Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37826 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Stany Indira Meir; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguj: Ahmad Syafiq, P.C. Sanger
S-6119
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eristida Natalia Kusuma Andayani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto, Sarjono
S-6306
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elza Estirina; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Dian Ayubi, Rita Nirmaya Dewi
S-6693
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria tahoma Siboro; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Yovsyah, Marlina Ginting, Nindya Savitri
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai Hubungan Peran Caregiver Informal Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Wilayah Puskesmas Kampung Sawah Kota Tangerang Selatan Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan cross sectional yaitu jenis penelitian yang mengukur variabel independent (peran caregiver informal) dan variabel dependen (kualitas hidup lansia) secara simultan (bersamaan) dalam satu waktu. Peneliti mencoba untuk menggali ada tidaknya hubungan peran caregiver informal dengan kualitas hidup lansia di Wilayah Puskesmas Kampung Sawah Kota Tangerang Selatan Tahun 2024. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan peran caregiver informal dengan kualitas hidup, sedangkan variabel riwayat pekerjaan terdahulu merupakan variabel counfounder terhadap hubungan peran cargiver informal dengan kualitas hidup pada lansia. Dalam penelitian ini peneliti menyarankan untuk meningkatkan jumlah caregiver dengan melakukan sosilisasi tentang pendampingan caregiver informal kepada pendamping lansia serta mengedukasi caregiver informal untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelayanan kesehatan lansia yang ada di posbindu serta meningkatkan interaksi dengan lansia melalui kegiatan bersama mendengarkan minat dan melibatkan lansia dalam kegiatan tersebut.

This thesis discusses the relationship between the role of informal caregivers and the quality of life of the elderly in the Kampung Sawah Community Health Center area, South Tangerang City in 2024. This research uses quantitative research with cross sectional research, namely a type of research that measures the independent variable (the role of the informal caregiver) and the dependent variable (the quality of life of the elderly ) simultaneously (simultaneously) at one time. Researchers tried to explore whether or not there was a relationship between the role of the informal caregiver and the quality of life of the elderly in the Kampung Sawah Community Health Center area, South Tangerang City in 2024. The results of the research showed that there was a relationship between the role of the informal caregiver and the quality of life, while the previous work history variable was a counfounder variable for the role relationship. Informal cargiver and quality of life in the elderly. In this study, the researcher suggests increasing the number of caregivers by conducting outreach about informal caregiver assistance to elderly companions as well as educating informal caregivers to actively participate in elderly health service activities at Posbindu and increasing interaction with the elderly through joint activities, listening to interests and involving the elderly in activities
Read More
T-7015
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Anggraini; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Indang Trihandini, Caroline Endah Wuryaningsih, Wira Hartiti, Esti Pangastuti
Abstrak: Kualitas hidup adalah kondisi fungsional lansia yang meliputi kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial lansia, serta aktivitas seksual, dan kondisi lingkungan (WHOQOL). Laju pertumbuhan penduduk di kota Tangerang Selatan merupakan yang paling cepat (3,36%) dibandingkan kabupaten/kota lain yang ada di provinsi Banten. Angka harapan hidup pada tahun 2015 merupakan yang tertinggi dibandingkan wilayah lain di Banten yaitu mencapai 72,2 tahun. Sekitar 5% penduduk di Tangerang Selatan berusia diatas 60 tahun (BPS, 2016) dan 0,8% dari total lansia di Tangerang Selatan memilih untuk tinggal di panti karena merasa mendapatkan banyak teman untuk beraktifitas, beribadah, dan menghilangkan rasa kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup lansia dan faktorfaktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia yang tinggal di panti werdha wilayah Tangerang Selatan. Desain studi potong lintang digunakan pada 144 lansia yang terpilih secara acak dari 4 panti di Tangerang Selatan. Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara menggunakan kuisioner yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 74,3% lansia yang tinggal di panti wilayah Tangerang Selatan memiliki hidup berkualitas, pendidikan lansia merupakan faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia (p=0,003; OR 3,22; 95% CI 1,49-6,97). Lansia dengan pendidikan yang tinggi memiliki peluang 3,2 kali hidupnya lebih berkualitas dibandingkan lansia yang berpendidikan rendah.
Kata Kunci : Lansia, kualitas hidup

Quality of life is the functional condition of the elderly which includes physical health, psychological health, elderly social relationships, as well as sexual activity, and environmental conditions. Population growth rate in South Tangerang is the fastest (3.36%) compared to other regencies / cities in Banten province. Life expectancy in 2015 is the highest compared to other regions in Banten which reached 72.2 years. Approximately 5% of the population in South Tangerang is over 60 years old (BPS, 2016) and 0.8% of the total elderly people in Tangerang Selatan prefer to stay in the orphanage because they feel have many friends for activities, worshiping and eliminate loneliness. This study aims to determine the quality of life of the elderly and the factors related to the quality of life of elderly living in the werdha orphanage of Tangerang Selatan region. Cross-sectional study design was used in 144 selected randomly elderly from 4 orphanages in South Tangerang. Data collected using interview method using questionnaires that have been tested for validity and reliability, and analyzed using multiple logistic regression test. The results showed that 74.3% of elderly people living in the orphanage of Tangerang Selatan have quality of life, elderly education is a factor related to the quality of life of the elderly (p = 0,003; OR 3,22; 95% CI 1,49-6, 97). Elderly with a high education has a 3,2 times more quality of life than the poorly educated elderly.
Keywords : Elderly, Quality Of life
Read More
T-5044
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yona Wia Sartika Sari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Sudijanto Kamso, Dadan Erwandi, Kartini Rustandi, Dedi Sandra
Abstrak:
Secara global, populasi lansia terus bertambah seiring dengan kemajuan sektor kesehatan, yang ditandai dengan peningkatan harapan hidup dan angka kematian yang lebih rendah. Peningkatan jumlah lansia di Indonesia berlangsung dalam kurun waktu sekitar 50 tahun pada 1971-2021. Pada tahun 2021, proporsi lansia mencapai 10,82 persen, artinya Indonesia dapat dikatakan negara dengan struktur penduduk tua (ageing population). Diproyeksikan pada tahun 2045, persentase lansia Indonesia diperkirakan akan mencapai hampir seperlima dari seluruh penduduk Indonesia atau sekitar 19,9 persen. Sehingga diperlukan perhatian terhadap upaya peningkatan kualitas hidup lansia. Jumlah usia lanjut di Kecamatan Gandus sebanyak 4.979 jiwa dengan cakupan pelayanan usia lanjut sebesar 40,3% pada tahun 2021. Penurunan kondisi fisik dan mental penduduk lansia seiring dengan bertambahnya umur, mengakibatkan para lansia sangat rawan terhadap gangguan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme coping dengan kualitas hidup lansia setelah dikontrol variabel konfounding usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status tinggal bersama, dan status pernikahan. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Gandus Kota Palembang April-Juni 2022. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional, pengambilan sampel yaitu simple random sampling, pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuisioner pada 110 responden lansia. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pada responden yang memiliki kualitas hidup baik, 75% menggunakan coping adaptif. Hasil regresi logistik menunjukkan hubungan bermakna antara mekanisme coping dengan kualitas hidup lansia setelah dikontrol variabel pendidikan dan pekerjaan (p value = 0,001, CI = 2,0 - 14,8). Penggunaan mekanisme coping adaptif merupakan faktor meningkatnya kualitas hidup, peningkatan kualitas hidup ini meningkat pada lansia yang berpendidikan tinggi dan memiliki pekerjaan. Kata Kunci: Kualitas hidup, Lansia, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Mekanisme Coping

Globally, the elderly population continues to grow along with the progress of the health sector, which is characterized by increased life expectancy and lower mortality rates. The increase in the elderly population in Indonesia lasted for 50 years in 1971-2021. In 2021, the proportion of elderly reached 10.82 percent, it means that Indonesia is described as a country with an aging population structure. It is projected that in 2045, the percentage of Indonesia's elderly is expected to reach almost one-fifth of the entire population of Indonesia or about 19.9 percent. Therefore, it is necessary to pay attention to efforts to improve the quality of life in elderly. The elderly population in Gandus District is 4,979 people with the elderly service coverage of 40.3% in 2021. The decline in the physical and mental condition of the elderly population along with increasing age, makes the elderly very vulnerable to various diseases. This study aims to determine the relationship between coping mechanisms and the quality of life in elderly after controlling for the confounding variables of age, gender, education, occupation, cohabitation status, and marital status. This research was conducted in the Gandus District, Palembang City in April-June 2022. The study used a cross-sectional study design, sampling was simple random sampling, data collection was carried out through interviews using questionnaires on 110 elderly respondents. The results of this study found that respondents who have a good quality of life, 75% have used adaptive coping. The results of logistic regression showed a significant relationship between coping mechanisms and quality of life in elderly after being controlled by education and work variables (p value = 0.001, CI = 2.0 - 14.8). The use of adaptive coping mechanisms is a factor to improve the quality of life, the improvement of the quality of life will increase in elderly with higher education and having a job. Keywords: Quality of life, Elderly, Gandus District, Palembang City, Coping Mechanisms
Read More
T-6392
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heny Fitrianty; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Ella Nurlella Hadi, Yusro
S-6457
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ernawati; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Sabarinah B. Praetyo, Rukmini, Upik
Abstrak: Di Indonesia tahun 2020 diperkirakan jumlah penduduk lansia mencapai 28,8 juta jiwa. Pada tahap lansia terjadi penurunan berbagai fungsi dan kemampuan, termasuk fungsi dan kemampuan seksualitasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan aktivitas seksual lansia. Jenis penelitian adalah kuantitaf dengan desain Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 78 orang yang menjadi anggota kelompok senam lansia Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, berusia 60-70 tahun, masih memiliki pasangan hidup. Hasil dari penelitian ini yaitu (56,4%) yang masih aktif aktivitas seksualnya, dengan proporsi 71,4% pada responden laki-laki dan 48% pada responden wanita. Variabel yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap aktivitas seksual lansia adalah variabel pekerjaan dan sikap. Perlu ditingkatkannya penyuluhan dan konseling tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi pada lansia. Kata Kunci : Lansia, Aktivitas seksual.
Read More
S-8622
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Santi Septiani; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Toha Muhaimin, Maria Yuliana
Abstrak: Hipertensi bertanggung jawab atas setidaknya 45% kematian akibat penyakit jantung dan 51% kematian akibat stroke. Di Indonesia, hipertensi merupakan penyakit terbanyak yang dialami oleh usia lanjut. Prevalensi hipertensi pada usia lanjut di Indonesia menempati posisi pertama penyakit tidak menular tertinggi yaitu sebanyak 57,6%. Di Kota Bogor penyakit hipertensi menduduki urutan kedua kunjungan pasien rawat jalan, setelah penyakit Nasopharyngitis akut (common cold). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, pola konsumsi dan indeks masa tubuh dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 98 orang. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Mei dan Juni 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 66,3% responden menderita hipertensi. Didapatkan hubungan yang bermakna antara usia, riwayat hipertensi, aktivitas fisik, konsumsi natrium dan indeks massa tubuh dengan kejadian hipertensi. Perlu dilakukan upaya promosi kesehatan pada masyarakat melalui penyuluhan atau kegiatan-kegiatan aktif seperti pengadaan senam dan pendidikan kesehatan secara rutin dengan melibatkan kader posbindu. Kata kunci: Hipertensi, lansia, aktivitas fisik, pola konsumsi, IMT Hypertension is responsible for at least 45% of deaths due to heart disease and 51% of deaths due to stroke. In Indonesia, hypertension is the most common disease suffered by the elderly. The prevalence of hypertension in elderly in Indonesia occupies the first position of the highest non-communicable diseases as much as 57.6%. In Bogor hypertension ranks second in outpatient visits, following acute Nasopharyngitis. This study aims to determine the relationship of physical activity, consumption patterns and body mass index with the incidence of hypertension. This study is quantitative by using cross sectional design and the number of samples is 98 people. Data collection was conducted in May and June 2018. The results showed that 66.3% of respondents suffer from hypertension. There was a significant correlation between age, history of hypertension in family, physical activity, sodium consumption and body mass index with hypertension occurrence. Health promotion efforts should be made to the community through counseling or active activities with the help of posbindu cadres. Key words: Hypertension, elderly, physical actvity, consumption pattern, BMI
Read More
S-9870
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gina Agniya Meilani; Pembimbing: Evi Smartha; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Mutmainah Indriyati
Abstrak: Seiring meningkatnya populasi lansia baik di dunia maupun di Indonesia maka kebutuhan akses ke pelayanan kesehatan dasar seperti posyandu lansia perlu diupayakan. Kota Depok termasuk salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat yang mengalami kenaikan jumlah lansia, serta wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas merupakan salah satu wilayah di Kota Depok yang memiliki jumlah posyandu lansia aktif terbanyak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai kegiatan posyandu lansia saat pandemi Covid-19 dilihat dari segi input, process, hingga output-nya. Informan pada penelitian ini adalah kepala puskesmas, penanggung jawab posyandu lansia, petugas posyandu lansia serta lansia di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas Depok. Pemilihan informan penelitian secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pada komponen input, yaitu rusaknya alat kesehatan, serta perubahan kebijakan pada komponen proses, yaitu kegiatan posyandu lansia dihentikan sementara selama pandemi dan beralih menjadi kunjungan lansia terbatas oleh kader. Sehingga output posyandu lansia tidak tercapainya cakupan lansia yang mendapat skrining kesehatan dan akibatnya lansia tidak mendapatkan pelayanan dasar yang sudah menjadi haknya. Oleh sebab itu, disarankan kepada pemegang program untuk memperbaiki sistem dan kebijkan kegiatan posyandu lansia untuk mencapai target sasaran dan terwujudnya lansia sejahtera.
The increase in the elder population in the world and Indonesia made access to elderly posyandu needed to be pursued. Depok is one area in West Java Province that has an increasing number of elderly people, meanwhile, the working area of the Pancoran Mas Health Center is one of the areas in Depok that has the highest number of active elderly posyandu. This research is qualitative aiming to dig information about elderly posyandu activity during the Covid-19 pandemic in terms of input, process, and output. Informants in this study were the head of the public health center, the person in charge of elderly posyandu, her staff, and the elderly there. Informants were selected purposively. The results showed the change in input components, like medical device damage, also policy changes like suspending the elderly posyandu activities temporarily during the pandemic and switching to limited elderly visits by cadres in the process. Thus the elderly posyandu output does not reach its goal for receiver health screening and resulting the elderly do not get their rights for basic services. Therefore, parties involved are suggested to improve the system and policies for elderly posyandu activities to achieve the targets and realization of prosperous elderly.
Read More
S-10964
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive