment Scale (FAS), pengukuran tingkat stress menggunakan alat cocorometer, serta pengukuran kuantitas dan kualitas tidur menggunakan alat fitbit di antara 196 responden laki-laki yang bekerja sebagai operator haul truck. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kuantitas tidur (OR = 3,222, p = 0,028) dan kualitas tidur (OR = 2,800, p = 0,025) dengan kelelahan, sedangkan shift kerja tidak memiliki hubungan yang signifukan dengan kelelahan. Faktor risiko lain yang juga memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan pada operator haul truck di PT X adalah beban mental (OR = 2,296, p = 0,027), lingkungan kerja (OR = 2,400, p = 0,014), monotoni pekerjaan (OR = 3,371, p = 0,002), usia (OR = 2,708, p = 0,005), dan sleep hygiene (OR = 3,840, p = 0,001).
Kata Kunci: Kelelahan; Fatigue Assessment Scale (FAS); Shift Kerja; Tidur; Fitbit

Operator haul truck Haul truck operator is one of the high-risk occupations in experiencing fatigue caused by the implementation of shift work, sleep quantity and quality disturbance, other related factors. The objective of this study was to analyze the relationship between shift work, quantity and quality of sleep, and other factors associated with fatigue on the haul truck operator. A cross-sectional study was conducted in this study using questionnaires of Fatigue Assessment Scale (FAS), measurement of stress using cocorometer, and measurement of sleep quantity and quality using fitbit among 196 male respondents who work as haul truck operator. The result of this study shown there is a significant correlation between the quantity of sleep (OR = 3,222, p = 0,028) and fatigue, also between the quality of sleep (OR = 2,800, p = 0.025) and fatigue. However, shift work has no significant correlation with fatigue. Other factors, including mental workload (OR = 2,296, p = 0,027), work environment (OR = 2,400, p = 0,014), monotonous work (OR = 3,371, p = 0,002), age (OR = 2,708, p = 0,005), and sleep hygiene (OR = 3,840, p = 0,001) also have significant correlation with operator fatigue in PT X.
Keywords: Fatigue; Fatigue Assessment Scale (FAS); Shift Work, Sleep; Fitbit; Haul truck operator
Read More
S-9883
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulin Ni`am; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Jauharin Hasanah, Hairuddin Bangun Prasetyo
Abstrak:
Tesis ini membahas hubungan antara faktor teknologi, performance manusia, organisasi dengan hasil produksi yang disertai nihil kecelakaan di PT ABC 2021. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil produksi dengan nihil kecelakaan dipengaruhi oleh ketepatan dari fungsi-fungsi yang ada di dalamnya.

This thesis discusses the relationship between technological, human performance, organization factors and the production output with zero accident at PT ABC 2021. This research is a qualitative research with an analytical descriptive design. The results of the research show that production results with zero accidents are influenced by the accuracy of the production functions
Read More
T-6553
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aziz Rofi`i; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Lutfi Muzaqi, Sri Lestari
Abstrak:
Pengemudi dump truck merupakan salah satu jenis pekerjaan yang berisiko mengalami kelelahan karena adanya faktor terkait pekerjaan dan tidak terkait pekerjaan yang dapat mempengaruhi pengemudi. Pada HSE Monthly Report pada bulan Desember 2021 didapatkan bahwa angka lagging indicator untuk night work lebih tinggi dari day work. Dari sudut pandang ini, penelitian dilakukan untuk melihat gambaran kelelahan dan melakukan analisis faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan pada pengemudi dump truck shift malam dengan sistem double shift. Penelitian dengan desain studi cross sectional dilakukan pada 130 pengemudi dump truck PT X. Faktor terkait pekerjaan yang dilakukan penelitian adalah waktu kerja, kondisi pencahayaan, getaran kabin, dan beban kerja, sedangkan faktor tidak terkait pekerjaan yang dilakukan penelitian adalah durasi tidur, kualitas tidur, umur, pekerjaan sampingan, indeks massa tubuh, aktifitas fisik, konsumsi minuman berenergi tinggi gula dan dukungan keluarga. Uji chi- square dilakukan untuk menganalisis keeratan hubungan antara variabel dependen dan independent sedangkan uji regresi logistik berganda digunakan untuk mengetahui variabel yang paling dominan berhubungan dengan variabel terikat. Prevalensi kelelahan pada pengemudi dump truck adalah sebesar 37,7% dan 62,3% tidak mengalami kelelahan. Dari empat faktor risiko terkait pekerjaan yang diteliti, pencahayaan, getaran dan beban kerja memiliki hubungan secara statistik dengan kelelahan. Sedangkan dari delapan faktor risiko tidak terkait pekerjaan yang diteliti, waktu tidur, kualitas tidur, usia, pekerjaan sampingan, aktifitas fisik, dan dukungan keluarga memiliki hubungan secara statistik dengan kelelahan. Pada hasil akhir multivariat didapatkan jika beban kerja dan pencahayaan memiliki hubungan yang bermakna secara statistik dengan p-value < 0,05. Untuk mengurangi kelelahan pada pengemudi dump truck PT X Jobsite TB maka disarankan melakukan pengukuran kelelahan secara rutin sesuai dengan faktor risiko kelelahan yang dominan yaitu beban kerja, dan pencahayaan. Kata kunci: Kelelahan, Faktor risiko, Pengemudi Dump Truck, Double Shift

Dump truck driver is one type of work that is at risk of experiencing fatigue due to work- related and non-work related factors that can affect the driver. In the HSE Monthly Report in December 2021, it was found that the number of lagging indicators for night work is higher than day work. From this point of view, the study was conducted to see the description of fatigue and to analyze the risk factors related to fatigue in night shift dump truck drivers with a double shift system. Research with a cross-sectional study design was conducted on 130 PT X dump truck drivers. Factors related to the work carried out by the study were working time, lighting conditions, cabin vibration, and workload, while factors not related to the work carried out by the study were sleep duration, sleep quality, age, side work, body mass index, physical activity, consumption of energy drinks. high in sugar and family support. The chi-square test was conducted to analyze the close relationship between the dependent and independent variables, while the multiple logistic regression test was used to determine the most dominant variable associated with the dependent variable. The prevalence of fatigue in dump truck drivers is 37.7% and 62.3% do not experience fatigue. Of the four work-related risk factors studied, lighting, vibration and workload were statistically associated with fatigue. Meanwhile, of the eight non-work-related risk factors studied, sleep time, sleep quality, age, side work, physical activity, and family support were statistically associated with fatigue. In the final multivariate result, it was found that the workload and lighting had a statistically significant relationship with p-value <0.05. To reduce fatigue on PT X Jobsite TB dump truck drivers, it is recommended to carry out regular fatigue measurements according to the dominant fatigue risk factors, namely workload, and lighting. Key Words: Fatigue, Risk Factors, Dump Truck Driver, Double Shift
Read More
T-6421
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joko Sudiyanto; Pembimbing: Hendra; Penguji: Robiana Modjo, Baiduri Widanarko, Istiati Suraningsih, Hari Sutikno
T-5200
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wien Goerindro; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Alwahono, Neneng Churaeroh
T-3301
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jane Onyinyechukwu Obodo; Pembimbing: Mufti Wirawan; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Widura Imam Mustopo
Abstrak:
Pengendalian jarak jauh (teleremote operation), yang merupakan engineering control untuk mengurangi tingkat kecelakaan operator Autonomous LHD di PT F, seringkali mengalami productivity loss. Hal tersebut terjadi karena tingginya tingkat kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan alat, sehingga total downtime hours pada alat tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan operational hours-nya. Penelitian ini memberikan gambaran analisis kecelakaan Autonomous LHD tambang bawah tanah G dari sudut pandang faktor manusia, yaitu dari sisi kegagalan aktif (active failures) dan kegagalan laten (latent failures), untuk mengetahui tindakan tidak aman serta faktor-faktor yang mendasari tingginya tingkat kecelakaan alat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dibuat berdasarkan Human Factor Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI) dengan teknik observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan laten (latent failures) lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan kegagalan aktif (active failures). Kesalahan berbasis keterampilan (skill- based errors) adalah faktor yang paling sering ditemukan pada kegagalan aktif (active failures), sedangkan faktor lingkungan, kepemimpinan, iklim organisasi, dan faktor luar menjadi faktor yang paling sering ditemukan pada kegagalan laten (latent failures).

Teleremote operation, an engineering control to reduce the accident rate of Autonomous LHD operators at PT F, often experiences productivity loss. The situation occurs due to the high accident rate that results in equipment damage, causing the total downtime hours on the equipment is higher than the operational hours. This research provides an overview of the accident analysis of the G underground mine Autonomous LHD from the human factor perspective i.e., in terms of active failures and latent failures, to determine the unsafe acts and the underlying factors of the equipment's high accident rate. The method used in this research is based on the Human Factor Analysis and Classification System in Mining Industry (HFACS-MI) with observation and interview techniques to collect data. The results show that latent failures are more frequent than active failures. Skill-based errors are the most frequently found factor in active failures, while environmental factors, inadequate leadership, organizational climate, and other factors are the most prevalent factors in latent failures.
Read More
S-11355
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Irianto; Pembimbing: Baiduri; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Rosli Nurmansyah
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk analisa pengaruh beban kerja terhadap kelelahan pada operator "heavy dump truck" HD 785-5 di PT. Pamapersada Nusantara district X tahun 2007, dan merupakan studi yng bersifat kualitatif dengan variabel data bersifat kualitatif dan kuantitatif, yang kemudian dikuantitatifkan dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah operator truck produksi dengan kategori untuk unit HD 785-5 PT. Pamapersada Nusantara distict X dengan jumlah keseluruhan responden sebanyak 60 orang. Analisis data menggunakan analisis statistik yaitu analisis univariat, dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan uji signifikansi (Chi-square) dan dilanjutkan dengan uji korelasi (nilai r). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas operator HD 785-5 (37 orang/61.7%) mengalami tingkat kelelahan ringan. Berdasarkan uji signifikansi (chi-square) dan Uji korelasi (nilai r) yang dilakukan terhadap empat variabel independen, diketahui bahwa faktor yang terdapat signitikan pada operator heavy dump truck PT. Pamapersada district X adalah faktor Iama mengemudi yang merupakan faktor eksternal. Lama mengemudi terbukti mempengaruhi kelelahan operator heavy dump truck PT. Pamapersada Nusantara distict X, sehingga untuk mengurangi terjadinya kelelahan diperlukan adanya sharing informast atau pengalaman antara operator senior dan adanya srecthing untuk para operator apabila untuk meregangkan kekakuan otot dan perlunya pengaturan istirahat yang tepat untuk menghindari terjadinya kelelahan Iebih lanjut. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan rekomendasi dan masukan kepada PT. Pamapersada Nusantara district X untuk pembuatan program guna mengurangi angka kecelakaan pada kecelakaan yang diduga dikarenakan oleh kelelahan pada umumnya dan khususnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya kelelahan.


This research is going to ind the influence of workload to the fatigue of Operator Heavy Dump Truck HD 785-5 at PT. Pamapersada Nusantara district X, and constitute of qualitative study with qualitative and quantitative data variable, then made it quantitative with cross-sectional approach. The Population in this research are all of the operator PT. Pamapersada Nusantara district X that operated HD 785-5 with quantity 60 respondens. Data analysis using statistic analysis i.e univariate analysis, follow up by bivariate analysis with chi-square and PPM (Pearson's Product Moment). The Result of the research show that the majority of operator Heavy Dump Truck HD 785-5 (37 persons / 61,7%) was in mild category. Based on chi-square and PPM test that had done to four independence variables, the result that related and associated of workload influence the fatigue of operator Heavy Dump Truck HD 785-5 is Driving Duration, it's one of research external factors. Driving duration was proven be influence of operator Heavy dump truck fatigue's at PT. Pamapersada Nusantara district X. To eliminate fatigue is necessary to share information and experience from senior to junior, and next is the stretching movement to the operator with intend to relax muscle from stiffness and the last one is rest time management in certain shift which indicated and predicted that necessary to take in action in case to avoid further act of fatigue. Researcher hopefully that this research could contribute and give proper recommendation to PT. Pamapesada Nusantara District X, for developing fatigue management program to eliminate incident rate (In General) and to conduct fatigue awareness through safety program planning (ln Specific), which indicated and predicted because of Fatigue.

Read More
T-2519
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive