Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28854 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ade Jatmikawati; Pembimbing: Kurniawidjaja, L. Meily; Penguji: Baiduri, Triova Elsy
Abstrak:

Low back pain (LBP) adalah kondisi umum yang melibatkan keluhan nyeri akut atau kronis serta ketidaknyamanan pada atau di sekitar daerah lumbosakral. Sekitar sepuluh persen kejadian LBP terkait dengan pekerjaan, dan mereka yang bekerja sebagai pengemudi memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi frekuensi kejadian LBP dan faktor risiko ergonomi yang terkait dengan LBP pada pengemudi taksi. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan pendekatan deskriptif analitik, berlokasi di PT. X Jakarta Selatan. Sampel terdiri dari 74 pengemudi berdasarkan tabel besar sampel (Iwan Ariawan, 1998), dengan uji hipotesis beda 2 proporsi, derajat kemaknaan 5%, dan kekuatan uji 90%. Dengan asumsi P1 (LBP yang menetap) 25% dan P2 (LBP pada pengemudi taksi) 50%, diperoleh ukuran sampel 63. Untuk mengantisipasi sampel yang tidak dapat digunakan, ditambahkan 15% menjadi total 74 sampel. Sampel dipilih menggunakan random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran tinggi badan dan berat badan, observasi, data operasional, dan rekam medis. Analisis data dilakukan dengan uji statistik univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi LBP pada pengemudi taksi di PT. X adalah 63,5%. Uji statistik mengindikasikan bahwa riwayat LBP sebelumnya berhubungan signifikan dengan LBP saat ini (p-value 0,001). Namun, faktor-faktor lain seperti usia, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), kebiasaan merokok, durasi kerja per hari, jadwal kerja, manual handling, postur duduk mengemudi, dan tipe kendaraan tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan LBP. Rekomendasi untuk perusahaan adalah agar saat perekrutan pengemudi, mempertimbangkan riwayat LBP yang dimiliki calon pengemudi. Selain itu, disarankan agar perusahaan secara berkala memberikan pelatihan tentang cara mengemudi yang baik serta langkah-langkah untuk menghindari risiko kesehatan terkait dengan pekerjaan mengemudi.

Read More
T-2327
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuda Rizky; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, M. Afdal
S-5805
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khairi Lufti Sinaga; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Doni Hikmat Ramdhan, Hanny Harjulianti, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Nyeri punggung bawah merupakan gangguan otot tulang dan rangka yang palingsering dialami dokter gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranfaktor risiko keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa profesi kedokterangigi saat melakukan pembersihan karang gigi. Penelitian bersifat cross-sectional,berlokasi di Klinik Integrasi 1 RSKGM X pada bulan Januari 2016 dengan objekpenelitian adalah kursi operator, kursi pasien dan postur. Data dikumpulkanmelalui kuesioner, pemeriksaan fisik, dan observasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa desain kuri operator dan kursi pasien berdampak padatimbulnya postur janggal. Edukasi posisi ideal, prosedur pemeliharaan saranakerja, aktivitas fisik diharapkan dapat mengurangi keluhan nyeri punggungbawah.
Kata kunci: nyeri punggung bawah, postur janggal, dokter gigi, kursi operator,kursi pasien.
This study aims to describe the risk factors of low back pain of dentistry students whoperform scaling. The study design was cross-secctional descriptive analytic,located at Klinik Integrasi 1 RSKGM X with dental stool, dental chair and workposture as the object. Data collected from questionnaires, physical examinationand observation. The results showed that design of dental stool and dental chairaffected awkward posture of the operator. Training of ideal position, inspectionand maintenance procedures of facilities, training of physical activity are expectedto reduce low back pain.
Keywords: low back pain, awkward posture, dentist, dental stool, dental chair
Read More
T-4756
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Murni Amir; Pembimbing: Sumedi Sudarsono
T-858
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zalghiffary Zjarcasy; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Hendra, Hanny Harjulianti
Abstrak:
Keluhan otot dan tulang rangka masih kerap ditemukan pada pekerja pembuatan batik, khususnya nyeri punggung bawah (NPB). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis faktor risiko NPB, meliputi faktor fisik, peralatan, lingkungan, dan individu. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik total sampling di salah satu rumah batik Pekalongan. Pengumpulan data menggunakan lembar kerja REBA, NMQ, dan kuesioner faktor risiko terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pekerja pernah merasakan keluhan NPB, baik akut maupun kronis dengan frekuensi yang variatif. Sebanyak 4 dari 6 aktivitas teridentifikasi memiliki tingkat risiko ergonomi tinggi (nyolet, nylerek, nglorot, dan penjemuran). Peralatan (kursi, gawangan, dan tiang penjemuran) memiliki ketidaksesuaian dimensi dengan antropometri pekerja. Mayoritas pekerja merasa pencahayaan dan suhu tempat kerja sudah nyaman tetapi tetap merasakan keluhan NPB. Diduga perempuan dan indeks massa tubuh yang tinggi lebih berisiko merasakan keluhan NPB dengan pertimbangan kondisi pekerjaan yang mengharuskan pekerja duduk dalam waktu yang lama. Perlu dilakukan upaya perbaikan pada kursi (tinggi alas 36,7 cm; panjang alas 38,6 cm; lebar alas 47,1 cm; tinggi sandaran 56,3 cm), gawangan (tinggi 111 cm), dan tiang penjemuran (tinggi 133,7), serta upaya administratif seperti memasang poster edukasi peregangan dan memberikan waktu peregangan di sela pekerjaan guna meminimalisasi timbulnya NPB.


Musculoskeletal complaints are still often found among batik-making workers, especially low back pain (LBP). This study aims to explain and analyze the risk factors for LBP, including physical, equipment, environmental, and individual factors. This study is a descriptive observational with a cross-sectional approach using total sampling technique in one of the Pekalongan batik houses. Data collection used REBA worksheets, NMQ, and related risk factor questionnaires. The results showed that all workers had felt complaints of LBP, both acute and chronic with varying frequencies. Four out of six activities were identified as having a high level of ergonomic risk (nyolet, nylerek, nglorot, and drying). The equipment (chairs, gawangan, and drying poles) had dimensional incompatibility with workers' anthropometry. Most of workers felt that the lighting and temperature of the workplace were comfortable but still felt complaints of LBP. It is suspected that women and high body mass index are more at risk of feeling LBP complaints with consideration of working conditions that require workers to sit for a long time. Modification need to be made to the chair (base height 36.7 cm; base length 38.6 cm; base width 47.1 cm; backrest height 56.3 cm), gawangan (height 111 cm), and drying pole (height 133.7), as well as administrative efforts such as installing stretching education posters and providing stretching time between jobs to minimize the incidence of LBP.
Read More
S-12098
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indri Astuti; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Mayarni
Abstrak: Pekerja forklift merupakan salah satu jenis pekerjaan yang memiliki risiko terkenamusculoskeletal disorders karena faktor individu, lingkungan, dan pekerjaan.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pekerjaan forklift, faktor individu dan lingkungan yang berhubungan dengan musculoskeletal disorderspada pekerja forklift di PT X tahun 2013 dan melihat gambaran risiko pekerjaan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi potonglintang dengan kuesioner dan tools REBA.
Hasil penelitian menyatakan bahwalama kerja mempengaruhi keluhan subyektif musculoskeletal disorders dantingkat risiko ergonomi pekerja forklift termasuk ringan hingga sedang. Sarannya,perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian postur kerja pekerja forklift,pengaturan durasi kerja, sosialisasi terkait musculoskeletal disorders, gejala,faktor risiko, tindakan pencegahan, dan penanganan. Kata kunci : risiko, ergonomi, forklift, musculoskeletal disorders.
Read More
S-7784
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aziz Rofi`i; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Lutfi Muzaqi, Sri Lestari
Abstrak:
Pengemudi dump truck merupakan salah satu jenis pekerjaan yang berisiko mengalami kelelahan karena adanya faktor terkait pekerjaan dan tidak terkait pekerjaan yang dapat mempengaruhi pengemudi. Pada HSE Monthly Report pada bulan Desember 2021 didapatkan bahwa angka lagging indicator untuk night work lebih tinggi dari day work. Dari sudut pandang ini, penelitian dilakukan untuk melihat gambaran kelelahan dan melakukan analisis faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan pada pengemudi dump truck shift malam dengan sistem double shift. Penelitian dengan desain studi cross sectional dilakukan pada 130 pengemudi dump truck PT X. Faktor terkait pekerjaan yang dilakukan penelitian adalah waktu kerja, kondisi pencahayaan, getaran kabin, dan beban kerja, sedangkan faktor tidak terkait pekerjaan yang dilakukan penelitian adalah durasi tidur, kualitas tidur, umur, pekerjaan sampingan, indeks massa tubuh, aktifitas fisik, konsumsi minuman berenergi tinggi gula dan dukungan keluarga. Uji chi- square dilakukan untuk menganalisis keeratan hubungan antara variabel dependen dan independent sedangkan uji regresi logistik berganda digunakan untuk mengetahui variabel yang paling dominan berhubungan dengan variabel terikat. Prevalensi kelelahan pada pengemudi dump truck adalah sebesar 37,7% dan 62,3% tidak mengalami kelelahan. Dari empat faktor risiko terkait pekerjaan yang diteliti, pencahayaan, getaran dan beban kerja memiliki hubungan secara statistik dengan kelelahan. Sedangkan dari delapan faktor risiko tidak terkait pekerjaan yang diteliti, waktu tidur, kualitas tidur, usia, pekerjaan sampingan, aktifitas fisik, dan dukungan keluarga memiliki hubungan secara statistik dengan kelelahan. Pada hasil akhir multivariat didapatkan jika beban kerja dan pencahayaan memiliki hubungan yang bermakna secara statistik dengan p-value < 0,05. Untuk mengurangi kelelahan pada pengemudi dump truck PT X Jobsite TB maka disarankan melakukan pengukuran kelelahan secara rutin sesuai dengan faktor risiko kelelahan yang dominan yaitu beban kerja, dan pencahayaan. Kata kunci: Kelelahan, Faktor risiko, Pengemudi Dump Truck, Double Shift

Dump truck driver is one type of work that is at risk of experiencing fatigue due to work- related and non-work related factors that can affect the driver. In the HSE Monthly Report in December 2021, it was found that the number of lagging indicators for night work is higher than day work. From this point of view, the study was conducted to see the description of fatigue and to analyze the risk factors related to fatigue in night shift dump truck drivers with a double shift system. Research with a cross-sectional study design was conducted on 130 PT X dump truck drivers. Factors related to the work carried out by the study were working time, lighting conditions, cabin vibration, and workload, while factors not related to the work carried out by the study were sleep duration, sleep quality, age, side work, body mass index, physical activity, consumption of energy drinks. high in sugar and family support. The chi-square test was conducted to analyze the close relationship between the dependent and independent variables, while the multiple logistic regression test was used to determine the most dominant variable associated with the dependent variable. The prevalence of fatigue in dump truck drivers is 37.7% and 62.3% do not experience fatigue. Of the four work-related risk factors studied, lighting, vibration and workload were statistically associated with fatigue. Meanwhile, of the eight non-work-related risk factors studied, sleep time, sleep quality, age, side work, physical activity, and family support were statistically associated with fatigue. In the final multivariate result, it was found that the workload and lighting had a statistically significant relationship with p-value <0.05. To reduce fatigue on PT X Jobsite TB dump truck drivers, it is recommended to carry out regular fatigue measurements according to the dominant fatigue risk factors, namely workload, and lighting. Key Words: Fatigue, Risk Factors, Dump Truck Driver, Double Shift
Read More
T-6421
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syahrul Munir; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Robiana Modjo, Ditha Diana
Abstrak:

Ergonomi sebagai salah satu aspek kesehatan menjadi isu yang hangat dibicarakan oleh para praktisi manufakturing saat ini, sebab manufakturing merupakan salah satu pekerjaan yang menuntut kemampuan fisik. Pekerja bagian final packing dan part supply yang bekerja secara manual (manual handling) di industri manufacturing memiliki risiko tinggi mengalami nyeri punggung bawah. Hal ini jika tidak diantisipasi, dapat mengancam penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prevalensi nyeri punggung bawah dan faktor risiko yang berhubungan dengan nyeri punggung bawah pada grup final packing dan part supply. Disain Penelitian adalah cross-sectional bersifat deskriptif analitik, berlokasi di PT X Jakarta Timur dengan besar sampel 197 orang (total sampling). Data yang dikumpulkan berasal dari kuesioner, pemeriksaan fisik, observasi lapangan dan wawancara. Untuk menjawab pertanyaan penelitian digunakan uji statistik univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan Prevalensi nyeri punggung bawah pada pekerja final packing di PT. X adalah 14.2 % dan pada pekerja part supply adalah 10.2 %. uji statistik mendapatkan nyeri punggung bawah berhubungan dengan tingkat risiko punggung (p<0.05; OR = 4.324), kebiasaan olahraga (p<0.05; OR = 4.175), riwayat cidera punggung (p<0.05; OR = 1.451). Hasil uji multivariat menyatakan bahwa karyawan yang memiliki tingkat pajanan punggung kategori tinggi mempunyai peluang 4 kali tidak terkena nyeri punggung bawah dibandingkan dengan karyawan yang memiliki tingkat pajanan punggung kategori sangat tinggi setelah dikontrol variabel olahraga. Rekomendasi untuk perusahaan adalah penambahan alat bantu berupa pallet hidrolik dan jack lift automatic agar postur bungkuk 39° - 72° serta pekerjaan mendorong, menarik dapat dihindari.


 Ergonomics as one of the aspects of health become a hotly discussed issue by manufacturing practitioners today, because manufacturing is one job that requires physical abilities. Final packing and parts supply workers work manually (manual handling) in the manufacturing industry has a high risk of experiencing low back pain, if not anticipated, could lead to decreased productivity. Purpose of this study is to assess the prevalence of lower back pain and risk factors associated with low back pain in final packing and parts supply workers. The study design was cross-sectional descriptive analytic, located at PT X East Jakarta with a large sample of 197 people (total sampling). Data collected from questionnaires, physical examination, observation and interviews. To answer the research questions used univariate statistical tests, bivariate and multivariate. The results of research obtained that prevalence of low back pain in final packing workers at PT. X is 14.2% and in part supply workers is 10.2%. Statistical tests have lower back pain associated with the risk level back (p <0.05; OR = 4324), exercise habits (p <0.05; OR = 4175), a history of back injury (p <0.05; OR = 1451). Multivariate test results stating that employees who have high levels of back exposure category had a chance 4 times not affected by low back pain compared with employees who have very high levels of back exposure category after a controlled exercise variables. Recommendations for the company is adding jack lift automatic and hydraulic pallet that bending posture 39 ° - 72 °, pushing and pulling job can be avoided.

Read More
T-3640
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wini Handayani; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Wahyu Hidayat, Andry Kurniawan
Abstrak: Tesis ini menganalisispartisipasi keselamatan pada pekerjaPertambangan Emas Bawah Tanah PT X Propinsi Banten.Penelitian dilakukan oleh penulis berdasarkan 7 (tujuh) kalikejadian berbahaya yang samayang terjadi secara berturut-turut pada tahun 2015, dimana kinerja keselamatan terutama partisipasi keselamatan menjadi penyebab kejadian. berdasarkan kondisi atau suasana keselamatan yang menjadi antesenden dalam membentuk partisipasi keselamatan pekerja dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja keselamatan sehingga dapat mengurangi dan mencegah terjadinya kejadian yang dapat menyebabkan gangguan kesejahteraan, kesehatan dan cidera. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif analitik dengan pendekatan mixed methods meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif dengan desain study cross sectional, Hasil penelitian ditemukan bahwa iklim keselamatan, motivasi keselamatan kerja dan kepuasan kerja memberikan pengaruh terhadap partisipasi keselamatan pada pekerja di Pertambangan Emas Bawah Tanah PT X. Perusahaan perlu melakukan tinjauan ulang keterlibatan pekerja, perwakilan pekerja dan manajemen dalam perencanaan dan pelaksanaan program K3. Kata kunci: Partisipasi, pekerja, keselamatan, iklim kerja, motivasi, kepuasan kerja This thesis analyzes the safety participation of underground gold mining workers of PT X of Banten Province. The research is conducted by the authors based on 7 (seven) different harmful phenomenon that occur respectively in 2015, where safety performance especially safety participation is the cause of the incident. Based on safety conditions or moods that are antecedent in shaping workers' safety participation with the aim of improving safety performance so as to reduce and prevent the occurrence of events that may cause welfare, health and injury. This research is an analytic descriptive research with mixed methods approach including qualitative and quantitative analysis with cross sectional study design. The result of the study found that the safety climate, work safety motivation and job satisfaction have an effect on the safety participation of the workers in the Underground Gold Mine of PT X. Company is necessary to review the involvement of workers, workers' representatives and management in the planning and implementation of OSH programs. Keywords: Participation, workers, safety, work climate, motivation, job satisfaction.
Read More
T-5055
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Nopiyanti; Pembimbing: Zulkifli Djuanidi; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Chandra Satrya, Nan Arief
Abstrak: The low back plain is a certain symptom appearance of the plaint sense at the area of lumbosakrak and sakroilika which can appear because of various causes, some time along with creeping of the pain to the leg and foot.
 
 
The body posture mistake consequence of the habit. The bad bocty posture particularly lordosis excessive from the backbone of lumbal pert, with the outstanding movent. and unarranged hold the important character for the occur of the low back plain .
 
 
This research is case study characteristic with the observation approach also using the secondary dam that is found from the employee medic dala and primary data that is found from with the questioner, check list, video recording, a taken picture worker, discordant posture weigh measure.
 
 
The sample of this research result, which for BRIEF survey are the discordant posture worker, whereas for the symptom survey and medic data survey are at the worker at the press shop unit and evacond unit. The research Is delivering in the distribution from an illustration.From the analysis shown that there some ris factor which can cause the low back pain on the worker shering, mould die (job A1), mould and die (job B2) and expander CS/LT. The result mentioned as follow
 
1) BRIEF survey result is found, for kind jobs which under observation had score 3.
 
2) The symptom survey result in found, the usm of the worer that had low back pain mostly on group age > 31 year and excessively on the group of the period work > 10 year.
 
3) The medic data survey result in found.average of the worker sense which suffering low ba£k pain I to 7 day and they still working.
 
4) Total value of EASY is found for fourth type job are 5.
 There for, the company party is advised for completing the standard operating procedure (SOP) with inserting ergonomic aspect, doing the redesign again on the working tools. doing work rotatio14 and doing evaluation of the work activity.
 While on the worker that have sick: of tile low back pain is advice for lie down following the illumination and do the physical training.
Read More
T-1266
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive