Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35428 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lucya Agung Susilawati; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Pujiyanto; Kamaruzzaman, Sandi Iljanto
B-964
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Rezaldi; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: IJaslis lyas, Prastuti Soewondo, Muhammad Firdaus
Abstrak:



ABSTRAK
Nama
: Muhamad Rezaldi
Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit
Judul
: Analisis Faktor Penentu Keterlambatan Klaim INA CBG’s Pasien
Rawat Inap di RSIA Murni Asih Kabupaten Tangerang pada Januari
2018
Pembimbing : DR. dr. Sandi Iljanto, MPH.


Latar Belakang: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai pemberi perlindungan sosial menuntut rumah
sakit untuk memberikan pelayanan bermutu dan berkualitas kepada peserta BPJS
Kesehatan. Dalam menjalankan fungsi rumah sakit untuk memberikan pelayanan kepada
peserta BPJS Kesehatan, maka rumah sakit perlu melakukan klaim dana kepada pihak
BJPS Kesehatan sesuai diagnosa yang sudah ditetapkan Indonesian Case-Based Groups
(INA CBG’s). Klaim biaya tersebut digunakan sebagai pengganti dari biaya yang sudah
dikeluarkan rumah sakit dalam menjalankan pelayanan kesehatannya kepada peserta
BPJS Kesehatan. Namun pada kenyataannya masih banyak berkas-berkas yang ditunda
ataupun ditolak BPJS sehingga rumah sakit tidak mendapatkan klaim tersebut. Penundaan
dan atau penolakan klaim disebabkan karenan tidak lolosnya berkas-berkas melalui
verifikator BPJS Kesehatan. Dengan diberlalukannya system Vedika (Verifikasi di
Kantor) ada beberapa perubahan kebijakan pada proses klaim berkas INA CBG’s yang
membuat rumah sakit dituntu untuk bisa beradaptasi.
Tujuan: Mengetahui faktor-faktor penentu keterlambatan klaim INA CBG’s BPJS
Kesehatan berdasarkan beberapa variabel yang sudah ditentukan sebelumnya dan
dimodifikasi oleh peneliti.
Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif.
Pengumpulan data dilakukan kepada berkas-berkas klaim INA CBG’s yang akan
diajukan ke BPJS Kesehatan dari pasien rawat inap. Data yang dikumpulkan dimasukkan
ke dalam checklist kuesioner yang kemudian akan diolah hasilnya.
Hasil: Dari 8 variabel independent yang diuji, variabel Ketepatan Pengisian Resume
Medis Koding Diagnosa Sekunder memiliki peran paling penting menyebabkan berkas
klaim tertunda. Koding Diagnosa Sekunder juga berhubungan dengan Variabel
Independent Severity Level atau tingkat keparahan penyakit yang bisa mempengaruhi
kelayakan berkas klaim.
Kesimpulan: Saat ini, aspek dan kaidah koding berperan penting dalam kelayakan berkas
klaim INA CBG’s, sehingga rumah sakit harus terus belajar dan mencari tahu apa saja
yang baik untuk diinputasi dalam nenentukan koding yang tepat, sehingga berkas klaim
dapat terbayarkan tepat waktu tanpa ditunda.
(kata kunci: INA CBG’s, klaim BPJS, verifikator BPJS, Vedika)


ABSTRACT Name : Muhamad Rezaldi Study Program : Kajian Administrasi Rumah Sakit Title : Analisis Faktor Penentu Keterlambatan Klaim INA CBG’s Pasien Rawat Inap di RSIA Murni Asih Kabupaten Tangerang pada Januari 2018 Counsellor : DR. dr. Sandi Iljanto, MPH. Background: National Health Insurance (JKN) through the provider of Social Security Administering Agency (BPJS) Health as a social protection provider requires the hospital to provide quality and quality services to BPJS Kesehatan participants. In performing the function of the hospital to provide services to participants BPJS, eating hospital needs to make claims of funds to the BJPS Kesehatan according to the diagnosis set by Indonesian Case-Based Groups (INA CBG’s). Claim fees are used in lieu of the costs already incurred hospital in running health services to participants BPJS Kesehatan. But infact there are still many files that are postponed or rejected by BPJS Kesehatan so that the hospital does not get the claim. Delays and or rejection of claims are caused due to not passing the files through BPJS Kesehatan verifier. With the implementation of The Vedika (Verification in the Office) there were several policy changes to the claim process of INA CBG's file which made the hospital to be able to adapt. Purpose: Find out the determinants of the delay in INA CBG's BPJS Kesehatan claims based on some predefined variables which has been predetermined and modified by the researcher. Method: This research is analytical descriptive with quantitative approach. The data collection is done to the claims file of INA CBG’s that will be submitted to BPJS Kesehatan of inpatients. The data collected is included in the checklist of questionnaires which will then be processed. Result: Of the 8 independent variables tested, the Adjustment Resume Filling variable Medical Coding Secondary Diagnosis has an important role causing the tertunda claim. Secondary Diagnostic coding is also associated with the Severity Level variable that may affect the eligibility of the claim. Conclusion: Currently, coding aspects and rules play an important role in the feasibility of INA CBG's claim, so hospitals must continue to learn and find out what is good to input in determining proper coding so that claims files can be paid on time without delay. (key words: INA CBG’s, Claim BPJS, Verifikator BPJS, Vedika).

 

Read More
B-2023
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Kartika; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Atik Nurwahyuni, Vetty Yulianty Permanasari, Oman Abdurohman, Firman Rachmatullah
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi adanya keterlambatan dalam penyelesaianklaim BPJS di RSUD Dr.Adjidarmo. Penelitian yang menggunakan pendekatankualitatif dan observasi ini menemukan bahwa 85,56% berkas klaim sudah siapdalam bentuk txt file (soft copy). Namun, merujuk kepada Pedoman ImplementasiJKN ternyata penyelesaian klaim rawat inap di RSUD Dr.Adjidarmo dinyatakantidak tepat waktu. Penyebabnya adalah kurang SDM tenaga dokter dan verifikatorBPJS, masalah kelengkapan dokumen klaim, tata letak ruang yang belummemadai, SIM-RS yang belum terintegrasi. Rumah Sakit memerlukan waktuuntuk menyesuaikan perubahan sistem aplikasi INA-CBGs. Diperlukankebijakan/prosedur tetap yang mengatur kepastian tugas, tanggungjawab danwewenang setiap unit klaim. Disarankan agar meninjau kembali isi perjanjiankerjasama, menetapkan SOP dan mengembangkan monitoring dan evaluasi demiperbaikan kinerja penagihan klaim di RSUD Dr.Adjidarmo.
Read More
B-1645
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gina Tania; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Purnawan Junadi, Zulvi Wiyanti
Abstrak: Di era JKN ini, rumah sakit dituntut harus efisien dalam mengendalikan biaya layanan agar tidak melebihi tarif INA CBGs dengan catatan mutu layanan harus tetap terjaga dengan baik. Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan menganalisis biaya berdasarkan tarif rumah sakit dan klaim INA CBGs pada pasien peserta BPJS kasus sectio caesarea di RSUD dr. Doris Sylvanus pada Januari sampai Agustus Tahun 2016.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui biaya yang tidak dibayar sesuai tarif rumah sakit sebesar Rp 1.708.663.354 (42%). Biaya pelayanan persalinan sesar ringan sesuai tarif rumah sakit pada kelas 1 sebesar Rp 10.267.710,-, kelas 2 sebesar Rp 9.441.399,- dan kelas 3 sebesar Rp 8.591.730,-. Komponen biaya tertinggi adalah biaya tindakan operasi. Sehingga perlu dilakukan kajian ulang tarif pelayanan Sectio caesarea.
Kata Kunci : tarif rumah sakit, tarif INA CBGs, Sectio Caesaria.

In this National Health Insurance period, hospital ospitals are required to be efficient in controlling the cost of services so as not to exceed the tariff of INA CBGs with the quality record of the service must be maintained properly. This quantitative descriptive study aims to analyze the cost of Sectio caesarea of BPJS participants based on hospital rates and INA CBGs rates in dr. Doris Sylvanus regional public hospital on January until August 2016.
The result revealed that the unpaid cost according to hospital rates is Rp 1.708.663.354 (42%). The cost of light cesarean delivery service according to hospital rates in grade 1 is Rp 10,267,710,-, 2nd grade is Rp 9,441,399,- and grade 3rd is Rp 8,591,730,-. The highest cost component is the cost of surgery. So it is necessary to review the hospital rates of cesarean delivery service.
Keywords : hospital rate, INA CBGs rate, Sectio Caesaria
Read More
S-9621
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yekti Wulandari Agustini; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Dumilah Ayuningtyas, Ferry Irwansyah, Ignatius Kusumo Budiono
Abstrak: Instalasi Farmasi RSUD Balaraja berusaha menerapkan keselamatan pasienuntuk meningkatkan pelayanannya. Penelitian ini bertujuan mengetahuitingkat kematangan budaya keselamatan pasien di Instalasi Farmasi RSUDBalaraja serta komitmen RSUD Balaraja dalam menerapkan keselamatanpasien. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan FGDberdasarkan Manchester Patient Safety Assessment Framework. Hasilpenelitian menyatakan bahwa penerapan budaya keselamatan pasien diInstalasi Farmasi RSUD Balaraja berada pada tingkat birokratis. Disarankanagar diadakan pelatihan keselamatan pasien kepada seluruh staf farmasi agarmereka memiliki kompetensi dalam hal keselamatan pasien. TimKeselamatan Pasien Rumah Sakit harus diaktifkan untuk menegakkanpenerapan budaya keselamatan pasien.Kata Kunci : Penerapan, Budaya Keselamatan Pasien, Instalasi Farmasi.
Read More
B-1799
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yenny Nariswari Harumansyah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Puput Oktamianti, Hasri Dinirianti, Gafar Hartatiyanto
Abstrak: Penelitian ini menganalisis pemulangan pasien rawat inap. Tujuan dilakukannyapenelitian ini adalah untuk mengetahui lama waktu yang dibutuhkan dalamrangkaian proses pemulangan pasien serta mengidentifikasi kendala dan hambatanyang terjadi pada tiap tahapannya. Penelitian ini dilihat dari aspek input, proses,output. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Seluruh data yangada dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi secara langsung, wawancaramendalam serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkanbahwa rata-ratalama waktu yang dibutuhkan dalam proses pemulangan pasien rawat inap adalah159 menit (>2jam). hal ini melebihi standar waktu yang ditetapkan yaitu 120 menit.Proses terlama terdapat pada tahapan penerbitan slip tagihan oleh penata rekeningkepada keluarga pasien. Proses penyelesaian administrasi pasien rawat inapdipengaruhi oleh SDM, SOP, sarana, kebijakan yang berlaku di rumah sakit.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk prosespemulangan pasien rawat inap masih termasuk kategori lama yaitu > 2 jam.Kata kunci : alur pemulangan, rawat inap, lama waktu, kendala.Jumlah referensi : 57 ( 1997-2015)
This study analyzed about discharge process for home-hospitalized patient. Thisstudy is conducted to find the time rates of discharge process cycle and obstacles inevery step. This study also describe the process from different perspective such asinput, process and output. Type of the study is qualitative study. Data of the studywere collected from direct observation, in-depth interview, document analysis. Theresult of this study shows that the average time rate of discharge process of home-hospitalized patient was 159 minutes (>2 hours). This result is longer than thestandard discharge time (120 minutes). This result was influenced by many factors,such as human resources, standard operational procedure, infrastructure, policy ofthe hospital. In inclusion, time rate for discharge process of home-hospitalizedpatient is still categorized as long-awaited time which is more than 2 hours.Keyword : discharge process, hospitalization, time, obstaclesReferences : 57 ( 1997-2015).
Read More
B-1760
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanang Hasani; Pembimbing: Ascobat Gani
Abstrak:
Saat ini rumah sakit dan tenaga kesehatan rawan akan tuntutan-tuntutan yaitu tuntutan mutu pelayanan, tuntutan kesejahteraan karyawan, tuntutan hukum dari pasien dan banyak pesaing dalam bidang perumahsakitan. Atas dasar itu diperlukan upaya perbaikan mutu dan menjaga mutu. Penelitian Departemen Kesehatan tahun 1989 di rumah sakit kelas B, C, D pads enam provinsi rekam medis belum dapat digunakan sebagai alat ukur mutu pelayanan kesehatan dimana - pengisian rekam medis tak lengkap dan data-datanya disangsikan. Kejadian serupa terjadi di RSUD Tarakan Jakarta, dimana dari penelitian bulan Juni 2002 dan wawancara prapenelitian dengan kepala sub bagian rekam medis RSUD Tarakan Jakarta pada bulan Desember 2002, pengisian rekam medis tak lengkap dan pengembalian 100% terlambat. Untuk itu diperlukan penelitian kelengkapan dan ketepatan waktu pengembalian rekam medis rawat inap serta faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap kelengkapan dan ketepatan waktu pengembalian. Penelitian ini menggunakan metoda deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian pada rekam medis rawat inap bulan Oktober 2002 didapat rekam medis, yang lengkap hanya 4,7% dan tak lengkap 95,3% sedangkan tepat waktu pengembalian 18% dan tak tepat waktu 82%. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kelengkapan adalah lingkungan kerja kurang menyenangkan, kompensasi belum memadai, ketidakdisiplin waktu kerja, monitoring (supervisi) tak berjalan, belum ada penghargaan yang memadai, peran dan fungsi panitia rekam medis tak berjalan, urgensi terhadap rekam medis masih rendah, sosialisasi buku pedoman pengelolaan rekam medis sangat kurang sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketepatan pengembalian adalah resume medis belum diisi, pengetahuan dan pemahaman petugas administrasi ruang perawatan sangat kurang dan fungsi monitoring ( supervise) tak berjalan. Atas dasar temuan itu disarankan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan staff sub bagian rekam medis, peningkatan fungsi dan peran panitia rekam medis, peningkatan kompensasi, peningkatan disiplin waktu kerja, peningkatan sosialisasi buku pedoman pengelolaan rekam medis, peningkatan prasarana fisik dan sarana, dilaksanakan sistim pemberian penghargaan dan teguran terhadap petugas yang telah melaksanakan pengelolaan dengan baik dan tidak baik serta untuk masa akan datang digunakan sistim komputerisasi rekam medis dimana bila salah satu petugas tidak mengisi rekam medis maka secara otomatis jasa produksi tak keluar.

Recently, the hospital and health personnel are troubled by claims that are the claim of service quality, the claim of employee's welfare, criminal procedure by the patient and other competitors in hospitalization aspects. Base on those facts, so some effort of improving and maintaining the quality is needed. The study by Department of Health on 1989 in the hospitals class B, C, D, in six provinces reveals that the medical record is can not be used yet as a measurement device to the quality of health services because the filling up of medical record is still incomplete and the data are doubted. Similar things happen in RSUD Tarakan Jakarta; where from the study in June 2002 and the pre-study interview with the chief of medical record sub department in RSUD Tarakan Jakarta in the month of December 2002, the filling up of medical record was incomplete and the returns was 100% delayed. Thus, there is a need to study about the completeness and accuracy of the medical record return in the hospitalized patient and those factors, which affect the completeness, and accuracy in returning time. This study was using the qualitative and quantitative descriptive method. The study result about the medical record of hospitalized patient in October 2002 revealing only 4,7% of complete medical record and the incomplete of 95,3%, where as the medical record with on time returning of 18% and not on time of 82%. The factors that affect completeness are inconvenient of working environment, insufficient compensation, indiscipline of working hours, stuck monitoring (supervision), insufficient reward, interference in the role and function of medical record committee, low urgency of medical record, the lack of medical record management guiding books socialization. Whereas the factors that affect returns are no filling up of resume of medical record, knowledge and understanding of the health care room administrative officer and the stuck in monitoring (supervision) function. Based on those findings, it is suggested to improve the quality of human resources and make the staff of the medical record sub department to be efficient, enhance the function and role of the medical record committee, improve compensation, improve the discipline of working hours, enhance the socialization of the guiding book of medical record management, improve the physical utility and pre-utility, do the reward and punishment system for the officer who had done good and bad management respectively, and for the future, it will be used computerization system, where if there is an officer who does not fill up the medical record, then automatically there will be no production services.
Read More
B-678
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Taufan Primawan; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Mieke Savitri, Irma Suryani, Nine Mei
B-2034
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elfry Syahril; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Ede Surya Darmawan, Helen Andriani, Dwi Noerjoedianto, Muhammad Syukri
Abstrak: Formularium obat adalah pedoman penggunaan obat secara rasional yang diresepkan kepada pasien, namun faktanya masih terdapat penulisan resep obat yang tidak sesuai dengan standar formularium dalam resep yang dituliskan oleh tenaga medis kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan tenaga medis dalam penulisan resep berdasarkan standar obat formularium nasional di Rumah Sakit Umum Daerah KH. Daud Arif Kuala Tungkal. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional study). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga medis (dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis) RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal sebanyak 23 orang. Sampel digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan dokter menuliskan resep sesuai dengan formularium dengan nilai p=0,006. Tidak ada hubungan sikap (p=0,070), keyakinan (0,159), dan ketersediaan obat (0,487) dengan kepatuhan tenaga medis dalam menuliskan resep sesuai formulasi nasional. Kepada kepala RSUD KH.Kuala Tungkal agar melakukan upaya meningkatkan pengetahuan dengan melakukan seminar formularium sesuai resep nasional secara berkala, melakukan advokasi kepada Pemda agar membuat aturan terkait penulisan resep tersebut.
Read More
B-2121
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Monika Niken Pratiwi; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Dedi Supratman
S-8999
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive